BE MINE [Chap. 14]

25335697-176-k89752

Story by : mbie07

Link : Meet her on Wattpat & Aff

Indo Trans : DANG

Karakter:

Kwon Jiyong, Sandara Park, Lee Chaerin, Lee Sung Ri, Choi Seung Hyun, Park Bom

—ooo—

Here you go, chapter 14!

Dara tertawa sambil menarik diri dari Jiyong. Jiyong tersenyum kemudian menggigit bibirnya untuk menahannya, rasanya seperti bertahun- bahwa ia telah berhenti merasakan emosi, dulu ia tidak akan menyia-nyiakan tenaganya untuk tersenyum atau tertawa tapi sekarang rasanya ia menumpahkan segala emosi yang dulu ia tidak pernah rasakan. Tidak peduli bagaimana ia mencoba untuk menahan dirinya sendiri dia tidak bisa menghapus senyum itu, senyum lebar di bibirnya. Jiyong menggeleng sedikit sambil berdiri dan mengulurkan tangannya di mana Dara meraihnya dengan senyum di bibirnya. Dara hampir kehilangan keseimbangan tapi dia tertangkap oleh Jiyong.

Jiyong melingkarkan lengannya di pinggang Dara. “Aku suka kalau kau selalu jatuh, itu memberikanku kesempatan,” Bisiknya membuat Dara berubah merah. “Tapi aku lebih suka ketika kau tersenyum, itu memberiku alasan untuk hidup,” katanya dengan senyum di bibirnya dengan mata mereka saling menatap. Dara hanya tercengang, tidak dapat mengucapkan sepatah kata pun. Dia merasa seperti jantungnya hanya berhenti berdetak, dan itu tidak baik tapi melihat ke dalam mata Jiyong dan melihat senyumnya hanya menghidupkan kembali jantungnya seperti terkena  arus listrik yang kuat lebih dari apa pun, lebih dari arus listrik yang menyalakan sebuah kota tapi ini menyalakan seluruh hidup seseorang. Dara tersenyum saat matanya mulai berair lagi. Dia memberi Jiyong pelukan erat cepat. “Ayo kita pergi ke klinik, Mr. Mine?” Dia berkata dengan menggigit bibirnya menyembunyikan senyumnya, Jiyong hanya menutupi wajahnya dengan tangannya meski berlumuran darah, hanya untuk menyembunyikan senyum lebar nya.

Mereka berdua mencapai klinik sekolah yang sedang kosong, karena para perawat dan dokter sekolah sedang makan siang. Mereka masuk dan pergi ke wastafel. Jiyong membantu Dara melepas blazer sekolahnya lalu Dara melipat  ujung lengan bajunya ke atas supaya tidak basah. Sedangkan Jiyong tidak mengenakan blazer sekolah ia hanya melipat lengan bajunya. Dara berbalik memutar keran lalu Jiyong meletakkan kedua tangannya di air yang mengalir. Dia menyaksikan air perlahan-lahan menghapus darah kering di tangannya. Dia menyaksikan air perlahan-lahan menjadi merah dan hilang ke dalam saluran air.

Dia menolehkan kepalanya dengan Dara menyambutnya sambil tersenyum. Dara hanya memegang tangannya dan membantunya mencuci darah dari itu. Jiyong tersenyum lalu Dara mulai bermain dengan kedua tangan mereka. Jiyong meraih sabun saat ia mulai membuat busa dan meniup gelembungnya membuat Dara tertawa. Dara juga melakukan hal yang sama dan mereka akhirnya bermain dengan tangan mereka sehingga mereka tenggelam karena mereka hanya terus menatap sama lain dengan senyum di bibir mereka.

Pada saat itu Jiyong tahu mengapa ia tidak pernah bisa tersenyum pada Dara bahkan sekali, meskipun Dara selalu tersenyum padanya dengan senyumannya yang indah. Itu karena dia takut, takut jika Jiyong tersenyum ia akan lupa akan kesepian, ia akan melupakan kekosongan dan dia akan mulai menjalani kehidupan yang tidak pernah tahu kesedihan. Ya, itu memang indah tapi baginya itu menakutkan dari apa pun. Dia tidak tahu apakah dia akan bertahan hidup dengan tidak melihat Dara bahkan hanya sedetik. Dia takut bahwa hidupnya akan bergantung dengan Dara, bahwa ia tidak akan dapat benar-benar bertahan hidup tanpa Dara di sisinya. Dia takut bahwa ia tidak akan menjadi Jiyong yang dulu. Dia takut bahwa ia benar-benar akan berubah, bahwa baju besi dan tembok baja dingin yang ia bangun selama bertahun-tahun oleh dirinya akan berkarat dan berubah menjadi debu ditiup oleh angin dan pergi dengan itu. Tapi lebih dari itu ia takut bahwa ia akan kehilangan Dara, itu adalah sesuatu yang sangat menakutkan, menakutkan daripada kematian.

