[Series] My Lost Memory – Chapter 9

my-lost-memory

Author : Bernadette
Genre : Fantasy, Horror, Romance

~~~

WARNING: TYPO’s bertebaran^^

 

Author’s pov

 

Cafe

 

“Jadi..”

“Taeyeon mulai mendekati jiyong?” Geram Seunghyun dan mencoba mengendalikan amarahnya.

“Ne” jawab youngbae sambil menganggukan kepalanya.

“Apakah itu hanya ‘tipuan’nya untuk menjebak jiyong?” timpal seungri

“Aku tak tau dan itu bisa saja benar”

“Hal ini membuatku gila” Dengus daesung sambil menyambar kopinya kasar.

“Jiyong benar-benar dalam masalah sekarang”

“Bisakah aku membunuh yeoja itu?”

“Aku berjanji akan membuatnya menderita setelah masalah ini selesai.” Lanjut youngbae.

Seungri hanya bisa menundukkan kepala merasa bersalah.

“Seungri-ah”

Seungri menoleh dan mendapati tatapan tajam dari seunghyun.

“Aku tau kau menyayangi Taeyeon, tapi-“

“Aku sudah tidak menyayanginya lagi” elak seungri.

“Semua sudah terpampang jelas diwajahmu. Kau masih ingin melindunginya, bukan?”

“An..ani..aniyo”

“Anak ini sangat tak pandai berbohong”

Seungri hanya meringis kecil dan memakan cake chocholate nya.

“Bisakah aku pulang?” tanya daesung yang terlihat kelelahan.

“Kita bubar saja sekarang. Youngbae kau masih menginap di apartemen jiyong kan?”

“Ne.”

“Baguslah. Aku duluan” seunghyun melambai kearah mereka dan segera menghilang diantara banyaknya arus manusia yang memenuhi trotoar.

“Hyung itu benar-benar. Aku pulang!” Daesung mendengus sebal dan segera memungut tasnya. Youngbae dan seungri tertawa mendengar ucapan daesung tadi.

“Seungri kau mau kuantarkan?” tawar youngbae.

Seungri nampak berpikir sejenak dan mengangguk, “baiklah, aku ikut denganmu, hyung”

Mereka berdua berjalan beriringan kearah mobil youngbae dan segera pulang untuk mengistirahatkan diri.

“Taeyeon..” Dara bergumam lirih

“Aku tak percaya dia melakukan itu”

“Tapi.. ini semua sudah jelas. Taeyeonlah penyebabnya. Apa yang harus kulakukan sekarang?”

 

Jiyong’s apartement

 

“Jiyong, aku pulang” teriak youngbae.

Tidak ada sautan dari sang empunya, youngbae berinisiatif mencari jiyong.

“Apakah ia sudah tidur?” tanya youngbae pada dirinya sendiri setelah mengetahui jiyong tidak ada di ruang tamu, dapur, ataupun kamar mandi.

“Ck, maldo andwae”

Youngbae berjalan kearah kamar jiyong dan benar saja. Jiyong sedang tertidur pulas di ranjang empuknya itu. Tapi.. ada sesuatu yang aneh. Jendelanya terbuka dengan sosok siluet hitam yang dilihat youngbae tadi. Youngbae segera menghilangkan pikiran negatifnya dan menutup jendela.

“Tidak mungkin itu dia” gumam youngbae

“Lagipula, hari sudah gelap. Mungkin aku salah melihatnya” lanjutnya dan mulai berjalan pergi keluar kamar jiyong.

Tanpa sepengetahuan jiyong ataupun youngbae, taeyeon kembali memandang kearah jendela yang menampakkan jiyong yang tertidur pulas.

“Ini masih belum waktunya. Aku salah memilih waktu yang tepat” ucap taeyeon lalu mengembalikan pisau yang sudah digenggamnya dari tadi.

“Sampai jumpa lagi, Kwon Jiyong”

Taeyeon yang memakai pakaian serba hitam itupun menampakkan senyum liciknya dan meloncat kearah bawah dengan selamat.

“Ini sangat menyenangkan” gumam Taeyeon dan segera berjalan pergi dari kawasan apartemen sebelum ada yang memergokinya.

Dua minggu berlalu dengan cepat. Hubungan jiyong dan taeyeon juga semakin dekat. Hal itu tak lepas dari pengawasan seunghyun dan lainnya. Jika mereka mengingatkan untuk menjauhi taeyeon, jiyong akan berkata:

“Taeyeon adalah gadis yang baik”

Mereka sungguh kehilangan akal untuk menjauhkan keduanya dan sungguh lelah untuk ‘melindungi’ jiyong.

