BE MINE [ Chap. 1 ]

25335697-176-k89752

Story by : mbie07

Link : Meet her on Wattpat & Aff

Indo Trans : DANG

Karakter:

Kwon Jiyong, Sandara Park, Lee Chaerin, Lee Sung Ri, Choi Seung Hyun, Park Bom

—ooo—

Dia tidak bisa menahan senyumannya. Dia sedang memegang secarik kertas di tangannya.  Dia menghela napas dan menatap bangunan besar di depannya, di mana banyak siswa yang datang dan keluar sambil tertawa dengan teman-teman mereka atau menggaruk kepala mereka, bingung tentang jadwal baru mereka. Dia tertawa kecil  sambil menggigit bibirnya, menghela napas  dan akhirnya beranjak untuk mendekati papan pengumuman sekolah itu.

Dia bisa merasakan ‘kupu-kupu di perutnya’ sebagai bentuk gugup dan kegembiraannya yang bercampur menjadi satu. Dia tersenyum kecil, ini pertama kalinya dia melihat banyak orang, orang yang sehat. Dia ingat dia menghabiskan hidupnya selama ini di rumah sakit.

Lahir dengan lubang di hati itu bukanlah hal mudah untuknya. Selama ini dia bahkan menjalani hidupnya di ruangan yang besar, dingin dan hidup dengan sedikit harapan di rumah sakit. Dia selalu melihat orang yang sakit bukan prang yang bahagia, dia melihat  banyak orang menangis dan bukannya  orang yang tertawa riang. Dia selalu melihat cahaya terang dari lampu rumah sakit bukan matahari terbenam atau matahari terbit. Dia menghela napas dan tersenyum. Dia meletakkan tangannya di dadanya diam-diam berterima kasih kepada pendonor hatinya karena sudah memberinya kesempatan untuk hidup, kesempatan untuk melihat dan mengalami semua ini.

Dia mencoba membelah kerumunan mahasiswa dan senang dia mampu untuk mencapai papan pengumuman. Menatap setiap kertas yang dipasang di atasnya, mencari namanya.

 “Oh ada itu,” katanya sambil melihat namanya.

Kelas 3-4,” sambil menyentuk kertas itu menunjuk namanya.

Dia hendak keluar dari kerumunan siswa saat tiba-tiba angin kencang datang dan membuat kertas yang dipegangnya terbang.  Dia membelalakan matanya dan berlari mencoba mencapai kertas itu saat ada tangan yang menangkapnya, menatapnya dari atas ke bawah. Si penangkap lalu  menatap kertas itu. Pasti dia lebih tinggi darinya, dengan jaket bertudung yang di pakai di bawah seragam blazernya, dengan plester di pipi kanannya dan dengan sarung tangan merah yang hanya menutupi setengah jari-jarinya.

 Dia menggantung malas tasnya di bahu dan mengisap permen lolipop. Rambutnya panjang dan di ikat ‘bun’ berantakan dengan helaian yang sedikit turun di wajahnya. Dia tidak bisa tidak memperhatikan bagaimana
dia sangat mempesona, orang yang paling indah yang pernah dilihat dalam hidupnya. Matanya yang menarik, hidungnya, pipinya, dan bibir melengkungnya mereka semua indah di mata Dara. Saat mata mereka bertemu, jantungnya berdebar dengan cepat. Dia menatapnya seolah dia bisa melihat jiwanya, seolah tahu bahwa jantungnya berdebar tak menentu di dadanya. Lalu dia berjalan ke arahnya dan menyerahkan kertas tanpa
mengatakan apa-apa. Dara hanya berdiri di sana, tertegun. Jiyong memutar matanya malas, lalu dibuatnya Dara memegang kertas itu. Dara menggelengkan kepalanya, lalu sadar dan menunduk.

Terima ka dia tidak bisa menyelesaikan kalimatnya karena tiba-tiba Jiyong berjalan pergi melewatinya begitu saja. Dan saat Jiyong sudah menghilang, tiba-tiba seorang gadis mendekatinya. “Apakah kau baik-baik saja?,” tanyanya cemas sambil memegang kedua tangan Dara yang sama-sama bingung dan mengejutkannya. “Tentu saja, kenapa tidak?,” tanyanya bingung, gadis itu menggigit bibirnya. “Kau di kelas berapa?,” tanya  gadis itu secara acak untuk mengubah topik. “3 – 4,” jawab Dara jelas. Senyum melengkung di bibir gadis itu.Wow, aku Gong Minzy, kau bisa memanggilku Minzy,” kata gadis itu gembira. Lalu Dara tersenyum hangat.  “Aku Sandara Park, kau bisa memanggilku Dara,” jawabnya kembali pada gadis itu. Dia merasa begitu gembira sekarang. Dia baru saja mendapatkan teman, hal  yang sangat diinginkannya akhirnya dia bisa mendapatkannya.

