[Twoshoot] Our status is … -2 END

10705307_1546039712294711_640231077_n

Our status is…

Cast : Sandara Park, Kwon Jiyong, Choi Seunghyun, Park Bom.

Genre : School-life, friendship.

Disclaimer : story is mine, plot is mine and Tabi is mine!!hahahaha

.

.

Happy reading, yeorobun… hengsho~~^^

QueenNda © 2014

…………………………………..[2] Changed Status…………………………………..



 

“Dee,Kenapa kau terus menghindariku?”Jiyong menarik lenganku paksa saat kami bertemu di lorong kelas. Aku berbalik dan melepaskan tangannya. Ini sudah hari ketiga sejak insiden ciuman itu, ahh tapi jujur aku menghindarinya bukan karena aku marah, hmm oke aku marah tapi aku juga malu jika harus bertemu dengannya. Perasaanku sendiri sekarang benar-benar kacau sejak insiden itu. Ada yang berbeda…

“aku minta maaf”

Aku hanya mengerucutkan bibirku dan menyilangkan kedua tanganku didada. Dia minta maaf? Apa aku tidak salah dengar?

“buat apa?”

“karena aku menciummu dan___”

OMO!

“Ya!!!”aku membekap mulutnya dan membawanya ke sudut lorong, bodoh kenapa segampang itu dia mengatakannya. Apa dia tidak tahu ini yang pertama bagiku. Jiyong bodoh!

“masih marah?”tanyanya lagi, aku menggeleng.”bicaralah Dee”lanjutnya lagi, aku tidak terlalu memperhatikannya karena ada satu sosok yang menyita seluruh perhatianku. Seunghyun! Akhir-akhir ini kami jarang bertemu sejak …err insiden Jiyong menciumku secara sepihak, sudah kubilang sebelumnya kalau ada yang berbeda di hatiku bukan dan itu juga menyangkut perasaan sepihakku juga.

“Seunghyuuunn!!”aku memanggilnya dan tersenyum, kulihat dari jauh Seunghyun tersenyum dan menghampiri kami. Ah aku lupa kalau jiyong masih ada dihadapanku. Aku menatapnya sekilas, dia membuang muka. Entah ini hanya perasaanku saja atau memang benar kulihat raut mukanya menjadi kesal.

“Hi Dee..”Seunghyun mengacak rambutku. Seperti biasa, ini memang sudah menjadi kebiasaannya. Seunghyun menyenggol Jiyong dan Jiyong hanya tersenyum lalu kembali membuang mukanya. Ada apa sih dengan pria satu ini? Aku mengacuhkan sikap Jiyong dan mulai mengobrol dengan Seunghyun. Seunghyun sangat berbeda dengan Jiyong dilihat dari sisi manapun. Seunghyun yang atletis, pintar, tampan dan dia mampu membuatku selalu tertawa berbanding terbalik dengan Jiyong yang selalu menjahiliku dimanapun kami berada. Tapi kenapa tiba-tiba dia menjadi pendiam seperti ini? Jiyong…hatiku mulai memanggil namanya. Aku melirik Jiyong, dia hanya tersenyum lesu memandangku. Ji, kenapa?

.

.

.

.

Aku berjalan menuju gym, baru saja diumumkan kalau hari ini olahraga akan digabung dengan kelas 3. Sean Sosaengnim bilang kalau nanti sekalian ada seleksi untuk olimpiade atletik. Aku hendak memasuki barisan kelasku tapi tiba-tiba seseorang menarik rambutku kebelakang. Oke tidak usah ditebak ini pasti ulah si Kwon Jiyong.

“ada apa?”tanyaku tidak peduli saat menghadapnya.

“taruhan aku bisa mengalahkanmu di lari jarak 500M nanti”

Aku menaikkan sebelah alisku. Dia mengajakku taruhan lari?apa tidak salah dengar?

“kalau kau kalah?”

“aku tidak mungkin dikalahkan olehmu”sahutnya penuh percaya diri. Benar-benar jati dirinya yang asli. Dia tertawa lebar dan berbalik menuju barisan kelasnya. Cih, apa sih maunya dia!

