[1/4] Heroine Shikkaku !

req-pindapanda-by-laykim


Re-make dari HEROINE SHIKKAKU atau No Longer Heroine live action, karangan Koda Momoko

Poster : Laykim   @ Indo Fanfictions Arts

Re-make by VA Panda

Pria yang tengah memotret UFO di langit adalah Kwon Jiyong. Dia adalah ‘Hero’ dalam cerita ini –mungkin. Dia tidak memiliki kepercayaan diri tentang pandangan oranglain terhadap dirinya. Termasuk pria yang menyukai diri sendiri, namun dari auranya tidak dapat dipungkiri, pria ini termasuk tipe pria yang bersikap keren.

“Kwon Jiyong, selamat pagi!”

“Semoga harimu menyenangkan!”

“Oh.”

Bahkan saat perjalanan menuju sekolah. Di antara kerumunan banyak siswa pejalan kaki, setiap gadis rela berlari untuknya hanya untuk menyapa. Lalu apa yang diharapkan para gadis? Setelah menyapa, Kwon Jiyong justru memerankan peran menarik lainnya sebagai karakter iblis, sedangkan para gadis yang mengaguminya hanya memerankan peran numpang lewat.

Han Ga In.

Ahn Sohee.

Park Eunji.

Kim Jennie.

Baek Suzy.

Jiyeon.

Lee Hyori.

Nama yang kusebutkan di atas, hanyalah tokoh yang numpang lewat. Lalu apa kalian tengah bertanya, apa peran yang tengah aku mainkan dalam cerita ini?

Aku adalah Park Sandara, sang ‘Heroine!’

“Jiyongie!”

Aku melambaikan tangan sembari melompat kearahnya. Jiyong melepaskan headset yang sedari tadi menemani telinganya.

“Hai,”

Sekarang, mari kembali aku perjelas. Namaku, Park Sandara, Heroine yang mulai saat ini akan menjadi pasangan Jiyongie!

[backsound musik semangat]

Yosh!

Aku tersenyum kearah kamera yang ditujukan padaku. Menampilkan sederet gigi putihku yang tersusun rapi dan berbalik menuju arah Jiyong hingga berlari namun …. sial! Aku tidak melihat perut si gempal, Lee Tae Sung. Hingga akhirnya aku jatuh dan terjerembab tak jauh dari letak posisi awalku.

“Uh, sakit.” Rintihku dengan terus memanjangkan poni untuk menutup sebagian wajah.

Siswa-siswi yang berlalu lalang itu hanya melihatku dengan tatapan gelinya. Tidak ada yang membantuku hingga akhirnya aku menutup wajahku lebih dalam karena malu.

“Hahaha,”

Jiyong datang menghampiriku namun ia juga melakukan hal yang sama seperti mereka. Untuk sesaat aku memikirkan demikian namun pikiran itu hampir menghilang saat ia meronggoh sakunya, mungkin akan memberikanku coklat?

[KLIK]

Damn it!

Kwon Jiyong memotret sosok yang tengah terlihat mengenaskan ini. Ia tertawa melihatku dan kembali memotret untuk kesekian kalinya dari sudut yang berbeda. “Tunggu, Jiyong!” Lalu meninggalkanku.

Well, jika Jiyong adalah Hero dari cerita ini, maka tidak ada selain aku yang cocok menjadi Heroin!

Kalian tanya kenapa?

Karena kami adalah teman sejak kecil! Aku selalu berada di sampingnya sejak saat TK dimana ia bertengkar dengan teman sekelas kami yang menggodanya karena masalah keluarga Jiyong.

Thats Right!

Sejak hari itu ….

“Apa benar ibumu lari dari rumah?”

“Meninggalkan anaknya untuk pria tua!”

“Seperti drama saja,”

Ketiga teman yang menggoda Jiyong terus tertawa namun yang dilakukan Jiyong saat itu hanya menunduk dan aku yang terus memantaunya dari pintu merasakan kesedihan di sana. Untuk sejenak Jiyong terdiam namun di detik setelahnya ia memberontak. Hal pertama yang ia lakukan adalah membenturkan kepalanya pada salah satu anak pria yang berada tepat di depannya lalu yang karena ketakutan, akhirnya mereka berlari saat Jiyong mengejar mereka dengan mengangkat bangku kearah mereka.

“Panggil Guru!” ujar mereka yang ketakutan dan melewatiku.

“Berhenti Jiyong!” Aku merentangkan tanganku, menghentikannya dan membuat ia terhenti.

“Biarkanlah mereka, mereka tidak pantas untuk dilayani!”

Jika kalian bertanya mengapa aku bisa seberani dan sesemangat saat itu? Karena saat itu aku terpengaruh oleh Yankumi dari drama serial Gokusen. Sekedar infomasi tambahan bahwa aku dilahirkan di Jepang jadi tidak menutup kemungkinan bahwa tayangan yang masih menemani otakku hanyalah cerita-cerita Jepang.

