Jibe Gajima Baby [Oneshoot]

JGB

Author : Zhie

Terinspirasi dari saat Dara sempet nyanyiin secuil lagu GDTOP ini di moonshot. 😀

Membuatku menghasilkan FF yang ringan kurasa. So… Happy Reading, neh! Berharap ini dapat sedikit menghibur di weekend kali ini. Hengsho. ^.^/

~~~


Jibe Gajima Baby

(Jangan Pulang, Sayang)


 

 

Jiyong a.k.a G Dragon baru saja mendaratkan kakinya kembali ke Seoul setelah perjalanan fanmeet nya di Jepang dan Cina bersama Bigbang.

“Kau akan langsung pulang, Ji?” tanya Yongbae di tengah perjalanan mereka menuju mobil yang akan membawa mereka.

“Neh. Seseorang telah menjemputku, dan akan memastikanku langsung beristirahat begitu sampai di rumah.” jawab Jiyong tak lepas dari senyum riangnya kali ini.

“Omo. Kau begitu bersemangat, neh. Tak heran kau selalu tersenyum sepanjang hari ini… ngomong-ngomong di mana dia? Akan menjadi berita jika kehadirannya tertangkap kamera.” Yongbae mengingatkan.

“Dia meminjam mobil Jjangme, jadi kau tenang saja… lagipula bukan masalah bila ia tertangkap kamera.”

“Ne, karena kau akan dengan mudah membayarnya.” ucap Yongbae membuat Jiyong mengangguk- memperlihatkan cengirannya.

Dan saat telah tiba di luar bandara, beberapa kamera telah menyoroti kedatangan mereka… entah itu kamera fans atau para pencari berita, dan terlihat beberapa orang dari YG telah menjemput mereka.

“Dimana jemputanku?” tanya Jiyong dengan salah satunya, karena ia yakin mereka telah tahu maksudnya- seperti biasa… dan salah satu dari mereka pun menuntun Jiyong ke sebuah mobil berwarna hitam yang tepat diberada di belakang mobil rombongan Bigbang- pintu di bagian tengah mobil pun terbuka, Jiyong dengan ringan masuk ke dalamnya.

“Annyeong, Babe.” sapa Jiyong cepat sesaat pintu mobil tertutup, dan kini hanya ada dia dan seorang yeoja yang telah siap dibalik kemudi.

“Annyeong.” balas yeoja itu singkat mulai menjalankan mobilnya. “Bagaimana perjalananmu beberapa hari Tuan, apa itu menyenangkan?” tanyanya kemudian, saat mobil melaju perlahan.

“Aigo. Kau menikmati peranmu sebagai driver neh.”

“Kekeke… aku pikir ini bisa menjadi sampingan. Sampingan menjadi driver dari idol-idol terkenal.” ucapnya dengan kembali terkekeh.

“Ya! Idol-idol siapa yang kau maksud, hah? Kau hanya boleh menjadi driver ku, Dara… tidak yang lain.”

“Aigo. Apa kau mulai memanfaatkanku sekarang?”

“Ne. Hanya aku yang boleh memanfaatkanmu, dan kau juga boleh memanfaatkan diriku- sesuka hatimu.” ucap Jiyong lirih kali ini- telah berada tepat di belakang kekasihnya, Dara- Park Sandara… dan itu membuat tubuh Dara seketika bergidik karena Jiyong kini mencondongkan tubuhnya- hingga ia mampu merasakan nafas Jiyong di telinganya.

“Ya! Ya! Jangan terlalu dekat, Ji- kau bisa menganggu konsentrasiku… aku tengah mengemudi sekarang.” sungut Dara.

“Tapi aku merindukanmu, Dara.”

“Aigo. Mengapa kau begitu tak sabar, neh? Duduklah kembali dan memakai sabuk pengamanmu… beristrahatlah Jiyong, kau baru tiba… tidakkah kau lelah? Atau aku tidak akan lagi menjemputmu jika kau-“

“Araesso… araesso… aku tidak akan lagi menggangumu. Kau selalu mengancamku seperti itu.” potong Jiyong menjauh dari Dara, tapi ia mengikuti segala perintahnya… dan jujur kekasihnya itu selalu benar, ia  lelah sekarang… dan tak sampai beberapa menit- matanya terpejam dengan sempurna.

Sementara itu Dara yang melihatnya melalui kaca dimobil pun hanya tersenyum- melihat bagaimana kekasihnya itu telah jatuh terlelap… “Kau telah bekerja dengan sangat baik, Ji. Bermimpilah yang indah, neh.” gumam Dara pelan dan kini dapat kembali fokus dengan kemudinya.

