Coincidence Or Destiny? [Part 6]

Daragon2 (1)

Author :: Hesty_
Length :: Chapters
Genre :: Fluffy

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Author Pov

Tiga orang yeoja sedang duduk bersama dengan empat orang namja di taman Seoul National University, mereka saling berbicara dan bercanda satu sama lain dengan akrab.

“Hyung, cepat mainkan gitarmu! Apa kau hanya akan memeluknya?” Perintah dan tanya Seungri bersamaan pada Youngbae yang sedang memeluk erat gitarnya.

“A ne Youngbae, cepat mainkan!” Ucap Bom memerintah.

“Anio, aku hanya sedang ingin memeluknya!” Jawab Youngbae yang semakin mempererat pelukannya pada gitarnya.

Para yeoja dan namja yang ada di dekatnya hanya menatap bingung pada Youngbae yang seolah-olah sedang memperlakukan gitarnya seperti seorang yeoja yang sedang di peluknya.

“Bagaimana jika aku meminjamnya untukku mainkan?” Tanya seorang yeoja yang membuat mereka semua mengarahkan pandangannya kepada yeoja itu.

“Dara!” Teriak Bom senang dan langsung berdiri dari duduknya menghampiri Dara dan memeluknya.

“Eonni!” Ucap CL dan Minzy bersamaan yang kemudian berdiri dan menghampiri Dara bersamaan dan memeluknya mengikuti Bom yang masih saja memeluk Dara.

“Oh, hentikanlah itu! kalian hanya akan membuat Dara noona sulit bernafas jika terus memeluk tubuh kecilnya itu bersamaan.” Ucap Seungri yang langsung mendapatkan tatapan membunuh dari para yeoja itu.

“Chagia, berhentilah memeluk Dara! Kau membuatku cemburu.” Ucap TOP pada Bom kekasihnya dengan memanyunkan bibirnya seperti anak kecil yang tidak di belikan mainan oleh ibunya.

“Hentikan itu! Kau hanya membuatku ingin muntah.” Jawab Bom pada TOP dengan wajah kesalnya.

Dara yang telah melepaskan pelukannya dengan para yeoja itu dan yang lain hanya tertawa kecil melihat tingkah sepasang kekasih di depannya.

“Baiklah, hentikan drama kalian hyung! Bom noona tolong jangan terlalu kasar pada hyung kami, dia akan sangat rapuh karena semua itu.” Ucap Seungri yang mulai tidak tahan dengan tingkah sepasang kekasih itu di depan mereka.

“Dara noona, kenapa rambutmu jadi berwarna pink?” Tanya Daesung mengalihkan pembicaraan mereka pada rambut pink Dara yang sangat mencolok.

“A ne, kau merubahnya eonni?” Lanjut Minzy bertanya pada dara yang telah melepaskan pelukannya dari Dara.

“Tapi, aku rasa itu sangat keren.” Ucap Youngbae memberi penilaian pada rambut dara yang mendapatkan anggukan dari yang lain dan Dara hanya memberikan senyumnya pada mereka.

“Noona, bukankah tadi kau bilang ingin meminjam gitarku untuk kau mainkan?” Tanya Youngbae melanjutkan kalimatnya yang mulai mengalihkan pembicaraan mereka pada warna baru rambut Dara pada Dara yang masih saja berdiri.

“A ne Dara, duduklah! Dan mainkan gitar itu dengan sebuah lagu untuk kami!” Ucap Bom yang telah kembali duduk di tempatnya.

Dara kemudian duduk bersama mereka, meraih gitar yang di berikan Youngbae dan mulai memainkannya sambil bernyanyi dengan suara indahnya yang membuat semua teman-temannya memandanginya dengan kekaguman karena tidak pernah menyangka bahwa Dara bisa memainkan gitar dengan begitu sangat baik dan ternyata Dara memiliki suara yang sangat indah.

“Oh baby, neomu chowaseo, you’re driving me crazy.”

(Oh sayang, aku sangat menyukaimu, kau begitu membuatku gila.)