“Jiyong, dengarkan baik-baik, eoh. Tidak peduli apapun, aku akan selalu berada di sampingmu mulai dari sekarang.”

Aku dengan penuh percaya diri, melipat tanganku dan tersenyum sampai akhirnya mampu membuat Jiyong ikut tersenyum. Jiyong menghapus jejak air mata setelahnya.

Ya, kami hanyalah teman satu kelas setelah tahun-tahun berikutnya. Aku dan juga Jiyong selalu memutuskan untuk tidak masuk sekolah khusus dan lebih memilih sekolah umum yang sama. Waktu yang biasa aku jalani terus berputar hingga di hari itu, saat kami melihat senja tepat di jembatan yang biasa kami lewati sepulang sekolah saat di menginjak bangku SD, rasa kasih sayang kurasa mulai muncul. Saat itu, aku selalu menginginkan seseorang yang melindungiku namun hal itu berubah menjadi perasaan ini melindungi Jiyong. Hingga bertambahnya usia, aku baru menyadari bahwa perasaan itu berubah menjadi cinta.

Jadi kalian sudah menyadarinya? Ya, inilah kisah sang Heroine yang mencintai sang Hero dengan tulus.

*

*

***

*

*

[Di kantin saat jam istirahat]

“Bagaimana? Apakah kau merasakan hal yang sama bahwa yang sedang aku alami ini adalah ‘kebenaran cinta’?” mata indahku berbinar layaknya peri cinderella lalu senyumku seindah milik Ariel yang tengah berada di permukaan untuk pria yang ia kagumi di lautan. Hihihi, dunia ini sungguh mudah untuk aku banggakan dan menerimaku dengan setulus cinta kasih!

“Lalu kenapa tak kau nyatakan saja perasaanmu sendiri?”

“Um?” Aku hanya menautkan kedua alisku namun tak sampai bahkan hingga berkali-kali aku coba!

“Aku tak mengerti kebenaran cinta yang kau katakan! Tapi jika kau percaya diri, kenapa tidak kau ungkapkan saja perasaanmu dan berkencanlah dengannya, Dara!”

“Kau sungguh bodoh, Chaerin-yah. Kebalikannya ini masalah perasaan.”

“Eoh?”

“Kau sama sekali tidak mengerti teoriku. Hingga karakter utamanya menyadari ‘kebenaran cinta’ sang Heroine tidak boleh goyah. Itulah plot seharusnya yang terjadi dalam cerita cinta yang sesungguhnya.”

“Teruslah berbicara seperti itu dan jika Jiyong dimiliki oleh oranglain, kau pasti akan meronta dan menyesal kemudian. Aku sama sekali tidak peduli!”

“Oh serius? Apa kau tidak akan penasaran kisah perjuangan sang Heroine ini?”

BRAK

Suara yang mengganggu itu bersumber dari jarak dua meja di belakangku. Kedua berandalan sekolah tengah mengganggu salah satu siswi berkacamata dari kelas kami. Menggoda dengan mengacak makan siang seorang gadis pendiam hanyalah tindakan culun yang aku lihat tingkah dua berandal itu. Mereka berdua termasuk peran antagonis yang tidak diharapkan dalam cerita, dan yang mereka lakukan hanya bisa merugikan pihak lain. Sungguh menyebalkan!

“Bukankah dia dari kelas kita, Chae?”

“Ya, namanya Kim Hyun Woo. Mereka akan melakukan hal menjijikan seperti itu saat ingin merokok.”

“Tidak mungkin!”

Mereka terus mengganggu dengan gaduh sampai membuat satu kantin ini menatap kearahnya. Well, hanya sekedar menatap tanpa berusaha untuk menghentikan, dasar manusia yang sangat sangat tidak peka!

BRAK

Aku menggebrak meja dengan cukup keras dan berdiri melihat kearah pemandangan yang mengganggu itu dengan membulatkan mulutku.

Menarik napas dan … “Kalian, hentikan,” berbisik dengan ucapanku.

“Jika ingin berteriak, keluarkanlah suaramu.” Chaerin yang sedari tadi duduk santai sembari menyantap makanannya memberikan tanggapan.

“Euh…” Aku menghela napas. Bagaimanapun aku tidak memiliki keberanian yang sama seperti saat di bangku TK terlebih kedua berandalan itu memiliki tubuh yang dua kali lipat lebih besar dibandingkanku.

“Konyol sekali,”

Aku membulatkan mulut saat mendengar suara dingin yang sangat familiar untukku. Kwon Jiyong? Apa yang ia lakukan?

Semua pasang mata kini beralih pada Jiyong yang berdiri dengan tegak disana. Kedua berandalan yang memiliki rambut sangat tidak jelas itu merasa terusik dan menghampiri Jiyong dengan tak percaya.

“Kau bilang apa?!”

Jiyong hanya diam dan berjalan santai sampai membentur kedua bahu berandalan sekolah yang kini tengah murka padanya. Ia menggeser kursi dan ikut duduk tepat di depan gadis yang tengah dibully. Mengelurkan bekal makan sianganya, ia menawarkan santapan yang ia bekal ke sekolah kepada sang gadis.