“Orang yang membantumu tadi adalah Kwon Jiyong,” Minzy mengatakannya sambil berjalan bersama-sama ke kelas mereka. “Dia populer di sekolah ini, tapi dengan cara yang negatif. Dia benar-benar orang yang tidak banyak bicara dan akan lebih suka tidur daripada bicara. Dia tidak ingin menarik perhatian atau memiliki niat untuk mengumpulkan popularitas tapi aku pikir dia terlalu diam dan malah membuatnya begitu misterius dan menjadi pusat perhatian,” Kata Minzy dan dengan serius Dara mendengarkannya.

Karena penampilannya yang bad boy itu dia dirumorkan  terlibat dengan obat-obat terlarang, terlibat dengan pertandingan bawah tanah yang illegal, dan semua jenis hal-hal yang illegal,” kata Minzy seolah-olah itu adalah beberapa naskah yang sudah dihafalnya lama. Dara hanya menggigit bibirnya. Jiyong tidak terlihat buruk baginya, bahkan ia melihatnya tampak kosong dan sedih, seseorang yang tampaknya menyembunyikan luka di dadanya tapi masih bisa berdiri, berjuang dan mungkin itu yang membuatnya menarik. Dia menghela napas yang membuat Minzy bertanya.

“Kenapa kau menghela napas?,”  Minzy tertawa. “Iya, itu menurut mereka, tapi menurutku Dia tidak begitu buruk… Dia lebih terlihat sedih bagiku,” Dara menghela napas dengan kejujurannya. “Dia tidak buruk, Dara. Benar itu hanya rumor, Minzy tersenyum padanya membuat senyumnya kembali.  Ayo cepat kita mungkin akan terlambat,  Dengan cepat mereka berjalan memasuki kelas dan di sambut dengan perbincangan dengan topic, Kwon Jiyong.

Ketika mereka sampai di kelas mereka disambut oleh teman-temannya. Dara gelisah dengan jari-jarinya dengan kepala tertunduk, gugup.  “Siapa dia?” Tanya seorang pria dengan mata sipit yang lucu dan gaya rambut Mohawk bertanyakepada  Minzy sambil menunjuk Dara. Dia adalah ace pemain basket di sekolah ini, Youngbae. “Oh yeah!” Minzy merangkul bahu Dara dan menariknya lebih dekat dengannya. “Teman-teman, ini adalah teman baru kita, Dara.”  Kata Minzy dengan gembira memperkenalkan kepada teman-temannya lalu mereka menyalaminya satu-persatu.

Jadi kau dari sekolah mana, Dara?” Seung Ri, salah satu teman baru Dara, bertanya sambil mengantarnya ke tempat duduk barunya. Sebenarnya, ini adalah pertama kalinya aku belajar di sekolah. Aku dulu homeschooling.”  Kata Dara jujur. Oh, homeschooling … itu agak … Seung Ri terhenti saat ia menggigit bibir berusaha untuk menemukan kata yang tepat untuk berusaha tidak menyinggungnya. “Boring” gadis yang duduk
di samping Dara yang cantik dengan eyeliner dan smoky eyes nya berkata mengalihkan pembicaraan Seung Ri. “Aku Lee Chaerin hanya panggil aku CL, dan selamat datang di sekolah dan selamat datang dunia nyata, angel. katanya membuat Dara sedikit merona.

“Yak! lihat lah kau merayu seorang gadis. Bukankah aku sudah bilang bahwa gadis itu diciptakan untuk para lelaki, dan begitu  juga sebaliknya.” kata Seung Ri, marah. Chaerin memberi senyum sinis. “Aku tidak merayunya, bodoh dan apa kau mengatakan bahwa aku lesbian? silahkan. For your information, aku masih menyukai laki-laki,” dia mendengus dan menjulurkan lidahnya kepada CL. “Yak!” Chaerin berseru saat ia berdiri. “Menyukai laki-laki… psssh siapa yang akan percaya?” Seung Ri mendesis dan menjulurkan lidah  padanya sekali lagi. “Aku tidak mebutuhkan rasa percayamu, Seung Rat!” Chaerin berkata dingin sambil duduk di tempat duduknya. Seung Ri hanya menanggapinya malas lalu berbalik  kembali kepada Dara, yang cekikikan saat dia melihat dua orang yan gsedang bercek cok. “Kelas akan segera dimulai, aku akan kembali ke kursiku. jika ada apa-apa kau bisa menghubungi aku, Minzy atau Yongbae. katanya sambil mengedipkan matanya membuat Dara sedikit aneh dan memaksakkan kepalanya untuk mengangguk.Menjijikkan,”  Chaerin mendesis, lalu Seung Ri melemparkan tatapan mautnya membuat gadis itu membalasnya menjulurkan lidah padanya. Dara hanya tertawa pada tangkah kekanak-kanakan mereka. Dara kemudian mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan saat tiba-tiba dia melihat dia. Yang membantunya beberapa waktu lalu.

Dia, dia duduk di belakangnya. Dia menatap pria tidur itu dengan kepala dan lengannya di atas meja dengan mata tertutup yang membuktikan bahwa dia sudah tidur . Senyum terukir di bibirnya saat ia ingat namanya. Jiyong, Kwon Jiyong.  Entah kenapa dia tidak bisa mengatakan alasannya tapi dia sangat senang melihat dia berada di kelas yang sama, dan duduk di belakangnya.

