EVIL SMILE [Chap. 2]

postermaker-1482918403013

Author : Bernadette Michelle

Main cast: Kwon Jiyong and Sandara Park

Genre: Horror, fantasy, romance

 

AUTHOR POV

Dara menoleh dan melirik kearah atas –ke balkon tetangga, tepat di depan rumahnya-   ketika merasakan bahwa ia sedang diperhatikan. Namun yang ia dapatkan hanya sebuah kursi putih dengan beberapa tanaman disana. Ia pun kembali melanjutkan aktivitasnya mengambil koper.

“Sudah kubilang. Temani eomma saja.” ucap Sang Hyun

Dasar menyebalkan, batin Dara. Kedua koper ditangan Dara langsung diambil alih oleh Sanghyun dan mulai ia masukkan ke dalam rumah mewahnya yang ia beli 3 bulan yang lalu. Sedangkan, Dara mengikuti sang kakak dengan wajah merengut yang terlihat sekali bahwa itu dibuat-buat dan membuat Sang Hyun yang melihatnya tersenyum sinis.

Tanpa Dara ketahui, Kwon Jiyong yang tadinya memperhatikannya harus menyembunyikan dirinya karena tak ingin Dara mengetahui keberadaannya. Seulas senyum menghiasi wajahnya diiringi suara jantungnya yang berdegup sangat kencang.

****

Dara sudah mendaftarkan dirinya disalah satu SMA di Seoul.Yeolhui High School.Entah kebetulan atau takdir, Jiyong juga bersekolah disana.

Selain lokasinya yang dekat dengan rumah Dara, disana juga sekolah terfavorit dan memiliki banyak murid berprestasi.Sebenarnya, Sang Hyun dan eomma mendaftarkan Dara disekolah itu berharap agar dongsaeng sekaligus anak perempuannya bisa lebih giat belajar.Sekolah yang cocok untuk Dara yangmalas dan lebih mementingkan untuk bermain piano daripada belajar.

DARA POV

Kulihat bayangan tubuhku di depan cermin berukuran besar dan tergantung didinding.

Tidak buruk juga, ucapku senang dalam hati.

Yang sedang kupakai ini adalah seragam musim dingin sekolah yang akan kudatangi sebagai tempat menuntut ilmu sebentar lagi. Warna seragamnya berwarna biru tua dengan logo Yeolhui School di sebelah kiri atas jas.Cocok dengan kemeja putih dan rompi dengan kain rajutan sama dengan warna jas tersebut. Roknya pun juga diatas lutut.Setidaknya seragam ini cukup keren yang dapat mengurangi rasa kebencianku pada sekolah.

Huft.Memikirkan tentang sekolah membuatku tak nafsu makan.

Aku langsung turun ke lantai satu saat merasa dandananku seperti anak SMA pada umumnya.Terkadang aku tak suka jika wajahku lebih muda daripada umurku yang sebenarnya.Kesannya seperti kekanak-kanakan.

Eomma, aku pergi kesekolah.” pamitku dengan roti coklat yang kugenggam di tanganku.

“Kau tidak makan sarapannya?” tanyaeomma dari dapur.

Aniya.Aku hanya butuh sepotong roti saja.”

“Kau tidak ikut denganku?” Sang Hyun yang sedang membaca koran tiba-tiba membuka suaranya. “Kau harusnya beruntung karena mobil itu barusan kubeli dan kau orang pertama yang kuajak naik mobil itu.” lanjutnya dengan kesombongan yang membuatku mendengus kesal.

“Dasar perusak mood pagi ku saja.” cibirku dengan memeletkan lidah.

Sang Hyun yang melihatnya hanya tertawa kecil dan memberiku ucapan “Selamat belajar.Setidaknya kau harus menaikkan nilaimu agar bisa lulus.”Sang Hyun berteriak yang mungkin suaranya itu dapat membangunkan semua orang di perumahan. Berlebihan sekali.

Aku membuka pintu bersamaan dengan tetangga seberang yang juga berpakaian seragam seperti yang kukenakan.Kebetulan sekali. Tapi..entah mengapa ia terlihat familiar. Entah karena kupandangi atau apa, tiba-tiba ia juga menatapku. Aku pun mengalihkan pandangan, dan langsung berjalan cepat menuju halte bus yang kira-kira bisa kucapai dalam 3 menit tanpa berhenti dan tanpa menoleh kebelakang untuk melihat wajah itu lagi. Wajah yang akan ketagihan kau pandangi jika melihatnya.

****

AUTHOR POV

SMA Yeolhui, Pyeongchang-dong, Gangwon-du, Seoul, Korea Selatan

Dara memasuki kawasan sekolahnya.Matanya menunjukkan binar senang karena melihat struktur bangunan yang unik dari sekolahnya.

