SINCERITY CHAPTER 1

PhotoGrid_1471581891939[1]Author : ndestiana
Main cast : Sandara park dan kwon jiyong
Another cast : Choi seunghyun

Sincerity

Malam pukul 20.00 tepat kuhisap batang rokok ku yang ke delapan. Sudah hampir empat jam aku duduk diam disini. Duduk dibalik dinding tua sambil memandangi motor besar yang ada di depan ku. Merenung memikirkan apa aku nampak bodoh ber jam jam duduk diam sendiri disini. Tak lama sekumpulan karyawan dan karyawati keluar dari gedung pabrik yang hanya berjarak beberapa meter dari tempat aku duduk saat ini. Wanita berkulit putih, bertubuh kurus dan bermata coklat layu menghampiri ku. Tersenyum merona sambil mengenggam pundak ku erat.

“ maaf aku terlambat Ji, aku membuatmu menunggu lama. Ada rapat mendadak dengan direktur utama “ sahut nya.

“ tidak apa-apa bu manajer, terimakasih telah membuatku menghabiskan banyak rokok hari ini “  jawabku sambil mencubit pipinya yang halus.

Aku merapikan motorku dan memboncengnya pulang ke rumah. Sepanjang perjalanan aku sempatkan memandang wajahnya dari spion motor. Dia tampak lelah, wajah nya lusuh dan pucat. Aku yakinkan sekali lagi pada diriku, mungkinkah wanita ini yang kelak jadi jodohku atau dia akan pergi lalu hilang. Lampu merah menyala terang, aku mengerem motorku berhenti tepat di depan garis penyebrangan. Ku dengar handphone nya berdering, dia berbisik “ iya tunggu sebentar kau terlalu mendadak ” dia berbicara kaku dengan seseorang di telepon. Detik lampu merah menujukkan detik ke 100 dan terus berjalan mundur. Aku alihkan pandanganku ke spion motor melihat wajahnya, dia terlihat panik lalu memandang sekitar jalan “ kau dimana? “ bisiknya lagi.   aku merasa sesuatu menyentuh pundak ku.

“ aku turun disini saja “ ujarnya.

“ mengapa? “ balasku.

Lampu kuning menyala, dia tidak menjawab pertanyaanku. Suasana ketika hening, perasaanku tidak enak. Lampu hijau menyala dia masih diam tanpa menjawab pertanyaanku. Bunyi klakson kendaraan di belakangku terdengar nyaring. Aku masih saja diam di depan lampu hijau seakan membeku menunggu jawaban Dara. Hingga akhirnya Dara menepuk pundak ku lalu berkata

“ jalanlah ini sudah lampu hijau “ jawabnya.

Aku jalankan motorku hingga beberapa meter dari lampu lalu lintas tadi. Aku hentikan motorku di pinggir kota lalu aku turun dari motorku dan memandang wajah nya.

“ sudah malam yang ketiga dengan malam ini kau selalu ingin berhenti ditengah jalan saat ponselmu berbunyi. Ada apa denganmu? “  tanyaku menatap kedua matanya yang menjauhi pandanganku.

“ hanya ada urusan saja “ balasnya dengan suara lemah.

Perasaanku tidak enak, seperti ada sesuatu yang dirahasiakan olehnya. Aku menghela napasku, aku mencoba berpikir positif. Mencoba berpikir bahwa semua akan baik baik saja.

“ Dara… “

“ aku ada urusan mendadak maafkan aku. Nanti akan aku jelaskan, aku pergi dulu kamu pulanglah dahulu “ dia langsung beranjak pergi meninggalkan ku namun sebelum dia menjauh aku tarik tanganya dan menggengam tangan nya erat. Aku dekatkan tubuhku dan memeluknya erat. Berbisik tepat di samping telinganya.

“ Dara apa yang kamu sembunyikan? Kau sungguh berubah akhir akhir ini. Ceritakan lah padaku sayang, ku mohon jangan buat ku khawatir “

Dia hanya diam tanpa membalas apa-apa. Dia mendorong tubuhku menjauh darinya, melepaskan genggamanku dengan sekuat tenaganya. Hatiku melemah ada apa denganya. Apakah ada sesuatu yang salah padaku. Dia menatapku dengan tajam seakan dia marah dengan perlakuan ku tadi.

“ Dara pulang lah, jika urusan itu tidak terlalu penting jangan paksa badanmu terus beraktivitas sayang ” sahutku

“ tapi … “

“ tapi apa? “  tanyaku.

Aku mencoba memeluknya lagi dan mengenggamnya lebih erat. Ku kecup rambutnya dengan hangat.  Ku perdalam pelukanku padanya.

