CHROME HEART [Chap. 5]

1443364009091_resized

    Author:: @astarinur (IG & TWITTER)     

                 @astarinurINDO (wattpad)

Cast :     – Kwon Jiyong

               – Sandara Park

               – Choi Seunghyun

               – Park Bom

Genre: Teens, romance, angst

Rate: 15⬆

Length: multishot / chapter

WARNING!!

Bahasa yang digunakan terbilang mix Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

 

~~PURPLE~~

Akhirnya jam kerjanya usai, dengan tas rapuh dan jaket tipis ditubuhnya dara pergi ke halte bus terdekat.

 “Aigooo.… aduh mana ini busnya? Apa bus terakhir sudah lewat? Gawat masa aku harus jalan kaki, aishh sincha mana jauh pula! Pantas saja sudah lewat jam 12 malam pasti semua kendaraan umum bahkan taxi pun tidak akan ada!!”

 Dara terduduk lesu di halte bus, dia lupa jika lewat jam 12 malam bus ataupun kendaraan umum lainnya sudah tidak beroperasi lagi. Dia menerawang berharap ada kendaraan umum yang melewat untuk terakhir kalinya. Namun sudah hampir setengah jam dia menunggu tetap jalanan masih kosong. Dara pasrah mengistirahatkan tubuhnya sejenak, sepertinya tidak ada cara lain selain berjalan kaki untuknya.

 “Sudahlah dara, sebaiknya kau harus segera pergi!”

 Mengeratkan jaketnya seraya memeluk tubuhnya erat dara menembus gelapnya malam dan dinginnya malam itu. Berjalan perlahan tapi pasti dia berusaha menenangkan dirinya.

 Belum jauh dara berjalan dari halte bis tadi sebuah mobil menepi mendekatinya. Dara sudah ketakutan, dalam benaknya dia sudah berpikiran aneh namun semua itu sirna ketika seseorang keluar dari mobil itu dan menghampirinya.

 “Kau …

°°°

Malam itu sekitar pukul 2 malam ketiga anak muda, 2 pria dan 1 wanita tiba dirumah minimalis dara. Jiyong dan seunghyun bersama dara … yap jiyong dan seunghyun kalian tidak salah!! Kedua pria ini tadi malam sangat mabuk berat dan entah apa yang dipikirkan jiyong dalam keadaan mabuknya itu dia malah membawa ( memaksa tepatnya!) dara masuk kedalam mobil dan menyuruhnya menyetir mobil.. Gadhhh apa kalian bisa bayangkan seberapa jengkelnya dara terhadap mereka. Bagaimana bisa mereka menyuruh dara menyetir sedangkan dara sendiri tak tahu bagaimana menyetir mobil.

Aisshhh berisik!!!

Kau hanya harus menyalakan mobil ini, putar kunci dan otomatis mobil ini siap bergerak ..

 

Dia ingat percakapan saat itu, jiyong menarik dara untuk duduk didepan stir sedangkan dirinya duduk tak berdaya disampingnya, seunghyun yang biasanya toleransi alkoholnya tinggi malam itu tumbang dan saat tubuhnya tiba didalam mobil dia langsung lenyap tertidur. Dara kalang kabut menghadapi situasi itu dia menjerit dan menggoyangkan tubuh jiyong kencang berusaha membangunkannya, dia, juga tak mau tidur bermalam ditengah jalan usang itu.

Pasrah, akhirnya dara memberanikan dirinya. Dengan pengetahuan yang ia dapat dari TV dan mengikuti intruksi jiyong tadi dara bersiap memegang kunci yang tergantung di mobil itu, namun sebelum tangannya berhasil dia mendengar suara ( atau ocehan ) orang disampingnya,

Jangan lupa injak pedal gasnya..

Dara berbalik menatapnya horor..

injak pedal gas, injak pedal gas….  seperti mantra saja kata – kata itu berputar – putar di otak dara. Kembali, dia, bersiap memutar kunci mobil itu. Dara memulai, dia memutar kunci mobil itu kearah turn on dan benar saja mobil itu mulai mengeluarkan suara dan cahaya.

Lalu, injak pedal gas. Pikir dara, kakinya meraih pedal itu namun dara menginjaknya terlalu kencang sehingga mobil itu melaju sangat cepat,

Arghhhh… omma!! Mengapa mobil ini bergoyang seperti ini? Mengapa mobil ini berkelok – kelok seperti ini??? Jerit dara, tangannya memegang stir mobil dengan tegang, tangannya tak henti memutarkannya ke kiri dan ke kanan.

Mata dara membesar melihat didepannya ada sebuah tiang besar namun seakan Tuhan datang menolongnya kaki yang sedari tadi menginjak pedal gas kini terlepas dan kakinya beralih menginjak pedal disampingnya yang pastinya adalah pedal rem.

Brugg

 

 

Kejadiannya sangat cepat saat dara dan jiyong beserta seunghyun dibelakang terbanting kedepan. Dara untungnya masih tersadar walaupun rasa sakit tak terelakan. Dara memegangi kepalanya merasakan rasa ngilu dibagian itu, namun saat dia melihat sesosok orang disampingnya yang berlumuran darah, dara pun langsung tersadarkan sepenuhnya.

 

Omg , hey…. ! Dara menggoyangkan badan jiyong. Lalu dia juga mendengar suara geraman seseorang dari belakang, dan dara pun baru sadar jika ada seunghyun di jok belakang. Dara panik, dia tak henti mencoba membangunkan mereka, dara bahkan menangis histeris. Dia sudah bisa bayangkan besok, dia akan menjadi berita utama dimana – mana dengan headline ‘Pembunuhan’, dara menggelengkan kepalanya menghapus pikiran itu. Tidak. Itu semua tak akan terjadi, jerit hati dara disela tangisannya.

 

Yaaaa … bangun!!! Kalian jangan mati disini!! Yaaaa… jika kalian mati hidupku akan semakin repot!! Namun tiba – tiba tangisan dara berhenti saat mendengar suara dari jiyong.