Aku berbaris dan mendengarkan intruksi dari Sean Sosaengnim, yah walaupun tidak terlalu mendengarkan sih. Perasaanku sedang kacau…

“sstt,,apa kau sudah tahu gossip terbaru tentang Seunghyun?”

Seunghyun? Aku melirik kedua perempuan yang berbaris disampingku. Mereka teman sekelas Seunghyun tapi aku tidak mengenalnya. Aku mencoba memfokuskan pendengaranku tentang apa yang sedang mereka bicarakan.

“anio, memang kenapa dengannya?”

Ya, kenapa dengannya? Cepat beritahu aku juga!

“Seunghyun sedang mendekati seorang wanita”

Ya ya dan itu aku..kekekeke~~~

“OMO! Benarkah?siapa wanita itu?

Aku!aku!Park Sandara teman wanita satu-satunya Seunghyun..kekeke~~

“Park Bom, sunbae di kelas 3-1”

Senyumku pudar…

Park Bom? Sunbae? Ya Tuhan, ini tidak benar! Wanita itu harusnya aku bukan Park Sandara bukan Park Bom Sunbae! Dadaku tiba-tiba terasa sesak, lemas, tenagaku juga menghilang. Tidak, ini tidak benar. Ini hanya kabar angin saja. Oke aku harus tarik nafas sekarang. Ini tidak benar!

“benarkah?apa kau tahu yang mana?”

Aku melihat ke sekeliling mencari barisan anak-anak 3-1, aku melihat seorang wanita memakai pakaian olahraga dan tertulis di belakangnya Park Bom, yah baju olahraga sekolahku memang berbeda ditiap belakang kaos akan tertulis nama masing-masing siswa. Aku kembali fokus memandangnya, rambutnya hitam kecoklatan, berponi, pipinya sedikit chubby tapi dia…cantik. Sangat cantik… tidak sepertiku, kurus seperti wanita kekurangan gizi.

Aahh,,ottohke.. TT.TT

Aku menunduk lemah. Benarkah ini? Jadi bukan aku? Tapi kenapa aku tidak mengetahuinya? Bukankah aku sahabatnya?

.

Sean Sosaengnim mengakhiri instruksinya dan beberapa siswa didepanku sudah berlari untuk mencapai nilai tertinggi. Pikiranku masih kacau. Seunghyun menyukai Bom tapi aku juga menyukai Seunghyun tapi disisi lain hatiku juga mulai memanggil Jiyong. Cinta pertamaku yang sangat rumit, melebihi rumitnya rumus matematika yang tidak pernah kupahami darimana asalnya. Miris.

“Ya Kwon Jiyoong!!!kyaaahhh”

Lagi-lagi teriakan fansgirlnya Jiyong membuyarkan kegalauan-ku, aku menengok ke arah teriakan para perempuan penggila Jiyong, dia mulai mengambil ancang-ancang untuk berlari. Ini baru pertama kalinya aku melihat dia berlari, dia tidak pernah memperlihatkan sisi atletis dalam dirinya. Atau aku yang terlalu sibuk memperhatikan Seunghyun sampai mengabaikan Jiyong? Jiyong mulai berlari, dia terlihat tampan, hembusan angin dan terpaan cahaya matahari membuat dia semakin terlihat bersinar. Keringat yang menetes dari wajahnya menambah kesan sexy Jiyong.

Matanya…

Hidungnya…

Bibirnya…

Aigooooo,,apa yang kupikirkan!!aaiishh, kurasa otakku sudah benar-benar terkontaminasi oleh Jiyong..tapi memang dia terlihat berbeda dari biasanya saat berlari.

Jiyongie..dia masih Jiyongie-ku yang dulu bukan? Kedua sudut bibirku tertarik. Si bodoh itu benar-benar sudah berubah.. Jiyong mendapat nilai tertinggi. Aku tersenyum memandangnya, Jiyong menatapku dan mengacungkan kedua jempolnya. Lihat saja aku bisa mengalahkanmu, Kwon.

Aku mendengar namaku dipanggil dan mulai menyiapkan ancang-ancang untuk berlari. Aku siap mengalahkan Jiyong. Fighting!

Sean Sosaengnim mulai membunyikan pluit tanda dimulainya berlari. Aku mulai berlari tapi tiba-tiba dari kejauhan aku melihat Seunghyun tersenyum kepada seseorang dan berlari menghampirinya.

