TURNING 30 [Chap. 4]

1444798149710

 

Author:: @astarinur (IG & Twitter)

                      @astarinurINDO ( Wattpad )

Cast:: 1. Sandara Park

  1. Kwon Jiyong
  2. Kim Hanbin
  3. LEE Hi
  4. Nam Taehyun
  5. Lee Donghae
  6. Jessica Jung

Genre::  Romance, angst, genre dan alurnya masih blank! Go with the flow aja!!

Rate::  15⬆

Length:: multishot/ chapter

 

 

MY ANNOYING BOSS

Malam itu berlalu dengan cepat, tak ada terdengar sedikitpun canda gurau atau pun percakapan dari noona – dongsaeng ini. Keduanya sama – sama mengurung diri di kamar mereka masing – masing.

Yang satu tengah sumbringah karena akhirnya orang yang ia kejar – kejar mau memberikannya kesempatan. Walau dimulai dengan pertemanan tapi mudah – mudahan bisa berakhir sesuai dengan yang diharapkan hanbin.Untuk saat ini dia harus melangkah dengan pelan dan mengenalnya lebih dalam, juga, memperkenalkan jati dirinya kepadanya.

Sayang, yang satu tengah kalang kabut.Dia masih tidak bisa melupakan kejadian sore itu.Bagaiamana bisa???

Mungkin ini akan menjadi kenangannya untuk seumur hidupnya. Tapi lucu juga apabila mengingat kejadian tadi.

“Noona, — teriak hanbin dari kamarnya  — “Apa hanbin~ah?” Balas dara dengan berteriak pula seraya merapihkan barang bawaannya dara menghampirinya.Dia mengetuk pintu kamarnya, “little cat??”– “Noona Omg!”Potong hanbin yang tiba – tiba muncul dihadapan wajahnya dara dengan cepat — “Omg noona dia mengirimiku pesan – no, dia menghubungiku – bukan, dia menyebut namaku – aniyoo, dia – dia – dia – di… dara menutup mulut hanbin, “Aishhhhh tenangkan dulu dirimu!! — hanbin mengangguk — oke sekarang ceritakan dengan tenang apa yang terjadi oke!” Dara melepaskan tangannya.Lalu tiba – tiba hanbin memeluk noonanya erat, “Noona dia menerima permintaanku untuk menjadi sahabatnya!!”Dara mengerutkan keningnya, “Maksudmu gadis itu?” Hanbin mengangguk sekencang – kencangnya lalu dengan antusias menunjukan ponselnya — “Paba … paba !!!Dia mengirimkan pesan ini kepadaku!”“Morning Kim hanbin ^^” lihattttttt…. !!”Dara menutup telinganya mendengar suara jeritan adiknya.

“Aigooo kau sangat gembira sekali little cat!!!” — “Tentu aku gembira noona!”Sela hanbin menghela nafasnya yang tadi terengah – engah.”Aigooo… baguslah!!!Tapi saran noona kau jangan terlalu gegabah dan terburu – buru, kau harus mampu menikmati waktu dan prosesnya sehingga semuanya akan berjalan sesuai dengan jalurnya!!”Hanbin mengangguk mendengar nasihat noonanya itu, “Baiklah noona harus segera berangkat!Mian noona tidak sempat membuatkanmu sarapan!!” — “Aniyooo kwenchanayooo !!”Potong hanbin.

“Morning Mrs. Sandara — ‘morning Mrs. Sooman’ balas dara — anda sudah ditunggu Mr. Kwon diruangannya dan sepertinya beliau sedang marah!!”Mr. Sooman menyapa dara dengan sopan namun wajahnya tidak menunjukan rona ceria dan benar saja dia memberikannya berita bahwa boss barunya itu sedang marah.Marah??Kenapa? Perasaan kemarin dia baik – baik saja!! Heuhhh … gumam dara memikirkan apa yang terjadi kepada bossnya itu.

Entahlah, keluh dara. Dia pun segera masuk ke dalam ruangannya yang berada didalam kantor jiyong.

Tok tok..

Dara mengetuk pintu itu dan masuk dengan pelan.–“Diam disitu!!” — dara menghentikan langkah kakinya, jiyong bossnya dengan penampilan masih tak karuan berjalan menghampirinya. “Kau pikir ini jam berapa?” Suara tebal dan keras jiyong menusuk telinga dara.

