OMEGA [Chap. 3]

Cover Omega

Author   : Defta

Cast    : Sandara Park,   Kwon Jiyong

Genre   : School Life

“Kau baik-baik saja ?” suara itu menghampiri telinga dara, untuk kedua kalinyadara mencoba melihat wajah namja itu.

Tiba-tiba saja awan mendung yang menutupi langit perlahan menyingkir membuat sinar matahari dapat kembali menyinari tanah. Dan dara dapat melihatnya, pemilik dada bidang itu dan pemilik suara itu. Kwon Jiyong.

Dara kembali berdiri diatas kakinya. “Aku baik-baik saja” jawab Dara.

Sinar matahari kembali menghilang ditutupi oleh awan hitam yang kembali muncul. Dara mencoab tak peduli dengan hal itu dan melanjutkan perjalannnya menuju halte bis di ujung jalan sekolahnya.

Jiyong yang memiliki tujuan sama dengan dara mengikuti dara dari belakang. Dan disinilah mereka sekarang, di halte bis menunggu bis datang. Suara titik-titik air mulai terdengar jatuh ke tanah semakin lama semakin cepat menunjukkan betapa derasnya hujan saat itu.

Petirpun datang tak kalah cepat dengan hujan yang turun, seakan saling bersahut-sahutan. Dara mulai ketakutan, ia memjamkanmatanya sambil mengcengkram pas yang ia taruh di pangkuannya.

You got me losing my mind

The way you got me fired up

Never give up boy even when they try us

You and me against the world

With you I ride or die tonight

You have my heart like the beat

The way you got me turned up

Never give up boy even when they try us

You and me against the world

With you I ride or die tonight

~R.O.D~

Suara itu mengalun indah di telinga dara, menggantikan suara petir yang ia dengar, yeoja itu mendongak dan melihat jiyong berdiri di depannya sambil memakaikan earphone di telinganya.

Jiyong tersenyum pada dara, kemudian duduk di samping dara. Dara ? yeoja itu menatap lekat wajah jiyong yang sudah berada di sampingnya.

“Dia tampan juga” batin Dara.

Bis yang mereka tunggu tak kunjung datang, hingga petir itu sudah lelah untuk unjuk suara dan awan yang sudah menurunkan frekuensi tangisannya. Perlahan jiyong mengambil earphonenya dari telinga dara dan memakainya di lehernya sendiri.

Dara sedikit protes dan menatap jiyong, tapi kemudian membiarkannya karna ia merasa sudah tak membutuhkannya lagi, hujan hampir reda.

“Kau takut hujan dan petir ?” jiyong membuka percakapan.

“Begitulah, dulu aku suka hujan, karna aku lahir saat musim dingin, dingin adalah hidupku, aku slalu bermaindengan hujan, sampai hujan menghukumku, aku tersambar petir saat bermain dengan payung pemberian nenekku, well aku beruntung karna aku masih hidup, payung itu menyelamatkanku” ucap dara panjang lebar.

Jiyong mengagguk tanda mengerti ucapan dara.

“Maaf aku terlalu banyak bicara” ucap dara menggaruk tengkuknya. Dan suasana canggung kembali terjadi, sama seperti saaat sesi bimbingan tadi

“Aniya, aku juga tak suka hujan, mungkin karna aku lahir saat musim panas, tapi yang pasti hujan dan petir hampir merenggut pendengarkanku, itu sebabnya aku membawa earphone kemanapun aku pergi”

“Tapi bukankah mendengarkan earphone secara terus menerus dapat merusak telinga ?”

“Itu jika menggunakannya dengan salah. Aku hanya mendengarkan maksimal 5 lagu per hari menggunakan earphone, well kecuali saat hujan” Jiyong tersenyum menceritakan kisahnya.

Mereka terdiam sesaat, menyaksikan hujan yang benar-benar sudah berhenti menangis “Lalu kenapa kau memberikan earphone itu padaku tadi ?”

“Karna kau lebih membutuhkannya dari pada aku”

Tanpa mereka sadari ini adalah pertama kalinya mereka terbuka satu sama lain tentang kehidupan pribadi masing-masing. Ini baru awal yang terjadi di antara mereka, masih ada 2 bulan kedepan dimana 3 hari dalam satu miggu mereka akan bertemu dan saling merebutkan posisi untuk menjadi wakil dari sekolah menuju ke olimpiade matematika.

Berbicara tentang persaingan, mereka memiliki latar belakang yang sama benar bukan….???

“Ehm…” jiyong berdehem sesaat.

Dara sedang menghubungi adiknya untuk menjemput, karna bis yang ia tunggu tak kunjung datang.

“Dara-ssi apa aku boleh bertanya sesuatu” Jiyong menoleh pada dara.

Dara mengangguk sebagai jawaban.