Dadaku sesak, lututku langsung terasa lemas, air mataku mulai mengambang di sudut kedua mataku saat aku melihat Seunghyun menghampiri……Park Bom-sunbae. Mereka terlihat akrab serta tertawa bersama. Aku baru kali ini melihat wajah ceria Seunghyun yang berbeda dari biasanya, terkadang ia terlihat malu seperti orang yang sedang………jatuh cinta. Apa benar? Apa ternyata semua gossip itu benar? Pandanganku mulai mengabur, kakiku mulai terasa berat. Seunghyun…ini tidak benar bukan…

‘BRUKK’

Tanpa kusadari, aku tersandung batu dan terjatuh. Sakit. Tapi lebih sakit lagi melihat orang yang kusukai ternyata menyukai orang lain. Aku meringis melihat goresan luka dilututku. Bodoh. Aku memang bodoh.

“Dara, apa kau baik-baik saja?”Tanya Sean Saem membungkuk didepanku. Aku hanya mengangguk. “pergilah ke uks, obati lukamu dulu”lanjutnya, aku masih membungkuk dan mulai berdiri.

Aku kembali meringis saat merasakan pedihnya luka dilututku. Jiyong menghampiriku. Oke, aku kalah dan aku yakin dia pasti datang hanya untuk menertawakanku.

“naiklah”

Aku memandangnya bingung, perkiraanku meleset. Jiyong malah membungkuk di depanku memintaku naik ke punggungnya. Piggyback?

“cepatlah Dee, aku tahu kau tidak bisa menahan sakitmu bukan?”

Aku terdiam, ya aku tidak dapat menahan sakitnya Ji. Terlalu sakit malah. Perlahan aku naik ke punggungnya. Dan Jiyong mulai berdiri dan berjalan, banyak yang melihat kami. Tentu saja para fansgirl Jiyong banyak yang patah hati. Aku merangkul leher Jiyong dan membenamkan wajahku di lehernya. Aku mencium aroma tubuhnya yang sangat lembut dan maskulin, dia wangi dan kurasa aku suka aromanya.

“Ji..”

“hmm..”

“ini sakit”aku mulai meneteskan airmata. Oke, ini mungkin berlebihan tapi benar-benar sakit. Hatiku sakit dan aku tidak mungkin memendam rasa sakit ini terus, aku butuh sandaran dan aku ingin Jiyong. Entahlah..hanya saja aku membutuhkan Jiyong.

“tenanglah aku akan mengobatinya Dee”

“maaf…”

Aku mengangguk dan menangis dalam diamku, menumpahkan semuanya di bahu Jiyong. Kenapa aku baru menyadari banyak perubahan yang terjadi pada diri Jiyong. Maafkan aku Jiyong, aku tidak memperhatikanmu.

.

.

.

.

Aku sedikit meringis saat Jiyong mengobati luka di lututku, aku memandang wajahnya menelusuri setiap incinya. Hidungnya yang mancung, matanya yang indah, kulitnya yang putih, dan rambut coklatnya yang berkilau. Jiyong, kau sudah banyak berubah atau aku yang tidak memperhatikan perubahanmu?

“dan selesai”Jiyong tersenyum setelah memakaikan handsaplast pada lukaku, ia berdiri dan menaruh kotak P3K lalu kembali duduk didepanku.

“gomawo”

“jadi kau sudah tidak marah padaku bukan?”

Marah untuk apa?bodoh, kau selalu ada disampingku untuk apa aku marah padamu? Ya, aku baru menyadarinya Ji, kau selalu berada dalam radarku. Selalu menggangguku, tapi kau tidak pernah membuatku menangis. Harusnya kau yang marah, karena aku selalu mengacuhkanmu. Harusnya kau yang marah saat aku lebih melihat Seunghyun dari kejauhan daripada melihatmu yang berada tepat didepan mataku. Tapi, kau lagi-lagi hanya bertindak bodoh, memamerkan senyum lebarmu padahal aku tahu kau merasa sakit. Maafkan aku, Ji…

“aku tidak marah padamu Ji”aku mengacak rambutnya lembut.

“benarkah? Bahkan saat aku menciummu kemarin juga kau tidak marah?”