~~~

Dara tengah menghangatkan sup saat Jiyong keluar dari kamarnya setelah selesai membersihkan diri, dengan sedikit berjinjit, Jiyong secara perlahan pun mendekati Dara- memeluknya dari belakang.

“Hei, babe.” sapanya berhasil mengejutkan Dara.

“Mwo? Kau sudah selesai mandi?” tanya Dara kemudian, membiarkan Jiyong menyandarkan kepalanya di bahunya- manja.

Jiyong menggerakkan kepalanya pelan- mengangguk, “Apa yang kau buat, eoh?” Jiyong bertanya akhirnya, saat penciumannya menangkap sesuatu yang menggugah selera.

“Anio. Aku hanya menghangatkan sup yang sengaja dibuat Eomma untukmu, ia katakan ini dapat membantumu agar tetap fit saat beraktifitas.”

“Ah. Jinjja? Jadi ibu mertua yang membuatkannya?”

“Neh. Kau pasti bersyukur karena bukan aku yang membuatnya.” sungut Dara kemudian, membuat Jiyong terkekeh.

“Anio. Jika itu buatanmu, aku pun akan dengan lahap memakannya.”

“Ne, dan setelah itu kau akan pura-pura pingsan atau keracunan hingga membuatku kesal.”

Jiyong tak mampu lagi menahan tawanya, “Mianhe, babe… aku memang tak pandai berbohong soal itu. Tapi… aku sungguh-sungguh saat mengatakan itu bukanlah masalah, kau tak perlu pintar dalam memasak, kau juga tak perlu ahli dalam pekerjaan rumah… yang kubutuhkan hanyalah kau selalu berada disisiku- di sampingku, untuk sekarang dan seterusnya.”

“Cih. Mulai menggombal, neh.”

“Anio. Aku serius.”

“Aigo… aigo… baiklah, sekarang lepaskanlah pelukanmu Jiyongie… supnya telah mendidih, kajja… aku akan menemanimu makan malam baru setelah itu aku pulang.”

“Mwo? Pulang?” tanya Jiyong terkejut kali ini, Dara mengangguk dan seraya mengangkat panci berisi supnya ke meja makan dengan hati-hati… namun Jiyong tetap mengikutinya- mengekor dari belakang, “Ya! Apa maksudmu dengan pulang, Dara? Bukankah kau harusnya menginap?” tanyanya sesaat Dara telah meletakkan pancinya, dan kini meraih mangkuk untuk Jiyong dan dirinya.

“Aku tak  bisa menginap malam ini, Jiyong. Besok aku harus pergi ke Thailand… penerbanganku sudah ditetapkan, dan tak mungkin untuk menundanya… araesso?”

“Ya! Tapi-“

“Berhenti memohon, kau tahu aku tak suka… kajja, duduklah… kita akan makan bersama.” potong Dara tegas, Jiyong menurutinya namun kali ini dengan bibirnya yang telah mengerucut kesal.