Uh, sang Hero idaman!

Konyol sekali, seperti anak kecil. Bodoh. Itu yang aku katakan.”

“Bacalah situasinya, Ji!” Aku bergumam histeris saat melihat kedua mata mereka yang berubah membara karena ucapan Jiyong.

“Brengsek kau!” umpat salah satu anak berandalan itu, tangannya melayang menuju pipi kanan Jiyong namun sebelum mendarat tepat … pahlawan lain datang tanpa diduga!

“Kalian mengganggu! Aku menginginkan hari yang tenang untuk hari ini!” Pak tua koki kantin datang dengan tiba-tiba dan mencengkram kedua kerah mereka dengan suara bulat yang menakutkan.

“Mengerti,” ujar mereka dengan suara bergetar.

Well, sekedar aku berikan info saja. Walaupun dia seorang pak tua namun dia pernah menjuarai berbagai perlombaan jujitsu, namanya bahkan masih aktif sebagai pelatih dari beladiri tersebut dan sudah bisa ditebak bahwa pak tua itu akan mengusir mereka dengan mengangkat tubuh mereka secara bersamaan.

“WHOA,”

Jika seluruh orang memusatkan diri pada pak tua yang mengusir kedua berandalan itu dengan suara tepuk tangan dan teriakannya, namun yang terjadi padaku justru rasa kagum yang diluar baatas kepada Jiyong.

“Kau lihat! Jiyong sangat keren, kan?”

“YA! Bahkan yang menyelamatkannya adalah pak tua. PAK TUA!”

“Dari dulu, ia tak pernah meninggalkan tipe ‘gadis yang membosankan’ yang terlibat masalah sendiri. Dia sangat baik, kan?”

“Aku sangat tidak mengerti arah pembicaranmu, Dara.”

“Sudahlah, lanjutkan makanmu, Chae.”

“Um … ngomong-ngomong. Apa kau tidak keberatan dengan hal baik yang dilakukan mereka yang saling membagi makan siang masing-masing?”

“Bukan masalah besar,” ujarku dengan memegang dagu dan bersuara bulat seperti tokoh pria yang sempat aku lihat dalam tayangan televisi.

“Eh, kau meniru siapa?”

“Kondisi seperti ini sangat mudah dipahami. Gadis itu berperan sebagai tokoh pendukung, kan?” aku berbalik dan tersenyum penuh kemenangan kearah Chaerin. “Seperti si kacamata Rokkaku Seiji katakan, ‘Heroine tidak pernah kalah!’ Pada akhirnya, yang akan menang adalah AKU!”

*

*

***

*

*

[Seminggu kemudian]

“MWOOOOOOOOOOO ?!” membulatkan mulut dengan hal yang sama dilakukan pada kedua mataku. Di koridor antara kelasku dengan Jiyong, pada jam pulang kami bertemu dan Jiyong mengungkapkan hal yang tidak masuk akal!

“Karena itu, keputusanku untuk berpacaran dengan Hyun Woo.”

“Ke-kenapa?” Aku berbicara dengan terbata. Heol, bagaimana mungkin aku mempercayai si pemeran pendukung ini menjadi kekasih Jiyong.

“Aku yang menyatakan perasaannya dan ia terlihat seperti orang yang sangat baik.”

Rokkaku Seiji sialan,” ujarku berbisik dan menghadap kamera yang aku bayangkan tengah merekam scene ini.

“Ayo pulang,” ajak Jiyong yang berjalan mendahuluiku.

“Oh iya! Aku mengenalnya. Seorang gadis biasa yang terus menempel padamu dalam seminggu ini jadi kau tidak bisa menolaknya kan?” Tanyaku yang sudah berada tepat di sampingnya.

“Eoh?”

“Ya aku sangat ingat. Jika ada seorang gadis yang putus asa, kau selalu ingin mendukung mereka. Sungguh kau termasuk orang yang sangat baik, Ji!” Aku mengajaknya ikut dalam bualanku dan mendorong bahunya sambil terus tersenyum manis kearah Jiyong.

Pria ini hanya tersenyum dan melepas headsetnya. “Aku tidak mengerti apa maksud dari perkataanmu.”

“Hei tunggu, Ji!”

Aku mengejar Jiyong yang terus berjalan di depanku. Hingga sampai menuju tempat lokernya, ia membuka loker dan terkaget karena sampah-sampah kering yang memenuhi lokernya keluar bersamaan saat ia membuka loker.

“Siapa yang melakukan ini.” Secara refleks, itulah ungkapan yang keluar dari mulutku.

“WAH! Apa yang terjadi di sini? Lokermu penuh dengan sampah, eoh?”

Baiklah, seharusnya dari awal aku sudah menebak bahwa dua berandalan sekolah inilah yang menciptakan sampah di loker Jiyong. Entah mengapa, seluruh darahku naik sampai tidak mampu dikontrol hingga akhirnya sebuah sumpah serapah itu keluar dari mulut indahku.

