THE MAGIC OF LOVE [Chap. 25]

123456

Author : @astarinur
Main Cast: Sandara park , kwon jiyoung , Yg, IU.
Support Cast : 2ne1 , bigbang, Billy
Rate: T ( tapi dikit – dikit ada rate M nya)

                                           The Magic Of Love chapter 25

 

 

 

 

  • ••

Malam itu sesuatu terjadi keributan antara para peri dalam memutuskan bagaimana kelanjutan hubungan dara dengan jiyong yang berlangsung dengan sengit. Beberapa tanda – tanda sudah para peri keluarkan termasuk dengan menunjukan wajah Jin~ah. Laki – laki tua dan resto itu pun adalah bagian dari rencana para peri. Cincin yang merupakan pengikat antara jiyong dan dara pun sudah terpasang kokoh di jari mereka masing – masing. Mimpi – mimpi buruk yang selalu singgah dimimpi dara pun sudah akan menemukan akhirnya. Para peri sudah menetapkan waktu mereka untuk melepaskan tanggung jawab mereka atas kehidupan dara.

 

        Guangzhu menjadi tempat dimana mereka akan dibukakan semua kebenaran atas mimpi – mimpi buruk yang mereka alami. Keterkaitan apa yang membuat mereka saat ini dipertemukan dan membuat mereka secara tiba – tiba menjalin suatu hubungan kedekatan. Cincin yang mereka gunakan akan hilang bersamaan dengan mimpi buruk mereka. Cincin itu akan hilang dan apabila memang mereka ditakdirkan untuk bersama pada akhirnya cincin itu akan terpasang kembali dengan sendirinya. 

                                        

 

  •     •     •

 

 

“Dara~ah…!”

 

“Hmmm…? Jiyong~ah berhenti mengangguku aku masih ngantuk!”

Jiyong tersenyum kecil memperhatikan dara yang masih terbaring malas di ranjangnya. Jiyong memainkan rambutnya, menyentuh pipinya, mengecup kening dan matanya namun dara tetap tidak berkutip sedikitpun.

“Dasar kebo!” Pikir jiyong.

Sebenarnya bagi jiyong saat ini adalah moment indah yang jarang ia rasakan. Dulu saat mereka masih seperti kucing dan anjing dan masih menebak – nebak dalam berbicara jiyong juga selalu memperhatikan wajah dara saat dia tertidur namun hanya untuk mencari celah kejelekannya saja namun saat ini yang memenuhi pikirannya adalah betapa bodohnya dia melewatkan moment seperti ini. Dara sangat cantik! Jiyong tidak dapat menyangkalnya karena itulah bukti nyata didepan matanya. Dia tidak tertutup oleh monster make up , wajahnya sangat indah natural.

Jiyong tak menyangka hanya dengan melihat wajahnya tertidur seperti ini dapat membuatnya senang dan tenang. Apa yang telah ia lakukan kepadanya? Apa yang telah dara lakukan kepadanya? Setiap denyut nadinya meneriakan hal yang sama yaitu dara! Jiyong semakin ketakutan ketika dia menyadari jika hari demi ke hari perasaannya terhadap dara sudah semakin jelas, perasaanya sudah menjadi bulat. Satu nama yang ia tuju!

 

 

DARA

 

 

 

Jiyong membuka ponselnya ketika mendengar suara  ringtonenya menyala. Menyadari siapa yang menghubunginya jiyong pun beranjak pergi dari tempat tidur dan berjalan ke depan ke sebuah balkon. Saat itu juga dara menyadari jika jiyong telah pergi dan berhenti menganggunya. Membuka selimut hangatnya dara membuka mata malasnya dan mencari keberadaan jiyong. Melihat jiyong berada di balkon dengan ponsel ditelinganya dara tahu jiyong sedang berkomunikasi dengan seseorang tapi ada apa dengan wajahnya mengapa wajah jiyong sangat serius, wajahnya mengencang dan keningnya berkerut kesal. Terlihat jiyong yang berteriak dan mematikan telponnya dengan wajah marah. Dara yang khawatir dengan jiyong langsung berlari ke arah jiyong. Setelah jarak mereka mulai mendekat dara tanpa ragu memeluk jiyong dari belakang. Jiyong tersiap terkejut. Melihat tangan mungil yang memeluknya jiyong pun sadar jika dara lah yang tengah memeluknya.

 

“Jiyong?”

 

“Hmm.. ada apa ? Apa kamu bermimpi buruk lagi? Atau kamu hanya merindukanku saja? Aigoo… dara baru aku tinggal beberapa menit kamu sudah seperti ini bagaimana jika dengan waktu lama?”

 

Deg!!

 

Suara detak jantung jiyong dan dara. Candaan jiyong ini menjadi bumerang bagi dirinya sendiri. Jiyong terpikirkan atas omongannya sendiri. Dara pun sama perkataan jiyong ini adalah pertanyaan yang sedang ia tanyakan setiap harinya. Bagaimana dengannya jika nanti mereka berpisah? Apa dara sanggup? Apakah dara bisa memeluk jiyong setiap dia bermimpi buruk?

