IMMATURITY [ Chap 2]

untittle

Author :: Hanny G^dragon (twitter : @Hannytaukand)

Cast     :: Sandara Park (dara), Kwon Jiyong (Gdragon)

Genre  :: Comedy Romance

“Gumawo untuk comentar yang bilang suka sama ff baru author ini, kekeke. Karena CHC butuh lebih banyak fokus (soalnya chap terakhir) jadi masih dalam kerangka befikir kapan ngerjainnya hahah, and black wings lagi unmood haha. So mianhae readers. Semoga ini mengobati kekeke. Hengsho ^^.

 

Dara Pov

“KAU MAU MATI, HUH?” kalimat itu seperti petir disiang bolong bagiku. Aku hanya memejamkan mata hingga aku sendiripun merasakan keriput yang banyak di area mataku karena aku memejamkan mataku dengan sangat kuat. Perasaanku bercampur aduk, dan wajahku mulai merasakan yang sebelumnya wajahku menyentuh yang kenyal sekarang seperti mengeras dan semakin membesar. Tuhan, bisakah kau menghilangkanku dari tempat ini sekarang juga? Aku tak bisa menghadapi “Dia”.

“Apakah kelaminku terlihat menggiurkan hingga kau tak mau beranjak dari situ?” ucap nada seseorang yang aku beri penghargaan sebagai manusia menyebalkan dan  menyeramkan  no.1 di dunia. Aku pun beranjak dengan perlahan dari posisi yang membuatku mengutuk diriku sendiri.

“M-mianhamida, akuuu tadi terjatuh dan tidak sengaja emm “itu” apa ya?emm .. “ ucapku mengantung seperti orang bodoh sambil menunjuk arah tempat wajahku terjerembab, dan mataku masih ku pejamkan. Aku tak bisa melihat matanya yang mengintimidasi setiap yang ia lihat.

Kriik, kriiik, kriiik…hening tidak ada jawaban ataupun suara bentakan seperti sebelumnya. Akupun memutuskan untuk membuka mataku. Tadaaaaa~ aku seketika membeku, seketika bodoh, dan seketika itu pula aku lupa mengedipkan mataku.

“Dasar maniak kelamin” ucap santai seseorang yang hanya memakai underwear hitam lalu memakai celana yang sebelumnya aku siapkan untuk pemotretan. Dan tubuhkupun tak lagi membeku, otakku kembali aktif dan aku ingat cara mengedipkan mata bahkan kini aku mengedipkannya sangat cepat.

“Ya! mengapa kau ganti baju di sini? Ruang ganti kan hanya beberapa cm saja dari tempatmu berdiri” ucapku seperti kalimat protes namun aku hampir mengeluarkan darah dari hidungku karena pemandangan indah nan erotis tadi, hahaha. Daraaaa sadarkan dirimu.

            Dia tidak menjawab apapun, cih dasar G dragon model menyebalkan dan angkuh. Benar apa yang dikatakan public tentangnya. Tapi mengapa banyak sekali terdengar kalangan wanita idol menginginkan nya menjadi tipe pria idaman. Ghaaah, Bad boy have a place in women heart, always. Cih.

            Dia merapihkan dirinya, menyatukan baju yang ku pilihkan dengan aksesoris yang ku rasa memang cocok dan okey kini aku mengakuinya, dia terlihat keren dan mungkin ini yang wanita-wanita lain cintai dari sisi seorang G dragon.

“Omo, omo dia mendekatiku “ desisku sendiri saat ia telah selesai merapihkan dirinya, ia mendekatiku, dekat dan sangat dekat hingga aku mundur beberapa langkah dari posisi semulaku hingga meja rias mengakhiri langkahku.

Not Bad, maniak kelamin” ucapnya dengan berbisik sexy di hadapan wajahku dengan sangat dekat dan berlalu meninggalkanku yang terpaku dan kini aku lupa bernafas.

“Huuuaaaah, daebak. Beberapa menit berhubungan dengannya seperti di neraka” gerutuku sendiri di ruang itu. Brugh, tiba-tiba pintu terbuka lagi dan akupun melihat ke arah pintu.

“Nuguya?” ucap seorang namja yang tak ku kenal. Mata sipit, hidung besar, badan berotot makhluk apa lagi ini.

“Aku Sandara Park. Aku stylish G dragon yang baru, hehe” jawabku canggung.