 

Cafe.

“Mengapa kalian membawaku kesini?” ucap jiyong to the point.

 

“Karena kami akan menjelaskan sesuatu”

“Tentang Taeyeon lagi? Guys, Taeyeon itu memang gadis yang baik. Apa aku harus menjauhi gadis baik itu?”

“Kau belum tau dirinya yang sebenarnya” gumam seungri kecil yang masih dapat didengar oleh jiyong.

“Apa yang belum aku ketahui, huh?”

“Aniyo” elak seungri cepat.

“Beritahu aku sekarang juga”

“Haruskah kita membicarakannya sekarang?” ucap youngbae

“Kujamin kau akan tak percaya” celetuk seunghyun

“Baiklah. Jika kalian tidak membicarakannya, aku akan pulang sekarang” Jiyong mengambil cup kopinya dan hendak berjalan pergi.

“Sandara park” ucapan itu dapat menghentikan langkah jiyong dan berbalik kemudian menatap seunghyun tajam.

“Bagaimana kau mengetahuinya?”

“Duduklah”

Mau tak mau, jiyong berjalan kembali dan menduduki tempat duduk yang ditempatinya tadi.

“Jelaskan sekarang” perintah jiyong.

“Haruskah kita benar-benar membahasnya?” ujar daesung gusar dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Tentu saja harus”

“Sandara park adalah seseorang yang sangat berharga bagimu”

“bahkan kau tak bisa melepasnya sedetik saja” timpal lainnya.

“Dia benar-benar berhasil membuatmu kalang kabut jika tak memberimu kabar sejam saja”

Jiyong terdiam dan mencoba mencerna apa maksud omongan sahabat-sahabatnya itu. Ia benar-benar tidak mengerti.

“Bahkan dia juga cinta pertamamu”

deg.

 

Ngeengggg..

 

“Namaku sandara. Sandara Park”

 

“Jiyong, bisakah kau menemaniku ke perpustakaan?”

 

“Aku sedang memasak. Jangan menggangguku”

 

“Temani aku ke toko buku”

 

“Kau kekanak-kanakan sekali”

 

Dengungan keras dan memori jiyong yang hilang mulai menyerang secara bersamaan. Secara refleks, jiyong memegang kepalanya dan menjambak kecil rambutnya.

“Yak! wae geurae?” Panik youngbae yang berada dihadapannya.

“Sudah kubilang, menceritakan hal ini bukan hal yang bagus”

“Ayo kita bawa jiyong ke rumah sakit” ajak seunghyun

“Ani” larang jiyong.

“Jangan bawa aku kesana”

“Bawa keapartemen nya saja”

“Baiklah. Naik mobilku”

“Seungri, ini kuncinya”

Seunghyun melempar kuncinya yang langsung ditangkap oleh seungri dan seungri segera berlari keluar untuk membukakan pintu mobil. Youngbae dan Daesung membantu jiyong untuk berdiri dan seunghyun membayar pesanan mereka tadi.

“Jiyong hyung, kau baik-baik saja?” tanya daesung khawatir.

“Ehm. Sudah lebih baik”

“Sudah kubilang, ini bukan-“

“Diamlah, pabo” potong youngbae yang mendengar daesung terus berucap tentang itu.

Daesung merengut dan menyibukkan diri dengan handphonenya.

“Apa kau ingat sesuatu?” Tanya seungri.

Jiyong menggeleng dan dapat dilihat seungri melalui kaca spionnya.

“Lupakan saja dulu masalah tadi dan istirahatkan badanmu itu. Bagaimana bisa seorang laki-laki lemah seperti itu?” seunghyun terkekeh setelah mengucapkannnya dan dijawab dengan dengusan kesal jiyong.

“kau belum pernah merasakannya, hyung” gumam jiyong pelan.

Hp milik jiyong bergetar dan menimbulkan suara yang mengganggu. Jiyong yang sedang mencoba untuk tidur dan beristirahat itupun bangun dan meraba meja kecil disampingnya.

Drtttt…drtttt…

 

Taeyeon calling…

Jiyong langsung menerima panggilan taeyeon.

“Yeoboseyo. Taeyeon-“

“oppa. Bisakah kau membantuku? aku dalam bahaya sekarang”  Taeyeon terisak.