Dara berbohong bila tak menyadarinya, tapi ia berusaha keras mengabaikannya. Jujur- sebenarnya ia juga ingin lebih lama melepaskan rindu dengan kekasih tercintanya itu tapi apa daya… jadwal mereka akhir-akhir ini saling berbenturan hingga membuat mereka sedikit memiliki waktu untuk bersama. Walaupun Dara saat ini tak aktif dengan grupnya namun ia memiliki kegiatan individu yang cukup padat… ditambah setelah Jiyong mengijinkan untuk bermain di beberapa drama entah itu hanya sekedar cameo atau pun menjadi pemeran utama… kini tawaran selalu datang silih berganti, tapi tetap itu harus melalui persetujuannya… karena Jiyong akan dengan tegas menolak bila di dalamnya terdapat skinship yang terlalu berlebihan baginya.

“Mianhe, Jiyong-ah. Kau tahukan… bukannya aku tak mau menemanimu malam ini, hanya saja-“

“Baiklah. Tak masalah, babe… lupakan saja. Mari kita nikmati sup buatan ibu mertua ini selagi panas, aku tak akan lagi mempermasalahkannya… karena bagiku ini adalah sesuatu yang mudah.”

“Mwo?” Dara mengerutkan keningnya tak mengerti, sementara Jiyong hanya tersenyum dan mulai menyantap sup yang telah terisi di mangkuknya.

“Massita.” ucapnya kemudian, membuat Dara tak lagi memikirkannya.

Dan setelah makan malam usai, Dara bersiap-siap untuk pulang- melihat Jiyong yang baru saja mengakhiri pembicaraannya ditelpon, menghampirinya.

“Kau sudah mau pulang?” tanya Jiyong akhirnya.

“Ne. Mianhe.” jawab Dara akhirnya lemah- merasa bersalah sebenarnya.

“Gwaenchana… hati-hati, babe. Ehm… kau mau aku mengantarmu?”

“Anio. Kau beristirahatlah… aku akan mampir ke YG untuk berganti mobil.”

“Ah. Neh.”

“Baiklah, aku pergi neh.”

“Ne. Silahkan… pergilah jika kau memang bisa pergi.” jawab Jiyong dengan santainya, namun kali ini ia gagal menyembunyikan seringainya hingga membuat Dara memperhatikannya dengan penuh selidik sekarang.

“Ya! Wae, Ji?”

“Mwo?”

“Kau tak merencanakan sesuatukan?” firasat Dara mulai tak enak sekarang.

Jiyong menggeleng cepat, “Anio. Pulanglah… aku tak akan mencegahmu kali ini. Sungguh.”

“Ok. Aku pulang…” ucap Dara akhirnya berusaha untuk percaya, dan akhirnya Dara pun mendaratkan ciuman di bibir Jiyong sebelum mereka berpisah- seperti biasa, “Aku pergi, neh.” Jiyong mengangguk – melepaskan pelukannya dari Dara, Dara pun dengan tersenyum… pergi meninggalkan Jiyong dilantai dua. Ia sangat senang kali ini karena Jiyong tak merajuk seperti biasa jika ia tak menuruti keinginannya… “Dia telah semakin dewasa kurasa.” batin Dara kemudian, menuruni setiap anak tangga untuk menuju ke lantai dasar rumah Jiyong dengan ringan.

Namun baru beberapa langkah Dara tiba di lantai dasar, matanya tertuju pada sebuah layar yang memang terhubung dengan setiap cctv yang ada di rumah besar nan mewah Jiyong. Ia dapat melihat dari sana, beberapa wartawan dengan kamera lengkap telah berkumpul tepat di depan pintu garasi Jiyong.

Dara mendelik- tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Ia memang bisa saja keluar, tapi ia tak yakin salah satu dari mereka tak akan mengikutinya.

“Ya! Jiyoooooooooooooooong!” seru Dara kemudian kembali ke lantai 2, dan menemukan Jiyong yang masih berdiri di tempat yang sama- menyambutnya.

“Tidak jadi pulang, babe?” tanyanya membuat kening Dara berkerut.

“I- itu, Ji… banyak pencari berita di depan, wae? Kau tidak sedang membuat masalah baru, kan?” tanya Dara khawatir.