Sekolahnya juga tidak cukup buruk, batinya berbicara mengungkapkan kesan pertamanya melihat tempat yang akan “dihuni” selama satu tahun terakhirnya di SMA.

Karena pernah bersekolah di Korea, Dara tidak pernah kesulitan untuk berbicara menggunakan bahasa itu karena meskipun tinggal di Jepang 5 tahun, ibunya selalu membiasakan Dara menggunakan bahasa Korea di rumah. Salah satu keahlian Dara yaitu menghafal. Bahkan, ia dapat berbicara 4 bahasa. Inggris, Korea, China, dan Jepang.Jenius.

Kakinya melangkah menuju ruang kepala sekolah setelah bertanya ke beberapa siswi yang berlalu lalang disekitar koridor. Setelah mengurusi urusannya, ia digiring kepala sekolah sendiri menuju ruang guru untuk memperkenalkannya pada wali kelasnya. Dan nanti wali kelasnya sendiri yang akan mengantarkan Dara menuju ke kelasnya. Dara menghela napas panjang.Aku tidak akan mau pindah-pindah sekolah lagi, batinnya.

Akhirnya, bel berbunyi.Menandakan para siswa dan siswi untuk segera masuk ke kelas masing-masing yang telah ditentukan.

“Dara, ayo. Ikut aku menuju kekelas.” ujar Park ssaem ramah. Guru perempuan itu berjalan agak tergesa-gesa, mungkin ingin cepat-cepat masuk ke kelas untuk mengurangi polusi suara yang ditimbulkan dari murid-murid barunya, membuat Dara mau tak mau juga menyeimbangi kecepatan gurunya.

“Tunggu disini sebentar.” pintanya saat sudah berada didepan kelas XII-2.

Dara hanya mengangguk dan mulai menelusuri lorong itu dengan matanya. Setelah mendengar namanya dipanggil, Dara menghentikan aktivitasnya dan mulai berjalan masuk ke kelasnya. Semua siswa siswi dikelas itu mulai membicarakan dirinya, membuat Dara tidak nyaman.

“Perkenalkan dirimu.”Park ssaem berucap lagi.

“Ah,ne. Annyeonhaseyo, jeoneun Sandara Park ibnida. Aku pindahan dari Jepang.Semoga kita bisa menjadi teman baik.Senang bertemu dengan kalian.” ujarnya lancar dan disambut dengan tepuk tangan dan beberapa senyum yang menyapanya.

“Baiklah kau boleh duduk dengan… Chaerin di pojok sana.”Park ssaem menunjuk pada seorang yeoja dengan mata sipit dan rambut pirangnya yang sedang menatap Dara dan tersenyum kecil padanya.

Dara membungkuk kearah gurunya dan berjalan menuju tempat duduknya.

“Hai. Namaku Chaerin. Lee Chaerin. Panggil semaumu saja.” sapa Chaerin dengan menampakkan sederet gigi putih bersihnya.

Dua orang yang duduk dihadapan Chaerin dan Dara berbalik dan ikut menyapa.

“Hai Dara. Aku Bom. Park Bom.”

“Aku Minzy.”

“Aku tidak menyangka akan mendapat teman secepat ini.” ucap Dara jujur dan membalas senyuman mereka.

“Tenang saja kita akan menemani kamu kok jika kamu tidak dapat teman” ujar bom yang ditegur oleh guru Park karena suaranya terlalu keras.

“Oops. Sepertinya aku harus berbalik sekarang” lanjutnya yang dijawab dengan tawa kecil dari Dara, Chaerin, dan juga Minzy.

Sedangkan, Jiyong hanya bisa menatap Dara.Ia mengira bahwa Dara pasti lupa dengannya padahal baru tadi pagi mereka saling bertatap mata. Jiyong tersenyum kecil mengingat wajah Dara yang mengunyah roti dengan lahap.Mirip anak kecil saja, batin Jiyong berkomentar.Lelaki itu menoleh ke sebelahnya saat merasa lengannya disenggol oleh teman sebangku sekaligus sahabat dari kecilnya, Dong Youngbae.

“Sepertinya kau tertarik dengan gadis pindahan itu” ucap Youngbae.

“Tutup mulutmu” sahut Jiyong cepat.

****

Baru saat istirahatlah Dara menyadari bahwa laki-laki yang selalu meliriknya itu orang yang sama dengan cowok yang ia lihat di seberang rumahnya. Hal itu membuat Dara gugup entah karena apa. Chaerin yang melihat Dara hanya membiarkan makanannya tergeletak begitu saja hanya mengangkat bahu.

“Dara-ah, wae geurae?” tanya Minzy pelan sambil memegang lengannya.

“Hanya ada sesuatu yang sedang kupikirkan.” jawabnya singkat dan mulai membuka bungkus rotinya.

Bom yang sedang menguyah nasi gorengnya menyenggol Chaerin, memintanya untuk bertanya apapun pada Dara.

