Daragon In Love Part 3 ^Big Bang And 2Ne1^^

 

2

 

Cast :

All Of member Big Bang and 2ne1 .

Appa YG

All Of YG Famz

*No Copas and don’t Be Silent Reader please 🙂

yang numpang baca ga di tag, wajib comment juga yaa 🙂

annyeong haseyo saya balik lagi nih .

miann yo yang kmaren dijanjiin mau post hari jumat niy ff sama author *author kaya pejabat, janji janji surga doank LOL

hahaha

part ini ga tau feelnya dapet pa kaga,haha , mian kalo ga berkenan *bow

ff SHINeenya diusahakan secepetnya hari senin or selasa yaa XD

Author POV

“apa kau tak berniat untuk pulang jiyong ah??” ucap dara tegas.

“anii, aku ingin menghabiskan malam bersama yeojaku” ucap jiyong tak kalah tegas.

“apa maksudmu??” ucap dara tersendat.

Jiyong tak menjawab, namja itu malah mendekatkan tubuhnya ke arah dara. Dia mendorong dara sampai terhempas bersandar ke sofa membuat perasaan dara tak karuan antara bingung bercampur takut.

“apa yang akan kau lakukan jiyong ah?!” ucap dara tertahan.

Jiyong semakin menyandarkan dara hingga benar-benar bersandar di sofa, wajah namja itu semakin mendekat ke dara membuat dara meringis melihatnya, tapi tiba-tiba jiyong tersenyum sinis ke arah dara dan mengambil bantal tepat di samping dara. Jiyong lalu berbalik dan menselonjorkan kakinya di sofa dan dengan cepat merebahkan tubuhnya dengan kepala bersandar di kaki dara. Dara terkejut sekaligus lega melihatnya.

“ya! ya! jiyong ah ! apa yang kau lakukan?!” pekik dara

Jiyong tak mempedulikannya, dia malah memeluk bantal yang tadi di ambilnya. Tangan kanannya di telungkupkan hingga menutupi kedua matanya. Bibirnya tersenyum memamerkan smirk evil andalannya.

“jangan ribut, biarkan aku tidur, turutilah perkataan penyelamatmu, good night dara ah, dan jangan kau coba-coba pergi dariku saat aku tertidur” ujar jiyong pelan.

“yaa!!” pekiknya lagi, tapi tak ada jawaban dari jiyong alhasil darapun terdiam seraya merebahkan kepalanya ke sofa karena tak bisa melakukan apapun. selama beberapa saat dara hanya bisa terdiam terduduk di sofa karena jiyong masih menyandarkan kepalanya ke kaki dara. sekali lagi dara melihat ke arah jiyong, nafas namja itu mulai teratur.

“apa kau tertidur??” gumam dara pelan. Tak ada jawaban dari jiyong, dara tersenyum lalu perlahan dara bersiap untuk bangkit. Biarlah jiyong tidur di apartemennya malam ini, lagipula mereka kan sama sekali tak melakukan apapun. dara perlahan mengangkat kepala jiyong dari kakinya untuk dipindahkan ke bantalan sofa, tapi baru saja kepala itu di angkat beberapa centi tiba-tiba tangan jiyong mencengkram pergelangan tangan dara, menahan dara untuk bangkit berdiri. Tak ada suara yang keluar dari bibir jiyong, namja itu masih saja terlelap tidur. Dara berusaha menghempaskan tangan jiyong darinya, tapi tangan namja itu kuat mencengkramnya. Alhasil dara hanya bersandar di sofa seraya menggerutu kesal karenanya.

