LIE [Ficlet]

Author : Hanny G Dragon

Katakan padaku

Dengan senyum manismu

Katakan padaku

Seperti bisikan, mengatakan itu di telingaku

Jangan seperti mangsa yang halus seperti ular

Meskipun aku ingin menyimpang

Aku menunggumu lagi. Di ranjang kita aku duduk termenung. Menunggumu pulang entah untuk keberapa kali nya.  Aku memaklumi itu sayang,  kau jangan khawatir. Aku akan bersabar menunggumu pulang dan tersenyum padaku.

Namun kau terlalu larut hingga aku tak sadar jika pagy sudah menjelang.  Matahari yang membangunkanku. Dan saat ku buka mata kau sudah rapi dan sangat tampan berdiri di depan lemari pakaian.

“Bogoshipo Ji”ucapku sambil memeluknya dari belakang. Dia pun membalik tubuhnya dan melepas pelukanku dari punggungnya. Ia tersenyum lalu mengecup keningku.  Aku berdesir hangat.  Sudah lama sekali rasanya aku sangat merindukan dia. Lalu dia memelukku erat. Dan tak berselang lama berbisik untuk pamit bekerja kembali.

“Sarapan?” tanyaku saat dia sudah di ambang pintu. Namun hanya gelengan kepalanya tanda dia menolak sarapan di rumah.

“baiklah. Hati-hati di jalan emm”ucapku sambil berlari lalu mengecup sekilas bibirnya.  Dia tersenyum lalu mengusak rambutku gemas. Aku pun tersenyum lalu mengantarnya sampai garasi dan sampai ia menghilang di belokan jalan dengan mobilnya.

Aku hanya menghembuskan nafas panjangku. Yah seperti ini terus seperti ini. Namun tak sedikitpun aku ingin mengakhirinya. Aku amat mencintainya. Biarlah, toh dia hanya bekerja bukan?

Tolong selamatkan aku

Itu takakan ada habisnya, bahkan ketika aku mencoba untuk menjalankannya

Aku sudah jatuh dalam kebohongan

Terjebak dalam kebohongan

Tolong temukan aku yang tidak bersalah

Aku tidak bisa lepas dari dalam kebohongan ini

Tolong kembalikan senyumku

Hari ini adalah hari 1 tahun pernikahan kita.  Aku sudah memasak makanan kesukaannya yang amat banyak bahkan aku menyiapkan kue untuk merayakan hari bersejarah dalam cinta kita.

Saat ini jam menunjukan pukul 1 dini hari.  Dia belum pulang. Makanan sudah ku hangatkan 5 kali dan kini bentuknya sudah tak layak makan. Mungkin dia sangat sibuk hingga dia tidak mengingatnya.

“mungkin Jiyong sangat sibuk hingga tak bisa mengabariku jika dia pulang larut sekali” gumamku sambil membuang makanan yang ku buat untuknya. Padahal memang ia tak pernah mengabariku jika dia pulang larut.

Keesokan hari nya aku menemukan sebuah note di nakas ranjangku.

“maaf aku pulang sangat larut semalam dan kini alu harus pergi pagi pagi sekali. Jaga kesehatanmu.  Jiyong”

Aku hanya bisa tersenyum pedih. Kau benar-benar lupa eoh bahwa semalam itu hari pernikahan kita? Aaah apa benar jika namja itu selalu melupakan hal yang seperti itu. Atau yeoja yang selalu menganggap hal-hal seperti itu adalah penting? Huft,  aku akan selalu di sini Ji. Menunggumu. Walau rasanya hampa. Tapi alu terlalu mencintaimu. Kebohongan yang ku ciptakan sendiri untuk cintaku padamu.

Terjebak dalam kebohongan

Bebaskan aku dari neraka ini

Aku tidak bisa lepas dari penderitaan ini

Tolong selamatkan aku yang sedang dihukum

Aku ingin

Aku yang hilang dan tersesat

Aku ingin

Hari-hari seperti itu

Aku merasa begitu jauh

Kau selalu datang ke jalanku

Aku mengulanginya lagi

Aku tersenyum hangat pada pegawai kantor Jiyong. Mereka sudah tahu bahwa aku nyonya Kwon. Jika Jiyong tidak sempat sarapan di rumah aku akan membawakan makanan untuknya. Namun saat hendak menuju ruangannya sekertaris Byung menahanku.