Aku mendengus kesal. Ahhh baru juga beberapa jam tidak berselisih dengannya, kenapa sih dia selalu membahas masalah ‘ciuman’ kemarin.

No”tidak marah bahkan aku mulai merindukan ciumanmu lagi setiap melihat bibirmu yang basah. Aahh, otakku benar-benar kacau sekarang!!!! Sepertinya otakku ikut terjatuh tadi.

“Ji..”

Aku harus menanyakan sesuatu tentang Seunghyun padanya. Mungkin saja gossip itu tidak benar. Entahlah, kenapa aku merasa menjadi kasihan pada diriku sendiri. Harusnya aku bahagia bukan kalau Seunghyun bahagia. Aku hanya merasa dikhianati. Aku ini sahabatnya bukan!

“apa?”

“apa benar Seunghyun…”

“jadi kau sudah dengar?”ayolah Jiyong jangan buat aku kesal dengan memotong perkataanku! “Park Bom noona, hmm setidaknya selera Seunghyun lumayan juga bukan?”tambahnya lagi dan malah membuatku semakin kesal. Jiyong bodoh, apa menurutmu aku ini jelek!!

Aku hanya mempoutkan bibirku. Dia menyebalkan!! Iya, aku tahu Bom-sunbae memang sangat cantik, dia terlihat dewasa berbeda denganku yang selalu bertingkah seperti anak kecil! Aku sudah tidak peduli jika Seunghyun menyukainya, aku hanya tidak suka jika Jiyong juga ikut memujinya!!

“bodoh”Jiyong berdiri dan memelukku dengan tiba-tiba. Aku hanya terpaku, Jiyong mengelus punggungku seperti menenangkan seorang bocah. Perasaan nyaman menyelimutiku karena pelukan Jiyong. “bukankah sudah kubilang sebelumnya jangan menyukai Seunghyun, lagipula bagiku kau lebih cantik dari wanita manapun, bahkan kau lebih cantik dari omma dan nenekku”lanjutnya dan aku hanya tertawa.

“Jadi menurutmu, aku lebih cantik bahkan melebihi ommonim dan nenek?”

Dia tidak menjawab tapi bisa kurasakan anggukan kepalanya. Entah, harusnya aku marah tapi kali ini aku hanya merasa bahagia. Bisakah aku seperti ini terus? Memeluk Jiyong membuat perasaanku nyaman.

Uhh, ada apa dengan diriku?! Jantungku berdebar kencang, sepertinya bermilyar kupu-kupu yang bersarang diperutku akan meledak. Perasaan ini jauh lebih kuat dari sebelumnya. Aku menutup mataku, menikmati saat-saat Jiyong membelai rambutku. Well, ada kalanya peperangan itu harus berhenti bukan tanpa mengibarkan bendera putih?

“ehm, apa aku menganggu kalian berdua?”

OMO!!apa itu sosaengnim?!!

Aku membuka mataku dan melihat…

Seunghyun!!

Aku melepaskan pelukan Jiyong, Jiyong hanya tersenyum dan menggaruk kepalanya.

“a-anio”jawabku gugup.

“uhm, baiklah aku rasa aku akan mengambilkan air dulu untuk Dara, bisa kau jaga Dara buatku?”Jiyong menatapku lalu mengedipkan sebelah matanya padaku. Aigoo, bahkan aku tersipu saat ini!!Kyaahhh >,<

“tenang saja Ji, aku akan menjaganya”Seunghyun mengacak rambutku.

“baiklah babe, aku akan mengambil minuman dulu untukmu oke”Jiyong mencubit hidungku lalu berjalan keluar. Tunggu! Tadi dia memanggilku babe?babe? astaga Jiyong, apa yang ada di otakmu!

Seunghyun duduk didepanku dan melihat lututku.

“apa sakit?”

“tidak, jiyong sudah mengobatinya. Jadi jangan khawatir” aku tersenyum, entah apa yang kurasakan sekarang. Tapi perasaanku sudah kembali seperti biasa, tidak lagi berdebar karena tatapan Seunghyun.

Seunghyun duduk disampingku.