***

Jiyong membuka matanya perlahan, dia merasakan tangannya memegang sesuatu. Jiyong mendongak dan melihat dara tengah bersandar dan tertidur di sofa. Jiyong melirik jam di tangannya, jam 3 pagi, ternyata dia benar-benar tertidur di apartemen dara, padahal tadi dia hanya ingin beristirahat beberapa menit saja. Tubuhnya memang sedang sangat kelelahan karena hampir dua bulan ini jadwal big bang sedang sangat padat. Tadinya dia hanya berniat untuk jalan-jalan santai di malam hari untuk melepas penat, dan saat itulah dia justru melihat dara keluar dari gedung YG. Dan entah dengan alasan apa jiyong justru dengan refleks mengikuti yeoja itu berjalan menuju apartemennya. Sampai jiyong melihat dara digoda oleh namja itu, amarah langsung merasuki jiyong, jiyong sendiri bingung kenapa dia semarah itu saat melihat dara di goda oleh namja lain. dia bahkan tak peduli kalau namja tadi benar-benar melaporkannya ke polisi, ingin sekali jiyong meremukkan wajah namja tadi. Tapi melihat wajah dara yang pucat karena shock dan mengkhawatirkan dirinya membuat emosi jiyong mereda. Jiyong bangkit berdiri, menggerakan lehernya yang terasa pegal. Jiyong melihat ke arah dara yang tengah tertidur sangat pulas seraya terduduk di sampingnya, sepertinya dara memang sangat kelelahan karena dia sangat berusaha untuk menyesuaikan diri dengan jadwal latihan selama trainee. Jiyong tiba-tiba tersenyum kecil melihat dara. Namja itu merapikan beberapa helai rambut yang menutupi mata dara, dia mendekatkan dirinya ke arah dara, mengaitkan tangan yeoja itu ke lehernya, dia memeluk pinggang dara dengan sangat pelan kemudian mengangkat yeoja itu. jiyong kemudian membaringkannya di tempat tidur milik dara, menarik selimut untuk menutupi tubuh mungil itu agar tak kedinginan. Tatapan jiyong melembut saat melihat dara, dia seperti memikirkan sesuatu. Lalu namja itu hendak berbalik pergi.

“jiyong ah” gumam dara pelan. Jiyong membalikan badannya menatap dara.

“ne??” jawab jiyong “apa kau membutuhkan sesuatu??”

“jiyong ah” gumamnya lagi. Jiyong menautkan alisnya kemudian menyadari kalau yeoja itu mengigau.

“jiyong ah, kau ppabo! Aku tak mengerti dirimu” gumam dara lagi membuat jiyong membelalakan matanya kepada dara. Tapi wajah jiyong tiba-tiba tersenyum penuh arti, namja itu membenarkan selimut ke tubuh dara sekali lagi kemudian berbalik pergi seraya tersenyum dari sana.

***

Dara POV

Aku berjalan cepat menuju ruangan tempatku berlatih bersama beberapa trainee lain, sepertinya aku sedikit terlambat dari waktu yang ku janjikan bersama ketiga sahabatku bom unni, chaerin dan minzy. Terlebih saat ku bangun tadi, jiyong sudah tak ada di apartemenku. Sepertinya jiyong memindahkan ku ke tempat tidur dan menyelimutiku. Apa dia membopongku ke tempat tidur??aisshh semoga saja dia tak mencari kesempatan saatku tertidur. Tapi Sepertinya dia memang namja yang baik, ya, dia memang baik karena sudah menolongku semalam. Tapi entah kenapa perasaan takut justru muncul saat aku bersamanya, sifat jiyong persis seperti yang bom unni deskripsikan. Jiyong pemaksa dan egois, semua keinginannya harus di ikuti. Dan bodohnya aku hanya mengikuti perkataannya tak berani membantahnya sama sekali. Dan seingatku semalam jiyong memintaku untuk tak memandang  namja lain selain dirinya, jiyong bahkan bilang kalau dia adalah namja chinguku sekarang, apa dia serius atau bercanda?? Tidak maksudku, apa dia gila??seenaknya saja memaksaku dan mengakui dirinya sebagai namjachinguku, padahal jelas-jelas aku dan dia tak memiliki perasaan apapun satu sama lain.

“unni ah, wae kau melamun??” ucap seseorang, aku memandang ke arah sumber suara, ternyata aku sudah sampai di ruang latihan. Chaerin, minzy dan bom unni tengah menatapku.

“gwenchana, miane aku terlambat” ujarku tersenyum kepada mereka.

“unni ah, apa kau tau jiyong oppa sedang sakit??” tanya chaerin pelan. Aku menautkan alisku menatapnya, jiyong sakit??tapi bukankah semalam dia baik-baik saja?darimana chaerin tau?tapi hubungan chaerin dan jiyong memang sangat dekat jadi mungkin jiyong memberitahunya.