“Kau menangis? Dimana kau sekarang?” tanya jiyong panik.

 

“Aku ada dikawasan Gangnam, oppa. Tempat ini sangat menakutkan”  ujarnya dengan susah payah karena nafasnya yang tersengal-sengal.

Daerah Gangnam merupakan kawasan paling menyeramkan di Seoul. Sebenarnya Gangnam adalah kawasan perusahaan besar di Seoul, namun, 5 tahun yang lalu, perusahaan itupun harus mengalami kebangkrutan karena penipuan yang dilakukan manager perusahaan itu. Dan sekarang, perusahaan itu telah diubah menjadi sarang penjahat yang sangat menyeramkan.

“Apa yang kau lakukan disana, huh? Tunggu sebentar aku akan kesana secepatnya” ucap jiyong dengan segera menyambar kunci mobil dan jaketnya.

Jiyong berlari tergesa-gesa dan dengan tak sabar memencet tombol pintu lift dengan tidak sabaran.

“Jangan pergi”

Tangan dara yang dingin memegang tangan jiyong dengan penuh harap.

“Dara, aku harus-“

“Kumohon jangan pergi”

Ting..

 

“Taeyeon dalam bahaya. Aku harus menyelamatkannya” Jiyong memasuki lift dan segera memencet tombol menuju ground floor. Setelah pintu lift terbuka, Jiyong berlari kearah mobilnya, membuka pintu, dan melajukan mobilnya dengan kecepatan maksimal.

Taman

 

Chanyeol meminta Seungri agar menemuinya di taman untuk membicarakan tentang noona-nya. Yang Dara minta untuk Chanyeol lakukan adalah memberitahukan bahwa sebenarnya ia belum meninggal pada teman-temannya. Dan yang pertama kali chanyeol akan beritahu ialah seungri yang sudah dekat denganya semenjak pertemuannya yang kedua di kantin.

Ini sudah 15 menit berlalu dari waktu yang ditentukan, tetapi, seungri belum juga datang ke tempat janjian mereka.

“Apakah aku menghubunginya saja?” Tanya chanyeol dan segera merogoh tasnya untuk mencari hpnya. Dan tepat saat ia memegang handphonenya, nama seungri terpampang jelas di layar hp.

“Yeoboseyo? hyung, kau di-“

“Chanyeol-ah, mianhae, aku ada urusan penting sekarang jadi tidak bisa menemuimu”

 

“Jinjja? kalau begitu, kita bertemu lain kali saja”

Seungri mengiyakan dan menutup teleponnya.

“Noona, aku belum bisa memenuhi permintaanmu. Mianhaeyo” gumam chanyeol sambil menaruh hpnya disaku jeans dan berjalan pergi meninggalkan taman.

Gangnam

 

Jiyong memarkirkan mobilnya di sembarang tempat dan keluar dari mobilnya. Ia mencoba menghubungi Taeyeon tetapi tidak ada jawaban. Handphonenya tidak aktif. Pikiran-pikiran negatif mulai bertebaran di kepala jiyong. Dengan panik, jiyong mulai berlari ke segala arah dan berharap menemukan Taeyeon. Tapi yang ditemui hanyalah hantu-hantu yang memiliki wajah atau bentuk yang mengerikan. Masih dengan panik, jiyong kembali berlari dan terus mencoba menghubungi Taeyeon. Tersambung.

“Taeyeon-ah, kau ada dimana?” tanya jiyong dengan nada panik

“grtt…”  bukan suara Taeyeon yang terdengar melainkan suara geretan.

 

“Taeyeon?”

“Aku ada dibelakangmu”

 

Refleks, jiyong menolehkan kepalanya kebelakang dan mendapati Taeyeon yang tersenyum licik. Taeyeon menggerakan tangan kanannya yang membawa kayu kearah perut jiyong dan tepat pada sasarannya. Jiyong terjatuh karena mendapati pukulan keras secara tiba-tiba. Melihat itu, Taeyeon tertawa dan menyeret jiyong ke tempat persembunyian bawah tanahnya.

“Ini sangat menyenangkan” gumam Taeyeon terus-menerus.

TBC

next>>>

 

Tentang Gangnam itu hanyalah imajinasi liar author saja. Jangan terlalu dipikirkan, okk?? dan sebenernya bentar lagi end. Duhhh padahal belum ada daragon momennya sama sekali. Mianhae, author deul. Hengsho ^^

Advertisements

31 thoughts on “[Series] My Lost Memory – Chapter 9

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s