NOT OVER #1

not over

Author : Hanny G>Dragon

Tell me why meoreojyeo ga why? ni nuneun deo isang naega boiji anhni?.

(Katakan padaku mengapa kau begitu jauh, mengapa?tidak bisakah kau melihatku dengan matamu lagi?).

            Aku tersenyum melihat cincin yang melingkar manis di jariku. Seperti ada kupu-kupu yang menari-nari di perutku, ah aku terlalu bahagia. Ku tengok sebuah foto dengna frame berwarna silver, menampakkan wajah seorang yang sebentar lagi akan menjadi milikku dan aku menjadi miliknya. Lalu sebuah ketukan tak tahu keadaan membuyarkan lamunanku di ruang kerjaku.

“Masuk” kataku.

“Ji, sampai kapan kau akan duduk di situ. Ruang meeting sudah menunggu begitupun dengan yang lain” ucap Top sekertaris pribadiku. Ah aku melupakan jadwal meetingku karena terlalu asik mengkhayal keindahan bersamanya.

“Ah mian hyung. Ayo kita kesana” ucapku lalu meninggalkan meja kerjaku menuju ruang meeting yang seharusnya sudah 15 menit yang lalu di mulai.

            Pekerjaan sebagai president utama sebuah perusahaan membuatku seperti menua sebelum waktunya. Appa terlalu yakin aku bisa mengurus semua wasiatnya, aaah bahkan ia rela mengatas namakan semua asetnya untukku, anak satu-satunya. Appa dan eomma sudah di alam yang berbeda, aku bersedih namun karena mereka pula aku jadi bertemu dengan bidadari cantikku.

Flashback

“Jiyongie, aku dan appamu sudah bersahabat dengan baik. Eomma mu dan istriku pun berteman karena persahabatan kami. Dan kau tahu saat kami remaja, kami sudah merencanakan ini semua. Kami berencana akan menjodohkan anak-anak kami kelak. Mungkin appa dan eommamu sudah tiada dan hanya aku dan istriku yang tersisa. Kami sudah membicarakan ini dan kami ingin mewujudkan mimpi ayahmu dan aku saat remaja dulu. Maukah kau menikah dengan putriku?” ucap Tuan Park dengan nada yang sangat lembut, kasih sayangnya memang seperti appa. Aku sudah mengenalnya bahkan keluarganya. Namun aku tak bisa menghilangkan senyumanku saat mengetahui perjodohan ini. Hell, siapa yang tak mengenal Sandara Park, putri yang terkenal manis, mungil, dan emm cantik. Aku sudah mengaguminya saat kami saat aku dan keluargaku masih utuh makan bersama dengan leuarga Park. Dan saat itu aku melihat seperti bidadari yang telah di ciptakan Tuhan untuk di Bumi.

“Ji, kau mendengarku?” tanya Tuan Park membuyarkan lamunanku. Shit, kenapa aku melamun memikirkannya.

“Ne, aku bersedia ahjussi” ucapku dengan malu-malu.

“Aigooo uri Jiyongie akan menjadi menantuku. Aaah senangnya” ucap Nyonya Park sambil memelukku. Ia sudah ku anggap seperti pengganti eomma. Ia sering mencerewetiku tentang kesehatanku, karena jam makanku yang tidak teratur akibat jam kerja yang over. Tapi aku senang dengan perhatiannya. Seperti punya eomma lagi, walau dengan wujud yang berbeda.

“Gumawo umma” ucapku membalas pelukannya.

“Yak!! Mengapa kau memanggilnya umma sedangkan kau memanggilku ajussi? Tak adil” gerutu tuan Park sambil berpura-pura kesal. aku dan nyonya Park tertawa karenanya. Dan saat tawaku masih terdengar, aku melihat sepasang mata mendelik ke arahku. Pandangannya tak bisa ku artikan. Namun aku hanya tersenyum manis, melihat sosok itu. Dara.

Flashback End

“Ji, pesananmu sudah sampai” ucap Top hyung dengan menggenggam sebuah buket bunga mawar putih dan menjinjing paperbag berisi kotak coklat ber-merk pesananku.

“Ah, ne. Gumawo hyung. Aku akan kembali setelah jam makan siang”ucapku sambil mengambil alih bawaan Top hyung lalu berlari kecil menuju lift. Aku tak sabar menuju cafe tempatku bertemu dengan bidadari cantikku. Aaah aku senang, senyumku tak pudar saat memasuki lift sampai masuk cafe yang tak jauh dari kantor. Aku menunggunya, emm ini sudah biasa. Menunggunya saat kita berjanji akan bertemu. Ah, itu dia.

“Dee, aku di sini” teriakku saat dia sudah di ambang pintu cafe. Ia memasang wajah yang sama, tanpa ekspresi namun aku masih saja tersenyum lembut menyambutnya. Ia pun duduk di hadapanku. Sesaat aku terpesona dengan keindahan yang sedang aku lihat saat ini.

“Kau pesan apa Dee?” tanyaku sambil mengelus lembut punggung tangannya yang berada di atas meja.

