SEOULITE [Chap. 4]

OFFICIAL

Author : DeeXXI

Genre : romance

Cast : Kwon Jiyong and Sandara Park

Inpiration from lee hi’s album seoulite

This fiction dedicated for all readerdeul XD comment juseyoooo ^^

Mianhae harusnya ini di post hari kamis tapi malah di post hari ini. Hari kamis aku kehabisan kuota buat ngirim filenya hehe. Makasih banyak yang udah nyempetin buat komentar di seoulite edisi breathe kemaren kekeke dan sekarang aku bawa seoulite edisi official. Let’s play official by lee hi ^^

><><Official><><

Sandara POV

Kami berjalan bergandengan seperti biasanya. Ini sudah memasuki bulan ke 8 hubunganku bersama Jiyong setelah perpisahan kami 2 tahun lalu. Jika digabungkan hubungan kami telah sampai di tahun ke 5. Apakah aku tidak salah?

Ahh dan kesalahan jiyong beberapa waktu lalu. Sebenarnya mereka meninggalkan kamera perusahaan di kantor. Mereka lupa membawanya bersama mereka jadi jiyong bisa bernafas lega setelah andrew memperlihatkan kamera yang jiyong anggap hilang. Ia hanya lupa membawanya ke tempat pemotretan.

Aku meliriknya yang berjalan dengan menggenggamku dan memandang kedepan dengan senyuman di wajahnya. Ia terlihat mempesona dengan segala ketampanan dan kesederhanaannya. Aku mencintainya melebihi apapun bahkan diriku sendiri. Ahh, kini Jiyong lebih sering menginap diapartementku.

Hubungan kami telah mencapai angka 5 dan kami hanya berada di batas ini saja? Aku merasa tidak puas dengan semuanya. Anni, sebenarnya Jiyong telah memberiku apapun yang aku inginkan. Cinta, kasih sayang, harta dan bahkan seluruhnya. Aku telah mendapatkannya tapi aku belum bisa merasa cukup. Aku ingin memilikinya. Memilikinya secara resmi.

Aku masih sedikit ragu padanya, mengingat umurku yang sudah lanjut sedangkan dia masih muda. Aku cukup takut jika suatu hari nanti Jiyong akan meninggalkanku. Aku ingin memilikinya, mengikatnya untuk menjadi milikku sendiri. Aku mengeratkan genggamanku membuatnya menoleh “Ada apa?” tanyanya lembut. Aku menggeleng dengan senyuman diwajahku, ia membalas senyumanku.

Kami telah sampai di apartementku. Sejak Jiyong lebih sering tinggal di apartementku, aku hanya dapat memikirkan jika malam tiba. Apa yang akan aku lakukan bersamanya nanti malam, apa yang telah kita lakukan setiap malamnya. Saat saat dimana kita melewati malam bersama. Saat kita berbagi kehangatan lewat sebuah pelukan, saat kita berciuman, saat aku tertidur di sampingnya, saat aku membuka mata dan aku melihatnya yang memandangku dengan mata coklatnya. Pipiku memerah, “kau merona, apa yang kau fikirkan babe?” tanyanya, aku menutup wajahku malu lalu menggeleng.

Ia tertawa pelan, oh shit dia menertawakanku. Aku meninggalkannya di ruang tamu dan bergegas ke dapur untuk mengambil segelas air. Ia mengikutiku dan memeluk tubuhku “jangan marah. aku hanya bertanya. Apa yang kau fikirkan hingga kau merona seperti itu?” bisiknya. sial. Dia adalah masalah berjalan. Aku menggigit bibir bawahku dan melepaskan pelukannya. Taukah kalian, jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya.

Kami berada di meja makan untuk menikmati makan malam kami. Jiyong berada dihadapanku, makan dengan tenang. Aku memperhatikan wajah tenangnya. Ia begitu tampan, apakah aku telah mengatakan itu? aku tersenyum dalam hati. Aku beruntung memilikinya. Ia mendongak dan menyentuh tanganku “makan makananmu, tidak akan enak rasanya jika itu dingin” ucapnya, aku menunduk untuk melihat makan malamku lalu tersenyum kepadanya.

Jiyong menatapku lembut, “apa?” tanyaku karena aku dapat melihat ia mengucapkan “ceritakan” dimatanya. “kau memiliki masalah, aku tahu itu. apa yang mengganggumu baby?” gumamnya, aku mendesah lalu menggeleng, “aku baik-baik saja” gumamku, “kau tidak. aku tahu itu. hanya ceritakan apa yang membuatmu gelisah” aku menatapnya, matanya memancarkan sinar ketenangan

Aku menghela nafasku sebelum mengucapkan apa yang menjadi permasalahan bagiku akhir-akhir ini. “apa kau benar-benar mencintaiku?” tanyaku, ia mengangkat alisnya “mengapa kau bertanya seperti itu?” tanyanya, aku mengangkat bahu. “aku hanya ragu” gumamku, ia menarik tanganku lembut dan membawanya ke kamar. Duduk disofa dengan aku berada diatas pangkuannya.