“DASAR SAMPAH!” Aku berteriak dan melangkah namun melihat wajah menyeramkan mereka kembali membuatku mundur dan meminta maaf. Uh, aku memang sangat tidak mahir bersikap kasar.

“Jangan pedulikan mereka, Dara.” Cegah Jiyong dan mendorongku untuk berada di belakangnya.

“Apa kau tidak takut?!”

“Hah?”

“Apa kau tidak takut?! Itu yang aku katakan. Oy, lihatlah kemari!”

BUG

Sebuah tendangan. Kedua pria itu terjatuh karena tendahan seseorang yang tiba-tiba datang tepat pada perut mereka yang membuat kedua orang pengganggu itu mengaduh kesakitan.

“Hyun Woo-ssi?”

“HEI GENDUT!”

“Jika ingin memukulku, silakan tapi jangan ganggu Jiyong! Jika kalian ingin menggangguku tidak apa tapi tidak dengan Jiyong!”

Hyun Woo dengan menundukkan kepala mulai menatap tepat kearah dua berandalan yang kesakitan karena tendangan tiba-tiba yang ia berikan. Gadis ini sulit untuk aku percaya, ia secepat flash dan auranya kali ini sungguh sangat berbeda!

“Siapa saja, ada yang berkelahi.”

Tiba-tiba pak tua datang seperti teleportasi yang tengah aku baca dalam webtoon. Pak tua berlari cepat mengejar dua berandalan itu dan sebuah tontonan gratis sangat tidak dapat aku lewatkan!

“Maju, Pak Tua!” Aku berlari dan berteriak dengan semangat layaknya pemadu sorak. “Tadi itu membantu sekali, kan?” tanyaku dengan suara yang mulai melembut dan menengok kearah Jiyong.

“Teruslah berbicara seperti itu dan jika Jiyong dimiliki oleh oranglain, kau pasti akan meronta dan menyesal kemudian. Aku sama sekali tidak peduli.”

Ucapan Chaerin tiba-tiba berputar di kepalaku seperti kaset yang bermelodi menyedihkan. Aku membulatkan mata dengan tak percaya saat Jiyong dan Hyun Woo bertatap muka dalam waktu yang cukup lama. Menyedihkan, aku seperti Heroine yang hampir gagal.

Aku melihat scene yang sangat tidak aku harapkan. Mereka saling berbicara dan mengkhawatirkan diri masing-masing, sedangkan aku hanya membatu dengan menatap interaksi keduanya.

Kim Hyun Woo mungkin hanyalah pemeran pendukung dalam cerita ini, tapi mengapa ia kini menonjol dibandingkanku? Tidak, bukahkan Hyun Woo sekarang terlihat seperti heroine yang lebih baik?

“Mianhae, Dara. Aku akan pulang bersama Hyun Woo.” Jiyong membuyarkan lamunanku.

Aku tidak membalasnya, hanya melihat dengan sedih tanpa mampu berucap banyak. Aku terus melihat kearah Jiyong dan Hyun Woo yang berjalan bersama sampai akhirnya mereka semakin menghilang dari pandanganku.

Apakah Hyun Woo adalah Heroine bagi Jiyong?

Lalu aku selalu saja menunggu tanpa melakukan apapun? Lalu siapa aku bagi Jiyong?

Aku adalah Heroine gagal!

*

*

**

*

*

Aku memutar-mutar gelas kristal yang terisi es batu. Menuangkan bir ke dalam minuman kemudian dan mengembuskan napas lelah. Layaknya orang frustasi, tak memiliki harapan hidup, aku terlihat sangat menyedihkan saat ini.

“Salahmu sendiri.” Chaerin tiba-tiba berkata dan duduk tepat di sampingku.

Aku menaruh dagu di lenganku dan tidak menghiraukannya untuk sejenak karena bagaimanapun apa yang ia katakan ada benarnya.

“C-H-A-E-R-I-N” Aku berkata dengan ekspresi konyol namun tetap terlihat seperti orang yang menyedihkan. “Aku minum alkohol karena tidak tahan dengan semua ini,” kataku dengan histeris dan memeluknya.

“Itu hanya air mineral, angan tentang dramamu terlalu jauh.”

Well, apa yang dikatakan Chaerin memang benar dan perlu kalian tahu bahwa setiap malam aku selalu menghabiskan waktu di depan televisi sambil menangis hanya untuk sebuah drama melankolis. Lagipula, Aku masih dibangku SMA dan jika orangtuaku tahu aku meminum alkohol yang membuatku mabuk, mungkin aku akan diusir bahkan dihapus namaku dari kartu keluarga.

“Sudah seminggu lebih sejak Jiyong mengatakan memiliki hubungan dengan Hyun Woo, ia terus mengabaikanku!”

Aku meniru ekspresi imut yang dilakukan Hyun Woo, mengedipkan mata sembari tersenyum simpul. Sungguh sangat tidak terima dengan kedekatannya bersama Jiyong yang sudah menggantikan posisiku sebagai teman dari kecilnya. “TIDAK! Aku tidak terima dengan pencuri itu!”