“aku hanya kasihan padanya, sepertinya dia habis berkelahi, wajahnya agak memar.” desah chaerin pelan.

“ne, dara ah. Sajangnim sangat marah karenanya” bom menimpali

“mwo??”

“seharusnya hari ini big bang memiliki jadwal untuk pemotretan, tapi karena wajah jiyong oppa yang memar, pemotretan itu dibatalkan, meski jiyong oppa terlihat tak menggubris sajangnim sih” jelas minzy panjang lebar. Aku tersentak mendengarnya, jiyong mendapatkan masalah karenaku?apa yang harus aku lakukan?apa aku harus menjelaskan semuanya kepada sajangnim agar dia tak salah paham, tapi aku…

“wajah jiyong oppa juga terlihat sangat pucat, apa dia sakit??ahh sepertinya kita harus mengunjunginya di apartemennya” ucap chaerin lagi. perasaan bersalah menghampiriku lagi, tanpa mempedulikan pandangan kebingungan dari sahabat-sahabatku aku sontak berlari keluar dari ruangan itu. Aku harus menemui jiyong, kalau dia sakit karena menolongku bukankah aku harus merawatnya untuk berterima kasih?

***

Author POV

Dara berlari cepat menuju apartemen Big Bang. Dia sebelumnya memang pernah ke apartemen big bang bersama sahabat-sahabatnya karena appa YG mengajak mereka makan bersama disana. Jarak apartemen big bang hanya 5 menit dari gedung YG, big bang memang tinggal di sebuah apartemen yang cukup luas bersama-sama. Apartemen appa YG sendiri berada tepat satu lantai di atas apartemen big bang. Dara terengah-engah di depan pintu apartemen jiyong, mengatur nafasnya perlahan. Dia mengetuk pintu itu dengan sedikit keras.

“annyeong jiyong ah??apa kau ada di dalam??” panggil dara keras. Dara terus memanggil tapi tak ada jawaban. Dia kemudian mendorong tuas pintu dan ternyata tidak terkunci.

“jiyong ah, aku masuk ke dalam” ujarnya keras. Tapi lagi-lagi tak ada suara yang menjawab. Dara melihat ke sekeliling ruangan di apartemen itu, ruangan yang luas. Di sudut-sudut ruangan banyak terdapat pintu-pintu, mungkin itu kamar masing-masing anggota. Tapi dara tak tau dimana kamar jiyong.

“!!!” suara berdebam keras terdengar dari salah satu kamar. Dara bergegas menghampiri sumber suara.

“jiyong ah??” panggilnya pelan.

“awwww,aissshhh!!” suara mendesah kesakitan semakin terdengar dari kamar itu. Wajah dara menegang karena menyadari itu adalah suara jiyong. Kenapa suaranya seperti kesakitan?

“jiyong ah??apa kau tak apa-apa??” tanya dara, dia mengetuk pintu itu perlahan tapi tak ada jawaban, semakin lama ketukannya semakin kencang.

“kwon jiyong?! Buka pintunya apa kau sakit??”suara dara terlihat khawatir. Sekali lagi terdengar benda jatuh dan suara jiyong, pikiran buruk mulai merasuki otak dara, ditambah perasaan bersalahnya.

“ya! Apa kau baik-baik saja??kwon jiyong??jangan membuatku mendobrak pintu ini” pekik dara frustasi. Tak ada jawaban dari dalam hanya terdengar suara-suara benda jatuh. Dara mundur beberapa langkah, dia sepertinya akan benar-benar mendobrak pintu, dara mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu. Dengan langkah mantap yeoja itu bersiap akan menendang pintu. Tapi tiba-tiba suara kunci bergemerincing dan pintu tiba-tiba terbuka tepat saat dara akan menendang pintu itu. Jiyong ada di depan pintu tengah menenteng seekor anjing berwarna cokelat, wajah jiyong masih sama seperti semalam dengan sedikit memar plus sedikit pucat. Tapi dia tak terlihat sedang sakit. Dara dan jiyong hanya terdiam dan saling menatap untuk beberapa saat, shock. Dara shock karena ternyata jiyong baik-baik saja tidak seperti yang dia bayangkan dan jiyong shock karena melihat pose dara yang seperti kan menendang pintu, dia tak percaya kalau yeoja semungil dara bisa menyakiti sesuatu apalagi mendobrak pintu.