Jiyong berbalik menatap wajah dara. Tak sanggup membayangkan apa yang telah ia katakan tadi jiyong memeluk dara erat. Begitu pula dengan dara dia menahan tangisnya membayangkan dirinya akan berpisah dengan jiyong.

 

“Mengapa kamu disini? Aku tahu kamu masih mengantuk hmmm… atau kamu bermimpi buruk lagi dara?” Jiyong berusaha mengalihkan suasana namun dara tidak memberikan respon apapun. Jiyong resah dia berusaha melepaskan pelukannya namun dara tak mau melepaskannya.

 

“Dara~ah??” Jiyong menarik tangannya pelan namun dara tetap tak mau melepaskannya dan malah menggelengkan kepalanya berulang kali. Dengan sedikit paksaan jiyong akhirnya berhasil melepaskan pelukan dara. Jiyong terkejut saat melihat wajah dara yang penuh dengan air mata.

 

“Dara~ah ada apa ? Mengapa kamu menangis?”

Jiyong tidak tahu harus melakukan apa karena dara tetap menangis tanpa memberikannya penjelasan apapun.

 

“Dara lihat aku!” Jiyong meraih wajahnya dan menariknya untuk melihatnya. Kedua mata saling berpandangan. Jiyong menghapus air mata yang membasahi wajah dara. Tak kuasa jiyong untuk mengecup bibir pink dara. Dara mengedipkan matanya tipis, merasakan jiyong mengecup bibirnya. Tangan lembut jiyong tak henti untuk menghapus sisa air mata di pipinya. Menatap dara dengan tatapan sendunya membuat dara semakin sedih akan keadaannya saat ini.

 

“Dara?”

 

“Hmmm.. !!” Dara menengadah melihat mata jiyong. Air matanya sudah berhenti saat ini. Dara menunggu balasan dari jiyong dengan penasaran. Namun apa yang diungkapkan jiyong kali ini bukan sesuatu hal yang seharusnya dia utarakan di keadaan abu seperti ini. Dara mengerutkan keningnya menahan emosinya.

 

“Hmm..  Dara~ah!! Lebih baik kamu pergi ke tempat mandi terlebih dahulu.. karena ……

Menahan kata yang akan dia ucapkan. Jiyong melepaskan pelukannya dan tersenyum geli. Terlihat dara melihatnya dengan wajah polos dan bingung.

Ketika situasi aman jiyongpun lari terbirit – birit saat meneriaki dara,

 

…. karena kamu bau !!!!!!!! KYAHHHHH !!”

 

Otak dara seakan meledak, dia tidak menyangka jiyong akan mengatakan hal tidak terduga itu dalam situasi seperti ini. Jiyong memang selalu mempermainkannya. Di dalam situasi serius seperti ini pun jiyong masih dapat membuat lelucon untuk mempermalukannya.

Dara mengepal tangannya siap melayangkannya kepada wajah jiyong. Bersiap menghukum jiyong dan memarahinya habis – habisan.

 

“YA KWON JIYONG!!!!!!! AWAS SAJA JIKA WAJAHMU BERADA DI DEKAT RADAR MATAKU AKU PASTIKAN WAJAHMU SUDAH HANCUR BABAK BELUR!”

 

Dara berlari masuk mengejar jiyong yang sudah berada jauh saat ini.

 

 

 

***

 

 

“Aigoo… dara berhenti bersikap seperti itu? Tadi aku sudah minta maaf bukan?  Aigoo.. yahhh tadi aku hanya bercanda!!! Kamu tidak bau hanya saja…!!”

 

“Hanya saja apa ?” Dara menyambar omongan jiyong dan jiyong sama sekali tidak dapat menjawabnya.  Jiyong pun saat ini kalang kabut menghadapi sikap dara yang sedang marah kepadanya. Beberapa cara telah jiyong lakukan untuk mendinginkan hati dara yang sedang panas kepadanya namun hasilnya selalu gagal. Jiyong sudah habis cara dan ide bahkan dengan cara mengeluarkan jurus aegyo nya pun tetap tak dapat meluluhkan hati dara.  Ini semua berawal dari pikiran jail jiyong yang ingin mencairkan suasana, dia tidak ingin dan tidak mau memikirkan hal yang membuatnya cemas dan ketakutan. Jiyong mengerti mengapa dara menangis, dia tahu betul dan merasakan hal yang sama dengannya! Jiyong tak ingin membayangkan bagaimana rasanya ketika mereka berpisah. Tidak, sampai jiyong mampu mengutarakan isi hatinya kepada dara dia tak akan mau melepaskan dara. Biarkanlah kontrak tak berguna itu hangus tak bersisa toh mereka berdua sudah melupakan hal itu sejak lama.

