HELLO BITCHES [Part. 13]

cats

Author: Zhie | Main Cast: Sandara Park (2Ne1), Kwon Jiyong (Bigbang) | Support Cast: Lee Junki (Actor), Goo Junhee (Actress), All Member 2Ne1, All Member Bigbang, Lee Soohyuk (Model), Kwon Dami, Kim Yoojung (Actress) a.k.a Choi Yoojung, Gummy | Genre: Romance, Adult| Rating: NC-17 (Maybe 😛 | Lenght: Series

~~~

Ting tong… ting tong…

Ting tong… ting tong…

“Minzy-ah. Bisa kau buka pintunya? Lihatlah siapa yang datang.” ucap Bom terlalu malas untuk menggerakkan tubuhnya yang kini telah terkapar sempurna di sofa ruang tengah.

“Ne, Eonni.” jawab Minzy- meninggalkan sejenak drama yang tengah di tontonnya.

“Apa itu Soohyuk Oppa?” tanya CL kemudian- keluar dari kamarnya, Bom refleks mengangkat bahu- menjawabnya.

“Omo. Dara Eonni? Kau-“ Terdengar pekikkan Minzy yang terkejut- tak lagi melanjutkan ucapannya, membuat Bom dan CL saling berpandangan.

“Mwo? Dara?”

“Eonni.”

Seketika mereka pun menuju ruang depan…

“Kyaaa!!! Dara- itu kau?” kali ini Bom yang tak mampu menutupi keterkejutannya- menutup mulutnya- menatap tak percaya.

“Ya! Ada apa dengan penampilanmu itu, Eonni?” tanya CL yang bahkan tak sanggup untuk mengedipkan matanya.

Sosok yang mereka kenal sebagai Dara itu pun, hanya mampu mengembangkan senyum pahitnya- seolah telah pasrah jika mereka akan menertawakannya.

Bom Pov

Daebak. Sungguh mengejutkan bagaimana penampilan Dara sekarang, ia terlihat seperti wanita yang berasal dari kelas atas- tak terlihat Dara yang kukenal sebelumnya, “Aigo. Apa yang mampu mengubahnya dalam satu malam, hah?” batinku terus berucap.

“Ya! Berhenti menatapku seperti itu, Bom.” sungut Dara yang kini tengah sibuk mengemasi pakaian dalamnya.

“Kau benar-benar terlihat berbeda, Dara.” gumamku kemudian.

“Ne, dan ini menggelikan. Benarkan?”

“Anio. Tapi itu akan benar-benar menggelikan bila kau berada di tempat yang tidak tepat- di tempat yang di penuhi cahaya sorot lampu yang gemerlap. Tapi bila di luar tempat itu, ini sempurna… penampilanmu tak ubahnya seperti para wanita yang berasal dari keluarga terpandang.”

“Aigo. Kau terlalu berlebihan.”

“Cih! Aku mengatakan yang sesungguhnya, Dara.” ucapku- kini duduk di tempat tidurnya dan kembali melihat ke arahnya, “Lalu apa yang perlu kutahu selanjutnya, eoh?” tanyaku- akhirnya, tak mampu lagi menahan rasa penasaranku tentangnya.

“Mwo?”

“Tentang pria yang terus mencarimu, menolongmu dan kini meminta bantuanmu itu. Apa kalian telah melakukan kesepakatan?”

“Neh. Aku akan tinggal selama satu minggu dengannya.”

“Ah.” Aku mengangguk mengerti untuk ini, “Lalu berapa ia membayarmu? Apakah itu benar sepuluh kali lipat?” tanyaku lagi.

“Lebih dari itu, Bommie… ia membayar untuk seluruh waktuku selama seminggu dengan 25 juta won.”