Gumam Dara menyanyikan lirik pertama lagunya dengan gitar yang dimainkannya sambil menutup kedua matanya dengan senyum di wajahnya yang membuat merinding teman-temannya karena suara indahnya.

Saat Dara membuka matanya, Dara menangkap sesosok namja yang perlahan mendekat ke arah mereka. Dara terus memandang ke arah namja itu tanpa menghentikan permainan gitarnya dan melanjutkan lagi lirik lagunya.

“Ni saenggangmanhaedo gibuni chowa, gibuni chowa, gibuni chowa, na na na na na. I neukgim, neoman neukgike hal su-i-nneun neukgim, nan jugeul-ttaekkaji neukgigo shipeo.”

(Hanya berpikir tentang dirimu saja membuatku merasa nyaman, merasa nyaman, merasa nyaman, na na na na na. Perasaan ini, hanya dirimu yang dapat membuatku memiliki perasaan ini, aku ingin merasakan itu sampai aku mati.)

Lanjut Dara menyanyikan lirik lagunya dengan terus memandangi namja yang kini telah berada sangat dekat dengan mereka dengan senyum yang masih saja terus menghiasi wajahnya.

Namja yang ternyata adalah Jiyong itu membalas tatapan Dara yang terus memandangnya dengan senyum di wajahnya karena senyum Dara.

“Nan gyeote isseojwo, akgil su isseo, akgil su isseo”

(Tetaplah di sebelahku, aku bisa menjagamu, aku bisa menjagamu.)

Lanjut Jiyong menyanyikan lirik lagu Dara yang membuat teman-teman mereka hanya memandangi mereka berdua seperti sedang menonton sebuah drama percintaan dengan mata berkaca-kaca.

Dara meghentikan permainan gitarnya dan membawa teman-temannya tersadar dan kembali pada kenyataan.

“Noona, kau sangat luar biasa.” Ucap Seungri dengan mata yang masih berkaca-kaca sambil menepukan kedua telapak tangannya bersamaan.

“Ji oppa juga! Kalian melakukannya dengan sempurna walaupun itu sangat singat.” Ucap Minzy melanjutkan kalimat Seungri dengan memberikan senyum manis pada Jiyong dan Dara.

“Bagaimana kalian melakukanya? Apa kalian memiliki ikatan batin yang sangat kuat sehingga dapat menyanyikan lirik lagu itu dengan sangat baik?” Tanya Youngbae penuh selidik pada Jiyong dan Dara.

“Lihatlah, kenapa kalian memiliki warna rambut yang sama?” Tanya Bom saat menyadari warna rambut pink Jiyong yang sama dengan warna rambut Dara.

“Apa kalian mengubah warna rambut kalian bersama-sama?” Tanya CL penuh selidik.

“A ne, katakan pada kami eonni!” Pinta Minzy pada Dara dengan wajah memohonnya.

Jiyong dan Dara hanya saling memandang satu sama lain hingga akhirnya mereka tertawa bersama dan membuat teman-teman mereka menatap mereka dengan bingung.

“Kenapa kalian tertawa?” Ucap TOP masih dengan menatap bingung pada Jiyong dan Dara.

Jiyong dan Dara menghentikan tawa mereka, “Kebetulan.” Ucap Jiyong singkat dengan senyum di wajahnya, “Takdir.” Lanjut dara singkat dengan senyum yang juga menghiasi wajahnya.

Teman-teman mereka semakin bingung dengan jawaban singkat yang di berikan Jiyong dan Dara dan mereka saling melemparkan tatapan penuh tanya satu dan yang lain saat Jiyong dan Dara meninggalkan mereka bersama-sama.

“Baiklah! Aku rasa ini jauh lebih baik, dapat melihat Dara noona tidak lagi menghindari Jiyong hyung. Bukankah itu sangat menyenangkan?!” Ucap seungri memecahkan suasana penuh tanya di antara mereka dan mendapatkan anggukan setuju dari semuanya.

*

Author Pov

Setelah meninggalkan teman-teman kami, aku dan Dara berjalan bersama-sama menuju kelas karena kelas kami akan di mulai beberapa menit lagi.