“Dari awal Jiyong bukan milikmu.” Ucap Chaerin dingin dan membuatku ingin memeluk meja kantin saat ini juga.

“Minumlah dan lupakan dia.” Pak Tua memberikanku segelas air tambahan dan aku meneguknya dengan cepat.

“Ini sunggu menyebalkan! Hyun Woo itu sangat sangat menyebalkan!” Aku merengek dan memukul-mukul meja dengan kesal namun Chaerin menarik lenganku.

“Kau tahu?”

“Eoh?”

“Dengarkan baik-baik!”

[Menjelaskan lewat khayalan]

Kim Hyun Woo, menyatakan perasaannya lewat audisi resmi. Ia secara jujur menjadi Heroine bagi Kwon Jiyong.

“Huh? Lalu bagaimana denganku, Chae?”

“YA! Aku sutradara di sini! Lagipula kau tidak mengikuti audisi jadi kau tidak berhak berada untuk mengisi posisi Heroine di sini!”

“MWO?”

“Kau lebih rendah dari pemeran pendukung!”

“ANIYA!”

“Karena itu, kau harus menemukan hubungan baru dimana kau adalah heroine baginya, bukan Jiyong.”

“Berhenti dengan lelucon ini, kau sangat bodoh, Chae. Jika Hyun Woo menginginkan posisi heroine milikku, maka aku hanya harus mencurinya! Jika Hyun Woo mengambil peran heroine baik, maka aku harus menjadi heroine iblis! HAHAHAHA”

Aku tertawa iblis dan berlari meninggalkan Chaerin. Sial, umpan Chaerin untuk membawaku terbuai dalam khayalan seperti cerita konyol dalam selingan anime ini sangat tidak tepat waktu, mengingat kami berada di kantin dan aku terbawa suasana sampai membuat pasang mata di sini mengarah padaku.

“Aw,” aku mengaduh sakit saat wajahku menabrak seseorang dan terpental.

“Apa wajahmu tidak apa-apa?” tanya seorang pria yang tersenyum sangat manis.

OMO, mimpi apa aku semalam sampai bisa bertemu dengan pria yang super tampan seperti ini.

Tidak.

Aku tidak boleh terpesona oleh ketampanannya!

Lantas aku berlari meninggalkannya.

*

*

**

*

*

Di waktu istirahat kedua ini, aku sengaja datang ke perpustakaan dan menemukan Hyun Woo yang tengah duduk seorang diri tanpa Jiyong di sana.

“Bolehkah aku duduk?” tanyaku santai menempatkan bokongku tepat di kursi sebelahnya.

“Ya, silakan.”

Eh, untuk apa Hyun Woo bersikap baik seperti itu, hanya karena sedikit lebih manis? Apakah ia berpikir akan menghentikan pertempuran ini?

“Um … kau berhenti memakai kacamata, padahal kau terlihat sangat cocok dengan itu.”

“Benarkan?”

“Ya, aku sangat yakin seratus persen kalau kau lebih cocok mengenakan kacamata.”

“Sebenarnya Jiyong berpikir sebaliknya. Ia mengatakan aku terlihat lebih manis dengan melepaskan kacamata.”

Cih, menyebalkan sekali.

Seungri : Wah sepertinya pertempuran antara Park Sandara dan Kim Hyun Woo sudah dimulai.

Chaerin : Ya, benar sekali Lee Seungri-ssi. Pertemuran antara Heroine yang sebelumnya dan Heroine saat ini.

Seungri : Sandara di sana memulai obrolan yang ternyata justru membuat kilat tepat mengenai hatinya sendiri.

Chaerin : Sangat mengenaskan memang, namun apakah yang akan dilakukan heroine gagal yang licik untuk merebut posisinya kembali?

Seungri : Pertempuran kali ini akan dilakukan dalam tiga babak, dan kami, Lee Seungri dan Lee Chaerin akan melaporkan hasil pertempuran mereka kepada Anda para penonton di rumah. Mohon kerjasamanya, Chaerin-ssi.

Chaerin : Ya, terima kasih.

“Ah ini dia,” tiga tumpukan album foto setebal kitab itu sengaja aku bawa dari rumah.

Seungri : Oh, apa itu? Apakah kau mengetahuinya Chaerin-ssi.

Chaerin : Ne, Seungri-ssi. Itu adalah album foto Sandara dan juga Jiyong yang disimpan mulai dari mereka kecil sampai sekarang!

Seungri : OMO! Begitukah? Sandara-ssi berusaha untuk memperlihatkan keunggulannya dengan hubungan yang dimiliki oleh Jiyong-ssi sebelumnya.

“Jadi ingat masalalu saat bersama Jiyong.” Ucapku dengan lembut sembari membuka tiap lembar album foto kami yang sengaja aku buka lebar untuk membuka kemungkinan bagi Hyun Woo melihat kearahku.