Aku meliriknya “apakah harus seperti ini?” tanyaku, ia mengangguk lalu memelukku. “kau meragukan perasaanku?” tanyanya, aku mengangkat bahu karena aku juga ragu pada ucapanku barusan. “apa yang harus aku lakukan agar kau tidak meragukannya?” tanyanya, aku memeluk lehernya dan mengistirahatkan kepalaku di atas kepalanya. “kau telah memberiku segalanya, dan akupun begitu. Hatiku, tubuhku dan bahkan jiwaku. Aku hanya ingin menjadi milikmu. Aku ingin kau merasa aku adalah milikmu” gumamku di antara rambutnya

Ia menengadah membuatku harus mengangkat kepalaku. “aku milikmu dan aku merasa kau memang milikku” ucapnya dengan senyuman khasnya. Aku menggeleng “aku ingin menjadi milikmu secara resmi. Mengikatmu dalam sebuah hubungan yang resmi. Jika kau menginginkan sesuatu hanya katakan, aku akan berikan semuanya untukmu” ucapku menangkup wajahnya

Ia masih tersenyum saat menenggelamkan wajahnya didadaku. “ada apa denganmu babe? Mengapa kau tiba-tiba seperti ini?” tanyanya, aku mendorong bahunya agar aku bisa menatap wajahnya. “aku tidak tahu, sesuatu mengganjal dihatiku. Hubungan kita telah berjalan selama 5 tahun, kenapa kita harus menunggu lama untuk itu? chaerin dan seungri. mereka menikah setelah hubungan mereka 3 tahun, yongbae dan hyorin menikah setelah 2 tahun. Bom dan seunghyun bahkan hanya membutuhkan waktu 6 bulan dan mereka kini bahagia bersama keluarga mereka. Ahh dan jangan lupakan minzy, dia adalah maknae kami tapi ia telah menikah beberapa bulan yang lalu bahkan mereka mengundang kami bukan begitu? Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi ji” ucapku semangat dan melemah pada akhirnya. Aku benar-benar merasaa frustasi, teman-temanku telah menikah bahkan maknae kami! MAKNAE!

Ia mengelus pipiku, dan memberi kecupan di bibirku ia tersenyum setelahnya. “dengarkan aku Dara, aku memiliki type ideal wanita yang sangat tinggi. Aku memilihmu saat aku melihatmu. Dan sekarang, malam-malamku dipersembahkan untukmu” ucapnya dengan nada serius, aku menatapnya dalam “baby girl, jangan lakukan ini padaku. Kau tahu, jangan tanya aku kenapa aku masih belum siap menikahimu. Ini bukan egoku yang ingin memberi sebuah pernikahan indah dengan uangku. Tapi sebuah pernikahan harus benar-benar matang. Kau akan mengerti saat pernikahan itu terjadi. Saat kita memang telah menikah. Menikah adalah jalan orang dewasa, itu sesuatu yang sakral dan serius” ucapnya memberi pengertian.

Aku menunduk, ia mengangkat daguku agar aku kembali menatapnya “aku telah mengatakannya padamu dulu. Coba ingat lagi apa yang aku katakan saat itu. aku mulai tertarik membeli baju wanita untuk kau pakai, itu bukan hanya bagus saat aku membayangkannya di pikiranku tapi itu memang bagus padamu. Aku hanya ingin melihat bagaimana jika kau tumbuh dewasa dan siap menikah, siap mendampingiku hingga sisa hidupku, siap menjadi panutan untuk anak anak kita, siap untuk mengabdi padaku sebagai istri. Itu tidak semudah yang kau bayangkan Dara” ucapnya lembut.

Aku menggigit bibir bawahku, “tapi, umurku sudah tidak muda lagi, semua orang bahkan mengkhawatirkan itu” gumamku sedih, “baby boy, please. Aku hanya tidak bisa mengeluarkan pikiran ini dari kepalaku. Aku masih belum bisa tenang. Yang aku inginkan hanya dirimu. Aku hanya ingin kau” ucapku menunduk, ia memelukku lagi dan mengangkatku. “bicarakan ini nanti, pikirkan apa yang aku ucapkan tadi. pernikahan tidak seindah yang kau bayangkan. Ini dunia nyata, bukan sebuah cerita atau permainan yang bisa dengan mudah kau ubah atau ganti pemain. Ini tentang hidup” ucapnya, aku mendesah pelan lalu mengangguk. “tidurlah, selamat malam” ucapnya saat kami berada diatas kasur. “kau tidak akan memberikan ciuman selamat malam?” gumamku memainkan ujung bajunya, ia terkekeh lalu menarik daguku untuk memberi sebuah kecupan yang cukup lama.

Aku tersenyum saat ia melepaskannya “selalu manis” gumamnya, aku menggigit bibir bawahku, “terima kasih” ucapku sebelum terlelap.

_to be continue_

a/n : Annyeongggggg!!!!Sekali lagi aku ingin berterima kasih kepada readernim yang menyempatkan diri untuk komen di chapter kemarin.Satu kata terakhir. KOMEN JUSEYOOOOO!!!!^^

Advertisements

32 thoughts on “SEOULITE [Chap. 4]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s