“Dee, aku menyukai seseorang”

“umh, aku sudah mendengarnya”

“jinjja??ahh maaf karena aku tidak menceritakannya padamu”

“aigoo, aku tidak pernah marah Seunghyun, yaah walaupun aku sedikit marah karena kupikir kita bersahabat”

Sahabat? Yeah, kau adalah sahabatku, ksatria berkuda putih ku dan status itu tidak akan pernah berubah untukmu.

“tentu saja kita bersahabat”Seunghyun mencubit hidungku, dia berdiri dan duduk disampingku. Tapi anehnya, perasaanku hanya biasa saja terlalu datar dan sekarang aku malah mulai merindukan si bodoh Kwon Jiyong.

“kenapa kau masih disini? Cepat pergi kekelasnya dan katakan kau menyukai dia”aku sedikit mendorongnya.

“apa kau tidak mau kutemani sekarang?” Seunghyun mulai bangkit dari duduknya dan mengerucutkan bibirnya.

“hey, jangan menunjukkan aegyomu Seunghyun, tidak cocok”aku tertawa, sumpah aegyo Seunghyun lebih buruk dari Jiyong.

“baiklah, aku akan keluar sekarang. Dee,..”

“hhmm?”

“aku menyayangimu”Seunghyun membentuk kata love dengan kedua tangannya.

Aku tertawa. Yah, aku juga menyayangimu sebagai…sahabat. Kita memang lebih cocok sebagai sahabat tidak lebih, dan bodohnya aku baru menyadari itu. Seunghyun mengacak rambutku dan berbalik menuju pintu.

“oh ya, satu hal lagi”Seunghyun tiba-tiba berhenti dan berbalik menatapku. Aku memandangnya bingung. “Kurasa tidak ada salahnya untuk mengubah status, bukan?” Seunghyun tersenyum dan berlalu pergi.

Status? Status apa? Apa maksud omongan Seunghyun barusan?

.

.

.

.

“Apa Seunghyun sudah kembali ke kelas?”Aku mendongak dan melihat Jiyong baru saja datang membawa 2 botol air mineral. Dia memberikan satunya untukku.

“hmm, dia sudah pergi”aku membuka botol dan meminumnya, kurasa aku butuh banyak air lagi sekarang. Kenapa tiba-tiba terasa panas?

“Dee, kurasa aku menyukai seseorang sekarang”aku menatap Jiyong yang duduk disampingku, wajahnya berseri. Ya Tuhan, jangan bilang dia sedang jatuh cinta sekarang!

“kau—kau menyukai seseorang?apakah dia itu wanita?”aigoo,,apa yang kutanyakan? bukankah sudah pasti seorang wanita!

“Ya~~tentu saja dia wanita dan sangat cantik!”wajah Jiyong masih bersemu merah. Aku menunduk lemas. Bukankah tadi dia bilang aku yang paling cantik? Jiyong bodoh atau aku yang terlambat menyadari perasaanku untuk dia?

Jiyong yang selalu menghiburku saat aku menangis, mengobati semua lukaku, bertengkar dengan senior hanya karna membelaku, Jiyong yang selalu menjahiliku, mengganggu hari-hariku dan selalu ada buatku…tapi sekarang, nyatanya ada seseorang yang dia sukai…dan itu bukan aku…lalu apa arti ciuman waktu lalu? Dan pelukan tadi!! Jiyong bodoh!!

“umh, pasti dia tidak lebih cantik dariku bukan?”aku berkata lemah, sebenarnya mencoba menghibur diri sendiri tapi hatiku sulit untuk kubohongi.

“yeah, sepertinya begitu. Kau tahu, setiap hari dia selalu meneriakiku bodoh padahal dia yang bodoh, hanya dia yang bersikap acuh disaat semua wanita tergila-gila denganku, dia bahkan membuang majalah yang memuat fotoku, selalu meremas ujung kaosnya saat ia gelisah,…”Jiyong tersenyum malu, bodoh. Aku tidak mau lagi mendengar kelanjutannya, kumohon jangan lanjutkan..

“aku bahkan tidak sanggup sekolah saat dia mendiamkanku karena hal yang menurutku sepele…”

Aku menatap Jiyong, tahan Dara. Aku sanggup bersikap biasa saja ketika mengetahui Seunghyun menyukai Park Bom unnie tapi kenapa hatiku lebih terasa sesak saat mengetahui Jiyong juga menyukai orang lain!