“Ahh, dia pasti memecat stylish yang sebelumnya. Perkenalkan aku Kang Daesung, aku manager keamanan sekaligus manager kesehatannya” ucap nya dengan tersenyum ramah. Emm ku rasa dia baik tidak seperti bos nya. Kamipun berjabat tangan dan tak lama namja bertubuh tinggi kembali.

“Kalian sudah berkenalan? (aku dan Daesung mengangguk). Apakah Gd sudah melakukan pemotretan ( aku mengangguk lagi). Apakah kalian tidak bisa bicara ( Aku dan Daesung mengguk-angguk tapi langsung geleng-geleng). Ya!!! kalian kenapa” ucap namja bertubuh tinggi itu.

“Top hyung, kau dari toilet? Lihat itu” ucap Daesung sambil menunjuk tubuh bagian belakang namja yang bernama Top itu dan saat itu juga Top melihat bagian tubuh belakangnya dan telunjuk Daesung tepat mengarah ke tissu toilet yang masih menjuntai melebihi lutut dan pangkal tissu itu tak terlihat masih terbenam dalam celana Top.

“Aah, mian. Aku terburu-buru, kekeke. Mianhae Dara-ssi kau jadi melihat hal yang seperti ini” ucapnya sambil tersenyum bodoh dan menarik tissu toilet itu dari dalam celananya. Aiigoo, ini makhluk yang tak beres pula.

“Perkenalkan aku Top. Aku manager Gd. Ku harap kau bisa bertahan dengan Gd. Sudah ratusan stylish yang gugur di medan perang melawan Gd. Kali ini kau harus menang Dara-ssi. Fighting!!” ucap Top lagi menyemangati. Akupun hanya meresponnya dengan senyum yang aku paksakan. Bagaimana mungkin aku bisa bertahan dengan orang seperti itu. Beberapa menit saja aku sudah di cap sebagai maniak kelamin, emm okey itu karena kesalahanku tapi dia seharusnya mendengarkan penjelasanku sebelum men-cap ku sebagai maniak kelamin. Heol apa itu, aku yeoja terhormat, hoho.

“Kau lahir tahun?” Daesung bertanya dengan rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Top pun sepertinya menanti jawabanku.

“Aku lahir tahun 1989” ucapku masih malu-malu.

“Kau seumuran denganku” ucap Top.

“Huaah, aku harus memanggil “nuna”tapi wajahmu seperti yeoja yang berusia di bawahku” kini Daesung berucap. Tiba-tiba bunyi handphone Top menghentikan obrolan perkenalan kami.

“Neeeee, arra” ucap top singkat lalu menutup sambungan telefonnya.

“Siapa hyung?” tanya Daesung.

“Bos kita. Dara, dia memintamu untuk menemuinya di studio. Dia bilang ia butuh di make up ulang karena ia berkeringat” ucap Top tersenyum kasihan padaku. Aku pun membalas tersenyum mengasihani diriku. Jika bukan karena perintah bosku aku tak akan mau berurusan dengan model menyebalkan itu.

“Fighting nuna” ucap Daesung menyemangati. Aku lagi-lagi tersenyum miris dan melangkah gontai menuju studio di mana iblis berjasad manusia sedang menungguku.

            Setibanya aku di depan studio, aku kesulitan mencarinya. Sungguh sangat banyak wartawan. Mengapa studio pemotretan seperti ini. Seperti di pasar yang sedang ada diskon besar-besaran.

“Maaf, kau tidak boleh masuk studio” ucap keamanan studio itu.

“Aku stylish G dragon. Dia memintaku menemuinya di dalam” jelasku pada staff keamanan itu.

“Maaf. Itu adalah alasan yang sudah banyak yang di pakai para fans atau wartawan agar bisa masuk ke studio. Jadi sebelum aku bertindak kasar silahkan menjauh dari studio” ucap kemaanan itu sambil mendorong kasar tubuhku hingga aku jatuh terduduk dan alat make up yang ku bawa berceceran.

“Sunbae, kau tidak apa-apa?” ucap seseorang membantuku merapihkan alat make up.

“Ahh, Hanbin-aah. Gumawo” ucapku berterima kasih pada juniorku itu yang telah membatuku.

“Sunbae, untuk apa kau di sini? Dan alat make up ini?” tanya Hanbin terheran.