“What? Jinjja?” pekikku sempurna, Dara mengangguk cepat- meyakinkan. “Ya! Mengapa kau begitu beruntung, hah? Kau hanya perlu tinggal dengannya dan berpura-pura menjadi wanitanya tanpa perlu melayani kebutuhan biologisnya, lalu kau dibayar dengan sebanyak itu?” aku kembali memastikan, dan Dara kembali menjawabnya dengan anggukan, “Omo. Daebak, aku bisa membayangkan seberapa kaya dia… lalu apa alasannya, Dara? Sungguh aneh bila itu hanya sekedar menghindari sebuah perjodohan atau sejenisnya, dan aku masih ingat jelas bagaimana tampannya ia… jadi sangat tak mungkin kalau itu juga menjadi alasannya.” ucapku kemudian, Dara pun terkekeh- menertawakan sesuatu- membuat keningku berkerut, “Wae?”

“Kau akan terkejut mendengar alasannya yang sesungguhnya, Bommie-yah… dan entah kenapa alasannya itu membuatku kini sedikit meragukan kejantanannya.”

“Mwo?”

“Ia memang telah mengatakan rumor yang kini menimpanya itu sama kali tidak benar, tapi dengan bagaimana ia terus mendorongku untuk menjauh darinya… aku jadi berpikir- mungkin saja itu benar.”

“Eoh? Apanya yang benar?”

“Bahwa ia adalah seorang gay, Bommie.”

HAH? WHAT? GAY? Aku tak mampu untuk tak tertawa mendengarnya, “Ha ha… ha ha… kau bercanda, Dara?”

“Anio. Aku tidak sedang bercanda sekarang.”

“O… o… kau mengatakan itu bukan karena kau sakit hati dengannya, bukan?”

“Mwo?”

“Sakit hati karena ia tak tertarik untuk menikmati tubuhmu tepatnya.”

“Ya! Anio, itulah rumor yang beredar tentangnya Bom… karena itu ia membutuhkanku untuk mematahkannya- meyakinkan kembali keluarga besarnya, bahwa ia adalah pria normal. Lagipula itu mudah jika aku ingin benar-benar mendapatkannya, bahkan bila ia seorang gay pun… itu tidak masalah, aku adalah penggoda yang handal. Kau tahu? Sangat mudah sebenarnya menjatuhkan pria suci seperti dirinya.”

“Ho ho… kau menyebutnya pria suci, neh? Ah. Ini semakin menarik, kalau begitu- buktikan.”

“Mwo?”

“Buktikan kalau kau memang penggoda yang handal dan dapat dengan mudah menjatuhkannya, Dara- buat ia tahu apa itu surga dunia sebenarnya.”

Dara kembali tertawa, “Aku memang berniat untuk melakukannya, Bom… dan dapat kupastikan, aku tak kan gagal.” Dara menunjukkan seringainya.

Aku pun terkekeh- penampilannya ternyata tak mengubah sedikit pun bagaimana ia, “Aigo. Kau sangat percaya diri, neh?”

“Dara Eonni, aku telah mengambil kamera. Jadi kajja- kita ambil beberapa foto, neh.” ucap Minzy yang tiba-tiba datang, melompat ke arahnya.

“Ya ya ya… apa yang kau lakukan, hah?” terlihat Dara berusaha keras menghindarinya.

“Kita perlu mengabadikan ini, Eonni. Kapan lagi aku bisa melihatmu berdandan seperti ini… kau cute, sweet, dan itu benar-benar menggemaskan.” jawab Minzy- membuatku seketika terbahak. Ia benar, kapan lagi bisa melihat Dara dengan style good girl nya.

“Ya! Tidak mengatakan itu padaku, Minzy-ah. Kau kembali membuatku takut untuk melihat bagaimana penampilanku sekarang.” rutuk Dara kemudian- masih berusaha menghindar, tapi belum berhasil ia melakukannya- seseorang kembali datang.

“Eonni-yah! Lihat apa yang kubawa, aku rasa headband ini cocok denganmu.” Kali ini CL yang dengan bersemangat mendatanginya- membawa sebuah headband berwarna pink dan memaksa ia untuk memakainya.