 

Sudah sekitar pukul 9.35am namun sampai saat itu belum ada yang menjemput mereka, youngbae dan yang lainnya berjanji akan menjemput mereka pada pukul 8.00am namun tidak ada sedikitpun kabar dari mereka. Entah kemana mereka mencari keberadaan dara dan jiyong? Dara saat ini sangat khawatir atas keberadaan mereka! Apakah mereka tersasar atau telah terjadi sesuatu pada mereka! Beribu – ribu skenario terburuk dalam pikirannya. Setiap menitnya dia memeriksa ponselnya berharap ada yang memberikannya sedikit kabar namun hasilnya nol. Dara sedari tadi mengacuhkan jiyong yang sedari tadi juga telah melakukan banyak tingkah aneh dihadapannya. Sebenarnya dara ingin sekali berteriak girang saat jiyong melakukan aegyo didepannya, wajahnya sangat cute ditambah dengan gummy smile nya membuat dara sangat ingin mencubit pipinya gemas. Namun kali ini jiyong sudah keterlaluan padanya, dara harus memberikan pelajaran kepada jiyong.  Lagipula selama ini dara lah yang selalu menjadi pemohon – mohon maaf kepadanya entah karena dia bersalah ataupun hal yang dia tidak sengaja lakukan. Jadi apa salahnya melakukan hal yang baru ia sadari sangat menarik ini. Sangat menyenangkan melihat jiyong bertingkah aneh dan lucu, lagipula jarang sekali jiyong melakukan hal seperti ini.

 

“Dara~ah.. aku menyerah! Aku berjanji tak akan melakukan hal seperti ini lagi! Berhenti bersikap seperti ini hmmm..?? Aku tak sanggup melihatmu seperti ini terhadapku! Please, please !!! Maafkan aku hmm..??? Sudah jangan marah lagi ! Dara~ah….!” Jiyong memohon kepada dara untuk kesekian kalinya. Meraih tangan dara jiyong menariknya untuk dapat memeluk dara. Dara tak dapat menahan kekuatan jiyong yang lebih besar darinya, namun dara tidak membalas pelukan jiyong.

 

Menyadari jika dara masih mengacuhkan dirinya bahkan pelukannya, jiyong menghela nafas dan menarik tangan dara melingkarkannya pada tubuhnya. Dara menundukan wajahnya dalam pelukan jiyong itu. Jiyong berusaha menenangkan dirinya sebelum berbicara kepada dara yang masih marah kepadanya. Setelah beberapa menit mereka terdiam dalam posisi itu akhirnya jiyong berani membuka mulutnya untuk berbicara kepadanya.

 

“Dara~ah? Dengarkan aku! Aku tahu kamu bukan marah atas leluconku itu! Aku tahu kamu marah bukan karena aku mempermainkanmu! Aku tahu kamu sedih begitu juga aku! Aku tahu kamu tak sanggup begitu juga aku! Aku tahu kamu tak ingin begitu juga aku! Aku tahu kamu tak ingin merasakan hal itu begitu juga aku! Maafkan aku yang telah tidak sengaja mengatakan hal mengerikan itu! Maafkan aku karena akupun tak ingin berpisah darimu! Aku tak ingin mengakhiri semua ini! Aku masih ingin melihatmu disetiap bangun dan tidurku!”

Jiyong menatap dara dalam, dara dengan mata ragu membalas tatapan jiyong. Matanya sudah berkaca – kaca menahan tangisnya.

 

“Jangan menangis lagi! Kamu tahu jika aku sangat benci melihatmu menangis karenaku dara!!”

Jiyong mengecup kedua mata dara lembut. Dara menutup matanya dan mengeratkan pelukannya. Tangan jiyong meraih wajah dara membelainya penuh dengan kasih masih dengan tatapannya tadi. Jiyong mengecup kening dara lama menuangkan semua keresahannya. Dia tahu jika nanti dia tak akan bisa melakukan hal ini lagi kepada dara.

 

Mereka saling bertatapan. Jiyong menatap bibir dara, ingin sekali mengecupnya atau bahkan menciumnya. Dara paham keinginan jiyong terhadapnya dan dara pun sama – sama menginginkannya. Jiyong berulang kali melihat mata dan bibir dara seolah – olah meminta izin kepadanya. Dara yang tidak tahan menunggu lama akhirnya melakukan fitst move kepada jiyong, dia mengecup bibir jiyong namun setelah itu wajahnya memerah karena malu. Dara membuang wajahnya menyembunyikan rasa malu yang ia rasakan.

 

        Namun dara terkejut saat tangan jiyong menarik tubuhnya untuk lebih dekat kepada jiyong. Tanpa aba – aba apapun jiyong mencium dara, dara yang masih terkejut hanya dapat mengedipkan matanya ragu. Namun pada akhirnya dara membalas ciuman jiyong itu. Mereka sama – sama menuangkan semua perasaan mereka pada ciuman itu. Entah berapa lama mereka tetap pada posisi itu karena satu sama lain tak ingin mengakhiri moment penting ini.