“Anio.” Jiyong menjawab polos.

“Lalu- lalu mereka berkumpul seperti itu, itu-“

“Itu artinya kau tidak bisa pulangkan?”

“Mwo?”

“Kau tidak bisa dan tidak akan pulang malam ini.” ulang Jiyong dengan senyumannya, Dara mengernyit- mulai menduga sesuatu karena ketenangan Jiyong yang tidak biasa kali ini.

“Tunggu. Katakan aku salah… kau tidak sengaja menghubungi mereka agar aku tidak bisa pulangkan?” tanya Dara yang akhirnya berusaha untuk menertawakan pikirannya tersebut tapi diluar dugaan Jiyong mengangguk, “YA! KWON JIYONG!!!” pekiknya tak mampu berpikir kali ini.

Jiyong seketika memasang wajah memelasnya, “Aku masih merindukanmu, babe.”

“Tapi- tapi…”

“Hanya kali ini, babe… tinggallah.”

“Aku harus pergi ke bandara sangat pagi, Jiyong.”

“Aku akan mengantarmu.”

“Tapi… bahkan aku belum menyiapkan koperku.”

“Kau hanya perlu membawa koperku yang belum sempat kubuka tadi, isinya tidak jauh berbeda… bukan? Kecuali pakaian dalam, kau tentu harus membeli yang baru setiba di sana.” Jiyong terkekeh.

“Aigo. Kau telah mempersiapkan ini, neh?” Dara tak mampu lagi untuk marah, dan akhirnya hanya mampu menghela nafas panjang dengan kelakukan kekasihnya itu.

“Anio… aku hanya tak sampai semenit untuk memikirkan rencana ini kau tahukan aku dapat melakukan apapun bila itu berhubungan denganmu.”

“Neh. Araesso, aku akan membiarkanmu kali ini tapi tidak lakukan ini yang kedua kali Jiyong. Sekarang… suruh mereka pergi, aku tak akan kemana-mana malam ini.”

“Anio. Biarkan mereka di sana, aku telah membayar mereka sampai dini hari… bisa saja kau pergi mengendap-ngendap saat ku lengah nanti.”

“YA!”

“Ke ke ke… bercanda, babe. Tapi abaikanlah saja mereka… kita bisa saling berpelukan kan sekarang?”

“Anio. Kita akan langsung tidur, aku tidak ingin lelah.”

“Aku berjanji tidak akan membuatmu lelah, babe.”

“Omong kosong dengan janjimu itu, Jiyong… kau selalu lupa pada akhirnya.”

“Anio, babe.” jawab Jiyong akhirnya, dan tanpa pesetujuan ia telah mengangkat tubuh Dara sekarang, “Hanya sebentar, aku berjanji tak akan membuatmu lelah dan melakukannya dengan cepat.” Seringai kembali keluar dari dirinya, membuat Dara seketika bergidik karenanya.

=END=

Seterusnya lanjutkanlah sendiri ya??? Waks >.<

~~~

Advertisements

28 thoughts on “Jibe Gajima Baby [Oneshoot]

  1. Ketawa waktu jiyong bilang “Ne silahkan pergilah jika kau memang bisa pergi”,,,ff nya bikin happy walaupun skrng lg marah sm naga(bukan masalah dia upload foto sma model jepang itu ,tapi marah dia upload video yg tema nya sma kaya orang yg satu lg yg model jepang juga,,,,,,emang udah lama bngt tp emosinya masih melekat banget*ceeeee’ilah bahasanya) *miansekaliancurhat ,,heeeeeeee

  2. kalau baca ff daragon yang alurnya real mereka jadi artis tuh rasanya “kok mendekati ke situasi yang ada di kehidupan nyata ya?” dan itu bikin aku semakin yakin dan semakin gemes sama mereka berdua. suruh mereka pergi ke gereja dan melakukan janji suci. untuk urusan media. applers bisa menanganinya. mereka akan mengatakan dan mengklarifikasi keadaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s