“Apa karna namja itu ?” Dara mengerutkan darhinya bingung dengan ucapan jiyong. “Apa kau megikuti olimpiade ini karna namja itu ? namja yang beberimu semangat tadi ?” tepat sasaran, membuat dara terdiam seribu bahasa.

“Ti…tid…” dara tidak yakin… haruskah dia mengtakan yang sebenarnya ?”

“Kalaupun benar, itu bukan masalah, karna aku juga melakukannya, ada seorng yeoja yang aku sukai, dia bilang aku harus ikut olimpide ini karna aku sangat pandai, aku tak mungkin menolaknya dan membuatnya sedih, jadi Dara-ssi bisakah kau mengalah untukku kali ini ? kumohon biarkan aku yang menjadi wakil sekolah dalam olimpiade tahun ini” ucap jiyong santai.

“APA KAU BILANG !!!” Dara berteriak sambil berdiri di hadapan jiyong.

“Bukankah kau sudah menang tahu lalu ? jadi biarkan aku menang tahun ini dan  aku dapat menembaknya dengan medali yang aku dapatkan itu” balas jiyong sambil berdiri juga, mensejajarkan tinggi mereka.

“Cih” Dara mendesis. “jika kau berbuat baik padaku hanya agar aku melepas olimpiade itu kau salah besar, aku tak akan melepaskanya, aku tak akan menyia-nyiakan kesempatanku itu TIDAK AKAN !!!” Dara menekankan ucapannya di akhir kalimat, kemudian ia berbalik berniat mencari taksi.

Dan benar tak lama setelahnya sebuah taksi lewat, namun taksi itu sudah berpenumpang, sehingga taksi itupun melenggang meninggalkan dara yang sudah melambaikan tangannya. Sialnya dara tak melihat genangan air di depannya sehingga saat taksi berpenumpang itu lewat cipratan air mengenai ujung sepatunya.

Kenapa hanya ujung sepatu ? karna sebelum air kotor itu mampir di seragam dara jiyong sudah menariknya menjauh dari jangkauan cipratan air itu.

Dara mengerjap sesaat karna untuk ke 2x-nya berada sangat dekat jiyong. Tapi kenyataan menamparnya saat ingat tujuan dari namja yang sedang memeluknya itu . “Jika kau menolongku lagi untuk menyakinkanku maka jawabanku masih tetap sama yaitu TIDAK”

Jiyong mendesah kemudian melepaskan pelukannya. “Aku sudah menolongmu, setidaknya cukup ucapkan terimakasih dan bukannya marah-marah !!”

“Ucapan terimakasih hanya untuk mereka yang menolong dengan tulus, bukan sepertimu” ucap dara sambil menunjuk hidung jiyong.

#TIN TIN suara klakson mobil menghentikan pertengkaran mereka, Dara menoleh ke arah mobil yang suara klaksonnya berbunyi.

“Noona ayo cepat” adik laki-lakinya ternyata.

“Eoh !!” balas dara yang kemudian berlari kecil ke arah adiknya.

Yeoja itu baru saja meletakkan bokongnya di jok mobil lalu kemudian. “Siapa namja itu ? kenapa tadi kalian berpelukan ? apa kalian berpacaran ? dia kelas berapa ? apa dia baik ? apa dia pandai berkelahi ? apa dia pintar sama sepertimu ? apa dia…..?”

“PARK SANG HYUN” Dara meneriakkan nama adiknya itu.

“JANGAN PANGGIL AKU SEPERTI ITU !!!!” namja bernama sanghyun itu ikut berteriak. “Aku tau kau membenci namaku, tapi jangan teriak seperti itu membuatku merasa bersalah”  Sanghyun menunduk membuat dara merasa bersalah.

Memang bukan salah Sanghyun menyandang nama itu, Sanghyun memiliki arti yang hampir sama dengan “Thunder” karna ia terlahir sama seperti dara yaitu saat musim hujan dan saat hujan petir. Sedang trauma dara dimulai beberapa bulan setelah sanghyun di lahirkan, jadi setelah mendapat traumanya itu Dara sering memanggil nama Sanghyun dengan teriakan benci atau tidak suka.

“Lee Ahjussi ayo pergi” Ucap dara, mencoba mencairkan suasana yang sedingin es.

Samar-samar dara melihat jiyong dari kaca sepion yang tertutup titik-titik air, namja itu tengah menendang beberapa kaleng di jalanan terlihat sangat frustasi.

=TBC=

next>>

Yang ini panjang banget deh…. bosen gak ?????

Coment please……

Advertisements

21 thoughts on “OMEGA [Chap. 3]

  1. dua” nya punya banyak kesamaan ya , bagus sebener nya tapi mereka gg sadar kl mereka cocok , kkkkk
    ayooo ahhhh cocok”in biar seru ,
    ini kok feeling nya cii gw chae am Jae pacaran ya *soktau -_-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s