 

“EKHEMM.. !!!”

 

  Suara geraman seseorang membuat mereka melepaskan diri mereka masing – masing. Tak sadar jika youngbae dan yang lainnya telah menyaksikan mereka berciuman. Dara sangat malu sampai dia tak ingin menemui mereka. Jiyong membuang mukanya tak tahu harus melakukan apa dalan situasi ini. Sedangkan member nya melihat jiyong dengan tatapan cemas sekaligus tatapan kesal. Jiyong tidak dapat menghindar dari pertanyaan – pertanyaan dari member nya.

 

 

***

 

 

“Hyung, apa yang kamu lakukan tadi? Apakah itu bukan tindakan yang berbahaya? Atau kalian sering melakukan hal tadi ?” Seungri, sang maknae sangat terkejut atas tindakan jiyong ini dia tidak tahu apa yang telah dilakukan oleh jiyong ini adalah benar atau tidak.

 

“Jiyong, aku harap kamu bisa memberikan penjelasan yang paling rasional kepada kita? Karena hal ini sudah keluar jauh dari apa yang kamu katakan? Bukankah ini hanyalah settingan belaka? Mengapa tadi…?” Youngbae yang tadi menghentikan tindakan mereka untuk lebih jauh lagi sangat kesal atas tindakan jiyong sahabatnya ini. Bagaimana bisa jiyong kehilangan kontrol dan melakukan tindakan yang seharusnya tidak ia lakukan. Dengan kejadian ini membuat youngbae sadar akan sesuatu, apakah dara dan jiyong sering melakukan hal ini.

 

“Hyung, aku percaya padamu ! Kamu bisa mempertanggung jawabkan atas semua tindakanmu! Aku tahu kamu mempunyai alasan kuat dan aku tahu kamu akan menceritakan kepada kita semua di saat yang paling tepat!” Daesung memegang pundak jiyong dan tersenyum kepadanya seolah – olah mendukung apapun tindakan yang akan dilakukan jiyong. Daesung seakan tahu apa yang telah terjadi kepada hyung dan leadernya ini. Jiyong membalas daesung dengan anggukan kecilnya.

 

“Sudahlah! Ini tidak perlu kita perpanjang lagi! Katakan saja jika kamu menyukainya jiyong! Aku tak akan melarangmu ataupun melakukan apapun jika benar itu alasanmu! Tapi jika karena sekedar hasrat kotormu saja aku pastikan akan menghajarmu saat ini juga!”

Seunghyun, yang menjadi tertua langsung menunjukan point utama atas permasalahan ini. Tanpa basa – basi dia mengatakan hal yang sebenarnya sesuatu hal yang berat untuk ia katakan sampai saat ini. Daesung tersenyum menyadari ia memiliki pemikiran sama dengan hyung nya itu. Sedangkan seungri dan youngbae masih belum paham akan semua ini.

 

Youngbae tidak paham dan tidak percaya atas tindakan jiyong ini. Jelas – jelas dia mengatakan kepadanya jika ini semua hanya bohongan dan dia tak akan bertindak sampai sejauh itu namun apa yang ia lihat sungguh sangat berbeda dengan apa yang ia katakan di awal – awal dia merencanakan ini. Jika hanya dekat biasa atau berteman biasa youngbae masih bisa pahami tapi mana mungkin berteman biasa melakukan hal seperti tadi. Sedangkan seungri tak percaya jika jiyong, hyung idolanya bisa mengingkari kata – kata yang ia katakan kepadanya.

 

         “Ayyy.. hyung !! Aku baru sadar dara noona itu cantik juga ya ??”

 

          “Hmm.. seungrat jangan katakan jika kamu tertarik padanya?”

 

              ” hehehe.. memang kenapa? Toh hyung dan dara noona bukan pasangan           sungguhan jadi tak ada salahnya jika aku tertarik kepadanya?? Atau jangan bilang hyung sudah menyukainya????”

 

          “Ya.. siapa yang suka padanya. Dia itu aneh dan menyebalkan mana mungkin aku menyukainya!”

 

             ” yesss… !!!”

 

              “Yess.. untuk apa ?”

 

              “Ah bukan apa – apa hehe… !!”

 

Itulah percakapan mereka sekitar 1 bulan kemari. Seungri menundukan kepalanya kesal. Namun apa daya seungri juga sadar apa yang telah terjadi kepada hyung nya itu. Seungri tak dapat merusak ataupun melarang jiyong untuk menyukai dara noonanya, mengingat dia baru sembuh dari patah hati atas kekasihnya yang lalu.

