[FESTIVAL_PARADE] ONE ANOTHER >> 8.

ano-another-copy

SCENE 08 <HOW IMPORTANT?>


“Setelah kita menonton team Sandara, kita segera pulang kan?” untuk kesepuluh kalinya Seunghyun menanyakan hal yang sama pada Bom.

“Iya,” jawab Bom untuk yang kesepuluhkalinya pula.

Seunghyun tersenyum mendengar jawaban Bom.

Lima menit berlalu…

“Setelah–,”

Belum genap kalimat yang keluar dari mulut Seunghyun, Bom sudah memotongnya. “Iya, iya… setelah team Sandara tampil, kita berdua segera pergi dari sini.” Seunghyun memamerkan deretan giginya. Bom tahu apa yang akan dikatakannya.

Batas kesabaran Bom bisa habis juga menghadapi tingkah Seunghyun. Jika orang-orang tahu bagaimana sikap sebenarnya Seunghyun yang oh-katanya-berkarisma justru tukang rengek seperti ini, dia sangsi Seunghyun akan dipilih sebagai ketua osis.

Bom menoleh ke samping, mendapati Seunghyun menatap ke arahnya. Seunghyun yang ketahuan, langsung meringis lebar.

“Apa lagi?! Pergi sendiri sana, kalau memang tidak sabar!” ancam Bom.

Seunghyun tertawa.

“Kenapa lama sekali,” Bom mulai mengeluh.

**

Sandara tampak gelisah, tak hentinya berjalan mondar-mandir hingga beberapa kali menghalangi jalan.

“Sandara, ada apa denganmu? Kami pun sama gugupnya denganmu, tapi tidak perlu sampai mondar-mandir menghalangi jalan seperti itu,” tegur sang kapten cheerleader.

Sandara melotot kesal pada gadis yang menurutnya sangat centil itu, meski tidak membalas berkata apa pun. Tapi kembali berjalan mondar-mandir sambil memandangi ponselnya dengan cemas.

“Sandara, ada yang mencarimu,”

Wajah Sandara langsung berseri, berlari-lari kecil menuju ke tempat yang ditunjukkan oleh temannya. Tapi begitu melihat orang yang mencarinya bukanlah yang dia tunggu, wajahnya langsung berubah. Demi kesopanan, Sandara tetap berjalan ke arah Joonyoung, yang menjadi sumber perhatian karena penampilan dan tampan rupawannya.

Sandara segera menarik lengan Joonyoung menjauh.

“Sepertinya kau tidak mengharapkan kedatanganku,” Joonyoung mengomentari ekspresi Sandara. “Masih menunggu Jiyong?” tebaknya.

Sandara menghembuskan nafas panjang, mengusir rasa gelisah yang dirasakannya. Dipasangnya sebuah senyuman palsu yang sangat dikuasainya.

“Aku hanya merasa gugup,” Sandara berbohong. Jelas-jelas dia memang tengah menanti kedatangan Jiyong. Semalam, Jiyong sudah berjanji padanya untuk datang melalui telepon.

Joonyoung tahu, Sandara sedang tidak jujur padanya, tapi dia hanya diam saja dan tidak ingin timbul perdebatan di antara mereka.

“Rileks,” katanya mencoba menyemangati.

“Sandara, setelah ini giliran kita untuk tampil,” sang kaptem memberitahunya, tersenyum manis penuh maksud kepada Joonyoung, yang hanya dibalas sekedarnya.

“Iya bentar,” balas Sandara. “Aku pergi dulu ya,” pamitnya.

Joonyoung menggangguk mempersilakan.

“Be your best!” seru Joonyoung menyemangati. Sandara tersenyum sesaat sebelum berlalu menyusul teman-temannya yang lain.

**

Sandara tengah mengoleskan lipbalm di bibirnya ketika Ahjumma Oh mengetuk pintu kamarnya. Memberitahukan, Jiyong datang mencarinya.

Sandara mendengus. Batinnya sudah lelang untuk semua hal ini. Tapi dia tetap beranjak keluar dari kamar.

Jiyong menunggunya di ruang tengah dengan wajah penuh penyesalan. Sandara sama sekali enggan bersimpati. Dia benar-benar telah lelah.