“Kau kira karena aku mengenalmu kau bisa lalai dalam bekerja?Kau pikir aku memilihmu untuk bekerja disini hanya untuk bermain – main? Use your brain!!” Teriak jiyong, bukan hanya itu saja jiyong bahkan menunjuk wajah dara saat mengatakan “Use Your Brain!” kepada dara.Dara menundukan wajahnya, “Mianhamnida Mr. Kwon!!”– “Ashhhh lupakan hal itu sekarang kau ambilkan jas dan dasi di atas mejaku aku tunggu disini!!”Dara mengangguk dan segera mengambilkan barang itu.

Dalam hati dara bergejolak, apa yang terjadi kepadanya? Mengapa dia sekasar ini bukankah kemarin dia — tidak, mungkin iya dara saja yang berpikir berlebihan dan mengira ada sesuatu diantara mereka.Mungkin kemarin hanya candaan jiyong, mungkin dia sengaja membuat hati dara melayang jauh dan secepatnya menghempaskannya lagi.“Aigooo… pabo~ahhhh!!! Dara… !!”Kutuk hati dara.

“Cepat!!!”Teriak bossnya, menyadarkan dara.”Ndeh!!”Balas dara.Lalu dia menemukan jas dan dasi itu di atas meja.

Dara berjalan menghampiri bossnya dan menyerahkan barang itu namun bossnya yang kini tengah duduk bersantai diatas sofa malah menghiraukannya — “Pasangkan!”Singkatnya tanpa menatap dara, dara menatapnya bingung.Pasangkan?Maksudnya aku harus memasangkan jas dan dasi ini?Tapi bagaimana?”Otak dara bergulat mencari penyelesaian yang tepat.

Karena terlalu lama berpikir jiyong pun kesal dan menarik tangan dara menjatuhkan tubuhnya disampingnya di sofa itu. Jantung dara berdetak sangat tidak normal –“Cepat pasangkan aku harus segera bekerja!!” –dara pun akhirnya memaksakan dirinya untuk melalukan apapun perintahnya. Dengan tangan yang sedikit bergetar dara melingkarkan dasi itu dileher jiyong dan terpaksa wajah dan tubuhnya harus semakin mendekat karena sangat sulit untuk memasangkannya jika dengan jarak jauh.Dara sungguh – sungguh menahan nafasnya kala wajahnya berdekatan dengan dada, wajah dan pundak jiyong.

Hmmm…parfumnya!! Tiba – tiba entah hantu dari mana dara mampu teralihkan dari dunia normalnya karena parfum dan aroma tubuhnya mengalihkan dara sehingga kini bukan dasi yang ia pegang malah kerah kemeja jiyong yang ia pegang.

Jiyong yang memperhatikan gerak – geriknya tersenyum geli melihat wanita didepannya yang mengendus – ngendus lehernya dan kini malah menarik kerah kemejanya seraya menutup matanya. Dara seakan menikmati perlakuan gilanya ini tanpa menyadari seberapa memalukannya hal ini jika ia sadari nantinya.

“EKHEM… !! Senang dengan apa yang kau lakukan? Apa tubuhku sangat wangi?”Tawa geli terlontar dari jiyong membuat dara membuka matanya dan menegakan tubuhnya seraya menjauhkan drinya sejauh – jauhnya dari jiyong.Dara memalingkan wajah merahnya karena malu “omggg dara apa yang telah lau lakukan!!! Kyahhhhhh….. paboooo

 

DARA POV

Euhhhhh ….

Baru hari pertama kerja dengannya tapi aku sudah tak tahan dengan tingkahnya..omg gadhhhh mengapa kau menghukumku seperti ini?

Apa tak ada hari tanpa membuatku kesal? Apa baginya aku ini adalah sasaran empuk untuk dijadikan mainan boneka. Gadhhh tolong berikan aku penghargaan atas kesabaranku yang tinggi ini.

Aku bahkan tak tahu apa aku bekerja disini sebagai sekretaris atau menjadi baby sitternya, hampir setengah hari ini aku belum sedikitpun memegang pena atau menerima telpon sekalipun bossku yang menyebalkan itu tetap menyuruhku melakukan

ini – itu – ini – itu…

Dan yang paling menjengkelkannya lagi adalah dia bukan menyuruhku melakukan atau pun mengerjakan tugasku sebagai sekretaris dia malah menyuruhku melakukan hal yang jauh dari itu.