“ka-karena apa?umh, kalau aku boleh tahu”tentu saja aku ingin tahu!benar-benar ingin tahu!

“karena aku menciumnya”Jiyong mengedipkan matanya padaku yang menatapnya kosong. Dia bilang cium? CIUM? Berarti dia telah mencium wanita lain selain aku! Akan kubunuh kau Jiyong!! Akan kucincang-cincang bibirmu!!

“Dan kau tahu, Dee. Sebenarnya dia juga sangat bodoh…”

“Bodoh?”

“Yaah, dia bodoh karena dia tidak melihatku,,”

“Apa dia benar-benar tidak bisa melihat?”OMO,,apa wanita yang disukai Jiyong itu buta?

“Bukan itu,,dia menyukai orang lain tapi aku juga merasa bodoh..”

“Kau memang bodoh.”

“Iya aku bodoh karena sampai saat ini aku tetap bertahan”Jiyong menatapku, tatapannya terasa berbeda. Tidak ada lagi seringai jahatnya atau tatapan setannya. Dan sebenarnya apa yang dia bicarakan?

“si-siapa wanita itu Ji?apa aku mengenalnya?”

“yeah, kau sangat mengenalnya…”

Aku mengenalnya? Siapa wanita yang kukenal? Aku sedikit berpikir…tapi otakku benar-benar sedang tidak mau berpikir sekarang ini!

“siapa?”aku menggaruk kepalaku walaupun tidak terasa gatal sama sekali. Jiyong menatapku lagi, ia tersenyum simpul lalu mendekatkan wajahnya kepadaku.

“Bodoh, wanita itu adalah kau!”Jiyong menyentil dahiku. Aigoo, si bodoh ini benar-benar ingin kubunuh! Tapi tunggu! Tadi dia bilang itu aku? AKU? Berarti wanita yang dia sukai adalah aku? Ya Tuhan, apa aku sedang bermimpi? Jiyong bilang itu aku!!! AKU!AKU!AKU!

“hey, kenapa kau melamun?”

“aniyo”aku tersenyum dan mengalihkan pandanganku dari tatapan Jiyong. Kyaahhh, aku malu sekarang!!!!

“Pipimu bersemu, padahal aku belum menciummu .”Goda Jiyong dan aku langsung melempar wajahnya dengan bantal. Bodoh, kau membuatku tambah malu sekarang!! Kyaaahhhhhhhh, kurasa fansgirlmu akan berkurang jika tahu hal ini..kekekekeke~~

“Dee..”

“hmm…”aku masih tidak berani menatap wajahnya sekarang, kupastikan wajahku benar-benar seperti kepiting rebus saat ini.

“bisakah kita merubah status kita sekarang?”

Tubuhku menegang…“Kurasa tidak ada salahnya untuk mengubah status, bukan?” omongan Seunghyun kembali teringat di pikiranku. Apa status ini yang dimaksud oleh Seunghyun? Hmm, kurasa Seunghyun sudah mengetahui ini…

“bagaimana?”Tanya Jiyong, perlahan aku beranikan diri untuk menatapnya lalu menundukan kembali wajahku. Aku masih terlalu malu untuk menatapnya. Aigoo…

“Ya! Jawablah, jangan buat aku kesal. Kesan wanita pemalu tidak cocok didirimu, kau itu lebih cocok menjadi wanita bar-bar.”

Aku kembali melempar bantal kearahnya. Tidak bisakah dia tetap lembut seperti tadi!dan ohh lihat!! Seringai jahatnya telah kembali!

“jadi bagaimana?”

“Aku tidak mau!”jawabku lantang tanpa menatap wajahnya.

“YA! Bagaimana bisa kau menolak pria tampan sepertiku!!”

“YAA!!Dan bagaimana bisa kau mengatakan kalau aku ini bodoh dan seperti wanita bar-bar!!”oke, tidak ada lagi bendera putih!!

Jiyong mendekatiku, menatap lurus ke mataku, jantungku kembali berdebar. Tidak, aku harus membalas tatapannya. Dia menyetarakan wajahnya dengan wajahku lalu memajukannya perlahan.

GLEK.