 

Jiyong sendiri tidak dapat menjawab apapun terhadap semua pertanyaan member nya. Tapi ia janji akan menjawabnya saat dirinya yakin atas keinginan hatinya . Jiyong juga tidak ingin perasaannya diketahui oleh siapapun sebelum dia berani mengungkapkannya kepada orang yang tepat mendengarkannya. Walaupun pada akhirnya jiyong gagal menyimpan rahasia hatinya dan akhirnya berterus terang kepada mereka apa permasalahan yang sedang ia hadapi. Berusaha move on dari situasi itu jiyong dan yang lainnya berjalan keluar dari hotel itu menghampiri dara yang sudah menunggu mereka didalam mobil. Dara saat ini sangat menghindari semuanya. Dia sangat malu atas kejadian tadi. Jiyong sendiri masih bingung tak tahu harus memulai dari mana. Sayang sekali situasi canggung kembali melanda mereka, menyerang mereka di saat kedua sudah saling mulai mengerti akan perasaan satu sama lain.

 

Perjalanan kali ini pastinya sangat terasa lama, bosan dan canggung. Tak ada satu orang pun yang berani membuka mulutnya. Semuanya membungkam tidak ingin membuat kericuhan di dalam air yang sudah keruh. Seungri yang biasanya seru dan selalu asik membuka percakapan kali ini hanya diam memainkan ponselnya.

 

 

 

=====

 

In Guangzhu VI Resort ••

 

Sesaat setelah mereka sampai ditujuan, masing – masing langsung pergi ke kamarnya masing – masing. Tanpa kata apapun jiyong menarik dara untuk mengikutinya. Dara hanya menuruti jiyong tanpa banyak tanya. Mereka semua sampai ditujuan ketika waktu sudah sore dan sangat disayangkan cuaca kali ini berubah drastis. Cuaca yang mereka perkirakan akan teduh dan cerah ternyata berbeda dengan kenyataan yang ada. Saat ini hujan mengguyur keras menutupi hari mereka yang kelam. Semua yang telah mereka rencanakan gagal karena cuaca yang sama sekali tidak mendukung mereka. Tapi mungkin ini adalah hal baik dalam situasi saat ini. Tidak mungkin mereka akan having fun dalam keadaan masih canggung seperti ini. Semua masih tidak mau memulai, tidak ada yang berani menghilangkan ketidaknyamanan kondisi ini. Jiyong kali ini hanya bungkam, dia merasa sangat bodoh dan bersalah karena ini semua merupakan tindakan bodoh yang tak sengaja dia lakukan. Sedangkan dara merasa malu, dia tidak pernah membayangkan akan dipergoki dalam situasi seperti tadi. Apa yang akan mereka pikirkan tentangnya? Apakah mereka akan menilainya buruk? Apakah mereka akan membencinya setelah ini?

 

Memang jiyong dan dara berada dalam satu ruangan yang sama namun pikiran mereka melayang jauh ke tempat berbeda. Dara dan jiyong sedang berada dekat dalam ranjang yang sama namun mereka sama – sama saling mengacuhkan keberadaan mereka masing – masing. Jiyong bahkan tak berani sedikitpun untuk menoleh ke arah dara. Dara pun sama.

 

Bosan dengan keadaan ini dara beranjak pergi keluar dari kamarnya yang ia tempati. Jiyong melihatnya pergi namun dia tidak sama sekali mempunyai keberanian untuk menahannya. Jiyong ingin sekali menanyakan kemana ia akan pergi namun pada akhirnya jiyong membiarkan dara dan hanya membaringkan tubuhnya, lelah untuk menghadapi semua kejadian yang ia alami hari ini. Saat ini dia terpikirkan atas percakapan dengan noonanya dami, dia sangat tidak paham atas semua larangan yang telah dami katakan padanya atas kedekatannya terhadap dara.

 

 

“Jiyong~ah?? Apakah benar hubunganmu dengan gadis itu adalah sungguhan? Ataukah itu hanya bohongan?”

 

“Memang ada apa noona?”

 

“Sebaiknya kalian harus segera berpisah!”

 

“Apa yang salah dengan kedekatanku dengan dara? Noona bahkan belum pernah bertemu dengannya!”

 

“Ya… demi kebaikanmu aku mohon untuk menjauhi gadis itu! Noona sangat tidak menyutujui atas hubungan kalian!”

 

“Noona tak bisa melarangku seperti ini! Berikanku alasan yang paling tepat mengapa noona meminta hal seperti ini kepadaku!”

 

“Jiyong, kumohon dengarkan perkataanku aku tak ingin terjadi sesuatu padamu nantinya!”

 

“Tapi apa alasannya aku tidak bisa dengan tiba – tiba melakukan hal yang bahkan aku tak tahu apa alasan dan penyebabnya.”

 

“Jiyong tidak penting apapun alasannya, yang terpenting kamu menuruti apa yang telah aku katakan!”

 

“Tidak. Apa – apaan ini? Aku tidak akan mendengarkan omong kosong noona ini!”

