[Short Series] A Journey of A Thousand Miles : Part 5

a journey

“Jika suatu saat aku lelah berjalan, bisakah kau membantuku walau hanya sekedar untuk berdiri?”

.

.

.

Scriptwriter : VA Panda | Title : A Journey of A Thousand Miles | Duration : (short) series | Genre : Drama, Slice of Life, AU

va panda presents

 

“Kematian adalah jawaban yang paling tepat,”

Dara mengingat setiap perkataan frustasi yang terus Sohee lontarkan sembari memecah sebuah senyum kaku di wajahnya. Kematian, takdir yang terkadang digunakan orang bodoh sebagai jalan lain untuk melepas semua beban yang ada di dunia ini, tapi tidakkah mereka berpikir akan kehidupan selanjutnya … Akankah takdir memperuntukkan kebahagiaan untuk orang yang putus asa di kehidupan lain?

“Aku sempat berpikir bahwa apa yang Ibu inginkan sama seperti apa yang aku inginkan juga. Bukankah kami wanita jahat yang masuk secara tidak sopan ke dalam kehidupanmu, Dara?”

“Tidak, Sohee.”

“Jangan membuatku merasa pantas terlihat di matamu, Dara. Jika kau terlalu baik, akan sulit untukku melakukan apa yang Ibu pinta.”

“Sohee, jika kalian menginginkan aku untuk buruk di depan ayahku sendiri, itu tidak masalah. Ayahku, bahkan hanya menganggapku bagian dari lukisan yang diperuntukkan di galerinya, tapi dia bukan sang pelukis, dia tidak mencintaiku sekalipun aku anak kandungnya. Dia hanya mencintai kekuasaannya, uangnya. Bukankah itu sama seperti, Ibumu?”

“Dara! Berhenti membandingkan seseorang! Bagaimanapun, darah yang mengalir dari orang kotor, akan mengalir pada turunannya! Aku, Ibu dan Ayahku bercerai karena tidak ada uang yang dihasilkan ayah setelah semua asset perusahaan ayah disita, dia menggelapkan uang! Lalu, ibu, dia hanya wanita yang akan menelantarkan suami yang tidak pernah sekalipun dia cintai saat mereka tidak dapat memberikan apapun!”

“Sohee,”

“Ayahmu, bahkan Kau sekalipun, tidak akan sama seperti kami berdua. Bukankah penyesalan itu muncul diakhir, tapi mungkinkah aku bisa mengulangnya lagi?”

“Kalau begitu, mulai sekarang kau hanya perlu memulai semuanya dari awal. Bersamaku, kau dan aku, memulai semuanya agar lebih baik.”

“Tidak, itu tidak pantas. Apakah kau tega membiarkan aku semakin terlihat kotor jika selalu menjadi bayanganmu?”

“Sohee, kau tidak seperti Ibumu.”

“Dara!”

“Lantas jika kau berpikir kau sama seperti Ibumu, kenapa kau memberitahu semua rencana yang telah Ibumu susun, huh?”

“Dara, cukup!”

“Sohee … kau satu-satunya orang yang membuatku kembali menemukan kehidupanku yang dulu. Aku yang tidak menyukai seseorang yang mengusik hidupku, keramaian, hal-hal membosankan yang ada di hidup ayahku, sekarang, aku menyukainya! Tidakkah itu bagus?”

“Dara, dengarkan baik-baik. Jangan mencariku, jangan mengenalku, dan jangan menengok ke arahku sebelum aku menghapus semua keburukan yang ada di dalam diriku.”

**

A Journey of A Thousand Miles

**

Musim Semi, 2006

“Dicintai atau mencintai. Kelak saat kita akan dewasa, itulah hal yang akan kita lalui. Menurutmu, mana yang akan kau lebih sukai?”

Pria kecil berambut ombak itu tersenyum bersambut kelopak cherry blossom disekitar kepalanya. Dia, Park Chanyeol dengan suara keras itu masih tertawa terbahak-bahak, melihat Dara diam mematung, menatapnya dengan mata bulat. Lucu, pikirnya, gadis itu selalu lucu dengan apapun hingga sampai dua bulan ini, Chanyeol tidak pernah melewatkan satu hari pun untuk tidak menghabiskan waktu dengan Dara.

“Bukankah masih terlalu dini untuk menanyakan hal seperti itu, Park Chanyeol!” Dara menggerutu sampai rona di sekitar wajahnya mencuat.