“dara ah??apa yang akan kau lakukan??mendobrak pintu huh??atau kau ingin membasmi kejahatan dengan posemu itu?” jiyong membuka suara datar setelah shocknya hilang. Dara masih terdiam, otaknya masih shock sehingga belum bisa merespon perkataan jiyong. Setelah kesadarannya kembali dara terburu-buru menegakan tubuhnya, dan dengan refleks merapikan rambutnya yang tadi berantakan karena sehabis berlari, wajahnya memerah malu.

“anii, aku hanya…ya! kwon jiyong! Kau tidak sakit??” pekik dara kepada jiyong.

“jangan alihkan pembicaraan, aku baik-baik saja, hmm, apa kau sebegitu mengkhawatirkan aku sampai ingin mendobrak pintu??” jiyong mendekatkan wajahnya kepada dara, dia tak bisa menyembunyikan senyum di wajahnya mengingat pose dara tadi, dia masih tak habis pikir dara ingin mendobrak pintu karena mengkhawatirkannya. Dara terlihat menunduk malu.

“anii, aku hanya panik karena mendengar suara benda berjatuhan, aku pikir kau dalam masalah” jawab dara pelan.

“mwo??aku hanya sedang mengejar gaho karena dia terus berlari kabur tak ingin ku mandikan” jiyong melirik anak anjing yang dia pegang. Dara mengernyitkan dahinya, dia memang tak begitu menyukai anjing, terlebih wajah anak anjing yang jiyong miliki sedikit menyeramkan membuat dara bergidik tak suka.

“lalu ku dengar kau mendapatkan masalah dengan sajangnim karena wajahmu memar sehabis menolongku??” tanya dara lagi mengalihkan pandangannya dari gaho, jiyong menyadari perubahan wajah dara saat melihat gaho, wajahnya tersenyum seperti memikirkan sesuatu.

“gwenchana, aku hanya perlu mendengarkan beberapa nasihat dari hyung seperti biasa, setidaknya aku bisa berlibur hari ini karenamu” jawab jiyong santai.

“ya jiyong ah, tapi aku…”

Jiyong tiba-tiba merangkulkan tangannya ke bahu dara dan menarik dara mengikutinya. dara hanya bisa mengikuti jiyong yang mendudukannya di sofa.

Tiba-tiba jiyong meletakkan gaho di pangkuan dara, wajah anjing itu menatap ke arah dara, dara bergidik ngeri melihatnya.

“jiyong ah” desisnya pelan seraya menggelengkan kepalanya pelan saat gaho sudah ada di pangkuannya, tanpa sadar dara menahan napasnya, mungkin takut??

“aku ingin mandi kau tunggulah sebentar dan jagalah gaho” ujar jiyong santai, dia membelai-belai kepala gaho sepertinya jiyong sangat menyayangi gaho.

“anii,kau taro saja gaho di kamarmu lagipula aku ada latihan dengan para trainee tadi aku pergi tanpa pamit” ringis dara, gaho mendekatkan kepalanya ke wajah dara dan dara sontak memundurkan wajahnya.

“gaho ah andwe,jangan mendekatiku, jiyong ah andwee!!” rengek dara kepada jiyong, jiyong hanya menutup mulutnya dengan tangan, menahan tawanya karena melihat wajah dara yang ketakutan. Dia menikmati mengerjai dara seperti itu.

“tunggulah aku sebentar” ujar jiyong dia sekarang mengelus kepala dara pelan. Sekilas dara membulatkan matanya saat jiyong membelainya, kenapa namja itu jadi selembut itu padanya??jiyong melepas belaiannya dan pandangannya beralih ke gaho.

“gaho, diam lah sebentar dengan umma mu, jangan nakal kepadanya, appa ingin mandi dulu, mulai sekarang kau tidak hanya mempunyai appa, jadi baik-baiklah kau dengannya” ujar jiyong santai lalu berjalan pergi.

