MEA CULPA [Chap. 1]

mea-culpa

Author : Aitsil96

PG-15

Main Cast : Park Sandara and Kwon Ji Yong

*****

Annyeong, Dara-ya.”

Manik hazel gadis itu terbuka perlahan ketika mendapati seseorang memanggil namanya. Alam bawah sadarnya tengah bekerja hingga terbangun dari alam mimpinya. Pria itu tepat berdiri di hadapannya kini. Membuat ia tersenyum lebar meski sialannya telah mengganggu ritual tidur siangnya. Kehadirannya yang membawa suasana kehangatan selalu bisa membuat gadis itu nyaman. Lee Dong Hae. Pria bermanik cokelat meneduhkan yang selalu mengumbar senyuman tulus.

“Kau tertidur di perpustakaan lagi? Astaga, apa kau tak merasakan pegal di lehermu? Kau setidaknya harus membawa bantal kecil untuk penyangga.”

Sandara menegakkan tubuh yang asalnya tertelungkup di meja perpustakaan. Setelah kelas selesai sekitar satu jam lalu, ia segera berlari ke tempat yang dipenuhi jajaran buku tebal di sekeliling tersebut. Bukan untuk membaca tentunya, namun untuk memejamkan matanya sejenak demi mendinginkan otaknya yang selalu dipenuhi pikiran yang terlalu rumit. Ia bahkan telah memiliki tempat favorit. Sudut paling timur yang jarang dihampiri orang dengan rak tinggi menghalangi. Sepi dan nyaman untuk menyendiri.

“Aku tak punya waktu untuk mengurus hal-hal tak berguna seperti itu, Lee.”

“Tak berguna? Yak! Bagaimana jika sesuatu terjadi pada lehermu akibat terlalu sering tidur di posisi yang salah terus-menerus?”

“Kau terlalu banyak bicara, ahjussi.”

Dong Hae menghela napas kasar untuk kemudian mendudukkan tubuhnya di samping gadis itu. Apapun usaha yang dilakukannya demi menasehati Sandara, gadis itu selalu saja tahu cara membantahnya. Membuat ia serasa membuang waktu untuk membuang-buang suara indahnya.

“Berhenti mengataiku! Bagaimana bisa kau memanggilku ahjussi dengan tingkat ketampanan luar biasa ini, huh?”

Sandara mencebik jengkel. Tak bisakah sekali saja pria sialan ini tak mengagungkan ketampanannya yang memang di atas rata-rata? Haruskah ia terlalu sering berkoar di hadapannya?

“Untuk apa kau kemari?” Sandara mengalihkan topik pembicaraan.

“Menemuimu.”

“Hanya itu?”

“Haruskah ada alasan lain jika aku ingin menemui kekasihku sendiri?”

Manik mereka bertemu. Bertatapan dengan pandangan Dong Hae yang selalu terpancar beribu ketulusan. Oh Tuhan, haruskah Sandara pingsan saja jika ditatap seperti ini dengan jarak yang juga sangat dekat ini? Meskipun bukan pertama kalinya, namun tetap saja ia bisa sinting jika harus menerima tatapannya terlalu lama.

“Aku juga ingin memberikan ini.”

Dong Hae mengeluarkan sebuah bungkusan dari ranselnya. Sandwich isi daging serta ice cappuccino adalah isi di dalamnya.

“Yak, ini perpustakaan. Bagaimana bisa kau membawa makanan ke tempat ini?”

“Jangan banyak bertanya. Aku tahu perutmu masih kosong semenjak pagi. Makanlah.”

Shireo. Aku tak nafsu makan.”

“Kau ingin aku menyuapimu?”

Sandara mendelik. Tatapannya yang tajam seolah menyuarakan ‘aku akan membunuhmu jika berani melakukannya’.

“Haruskah kita makan bersama? Kau akan menggigit ujung sandwich itu, dan aku akan menggigit ujung lainnya. Jika kita terus mengunyah bersamaaan, maka bibir kita akan bertemu di tengah-tengah dan…”

“Biar aku makan sendiri,” sewot Sandara seraya meraih sandwichnya dan memasukkan satu potongan besar ke mulutnya.