“Oh, itu.”

“Oh ini? Begini, Aku berpikir untuk menunjukkan foto-foto ini padamu. Dalam kurun waktu yang lama aku lebih jauh mengenalnya dan aku rasa kau harus tahu bagaimana Jiyong yang dulu sebelum mengenalmu.”

Seungri : Sungguh kejam! Sandara-ssi memperlihatkan keunggulannya sebagai teman masa kecil Jiyong!

Chaerin : Ne, Seungri-ssi! Aku rasa ia telah merencanakannya sepanjang malam!

Aku terus tersenyum begitu bangga dengan keunggulanku dibandingkan dengan Hyun Woo saat ini! Aku terus mengarahkan album foto kami kepada Hyun Woo dan gadis itu ikut menikmati apa yang aku perlihatkan.

“Foto yang itu begitu manis!”

Heol!

Aku langsung menutup keras album foto Bagaimana mungkin Kim Hyun Woo justru ikut tersenyum bukan seperti yang aku harapkan. Menangis atau mungkin marah padaku, eoh?!

Seungri : Seperti yang diharapkan sebelumnya! Heroine resmi, Hyun Woo-ssi sama sekali tidak memperlihatkan kelemahannya! Tidak ada keraguan untuk memenangkan pertarungan ini!

Baiklah, rencana pertamaku mungkin tidak berjalan sesuai rencana tapi di dalam ransel pandora ini menaruh banyak rencana lain!

Seungri : OMO! Bukankah itu baju olahraga Jiyong-ssi?

Chaerin : Benar sekali! Itu adalah baju olahraga Jiyong-ssi yang diambil secara paksa oleh Sandara-ssi. Tidak salah lagi, ini merupakan tindakan Heroine Iblis!

“Itu,” dan lihatlah kini Hyun Woo menatap baju olahraga yang sengaja aku tunjukan padanya. Nama ‘Kwon Jiyong’ jelas berada di baju tersebut.

“Um …” Baiklah, aku akan menang sekarang!

“jadi ada padamu, Sandara-ssi! Aku terus mencarinya saat ingin mencuci pakaian Jiyong kemarin, di rumahnya!”

“Eoh?”

Seungri : Jika kita mengibarkan dalam istilah di Jepang, Hyun Woo-ssi menunjukkan keunggulannya sebagai kayoizuma­ –istri yang tinggal di tempat lain, namun secara rutin ia mampir ke rumah suaminya!

Chaerin : Lihat! Satu panah yang datang dari langit bahkan tepat menusuk punggung Sandara-ssi yang kini membuatnya kesakitan!

Seungri : Aku kira pertarungan ini semakin memanas!

“Kau tahu, Jiyong selalu merasa kesepian di rumahnya jadi saat memiliki waktu kosong aku berusaha mampir ke rumahnya.”

Chaerin : Jebakan yang Sandara-ssi pakai bahkan kini menjadi bumerang untuk dirinya sendiri!

Uh, sungguh menyebalkan! Tapi aku tidak akan pernah merubah jalan untuk mencuri peran Heroine ku kembali!

“Kau tahu Hyun Woo-ssi, bahkan ada momen saat di mana Jiyong melihat bra ku.”

Seungri : HAH? BRA?

Chaerin : Saat itu memang Sandara-ssi sengaja memperlihatkannya sendiri pada Jiyong-ssi. Membutuhkan tanggapan seorang pria terhadap wanita, hanya itu.

Yosh! Aku pasti akan memenangkannya!

Sebenarnya aku sedikit malu untuk mengatakan hal ini, bagaimanapun itu merupakan tindakan diluar batas normal sampai Jiyong sempat memusuhiku selama liburan musim panas, tapi … ayolah, ini hanya bagian dari rencanaku.

“Kau tahu Hyun Woo-ssi, saat itu bahkan Jiyong sungguh …..” Aku menengok ke samping untuk memastikan ekspresi yang di perlihatkan Hyun Woo namun terkaget saat gadis bertubuh sedikit gempal itu tidak ada di sana. “HAH?”

Hyun Woo berdiri tepat di ujung penyekat lantai atas dan ia tengah melambaikan tangan pada seseorang di bawah sana.

DUAR!

“HAH? Jiyong?”

“Mianhae, Sandara-ssi. Aku terlalu membuat Jiyong menunggu lama jadi aku harus pulang sekarang.”

“Menunggu? Bagaimana bisa Jiyong menunggu?Seorang pria seperti dia yang bahkan sudah diberikan makanan dengan menghabiskan ramen satu mangkuk?”

“Ini waktunya kami pergi. Lain kali kita bisa mengabiskan waktu untuk berbincang-bincang lagi, ne?”

“Tu-tunggu!”

Eh? Bukankah dia mengabaikan pertanyaanku?

Chaerin : Kau lihat itu Seungri-ssi? Ribuan anak panah tiba-tiba turun dari langit menuju tepat pada tubuh Sandara!

Seungri : Pertarungan dimenangkan oleh Kim Hyun Woo!

