IMMATURITY [ Chap 3]

untittle

Author :: Hanny G^dragon (twitter : @Hannytaukand)

Cast     :: Sandara Park (dara), Kwon Jiyong (Gdragon)

Genre  :: Comedy Romance

            Anyyeong, author hanny is back kekeke. Mian yang sudah menunggu lama update-annya kekeke. Kemaren authornya sakit jadi manja gitu. Hahaha. Gumawo yang sudah bercomentar dan tertarik dengan ff ini. Ingat jangan sider, nanti aku protect di tengah chap plus di akhir hahaha*smirk. Yang kemarin minta Pw terus gak komen juga aku black list alias di tandain, hahaha *biarin dikata pelit juga asal jangan ada comfrim-an Gd dating or Mino dating author bisa galau berkepanjangan. Sudahlah, selamat membaca semoga menghibur.^^

Dara Pov

“Daraaaaaaa!!! Jangan sentuh itu”

“Daraaaaaaaa, tolong ambilkan aku air”

“Daraaaaaaaaaaa, jangan menggoda Gaho. Dia masih perjaka”

“Daraaaaaaaaaaaaaaaa,,,” lagi-lagi teriak si model angkuh itu.

“Mwo, mwo mwo? Aku ini stylish mu bukan pesuruh yang bisa kau suruh ini itu” protesku padanya.

“Apa kau sedang protes di depanku? Anggaplah semua perintahku adalah biaya kau makan dan tinggal di sini. Aku sudah menggajimu dengan angka yang fantastis dan kau meminta aku mengizinkanmu tinggal di tempat tinggalku yang seperti ini” ucapnya angkuh sambil melihat langit langit rumahnya yang tinggi. Okey ini bukan rumah ini sebuah istana, yang isinya benda-benda aneh. Yang ku dengar benda-benda itu mahal hargaya dan benda-benda itu rekomendasi dari Top (Si Maniak Furniture).

            Aku mengambil keputusan untuk memberikan syarat pada mereka, yaitu aku boleh tinggal dengan setan yang berprofesi model itu. Ini ku lakukan agar aku lebih banyak mengetahui tentang setan jidat lebar ini. Aaarrrgghh aku baru satu hari saja, aku bagaikan di neraka. Tuhan bagaimana bisa kau ciptakan manusia itu dengan sifat iblis seperti itu. Apakah saat pembagian jiwa, stock jiwa nya habis sehingga tubuhnya di masukan jiwa setan? Heoool, menakutkan.

“Ya!!! mengapa kau melamun seperti itu? Apakah kau mulai menyukaiku hingga kau menatapku seperti itu? Berhentilah, aku tidak akan bisa membalas perasaanmu itu, kau bukan tipe ku” ucapnya lagi. Mengapa setiap ia membuka mulutnya, seperti ia menyemburkan lahar panas pada ku, aarrrgggh aku ingin merobek bibir tipisnya itu.

“Anni, aku hanya sedang berfikir sejenak. Aah, Top menghubungiku dia ingin aku menyampaikan padamu bahwa kau harus bersiap-siap untuk pemotretan majalah PYLON (plesetan author hahaha)” ucapku menyampaikan pesan dari Top.

“Mengapa aku yang harus bersiap-siap. Bukankah itu pekerjaanmu mempersiapkan aku? Apakah kau bodoh hingga tak tau pekerjaanmu?” jawabnya santai sambil masih memainkan game di handphonenya. Palu, gergaji, atau samurai? Ingin sekali aku membunuh dia menggunakan alat-alat itu.

“Neeee. Aku mengerti tuan G dragon yang angkuh sombong dan berjidat lebar” ucapku tak terkendali.

“Mwo? Kau baru saja mengataiku apa?” tanyanya sambil menatapku dan berpaling dari game nya.

“Emm, mian aku akan mempersiapkan kebutuhan anda model terkenal yang sangat berkat, ckckc aku tidak akan membuat kesalahan sedikitpun. Silahkan anda melanjutkan aktivitas penting anda” ucapku sambil melarikan diri. Heol, dia seperti akan memakanku. Mungkin saat dia lengah aku baru akan membunuhnya, jika seperti tadi melihat matanyapun aku seperti dicekik olehnya, menyeramkan. Aura iblisnya sangat kuat.