“Dara,” Ucapku pada Dara saat kami telah berada di depan pintu kelas kami. Dara hanya diam dan berbalik melihat ke arahku seolah bertanya “ada apa!”

“Kamsahamnida.” Lanjutku dengan senyum termanis yang kuberikan pada Dara.

Dara menatapku heran dengan kening mengkerut, “Untuk apa Ji?” Tanya Dara kemudian padaku.

“Untuk tidak menghindariku Dara,” Jawabku pada Dara.

“Sudah hampir dua bulan kau menghindariku, bahkan dua minggu belakangan ini kau sampai meminta izin untuk tidak mengikuti kelas.” Lanjutku pada kalimatku.

“Mianne Ji, aku tidak bermaksut menghindarimu. Tapi aku juga tidak bisa berpura-pura jika kita baik-baik saja, aku hanya masih terlalu……..,” ucap Dara terpotong saat teman-teman kami mulai menghampiri kami dan Bom noona menarik lengan Dara membawanya masuk ke dalam kelas yang di ikuti oleh CL dan Minzy dan meninggalkanku bersama empat namja yang menatapku dengan tatapan aneh mereka.

“Apa yang kau lakukan hyung?” Tanya Seungri yang mulai mendekatkan wajahnya padaku.

Belum sempat aku menjawab, kyosunim datang dan membuat kami bergegas masuk ke dalam kelas sebelum kyosunim memarahi kami.

*

Setelah kelas kami berakhir, aku ingin mengajak dara untuk melanjutkan kembali pembicaraan kami yang terhenti saat di depan kelas tadi. Tapi, Bom noona dan CL juga Minzy lebih dulu membawa Dara meninggalkan kelas. Aku hanya memanyukan bibirku karena kecewa.

“Hyung, ada apa denganmu?” Tanya Seungri padaku dan aku hanya diam.

“Kyahhh hyung! Kenapa kau mendiamkanku?” Lanjut Seungri bertanya padaku karna aku mendiamkannya.

“Diamlah panda! Suaramu membuat telinggaku sakit!” Jawabku pada Seungri dengan sedikit membentaknya.

“Ada masalah Ji?” Tanya TOP hyung padaku.

“Katakanlah! Kau bisa mempercayai kami Ji!” Lanjut Youngbae dengan perlahan yang mulai duduk di sebelahku.

“A ne, katakanlah hyung!” Ucap Daesung melanjutkan.

Aku masih tetap diam sambil menatap mereka satu persatu secara bergantian, “Aku hanya kecewa karena Bom noona dan CL juga Minzy lebih dulu membawa Dara meninggalkan kelas,  padahal aku berniat untuk mengajak Dara melanjutkan kembali pembicaraan kami yang terhenti saat di depan kelas tadi.” Ucapku membuka suara.

Mereka hanya menatapku, yang beberapa detik kemudian mulai tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perut mereka  dengan sesekali menujuk ke arahku dengan jari telunjuk mereka. “Kau sangat lucu Ji.” Ucap TOP hyung disela tawanya.

Aku berdiri secara perlahan dari tempat dudukku, meninggalkan mereka dengan wajah kesalku. “Menyebalkan!” Batinku karena mereka menertawakanku. “Mereka pikir itu lucu?” Lanjutku semakin kesal.

*

Setelah meninggalkan teman-temanku yang menertawaiku hingga membuatku kesal, aku memutuskan untuk kembali ke apartemenku karena kelas hari ini juga telah berakhir. Saat aku tiba di apartemenku, aku melihat sesosok yeoja yang baru saja keluar dari dalam mobil Lamborghini Reventon berwarna hitam dengan membawa banyak belanjaan ditangannya.

“Kau butuh bantuan?” Tanyaku pada yeoja itu dan yeoja itu hanya menggangguk mengiyakan tawaranku yang kemudian aku meraih sebagaian belanjaannya untukku bawa.

“Ini sangat banyak, apa kau akan mengadakan pesta di apartemenmu?” Tanyaku penasaran pada yeoja itu dengan banyaknya belanjaan yang dibawanya.