“ya! kwon jiyong!” pekik dara memanggil jiyong tapi jiyong tak menggubris dara, dia malah melambaikan tangannya dan masuk ke dalam kamar mandi.

“ya! Apa maksudmu jiyong??apa maksudmu gaho ini anakku??ya!!”pekik dara shock, tiba-tiba gaho menggonggong sekali seperti mengiyakan perkataan dara, membuat dara kaget. Dan saat dia menoleh ke gaho, anjing itu malah menjilat wajahnya.

“gaho ah! Kau sama seperti majikanmu!” gusarnya kesal.

***

dara menyandarkan tubuhnya di tembok, dia mengelap keringat di wajahnya sehabis latihan menari tadi. Dia memang berusaha sangat keras setiap latihan, terlebih dia trainee baru jadi harus menyesuaikan kemampuan sahabat-sahabatnya yang jauh di atasnya. Terkadang dia merasa minder karena kemampuannya masih di bawah mereka. Tadi jiyong mengantarnya sampai ke tempat latihan baru kemudian jiyong pergi untuk menemui appa YG. Hari ini jiyong bertindak seolah-olah dara adalah yeojanya. Tapi dara sama sekali tak mengambil pusing hal itu, namun dia juga tak bisa membantah apa yang di katakan jiyong, sudahlah yang penting pengakuan itu hanya sepihak dan tak ada orang yang tau. Dara tak bisa membayangkan kalau orang lain tau mengenai hal ini, apalagi appa YG, dia mengingat perjanjian yang dia buat dengan appa YG secara lisan. Dara memejamkan matanya lelah. Tapi tiba-tiba dara merasakan sesuatu mengelap dahinya. Dia membuka matanya dan melihat jiyong mengelap keringatnya dengan handuk.

“jiyong??” gumamnya tersentak. Dara dengan cepat melihat sekeliling ruangan,takut sahabat-sahabatnya yang masih ada disana melihat apa yang jiyong lakukan. ternyata anak big bang juga ada disana, sekarang tengah berkumpul bersama sahabat-sahabatnya dan membuka minuman yang dibawakan oleh anak-anak big bang. Pandangan mereka tertuju kepada jiyong yang tadi mengelap keringat dara. Mereka semua tau kalau dara dan jiyong tidak begitu dekat sejak insiden pizza itu, lebih tepatnya dara menghindari jiyong. Tapi kenapa tiba-tiba jiyong sangat perhatian kepada dara.

“ya! Noona??bukankah kau menghindari jiyong oppa??” pekik seungri tiba-tiba. Jiyong langsung memelototkan matanya untuk membuat seungri diam dan itu berhasil.

“ne unni ah??apa kau sudah berdamai??” minzy balik bertanya. Dara menggeleng pelan.

“aku…”

“ne, kami sudah berdamai” jawab jiyong santai. Jiyong malah merangkulkan tangannya di bahu dara. Membuat dara memelototkan mata karenanya. Tapi jiyong sama sekali tak menggubrisnya, dia malah mengeratkan rangkulannya.

“dia yeoja chinguku sekarang” jelas jiyong. Selama sepersekian detik ruangan itu hening karena mencerna apa yang di katakan jiyong. Dara membelalakan matanya seperti akan membantah, dia melihat ke arah jiyong tapi jiyong tak menoleh ke arah dara. Bibir dara terasa kelu tak bisa bersuara, dia seperti tak bisa membantah apa yang jiyong katakan.

“hyungggg ah?!?!” suara seungri yang pertama kali melengking keluar menyadarkan semua orang yang ada disana.

“ya ya! Apa maksudmu?apa kau dan dara sudah jadian huh??” top bertanya dengan tegas. Jiyong melancarkan senyum kemenangannya lalu mengangguk mantap. Dara hanya terdiam shock mendengar pernyataan dari jiyong tadi, begitupun para yeoja. Bukan menjadi rahasia lagi kalau para yeoja mengetahui perjanjian lisan yang mereka setujui kepada appa YG untuk tidak berpacaran selama mereka berada di YG. Mereka dilarang berpacaran selama 5 tahun sejak menjalani trainee sampai nanti mereka debut nantinya. Tapi bagaimana bisa dara melanggar perjanjian itu?