~ Tempat Pemotretan~

“Dara, kau bisa merapihkan make up Gd? Tak lama lagi giliran dia untuk di foto” ucap Top dan aku pun mengangguk lalu mengambil peralatan make up di mobil si Gd itu.

“Omo, mengapa ini sangat berat” keluhku karena peralatan make up yang banyak dan case nya yang begitu besar.

“Oomoooo” tiba-tiba tubuhku oleng dan Haaap tubuhku yang ku kira akan jatuh seperti di tangkap oleh seseorang, omooo apakah ini cinta sejatiku seperti di drama-drama korea.

“Gwenchana?” ucap suara yang merdu bagiku dan saat ku lihat wajahnya omoooo, tampaaaannya. Bisakah aku langsung berjodoh dengan dia Tuhan.

“Ahh, gwenchana. Kamsahamida” ucapku malu-malu sambil memperbaiki posisi tubuhku, sebenarnya aku ingin di pelukannya selamanya.

“Bisa ku bantu” ucapnya lagi menawarkan bantuan.

“Ahh, kamsahamida tapi aku bisa membawanya sendiri. terimakasih” ucapku canggung menolak bantuannya, sebenarnya aku ingin tapi aku tidak ingin malaikat seperti dia bertemu iblis yang sedang menungguku. Dan aku pun melangkah meninggalkan sosok sempurna itu. Tapi sepertinya aku tidak asing dengan wajahnya, emm entahlah yang ku tahu ia sangat tampan.

~ Ruang Tunggu Gd~

“Mengapa kau lama sekali? Kau ingin aku dapat finalty karena aku tidak pemotretan hari ini? Jinjja yeoja ini seperti siput, sangat lamban” ucap namja yang menjadi boss ku sekarang.

“Sudahlah, kau jangan banyak bicara. Palli wajahmu akan ku make-up” ucapku tak mau berdebat dengannya, untung saja mood ku sedang bagus karena malaikat tadi, kekeke.

“Jangan terlalu banyak menyentuh tubuhku” jawabnya saat aku hendak memberikan make up pada wajahnya, sial benar-benar sialan si Gd ini. Aku ingin sekali memakan kepalanya.

            Aku sedang melihat dia sedang melakukan pekerjaannya. Demi apapun, wajahku memerah melihatnya. Dia hanya mengenakan jeans ripped dan bertelanjang dada, dan aku melihat dengan jelas roti sobeknya, abs penakluk yeoja. Sial ku rasa hidungku akan mimisan melihatnya. Mengapa saat melakukan sesi foto dia sangat hot. Ingat Dara dia adalah iblis, iblis yang sexy, huaaaah aku mulai gila.

“Il-woo-ssi kau bisa masuk sesi foto berikutnya bersama Gd” ucap fotografer tiba-tiba. Dan aku pun melihat seseorang keluar dari kerumunan orang-orang.

“Omooo, malaikat? Bukankah dia namja yang menolongku? Dia model? Il woo?? Apakah dia Jung Il Woo? Jinjjaaaaaa yang tadi menolongku Jong Il Woo? Aaah mengapa aku tidak mengenalinya, aku menyesal hanya membuat artikel tentang politik dan pemerintahan. Jika dunia ini begitu berhamburan namja-namja seperti dia aku rela mengabdikan diriku untuk menulis cerita hidupnya” ucapku tak bisa ku kendalikan.

“Omo, omo sebenarnya apa konsep dari pemotretan kali ini? Mengapa 2 namja itu bertelanjang dada dan memamerkan roti sobek mereka? Tuhan aku tak kuat” ucapku sambil tak bisa berkedip melihat gaya pemotretan mereka seperti sepasang yang sedang menggoda kaum yeoja seperti aku. Apalah dayaku yang hanya sebatas percikan air genangan, hiks.

~1 Jam kemudian~

Author Pov

“Oi, mengapa kau menyumpal hidungmu dengan tissu. Menjijikan” ucap Gd saat mendekati Dara.

“Aaah, aku hanya mimisan sedikit. Mungkin karena cuaca sangat panas” jawab Dara dengan alasan yang lumayan jenius baginya.

“Rupanya kau bisa bersikap profesional Ji” ucap seseorang tiba-tiba memasuki percakapan kami.

“Aiishtt, aku tak ada waktu berbicara denganmu” ucap Gd dengan acuh.