 

Yaaaa… sincha!! Kau ini berisik! Siapa yang mati? Jiyong menegakan tubuhnya menatap dara yang kini tengah tersedu menangis gembira. Hahhhhh .. kau masih hidup! Thanks GOD,! Jerit dara bahagia, namun saat jiyong menyadari ada yang aneh dengan dirinya, dia mulai mengerutkan keningnya lalu tangannya memegang wajahnya. Darah? pikir jiyong menatap dara.

“Ini bukan salahku!” Gumam dara menghapus air matanya, jiyong masih bingung dengan apa yang terjadi. Dara sendiri dia menjelaskan seluruh kronologis kejadian tadi tanpa henti, takut jiyong akan menyelanya dan menyalahkan dirinya.

“Jadi kau membuatku berdarah seperti ini?” Tanya jiyong pelan, menggertakan giginya menahan emosinya.

“Aihhh jangan kau ambil kesimpulan dari situ!… dara menutup mulutnya saat jiyong memotongnya. “Apapun itu ini ulahmu!” Tegas jiyong, “keluar!” Singkat jiyong, dara langsung keluar dari mobil itu. Jiyong berpindah tempat lalu membuka pintu disebelah kanan. “Masuk!” Perintah jiyong, dara pun masuk dan duduk di sampingnya. Melupakan seunghyun dibelakang jiyong menyetir pelan, dia, meminta dara menunjukan arah rumahnya. Dara, yang kini hatinya masih terguncang atas kejadian tadi hanya menuruti apapun perkataan jiyong.

Setelah sekitar beberapa menit mereka pun sampai dirumah dara.

 ====

 DARA POV•••

 Kalian ingin tahu hal gila apa yang terjadi dalam hidupku? Baru – baru ini maksudku tadi malam 2 orang laki – laki yang katanya orang kaya sudah berhasil menggemparkan hidupku serta menghancurkan rumahku.

Setelah kejadian naas tentang mobil dan darah itu kali ini kedua pria menyedihkan ini memborbardir seisi rumahku.

 Iwhhhhhh… kalian tidak akan bisa bayangkan betapa hancur dan menjijikannya rumahku ini. ugh.. maksudku ‘gubuk’ sesuai dengan perkataan dari jiyong.

 Well… aku tidak terlalu berat memikirkan sebutan gubuk itu lagipula memang benar sekali rumahku ini terlihat seperti gubuk.

 Nah masalahnya bukan itu saja, kedua laki – laki menjengkelkan ini kemarin malam sangat mabuk. Mereka sama – sama gila, seakan tubuh  mereka tidak kenapa – kenapa. Jiyong, nama orang gila itu! Dia membersihkan lukanya dan menyuruhku membawakan beberapa plester saja, lalu seunghyun pria berkaki panjang itu yang hampir terlupakan olehku pun sama – sama hanya merapihkan dirinya saja tanpa sedikitpun mengeluh malah dia menyerbu kamar mandi kecilku dengan muntahannya, juga jangan kau lupakan tentang jiyong, pria menyebalkan itu, dia, yang terlihat dan memang memiliki harga diri tinggi pun ikut menghancurkan kamar mandiku.

Aku bahkan hanya bisa membuka dan menutup mulutku melihat mereka melakukan duet maut, yaitu muntah bersama di kamar mandiku. Aku hanya bisa meneteskan air mata kepedihan, ini akan menjadi pekerjaan berat untukku.

 Beh, aku kira orang kaya akan berbeda tapi sama saja. Gila!!!!

Bau!! Ahhhhh… perlu beribu parfum untuk menghilangkan bau dari muntahan mereka. Gahhhh… lalu apa kalian bisa bayangkan bagaimana cara aku membersihkan muntahan mereka??? Mencium bau dari kejauhan saja sudah membuatku hampir muntah apalagi dengan melihatnya???

 Untung saja aku ini sudah biasa membersihkan sampah jika tidak mungkin aku juga akan ikut muntah melihat hasil buangan mereka itu. Habis tenagaku semalaman membersihkan kekacauan yang mereka berdua lakukan.

 Gah, tapi sampai pagi ini bau itu tidak mau hilang. Mana mereka berdua masih mendengkur dikamar tidurku pula! Yang satu tengah nyaman tengkurap dibawah lantai, yang satunya lagi tengah nyaman tidur diranjang kecilku.

Bisa dibilang aku sangat sial, kenapa tidak?

Mereka ini adalah tamu tidak diundang dan tidak sama sekali diharapkan ya… Mereka ini hanya mempunyai tampang saja selebihnya aku ragu ada walaupun sedikit. Tapi… iwhhh lupakah masalah wajah tetap saja mereka menjijikan apalagi jika aku ingat saat mereka muntah!!!!

 Aku berjalan menghampiri mereka, keadaan mereka sudah seperti mayat hidup. Aku menendang salah seorang yang berada dibawah lantai, orang itu tersadar dan mata merahnya terbuka sedikit namun bukan malah bangun dia malah tertidur kembali, lalu aku berjalan mengarah kepada satu orang lagi yang berada diranjangku.

 “Heh……” aku tepuk pundaknya dan agak keras menggoyangkan tubuhnya, dia tersiap dan kedua mata merahnya terbuka sedikit menatapku. Aku menepuk pipinya ingin sekali menyadarkannya dan mengusir mereka jauh dari rumahku.

 “Hehhhh…… bangunnnnnnn!!” Aku membentuk kedua tanganku layaknya terompet dan berteriak ditelinganya. Dia beronjak dan menatapku dengan mata yang jelas masih mengantuk. Aku menyimpan kedua tanganku dimasing – masing pinggangku dan menunggunya untuk menyadari situasi yang tengah terjadi.

 “Hehhhh purple apa yang kau lakukan di rumahku?” Purple? Sebutan apa itu?  Aku masih menatapnya tajam, dia menunjuk wajahku dengan telunjuknya membuatku semakin kesal dan menatapnya tidak percaya.