Barusan saja, yap ‘Barusan’ kalian tidak salah membaca, dia menyuruhku untuk membelikan ikan hias dan menyimpannya di mejanya tapi karena dia tidak suka dengan warna orange aku harus mengganti ikan itu dengan warna lain dan kalian bayangkan toko hewan ini sangatlah jauh — aku tidak bohong I swear sangat jauh dari kantor ini. Namun saat aku tiba dengan ikan yang baru dengan warna lain boss menyebalkan itu mengatakan ini,

“Ahhh… sandara sepertinya memelihara ikan didalam ruangan tidak akan baik nanti perputaran oksigennya akan berkurang dan aroma dari ikan itu akan merusak pikiranku!!Bagaimana dengan kucing?” — ohhhh gadhhhh sumpah aku ingin membunuhnya apa dia sadar dengan omongannya itu? Apa dia tidak tahu seberapa jauhnya aku harus mendapatkan ikan ini? Lagipula hal gila apa yang dia pikirkan, mengapa tiba – tiba ingin membeli ikan???? Grrrrr… boss aneh!!! Lalu dia bilang apa? Kucing? Oh noooo – bagaimana dengan no sir,

Lelah, aku tidak menuruti perintahnya.Terserah aku tidak peduli jika dia menginginkan memelihara hewan biarkan dia sendiri yang membeli dan mengurusnya.

Tapi setidaknya ada hal yang mampu melegakan hatiku, untung bagiku karena bell istirahat berbunyi sebelum bossku itu mampu mengomeliku. Dalam sekejap mata aku langsung melarikan diri keluar dari ruangan itu, ahhhhh… aku lapar!!! Berkutat dengan boss gila itu membuat tenagaku habis seketika. Gahhhh aku hejahhhhhh L.A.P.A.R!! ini adalah kejadian langka yang terjadi dalam hidupku oh mannnn, aku tidak pernah mengeluh selapar ini!

Tapi mengingat waktu kerjaku yang masih lama aku hanya mampu menundukan wajahku lelah.Gahhh… ini adalah pengalaman yang paling menyedihkan selama aku bekerja menjadi sekretaris. Well, setidaknya aku mempunyai penghasilan mengingat aku harus menghidupi hanbin dan aku sendiri. Yap, that Annoying boss harus memberikanku gajih yang bagus atau tidak aku akan menghajarnya!!!

Ting, suara lift.

Aku pun langsung melangkahkan kakiku kedalam lift yang berisi beberapa orang namun terjadi hal aneh… belum juga beberapa detik aku berada di lift itu orang – orang yang tadinya didalam bersamaku kini keluar satu per satu meninggalkanku sendiri. Lalu saat aku melihat kearah depan pada pintu lift yang seperempatnya masih terbuka aku baru sadar apa yang membuat mereka pergi.

Gahhh spelt, ANNOYINGGGGGG!!! DAMN ITTTT…

“Sandara!Apa kau tak tahu tugasmu yang selanjutnya?”Aku menatapnya malas, TUGAS?? Menjadi baby sittermu boss? Itu yang kau sebut tugas??

Gahhh…tidak bisakah dia meninggakalkanku untuk sebentar saja. Dia berdiri didepan membelakangiku, dalam sisa waktu yang singkat itu aku hanya mampu memajukan bibirku dan menyesali hidupku yang sedang sial ini.

GREATTTT EVERYTHING IS GREAT EXCEPT YOU DAMNITTT !! tak henti aku melakukan sumpah serapah dibelakang punggungnya.

Memang dia tidak tahu sekarang adalah waktu istirahat??????Tidak bisakah dia memberikanku waktu sebentar saja untuk bisa menghirup nafas bebas dan kembali pada kehidupan normalku. Lagipula apa tugasku selanjutnya? — wait!! — memang sedari tadi apa tugas yang sudah aku kerjakan? Bukankah sedari tadi aku hanyalah pesuruhnya saja. Molllllllaaaaaa…..

“Sandara aku ingin kau menjual mobilmu!”Aku dengar dia berkata, aku mendongak masih menatap punggungnya saja.