“Mwo? Malaikat roti sobek?” ucap Dara sambil menunjuk namja yang berfoto bersama Gd sebelumnya.

“Ah, kau. Tidak mungkin kau..” ucap Il Woo menunjuk Dara dan Gd bergantian.

“Ahh anni, aku hanya stylish pribadinya. Aku bukan yeojachingu nya” ucap Dara meluruskan kesalah fahaman Il Woo.

“Cih, kau tak usah menjelaskan itu. Semua orang yang melihatpun akan tahu bahwa kau pasti bukan yeojachingu ku. Dan kau, aku tidak ada urusan denganmu. Aku hanya bersikap profesional saat pemotretan, setelah itu kita bukan teman dekat. Jadi jangan pernah mengajakku bicara atau mengganggu orang-orang di sekitarku” ucap Gd dengan aura hitam yang keluar dari tubuhnya, dan Il Woo pun tersenyum meremehkan perkataan Gd seakan semua itu tidak ia perdulikan.

“Aku Jung Il Woo. Kau?” tanya Il Woo dengan sengaja memperkenalkan dirinya pada Dara di depan Gd.

“Aku Sandra, panggil aku Dara” jawab Dara dengan senang hati tanpa menyadari semburat aura hitam sedang berkobar di dekatnya.

“Jika kau tidak mengikutiku, kau akan ku pecat” ucap Gd pada Dara, sehingga dengan canggung Dara meninggalkan Il Woo dan membuntuti langkah Gd yang elegant namun menyeramkan bagi Dara.

“Kwon Jiyong, aku tidak akan kalah denganmu. Cukup selama kita menghabiskan masa remaja bersama aku selalu kalah dari mu dan mengalah tapi saat ini aku tidak akan lagi mengalah dan kalah dari mu” gumam Il Woo sambil menatap tajam punggung Gd yang semakin menjauh.

            Dara mendapat telfon dari Top jika Daesung terkena diare dan Seungri sedang berkencan sehingga tidak bisa menjemput Gd. Dan mau tidak mau Dara yang menyetir mobil sport Gd.

“Jangan sampai kau melukai hartaku” ucap Gd memperingati.

“Neeee” jawab Dara pelan.

“Aku lapar, berhenti di restoran italia favoritku” ucap Gd lagi.

“Di mana itu. Aku baru sehari bekerja denganmu, aku tak tahu di mana restoran italia favoritmu itu” ucap Dara kesal.

“Cari tahu, aku akan tidur sebentar” jawab Gd lagi membuat Dara memutar kepalanya kebelakang menampakkan kekesalan menatap sang boss yang berakting tertidur.

“Aarrrgggghhh, ingin ku makan dia”geram Dara kesal masih menatap Gd.

“Lihat ke depan, aku masih ingin hidup” ucap Gd dengan mata tertutup dan Dara pun mengembalikan kepalanya mengahadap ke depan, memfokuskan ke jalanan. Gd pun tersenyum licik dan merasa menang.

            15 menit, Dara akhirnya sampai di restoran yang di maksud Gd. ia mendapatkan informasi alamat restoran ini dari Top sang manager.

“Kau ini lamban sekali. Aku sudah sangat lapar dan kita baru sampai” protes Gd lagi.

“Kau ini namja atau yeoja, huh? Cerewet sekali. Kajja bukankah kau sangat lapar? Aku pun sangat lapar hingga ingin memakanmu hidup-hidup” ucap Dara sudah tak bisa membendung amarahnya lagi.

“Woow ternyata kau siput pemakan manusia” ledek Gd kemudian berlalu masuk ke restoran.

“Huaaah daebak. Iblis tetap iblis tak perduli ia punya roti sobek se hot apapun. Aargghh “ kesal Dara sambil mengikuti Gd masuk ke restoran. Mereka pun memesan makanan, dan tak lama kemudian makanan itupun hadir dengan segera.

“Omo cepat sekali, apakah ini perbedan pelanggan reguler dengan VVIP?” sindir Dara pada ketika makanan hadir di hadapannya.

“menjadi Pelanggan reguler di sini pun kau tak akan mampu” ucap Gd meladeni sindirian Dara dengan sindiran pula.

“Huaah” kesal Dara.