Jiyong mengeluarkan senyum kecil saat ia menyadari betapa bodoh dia. Dia takut bahwa hidup Dara akan dirusak olehnya, lalu mata mereka saling bertemu, mereka sudah diikat dengan tali  yang tidak akan pernah bisa putus. Tidak, mungkin seperti mitos konyol yang pernah Jiyong dengar, mereka terhubung sudah dari awal. Mereka diikat oleh benang merah yang tidak bisa diputuskan. Jiyong takut bahwa ia akan berubah, ia takut bahwa ia tidak akan mengenal dirinya lagi, saat Dara tersenyum padanya dia tahu sesuatu di dalam dirinya berubah. Tidak, semua dalam dirinya dan seluruh hidupnya berubah. Dia takut, tapi ketika Dara melihat dia dengan keadaan terburuknya, ketika dia tersenyum dan meminta dia untuk menjadi miliknya. Seolah-olah kekhawatiran, ketakutan, keraguan yang pernah ada nyaris musnah. Dia tahu Dara akan selamanya miliknya. Dan itu sudah cukup. Itu  lebih dari cukup.

Dara dengan senang menarik Jiyong lalu membuatnya duduk di salah satu tempat tidur di klinik sekolahnya. Dara kemudian meraih hal-hal yang diperlukan saat ia mulai merawat luka Jiyong. Dara menghela napas, khawatir jika dia tidak akan tahu apa yang dilakukannya. Tenang,” kata Jiyong. “Aku akan memandumu,” katanya sambil meraih tangan Dara dan membantunya untuk merawat lukanya. Dara akhirnya tersenyum puas saat ia melekatkan plester terakhir dipipi Jiyong. Dia kemudian mengembalikan segala sesuatu yang dipinjamnya dan duduk di sampingnya. Dara memegang tangan Jiyong dan menatap matanya.

Jiyong mendesah sambil memutar matanya. Jiyong tahu Dara sedang menunggu sesuatu, penjelasan. Dia menarik napas lagi saat ia menatapnya. “Kau tidak perlu tahu alasannya,” katanya lemah sambil menariknya lebih dekat. “Ji …” Dara meremas tangannya. “Please,” katanya hampir berbisik. Jiyong menarik napas lagi saat ia mulai menceritakan apa yang terjadi. Dara mencoba untuk tetap tenang dan bertahan meskipun Jiyong jelas bisa merasakan Dara terkejut dengan kata-katanya, bahkan ngeri. Dara menggigit bibirnya. Jiyong membelai wajahnya. Aku senang aku hampir membunuh mereka,” katanya dengan keseriusan dengan Dara menatapnya, terkejut. Dara tersenyum sambil mencubit kedua pipi Jiyong. Kau terlalu tampan untukku, Mr. Mine,” katanya sambil mengusap hidungnya dengan hidung Jiyong.

Tiba-tiba, Jiyong hanya terkekeh, Dara hanya menatapnya tertegun, matanya melebar. Kemudian Jiyong mulai tertawa dengannya sambil menariknya lebih dekat kepadanya dan memeluknya erat-erat. Aku tidak tampan … sebenarnya kau yang terlalu baik dan indah untukku Ms. Mine,” Dia menjawab dengan terkekeh lembut. Dara tersenyum lebar lalu menciumnya. Dara kemudian melihat langsung ke matanya. “Aku mencintaimu.” bisiknya kepada Jiyong. Dara tidak tahu bahwa mengucapkan kata-kata itu kepadanya akan merasa seperti kebebasan. Itu adalah sesuatu yang dapat melepaskan hatinya dari keraguan, dari kekhawatiran, dari segala sesuatu yang membuatnya jatuh. Itu kebebasan. Polos dan sederhana. Tanpa diketahui nya, Jiyong juga merasa bahwa itu adalah kebebasan saat ia mengucapkan kata-kata itu, dia tidak pernah berpikir itu  akan keluar dari mulutnya satu hari. Dia merasa bebas ketika ia mendengarnya dari Dara, ketika ia mengatakan itu padanya. Dia merasa seperti dia adalah setan yang akhirnya menyentuh surge yang tidak terjangkau. Dan dia tidak ingin membiarkannya pergi lagi.

