[Ficlet] Yong

yong

Y O N G

.

.

.

.

.
by VA Panda
Romance

Pada masanya, seseorang yang dulu kau kagumi akan berbalik mengagumimu. Tak peduli dengan wajah, begitupun dengan kelakuan yang terkadang kau berikan di luar batas nalar. Terlebih jika kau merelakan diri dalam waktu yang lama menjadi pengagum rahasia –melindunginya dan memantaunya dari jauh pasti sudah menjadi keahlian –pun kau akan mendapatkan timbal balik yang diberikannya, semisal seperti sang naga yang menjadi Rapunzel.

Jika kalian berpikir ini sebuah dongeng, maka kalian salah besar. Ji Yong benar menjaganya seperti enggan kehilangan,

dan hal itu akhirnya berakhir menjadi seperti ini,

,

,

,

,

Sebuah kisah cinta sang Rapunzel yang mencintainya sang naga yang dulu mencampakkannya.

Y O N G

 

Siang ini, udara menguar berbondong-bondong sampai meninggalkan suhu yang kian menggelitik. Sandara mengeratkan mantel navy secara spontan, menggosokkan telapak lengan, dan akhirnya mengeluh karena mantel yang ia kenakan rasanya kurang tepat dengan ramalan cuaca yang dikatakan di televisi swasta.

“….. dan jika seharusnya kau merasa kedinginan, jangan memaksakan diri membagi syalmu padaku,” jauh sebelum Sandara memberontak dari segala keterkejutan yang diberikan oleh Jiyong, pria itu telah sukses mengalungkan syal di leher jenjang Sandara “jadi urus dulu tubuh kecilmu ini.”

Sandara menyunggingkan senyum. Sekalipun hari masih menunjukkan pukul sembilan pagi, cukup banyak pula momen manis yang diberikan Jiyong padanya. Kali ini menjadi kali ketiga sebelum Sandara membuka gerbang rumahnya, Kwon Jiyong muncul di sisi rumah Sandara dan mereka berjalan bersama menuju sekolah. Itu menjadi momen pembuka, lalu dilanjutkan dengan Kwon Jiyong yang sepanjang perjalanan tadi menggenggam erat lengannya sampai membuat suasana canggung, akhirnya Sandara memberikan syal yang mengalung di lehernya untuk sang pria –simbiosis yang sungguh menguntungkan satu sama lain sekalipun keduanya tidak terikat dalam hubungan sepasang kekasih namun layak dipandang demikian.

“Kau bersikap manis dan dingin secara bersamaan.” Sandara menuturkan ucapannya sembari berhenti sejenak dengan memperlihatkan matanya yang amat berbinar memandang Jiyong.

“Bukankah kebanyakan gadis menyukai hal itu?”Jiyong membalas, tak memperdulikan Sandara yang menghentikan langkahnya, pria itu justru berjalan santai sembari memasukkan kedua lengan ke saku celananya. “Jangan terlalu berpikir macam-macam, karena yang aku lakukan mengalir begitu saja tanpa dibuat-buat. Jika kau berpikir sikapku serupa dengan cerita dalam tokoh komik, maka enyahkan saja pikiran itu di otakmu.”

Menghela napas gusar, gadis bertubuh mungil itu berlari menyetarakan posisinya dengan Kwon Jiyong. Dipandangnya dengan dalam, garis yang nampak tersirat didahi Jiyong menjadi pertanda bahwa pria itu menahan malu dihadapannya.

“Jiyong, kau masih sangat aku kagumi sampai detik ini. Musik indah yang selalu kau buat bahkan tidak pernah terlewatkan olehku, dan lagi sampai mimpi apa aku bisa selalu berdekatan seperti ini jika mengingat kau dulu seperti hilang selera dengan segala tindakan konyolku.”

Menatap lurus kearah jalan, Sandara menyunggingkan senyumnya sekali lagi. Jika memang ini mimpi, maka Sandara tidak akan pernah berharap eomma membangunkannya dengan guyuran air dingin. Sayangnya sesuai harapan, hal itu tidak akan terjadi karena Sandara sama sekali tidak bermimpi di hari ini dan hari berikutnya.

Jiyong menautkan jemari kanan dengan jemari kiri Sandara. Tercekat sesaat, perilaku manis Jiyong kembali membuat aliran listrik seolah menjalar ke tubuh Sandara dengan amat hangatnya.