“Apa yang sedang kaupikirkan?”

“Apa kau tahu nama teman sebangkunya Dong Youngbae?” tanya Dara setelah menelan rotinya.

“Kwon Jiyong? Ada apa dengannya?”

“Dari tadi ia melirikku terus.”

Bom yang sedari tadi hanya diam kini ikut berbicara, “Apa?Kwon Jiyong melirikmu?Kukira ia gay.

“Aku juga berpikir seperti itu.”Chaerin menyetujui.

Mworago?

“Dari rumor yangberedar, dia tidak pernah berpacaran sekalipun.Memang dia populer, tapi semua cewek yang mendekatinya dibuat patah hati.”

“Dia juga dingin.”

“Hati-hati Dara.Mungkin kau akan dibuat patah hati olehnya.”

Semua ucapan temannya itu terngiang-ngian di dalam benaknya.

****

“Kudengar kau menyukai seseorang ya, Ji?” tanya Seunghyun yang langsung membuat Jiyong menoleh kearah Youngbae.Mereka sudah dalam perjalanan pulang.

Aniya.Aku tidak menyukai siapapun.” jawabnya dengan penekanan pada kata “tidak”.

“Kurasa yang dikatakan oleh Youngbae hyung benar” Seungri mulai ikut menggoda Jiyong.

Sedangkan, Jiyong hanya menatap Seungri tajam.Adik kelasnya itu tak tahu malu sekali.

Daesung menepuk jidatnya cukup keras, membuat keempat orang didepannya menatapnya aneh. “Ada apa?” tanya Youngbae menyuarakan sekaligus mewakili yang lain.

“Aku lupa bahwa hari ini aku ada janji dengan eomma ku.” ujarnya dengan raut cemas.

“Dasar anak mami.”Seungri berdesis dan langsung ditatap oleh Daesung.

“Dae.Kau duluan saja biar aku mengurusi panda yang satu ini” Tiba-tiba Jiyong yang dari tadi diam saja, merangkul pundak Seungri dan tersenyum jahil padanya.

Gomaweoyo, hyung” Daesung memamerkan senyum dan mata sipitnya.

Tamat sudah riwayatku, batin Seungri dengan segala sumpah serapah yang diumumkannya dalam hati, menyesali perbuatannya.

Melihat Daesung yang sudah berjalan jauh dan hilang dari pandangan mereka, Jiyong mulai menyerukan aksinya.

“Jadi kau mau tangan kanan atau tangan kiri, Seungri-ah?”

Raut wajah Seungri seperti ingin menangis dan itu merupakan faktor yang membuat kedua orang yang menyaksikan hanya bisa memendam tawa.

Mata Seungri bergerak-gerak, entah menatap apa. Namun beberapa detik berlalu ia menemukan objek yang pas dan berseru, “Bukankah itu Dara noona?” yang cukup membuat semuanya menoleh kearah yang dimaksud Seungri.

Gadis itu berjalan sambil menunduk dengan headphone menutupi kedua telinganya dan kepalanya yang digoyangkan seirama dengan irama lagu.Sedangkan empat orang yang melihatnya menatap Dara lekat-lekat.

Hyung, sana bicara dengannya. Jika tidak aku yang akan mendekat-“ perkataan Seungri terpotong saat Jiyong berjalan mendekati Dara.

Seunghyun, Youngbae, dan Seungri yang melihatnya hanya bisa menahan napas dan takut hal yang tak diinginkan akan terjadi. Mereka semua berharap Dara tak melihat Jiyong yang sudah berdiri 1 meter dihadapannya.

Namun semua terlambat.Saat Dara melihat sepasang kaki yang menutupi jalannya, gadis itu mendongak.

“K.. Kwon Jiyong?” ucapnya terbata, takut menyebutkan nama cowok itu salah.

“Kau tau namaku?”Jiyong heran sendiri dengan gadis itu karena sudah mengetahui namanya.Bahkan mereka belum berkenalan.

“Tentu saja.Banyak orang membicarakanmu karena kau siswa yang cukup populer.” termasuk dirimu sendiri, batin Dara mengoreksi.

Keduanya saling menatap dalam diam, menunggu salah satu dari mereka berbicara.

Jiyong berdeham, mencoba menyairkan suasana.“Kau bilang kau pindahan dari Jepang.Apakah disana memiliki cuaca yang bagus?”Dan pertanyaan yang barusan terlontar itu langsung disesali Jiyong.

“Kukira kau mau membahas masalah penting.”Dara tersenyum.

Senyumnya belum berubah.

“Cuacanya tak menentu tapi di saat musim semi udaranya sangat dingin.Kau harus menggunakan jaket lebih dari dua jika tak ingin mati kedinginan” lanjutnya tetap dengan senyum hangatnya.