Aku lebih mencintaimu,” bisik Jiyong saat ia mendaratkan ciuman di dahinya. Mereka berdua tenggelam di dunia mereka sendiri ketika seseorang  tiba-tiba masuk ke dalam klinik. Ahm, Kwon kau dipanggil Guru Song,” katanya menggaruk kepalanya mengetahui dia baru saja merusak suatu momen. Dia merasa canggung dan hanya tersenyum gugup. Jiyong menekan bibirnya lalu ia dipaksa mengangguk. Dara meremas tangannya membuatnya melirik padanya. Dia tersenyum meyakinkan. “Kita akan kesana,” Dara mengatakan lalu siswa itu mengangguk dan pergi.

Jiyong menatap Dara, seolah mempertanyakan maksud ucapanya, Dara hanya memutar matanya. Kita akan kesana,” ulangnya untuk menghapus pertanyaan nya. Kenapa?” Tanyanya. Karena kau adalah tanggung jawabku. Ingat aku adalah ketua kelas mu. Dan selain itu…” Dara tersenyum padanya sambil menggigit bibirnya. Selain itu apa?” Tanya Jiyong dengan senyum tipis di bibirnya. “Kau milikku,” Dia malu-malu gengsi. Jiyong menutupi wajahnya saat ia mencoba menyembunyikan senyumannya. Dia kemudian menarik Dara lebih dekat kepadanya. “Dasar posesif,” gumamnya sambil tersenyum tipis. “Tapi aku menyukainya,” akhirnya Jiyong tersenyum lebar menahan tawanya.

Guru Song menghela napas lagi saat ia menatap lima semua siswa yang dipukuli, mereka bahkan dikirim ke rumah sakit terdekat karena beberapa luka dari mereka memerlukan jahitan. Dia mereasa tidak tenang bagaimana kelakuan Kwon Jiyong saat marah. Lalu ia menggeser matanya pada Jiyong yang berdiri mereka mencoba untuk bertindak seperti tidak ada yang salah ketika semua yang dia lakukan adalah menghela napas hampir setiap menit. Lalu ia menggeser matanya pada gadis mungil di sampingnya. Dia tampak tidak bersalah dan pasti, ia hampir bisa merasakan aura bagaimana dia begitu bersedia untuk membela pria di sampingnya.

Diam tergantung di ruang guru lalu Guru Song menghela napas untuk kesekian kalinya dan mulai menatap siswa di depannya. Nona Park, kau dapat pergi sekarang,” ujarnya membuat Dara menatapnya. Dara dengan memegang baju Jiyong dan dengan cepat menggelengkan kepalanya. Guru Song dan Guru Yang hanya menutup wajah mereka dengan telapak tangan mereka secara bersamaan. Mereka tahu mereka tidak bisa membuat Dara pergi dari sisi Jiyong. “Dia adalah tanggung jawab saya,” katanya berusaha untuk tidak mengabaikan.

Aku mengerti bahwa dia tanggung jawabmu sebagai ketua kelas tapi ini tidak ada hubungannya denganmu Nona Park,” kata Guru Song. Sebenarnya itu karena saya bahwa Jiyong berada diposisi sekarang,”  kata Dara mengutak-atik jari-jarinya. Oh yeah,” Guru Song bergumam mengetahui apa maksudnya. Selain itu aku tidak di sini sebagai ketua kelas,” Dara berbisik cemberut lucu membuay semua orang menatapnya, memuja dirinya. Jiyong menghela erangan, tidak benar-benar menyukai apa yang dilihatnya. Lalu mengapa kau di sini?” Tanya Guru Song. Karena diaadalah  pacar saya,” Dara menjawab polos seolah-olah itu senormal ia bernapas. Semua orang menatapnya tak percaya.

Jiyong tertawa dan menutupi wajahnya dengan tangannya berusaha menyembunyikan senyumannya di saat ia mencoba mendapatkan kembali ketenangannya dengan para guru menatap mereka dengan mulutu terbuka, tercengang. Mereka mampu menangani pernyataan Dara tetapi melihat Jiyong yang tersenyum lebar hampir membuat mereka jatuh dari kursi mereka. Mereka tidak pernah melihat dia tersenyum bertahun-tahun di sekolah ini. Dan mereka memiliki kepercayaan bahwa hari ini tidak akan pernah terjadi. Tapi, sekarang mereka hampir tidak bisa percaya.