“Aku memang selalu bersikap dingin padamu dulu, namun akhirnya ketulusanmu membuatku luluh.” Ujar Jiyong selagi percakapan hangat mereka berlanjut, pria itu memasukkan kepalan lengan keduanya ke dalam saku mantel maroon.

“Jadi, kenapa kau tidak mempermudah hubungan kita dengan sebutan sepasang kekasih?” dengan sedikit tersipu malu, Sandara berujar meninggalkan tawa spontan dari Jiyong.

“Kau bercanda?” tanyanya dan berhasil membuat Sandara membulatkan kedua manik matanya. “Semua yang telah aku lakukan ini sudah pantas dikatakan kekasihmu. Aku kira selama ini kau menganggapku kekasihmu sekalipun tidak pernah secara resmi aku menyatakan dengan ucapan I LOVE YOU. Apa kau selama ini menganggapku hanya memberikan harapan tak menentu, Sandara Park?”

“A-Apa? Itu …. sebenarnya aku berpikir bahwa kau hanya ingin berteman lebih dekat karena aku sebelumnya selalu membututimu yang sebelumnya juga memandangmu dari kejauhan.”

“Sandara Park,” mengelus lembut kepala Sandara, Kwon Jiyong tersenyum dengan satu lengannya yang mengelus pipi kanan Sandara. “Sandara Kwon.”

“Mwo?”

“Iya, aku sangat menginginkanmu tanpa tahu batas tingkat kebosanan itu akan muncul atau tidak. Kau tahu, aku bahkan tidak yakin bahwa aku akan bosan padamu jika hari itu datang.”

“Jiyong,”

Menarik tubuh kecil Sandara secara cepat, Kwon Jiyong menerima kehangatan yang menjalar ke seluruh tubuhnya pada saat yang bersamaan tubuh Sandara jatuh ke dalam pelukannya. “Aku sangat mencintaimu dan selalu ingin menjagamu, seperti namaku, Yong yang akan selalu menjaga sang Rapunzel selamanya.” Jiyong berujar parau dan semakin mengeratkan pelukan pada Sandara dengan mengelus lembut punggung gadis itu.

“Aku juga mencintaimu, Jiyong.”

,

,

,

,

Bagai kabut yang membutakan pandangan mata, kau dan aku menjadi sosok yang terdapat di dalam kabut. Seolah dunia hanya milik kita berdua, hal itu kian membuatku mabuk dan selalu menginginkanmu bagai berada di Nirvana.

,

,

,

,

Cerita tentang Rapunzel berakhir bahagia dengan sang naga, berbeda dengan dongeng karena kisah mereka merupakan kisah nyata.

Y O N G

Naga hanya menjadi bagian dari cerita fiksi dalam dongeng pengantar tidur, namun dalam ceritaku Naga hanyalah Ji Yong semata.

Hallo!!! Selamat membaca reader ^^ Uh kangennya kebangetan. Apa kabar kalian dan gimana kabar DG soalnya udah lama banget ga ubek-ubek mereka (bagai tinggal dalam goa)
Maafkan aku yang datang hanya membawa satu buah ficlet yang gajelas wkwk tp semoga garapan My Crazy Neighbor aku akan selesai dalam waktu dengan dan juga satu oneshoot Younger bisa di posting bulan ini.

p.s : kalian bisa komentar di bawah apasih yang kalian harapkan dari kemunculan aku berikutnya dan semoga aku bisa lakukan hal tsb.

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1437 H!!!!! Mohon maaf lahir batin yah ^8^ luv u gengs!!! Terimakasih selalu support aku sampai detik ini pokoknya!!! mumumumumu :*

Advertisements

19 thoughts on “[Ficlet] Yong

  1. Heiii Thor, YONG disini ceritanya bagus ehhh…aku suka. Ga ada permasalahan yg dibilang rumit justru ini sperti penutup diakhir dongeng. Aku suka gaya bahasanya serta penulisannya yang rapu wkwkwkw
    Author buat ff genre angst,action dong tapi yg pasti diselingi romance daragon wkwkwkw….pengen bgt eh thor 😃

    • Angst Action? Aku rasa belom sanggup dan cerita belom kepikiran >.< Sejauh ini pakai cerita yg zona aman, blm bisa jauh huhuhu tp sarannya boleh juga tuh, kapan kapan hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s