Dong Hae tersenyum. Memperhatikan Sandara yang sedang marah adalah pemandangan menarik baginya. Bisa melihat raut wajah menggemaskan itu berada dalam jarak pandangnya membuat ia hanya ingin terus menggodanya tanpa henti. Usil, namun Sandara juga seolah menerima dan menikmati hingga kegiatan menggoda kekasihnya adalah hal yang menyenangkan baginya untuk dilakukan.

“Pulang bersamaku?”

“Rumah adalah tempat yang paling ku hindari. Kau tahu itu.”

“Bagaimana kalau ke apartemenku? Kau bahkan bisa tinggal di sana. Beberapa hari? Ah, tidak. Tinggalah disana sebanyak yang kau mau.”

Sandara melayangkan tatapan membunuhnya, “Dalam mimpimu, Lee Dong Hae!”

“Aish, kau benar-benar melewatkan kesempatan emas karena selalu menolak ajakan pria menawan ini,” Dong Hae dengan tak tahu malu menyeruput ice cappuccino milik Sandara yang baru saja dibawa olehnya, “Lalu kau akan pergi kemana? Kau tak mungkin menghabiskan waktumu di sini demi memandangi buku berdebu yang tak ada menariknya sama sekali untuk dipandangi.”

“Memandangi jejeran buku ini lebih menarik daripada memandangi pria menyebalkan seperti dirimu.”

“Yak! Aku serius.”

“Kemana lagi tujuanku jika bukan pada Bom-ie?”

“Gadis serampangan itu lagi? Bisakah kau menjaga jarak agar tak terlalu sering bergaul dengannya?”

Sandara memukul pelan bahu pria di sampingnya, “Ia temanku. Hati-hati dengan mulut berbisamu, Tuan Lee.”

“Jangan lupakan bahwa aku juga temanmu sedari kecil, nona Park.”

“Kau kekasihku, bukan temanku.”

Dong Hae membulatkan matanya seraya menatap Sandara, “Ey, kekasihku sudah pintar menggombal rupanya.”

“Aku hanya mengungkapkan fakta. Jangan terlalu percaya diri seperti itu,” ucap Sandara dengan wajah datar menyebalkannya.

Arrasseo, arrasseo,” sungut Dong Hae seraya mendecak.

Ting!

Satu pesan masuk di ponselnya.

Sandara tertarik untuk mengintip layar ponsel putih yang tengah digenggam Dong Hae, “Siapa?”

“Wanitaku.”

Seulas senyum geli mengembang di bibir Sandara ketika melihat isi pesan yang dikirimkan dari wanita yang dimaksud.

‘Setelah kau memutuskan untuk tinggal sendiri di apartemen, kau juga memutuskan untuk melupakanku?’

“Aish, ia benar-benar cerewet sekali akhir-akhir ini.”

“Itu semua salahmu yang tak pernah mendengarkannya dan selalu membangkang, Lee. Temui ia sekarang juga. Sepertinya eommonim merindukanmu. Kelasmu sudah selesai sejak tadi pagi, bukan?”

“Ikutlah bersamaku.”

Ani. Aku masih banyak tugas yang harus ku selesaikan.”

Eomma juga pasti merindukanmu, Dara-ya.”

Mianhae,” Sandara memelas, ia tak berbohong mengenai tumpukan tugasnya kali ini, “Sampaikan saja salamku untuknya.”

Dong Hae melipat tangannya didepan dada, “Kalau begitu aku juga tak akan pergi.”

“Kau menggelikan jika merajuk seperti itu, ahjussi.”

Dong Hae mendengus, “Aku akan menemui eomma asalkan kau menemaniku terlebih dahulu.”

Kening Sandara berkerut. Tak mengerti dengan maksud ucapan Dong Hae yang kini telah beranjak dari duduknya.

“Antarkan aku belanja untuk kebutuhan eomma, eoh? Ia pasti akan mengomeliku panjang lebar karena lupa memastikan persediaan bahan makanan di kulkas. Jebal.”

Sandara lagi-lagi mengembangkan senyum melihat tingkah konyol pria di hadapannya. Ia mengangguk, lalu membereskan sisa makan siangnya yang masih berserakan di meja agar tak ketahuan oleh penjaga perpustakaan.

Kajja,” ajaknya seraya menggamit lengan Dong Hae.