“Karena ini hari pertama mu masuk, kau bisa memperkenalkan dirimu nona Park.” Guru Yang tersenyum sambil menatap Dara yang terlihat gugup dengan menggigiti bibirnya. Dia berdiri, semua mata tertuju padanya dan tiba-tiba di tersenyum senang, dan aura kemalaikatannya entah mengapa sangat kuat keluar dari dirinya. dia membungkuk dan memberi mereka senyum manis. “Yeourubun Annyeong, namaku Sandara Park, hanya panggil dengan Dara saja. Aku berharap tahun yang menyenangkan dan senang bertemu kalian.” katanya sambil duduk dan sedikit merona merah Karena malu, membuat semua orang sedikit tertawa . “Kau melakukannya dengan baik.” Chaerin tersenyum padanya.

Kemudian perhatian mereka melayang kepada orang yang sedang tidur di belakangnya, tidak menyadari apa yang sedang terjadi.  “Hei, Kwon!” Guru Yang memanggilnya dengan lumayan keras, tapi Jiyong bahkan tidak bergerak dalam tidurnya. “HEI KWON!” Guru Yang akhirnya berteriak marah, membuat seisi kelas dalam suasana yang tegang. Akhirnya Jiyong bangun dan menggaruk kepalanya malas bersandar di kursinya. “Apa?”  Jiyong mendesis kesal. “Perkenalkan dirimu.” kata Guru Yang dengan nada berwibawa. Jiyong memutar matanya malas. Persetan! Dia mengutuk membuat semua orang gentar.

“Kau membangunkanku hanya karena omong kosong itu?” Katanya sambil menggertakan giginya lalu Guru Yang menatapnya tajam. Jiyong menggebrak  meja sambil berdiri. “Halo motherf*cker, namaku Kwon Jiyong, jangan pernah macam-macam denganku atau aku akan mengakhiri hidup kalian secepatnya, bahkan sangat cepat hingga kalian tidak sadar jika sudah mati.” katanya malas namun dengan nada bahaya. Dia kemudian duduk kembali ke kursinya sambil membenamkan kepalanya di meja untuk kembali tidur. Ada keheningan yang aneh
tergantung di udara. Semua orang takut bahkan untuk bergerak karena mungkin akan membahayakan nyawanya. Guru Yang hanya pura-pura batuk membuat semua orang menatapnya sambil menggaruk tengkuknya. Ahm … Sepertinya perkenalan sudah selesai, saatnya untuk memillih Ketua Kelas.”  Katanya mencoba memecahkan suasana yang aneh di dalam kelas mereka.

Pemilihan Ketua Kelas pun berlangsung dan semua orang di kelas itu sangat antusias dalam pertempuran panas antara Seung Ri dan CL yang sudah memberikan pidato dan berton-ton janji untuk mendapatkan suara sebanyak mungkin.  Sangat mengejutkan bahwa hasil akhir yang mereka peroleh adalah seri. “Siapa yang belum memilih?”  tanya Guru Yang sambil menatap semua muridnya. Tapi tak seorangpun menjawab, mereka hanya melirik satu sama lain, lalu dengan malu-malu Dara mengangkat tangannya. “Mengapa kau tidak memilih sayang?” tanya Guru Yang, Dara menggeleng.  “Aku sudah memilih, Pak. Tapi Kwon yang belum memilih.” katanya sambil mengigit bibirnya, semua perhatian langsung tertuju kepada sang naga yang sedang tertidur.

“Kwon, Kwon Jiyong.” Panggil  Guru Yang. Hawa tegang pun menyeruak seketika, dan semua orang seakan bersiap-siap untuk semburaan api sang naga. “Kwon!”  Suara Guru Yang menggelegar di seluruh kelas dan cepat mencuri perhatian Jiyong yang sedang tidur. Dia menjambak rambutnya frustrasi dan bangun untuk duduk. “Sekarang apa lagi?!” tanyanya  marah. “Kau harus memilih Ketua Kelas.” Guru Yang menjelaskan. Jiyong mendesis kesal. Dia sangat marah karena dia harus terbangun untuk hal yang tidak masuk akal lainnya, dia serius ingin membenturkan kepalanya sekarang. Dia menghela napas.

 Semua orang menatap tak percaya saat dia dengan malasnya menunjuk gadis di depannya. “Dia, dia harus menjadi Ketua Kelasnya dan jika dia tidak menang maka aku akan mengirim kalian semua ke neraka.”  Katanya dengan mengertakkan gigi sementara rahangnya terkatup. “Bisakah aku melanjutkan tidurku?” Bentaknya dan semua orang hanya mengangguk padanya takut mungkin neraka akan pecah saat dia marah lagi. Dara menunjuk dirinya tak percaya saat ia menoleh ke Guru Yang, dan dibalas dengan mengangkat bahunya.

“Jadi kita sudah memilih Ketua Kelasnya sekarang, beri tepuk tangan untuk Ketua Kelas baru kita.”

 

—ooo—

-TBC-

 Next>>>

Please Don’t be a silent reader.

thanks,

 

DANG

Advertisements

61 thoughts on “BE MINE [ Chap. 1 ]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s