 

” jiyong~ah!! “

 

Jiyong tidak dapat memikirkan apa alasan dari permintaan kakaknya itu, sejak kapan dia peduli atas kehidupan cintanya. Selama ini jiyong lah yang selalu memutuskan apapun tentang kehidupan cintanya. Lalu yang sangat tidak masuk akal adalah bagaimana bisa jiyong melakukan hal itu ketika rasa hatinya telah bulat tertuju kepada dara. Mengapa di saat seperti ini jiyong merasa seolah – olah semuanya melarang dan menahannya untuk mengungkapkan perasaannya ini. Jiyong tahu jika dara pun memiliki perasaan yang sama kepadanya, jadi apa yang ia tunggu? Bukankah lebih cepat lebih baik. Semakin lama perasaannya ini dia pendam semakin sakit hatinya menahan keinginannya untuk memilikinya seutuhnya. Setiap dia memiliki kesempatan untuk mengutarakan isi hatinya tiba – tiba sesuatu terjadi dan dia harus terpaksa melewatkan kesempatan itu. Sekarang hari – harinya akan kosong banyak waktu untuknya mempersiapkan diri agar dara dapat menerima hatinya.

 

Tadi setelah percakapan dengan member nya jiyong mendapatkan banyak saran dan ide bagaimana cara untuk mempersiapkan semuanya dengan sempurna sehingga dara akan terkesan olehnya. Jiyong bersyukur dan gembira memiliki sahabat seperti mereka, saat jiyong menceritakan secara blak – blakan tentang permasalahan yang ia alami kepada mereka jiyong tidak mengira balasan dari mereka adalah ucapan selamat dan godaan dari mereka. Youngbae yang awalnya marah terhadap tindakan jiyong ini pada akhirnya ikut gembira atas sahabatnya ini, dia tak henti menggoda jiyong dan menertawakannya. Tidak hanya itu youngbae juga memberikan saran kepada jiyong bagaimana caranya meluluhkan hati dara, walaupun youngbae terbilang kurang berpengalaman namun jangan salah dia sangat paham dengan masalah percintaan.

 

Besok, semua akan terwujud. Jiyong akan mengungkapkan hatinya kepada dara. Tanpa ragu, dia akan membatalkan dan menghancurkan kontrak itu dan memulai kehidupan barunya dengan dara. Hari ini bukan hari yang tepat, keadaan masih tidak kondusif. Jiyong harap semuanya akan berjalan dengan lancar.  Jiyong juga berharap jika besok cuaca cerah tanpa ada hujan.

 

Habis kesabaran dan rasa rindu ingin melihatnya jiyong bangkit dari tempat tidur dan segera menghampiri dara. Jiyong berkeliling mencarinya dan terhenti disudut ruangan melihat banyak orang tengah duduk dengan rapih di satu meja makan. Jiyong berjalan ke arah itu, terlihat mereka sedang bercanda akan sesuatu. Mereka menyadari adanya kehadiran jiyong dan segera mengajaknya untuk duduk bersama.

 

“Apa yang sedang kalian lakukan disini?”

 

“Aigo.. hyung!! Pastinya sedang menunggu makanan, kami semua kelaparan. Tak sabar menyantap masakan dara noona!”

 

“Dara?”

 

“Iya. Dia sedang memasak, katanya sebentar lagi selesai!”

 

“Kau sangat beruntung sekali!!! Aishh.. senangnya mendapatkan pacar yang jago memasak!” Seunghyun berceloteh keras dan yang lainnya tertawa kecil atas ulahnya.

 

“Tidak hyung! Bukan pacar tapi calon pacar!” Youngbae membalasnya yang membuat jiyong salah tingkah dan malu.

 

“Yaa…. diam kalian!! Jangan membuatku malu! Shut… jangan sampai dara mendengarnya!”

 

 

Tak lama dara pun datang dengan makanan ditangannya. Seungri yang melihat dara kesusahan dengan bawaannya tanpa perintah apapun membantunya dengan cepat. Jiyong yang saat ini berdiri berniat untuk menolong dara pun akhirnya duduk kembali di kursinya. Mengumpat dalam hati karena dia didahului oleh seungri. Youngbae yang memperhatikan tingkah jiyong hanya menyunggingkan senyuman geli atas kelakuan sahabatnya itu. Tapi selain itu juga semua menunggu dengan antusias yang tinggi atas masakan dara, tak terkecuali jiyong sendiri. Dia memang setiap hari menyantap masakan dara namun kali ini beda, dia tidak sendiri banyak orang yang akan terkagum atas masakan calon pacarnya itu.