“Aku akan menjelaskannya nanti. Aku harus masuk ke dalam studio sekarang juga. Jika tidak aku bisa mati Hanbin-aaah” ucapku merengek pada junior kerjaku itu.

“Aku kan membantumu, tunggu disini ne” ucapnya menenangkan dan ia menghampiri staff keamanan itu dan berbicara dengannya.

“Sunbae, kau bisa masuk sekarang. Palli” ucapnya dari posisinya dengan staff keamanan itu.

“Jinjja? Huah gumawo Hanbia-aah. Aku akan menanyakannya nanti, mengapa kau bisa membuatku masuk okey. Gumawo Hanbin-aah” ucapku berterimakasih, namja yang baik. Aku pun bergegas mencari sosok menyebalkan itu dan saat mataku menangkap sosoknya, ia sedang duduk bersebelahan dengan yeoja cantik berpenampilan sangat sexy.

“Mengapa kau lamban sekali, siput pervert” ucap si G dragon sialan itu setibanya aku di hadapannya.

“Mianhae, aku tak bisa masuk ke sini dengan mudah, ku mohon jangan panggil aku dengan sebutan seperti itu” jawabku dengan tersenyum yang di paksakan.

“Siapa dia, Ji?” tanya yeoja di sampingnya masuk dalam pembicaraan kami.

“Hanya stylish amatir” jawab si model berjidat lebar itu. Gah ingin sekali aku menjitaknya.

“Aaah, ku kira kau berkencan dengan yeoja yang bentuknya seperti ini” ucap yeoja yang ku yakin angkuhnya seperti namja di sampingnya. Omaygat, apakah dunia modeling diisi oleh para setan yang berparas menawan? Kepalaku mau pecah rasanya.

“Jika aku berkencan dengannya  pun, itu bukan urusanmu “Bitch”” ucap Gd yang jujur saja membuatku menjatuhkan rahangku sendiri dan saat aku melirik ngeri yeoja di sampingnya ia seperti sangat marah dan kemudian mata kami bertemu. Omooo, dia menatap laser padaku sangat mengiritasi mataku dengan segera aku berpaling dari tatapannya. Mengerikan.

“Hei siput. Cepat make up wajahku lagi. Ac di sini tidak berfungsi dengan baik membuatku berkeringat. Cih aku benci berkeringat membuat ketampananku berkurang” gerutu sang model pria. Okey ku simpulkan. Dia adalah rajanya setan di dunia permodelan. Bahkan yeoja tadipun kalah angkuh dengannya aku salah menilai ternyata. Dan satu lagi, dia adalah psikopat yang gila akan ketampanannya sendiri. aku harus mengingatnya, pasti tulisanku akan menjadi hits. Kau akan dapat balasan dari semua ini G dragon.

“Hahaha..” tawaku menggelegar tak terkendali.

“Sekarang kau mulai gila?” ucap sinis namja di hadapanku yang menatap aneh padaku karena aku tertawa tiba-tiba.

“Anni. Baiklah tuan G dragon yang terhormat, aku akan mulai memakaikan make up pada wajah anda” ucapku dengan lembut seperti seorang sales yang sedang menerangkan produk yang di jualnya pada pembeli.

“Menjijikan. Cepatlah aku tidak ada waktu” jawabnya lebih menjijikan bagiku. Gaaaah, benarkah Tuhan menciptakan makhluk ini? Dia setan yang sedang menyamar menjadi manusia, ataukah dia dewa kejahatan yang menjadi manusia seperti di Fanfic sebelah?

            Akupun mulai me-make up wajahnya. Matanya dipejamkan, wajahnya terlihat sangat mencerminkan sosok yang dingin, bibirnya yang tipis membuat lubang luka terhadap orang-orang di sekitarnya. Kulit wajahnya sangat kaku, seperti ia tak pernah tersenyum bahkan tertawa. Ada apa dengan orang ini? Bagaimana dia bisa hidup dengan seperti ini.

“Jangan berfikir kau bisa menciumku selagi aku di make up olehmu” ucap bibir itu lagi. Ingin sekali aku memasukan cabai ke dalam mulutnya itu. Ayolah Dara, selesaikan ini dengan cepat sehingga kau tak berurusan dengan dia lagi.

 “Sudah selesai” ucap ku dengan nada riang gembira yang ku ada-adakan.