“kau tidak berbohong hyung??”tanya seungri serius, wajahnya terlihat shock mendengar itu semua.

“dara noona??apa kau dipaksa oleh hyung??noona, aku akan melindungimu darinya!” seungri menatap dara, dia memegang tangan dara erat. Jiyong yang melihatnya sontak menghempaskan tangan seungri dari dara seraya memelototkan matanya.

“ya! hyung ah kau licik!” pekik seungri kemudian segera berlari ke belakang top agar tak terkena amukan jiyong. Pandangan jiyong teralihkan dia bertatapan cukup lama dengan top, kemudian pandangannya beralih ke taeyang yg sedari tadi hanya terdiam. Taeyang memang namja yang tak terlalu banyak omong.

“aku dengar kalian memiliki perjanjian lisan dengan hyun suk hyung” top bersuara. Para yeoja termasuk dara mengangguk mendengarnya.

“ku rasa kita harus merahasiakan hubungan kalian berdua, jiyong ah hati-hatilah kau jangan sampai ada gosip yang menyebar” suara top terdengar berwibawa, namja itu memang kadang bersikap sangat dewasa sesuai dengan umurnya. Meskipun lebih sering melakukan hal konyol yang tidak masuk di akal.

“ne hyung, thanks. Tapi aku benar-benar tak peduli bila hyun suk hyung tau.”gumam jiyong. Dara mengerutkan dahinya kesal karena perkataan jiyong. Bukan jiyong yang akan mendapatkan masalah kalau appa YG tau. Tapi dia yang mendapatkannya, apa jiyong benar-benar tak mempedulikannya??

tanpa mereka sadari seorang namja sedari tadi hanya terdiam, menatap dara dengan pandangan lesu.

***

Dara POV

Apa jiyong gila??mengatakan kalau aku adalah yeojanya di depan semua orang??dan ppabonya aku tak bisa membantahnya! Apa aku sebegitu takutnya pada jiyong?? Entahlah kadang kalau jiyong menatapku, tatapannya menyeramkan membuatku takut. Aku tak mengerti sifat jiyong sama sekali, namja itu bisa berubah menjadi sangat lembut dan penuh perhatian terhadapku. Tapi saat melihat wajahnya saat memukuli namja yang menggangguku, aku sangat tak menyukainya.

***

TOP POV

Aku melihat namja yang tengah bermain dengan gaho, anjing kesayangannya itu. kalau sudah bersama gaho, jiyong seperti melupakan sekelilingnya. Membuatku kadang kesal. Seharusnya dia menikah saja dengan gaho.

Tapi sudah lama aku tak pernah melihat jiyong begitu memperhatikan yeoja. Biasanya namja itu hanya dekat dengan yeoja tapi hanya bertahan selama dua minggu. Jiyong memang tak pernah serius menanggapi yeoja yang dekat dengannya. Satu-satunya yeoja yang dekat dengan jiyong adalah teman masa kecil jiyong, tapi yeoja itu kini tengah pergi ke amerika hanya sesekali bila liburan yeoja itu mengunjungi jiyong.

“ya jiyong ah! Apa kau benar-benar menyukai dara??” tanyaku pada jiyong. aku memang menyukai keramahan dan sifat pendiam yeoja itu tapi aku tak mempunyai perasaan apa-apa padanya.

“ne” jawabnya santai tanpa mengalihkan pandangannya dari gaho. Aku menyipitkan mataku karenanya. Aku memang tau jiyong seperti tertarik pada dara sejak hyun suk hyung menunjukan rekaman audisi yeoja itu. terlebih ku dengar dia bertemu dara lebih dulu saat di bandara. Dan dia bahkan mencium dara lebih dulu, aku masih kesal bila mengingat kejadian itu. entah apa yang ada di otak jiyong sampai melakukan hal ke kanak-kanakan seperti itu. apa mungkin jiyong cemburu karena mendengar kami semua membicarakan yeoja itu?atau jiyong kesal dengan perkataanku yang asal berbicara saat ingin menjadikan dara yeoja ku?? Atau karena seungri? magnae kami itu yang paling semangat membicarakan noona trainee baru yang sangat manis itu. bahkan seungri dengan berani berkata pada kami semua kalau dara itu tipe idealnya. Ya, meski kami semua tau kalau semua yeoja manis dibilang tipe idealnya. Chaerin, minzy dan bom juga pernah mendapatkan predikat tipe ideal seungri.