“Mianhe…” entah sudah berapa kali kata itu keluar dari mulut Jiyong. Sepanjang hubungannya dengan Sandara, banyak sekali kata maaf yang terlontar. Sandara sudah tak kehilangan jejak untuk menghitung.

“Untuk apa?” tanya Sandara lelah. Sihir Jiyong telah memudar. Sandara tak lagi terhipnotis oleh mata coklat Jiyong.

Sandara tahu untuk apa kata maaf Jiyong, untuk membayar ketidakhadirannya pada pertandingan siang tadi. Membuat Sandara kehilangan perhitungan tempo gerakan, hingga tim mereka hanya bisa membawa pulang piala juara harapan.

“Aku tahu kau marah, tapi tadi aku benar-benar lupa. Aku terlalu asyik membahas buku yang baru kubaca bersama Sohee…”

“Sohee lagi?!” Sandara langsung lepas kendali mendengar nama Sohee kembali disebut.

Dia berhasil. Sandara berhasil. Matanya tidak mengeluarkan air mata.

“Apa kau sungguh-sungguh menganggapku penting?”

“Tentu saja!” sambar Jiyong tanpa berpikir.

Sandara tersenyum melecehkan.

“Begitu?” balas Sandara dengan nada menghina. “Aku tidak pernah merasa jadi prioritas, jika memang aku ini penting. Yang kutahu, Soheelah yang selalu kau prioritaskan. Bukankah semuanya sudah jelas, prioritasmu itu Sohee, bukan aku.”

Sandara masih sanggup untuk tidak menetaskan air mata, meski telah menggenang.

Jiyong diam tak menjawab.

“Aku tahu, kau dan Sohee sudah bersahabat sejak kecil. Mungkin sebaiknya aku jadi sahabatmu saja, ya… agar aku juga bisa menjadi prioritas,” lirihnya.

Jiyong memandang Sandara dengan tatapan tak percaya. “Apa maksudmu?”

“Kita putus saja,” ucapnya jelas.

“Maaf, sebaiknya kau segera pulang. Aku masih punya urusan lain dan harus segera pergi,” Sandara meninggalkan Jiyong di ruang tengah dan segera masuk ke kamarnya.

Di dalam kamar, dia meringkuk di atas tempat tidur, menangis.

**

Hot news – Park Sandara, kelas 3-3, yang terus membuktikan eksistensinya sebagai makhluk tercantik di sekolah ini, diduga putus dengan pacarnya yang sebelumnya dan langsung (diduga) memiliki pacar baru. Berbeda dari hubungan antara mantan-pacar Sandara yang terdahulu, terjadi sedikit ketegangan di gerbang pagi tadi. Si mantan yang berseragam Yonggang High dan si (terduga) pacar yang berseragam Hansang High bersitegang dan hampir saja terjadi pertumpahan darah. Masih belum diketahui pasti apa penyebab putus-(diduga) pacaran Sandara kali ini, tapi dilihat dari kondiri pagi tadi, sepertinya masih ada beberapa rasa yang tertinggal. Bagi para penggemar Sandara, tim redaksi tidak tahu harus mengucapkan apa… tapi yang pasti, sang mantan dan sang (terduga) pacar Sandara semuanya berwajah nilai 10,5 dari skala 10!


SCENE END

<< back next >>

Advertisements

17 thoughts on “[FESTIVAL_PARADE] ONE ANOTHER >> 8.

  1. Aku setujuuu, aku menuntut keadilan untuk sandara park!!!
    Kesian juga jiyong ga ada yg bela #savejiyong #prayforjiyong
    Dara bener2 bintang sekolah gitu euyyy baru putus aja udh kesebar beritanya duh duh..

  2. Yaampun ya jiyong ngeselinn bagus deh dara mutusin ji kalo ji nya kayak gtu huhh ,palli thor next chapnyaa suka bgt sama ini ff tp syg pndek huhuhu hwaitingg

  3. Wah jiyong bisanya cuman nyakitin dara doang yang dipentingin cuma Sohee melulu. Good job buat Dara. Good job juga buat author kerennya 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s