“See, okey. Tunggu sampai di sini sampai aku selesai. Jangan sampai aku tidak melihatmu. Jika kau menghilang saat aku butuhkan, kau akan ku pecat. Mengerti” ancamnya dengan mimik muka seperti pembunuh berdarah dingin yang seperti ku lihat di film thriller. Diapun melanjutkan pemotretan. Aku melihat setiap pose yang ia lakukan. Mungkin mata amatir seperti ku tidak tahu menahu tentang dunia modeling, namun mata amatirku tidak bisa berbohong, semua pose yang ia lakukan membuat keindahan dalam setiap foto. Okey aku harus menulis hal yang baik pula tentangnya. Yups, dia adalah model dengan kapasitas internasional. Model dengan kepribadiannya sendiri dan gayanya sendiri. profesionalisme dan indah. Aaaah melihatnya memang indah bukan? Anni-anni Dara come on, wake up!!

**

Author Pov

            Dara sudah terbebas dari zona nerakanya di sekitar G dragon. Ia langsung membuka laptopnya dan mulai mengetik semua yang akan tulis untuk artikelnya tentang model ber image buruk itu. Dara begitu antusias, matanya membara melihat layar laptopnya dan jarinya seperti sedang menari freestyle. Dara menumpahkan amarahnya lewat tulisannya itu.

“Mati kau G dragon” ucap Dara dengan membara, matanya seperti mengeluarkan api unggun.

“Darong, kau tidak pulang?” ucap Bom khawatir dengan keadaan sahabatnya yang bersikap aneh setelah berurusan dengan G dragon.

“Bomie, aku harus memberikan tulisanku sekarang juga pada Bos. Kau pulang duluan saja ne. Aah bilang pada eomma untuk tidak menungguku. Sampaikan itu padanya Bomie-aah” ucap Dara pada Bom dan direspon anggukan oleh Bom. Mereka bersahabat dari umur mereka 5 tahun namun pada saat umur Dara 5 tahun itu pula ia kehilangan orang tuanya karena kebakaran yang ia sebabkan. Semenjak itu Dara tinggal bersama keluarga Bom, orang tua Bom pun sudah Dara anggap pengganti orang tuanya begitupun orang tua Bom sudah menganggap Dara anak mereka sendiri.

“Jangan lupa kau harus makan Dee” ucap Bom dengan nada khawatir, ia pun menaruh kimbab di meja kerja Dara sebelum ia beranjak pergi.

“Gumawoooo, Bomieee-aaah. You’re the best” teriak Dara pada Bom yang sudah menjauh dan Bom hanya membalas dengan lambaian tanangannya.

            Sudah 2 jam Dara bercinta hebat dengan laptopnya, kadang ia merasa sangat membara di kala ia mengetik tentang sifat menyebalkan G dragon, kadang ia tertawa karena sifat arogan yang G dragon tunjukan tentang ketampaannya. Membuat Dara tampak seperti orang gila bila orang melihatnya saat ini.

“Aaah, selesai. Print, print” ucapnya saat tulisannya sudah selesai ia kerjakan dan ia pun langsung mencetak ke lembaran-lembaran kertas. Lalu dengan langkah yakin dan rasa percaya diri yang menggunung ia melangkah menuju ruang pimpinannya.

“Boss, ini artikel tentang G dragon. Satu hari saja aku sudah bisa membuat artikel ini. Aku yakin ini belum pernah ada yang menulis tentangnya yang seperti ini” ucap Dara menjelaskan dengan yakin. Sang boss pun membaca tulisan Dara. Ekspresi wajahnya tidak bisa terbaca oleh Dara. Namun pada lembaran terakhir sang Boss menaikkan sebelah alis matanya.

“Apakah ini yang kau sebut artikel? Apakah ini yang kau sebut belum pernah ada majalah lain yang mengungkit ini?apakau buta?” ucap ahjussi itu sambil melempar lemaran-lembaran kertas itu di mejanya dengan keras.

“Bukankah majalah lain belum membahas itu semua?” ucap Dara lagi.