“Anio, ini hanya untuk persedian selama beberapa minggu ke depan.” Jawab yeoja itu dengan senyum yang menghiasi wajah cantiknya.

Dara Pov

Aku keluar dari dalam mobilku dengan membawa banyak belanjaan di tangankku ketika seorang namja mendekat ke arahku.  “Kau butuh bantuan?” Tanya namja itu dan aku mengganggukan kepala ku.

Namja itu meraih sebagian belanjaanku dan membawanya, “ini sangat banyak, apa kau akan mengadakan pesta di apartemenmu?” tanya namja itu padaku.

“Anio, ini hanya untuk persedian selama beberapa minggu ke depan.” Jawabku dengan senyum yang menghiasi wajahku saat menyadari bahwa namja itu adalah Jiyong sambil berjalan menjauh dari di halaman parkir Apartemen Galleria Foret.

“Persediaan? Jadi kau memasak sendiri?” Tanya jiyong padaku sedikit memiringkan kepalanya dengan wajah penuh tanya.

“A ne, kau tidak percaya?” Tanyaku pada Jiyong

“Masuklah! Aku akan memasakan sesuatu untukmu agar kau percaya padaku!” Ucapku pada Jiyong saat kami telah berada di depan apartemenku.

 

Jiyong Pov

Kami telah berada di depan pintu apartemen Dara, “Masuklah! Aku akan memasakan sesuatu untukmu agar kau percaya padaku!” Ucap Dara padaku. “Dara akan memasakan untukku?” Batinku bertanya tanpa bisa menyembunyikan perasaan senangku dan mengikutinya masuk ke dalam apartemennya.

“Kau bisa menaruhnya di sini ji!” Ucap Dara sambil menjuk ke arah belanjaannya yang ku bawakan untuk di taruh di meja makan yang berada di dapurnya.

“Kamsahamnida Ji, kau bisa menungguku di ruang TV.” Lanjut dara darapada kalimatnya yang mulai merapikan belanjaannya.

“Biarkan aku membantumu Dara!” Ucapku pada Dara. “Kau hanya perlu mempercayaiku, maka semuanya akan baik-baik saja.” Lanjutku yang berhasil mendapatkan anggukan dari Dara sebagai tanda persetujuannya.

“Ji, kau bisa mencucikan sawi putih ini?” Tanya Dara padaku memberikan sawi putih yang di pegangnya padaku.

“Setelah itu, rendam sawi putih itu pada air garam yang telah ku siapkan di sini!” Lanjut Dara sambil menunjuk sebuah mangkuk besar yang telah berisi air di atas meja dapur milik Dara.

“A ne.” Jawabku singkat, “Setelah ini apalagi?” Lanjutku bertanya pada Dara.

“Kita hanya perlu menunggu, sedikitnya enam jam untuk mengolah sawi putih itu Ji.” Jawab dara yang mulai membuatku sadar bahwa Dara akan memasak kimchi.

“Jadi, kau akan membuat kimchi?” Tanyaku pada Dara. “A ne.” Jawab Dara singkat.

“Ji, apa kau akan kembali ke apartemen mu dulu?” Tanya Dara padaku yang mulai berjalan menjauh menuju ruang TVnya. “Anio, aku ingin melanjutkan kembali pembicaraan kita yang terhenti saat di depan kelas tadi.” Jawabku dengan cepat sambil berjalan menyusul Dara yang telah duduk di depan Tvnya menonton sebuah acara musik.

Dara berbalik, melihat ke arahku. Aku mendekatinya dan duduk di sebelahnya, Dara hanya diam dan menundukan kepalanya.

~ To be Continue ~

 

<< Back  Next >>

Advertisements

25 thoughts on “Coincidence Or Destiny? [Part 6]

  1. Suka deeh kalo dara-nya bisa masak..berarti bisa bikinin jiyong makanan kesukaannya:3 tjieeeee yg rambutnya couple-an u,u udah gak canggung lagi niih yeee-,- wkwk

  2. Rambut couple, ntar pake cincin couple segala :v. Nggak ada cameo kah? mendingan nggak ada cameo deh ntar kebanyakan pemeran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s