*****

Dentuman musik bergema nyaring di ruangan yang dihiasi gemerlapnya lampu. Seseorang kini tengah duduk di pojok ruangan dengan badan yang mengikuti pelan irama musik dari seorang disk jokey berbusana pas badan dengan belahan di mana-mana itu. Mata kelam pria itu bahkan sedari tadi tak berhenti untuk memandanginya dari kejauhan. Memperhatikan juga kerumunan orang yang tengah meliuk-liukkan badan di lantai dansa. Ia tengah… mencari mangsa? Katakanlah seperti itu.

What’s up, man?”

Seorang pria lainnya datang menghampiri dengan membawa dua wanita yang bergelayut manja di samping kanan-kirinya. Seung Ri. Pria manja anak mami yang tak becus meneruskan perusahaan keluarga. Ia lebih memilih bersenang-senang menikmati hidup. Menghamburkan tumpukan uangnya dengan pergi ke bar setiap malam demi menyewa wanita malam dan membeli minuman alkohol yang harganya selangit. Jika bukan karena ibunya yang sangat mencintai hingga membelanya mati-matian, mungkin ia telah dicoret dari daftar keluarga yang cukup terpandang itu.

“Sudah lama aku tak melihatmu, kemana saja kau?” tanya Seung Ri yang kini duduk di sebelahnya setelah menyuruh dua gadis yang tadi menemaninya untuk menunggu di ruangan khusus yang telah disediakan. Ya, sebutlah itu kamar sewaan untuk ‘bermain’ para tamu VIP club yang terletak di daerah Gangnam tersebut.

“Aku baru saja dibuang oleh wanita Jepang yang kau kenalkan padaku beberapa bulan yang lalu.”

Seung Ri yang hendak menuangkan wine ke gelasnya bergumam sebentar seraya mengingat-ingat maksud perkataan pria itu, “Kiko maksudmu?”

“Ya. Sewaan barunya lebih menggiurkan dariku.”

“Aish, ia memang wanita sialan, Ji.”

Ji Yong tertawa mendengar umpatan Seung Ri sebelum menghabiskan wine di gelasnya dengan sekali tenggak. Mengingat dirinya yang ‘disewa’ sebulan yang lalu untuk tinggal di Jepang hanya membuat ia ingin menertawainya sendiri. Mengapa juga ia bersedia untuk melakukannya? Tentu saja semua itu karena uang. Apalagi yang ia cari di dunia ini selain sederet angka yang bisa mengisi penuh rekeningnya? Termasuk ajakan seorang model ternama di Jepang untuk menjadi simpanannya.

Pekerjaan yang sangat mudah. Ia hanya perlu tinggal tersembunyi di salah satu apartemen rahasia milik Kiko. Tak perlu memikirkan biaya hidup, karena wanita itu rajin mentransfer untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ji Yong hanya harus mematuhi segala perintahnya. Dan yang terpenting adalah saat wanita itu datang padanya, ia harus melayani hingga wanita itu puas. Kau tahu apa yang dimaksud dengan ‘melayani’, bukan?

“Lalu apa rencanamu setelah ini?”

Ji Yong berpikir sejenak, “Entahlah. Mungkin mencari… mangsa baru?”

“Kau benar-benar gila uang, Kwon Ji Yong!”

Seringaian muncul di bibir Ji Yong. Gila uang? Ya. Itulah dirinya.

.

.

.

To be continued…

Part 1 masih perkenalan ya guys jadi belum ada DG momentnya. Author rela dimaki applers gara-gara DaraHae *maafkan imajinasi ini yang terlalu liar*

Keep waiting for my story lovely readers ^^

Advertisements

17 thoughts on “MEA CULPA [Chap. 1]

  1. Wah darahae couple suka tp lebih suka daragon couple….. jd jiyong jd cowok simpanan dan dara pacaran sm donghae trus nanti gimana mereka jadiannya……
    next chap deh klu gitu…..

  2. Wah kaya nya cerita nya seru..
    Kalau biasanya Jiyong punya banyak simpanan… kali ini Jiyong jadi simpanan kekeke
    Darahae again? Hahaha… ceritanya bakalan di tunggu sampai Daragon 😁😁
    Hwaiting thor!!!

  3. Awalnya dara sama donghae tapi nanti akhirnya dara sama jiyong #maksa😝 Nggak bercanda kok yang penting bahagia aja deh. Good job authornim👍

  4. Woah ff apa ini, baru baca udah penasaran cerita selanjutnya 😀😀 keren ff nya, lucu dsni jidi jd simpenan,, haha oh jidi sni jd simpenan neng aja 😄😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s