[FESTIVAL_PARADE] THE ONE AND ONLY — 02

the-one-and-only-copy

THE ONE AND ONLY :: HIS THOUGHT ON HER



Jiyong berbaring di sofa. Pakaiannya masih sama seperti saat mendatangi rumah Sandara tadi. Malas berganti pakaian. Matanya menatap kosong langit-langit ruang tengah yang berwarna biru muda. Pikirannya melayang. Mengenang kembali pertemuan-pertemuannya dengan Sandara. Mengenang tentang hal-hal yang membuatnya menyukai gadis itu.

Jiyong ingat betul, saat membaca nama Sandara di acara perkenalan dengan murid baru beberapa bulan yang lalu, sudah ada desir lemah yang terbersit dalam hatinya. Hanya saja mungkin waktu itu belum ia sadari. Lalu saat Sandara membuat kehebohan saat acara penerimaan tim kesehatan sekolah, Sandara mulai menarik perhatiannya.

Selama ini belum pernah ada gadis yang benar-benar menarik perhatiannya – belum ada yang benar-benar membuatnya memperhatikan lawan jenis. Terkecuali Boa dan Hyorin. Boa adalah kakaknya dan Hyorin adalah sepupunya.

Dirinya dan Hyorin selalu satu sekolah. Ditambah dengan status mereka sebagai sepupu, keduanya sangat dekat. Banyak yang mengira keduanya berpacaran, apalagi nama keluarga mereka berbeda. Dan selain teman dekat, tidak ada yang benar-benar tahu bahwa mereka sebenarnya adalah sepupu. Belum lagi keduanya terlalu malas untuk menanggapi hal seperti itu. Sampai Sandara menyatakan hal serupa tadi.

Sandara kian menyita perhatiannya setelah inseden kecil di toko buku. Tanpa diduga, Jiyong mendapati gadis itu berdiri di depan tumpukan novel terjemahan, dan memutuskan untuk menyapanya. Tapi hal tersebut membuat Sandara kaget dan melepaskan novel tebal di tangannya, yang langsung meluncur jatuh mengenai punggung kakinya. Oh, yang Sandara pegang waktu itu adalah edisi hard cover yang biasanya dibeli oleh para kolektor. Kejadian itu makin menggelitik hatinya untuk mengenal Sandara lebih jauh. Ada yang berbeda dengan gadis satu itu.

Dengan bantuan Hyorin tentunya, Jiyong mencari segala informasi yang berkaitan dengan Sandara. Sandara yang phobia pada cacing dan cicak. Sandara yang pecinta komik. Sandara yang jatuh hati pada cerita-cerita fantasi. Sandara yang rela untuk begadang demi menonton film…

Sekali Jiyong memberanikan diri untuk mengajak Sandara jalan berdua dengannya. Waktu itu alasan yang digunakannya adalah ingin mengucapkan terima kasih pada Sandara yang telah memberikan pertolongan pertama pada kakinya yang terkilir. Mengikuti saran Hyorin, Jiyong mengajak Sandara untuk bermain ice skating. Dari situ dirinya tahu bahwa Sandara bukanlah gadis manja, satu nilai plus yang membuat kadar rasa sukanya bertambah.

Dan Jiyong yakin perasaan sukanya pada Sandara yang kian hari kian bertambah tidak akan berubah.

**

Hampir seminggu sekolah kembali ramai dengan suara gaduh para murid. Masa liburan telah usai. Berarti hampir seminggu pula berita Jiyong yang berpacaran dengan Sandara beredar. Jiyong yang luar biasa berpacaran dengan Sandara yang biasa-biasa saja.

Banyak selentingan terdengar, Sandara menggunakan jasa shaman untuk mengguna-gunai Jiyong. Sampai membuat Sandara enggan keluar kelas saat jam istirahat selama tiga hari petama mereka kembali ke sekola. Sedangkan Jiyong, tampak biasa-biasa saja dan sama sekali tidak terpengaruh.

Bahkan ada kabar beredar yang menyatakan bahwa Hyorin nyaris bunuh diri karena patah hati (Jiyong dan Hyorin tertawa geli mendengar hal ini). Entah dari mana sumber kabar yang sama sekali tidak bisa dipercaya ini.

“Ih, kenapa aku harus bunuh diri hanya demi cowok seperti Jiyong Oppa?” protes Hyorin saat mendengar kabar tentang bunuh dirinya.

Setelah dibujuk Bom, Younha, bahkan Jiyong yang menjemput ke kelasnya, Sandara mulai mau melangkah keluar. Tapi hanya ke halaman belakang yang sepi. Keberaniannya belum cukup besar untuk bisa memasuki kantin.

Bom dan Younha hanya bisa geleng-geleng kepala melihat reaksi Sandara yang menurut mereka terlalu berlebihan. Tapi keduanya berusaha untuk memaklumi posisi Sandara yang tiba-tiba saja menjadi selebriti dadakan.

Awalnya Jiyong cuek saja dan tidak terlalu mengkhawatirkan sikap Sandara, namun setelah dia sendiri terkena imbasnya (Sandara enggan pulang sebelum sekolah benar-benar sepi, dan karena Jiyong ingin agar mereka pulang bersama – apalagi karena kebetulan rumah mereka searah, terpaksa juga harus ikut menunggu sampai sekolah benar-benar sepi).

“Kenapa tidak ada yang berkata jika akulah yang pergi ke shaman dan mengirimkan guna-guna?” Jiyong bergumam, namun dapat didengar jelas oleh Sandara yang saat itu tengah berjalan bersamanya. Membuat kedua sudut bibir gadis itu tertarik ke atas.



to be continue~



<< back next>>

Advertisements

19 thoughts on “[FESTIVAL_PARADE] THE ONE AND ONLY — 02

  1. Cie cie.. Yg bru jadian..
    Jgn lupa atuh PJ -nya ( pajak jadian ) mksudnya.
    Hihi.. Walau bnyak gosip miring.. Moga langgeng yaa.. Fighting..!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s