 “Ya…. seharusnya aku yang menanyakan hal itu? Bangun dan cepat pergi dari rumahku kau dan temanmu benar – benar sudah merepotkanku!” Aku menarik tubuhnya dan mendorongnya keluar dari kamarku, dia hanya berjalan sempoyongan memegangi kepalanya. Aku menatap wajahnya yang menunjukan ekspresi aneh… omg jangan katakan dia akan muntah lagi????

 “Ya ya ya ya……… keluar dari rumahku jika kau ingin muntah!! Gahhhh apa tidak cukup semalaman aku membersihkan muntahanmu ??? Goddddd kau ini menyebalkan sekali!” Aku meneriakinya dan untung saja dia tidak jadi muntah lagi. Dia menggosok – gosok matanya dan melihat kesekeliling rumahku.

 “What the… apa yang kulakukan di gubuk ini?” Aku menggigit gigiku keras menahan kesal, apakah dalam keadaan mabuk sekalipun dia masih sangat arogan??  Apa dia tidak sadar kejadian semalam? Mobil+ darah! Aku kira dia sudah sadar saat dia memintaku menunjukan arah rumahku, tapi…  nah dia ternyata belum sepenuhnya sadar.

 Huhhh dara sabar!!!!!

 Apa dia tidak tahu bahwa gubuk ini yang memberikannya tempat untuk beristirahat semalaman?? Aigooo… aku ingin sekali mencakar wajahnya.

 “Hehhh dimana temanku?” Dia menatapku malas, aku tidak menjawabnya dan hanya menunjuk temannya dengan jariku. Dia histeris dan berlari kearahnya.

 “Yaaaa choi bangun!! Apa yang terjadi mengapa kau bisa ada dilantai seperti ini??” Dia membangunkan temannya itu dan pas temannya itu langsung tersadar dan bangkit menegakan tubuhnya. Aku berjalan menghampiri mereka.

 “Sudahhhh… sekarang kalian pergi! Aigooo.. kalian membuatku telat masuk sekolah!” Aku segera merapihkan tas sekolahku dan menunggu mereka untuk pergi, untung saja aku sudah selesai menyiapkan keperluan pagiku.

 “Mian… apa semalam kami sangat mabuk?” Satu temannya yang baru terbangun sangatlah sopan menanyakan hal itu kepadaku, seunghyun. Well… setidaknya dia mempunyai etika. Aku mengangguk menjawabnya.

 “Aigooo… mianhae! Kalau begitu apa yang kau inginkan sebagai upah kau telah menolong kami?” Aku tidak suka percakapan seperti ini. Aku melihat jam ditanganku dan sangat terkejut melihat waktu yang tersisa untuk jam pertama sekolahku.

 “Oh no… sepertinya kalian harus segera pulang!! Aku sudah sangat terlambat!”

 “Ohh kalau begitu aku akan mengantarkanmu!” Laki – laki itu menawarkan tumpangan ke sekolah. Hmmm… tak ada salahnya! Lagipula aku sudah terlambat, namun tiba – tiba temannya yang menyebalkan itu menahannya.

 “Ya choi… apa yang kau lakukan? Itu bukan kewajiban kita!” Aku menatapnya kesal .. uhh dia sangat menjengkelkan tidak bisakah dia menjadi orang baik sebentar saja ??

Tapi untungnya temannya bersikeras untuk mengantarkanku.

 Dia mencuci wajahnya sebentar lalu secepatnya memanaskan mobilnya, dia membukakan pintu mobil didepan dan aku dengan senang hati masuk walaupun satu kupingku panas mendengar ocehan jiyong dibelakangku.

 Diperjalanan aku hanya bisa terdiam.

 “By the way dimana sekolahmu?” Aku berbalik menatapnya mendengar dia bersuara.

 “Ah… KFs! Apa kau tahu sekolah itu?” Aku tersenyum kepadanya, namun dilihat dari wajahnya ada sesuatu yang aneh setelah mendengar kata KFs, aku tidak mau lebih banyak bertanya lagipula sepertinya dia tahu dengan hafal alamatnya.

 Aku juga memperhatikan wajah laki – laki menyebalkan itu dibalik kaca spion didepan, entah mengapa dia tersenyum geli. Aku menggelengkan kepalaku, mungkin memang dia gila!!!!

 Tiba – tiba aku tidak sengaja menjatuhkan tasku kebawah, dengan malas aku mengambilnya namun tanganku seperti meraba sesuatu yang berbeda. Aku ambil barang itu dan mataku membesar saat melihat jelas barang itu.

 “Ahhh… ponsel itu! Aku kira jiyong membuangnya!” Dia katakan apa? Buang? maksudnya membuang ponselku yang hilang ini?

 Aku berbalik menatapnya dan menunjukan ponsel kepunyaanku itu.

“Ini adalah ponselku yang hilang, bagaimana bisa ponselku ada disini!” Dia tertawa dan menatapku sekilas.

 “Jiyong yang menemukan ponsel itu!” Aku berbalik ke belakang menatap laki – laki menyebalkan itu. Dia hanya menaikan alisnya tanpa memberikanku penjelasan.

 “Kita memang berjodoh! Ponselmu itu terlupakan oleh kami setelah beberapa kali kami menghubungi ponselmu itu! aku kira ponsel ini sudah jiyong lenyapkan maka dari itu dia tidak pernah membahasnya lagi ehh… ternyata ada dibawah jok mobil!” Dia menjelaskan dengan tenang, aku tidak terlalu peduli bagaimana kronologis ceritanya! Walaupun aku tidak menyangka dari sebegitu banyak orang dikota ini mengapa harus dia yang menemukan ponselku? Aigooo… sudahlah jangan terlalu banyak tanya yang terpenting ponselku ini sudah berada ditanganku lagi.