“Oii, aku sangat lelah. Bisakah kau menyuapiku. Lihatlah tanganku tak bisa memegang pisau dan garpu nya” ucap Gd memulai aksi permainannya lagi. Menjahili Dara dan mempermainkan emosi nya menjadi kesenangan tersendiri bagi Gd saat ini.

“Mworago? Apakah aku harus?” ucap Dara tak percaya dengan permintaan Gd.

“Jika kau tak mau aku akan urus surat finalty kontrak kerja kita, kau akan di kenakan finalty yang sangat besar” ucap Gd mengancam. Dalam hatinya ia tertawa terbahak-bahak apa lagi saat Dara mendengar finalty yang banyak itu.

“Ne, ne ne. Aku akan menyuapi mu. Kau mau makan yang mana dulu? Ini? Ini atau ini?” ucap Dara panik, dan Gd menampakkan smirk jahatnya.

“itu, palli” ucap Gd lagi sambil membuka mulutnya manja, dan Darapun menyuapi Gd dengan perlahan. Gd berusaha menahan tawanya dari permainannya ini. Namun dalam lubuk hatinya ia masih merasa kesal karena pertemuannya dengan Il Woo.

~ Istana Gd~

“Nuna, apa yang terjadi? Hingga dia seperti itu?” tanya Seungri pada Dara. Melihat Gd memukuli samsak tinju di Gym pribadinya.

“Molla” jawab Dara sambil bergidik ngeri saat pukulan Gd pada samsak tinju menghasilkan bunyi yang nyaring mengerikan.

“Dia pasti bertemu dengan Il Woo di pemotretan tadi” ucap Top yang baru saja muncul dan ikut serta menonton aksi Gd meninju samsak.

“Ne, dia bertemu dengan Il Woo dan mereka sepertinya tidak akur” ucap Dara mengingat-ingat kembali kejadian sebelumnya.

“Sebenarnya mereka dulunya adalah teman yang sangat dekat, hingga sesuatu mengubah pertemanan mereka dan sekarang mereka seperti musuh dan Gd hyung berpura-pura tidak mengenal Il Woo” kini Daesung menimpali.

“Jinjja? Lalu apa yang menyebabkan mereka bermusuhan?” tanya Dara penasaran. Bagi Dara ini adalah berita bagus untuk tulisannya nanti.

“Molla, kita semua tidak ada yang mengetahui itu. Mereka berdua dan Tuhanlah yang tahu itu” kini Seungri berkata bijak dan direspon anggukan oleh Top dan Daesung.

“Hyung, aku akan keluar sebentar. Tolong batalkan scedule yang sudah ada. Aku ingin berlari di sekitar sini” ucap Gd tiba-tiba membuat yang sedang membicarakannya membatu seketika. Saat ini Gd sangat menakutkan.

“Oi kau ikut. kau bawa minumanku” ucap Gd pada Dara dan dengan ketakutan yang luar biasa Dara pun mengikuti Gd tanpa protes. Protes adalah cara yang akan membawa Dara pada kematian di tangan iblis yang sedang marah.

            Gd berlari dan di ikuti oleh Dara yang terengah-engah mengimbangi lari Gd. Sekuat apapun Dara masih seorang yeoja, dia tidak bisa menandingi langkah lari Gd.

“Hosh, hosh apakah hosh aku hosh tidak bisa hosh menunggu saja” tanya Dara pada Gd yang ikut terhenti karena Dara terduduk kelelahan.

“Apakah aku menyuruhmu untuk berlari mengikutiku? Apakah kau tuli? aku hanya menyuruhmu membawakan air ku. Kau bukan hanya pervert tapi juga babbo” ucap Gd yang berhasil membuat rahang Dara terjun bebas.

“Mworago? Ya!!! mengapa kau tak katakan sedari tadi. Atau kau bisa menyuruhku berhenti” protes Dara yang sudah muak dengan Gd.

“YA!!!! sudah ku bilang aku tidak menyuruhmu berlari. Jadi jangan salahkan aku mengerti. Pulang sana, kau membuat moodku lebih buruk, sial” umpat Gd lalu kembali melanjutkan berlari.

“Aiiihhttt, Bomieee kau benar tentang iblis ini. Aku seperti di nerakaaaa” teriak Dara kesal sambil berjalan.