 

Semua makanan telah tersaji didepan meja. Jiyong sudah tersenyum lebar menunggu dara duduk disampingnya, alangkah buruk harinya ketika dia melihat dara berjalan ke arah lain, dia duduk disamping seungri. Senyum yang lebar menempel diwajahnya kini berubah menjadi kerucut. Wajahnya jelas sekali menunjukan kekecewaan dan kekesalan. Tak bisa menutupi itu membuat youngbae, daesung dan seunghyun menatap satu sama lain seperti memiliki pemikiran yang sama atas kelakuan jiyong yang jarang ini. Betapa lucunya jiyong di mata mereka, jiyong selalu bertingkah kekanakan jika menyangkut masalah cinta. Namun beda halnya dengan seungri yang sangat gembira, dia mengambil alih dara, dia asyik mengobrol dengan dara tidak memikirkan sedikitpun perasaan hyung nya. Dara pun terlihat sangat nyaman dan  menikmati waktunya dengan seungri. Wajah jiyong semakin murung melihat dara tertawa riang dengan seungri.

 

Youngbae, daesung dan seunghyun tidak melakukan apapun dan mengacuhkan kesialan jiyong ini dan hanya menikmati masakan yang ada didepan mereka. Jiyong sendiri ikut makan walaupun masih dengan ekspresi wajahnya yang kesal.

 

***

 

 

Hari itu berlalu dengan jiyong meyiksa seungri. Jiyong sangat kesal kepadanya tanpa ampun jiyong memukuli pantatnya. Member yang lainnya hanya ikut menyaksikan nasib tragis yang seungri alami. Dara yang mengurung dirinya dikamar sejak selesai makan tadi tidak tahu apa – apa tentang masalah ini. Seungri merintih kesakitan sedari tadi namun jiyong mengacuhkannya terlalu kesal atas kelakuannya. Kalau kita pikir kembali ini semua bukan salah dari seungri toh dara senduri yang ingin duduk disamping seungri namun jiyong tidak peduli akan itu dan tetap menghukum seungri berulang kali.

 

Malam sudah terlewati setengahnya dan semua sudah tenang dikamarnya masing – masing kecuali jiyong dan dara. Dara bersikeras ingin tidur sendiri sedangkan jiyong sebaliknya. Walaupun keadaan sudah kembali seperti semula namun rasa canggung diantara mereka masih terlihat jelas. Dara masih malu dan tak ingin menemui jiyong, jiyong yang biasanya sangat aktif mengutarakan pendapatnya saat ini hanya terdiam kaku didekat dara. Mereka masih diam diatas ranjang besar mereka. Satu sama lain membelakangi diri mereka. Tidak ada satu kata pun keluar dari mulut mereka ketika selesai berdebat tadi. Namun tiba – tiba dara terkejut saat jiyong memeluknya, dara tidak dapat menghindar dari pelukan jiyong karena ini terjadi tanpa sepengetahuannya. Dara berusaha keras melepaskan pelukan jiyong namun jiyong menahannya keras.

 

“Dara~ah biarkan aku sebentar memelukmu! Aku janji akan tidur di kamar yang lain setelah ini!” Dara terdiam dan tidak memberikan respon apapun. Jiyong memeluk dara erat, melihat dara terdiam mengisaratkan jika dia tidak menolak permintaanya itu.  Namun sekian menit jiyong memeluk dara, jiyong tidak terlihat sama sekali akan melepaskannya. Dara menyadari itu! Sebenarnya dia tidak mengerti akan dirinya sendiri. Mulutnya berkata jika dia tidak ingin tidur bersamanya namun hatinya berteriak ingin bersamanya.

 

“Jiyong!” Dara memanggil jiyong dan menyentuh tangannya mengisaratkan jika waktunya telah berakhir. Jiyong dengan hati berat melepaskan pelukannya dan beranjak pergi. Tanpa melihatnya lagi jiyong berjalan dengan langkah berat ke arah pintu. Namun ketika tangannya akan menyentuh gagang pintu itu, dara memanggilnya kembali. Secara otomatis dia berbalik melihatnya. Jiyong menunggu perkataan dara selanjutnya. Dia tersenyum ketika dia mengatakan hal yang ia harapkan.

 

“Kamu bisa tidur disini jiyong!” Tanpa ragu jiyong berlari kesana dengan senyuman lebar diwajahnya, dara pun tersenyum manis kepadanya tak dapat menahan rasa senangnya.

 

 

***

 

 

“Sudah hampir pagi tapi aku masih terjaga seperti ini! Ini semua gara – gara dami noona. Bagaimana bisa dia dengan gampang memintaku melakukan hal gila itu.  Sampai saat ini dia masih mengirimiku pesan untuk menjauhi dara, aku bahkan tidak tahu apa alasannya.” Jiyong bergumam sendiri, saat ini dara masih tenang tidur dalam dekapannya. Jiyong sesekali memainkan jemari dara yang sangat kecil itu dan mengecupnya berulang kali. Jiyong juga sesekali mengecup kening dara dan merapihkan rambut yang jatuh diwajahnya. Menikmati keindahan calon pacarnya itu dengan seksama.