“Caramellate saja” ucapnya singkat seraya menarik tangannya yang ku genggam.

“Baiklah, kau tunggu di sini aku pesankan ya” ucapku lembut dan langsung menuju tempat pemesanan. Yang ku inginkan bertemu di restoran mahal namun Dara lebih memilih cafe ini karena emm entahlah, ia hanya mengatakan lebih nyaman bertemu di cafe seperti ini daripada di sebuah restoran berbintang.

            Setelah memesan aku pun langsung menuju meja kami. Melihatnya sedang fokus dengan benda persegi panjangnya yang tipis. Dengan raut wajah yang tersenyum lembut, indah memang sekaligus menyakitkan karena senyumnya bukan karena ku, bukan untukku.

“Ah ini untukku. kau suka?” ucapku sambil menyodorkan semua bawaanku padanya. Ia hanya melirik sebentar buket bunga mawar putihnya dan coklat yang ku berikan lalu pandangannya beralih lagi pada benda persegi panjang itu. Ingin sekali aku melempar yang dinamakan handphone itu.

“Ini pesanannya tuan” seorang pramusaji menginterupsi sambil memberikan pesanan Dara. aku pun membalas dengan mengangguk memberi arti terimakasih. Dan Dara masih asik dengan handphone-sialan-terkutuk itu.

“Dee, kau sudah makan? Apa tidurmu nyeyak semalam?apa-“ aku tidak melanjutkan ucapanku karena wajahnya kini menatapku. Bukan karena aku senang di tatap olehnya, tapi tatapan itu seperti aku mengganggu waktunya.

“Sampai kapan kau akan seperti ini, kau tahu bukan aku sudah memiliki kekasih. Dan perjodohan sialan ini, bisakah kita menghentikannya. Emm atau bisakah kau menolak perjodohan ini?” ucap Dara yang kali ini berbicara banyak padaku, aku cukup senang mendengar suaranya, tapi kalimatnya tidak membuatku senang.

“Tapi Dee, -“

“Panggil aku Dara!!!” perintahnya memotong ucapanku.

“Dara, ini permintaan ajussi Park, ayahmu yang sangat aku hormati. Aku tak bisa menolaknya dan akupun dengan sepenuh hati menerima ini. Karena dari awal kita bertemu aku sudah jatuh hati padamu, aku mencintaimu Dara” ucapku lembut sambil mengelus pipinya yang halus. Namun segera ia tepis tanganku itu.

“Ah sudahlah. berbicara denganmu sama seperti aku berbicara pada Appa. Tak pernah di hiraukan, cih. Aku pergi sudah ada janji. Dan untuk semua itu buang saja atau berikan pada pelayan itu” ucap Dara berdiri sambil menunjuk salah satu pegawai cafe. Lalu beranjak pergi meninggalkan aku yang duduk terpaku, membeku entah mengapa. Rasa sakit menjalar dari perasaanku lalu menyerang seluruh syarafku.

**

“Dara, kau sudah pulang? Sudah makan malam? Apa kekasihmu mengantarmu pulang?” aku mengiriminya pesan. Lalu ku tekan send. Dan seketika terbaca. Namun aku tak kunjung mendapat balasan. Seperti ini sudah biasa, namun aku tak ingin kalah. Aku akan berusaha membuat dia mencintaiku seperti aku mencintainya.

“Selamat malam, tidur yang nyenyak dan jangan lupa matikan lampunya. Semoga mimpi indah” aku mengirimi pesan lagi. Dan aku tak ingin berharap mendapat balasan darinya. Memang aku ingin mengucapkan selamat tidur padanya dan saat tanda pesan ku sudah terbaca aku pun menarik selimutku hingga dada. Tersenyum dan kemudian terlelap berharap di dunia mimpi akan bertemu dengannya yang tersenyum karenaku.

Geu gin bami neol ttara heullaeoman geneun geot gata

(Malam yang panjang mengikutimu saat berlalu)

I sigani neol ttara heuryeojinrun geot gata

(waktu yang telah engkau ikuti, telah memudar)

Wae meoreojyeo ga wae dahji anheul mankeum gaseo

(mengapa engakau begini jauh?jauh hingga tak bisa saya hubungi?)

Tell me why meoreojyeo ga why?

(Katakan padaku mengapa kau begitu jauh, mengapa?)

ni nuneun deo isang naega boiji anhni?

(tidak bisakah kau melihatku dengan matamu lagi?)

(Lirik by: BTS-love is not over)

 -TBC-

Annyeong, hahaha I’m comeback. Emm dengan genre yang beda dari biasanya hahaha. Coba-coba semoga kalian suka. Selingan ff Black Wings yang sedang dalam pengetikan karena page yang lumayan banyak hahaha. Ff ini hanya 3 chap, karena sekarang saya lebih suka chap pendek tapi kualitas cerita tidak menurun. Ff ini sudah saya kasih full ke admin DGI, jadi jangan males-males ya komennya cantik-cantikku. Tar ga di kasih Pw’an ni hahaha. Semoga suka and gumawo*pyoooong. ^^.

Advertisements

57 thoughts on “NOT OVER #1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s