**

Jiyong Pov

            Mengapa aku harus satu pemotretan dengan Il Woo? Aarrgghh bisakah ia lenyap saja dari kehidupanku. Teman? Cih, itu sudah ku kubur dalam-dalam. Dan ia dengan sengaja berkenalan dengan siput pervert itu di depanku, heol ingin sekali aku meninju wajahnya dan siput itu pun ingin sekali aku memakannya menjadi escargot.

            Dengan sengaja ku menyuruhnya ikut aku berlari. Dan benar saja dia mengikuti ku berlari, benar-benar berlari padahal aku tidak menyuruhnya berlari pula, kekeke aku berhasil menghukumnya. Rasakan itu. Permainan ku begitu menyenangkan bukan Hahaha. Dia terlihat sangat kesal sekali dan aku pun meninggalkanya, biarkan dia berjalan kaki sampai rumahku. Dan akupun berlari kembali, aku ingin melampiaskan kekesalanku tentang Il Woo.

~30 Menit kemudian~

            Aku mengendarai mobilku yang sebelumnya si siput itu yang membawanya, namun karena aku sudah menyuruhnya pulang terlebih dahhulu. Mau tak mau aku yang menyetir. Dan sialnya aku terjebak macet. Aarrgghhh, menyebalkan. Apakah aku harus menyuruhnya kembali? Kekeke apakah aku terlalu berbuat jahat padanya? Omo tapi aku menikmati permainan ini haha.

“Yeoboseooooo Dara-aaah. Kau sudah sampai rumah ku? Bisakah kau kembali, aku tak bisa menyetir karena terlalu lelah” ucap ku dengan suara konyol yang ku buat-buat. Namun tak ada respon apapun, aku hanya mendengar suara bising dan suara nafasnya yang terengah-engah.

“Ya!!! kau sedang di mana? Apakah kau benar-benar berjalan kaki hingga kau terengah-engah seperti itu? Kau tidak tahu gunanya bis atau kendaraan umum huh? Katakan kau di mana?” Tanyaku lagi. Namun lagi-lagi ia tidak menjawab pertanyaanku, yang aku dengar kebisingan lalu lintas dan sirine polisi.

“Yak jawab aku, dimana kau sekarang?” tanyaku lagi, mengapa aku mencemaskannya?

“Eomma..Abeoji” bisiknya pelan dengan suara bergetar. Dan dengan cepat aku keluar dari mobilku, berlari mencarinya. Macet sialan, mobil ku tak bisa bergerak sama sekali. Sepertinya ada kecelakaan di sana. Aku pun masih mencari siput itu. Sebenarnya apa yang sedang ia lakukan? Mengapa suaranya seperti ketakutan. Oh aku mulai gila, mencemaskan seekor siput pervert.

“Yak!!! Apa yang kau lakukan di situ? Apakah menonton kecelakaan sangat menyenangkan bagimu?” ucapku saat ku tahu ia sedang terduduk sambil memeluk lututnya melihat kobaran api dari mobil yang terjungkal di tengah jalan.

“…” dia tidak meresponku lagi, ia masih menatap tajam pada kobaran api di depan nya. Dan saat ku lihat dengan baik, ia terlihat pucat, keringat di wajahnya dan ia menangis?

“Ya ya ya, apakah aku terlalu keterlaluan padamu? Waeeee? Jangan menangis palli kita pulang” ucapku, namun dia tak bergeming dan tubuhnya gemetaran.

“Dara, ada apa denganmu? Kau baik-baik saja. tolong bicara padaku Dara” kini aku benar benar khawatir, aku mendekatinya mengguncang tubuhnya agar ia meresponku, namun ia semakin menangis bahkan ia semakin pucat. Ada apa dengannya??

“Eomma, abboeji,,,” dia berkata itu lagi dengan sangat pelan dan suara beretar. Ia sangat ketakutan, wajahnya aku tak bisa melihatnya seperti itu.

“Gwenchana Dara. Gwenchana, aku ada disini” ucap ku sambil memeluk tubuhnya erat. Dan kini tubuhnya melemah lalu bersandar di pelukanku.

=TBC=

Next>>>

 Nb : semoga kalian suka, dan tetap tinggalkan komentarnya jangan Cuma next-next doank kekeke. Gumawo~

Advertisements

54 thoughts on “IMMATURITY [ Chap 3]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s