 

Beep.. beep !! Suara ponsel dara yang berada di meja disamping jiyong. Penasaran jiyong membuka ponselnya dara. Ternyata sebuah pesan masuk. Mata jiyong membesar dan wajahnya mengerut kesal. Tangannya mengepal kencang.

 

From: minho

 

Dara~ah.. kapan kita bisa bertemu kembali??  Sudah berapa lama kita tidak bertemu. Ah… sekitar 2 bulan kebelakang saat kita  bertemu dan bermain bersama. Apakah saat aku mengantarkanmu pulang jiyong ada di rumah? Aku yakin dia tidak ada, benarkan? ahh.. aku ingin menikmati waktuku bersamamu lagi dara. Hubungi aku segera oke !!!! Oh .. dan maaf aku baru bisa menghubungimu di jam – jam seperti ini, kamu tahu betul jika waktuku semuanya tersita. Emmm .. have a nice dream dara~ah !!! Anyeong ^^

 

‘Oh jadi waktu itu mereka memang benar bertemu. Jadi firasatku memang benar. Jadi dara membohongiku? Mengapa kamu melakukan ini kepadaku? Apa salahku? Disaat aku akan mengutarakan rasa hatiku ini kepadamu kau patahkan kepercayaanku ini dara???’

 

 

 

TBC

Huhu..
Pada kemana nih??
Comment juseyoooong!!!

<<back next>>

 

Cerita yang terbilang gak karu – karuan ini bakalan selesai 🔚🔚 sebentar lagi. Aku harap masih ada yang mau baca cerita aku yang lainnya. Aku akan berusaha memperbaiki semuanya. Yang terpenting bagiku adalah Daragon is real. Terimakasih buat yang setia baca dan komen cerita aku 😭😍👋👋👏👍💗💗💗💗

 

 

 

 

“New story from @astarinur 👉👄💗🆕🔜🔜”

                       {CHROME HEART}

 

Teaser :

 

“Kwon berhenti, lihat wajahnya sudah ketakutan seperti itu!”

“Shut up choi! Setiap perbuatan yang telah ia lakukan harus dia pertanggung jawabkan! Ini namanya kedisiplinan!”

Dara menahan tangisnya, dia tidak mengeluarkan sedikitpun suaranya. Takut jika dirinya akan benar – benar dimasukan ke dalam penjara atas kebodohannya itu, orang – orang didepannya bukanlah orang biasa yang dapat dara acuhkan begitu saja. Dia apa ? Sekedar pegawai biasa, dia hanyalah bahan suruhan orang jadi seharusnya dia sadar akan posisinya itu. Berharap keajaiban akan terjadi lagi kepadanya. Berharap mereka akan melupakan masalah ini, dia sangat tidak ingin tinggal di dalam sel penjara. Dia masih ingin bersekolah dan melakukan kehidupan normal lainnya.

Advertisements

15 thoughts on “THE MAGIC OF LOVE [Chap. 25]

  1. Lucu banget sih jiyong sma seungri. Knpa dami ngelarang jiyong ya? Baru juga mesra2 sebentar udah ada masalah aja. Smoga aja jiyong gak salah paham yaa. Next chap ditunggu

  2. kok dami ngelarang hubungan’a jiyong sm dara sih ???
    apa jgn” dami tau klo dara itu adl anak dr bapak yg meninggal saat kclakaan yg menewaskan jin~ah ???
    si minho knp sms dara sih ??? Kan jiyong jd tau klo dara bohong,smga z jiyong gak brubah pikiran nd tetap mngungkapkan perasaan’a kpd dara,
    Jgn smpe jiyong brubah pikiran jebal,,, 😥
    skrg masalah’a bkn cuma masa lalu mrk nd minho z,skrg jd nambah satu lg yaitu dami yg tdk menyetujui mrk pacaran,
    makin rumit makin seru nd makin penasaran,

    emmm,,,itu teaser bwd ff baru atw next part’a the magic of love ??? serem bgt si,smga bwe ff baru z,gak mgkin jiyong tega masukin dara k’penjara d’saat hati’a udh jatuh t’lalu dalam k’dalam cinta’a dara,,,
    Jebal,,bwd ff slnjut’a z 😀
    ff “TMOL” rintangan’a jgn yg berat” , hihihi ,

    Semangatt thor bwd ngelanjutin ff’a
    Next next next next 😀
    Fighting

  3. kyaa jiyong ama dara ketahuan sama member lainnya kekek 🙂
    aigoo mereka cute …
    apa ada alasan khusus dami ngelarang hub jiyong ma dara??
    aigoo dara ketahuan jiyong ??
    apa yg akn terjadi selanjutnnya next^^

  4. Knpa dami asyiq mlarang sj ,, da rahasia ya yg blum di ungkap. Haha 😀 jiyong jiyong… Kpan bilang cinta sama dara. Cpt utarakan. Hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s