Cara menatapnya juga belum berubah.

“Ah begitu?Aku jadi penasaran tentang Jepang.Terimakasih atas informasimu” ujar Jiyong dan membalas senyuman gadis itu tak kalah lebar. Setelah Jiyong menyingkir dan kembali bergabung dengan teman-temannya, gadis itu memegang dadanya, mencoba membuat debar jantungnya kembali normal.

“Sandara Park, ada apa denganmu, huh?” katanya pada diri sendiri.

****

JIYONG POV

Aku membasuh wajahku dan mengelapnya dengan handuk yang sudah kusiapkan.Entah kenapa, aku kembali tersenyum mengingat kejadian tadi yang menurutku sangat konyol.Bahkan hal yang kulalui tadi adalah hal paling memalukan seumur hidup yang pernah kualami.Tapi aku tidak menyesal.Sama sekali tidak.

Namun, senyumku meluntur saat kurasakan debar jantungku berdebar sangat kencang hingga aku tak sanggup menahan tubuhku lagi. Mataku berkilat menjadi warna hitam kemerahan.Aku berusaha meraih obat pereda yang berada jauh dari jangkauanku.

“Kau sudah berjanji akan memberikan waktu malam hari untukku.” Bisiknya tajam dan berusaha menguasai diriku yang memberontak.

“T….tak… ak..an.. kubiarkan.” ujarku tak kalah tajam namun aku mengucapkannya dengan suara sangat lemah.

“Diamlah dan biarkan aku hidup.”

Itulah hal yang kuingat sebelum aku terjatuh dan kehilangan kesadaranku. Dan untuk kesekian kalinya, ia berhasil mengalahkanku lagi.

TBC

Haii unnie-deul. Kok kalian bisa nebak sih kalo aku terinspirasi dari film “Kill Me Heal Me”? Kalian luar biasa wkwkwkwkwk. Tapi ff ini juga terinspirasi dari film “Hyde Jeckyl And Me”(?) hehehe. OK. Sesuai janji aku bakal ngejelasin sesingkat mungkin dan berharap semuanya bisa ngerti dengan cerita yang ingin kusampaikan.

Penyakit yang diderita Jiyong itu kepribadian ganda.Kepribadian yang bisa lebih dari 2. Ngeri kan? Jadi, jika salah satu kepribadian sudah mulai menguasai tubuh seseorang, orang itu nggak bakal sadar dan kaya lagi pingsan seakan akan nggak pernah ngelakuin hal yang “kepribadian” itu lakuin di luar sana.

Cukup sini aja yaa. Ntar kalo tau semuanya kan alur ceritanya jadi bisa ditebak. Selamat bertebak riaa.Maaf kalo ada kesalahanpenulisan dan penyampaian yang kurang jelas.

Jangan lupa komen yaa, unnie.

Hengshoo..:)

 

Advertisements

12 thoughts on “EVIL SMILE [Chap. 2]

  1. greget bgt aku sama moment DGnya. jiyong pake nanyain masalah cuaca lagi…kan aneh bgt…..hahhaahah

    eoah bahaya jga ya klo pribadi yg satunya lagi itu jahat gimana? kan nanti jiyong jdi ke cap jahat….ckckck
    gk sabar bgt nunggu next chapnya thor. jgn lama2 ya updatenya. Hwaiting.

    HAPPY DARAGON DAY

    • Ntar yaa unnie. Karena masih awalan jadi blom berani kasi sisi jahatnya. Mungkin di chapter selanjutnya bakal ada. Tetep pantengin dgi trus dan terimakasih sudah meluangkan waktunya buat komen, unnie😊

  2. Wowwwww sukaaakkk. Aku suka kill me heal me. Dan dibuatin pula ff kyak gtu. Seruu pasti yakin deeh? Ditungguin bgt lnjutannya

  3. Munkin karena penyakitnya, jiyong gamau pacaran, wah seru ni jiyong kepribadian ganda disembuhin ntar sama ibu dara dan ketemu dara tiap hari fix imajinasi mulai liar haha
    Next ditunggu

  4. apa mreka sblum.a udh sling kenal ??
    koq ji oppa bilang senyum.a dara unie gga b’ubah .
    koq mlah nnyain cuaca sgala .hadeuh
    next saeng .pnsran gmna lnjutan.a ..

    happy daragon day applers ..

  5. Knp jiyong punya penyakit seperti itu sih gimana klu kepribadian dia yg nguasai dirinya itu bikin bahaya duh jd kasihan deh sm yongie….. apa mungkin daragon pernah bertemu sebelumnya kok kayaknya jiyong familiar sm dara….. itu jiyong lucu tiba” nanyain cuaca dijepang bikin greget aja bukannya nanyain no.hp malah nanya yg nggak jelas gitu …. next chap aja deh ditunggu moment DGnya ya dek…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s