“Ini hanya berisikan betapa angkuh dan berengseknya dia. kau tahu ini sudah ada dalam ribuan artikel tentangnya. Dan kau hanya membuat cerita tentang artikel-artikel yang sudah ada. Berkerjalah lebih keras lagi, Dara-ssi. Aku tahu kau berpotensi dalam menulis, namun kau belum menggunakan hati dan fikiranmu secara bersamaan hingga hasil yang kau berikan tidak maksimal dan tidak memuaskan. Aku beri kau kesempatan hingga minggu ini. Ku harap aku akan mendapatkan yang lebih baik dari ini” ucap panjang lebar pimpinan Dara itu. Dara mengangguk menyadari kekurangannya. Ia pun dengan langkah berat keluar dari ruangan pimpinannya, lalu menuju meja kerjanya. Tak lama, handphone nya berdering.

“Yeoboseo?” ucap Dara malas menjawab telfon itu.

“Dara, apakah kau bisa membantuku. Ku mohon bisakah kau ke hotel Piccolo di daerah Gangnam? Kami membutuhkanmu” ucap suara berat dari seberang sambungan itu.

“Mworagooo? Bukankah itu sangat jauh?” ucap Dara membuat tubuhnya mencair di meja kerjanya.

“Sekertaris kami akan menjemputmu, kau jangan khawatir ne”

“Ya!!! aku tidak mau, ya ya ya Top-ssi, aishitt mengapa dia langsung menutup telfonnya seperti itu. Sungguh aku tidak ingin berurusan lagi dengannya. Aku menyerah, aku akan menulis surat pengunduran diriku” ucap Dara seakan ingin menangis, namun bayang-bayang orang tuanya yang telah tiada terbesit dalam benaknya, Bom yang menyemangatinya, keluarga Bom yang sudah menyayanginya selama ini. Jika ia berhenti dari pekerjaan ini, ia akan menjadi beban lagi bagi keluarga Bom. Seketika Darapun merapihkan peralatannya, ia segera turun menuju lobby dan menunggu seseorang yang akan menjemputnya.

~10 menit kemudian ~

“Sandara-ssi?” ucap seseorang menegur Dara yang duduk melamun di lobby.

“Ah, ne” ucapnya dengan singkat.

“Aku Seungri, aku sekertaris pribadi G dragon. Aku diperintahkan manager Top untuk menjemputmu. Kajja kita pergi, bos sudah menunggu” ucap namja bermata panda itu dengan ramah. Darapun tanpa berkata apapun lagi langsung mengekor pada namja yang bernama Seungri itu.

“Omoooo, kau menjemputku dengan ini?” ucap Dara terkaget karena di depannya terdapat sebuah mobil Limo dengan kecanggihan teknologi di dalamnya.

“Silahkan” ucap Seungri dengan ramah mepersilahkan Dara masuk ke dalam mobil yang terkenal panjang dari ukuran mobil umumnya dan di dalamnya kemewahan yang tak bisa di pungkiri lagi. Dara pun menikmati kemewahan yang ada di dalam mobil mewah tersebut, hingga ia tak terasa sudah sampai pada tempat yang lagi-lagi neraka baginya.

~Hotel Piccolo~

“Bagaimana perjalananmu Dara-ssi?apakah dia menggodamu?” tanya Top pada Dara yang baru saja sampai di kamar hotel mereka.

“Anniyoo Top hyung, aku bersikap baik padanya. Benarkan nuna?”Seungri memulai sifat aslinya.

“Dia baik dan sangat sopan” ucap Dara tersenyum meringis.

“Aiigooo, kau bersikap manis pada setiap pertama kali kau bertemu dengan yeoja baru, selanjutnya kau akan menjadi pemburu sejati” ucap Top mengintimidasi Seungri.

“Apa yang harus ku lakukan di sini Top-ssi?” Tanya Dara.

“Ada yang harus kami bicarakan padamu. pertama kau harus menguatkan dirimu Dara” ucap Top menakuti Dara.

“Apa si penguntit itu sudah datang?” ucap seseorang, dan semua pun kini menatap sang sumber suara.

“Siapa yang kau bilang penguntit? Aku?” ucap Dara tak suka. Ia mulai muak dengan si model jidat lebar itu.

“Aah, apakah kau merasa tersinggung?” kini Gd pun mulai mengintimidasi yeoja di hadapannya.

“Sudahlah, kita bicarakan dengan baik. Dara kemari dan duduklah” ucap Top menengahi pembicaraan ke dua makhluk yang akan saling membunuh.

            Dara duduk berhadapan dengan Gd, di sampingnya Top dan Seungri.