“BOH?” pelan tapi keras suaraku keluar tanpa sadar.

Dia berbalik sedikit menatapku “kau harus menjual mobilmu!”Singkatnya dan kembali menghadap kedepan.Apa – apaan ini? Memang dia pikir apa? Apa hubungannya dengan mobilku?

Dengan kesal aku berkata tidak kepadanya.”Tidak terimakasih Mr. Kwon!”Tapi dia malah tertawa dan kini benar – benar berbalik melihatku. “Sorry to say tapi aku sudah melakukannya! Tenang harganya sangat bagus!” Dia bilang apa? Aku memegangi dadaku menahan serangan jantung mendadak yang akan terjadi dalam fungsi tubuhku,

“Boragooo?” Teriakku — “Ssst… jangan berisik!!” Oh gadhhh ijinkan aku untuk membunuhnya!! Aku ingin sekali merobek wajahnya yang sangat tenang itu. Oke dara, calm down!! CALM DOWN!! NO —-

Melihat wajahku yang memerah dia menyentuh pipiku, mungkin dia khawatir melihatku yang sudah seperti terobong asap yang sebentar lagi akan mengeluarkan asap dari kedua telingaku karena terbakar.

 “Whats happen babe?” Babe?Apa dia bercanda? Babe??? Aku mendongak menatap wajahnya yang saat ini penuh dengan kekhawatiran –Bleh … seperti benar saja!aku yakin dia hanya berpura – pura saja. Tangannya masih menyentuh pipiku seraya membelainya, entah rencana apa yang sedang ia lakukan kali ini. Tapi aku sudah muak, tidak! Dia tidak bisa menjual mobilku seenaknya, dia tidak berhak!

Aku menarik tangannya dari wajahku dan benar – benar menatapnya kesal.”Mr. Kwon dengan segala rasa hormatku aku mohon kembalikan mobilku!”Dia menyunggingkan senyum kecil mendengarku.”Apa yang lucu?Aku katakan kembalikan mobilku!” Kini aku benar – benar kesal rasa sabarku sudah habis jika satu saja kalimat salah yang terucap darinya aku akan benar – benar membunuhnya.

 “Aigooo babe..mobilmu masih ada debasement kantor!” — “berhenti memanggilku babe aku bukan babe-mu!”Potongku. “Aigooo..wajahmu sangat lucu saat kau marah?” Say what?? Dia katakan apa? Apa dia sengaja mempermainkanku saat ini? Apa dia ingin membuatku marah kepadanya??

Lalu tanpa sepengetahuanku tepat saat pintu lift terbuka dia mengecup keningku dan berjalan keluar meninggalkanku yang diam terbata disana.

“Gahhh lucu sekali wajahnya!!Aku yakin aku bisa memanggang ayam disana karena suhunya yang sangat panas!!!!”Gumam hati jiyong, hari ini dia sangat puas dengan perbuatannya kepada sekretaris barunya, Sandara Park.

Disela pekerjaannya yang super sibuk dan membuatnya penat Dara menjadi pengobat itu semua, dia mampu membuatnya tersenyum sendiri dan menggelengkan kepalanya berulang kali.Kini dia juga sudah merencanakan sesuatu untuk dara – tapi dilihat dari situasi saat ini jiyong mengurungkan niatnya dan berpikir ulang.

“Sandara!”Panggil jiyong, dara tidak menjawabnya dan masih memasang wajah masam kepada jiyong. Setelah jiyong membohongi dara dengan mengatakan dia sudah menjual mobilnya dara sama sekali tak mau berdekatan atau pun memberikan respon di setiap pertanyaan jiyong dia hanya duduk dengan baik dan tak memberikan suara apapun.

Saat ini mereka berada di suatu ruangan yang berada cukup atas yaitu di lantai 29, ruangan besar ini sudah seperti Panthouse. Setelah jiyong menelaah lebih dalam tentang struktur dan apa saja yang ada dibangunan perusahaan ayahnya ini dia baru tahu jika didalam bangunan ini terdapat Panthouse, dan terbilang sangat megah. Bisa dibilang ruangan ini memang dibuat khusus untuk tempat tinggal seseorang. Well, satu keuntungan bagi jiyong.