“Phhhfft… phhhft…” Aku sebisa mungkin menahan tawa, karena Dara kini tak ubahnya seorang gadis kecil yang tengah di ganggu oleh saudari perempuan dan di dandani oleh ibunya.

“Ya! Chaerin. Apa itu? Apa kau bercanda? Kau ingin aku memakainya… ya … ya… ya. Menjauh dariku sekarang!” pekik Dara tapi Minzy dan CL seperti tak akan mendengarkannya kali ini, lalu… “Kyaaaa!”

Bag

Dara akhirnya terkapar di atas tempat tidur dengan Minzy yang dengan cepat menempatkan posisi di sampingnya- untuk mengambil gambar, sementara CL yang telah berhasil memasangkan headband nya dengan cepat merubah posisi- menidurkan diri di sisi lainnya dan ikut berpose dengan kedua jari yang terbuka dan sebelum terlambat aku pun turut mengambil bagian bersama mereka dengan senyum lebar.

“Cheese.” Minzy seketika mengucapkannya, dan…

Klik… klik… klik…

Ia berhasil mengambil beberapa gambar.

Ting tong… ting tong…

Ting toog… ting tong…

Bel apartemen kami kembali berbunyi. CL dengan sigap bangun dari posisinya…

“Biar aku yang membukanya, itu pasti Soohyuk Oppa.” ucapnya kemudian, dengan tergesa pergi untuk membukanya.

“Ah. Menyebalkan- kalian membuatku berantakan.” sungut Dara akhirnya.

Minzy terkekeh, “Mianhe, Eonni… tapi kau benar-benar terlihat sangat imut hari ini.”

Dara mendelik, “Ya!”

“Haha… nikmatilah style mu ini mulai dari sekarang, Dara. Kau harus selalu mengenakannya, bukan? Lagi pula itu tidaklah buruk… kau terlihat sangat cantik. Aku mengatakannya sungguh-sungguh.” ucapku akhirnya. Minzy dengan cepat mengangguk- membenarkan.

“Ais. Tapi tetap saja-“

“Dara Eonni, seseorang menjemputmu!” pekik CL yang kini terdengar.

“Aigo. Itu pasti dia, aku telah membuatnya menunggu terlalu lama.” ucap Dara kemudian dengan cepat mengakhiri kegiatan mengemasi pakaian dalamnya.

Jiyong Pov

“Aigo. Apa yang membuatnya begitu lama, eoh?” sungutku saat ia tak juga kembali, dan kini aku terpaksa menyusulnya- aku menunggunya di lobi setelah sebelumnya aku harus menelpon seseorang untuk kembali memastikan jadwal… beruntung ia sempat menyebut nomor apartemennya hingga aku tak akan salah.

Dan kini aku telah berada di depan apartemennya dan menekan bel yang ada… tak lama pintu pun terbuka.

“Ah. Mencari siapa?” tanya seorang yeoja berambut blonde yang kini tengah menatapku.

“Dara. Aku datang untuk menjemputnya.” jawabku. Terlihat ia sekilas memicingkan mata padaku dan mengamatiku lalu tak lama kemudian ia membuka pintu dengan lebar- mempersilahkanku masuk akhirnya.

 “Dara Eonni, seseorang menjemputmu!” ucapnya kemudian setengah berteriak, “Duduklah.” lanjutnya. Aku pun menurutinya- duduk tenang di sofa yang ada, tapi anehnya ia tak juga meninggalkanku. Ia berdiri dengan tangan ia lipatkan di dada dan masih mengamatiku- seolah aku adalah sesuatu yang aneh baginya. Jujur itu membuatku tak nyaman, “Sebenarnya siapa, huh? Apa dia juga seprofesi dengan Dara?” batinku kini bertanya, karena jika itu benar… berarti akulah yang salah karena datang ke tempat mereka- membawa diri kepada wanita yang lapar itu sama saja menawarkan dirimu untuk menjadi santapannya, bukan?