Guru Song menggeleng berusaha untuk mendapatkan kembali apa yang dia ingin katakan dengan tiba-tiba menghilang dari pikirannya hanya karena melihat siswa terdingin, terkasar disekolahannya kini sedang tersenyum lebar seperti anak kecil. Jika ada orang yang tahu Jiyong, itu pasti Guru Song dan Guru Yang. Mereka tahu dia adalah seorang yang tragis, ia kesepian. Mereka menyaksikannya, bagaimana dia hidup seorang diri.

Bagaimana Jiyong membangun dinding dari orang di sekitarnya, bagaimana dia tidak akan memberikan orang kesempatan untuk masuk wilayahnya, untuk masuk ke dalam hatinya. Sebuah senyum terbentuk di awjah Guru Song dan Guru Yang. Mereka tidak bisa menggambarkan bagaimana rasanya hanya dengan melihat dia tersenyum. Mereka merasa seperti setelah bertahun-tahun berdoa akhirnya seseorang membebaskannya dari keputusasaan. Guru Song memalsukan batuk sambil berdiri. “Kalian semua akan mendapatkan 3 hari skorsing,” Katanya. Jiyong tersentak lalu menatap Guru Song dengan alis yang bertemu di tengah seakan bertanya.

Dia sangat sering terlibat seperti ini dan ia tahu ia seharusnya menerima seminggu atau dua minggu skorsing. Tapi sekarang dia hanya mendapat 3 hari skorsing. Guru Song mendesah. Kelima idiot ini, mengaku bahwa itu adalah kesalahan mereka mengapa mereka tampak menyedihkan seperti sekarang ini,” katanya baik Dara dan Jiyong menatap lima siswa yang membungkuk sebelum mereka meminta maaf. Maaf Kwon sshi!” Jawab mereka serempak. “Bukan aku, tapi dia” Jiyong berkata dingin sambil membungkus lengannya di bahu Dara. Mereka membungkuk sembilan puluh derajat padanya.

Maaf Park sshi!” Kata mereka. Dara tersenyum. Tidak apa-apa lagi pula Jiyong sudah mewakiliku untuk balas dendam,” Dara tersenyum pada mereka membuat Guru Yang tertawa lembut begitu juga guru lainnya. Dia tampak benar-benar bangga pada apa yang Jiyong lakukan dengan mereka. Dara benar-benar innocent dan naïf membuat mereka semakin memujanya. Mereka mendapatkan bahwa itu lucu. Tapi bapak harap ini adalah yang terakhir. Jika ini terjadi lagi bapak pasti akan menendang kalian keluar dari sekolah! Apakah itu jelas?” tanya Guru Song. “Ya Pak!” Dara antusias menjawab sebagai Jiyong dan lain mengangguk.

Mereka berdua memasuki ruangan. Apa yang mereka terima bukan kabar baik tetapi mereka merasa senang tanpa alasan. Jiyong dijatuhi hukuman skorsing 3 hari. Itu tidak terlihat  baik tetapi mereka tersenyum saat memasuki kelas. Teman sekelas mereka menatap mereka, terkejut dan tercengang. “Teman-teman, tolong dengarkan,” kata Dara membuat semua orang terpaksa melihat ke arahnya, padahal mereka sedang memandangi aneh Jiyong yang sedang tersenyum. Mereka merasa seperti Armagedon sudah dekat, mungkin mereka melebih-lebihkan tapi mereka hanya merasa sangat aneh.

“Jiyong akan di skors selama 3 hari,” Dara mengumumkan. Kemudian Chaerin berjalan ke arah mereka tanpa melepas tatapannya pada Jiyong yang masih tersenyum seperti orang idiot. Dia praktis menganga padanya bahkan dia lupa apa yang akan disampaikannya pada Dara.

Dara cemberut sambil menatap Jiyong. “Lihat Aku bilang juga apa, kau terlalu tampan untukku!!” Dara mengatakan seperti anak kecil dan dalam hitungan detik Jiyong terkekeh sambil malu-malu menutup wajahnya sementara tertawa secara lepas yang hampir membuat semua orang jatuh ke tanah. Mereka selalu sadar bahwa Jiyong itu tampan, tapi melihat dia tersenyum dan tertawa seperti orang lain itu membuatnya lebih tampan, ia akan membuat kalian jatuh cinta padanya dalam hitungan detik.