“Nyona tuan Jiyong sedang di luar. Dia berpesan padaku bahwa hari ini dia tidak ke kantor” ucap nya membuatku mengerutkan alis mataku. Bukankah Jiyong tadi bilang akan ke kantor?

“Apa dia kesini pagi tadi?”tanyaku.

“ne Nyonya. Tapi hanya sebentar lalu berpesan padaku dan pergi lagi”jawab sekertaris Byun.

“Ah baiklah.  Ini makanlah bersama yang lainnya. Jaga kesehatan kalian. Aku pergi dulu” ucapku sambil menyerahkan makanan yang awalnya ku buat untuk Jiyong kini di terima dengan sungkan oleh sekertaris Byun.

“Kamsahamida nyonya” ucapnya aku pun tersenyum lalu beranjak pergi meninggalkan kantor.

Aku berjalan menyusuri trotoar. Menghirup polusi yang sebenarnya menyesakkan namun hati ini sudah sesak sebelumnya. Bahkan aku meninggalkan mobilku di kantor. Sungguh aku ingin berjalan hari ini. Hingga saat aku melangkahkan kaki melewati cafe coffee tak jauh dari kantor Jiyong. Aku melihatnya. Aku melihat cintaku disana. Tersenyum.  Tertawa. Bahkan sangat tampan. Sosok yang aku rindukan kini bersitatap dengan wanita yang bergelayut manja di lengannya.  Bahkan mereka berpelukan mesra dan kadang Jiyong mengecup lama kening yeoja di sampingnya.

Sakit? Tidak. Bukankah aku bilang aku mencintainya????  Ini lebih dari kata sakit. Kata”sakit” tidak bisa mewakili semua ini.

Aku mengikuti mereka yang kini keluar dari cafe menuju mobil Jiyong.  Taxi yang kutumpangi mengekori mereka hingga menuju sebuah apartemen. Ah ini apartemen Jiyong dulu sebelum menikah denganku.

Ku bayar taxi dan segera mengikuti mereka lagi. Hingga mereka masuk ke apartemen Jiyong. Dengan ragu ku buka pasword pintu apartemen Jiyong.

Klik. Terbuka. Ternyata masih password yang lama. Namun suara terengah dan penuh gairah menuntunku ke arah kamar Jiyong. Ku lihat di sana..

Cintaku..

Rinduku..

Pendamping hidupku..

Setengah jiwa ku…

Dunia ku…

Sedang bercumbu dengan yeoja lain. Air mataku tak terbendung lagi. Tidak kah ini lebih sakit dari kata sakit itu sendiri?

Aku hancur dengan kepingan yang amat kecil.

pergi dariku, pergi, pergi, tolong

Pergilah dariku, pergi, pergi

tolong selamatkan aku

Menangis? Aku melakukan hal itu jauh sebelum hari ini. Lalu apa yang harus ku lakukan atas semua kejadian ini?.

“Aku mencintaimu Ji.  sangat mencintaimu.  Dan mungkin itu kesalahanku hingga kau berpaling dariku.  Semoga kau berbahagia Ji.  Dari yang amat mencintaimu.  Sandara Park” tulisku pada sebuah note dan ku simpan di nakas ranjang lalu melangkah pergi sambil menyeret koper berisi pakaianku.

Selamat tinggal Kwon Jiyong.

-END-

 

Advertisements

16 thoughts on “LIE [Ficlet]

  1. annyeong….wah udah lama aku gak mampir2 ke dgi…hihihi mian skrng aku lg sibuk maklum lah udh kelas 3…..wkwkwkw

    oh..no.
    kak hanny ini bukan gayamu loh. apa ini nyesek abis.
    kalo aku jadi dara udh aku bakar tuh apartemen.aarrggghhhhh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s