 “Ah sepertinya kita sudah sampai!” Dia menyadarkanku, aku membuka seatbelt dan segera keluar dari mobil tak lupa mengucapkan terimakasih, dia sendiri balik mengucapkan terimakasih atas pertolonganku semalam dan berjanji akan memberikanku suatu imbalan. Untuk terakhir kalinya sebelum mereka pergi aku menjulurkan lidahku kepada laki – laki menyebalkan itu dan mengejeknya. Aku juga memberikan middle finger kepadanya lalu berlari kedalam sekolah mencari kelas pertamaku. Berharap bisa focus dan melupakan kejadian – kejadian yang aneh sekaligus hal baru dalam hidupku.

School i’m coming!

====

“Damn jiyong!! Hahahaha… !” Seunghyun mentertawakan jiyong dengan sepuasnya. Dia tak sangka wanita itu yang beberapa hari ini hampir memenuhi otak temannya. Jiyong sendiri, dia, saat ini malah memikirkan hal lain. KFs, girl! Hahaha … apa ini seperti sebuah lelucon? Mengapa kau ini sangat mudah untuk jadi sasaran empukku! 1) kau kerja ditempatku. 2) kau sekolah disekolahku. How beautifull is this life? How painfull is this life? Gumam jiyong merencanakan hal menyenangkan untuk purple, sebutan nama untuk dara.

“Heh… kwon!” Seunghyun menepuk lengannya. “Hmmm.. !” Singkat jiyong. “Well sekarang apa yang akan kau lakukan?” Tanya seunghyun penasaran. Sudah bisa ditebak dari wajah jiyong ini, seunghyun tahu dia sedang merencanakan sesuatu, dan ‘sesuatu’ itu pastinya akan luar biasa.

 “Choi!” Jiyong menegakan dirinya dan menatap seunghyun antusias. “Weh!” Balas temannya, seraya menampakkan wajah ‘i know something’ kepadanya.

“kaja kita ke sekolah?” “What?” Potong seunghyun menatap jiyong tak percaya. “Kajaaa!” Semangat, semangat jiyong! Pertanda sesuatu akan terjadi, seunghyun tersenyum lalu menggelengkan kepalanya. Seunghyun tahu wajah jiyong itu, kapan terakhir dia bersemangat seperti ini?

“Okee… aku putar balik!” Jiyong tersenyum sangat lebar.

5 menit, mereka tiba.

… dan .kegemparan terjadi. Seakan sekolah mereka kedatangan artis, hampir seluruh orang disana berkumpul hanya untuk melihat kedua pria ini berjalan melewati mereka, suara bisikan bahkan teriakan menjadi hal biasa saat mereka berada disana. Jiyong, dia hanya butuh satu alasan mengapa dia datang kesekolahnya itu. Namun sepertinya ini akan menjadi perjalanan lama karena gerombolan orang – orang tak penting itu menghambatnya, jiyong sendiri berusaha menahan segala emosi dalam dirinya mengingat dirinya harus menjaga image dan kewibawaannya sedangkan temannya seunghyun tak ada bedanya, dia bersikap tenang namun jika ada seseorang yang berani menyentuhnya dia akan marah untung saja semua orang tahu seberapa sensitifnya hal itu bagi seunghyun jadi tak ada seorang pun yang berani menyentuhnya. Jiyong menghembuskan nafas lelah dan berniat berteriak kesal jika tidak ditahan oleh seunghyun. Tahan, sabar bro!! Seunghyun mengingatkannya.

 Entah berapa lama security baru tiba menyelamatkan mereka. Tapi jiyong, pastinya akan menghukum keterlambatan itu.

“Pindahkan gadis ini kesekolah kita!” Singkat jiyong menatap wakil kepala sekolahnya dengan wajah memerintah. Seunghyun mengerutkan keningnya, dia tidak tahu jika ini adalah rencananya. “Ahhh… dia ingin menandainya!! Aigooo… kwon!!” Seunghyun tersenyum geli dan menepuk pundak temannya itu seakan ingin mengkonfirmasi benar atau tidaknya tebakannya, dan saat temannya itu tersenyum disitulah seunghyun yakin hidup wanita itu tidak akan normal lagi.

Poor girl! Pikir seunghyun mengasihani wanita yang sebenarnya telah menolong mereka itu.

°°°°

Tepatnya jam istirahat dara bersama bom diam dikelasnya membahas kejadian yang terjadi kepada bom.

 

  “Oh God bom, apa yang terjadi padamu? Mengapa kakimu diperban seperti ini?” Dara mengelus pelan kakinya itu melihat sedih kepada temannya itu.

“Sebelumnya aku minta maaf karena kemarin aku telah mengingkari janjiku untuk menemuimu di halte bus, kau lihat sendiri kakiku seperti ini dara! Aku tidak bisa berjalan dengan benar maka dari itu kemarin aku hanya diam di rumah untuk beristirahat, kemarin aku hampir saja ditabrak oleh mobil karena mengejarmu!”

“Tapi bagaimana keadaanmu sekarang apa sudah mendingan bom? Memangnya ada apa sampai kau mengejarku bom?”

“Waktu itu nomer ponselmu menghubungiku jadi tanpa pikir panjang aku mengejarmu berharap kau bisa menjawabnya dan ponselmu akan kembali kepadamu tapi sesuatu terjadi dan beginilah akhirnya!” Jelas bom menjelaskannya.

“Sudah lupakan saja tentang ponselku itu! Sekarang kita duduk terlebih dahulu ok! Lihat… !” Dara menarik ponsel yang baru tadi pagi ia temui dari dalam sakunya dan otomatis bom pun histeris. “yaaa… bagaimana bisa kau menemukannya!!” Pekik bom penasaran, namun ini membuat dara harus menceritakan cerita panjang lebar kepada bom dan cerita itu berkaitan dengan you know ‘jiyong + seunghyun + mobil + darah + muntah dan sebagainya’ jadi dara hanya tersenyum dan mulai mengalihkan percakapan itu.

“Well yeah… oh iya bom! Lebih baik kita pergi ke cafetaria sepertinya perutku kosong kelaparan!” Dara mengeluh memegangi perutnya. Bom tersenyum geli mengingat kelakuan ini adalah kebiasaannya membuat dia lupa tentang masalah ponsel itu. Mereka berjalan pelan keluar kelas menuju cafetaria.