“Siapa namamu, Tuan?” tanyanya kini masih tak lepas mengamatiku.

“Kwon Jiyong.” aku menjawabnya singkat.

“Ah. Kau yang diceritakan Dara Eonni pada Bom Eonni? Kau pria yang dikatakannya membutuhkan bantuan hingga membuatnya sementara waktu harus tinggal bersamamu, iyakan?”

Aku mendengus tak habis pikir- ternyata Dara menceritakan semua pada mereka, eoh? Bukankah ia sendiri yang mengatakan semakin sedikit orang yang tahu- itu akan semakin berjalan lancar. Tapi nyatanya? Cih. Benar-benar…

“Ah. Jiyong, kau begitu tak sabar menunggu neh?” Dara akhirnya datang dengan membawa 2 buah tas yang lumayan besar.

“Ya! Apa saja yang kau bawa itu, hah? Bukankah kau hanya perlu mengambil beberapa? Kau tidak seharusnya membawa semua yang ada di dalam lemarimu, Dara.” ucapku kemudian, tapi belum sempat Dara menjawab- wanita dengan rambut merah yang pernah kutemui sebelumnya di club kini datang dan turut bergabung- mengamatiku.

“Satu tas lagi itu milikku, Tuan. Aku sesekali akan datang menginap… karena jujur aku sebenarnya tak bisa terlalu lama jauh dari Dara. Oleh karena itu, aku meminta Dara untuk membawa beberapa pakaianku jadi harap tak lagi mempermasalahkannya.” Wanita berambut merah itu mengatakannya dengan lugas seakan itu adalah hal yang biasa. Apa-apaan ini, hah?

“Yup… lagi pula setelah kupikirkan, pasti membosankan jika aku hanya berdiam diri dan sendiri di apartemenmu Jiyong. Jadi aku meminta Bom untuk sesekali datang- mengunjungiku, bila kau sedang sibuk dengan kegiatanmu sebagai model. Itu tidak masalahkan?” tanya Dara dengan wajah tanpa berdosanya, sudah cukup dengan adanya dia- tak kubayangkan bila ada dua orang seperti dirinya berada di sekitarku nantinya. Aigo.

Aku menghela nafas panjang- mencoba kembali memberi pengertian, “Dara-yah. Kau tahukan? Keluargaku bisa saja datang sewaktu-waktu jadi-“

“Aku juga bisa berakting, Tuan. Jadi tenanglah… aku tak akan mengacaukannya, lagi pula aku tidak datang setiap waktu, aku hanya akan datang bila aku bosan sendiri disini karena CL sering kembali ke rumah orangtuanya sementara Minzy banyak mengikuti les di luar. So, tidak untuk melarang kedatanganku. Araesso?” lagi-lagi wanita berambut merah yang kutahu bernama Bom itu mengucapkannya dengan tegas seolah tak ada kata untuk dapat menolaknya.

“Annyeong… permisi, tidakkah sebaiknya kalian bicara sambil minum. Kajja, aku telah membuatnya.” ucap seorang wanita lagi yang kini berambut pendek datang dengan membawa nampan berisi beberapa gelas minuman.

“Ah. Mungkin ada baiknya aku memperkenalkan mereka lebih dulu padamu Jiyong. Ia adalah Lee Chaerin atau kami juga biasa memanggilnya CL, dan kemudian ia adalah Gong Minzy- paling muda diantara kami dan kemudian Park Bom- kau pasti telah bertemu dengannya beberapa kali. Aku tinggal bersama mereka selama ini, mereka telah kuanggap seperti keluargaku sendiri jadi aku harap kau dapat mengerti bagaimana hubungan kami.” ucap Dara akhirnya kembali membuka suara.

Aku pun sejenak membalas tatapan mereka satu persatu padaku- karena hingga kini mereka bertiga masih terlihat mengamatiku dan akhirnya…

“Baiklah. Aku tidak akan lagi mempermasalahkannya- aku harap kalian dapat bekerja sama denganku untuk apa yang telah kusepakati bersama Dara, mohon untuk merahasiakannya dan untukmu Dara tidak lagi menceritakannya pada siapapun. Araesso?”