Dara beserta seluruh tubuhnya yang masih dalam keadaan mendidih terpaksa mengikuti bossnya ini untuk masuk ke dalam ruangan itu. Waktu istirahat mereka hampir habis tapi tak terlihat sedikitpun jika jiyong akan pergi dan kembali bekerja.

Jiyong yang baru keluar dari suatu kamar menghampiri dara – namun ada sedikit yang berbeda kini jiyong hanya mengenakan pakaian casual dia hanya mengenakan kaos dan celana jeans.Dara tidak melihatnya namun sekilas memperhatikan perubahan penampilannya itu.Apa yang dia pikir? Mengapa dia malah mengganti pakaiannya?Apa dia kira jam kerja telah usai?? Heuhhh jika perusahaan dipimpin oleh boss seperti ini bisa – bisa akan bangkrut lagi!!! Keluh hati dara.Jiyong menyilangkan tangannya didepan dadanya memperhatikan dara yang masih seperti patung itu.

Tapi sudahlah!! Lebih baik aku segera memasak aku yakin pasti dia kelaparan!!, pikir jiyong meninggalkannya dan berjalan menuju dapur.

“Uhhhh mau kemana lagi dia?”Gerutu dara memijat perutnya yang masih kosong.

Kurbuk krubukk…

“Aigooo… aku lapar!!Gahhhh harus berapa lama lagi aku menunggunya!!” Pekik dara membuka jas yang ia kenakan.

—–

“Suara apa itu?”Gumam dara, dia mendengar seperti ada suara berisik di arah kanan dibalik tembok itu.Penasaran, dara berjalan perlahan mengikuti sumber suara itu. Setelah sampai didekat tembok itu dia mengintip sedikit, hheuhhhh apa yang dia lakukan? Apa aku tidak salah? Mr. Kwon, Mr. Annoying Boss sedang memasak? Gahhhh… !!Gumam dara masih memperhatikannya tanpa menunjukan wajahnya.

Hmmm…tapi dia lucu juga yah! Dia terlihat cool… hahahah..baru kali ini aku melihat seseorang memasak dengan terlihat keren sepertinya!! Aigoooo…. dara apa kau telah memujinya? Kyahhh… !!Jerit hatinya masih mengintip jiyong.

Tak sadarkah dara jika sebenarnya jiyong menyadari keberadaannya!! Jiyong tersenyum dengan kenyataan itu. Tak mau menghilangkan moment untuk memalukannya lagi jiyong berpura – pura batuk dan mematikan gas kompor didepannya, “Aishhh ini asap..!!”Gerutu jiyong seraya berjalan menghampiri dispenser yang berada dekat dengan tempat dara mengintipnya, sengaja ingin memergokinya dan melihat wajah merahnya lagi.

“Hello babe!” Seraya mengambil air minum dia menyapa dara dengan sedikit menggodanya.Rona wajah dara langsung memerah menyadari jika dia telah tertangkap mengintip jiyong.

Namun sebelum dara bisa merespon dia tertahan oleh suara dari dalam perutnya yang cukup keras.Dara memegangi perutnya dan semakin menundukan kepalanya.

“Gahhhhhh tak adakah yang lebih memalukan dari ini?????”Gerutu dara pelan mengutuk dirinya sendiri.Terdengar suara tawa jiyong membuat dara semakin malu dan tak mau menunjukan wajahnya.

“Come on aku sudah menyiapkan ramen!” Kata jiyong sambil menarik tubuh dara.

Dara masih tak mau menunjukan wajahnya dia tetap menunduk.Terlalu malu dengan perlakuan bodohnya.”Ayooo babe aku yakin kau sangat lapar!”Tanpa membalasnya dara menarik mangkuk ramen itu dan memakannya dengan posisi masih menunduk.

Gadhhhh bisakah kau lenyapkan tubuhku saat ini juga???? Aku sungguh sangat malu sekali!!!! Huhuhu … aku bahkan ingin menangis.. jiyong memperhatikan dengan seksama wanita didepannya. Dia tidak sama sekali menyentuh makanannya, dengan menyaksikannya saja sudah membuat perutnya penuh.