“Aigoo dara tidak usah memapahku seperti ini aku sudah baik – baik saja dan jalanku pun sudah lancar!” Gerutu bom saat dara memperlakukannya seperti seorang bocah yang manja.

“Tetap saja !” Balas dara, memaksa.

“Oh iya dara aku punya berita bagus!!” Bom memulai suasana bagus setelah mereka berdua mendapatkan tempat duduk. Dara antusias menunggu bom.

“Baiklah dengarkan aku punya kabar bagus untukmu!” Bom memulai,

“Apa itu?” Dara memasang wajahnya antusias membuat bom tersenyum geli kepadanya.

” Aigooo… Tapi sebelumnya kau harus janji untuk menyutujui apapun perkataan yang keluar dari mulutlu ok!” Tegas bom, serius.

“Tergantung, jika kau mengatakan hal aneh mana mungkin aku menyetujuinya!” Balas dara, bercanda.

“Ya sudah lupakan saja aku malas mengatakannya jika kau tidak mau berjanji kepadaku! Lagipula kau harus setuju ini demi aku, lihat! aku bahkan menjadi seperti ini karenamu!”bom memajukan bibirnya kecewa.

“Aihhh kau ini! Ok aku kalah aku janji akan menyetujui apapun perkataanmu termasuk yang aneh sekalipun.”

“Yes, good girl!!!  Bawa puisi dan karyamu kemarin ke Festival Art and Literature di Meseum Art&Literature. Aku dengar puisimu akan dipajang sebagai tanda penghormatan untukmu karena kemarin kau menjadi pemenang sekaligus menyandang gelar sebagai Penulis Puisi Terbaik jadi mereka menginginkanmu untuk hadir disana tanpa diwakili siapapun!!! Satu hal lagi dara! OMG dara mereka akan memberikan 2 tiket berlibur ke Jepang pada musim gugur tahun ini APA KAU DENGAR DENGAN JELAS? 2 TIKET? LIBURAN KE JEPANG?  OMG PEGANGI AKU!!! OMG OMG ohhh oh my God!!!!” Histeris bom membuat orang – orang disekitarnya menatap kursi dara dan bom, dan tentunya menyangka mereka gila dan bla bla bla… tapi saat ini yang ada dipikiran bom adalah liburan itu jadi hal tak penting lainnya ia hiraukan.

Bom menatap dara dengan penuh harap.

Kau akan datang, ‘kan ? ‘kan?” pasrah, bom memasang wajah memelas kepada dara.

Bom, walaupun aku tidak setuju sekalipun kau pasti akan menyeretku kesana dengan berbagai macam cara jadi ya sudahlah kali ini aku akan hadir menunjukkan wajahku, ini pun karena kau hampir celaka karenaku jadi lain kali aku tidak akan datang walaupun kau menangis darah sekalipun!” gumam dara, membuat bom temannya sangat bahagia.

Yes,,, hehehe lagipula yang harus kita utamakan adalah tiket itu dara, aku sudah tidak sabar untuk  berlibur! Aku sangat bersyukur mereka memberikan 2 tiket bukan hanya satu heheh… ini semua karena kau,  I’m so happy, Love you Sandara Park!” Senyum lebar tak lepas dari wajahnya, lalu tiba – tiba bom melihat dara dengan serius. “Tiket itu untukku ‘kan?” Bom bersiap memborbardir dara.

Aigooo… kau benar – benar sangat gembira! Pastinya untukmu bom!” Geli, dara tertawa kecil melihat ekspresi bom yang siap berperang dengan seseorang.

” hahhhh… leganya!!” Bom memegang dadanya lalu melanjutkan omongannya. “Hello aku sudah mengalami masa buruk yang membuat kaki indahku rusak seperti ini jadi pastinya aku sangat bahagia mendapatkan keberuntungan yang disebabkan olehmu ini!”

I’m happy if you happy bom!” Singkat dara, tak sadar membuat teman didepannya terharu.

“Ahhh… you little rabbit why are you so sweet!!!” Bom memeluk dara dengan paksa disampingnya.

Oh iya kapan kita akan datang  ke Museum itu?”

“2 minggu dari sekarang dara!”

“Emp baiklah! ingatkan aku saja bom!”

“OK!”

Setelah kegiatan sekolah tuntas dara dan bom bersiap untuk pulang namun seorang guru menghampiri mereka, tepatnya kepada dara

“Dara aku duluan!” Bom melambaikan tangannya meninggalkan hanya dirinya dan guru itu.

“Sandara park?” Guru wanita itu memulai.

“Ndeh.!”

“Mulai besok kau pindah ke Sekolah elit KFs semua peralatan sekolah, buku, baju seragam dan lain – lainnya sudah tersedia di koper ini! Congratulation!” Guru wanita itu menujulurkan tangannya dan dara dalam keadaan bingung dan terkejut membalasnya tanpa banyak bertanya. Baru setelah guru itu pergi, beribu pertanyaan mulai menyerbunya.

====

“Kwon jangan katakan ini semua percis seperti apa yang kupikirkan?” Tanya seunghyun, mereka kini sudah kembali ke apartment seunghyun. Setelah kejadian pagi yang mengejutkan di gubuk itu dan tertahan di gerombolan wanita tadi jiyong seperti sudah kehabisan tenaga, yang kini mampu membuatnya kembali bersemangat adalah membayangkan keseruan rencananya terhadap purple (dara) dan mengingat S.P, seorang penulis puisi yang tulisannya memenuhi dinding kamarnya. Bicara tentang S.P jiyong jadi teringat lagi tentang pencariannya itu.

“Heh choi!” Seunghyun menatap sahabatnya dan hanya memberi respon ’emp’ untuknya.

“Lupakan masalah purple, sekarang aku teringat tentang S.P, bagaimana? Apa kau sudah menemukannya mengingat deadline waktu sudah habis?” tanya jiyong.