Dara mengangguk cepat kali ini, “Araesso.”

.

.

.

Dara bersama Jiyong akhirnya meninggalkan apartemennya- kembali menuju apartemen dimana mereka akan tinggal bersama selama satu minggu ke depan, berharap semuanya akan berjalan lancar dan berakhir dengan cepat.

“Jiyong, apa yang keluargamu sukai dan tidak sukai? Lalu bagaimana aku harus bersikap? Aku harus melakukan apa yang mereka suka atau tidak? Kau harus memberitahuku tentang itu.” ucap Dara kemudian- membuat Jiyong berpikir sejenak.

“Kau tidak perlu memikirkan apa yang mereka sukai atau tidak, kau hanya perlu menjadi dirimu Dara… kuserahkan padamu sepenuhnya ingin berakting seperti apa. Intinya mereka hanya perlu tahu kalau aku telah memiliki wanita yaitu dirimu, dan aku pasti juga tidak akan melibatkanmu terlalu jauh dengan mereka… karena itu setelah orang tuaku datang berkunjung dan bertemu denganmu langsung di apartemenku, kita hanya perlu menghadiri acara keluarga besarku yang memang selalu di gelar setiap minggu. Jadi disitulah puncaknya aku akan memperkenalkanmu dengan mereka.”

“Ah. Lalu setelah acara keluarga besarmu itu berakhir apa kita juga akan langsung berakhir?” tanya Dara kemudian membuat Jiyong sekilas melihat ke arahnya.

“Kita?”

“Neh.”

“Ah. Tidak mungkin secepat itu, Dara… aku pasti akan masih sering membutuhkanmu entah itu untuk dua atau tiga bulan ke depan dan setelah itu baru kita akan benar-benar mengakhirinya, karena itu kau harus menjawab dan menerima panggilanku kapanpun itu. Aku tetap akan membayarmu mahal.”

“Araesso.”

“Tapi ngomong-ngomong, bisa aku bertanya satu hal?”

“Neh?”

“Keluargaku pasti sedikit akan bertanya tentang keluargamu, Dara. Jadi agar kita satu suara, apa yang harus kita jawab? Apa keluargamu ada di sini atau-“

“Aku tidak memilikinya.” Dara menjawab cepat.

“Mwo?”

“Aku akan menjawab tidak memilikinya.” ulang Dara kali ini dengan suara yang lebih rendah, Jiyong pun sekilas kembali melihat ke arahnya- memperhatikannya… ada perubahan yang tampak jelas terlihat di sana dan Dara tak lagi bicara seperti biasa, ia kini memilih diam dan menatap jauh keluar jendela.

Sementara itu…

Di apartemen Dara sebelumnya, Bom Cs masih bersemangat menceritakan apa segala yang ia tahu tentang kesepakatan Dara dan Jiyong kepada CL dan Minzy yang kini dengan setia mendengarkannya hingga akhirnya CL teringat akan sesuatu kalau wajah Jiyong juga tidak asing untuknya.

“Aku seperti pernah melihat wajah pria bernama Kwon Jiyong itu sebelumnya, tapi di mana?” CL seperti bertanya pada dirinya sendiri sekarang.

“Kau mungkin pernah melihatnya di Octagon, Eonni.” ucap Minzy kemudian- membantunya menebak.

“Anio. Aku malah yakin tak pernah melihatnya di sana.” jawab CL kembali mengingat-ngingat, “Ah.  Dia berprofesi sebagai modelkan?” tanya CL kali ini pada Bom.

“Neh. Itu yang Dara katakan.”