Jiyong mengambil ponselnya dan,

Cklek,

Dara meyimpan alat makannya dan mendongak menatap jiyong, “Apa yang barusan kau lakukan????” dara yakin tadi adalah suara bunyi ponsel yang sedang mengambil foto. Namun jiyong hanya menaikan pundaknya seraya menjatuhkannya kembali ingin berkata ‘What? I don’t know anything!’ dan tersenyum kecil untuknya membuat dara sangat geram kepadanya. “aku peringatkan Mr. Kwon!” – “aigoo… kau terlalu berlebihan!” – potong jiyong beranjak dari kursinya untuk mengambilkan air minum untuk dara.

“aigoo lihat kau makan seperti anak kecil – jiyong menghapus kotoran kecil disudut bibirmya tak sadar jika wanita didepannya sedikit terkejut atas perlakuannya itu, setelah itu jiyong menyodorkan air minum tadi dan kemballi duduk dikursinya. Dengan itu, hilanglah rasa kesalnya dara dengan sekejap. Dara pun menjadi bingung, mantra apa yang dia berikan kepada dara sehingga dirinya selalu saja bisa mentoleransi dan kembali tenang dalam setiap perbuatan menjengkelkan dan tidak dapat ditebaknya itu.

“By the way besok kita akan pergi keluar untuk menemui investor!” – kata jiyong jelas. Dara mengangguk – “Kira – kira jauhkah? Dan berapa lama kita akan berada diluar kota?” – “Wehh???” singkat jiyong mulai menyantap makanannya. “Anniyooo… hanya saja aku tidak bisa meninggalkan rumahku terlalu lama, dirumahku ada adikku dan tak mungkin aku meninggalkannya terlalu lama sendirian!” jiyong baru tersadar, “Ahhh…. bocah laki – laki itu?” dara mengangguk mengingat jiyong memang pernah bertemu dengan adiknya waktu pengambilan raport sementara disekolah itu.

“Tapi aku khawatir ini akan menjadi perjalanan panjang dan cukup lama!” jiyong membuka ponselnya dan memeriksa sesuatu – “Sesuai jadwal yang Mr. Sooman dan aku rencanakan sekitar 2 sampai 3 minggu kita akan berada diluar karena kami mentargetkan untuk 3 investor disana! Kebetulan investor – investor ini hanya memiliki waktu dan tempat disana untuk 2 minggu kedepannya, setelah itu mereka tidak mau lagi memberi kita perundingan!!” dara memikirkan penjelasan jiyong dan berusaha mencari jalan dan cara keluar tentang masalah adiknya itu. Lalu jiyong menyentuh tangan dara membuat dara kembali menatapnya, jiyong memberikan senyuman kepadanya untuk meyakinkan dara “Tenang saja sandara aku akan menyuruh Mr. Sooman untuk menjaga adikmu saat kita berada diluar! Oteee ??? lagipula kau tak bisa menolak perintahku!!” lalu tiba – tiba dara mengayunkan jari pinky nya keatas dan menyodorkannya kedepan wajah jiyong. “janji kau aka menjaga adikku?? Pinky swear!!!” ucap dara membuat jiyong tertawa geli, “So Cheesy and Childish!! Tolong ingatkan kembali berapa sekarang umurmu!! – dara menatapnya sinis—oke oke untuk kali ini saja!!” Akhirnya jiyong mengalah dan terpaksa melakukan Pinky swear tersebut.

Dengan ini pula mood dara menjadi lebih baik karena saat inilah dara akan mampu memperlihatkan kinerja kerjanya yang sesungguhnya dan bukan menjadi pesuruh bossnya saja, “Oke Mr. Kwon apa saja yang harus aku persiapkan?? By the way kita akan pergi kemana??” – “Paris!” singkat jiyong.

Dara membuka matanya lebar – lebar , “Hollly sandara jangan menatapku seperti itu kau membuatku takut!!!” tapi dara masih dalam dunianya, dia menarik nafasnya kencang dan mengeluarkannya dengan keras pula.

“Paris!! OMG Paris!!” histeris dara, inilah kali pertama baginya bahwa dia akan menginjakan kakinya di negara romantis itu. Dara memegangi kedua pipinya dan menggoyangkannya kekiri dan kekanan bertingkah seperti anak kecil yang sedang bahagia.

“Yaaaaaa… ingat kita datang kesana untuk bekerja bukan untuk bermain!” dara menjulurkan lidahnya kepada jiyong – “Sorry sir, tak ada yang bisa menghancurkan khayalan indahku saat ini! Jadi aku sarakan untuk tidak ikut campur!! “ jiyong mengerutkan keningnya dan hanya menggelengkan kepalanya saja.