Kakiku terasa lemas untuk berdiri, bahkan untuk menuruni tangga sekalipun, aku perlu untuk memegang erat pada sisi tangga. Menyebalkan!

“Hyun Woo-ssi?” aku berkata dengan lemas saat aku pikir telah menemukan gadis itu maka segera aku berjalan lebih cepat.

“Tunggu!” teriaku dan terus mendekatinya yang kini menuju persimpangan koridor.

“Tung–” aku berhenti mengeluarkan suara saat mataku menangkap Jiyong berada di samping Hyun Woo. Mereka berdua bersama bersama dengan tangan yang saling menggenggam satu sama lain. Begitu erat, sangat erat dan bahkan membuatku merasa sangat keberatan akan hal itu.

“Mau pulang bersama kami?” Jiyong bertanya padaku namun mataku tak henti melepaskan diri dari pemandangan menyakitkan itu.

“Tidak mau,” balasku dengan lemah namun berusaha tersenyum untuknya.

“Kau tak apa?”

Aku menghembuskan napas dalam seolah udara di sekeliling telah mulai mengurangi oksigen yang aku perlukan untuk bernapas. “Aku baik-baik saja.”

“Tentu saja!” Ujarku dengan suara yang lebih lantang untuk menutupi kesedihanku. Aku berlari dan terus berlari meninggalkan mereka. Entah mengapa kedua mataku begitu terasa panas sampai mengelurkan airmata yang sangat jarang terjadi sejauh ini karena sikap periangku yang tak pernah pudar.

Mana mungkin!

Bahkan akulah yang selalu berada di sampingnya!

Tapi tiba-tiba ia pergi ke tempat yang sulit aku gapai!

Andai saja aku bertindak lebih unggul dibandingkan Hyun Woo, hal ini mungkin tidak akan terjadi.

“Padahal aku tidak memiliki oranglain yang aku cintai selain Jiyong.” Ungkapku yang terduduk lesu dibangku taman sekolah.

“Begitu?”

“Tentu saja, untuk terikat dalam pada pria yang keren seperti dia.” Sambungku dengan masih lesu namun menyadari satu hal. “Eh?” Aku membulatkan mata pada sosok pria yang kini berada di depanku dengan tersenyum geli.

TIDAK! DIA LAGI!

PRIA SUPER TAMPAN YANG AKU TEMUI DI KANTIN!

“Jadi kau sangat suka dia … Kwon Jiyong?”

“Um … siapa kau?”

“Song Joong Ki. Apakah kau tidak mengenalku? Padahal kita satu kelas.

“Eoh?”

“Kejam sekali! Aku bahkan sempat membantumu saat di ganggu di ruang loker tempo hari.”

“Eoh?”

“Apakah aura keberadaanku begitu tipis, seperti hantu?”

“Itu … sebenarnya bukan seperti demikian, hanya saja kau menjadi salah satu di antara beberapa orang yang aku lewatkan begitu cepat.”

“Apa yang sebenarnya ingin kau katakan, Sandara-ssi?”

“Hanya Jiyong satu-satunya, selama sepuluh tahun ini yang tidak pernah aku lewatkan.”

“Um…Begitu? Sayang sekali,”

“Eoh?”

Song Joong Ki tiba-tiba memajukan wajahnya padaku. Jarak kami cukup dekat dan sedikit membuatku menempel pada sandaran kursi taman ini.

Kalau begitu, pacaranlah denganku. Jika aku mengatakan itu, apakah aku tidak memiliki harapan juga?”

“MWO?” Aku berteriak dan bergeser menjauhi jarak di antara kami berdua.

“Reaksi yang sungguh luar biasa.”

Apa? Mungkinkah sekarang ini aku sudah ditembah pria super tampan ini secara tidak langsung?!

“Kwon Jiyong sudah memiliki pacar, sayang seklai jika kau masih mengharapkannya.”

“Eoh?” Aku menatapnya. Meleleh, bagaimana bisa ia terlihat sangat tampan bahkan saat tengah hari yang sudah memelelahkan karena rutinitas sekolah ini?

“Aku bisa membuatmu untuk melupakannya.”

“Tidak usah! Cintaku ini berbeda, cintaku ini sangat serius dan mempertaruhkan hidupku sendiri, mengerti?”

“Sebenarnya apa yang paling kau sukai pada sosok Kwon Jiyong?”

“Cinta serius tak butuh alasan.” Ungkapku untuk mengakhiri percakapan ini.

Aku beranjak dari duduk dan berjalan untuk meninggalkannya namun sebuah tangan menghentikan langkahku sampai aku tahu bahwa Joong Ki yang tengah melakukannya.

“Begitu? Jadi cintamu yang berlangsung selama 10 tahun itu hanyalah cinta bertepuk sebelah tangan, kan?”