“Aku belum menemukan siapa orang ini tapi tenang kwon aku punya kabar baik!Seunghyun menaikan tangannya saat melihat jiyong menatapnya dengan mata sipit seakan ingin menerkamnya.

“Kau lebih baik serius dengan penjelasanmu choi!” Gerutu jiyong.

“Hold up man!  Tidak bisakah kau bersabar sebentar! Aigoo… tenang saja kwon ini akan bermanfaat untuk pencarianmu! 2 hari yang lalu penjaga museum ayahku menghubungiku jika penyelenggara yang mengadakan festival lomba kemarin akan mengadakan Festival Art and Literature serta acara peresmian suatu produk di Museum ayahku lagi dan kabar baiknya adalah semua pemenang di acara itu akan di undang dan dipastikan akan hadir sebagai tamu penting dan sebagai icon Art and Literature disana!” Jelas seunghyun menekankan kata ‘akan hadir’ kepada jiyong. Namun respon dari temannya tidak sesuai dengan harapannya. Jiyong malah menatapnya malas tak paham. “so?” Gumam jiyong membuat seunghyun mengutuk temannya itu dalam hatinya . Awhhh pabo…

“So??” Ejek seunghyun, “.. Pabo apa kau tak paham? dengan ini artinya dia akan datang, S.P ini akan menunjukan jati dirinya jadi pastinya kita harus datang dan mengintogerasi penyelenggara event tersebut supaya kita bisa tahu siapa sebenarnya S.P ini! Nah kau pun pasti akan bertemu dengannya” jelas seunghyun, tapi bukannya gembira jiyong malah memikirkan hal lain.

“Emp.., so pada intinya kau belum menemukan orang ini choi!” Malas, jiyong membaringkan tubuhnya di sofa. Seunghyun pun ikut duduk di sofa disamping jiyong.

“Ashhh kwon!!! Ya you brat!! At least I give you some clue!!! ” gerutu seunghyun memukul kepala jiyong yang kebetulan jaraknya dekat jangkauan tangannya. Awwww… gerutu jiyong mengusap kepalanya.

“Baiklah! Tapi kau pastikan orang itu akan datang pada saat ferstival itu berlangsung aku tidak ingin datang dengan sia – sia tanpa mendapatkan apapun!!”

I’ll do my best! Lagipula aku penasaran mengapa kau sangat ngotot untuk menemukan orang ini, memang apa alasanmu?”

Well, alasannya tidak terlalu muluk – muluk! Aku sangat suka dan mengagumi karya – karyanya. Aku sangat penasaran siapa dia? Puisi – puisinya sangat indah!” Gumam jiyong menutup matanya.

“Your reason doesn’t make any sense!!! Aigoo… kwon kwon!! Menggemari sesuatu itu tidak harus kita tahu siapa, apa, bagaimana ataupun dimana yang terpenting kau mendukung karya – karyanya saja! Lagipula kau sudah sangat merepotkanku! Terserahlah apa maumu kwon!” Balas seunghyun sama – sama membaringkan tubuhnya. Tapi pikiran seunghyun sebenarnya terfocus kepada hal lain. Bagaimana bisa dia melupakan kejadian kemarin, pertemuan itu sudah menjadi takdir. Seunghyun yakin ada maksud dibalik itu semua, tidak salah! Seunghyun sadar dan matanya tak salah jika benar dia melihat Minah di pinggir jalan itu.

Lelah, jujur saja baginya ini melelahkan. Di saat dia mulai tenang dan mampu sedikit demi sedikit melupakannya, tiba – tiba dia muncul kembali dihadapannya. Seakan memberitahunya jika seunghyun tetap tak akan mampu untuk move on.

Karena jujur sampai saat ini bayangannya masih terasa dekat dengannya. SHIN MINAH, nama indah itu masih terukir erat dihatinya. Bujan itu saja, namanya masih menjadi password apartmentnya, lalu tanggal lahirnya masih menjadi password ponselnya, suara tawanya masih menjadi ringtone ponselnya, semua fotonya masih terpajang indah dan rapat disetiap sudut kamarnya, dan senyuman manis diwajahnya masih menjadi penyambut manis tiap dia bangun pagi. Tapi ini sudah berlebihan!!!

Seunghyun tidak bisa hidup seperti ini, jiyong sudah lelah memberitahu temannya itu bahkan mereka pernah hampir bertengkar keras jika jiyong tidak mengalah dan membiarkannya.  Menyedihkan !! dia ingat 1 bulan kemarin adalah 2 tahun 5 bulan annyversary mereka. Tak sadar seunghyun telah mempersiapkan acara indah untuk itu, namun saat sahabatnya jiyong memukul wajahnya dan berteriak jika Minah telah tiada seunghyun baru ingat jika kekasihnya itu telah tiada. Tak berguna! Jerit seunghyun membuang semua bunga yang ia persiapkan untuk Minah, kala itu butuh beberapa hari untuk jiyong untuk mampu membuat seunghyun kembali normal lagi.

 

“Minah~ah kemarin aku melihat wajahmu lagi baby, sayangnya aku terlambat jadi aku tidak sempat bertatap muka denganmu dan memelukmu lagi baby! Apakah benar itu kau? Apakah kau merindukanku sehingga kau menampakan wajahmu baby? I MISS YOU SO MUCH! tidak bisakah kau tinggal lebih lama? ” keluh hati seunghyun,

Tak sadar jika seunghyun telah menangis, menyadari dirinya tengah bersama jiyong dia pun bangkit dan berjalan kekamarnya. Layaknya awan hitam dia merasakan jika air hujan akan menghujaninya dengan beribu – ribu air seakan ingin menyadarkannya jika semuanya telah usai, semuanya hanyalah tinggal kenangan indah ! tapi mengapa awan hitam tetap mengelilinginya seakan bayangan minah ingin tetap berada didekatnya.