“ya! aku tau kau tak benar-benar menyukainya jiyong ah!” ucapku tajam. Aku hanya tak ingin dara tersakiti. Aku sangat mengenal sifat jiyong. dia sangat posesif. Orang-orang yang dekat dengannya selalu harus dibawah pengawasan dan kekuasaannya. Termasuk sahabat-sahabatnya sendiri, meski begitu aku tau jiyong sangat melindungi orang-orang yang dekat dengannya.

“entahlah hyung, aku hanya ingin dara di sisiku” ucapnya tegas. Saat mengucapkan itu jiyong melepas pegangannya pada gaho, aku tau pasti ucapannya serius karena tak biasanya dia melepaskan gaho seperti itu bila tak serius. Aku memalingkan wajahku karena itu. entah kenapa bayangan cerita jiyong dan mantan pacarnya J terngiang di kepalaku.

***

Author POV

Calling…

Yong-yongie . .

Dara melirik ke arah layar ponselnya. Sedikit memanyunkan wajahnya saat melihat nama panggilan yang muncul, jiyong. jiyong sendiri yang menyimpan nomornya dan menamakannya di handphone dara, nama yang sedikit aneh. Memang banyak kelakuan aneh jiyong selama mereka berpacaran beberapa bulan terakhir ini.

“waeyo??” tanya dara pelan. Hari ini memang tumben sekali jiyong tak menelponnya sejak pagi. Biasanya namja itu selalu menyempatkan diri menghubunginya setiap pagi meskipun dia sesibuk apapaun.

“dara ah” ucap suara di seberang pelan.

“ne??kau kenapa??apa kau…”

“dara ah dengarkan aku” potong jiyong cepat. Dara menunggu jiyong berbicara, sepertinya jiyong ingin membicarakan sesuatu yang penting.

“apa kau akan menurutiku untuk tidak mengikuti apa yang yang hyun suk perintahkan??” tanya jiyong cepat. Bagaimana mungkin aku membantah sajangnim??” dara balik bertanya. Jiyong mendesah di ujung telepon.

“arraseo..” ujar jiyong lalu memutuskan sambungan telepon. Dara melirik layar ponselnya, memandang kosong tak mengerti maksud perkataan jiyong. memang apa yang akan appa YG perintahkan untuknya.

“dara ah! dara!” pekik suara seorang yeoja keras. Dara menoleh ke arah sumber suara. Bom.

“unni ah??wae??kenapa kau sesemangat itu?apa ada hal yang membuatmu senang??” tanya dara pelan.

“chukkae” bom memeluk dara erat, dara membelalakan matanya. Memangnya ada hal apa sampai bom mengucapkan selamat kepadanya.

“kau akan memulai debut kecilmu di MV gummy!” pekik bom senang, wajah yeoja itu tersenyum tulus, sangat cantik.

“mwo??” dara terlihat bingung tak mengerti, dara memang mengetahui akan ada traine yang terpilih untuk MV itu, tapi apa mungkin dia?bukankah kemampuannya masih belum apa-apa dibanding trainee lain. Ya meskipun memang di filipina dulu dia seorang aktris yang terbiasa berakting.

“kau akan membintangi MV itu dengan top! Sajangnim sudah memutuskannya” pekik bom lagi. Dara tersentak kaget seperti menyadari sesuatu, bukan karena mendengar nama top. Tapi karena tiba-tiba teringat pembicaraannya dengan jiyong tadi. Apa maksud jiyong tadi ini? jiyong tak ingin dara menuruti perintah appa YG untuk menjadi model MV ini, tapi kenapa??

Entahlah, sekali lagi dara tak mngerti sifat namja itu.

***

TBC .

Credit : http://www.facebook.com/mhelyndz

Advertisements

15 thoughts on “Daragon In Love Part 3 ^Big Bang And 2Ne1^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s