Bibirnya…

“Kau benar-benar akan menolakku, huh?”

Aku menahan nafasku, mataku membulat saat merasakan nafas hangatnya menyapu bibirku. Aigoo!! Alihkan matamu Sandara!!

Tapi bibir basahnya…

“Dee…aku menunggu jawabanmu.”

OMO! Kenapa tiba-tiba aku merinding mendengar suaranya. Sexy…

“A-aku…”Aarrgh, kemana jiwa bar-bar ku!!

“Hmm..”Oh, bahkan humming-nya membuatku meringis.

“J-jiyong, a-aku…”Seolah tersihir aku hanya menganggukkan kepalaku lalu tersenyum malu.

“Apa maksud anggukanmu? Kau mau aku cium?”

Bodoh! Aku melempar bantal ke wajahnya. Dia hanya menggerutu tidak jelas.

Tiba-tiba sebuah ide terpikir olehku. Aku merogoh saku dan mengambil ponselku.

“Aish, Dee..ini bukan saatnya kau bermain hp!”

“Tunggu dan lihat..kau akan tahu jawabanku, bodoh.”Aku tidak mempedulikan ocehan Jiyong. Aku membuka akun SNS ku dan merubah status hubungan di profile ku. Aku tersenyum puas lalu menatapnya. “Buka akun SNS mu, lalu lihat.”

Dia mengikuti kata-kataku lalu………

“Bwhahahahahahaha,,Sandara pwahahaha..kau benar-benar bodoh!!hahahaha.”

Aku mengerutkan dahiku. Bodoh? Bukankah itu hal yang romantic mengungkapkan suatu hubungan di akun publik? Aku menatapnya kesal, Jiyong masih tertawa seperti orang gila.

“YA!hentikan! memang apa yang kulakukan?”Aku mempoutkan bibirku.

Jiyong menghela nafasnya lalu memperlihatkan akun SNS-nya. “Lihat baik-baik.”

“tidak ada yang salah.”

“Bodoh, kubilang lihat baik-baik.”

“Apanya?”Aku masih terus memperhatikan akun SNS-nya.

“Namaku disitu tertulis apa?”

“Jiyong Kwon.”

“Lalu lihat siapa yang kau tulis disini?” dia meng-klik profile ku. Aku membulatkan mataku saat menyadari kesalahanku. Ya Tuhan!!! Aku meraih ponsel Jiyong.

“Aish, memalukan!!”Aku langsung menyunting profile ku. Aku terus merutuk kesalahanku sedangkan Jiyong tertawa dengan puasnya. Bayangkan saja aku salah menandai namanya. Aigoo bagaimana ini!! Aku malah menandai Jiyoung Kwon, dia murid kelas 3 yang selalu mengejarku. Bahkan dia pernah memproklamirkan dirinya sebagai fans setiaku sampai mati!! Gyaahhh!!! Ya Tuhan, aku benar-benar ingin terjun saat ini juga!

“YA!!Berhenti tertawa atau aku akan membunuhmu Jiyong!!”Aku berteriak frustasi.

“Kau sudah membunuhku dengan kebodohanmu, babe.”ledeknya.

“Kau hanya membuatku sakit kepala!!”Aku memijat pelipisku. Ugh, bagaimana bisa aku menyukai pria menyebalkan itu dan bagaimana bisa kebodohanmu itu diatas rata-rata Sandara Park!!

“Dee…”

“Hmm?”Aku menatapnya putus asa. Kalau dia menertawakanku lagi, aku akan melemparnya keluar jendela sekarang juga.

“Jadi, status kita apa sekarang?”Jiyong kembali mendekatkan wajahnya.

“Status kita-”

Belum sempat aku menyelesaikan perkataanku, bibir Jiyong mengecup bibirku. Tubuhku menegang…ada sesuatu yang menggelitikku.

“Bukankah kau bilang kepalamu sakit?..”dia mengecupku lagi. “Aku akan menyembuhkannya.” Aku hanya mengerjapkan mataku, dia hanya tersenyum lalu mengecupku lagi.

“dan..status kita benar-benar berubah mulai sekarang, saat ini juga.”dan Jiyong kembali…tidak, dia tidak mengecupku tapi menciumku!! Mencium bibirku dengan lembut dan kali ini…aku juga menciumnya.