*BRAG*

Dara mendorongku hingga aku terjatuh di aspal namun tanganku masih menggengam erat tanganya. Tak lama kudengar suara nyaring nya bergema.

“ AKU BILANG ADA URUSAN! “ bentaknya padaku.

Aku melemah, ku lepaskan genggaman tanganku darinya. Terasa sesuatu menghantam jantungku dengan keras. Tidak biasanya Dara membentak ku sekeras ini. Urusan apa yang membuatnya berubah seperti ini. Apa salah jika aku bertanya padanya. Hatiku terasa sakit, aku hanya bertanya namun mungkin ada sesuatu yang salah padanya. Aku paksakan untuk tetap tersenyum bangkit dari jatuh ku lalu berdiri di sebelahnya sambil menghelus rambutnya yang halus.

“ iya pergilah sayang, maaf membuatmu marah “ balasku lembut.

Dia melangkah pergi sampai beberapa langkah pelan. Namun tak lama dia menyempatkan menengok ke belakang dan menatap ke arah ku. Dia kembali menghampiriku dengan muka bersalahnya sambil berkata.

 “ aku pergi dulu Ji, maaf ini mendadak urusan kantor akan ku jelaskan nanti “

Aku hanya membalas dengan anggukan, setelah melihat anggukan ku yang memberi isyarat setuju dia langsung berlari pergi, aku melihat punggungnya yang semakin menjauh. Badanku melemah, melihat bayangan nya yang sudah menghilang. Aku keluarkan sepuntung rokok dan ku bakar lalu ku hisap dalam dalam. Aku menatap langit hitam di atasku. Ku katakan dalam hatiku “ aku mencintainya “ ku genggam jantungku yang berdetak lemas. Aku hisap lagi batang rokok ku namun kali ini makin dalam. Mengapa hal sepele ini begitu menyakitkan hatiku, Tuhan jagalah dia buatlah dia selalu bahagia.

 

_________

 

“ wow hebat sekali drama mu Dara kau membuatku cemburu saat dia mencium keningmu “

Sahut seseorang lelaki bertubuh besar dan bersuara berat di hadapan nya.

“ yang paling penting adalah aku milikmu malam ini “

Pria itu memeluk dara erat, menciumnya seperti ini adalah malam terindah untuk mereka. Ponsel dara bergetar terdapat satu pesan masuk. Bertuliskan from Jiyong, pria bertubuh besar itu tersenyum sinis kearah Dara. Dia melepaskan genggaman nya dari Dara.

“ balaslah pria malang itu Dara “

FROM : Jiyong

Kabari aku jika sudah sampai rumah ya

Dara hanya meringis sepi, dia tidak membalas pesan tersebut dan hanya memandang wajah pria yang ada dihadapan nya saat ini. Dia menggeleng sambil tersenyum menghelus lembut rambut pria yang ada di hadapan nya “ kita abaikan saja dia “ sahutnya sambil menciumnya dengan kasar. Dalam hati Dara tersimpan rasa sedih, dia bertanya tanya mengapa dia bisa berbuat sekejam ini. Cinta membuatnya buta bahkan membuatnya tuli. Yang dia jalani sekarang adalah cinta yang tidak dia dapatkan dari Jiyong. Suatu kebahagiaan yang dia dapat justru dari pria lain. Sambil mencium pria itu dia berkata dalam hatinya maafkan aku Ji

next

 

 

Advertisements

28 thoughts on “SINCERITY CHAPTER 1

  1. Yeay fanfic baruuu.
    Tapi apa yg ga didapat dara dr jiyoung?bukannya jiyoung udh syg banhet sm dara,tampak kok dr perlakuan jiyoung td,apa itu harta?entah lahh,hehehe
    Dannn,dara hati hati ya,aku punya firasat buruk,enth knp merasa kalo jiyoung bakal,ninggalin dara dan dia akn berubah jd org yg lbh buruk atau baik,hmmm ttp penasaran,next thorr

  2. Eh….Dara kok kayak gitu sih…
    Emang Jiyong kurang apa sampe Dara bisa kayak gitu
    Kasian Jiyong deh, udh sabar tungguin Dara eh malah ditinggal gitu aja ma Dara
    Ditunggu chapt berikutnya ya

  3. Ya ampun pertama kali baca ff yg daranya jahat gitu. Dara selingkuh??! Sama seunghyun??! Tegaaaaa😢
    Jiyongnya tulus sampe bela2in jemput. Kenapa ga putusin aja gitu daripada selingkuh
    Dilanjut deh thorrr.. Semangatttt!💪💪

  4. Rata2 ff yg aku bca malam ini pda sedih smua. Kagak suka krakter dara yg gini mah, ahhh tpi gak suka juga kalo jiyong nya badboy. Tpi ahh pnting jlan critany bgus wkwk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s