“Noona, … hanbin menguntilnya sedari tadi tak pernah berhenti meninggalkan jejak noonanya sedikit pun. Dia bahkan tak mampu tidur semalaman mengingat noonanya akan pergi lama meninggalkannya. Kelakuan ini sudah menjadi kebiasaan disaat dara akan pergi jauh dan lama meninggalkannya dan rumah sendiri.

“Noonnaaaaaaaaaa~ahhhhhhh…..

 rengek hanbin menarik – narik lengan kemeja noonanya, dara menghela nafasnya sudah tak mampu menghadapi tindakan adiknya ini. Dara berhenti dengan kegiatannya dan sepenuhnya menatap adiknya hanbin, seperti biasa hanbin akan mengeluarkan jurus handalnya yaitu menatap noonanya dengan tatapan sedih dan mata yang berkaca – kaca. “Stop dengan ekspresi wajah itu little cat!!! Aigooo… kau sudah dewasa hanbin~ah!!” dara mengacak – ngacak rambut hanbin. Tapi hanbin belum selesai dengan rencananya dia masih mempunyai jurus untuk menahan noonannya untuk pergi, “Kerehhhhhhh…. aku akan mogok makan dan mogok sekolah!!” Gerutu hanbin menyilangkan kedua tangannya didepan dadanya seraya memajukan bibirnya.

Dara tertawa dan malah menghiraukannya, aigoooo… apa yang salah? Perasaan ini adalah cara yang paling ampuh!! Hanbin menggaruk – garuk kepalanya bingung mengapa caranya ini tidak berhasil? kembali dia berjalan menghampiri noonannya yang kini sudah selesai dengan persiapannya.

“Little cat noona sudah memberikan nomer ponselmu dan nomer telpon rumah kepada Mr. Sooman! Jika kau butuh apapun dan apabila jika ada sesuatu yang janggal kau bisa hubungi ke nomer yang noona sudah simpan di kotak ponselmu! Mr. Sooman pasti selalu siap menolongmu!!” hanbin cemberut mendengar itu semua. Dara yang sedari tadi sudah menahan semuanya hampir saja luluh jika suara klakson dari luar rumah mereka tidak berbunyi.

“Ah.. pasti itu boss noona!” ucap dara menengok kearah jendela rumahnya, dan benar saja jiyong sudah menunggunya diluar.

Untuk terakhir kalinya dara menatap adiknya dengan sedih, “Hanbin~ah noona mohon kamu jangan seperti ini! Ingat jangan sampai kau tidak makan dan pergi ke sekolah! Kau tahu noona akan sangat sedih apabila itu terjadi! Sekarang dariipada kau sedih bagaimana jika kau manfaatkan kesempatan lengah ini untuk mengejar gadis itu!” jelas dara memberikan wink kepadanya. Hanbin memikirkan penjelasnnya sebantar lalu dia paham dan pada akhirnya tersenyum.

“Aigooo… noona!!!

 ^^ TBC.

Next >>

Anyoennngggg…

Long time no see,

Akibat laptop yang rusak jadi tulisanku ngilang dan harus ketik ulang jadi inilah mengapa updatenya lama mian….TT

Tetap ditunggu komennya ya applers…

HENGSHOOOO

PYEONG

Advertisements

23 thoughts on “TURNING 30 [Chap. 4]

  1. ini jiyong suka sama dara apa ga si? tp udah nyuruh dara makein dasi, manggil babe, trus nyium kening lagi
    tapi saya suka bgt kyaaaaaaa
    so sweettt
    mereka mau ke paris? omg semoga ada moment romantis kkk
    please update nya jgn lamalama juseyo
    semangat!!!
    aku tunggu!!!!^^^

  2. aigooo sebenernya ji itu cuma becandain dara apa bener2 suka? gimana nanti kalo merreka udah tau hanbin suka hayi sedangkan hayi adiknya jiyong dan jiyong sam dara….
    konfliknya belum keliatan buat dara dan jiyong,, kalo bisa jangan berat2 ya konfliknya kekee…
    by the way hayi apa kabar??
    di tunggu next author… fighting!!! ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s