 

Dan oh!” Dara ingin menambahkan dengan Jiyong tertawa mengetahui apa yang dia akan katakan selanjutnya. “Dia sekarang adalah pacarku,” ia tersenyum bangga membuat semua orang terdiam dengan Jiyong tertawa di sampingnya. Tidak bisakah aku mendapatkan reaksi yang lebih baik?” Tanyanya cemberut. Chaerin tiba-tiba bertepuk tangan. Congrats aku turu senang untuk kalian berdua!” Chaerin berkata saat ia mulai berdiri dan memeluknya. Semua orang bertepuk tangan saat mereka mengucapkan selamat nya. “Kalian terlihat baik bersama-sama,” Minzy tersenyum. Aku tahu itu,” Dara menjawab dengan bangga.

Sayang sekali, aku pikir aku masih punya kesempatan. Aku bisa membuatmu jatuh cinta padaku,” Youngbae mengatakan sambil mendecakkan lidahnya, bercanda. Jiyong memelototinya membuat Youngbae mengangkat nya kedua tangan. Aku bercanda,” katanya dengan senyum gugup karena semua orang tertawa.

Dara menutup pintu gerbang sambil mencengkeram tas ranselnya dan bersiap untuk berangkat ke sekolah. Dia menutup matanya dan perlahan membukanya bersamaan dengan senyum yang muncul di bibirnya. Lalu ia disambut oleh figure lelaki yang mengenakan kaos putih dan celana jeans pudar dengan beanie di kepala, beanie yang dia berikan. Dara melompat memeluknya dengan Jiyong melakukan hal yang sama. Ia diskors selama 3 hari tapi ia memutuskan untuk selalu mengantarnya ke sekolah. Dara menatapnya sambil tersenyum.”Well, hello there, Mr. Mine,” Katanya. Hello back to you, Ms. Mine,” Jawab Jiyong tersenyum membuat Dara tertawa.

Kemudian mereka mulai berjalan berdampingan saat Dara mulai bercerita tanpa henti dengan Jiyong yang mendengarkannya, sepenuh hati.

Sandara Park To-Do List: 🙂
1. Pergi ke taman hiburan !!
2. Mempelajari bagaimana mengendarai sebuah sepeda !!
3. Menembak bola!
4. Membuat Kwon Jiyong tersenyum dan tertawa

—000—

DANG is back with this chapter.

DANG sebenernya agak kecewa sama pemberitaannya Gtae sama gossip Jiday yang mengunjungi sebuah klub Gay nih.

Padahal DANG udah berusaha secuek-cueknya, tapi tetep aja netizen pada soak mulutnya.

Padahal Gtae cuman gara-gara make gantungan kunci sama slayer yang sama doing. Poor evidence!

Liat aja giliran Daragon , dari topi, baju, sepatu, gelang, cincin, semuanya mungkin boxer juga sama bahkan mereka main bareng, gak ada yang ngeberitain kaya begitu (Kaya Gtae). Kan kecut! 

Makanya DANG agak gak semangat trans nya.

Weits, DANG ini curhat ya, bukan micu fanwar. sebisa mungkin kita hindari Fanwar deh, karena ini udah tahun 2016. Gak jaman fanwar, adanya real fans, ngedoain Idolanya. Oke?

SIP!!

So, see you next chapt.

 

Sincerely yours,

DANG

Advertisements

28 thoughts on “BE MINE [Chap. 14]

  1. akhhhh… yg ngajak pacaran dara ya.. kkkkk
    cute bgtt se merka brdua…
    ya sama thor, gtae cma gra2 fto sama.. well gimna dgn daragon setiap hal sama

  2. Wah gaya pacaran mereka beneran berbeda dr yg lain ya…… tp mereka tetap sweet deh. Itu dara polos bgt ya smp bilang kegurunya klu jiyong itu pacarnya hahaha untung aja jiyong cuma diskors 3hari nggak smp dikeluari.
    soal rumor gtae sih aq nggak percaya dan mudah”an Gd cepet konfinmasi soal semua skandalnya itu deh…..
    Next chapnya ya dang ditunggu jangan lama” sm konfliknya kapan nich makin penasaran dan makin seru aja…..

  3. Jiyong bida tersenyum gitu mungkin untuk mengabulkn To-Do List nya Dara ,makin so sweet yaaa,baru sempat baca nih kemaren2 males baca juga karna baper liat berita nya kebanyakan

  4. Gwmes banget sama Dara. Trus bayangin dia ngomong di depan Guru Song sama Guru Yang kalo Jiyong itu pacarnya. Pasti imuuut deh ><
    Biarpun Jiyong diskors tapi dia gak bakal ngelewatin hari2 nya sama Dara. Uuugh sweet aned siiih :v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s