“Tidak,”

DEG

Bibir hangat dan lembut Joong Ki tiba-tiba berada tepat pada bibirku. Ini adalah ciuman singkat dan membuatku terkaget-kaget dari sikap tiba-tibanya yang di luar dugaan. Song Joong Ki lalu tersenyum setelah ia memutuskan ciuman kami dan berlalu kemudian.

“Aku, di-ci-um?”

SONG JOONG KI POV

Aku tidak pernah mengerti soal cinta atau hal semacamnya.

Tapi setidaknya kita bisa jujur soal perasaan sendiri, kan?

Terlalu terikat dalam suatu hubungan hanya …

“Joong Ki oppa!”

“Ayo main!”

Aku tersenyum pada kerumunan para gadis yang meneriaki namaku sembari melambaikan tangannya.Ya, aku adalah pria yang memiliki popularitas para gadis tentu karena wajah yang aku miliki.


to be continue …


This fanfic for our OPENING DGI FESTIVAL 2016 dengan yg pertama dibuka adalah event FF PARADE

cek di sini untuk tau lebih banyak ttg DGI FESTIVAL 2016 dan pengiriman FF Parade dilakukan mulai dari kemarin.

[KLIK]

Tau kan sekarang sudah melewati tanggal pembukaan (18 Agustus) jadi sesi pertama kita akan buka dengan event FF PARADE.
Mungkin ada yg nanya knp gaada postingan kemarin? Hum, jawabannya adalah …. karna kita lg ngadain OPENING PARTY via SNS (twitter, fb)
Well, diluar dari itu, Aku ngikut support nih, dan jadi bisa dipastikan kalau ff ini sudah completed.

btw, SUDAH KIRIM FF BUAT PARADE  BELUM?

Tenang guys, masih ditunggu yah sampai akhir bulan AGUSTUS ini!
Jadi gimana biar adil, kalian selesaikan ff series kalian (repost/remake(kayak aku)/new) aku sungguhkan ff series bersama teman-teman yg lain yg sudah menggarap u/ ikut berparade di event ini kkkk~ dan nanti di awal bulan, semua applers menikmati ff kalian yg hilir mudik BERPARADE RIA!

btw yg menunggu ff ini, akan di up setiap 2 hari sekali hehe,
jgn lupa tinggalkan komentar karna walaupun remake, itu tak semudah mendengarnya ^^ sorry for typo 😀
Advertisements

37 thoughts on “[1/4] Heroine Shikkaku !

  1. Ceritanya unik,knp tiba2 jiyong pacaran ama hyun woo?bwnwran suka atau gimana?dara semangat banget perjuangin cintanya,tapi kalo jongki nempel mulu bakalan luluh nggak ya? Hehehe
    Next chap..next chap

  2. Ceritanya unik dan kaya animasi kartun yg biasa aq tonton bgs kok kak ceritanya aq suka….. Itu kenapa jiyong jd pacaran sm hyunwoo kasihan sandaranya….. jd ririn couple jd temannya dara ya kak??? Itu joongki oppa suka sm dara atau cuma bercanda trus knp joongki oppa cium dara segala??? Makin penasaran next chap kak ditunggu ya …..

  3. Lucu pas dara datengin hyun woo. Seungri chaerin jadi reporter gitu ya hahahaha. Jujurrr aku gatau sama sekali tentang perjepangan, alhasil ga ngerti deh sama bagian yg bahas jepang. Tapi tetep ngerti ko ceritanya. Udah lah dara sama joong ki aja, kayanya joong ki udh lama suka sama dara😁😁
    Excited bgt sama ff parade ini, apalagi buat reader kaya akohhhh. Banjir ff yuhuuuu..

  4. menjalankan kehidupan nyata dengan meniru kehidupan di komic atau anime itu keren,itu lah yg dulu q rasakan,,,
    tapi,q menyadari’y kehidupan nyata tak bisa disamakan dengan cerita komic atau anime,,(sedikit curhat hehehe)
    q jadi penasaran,pha yg terjadi selanjut’y dan bagaimana kabar hati dara di sini,,,,,
    semangan untuk melanjutkan ff nie author,,,☆☆☆

  5. Ff nya unik n keren
    Kasian banget si Dara, pengen jadian ama Ji malag keduluan cewek lain
    Joongki bener2 suka sama Dara atau…..?
    Ditunggu next chaptnya ya

  6. Woahhhhh ini kerennnnnn
    Aku baru sempet baca ini sekarang kekeke dan hati aku tersakiti karena hero tidak bersama heroine. Ini dari komik atau anime? Aku suka aku suka.
    Next chap tinggal di baca kekeke

  7. Joongki playboy kah?? Auu ahh. Pnting dara kagak trlalu gilak lagi dahh wkwk. Kirain awalny hyun woo itu lelaki makanya kaget trnyata eh trnyataa wkwkw. Ahh 10tahun cinta brtepuk sebelah tngan behhh skit bukan main dahhh. Fighting dah buat dara wkwk

  8. Aku udah liat versi film yang sebenarnya dan nggak nyangka aja dibuat ff sama pinda unnie. Ceritanya lucu dan nggak garing. Keren deh😘

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s