Aku menutup mataku perlahan, tanganku memegang kerah baju olahraganya, kedua tangan Jiyong menangkup pipiku. Hmm…bisakah waktu dihentikan dulu sementara?

Jiyong…dia memang musuh sekaligus sahabat terbaikku tapi sekarang statusnya berubah. Dia kekasih terbaikku!!! Cinta pertamaku memang kandas tapi pria pertama yang mencintaiku membuatku kembali merasakan cinta pertama…

.

.

Sementara itu…

Seunghyun menahan tawanya, gadis yang berdiri dibelakangnya hanya menatapnya bingung.

“Ya~ bukankah kau bilang ingin mengenalkanku dengan sahabatmu?”

Seunghyun mengangguk tapi tidak bisa menyembunyikan tawanya.

“Aish, kau kenapa, huh?”

“Anio,kurasa mereka sedang sibuk sekarang.”

“Sibuk?”

“Iya, jadi lebih baik kita ke kantin saja.”

Gadis itu menatap pintu yang berada dibelakang Seunghyun. “Tapi, kita bisa kan mengetuk pintunya?”

Seunghyun memegang bahu gadis itu. “Kita akan bertemu dengan mereka di kantin.”

“Tapi aku ingin bertemu dengan mereka sekarang, hyunnie.”

“Aku akan membelikanmu 2 porsi jagung. Bagaimana?”

“OMO? Benarkah?”mata gadis itu berbinar. Seunghyun hanya tersenyum dan mengangguk. Gadis itu mengangguk menyetujui tanpa membantah. Mereka berdua pun berjalan menuju kantin.

“Oh, ngomong-ngomong kenapa kau daritadi tersenyum?”

“Hanya ada sesuatu yang lucu…”

“Sesuatu yang lucu?”

“iya, aku teringat saat Tom and Jerry berdamai.”Gadis itu hanya membulatkan bibirnya. ‘tapi aku juga tidak ingat kapan Tom and Jerry juga berciuman seperti mereka berdua.’Seunghyun tersenyum, mengeluarkan ponselnya dan mengetikkan sesuatu.

Changed status!!

Dia kembali menaruh ponselnya disaku, lalu menyadari gadis itu sudah berada jauh didepannya.

“Bom-sunbae!!”

Gadis itu menghentikkan langkahnya dan berbalik.“Yaa!!!sudah kubilang jangan panggil aku dengan sebutan sunbae!!!”

.

………………………………………………………fin……………………………………………………..

 

 



.

A/N

Waahh,,gimanaaaa??Suka?atau ngebosenin??terimakasih buat VA Panda yg baik hati yang sudah mw repot2 ngepost ff gaje ini..kekekeke~~ :* :* dan terimakasih buat yang sudah koment, terimakasih atas respon positif yg sy dapat..ini ff debut pertama saya yang benar-benar ditamatkan karna biasanya pasti hanya berakhir di draft…XD maaf kalo masih ada typo atau cerita ga nyambung. .gomawoyo yeorobun!! #bow#

ahh~~dan Bommie disini cm sebagai cameo..hahaha..


INI BUKAN FF SAYA, SAYA HANYA MEMPOSTING MEMBACA BERARTI WAJIB MENINGGALKAN KOMENTAR!

Berikan respon yang baik untuk kak QueenNda yaw applers tercintaaa

-Partisipasi dari QueenNda-

Advertisements

46 thoughts on “[Twoshoot] Our status is … -2 END

  1. kereeeeeeeeennnnnn…thhooooorrrrrrrr.
    akhirnya dara nyadar juga bahwa dia suka ama jiyong…selamat deh buat daragon dan top bom.
    di tunggu thor karya2 ff selanjutny……fighting.

  2. Kereeeen….
    Bener bgt ya, memng kadang kita cmn liat orang yg jauh tpi yg selalu disamping kita suka di abaikan….Hehehe

    Jdi pengen ikutan change status kkkk

  3. aigo eonni,,, kyeoptaaaa…. ringan ceritanya,,, good story, ditunggu karya2 lainnya… and tabi, klo msh jomblo sni sma sya, hhuauahahaha,, di lemparin kulit duren, wkwkwkkw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s