“Apakah kau bukan stylish dari temanku yang di agensi Moodbody?” tanya Top pada Dara. Seketika itu pula Dara akan tamat.

“Mengapa kau diam? Kau tidak menyangkalnya? Berarti kau penguntit.” Ucap Gd dengan sinis pada Dara yang menunduk.

“Ne, aku bukan stylish yang temanmu kirim. Tapi aku bukan penguntit. Emm aku hanya seseorang yang tak sengaja berada di depan pintu ruanganmu lalu kau membuka pintu itu hingga aku terjatuh dan bukankah kalian yang tidak mendengarkanku bahwa aku ingin menjelaskan aku bukan stylish yang kalian maksud. Jadi apakah ini semua salahku?” kini Dara mengeluarkan keahliannya berdebat.

“Tenanglah Dara, kami tidak menyalahkanmu. Di sini kami ingin menawarkanmu pekerjaan, yaitu menjadi stylish pribadi Gd. Kau akan mendapatkan gaji yang fantastis yang tak pernah kau duga, dan saat ini juga kami akan mengirimkan gaji pertamamu jika kau mau bergabung dengan kami” ucap Top dengan serius dan Seungri mengeluarkan beberapa lembar dan di tunjukan di hadapan Dara.

“Persyaratan?” Dara membaca lembaran kertas itu.

  1. Tidak Bau.
  2. Tidak boleh membantah printah boss.
  3. Tidak boleh mengusik dan mencari tahu tentang privasi bos.
  4. Tidak boleh masuk zona Gaho (anjing istimewa bos).
  5. Tidak boleh melakukan 3 kesalahan besar.
  6. Tidak boleh jatuh cinta pada bos.
  7. Tidak boleh memimpikan bos.
  8. Tidak boleh memandang daerah vital bos.
  9. Tidak boleh menggoda bos.
  10. Tidak boleh menggoda Gaho.

“Persyaratan macam apa ini? Ini bukan persyaratan tapi larangan” gerutu Dara dalam hati.

“pasti kau yang membuat persyaratan konyol ini” ucap Dara menunjuk pada Gd. Gd hanya mengangkat kedua bahunya cuek.

“Dia menyukai pekerjaanmu Dara. Saat kau memilihkan bajunya saat pemotretan dan make up nya pun sangat cocok. Hingga ia menunjukmu sebagai stylish pribadinya” ucap Top dengan tersenyum kasihan.

“Apakah aku harus menyetujui ini semua? Ataukah aku harus berhenti dari pekerjaanku?ottoke” gerutu hati Dara.

 “Baiklah, aku akan menyetujui ini semua. Namun aku pun mengajukan persyaratan” ucap Dara.

“Katakan apa persyaratanmu” ucap Gd menantang.

“Izinkan aku tinggal dengannya” ucap Dara yakin, membuat hening seketika.

“Menarik. Okey” ucap Gd menyetujui sambil menyeringai licik.

“Okey, dimana aku harus tanda tangani ini?” tanya Dara pada Seungri yang mulutnya terbuka karena takjub dengan pembicaraan sebelumnya.

“Di sini nuna” ucap Seungri masih setengah sadar. Darapun mendatangani perjanjian itu dan Dara resmi menjadi stylish sang model terkenal G dragon.

G dragon Pov

            Aku tidak menyangka dia akan mengajukan persyaratan itu. Menarik sekali. Dan itu akan lebih menyenangkan jika dia berada di rumah.

“Baiklah, selamat bergabung dengan kami, Sandara-ssi. Maaf aku tidak bisa memanggilmu nuna. Lidahku tak mengizinkannya” ucapku arogan sambil mengulurkan tanganku berniat menjabat tangan dengannya. Diapun dengan tatapan tak sukanya membalas uluran tanganku. Dengan secepat kilat, aku menarik tangannya hingga tubuhnya terjatuh di tubuhku.

“Welcome to the hell, babe” ucapku dengan smirk khasku, terlihat ia meringis ngeri dan berusaha melepaskan tubuhnya. Permainan baru di mulai, kau salah berurusan denganku Sandara.

=TBC=

Next>>>

            Nb: gimaanaaaaa, penasaran kaya apa mereka tinggal bareng.hehe tunggu kelanjutannya dan tetap coment yang banyak biar cepet update. Hehehe. Gumawo bye-bye ^^

Advertisements

46 thoughts on “IMMATURITY [ Chap 2]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s