“Kalau begitu-“ CL tak melanjutkan ucapannya dan dengan cepat menuju kamarnya untuk mengambil sesuatu dan ia kembali keluar dengan tumpukan majalah yang ada di tangannya, “Mari kita lihat… apa ia ada di majalah ini? Kalau pun ada- itu berarti aku telah sering melihatnya… aku penasaran apa ia selevel dengan Soohyuk Oppa, tapi aku rasa tak akan ada yang mampu mengalahkannya. Soohyuk Oppa tetaplah yang terbaik, benarkan?” ucap CL membuat Bom dan Minzy saling berpandangan. Mereka tak heran bagaimana CL begitu mengidolakan dan memuja Oppa satu-satunya itu- Lee Soohyuk, kakak yang begitu memberi perhatian dan kebebasan padanya di saat orang tuanya selalu melarangnya ini itu tapi kini dengan Soohyuk yang selalu berada di depan untuk membela dan mengatakan akan bertanggung jawab penuh akan dirinya, ia pun dapat melakukan segala hal yang ia suka namun tetap masih dalam pantauan dan pengawasan Soohyuk tentunya. Tak salah bila  Syndrome Brother complex pernah di sematkan Dara untuknya, “Yup. Aku menemukannya… ia juga merupakan seorang model profesional ternyata, dan coba lihat ini- Mwo?” namun ucapan CL terhenti saat ia menyadari sosok yang berada di samping Jiyong- sosok pria yang beberapa waktu lalu pernah menjadi korban mulut pedasnya.

tumblr_mv1xrjOsCw1slcg68o1_500 big-bang-still-alive

“Wae?” Kini Bom pun turut melihat majalah yang dibuka CL namun itu tak kalah membuatnya terkejut dengan laki-laki berambut biru yang pernah dipermainkannya.

Minzy yang melihat mereka bergantian pun- mengerutkan keningnya tak mengerti. Ia pun mau tak mau turut melihat apa yang kedua Eonninya lihat. tapi sebelum ia melihat keseluruhan matanya lebih dulu menangkap sosok yang juga tak asing baginya tengah berpose bersama ke empat pria lainnya.  Minzy pun berkedip, “Omo. Apa aku salah lihat? Bukankah itu Daesung Oppa?” batinnya kemudian berucap.

Sementara Bom mendesis dalam hatinya, “Ternyata pria berambut biru itu seorang model, eoh?” pikirnya kini dengan lekat mengamatinya.

Dan CL… “Cih! Kenapa ia bisa ada di sini? Vi, Seungrat atau entahlah siapa namanya… ia sama sekali tidak keren, kan?” gerutunya mulai kembali menilainya sekarang.

Namun satu hal yang sama ada di pikiran mereka bahwa… “Dunia ternyata begitu sempit, neh!”  

.

.

.

=To be continued=

Prolog | | 2 | 3 | 4 | 5 | 6| 7 8 | 9 | 10 | 11| 12

<<back  next>>

Advertisements

47 thoughts on “HELLO BITCHES [Part. 13]

  1. Pasti dara punya masa lalu yg kelam. hhh dunia emang sempit jodohnya 2ne1 itu bigbang 😄
    Next part cepet di publish ya thor 🙌

  2. waaah penasaran ama keluarga dara..kenapa y
    waah jadi dara msh berniat kuat bwt ngegodain jiyong?
    semangat bwt next chapter ya zhie..

  3. sebenar nya apa yang dara rahasia kan tentang keluarganya??? penasaran,,,
    aku yakin hubngn mreka tidak akan brakhr b3gt saja,,hahaha

  4. aigooo akan kah takdir mempertemukan mereka? hahaha lucu memang saat seseorang yang tak ingin kalian temui menjadi rekan kerja dan bahkan sahabat dari seseorang yang akan menjadi bagian dari hidup sahabat kalian*abaikan apa yang aku ucapkan barusan* jujur ini lucu banget hahaha kemungkinan akan tumbuhnya cinta sepertinya akan ada hahaha udah ah aku mau next chap lagi. one more chap sebelum eonni zhie ngelanjut part 15. eonni lanjutin againn jeballllll

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s