Dia ingat,

 

“Choi, where are you? Come on, man!!!!! Pick it up f*ckerrrrrrr!!!”

 

Sedangkan seunghyun sedang asyik mendengarkan cerita lucu yang ada di TV mobilnya, terang saja dia tidak mendengar sama sekali ringtone ponselnya berbunyi karena dia menonton acara itu dengan volume yang paling tinggi. Sejak setengah jam yang lalu jiyong tidak berhenti menghubungi ponsel seunghyun karena sesuatu telah terjadi kepada kekasihnya. Seunghyun memang berniat ke tempat jiyong berada namun dia melajukan mobilnya dengan kecepatan standar karena perjalanannya cukup jauh dan melelahkan, maka dari itu seunghyun berusaha menghibur dirinya supaya tidak mengantuk dengan menonton acara komedi di TV yang terpasang dimobilnya itu. Jiyong dan kekasihnya Minah sudah tiba di Jeju sejak kemarin. Seunghyun terpaksa menyusul karena dia harus mengurus sesuatu terlebih dahulu bersama ayahnya. Mereka berencana untuk berlibur selama 2 minggu disana. Namun sesuatu terjadi kekasihnya minah dilarikan ke Rumah Sakit atas kecelakaan yang ia alami. Jiyong yang saat itu bersamanya pun mengalami luka – luka di bagian kaki dan lengannya namun keadaan jiyong tidak separah minah yang mengalami luka dalam dan sudah mengalami pendarahan keras didalam tubuhnya.

Kecelakaan ini diakibatkan oleh pengendara sepeda motor yang mabuk menabrak mobil yang dibawa oleh jiyong dan minah. Sebenarnya jiyong sudah berusaha membanting stir namun tetap gagal, dalam hitungan beberapa detik motor itu menabrak mobil jiyong, laju kendaraan jiyong oleng dan membanting pembatas jalan yang mengakibatkan mereka terbanting kedepan memecahkan kaca mobil itu, walaupun tubuh mereka tetap berada didalam mobil karena masih menggunakan seatbelt namun karena benturan hebat itu jiyong dan minah mengalami luka berat. 

 

Walaupun jiyong terbanting kedepan dan membentur sebagian kaca dia masih diselamatkan oleh stir mobil didepannya sehingga dia terselamatkan dari benturan hebat, sayangnya minah tidak dapat tertolong karena dia tidak mempunyai penahan apapun didepannya.

 

Suara sirine menggema, jiyong masih tersadar, matanya melihat dengan remang keadaan parah kekasih sahabatnya itu, tangannya meraih minah ingin menyadarkannya namun penglihatannya semakin kabur sampai pada akhirnya warna hitamlah yang memenuhi penglihatannya. Darah bercucuran segar di kedua tubuh mereka, kedua-nya saling tak sadarkan diri.

 

(“Komandan mereka mengalami pendarahan keras!!”

“Cepat angkat ke mobil ambulance, kita harus membawa mereka ke RS! Ini sangat emergency, hubungi pihak RS terdekat untuk segera mempersiapkan segala sesuatunya dengan cepat!”

“Baik komandan!”

“Bagaimana dengan keadaan pengendara sepeda motor itu?”

“Dia sidah meninggal ditempat!”

“Baiklah!! Segera bawa kedua korban dengan waspada!”)

***

Semenjak jiyong sadar dari kecelakaan yang terjadi berjam – jam yang lalu, dia tidak pernah lepas dari tempat minah berada. Dia duduk disampingnya menatap minah yang sudah dia anggap sebagai kakak kandungnya dengan penuh kesedihan dan penyesalan. Kalau saja dia bisa menghindari kejadian itu mungkin saja ini semua tidak akan terjadi. Para medis sudah mengatakan jika mereka sudah menyerah, mereka sudah tidak bisa menangani minah, mereka hanya berkata kepada jiyong dan keluarga minah untuk bersabar dan ikhlas, mereka katakan tinggal menghitung hari bahkan jam untuk minah tidur untuk selama – lamanya dan meninggalkan dunia nyata ini.

 

Jiyong sudah memarahi, memaksa mereka secara membabi buta untuk menyembuhkan minah bahkan jiyong memelas dan berlutut dihadapan mereka memohon kepada mereka untuk menyembuhkan minah. Jiyong tidak tahu harus bagaimana mengatakan ini semua kepada sahabatnya seunghyun, jiyong tahu seberapa besar rasa cintanya kepada minah, jiyong sudah janji untuk menjaga minah selama dirinya tidak ada bersama mereka.

 

Jiyong pasrah! Dia sudah tidak tahu harus bagaimana! Sahabatnya seunghyun sedari tadi tidak dapat ia hubungi! Entah mengapa seunghyun sama sekali tidak mengangkat ponselnya. Pada akhirnya jiyong hanya mengirimkannya pesan atas keadaan minah saat ini.

 

***

“Hahahah, lucu sekali mereka itu!!”

“Hmmm.. sekarang jam berapa ya? Aku sudah sangat rindu terhadap minah babyku!”

 

Seunghyun mematikan TV yang ia tonton dan berusaha mencari ponselnya namun tiba – tiba sebuah klakson mobil dari arah kanan mengejutkannya. Seunghyun pun melakukan rem secara mendadak, hampir saja karena kecerobohannya dia tertabrak oleh mobil itu.

 

Deg,……

 

Perasaan aneh menerpa seunghyun, jantung-nya pun berdetak sangat tak karuan. Tangannya secara sendiri memegangi kalung dilehernya yang diberikan oleh minah kepadanya. Seunghyun segera mencari ponselnya.

 

Ketika ia membuka ponselnya dia terkejut melihat misscall yang berasal dari jiyong. Hati seunghyun sudah berpikiran negatif, dia membuka isi pesan yang dikirim oleh jiyong juga. Kaki seunghyun langsung meng-gas mobilnya dengan kecepatan penuh setelah membaca isi pesan itu.