Masih terlihat lucu, Chanyeol menyukai semua ekspresi yang ditunjukkan Dara. Wajar saja jika pria ini lebih sering mengoloknya berulang kali, namun Dara tidak pernah sekalipun marah walau Chanyeol terus membuatnya kesal.

“Ah,” mencuri sandaran di pangkuan Dara, dari tempatnya kini semakin terlihat jelas wajah Dara yang menunduk menatapnya. Bang! Sekarang, Dara tidak bisa memalingkan wajahnya. “Hanya mau bertanya, orang dewasa mungkin tidak memiliki planning sampai akhirnya banyak dari mereka memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka. A….aniya, maksudku.”

“Seperti orangtuaku bukan?”

“A–aniya, aku tidak bermaksud… tapi,”

“Kalau aku dewasa nanti, aku lebih memilih untuk mencintai seseorang.”

“Eh?”

“Ya, ini jawabanku. Aku lebih memilih mencintai seseorang, dengan begitu, orang yang aku cintai sekalipun tidak pernah menyukaiku, setidaknya dia akan menyadari keberadaanku.”

Chanyeol terhenyak, Dara yang dikenalnya memang terlihat dewasa untuk seusianya. “Berarti, kau perlu berjuang keras. Jika aku besar nanti, aku lebih memilih dicintai oleh oranglain, kau tidak perlu merasakan sakit dan kau biasa berpaling mencari yang lain. Biasanya seorang pria lebih memilih itu.” Tawanya.

“Aish, jahat sekali.”

“Tapi,” Chanyeol terbangun. Kedua tangannya ia rentangkan menyambut semilir angina yang membawa kelopak cherry blossom yang bertebaran, “pengecualian untukmu, Dara.” Lanjutnya dengan memalingkan wajah, menyembunyikan rasa malunya.

 

**

A Journey of A Thousand Miles

**

 

Di bandara Incheon, keramaian para turis menjadi pemandangan pertama pria berkacamata coklat gelap. Garis dibibirnya menyambar sebuah senyum puas, menghirup dalam-dalam oksigen yang digunakan untuk mengisi paru-parunya, suara manly bass yang ia miliki mulai mengutarakan sebuah kata.

“Korea,”

Negara yang ia tinggal saat masih kecil, tempat singgahnya kini. Langkah semangatnya terus berpacu dengan jarum jam di lengan, sesekali ia menengok pada pukul berapa ia menginjakkan kaki. Bisa dikatakan, dia masih asing dengan tempat yang sudah sangat berbeda setelah masa remajanya dihabiskan di luar negeri, tapi mengharapkan seseorang menjemputnya, rasanya tidak mungkin.

“Omo,” Chanyeol, pria itu hanya mampu membungkuk malu dengan terus meminta maaf pada wanita bermasker hitam yang ia tabrak. “Hati-hati lain kali,” lanjut si wanita dengan mengkhawatirkan keadaan Chanyeol sedangkan barang-barangnya dibiarkan berserakan.

“Ani, aku tidak apa-apa. Lain kali, aku akan berhati-hati lagi.”

“Baiklah kalua begitu, kau ada luka gores di lenganmu. Maaf tidak bisa banyak membantu, aku harus buru-buru.”

“Ya, tidak masalah. Aku bisa mengurusnya.”

Dengan terburu, sang wanita mengambil asal barang serta buku yang berserakan, meninggalkan Chanyeol sampai akhirnya menghilang, menjadi titik kecil di tengah kerumunan,

“Apa ini?” tanya Chanyeol seorang diri.

Sebuah lembar koran yang digunting persegi bertuliskan An accident caught the step daughter, cause are Park’s Company heirs seizing?
membuat Chanyeol terkejut. Dara, apakah gadis itu tengah berada dalam masa sulit?

 

 

To be continued


Next >>

Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 6

A/N :
HAH!! Payah banget yaak…. inget ini singkat karena dari awal udah dikasih tau kan yaah hehe.
Btw, ini sedikit bakal kasih alasan kematian Sohee kok. Daragon momen, wait for me wakakak. Mudah-mudahan ada pencerahan haha

Advertisements

22 thoughts on “[Short Series] A Journey of A Thousand Miles : Part 5

  1. Wew, seorang park chanyeol kembali ke korea, saudara😄 gimana nih, ntar dara unnie berpaling dari jiyong oppa dgn memilih chanyeol oppa ato tetap suka sama jiyong oppa? mudah mudahan dara unnie memilih keputusan yg tepat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s