Dalam detik, menit yang ia lalui seunghyun tidak berhenti berdo’a, dia saat ini tengah kalang kabut. Dia harus sampai secepat mungkin di Rumah Sakit itu! Dia harus bertemu dengan minah! Dia harus membangunkan kekasihnya itu!

 

====

Sesampainya,

 

“Jiyong, jiyong mana minahku?”

 

Tanpa membalas perkataan seunghyun jiyong menunjuk ruangan disampingnya yang saat ini penuh dengan suara tangisan. Dia segera menghampiri ruangan itu! Disitu, minah baby-nya tengah tertidur nyenyak, wajahnya sangat tenang seperti sedang bermimpi indah. Namun dia lihat disamping ranjang kekasihnya itu terdapat kedua orang tua minah yang sedang menangis keras. Seunghyun menghampiri mereka namun tanpa perkataan apapun kedua orang tua minah langsung bangkit dan meninggalkan ruangan itu seakan memberikan ruang untuk seunghyun bersama minah.

Kaki seunghyun melangkah dengan berat, tangannya terulur ingin segera meraih kekasihnya itu. Seunghyun menyentuh pipi kekasihnya lembut, membelainya penuh kasih sayang.

 

“Baby, ini aku seunghyun! Bisakah kamu bangun sebentar aku sangat sangat sangat merindukanmu! Hm.. baby???”

 

Air mata seunghyun mengalir deras namun dirinya masih tidak mau mengakui jika kekasihnya telah tiada.

 

“Baby, jangan memperlakukanku seperti ini hmmm.. kamu lupa? Seminggu lagi adalah hari anniversary kita! Jadi bangunlah baby.. buka matamu hmmm…?? Pleaseee… i beg you open your eyes!!”

Seunghyun memeluk minah erat dan menangis dengan keras. Dia masih tidak bisa terima semua ini.

 

“Minah~ah bangun! Kita sudah sefakat akan bertunangan bulan depan, bukan? Jadi kamu harus bangun!! MINAHHHHHHHH……… !!”

 

Seunghyun menangis dengan keras, sahabatnya jiyong ikut menangis dibalik pintu ruangan itu. Dia tidak sanggup melihat sahabatnya seperti ini. Tapi ini semua sudah takdir, ini semua sudah menjadi tulisan. Seunghyun harus bisa mengikhlaskan dan melupakan minah cepat atau lambat. Dia harus bisa move on!)

 

Jiyong memanggil temannya tak mengetahui jika seunghyun sudah pergi sejak tadi. “Heh choi!” Jiyong beranjak dan menemukan dirinya hanya sendiri disana. “Awwhhhhh dasar!” Gerutu jiyong bangkit dan berjalan ke kamarnya, seperti biasa dia berdiri menghadap kaca jendela besar hidapannya yang menghadap pemandangan kesibukan jalan di kotanya. Dia melakukan ini jika dia memiliki permasalahan, tak sengaja kemarin jiyong membaca pesan dari ayahnya yang menginginkan dirinya untuk pulang. Tapi mengingat ommanya (nenek) masih ada disana jiyong menjadi malas. Tapi dia juga tak sanggup membaca pesan dari ayahnya yang seakan memelas kepadanya. Lalu seakan sesuatu terbesit di otaknya, jiyong lalu tersenyum.

“Mainanku! My doll! Purple!” Bisiknya berharap hari esok akan datang secepatnya.

¤¤¤

TBC^^

 Next >>>

Note : Purple = Poor People = sebutan jiyong untuk dara.

Anyeong semuanya.

Maaf saya baru update lagi biasa sibuk urusan itulah inilah sama lurking di twitter mwehehehe….👉👈✌tapi tenang author lain lagi pada semangat bikin FF kan hahaha… jadi cerita aku pasti terlupakan. 😭😭😖😂😂

Tapi saya tetap semangat kok, kalian juga semangat buat baca dan komennya yooo… tuh denger admin udah ada yang ngasih tahu tentang FF yang nantinya bakalan di PW jadi … you know lah hehehe 👻😜😙😘💋

……

HENGSHOOOOOOOoooooo💙💋💞💑

Pyeong..

Advertisements

15 thoughts on “CHROME HEART [Chap. 5]

  1. Setelah sekian lama akhirnya dilanjutin juga,
    Emang jodoh dah….kerja ditempatnya, sekolah disekolah miliknya, dan sekarang puisi ciptaan dara jadi puisi kesukaannya..
    Akan jadi hari yang paling berat nih kayanya buat dara
    Hahaha
    Poor dara
    Kasian seunghyun ditinggalin sama kekasihnya untuk selamannya
    Pasti hancur banget hatinya,
    Tapi tenang,ada bom yang akan slalu ada untukmu nanti

  2. Ahh jadi kepoo alien couple sama daragonnya gimana reaksi jiyong kalo tau dara itu si s.p yaa semangat thorr lanjutinnya aku kepo banget HAHA

  3. Akkhirnya dilnjutin juga..
    Sempat lupa sii jlan crtnya kek mna.heheheh
    Buat seunghyun yg dtnggal minah…jujur aq nangis ni bca nya..kasian seunghyun ny..
    Dan utk daragon..penasaran ni ap yg bkal trjdi saat dara pndah k kfs ya..
    Nexttttt..semngat thor

  4. gk lupa kok sama ff ini, malahan ditunggu banget updatenya thor.
    gimana keseharian dara setelah dipindahin ke sekolah yg elit.
    dan aku penasaran gimana reaksi jiyong kalau s.p itu dara alias “purple” nya…..neeexxxtttt

  5. Akhirnya update lagi. Tenang aku masih ingt sma critanya kak hihihi. Bakalan kocak nih tpi kasian sama dara ny bakalan di isengin mulu sama ji pastinya. Waduhhh miris bgt crita tabi , tpi jdi pngen bca moment alien couple kekeke… gimana dgn skolah brunya dara ? Puas kah ? Nyaman kah ? Lalu sama festival itu pngen tau gimana reaksi jiyong pas tau kalo dara lah si S.P itu kekek.lanjuttt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s