Good For You [Chap. 4]

Good For You

Author: Mita (Kwonjita)

Cast: Sandara Park || Kwon Jiyong ||

 Mizuhara Kiko || Jung Ilwoo

G|| Romance || Hurt

Length| | Chaptered | |

****

Akhirnya selesai juga part ini alhamdulillah…

Dan aku senang dengan komenan kalian

dan aku terhura pada suka ama ff aku ini kekkek

semoga part ini tidak begitu mengecewakan yah?

Selamat membaca dan jangan lupa komennya…

Love youaahhh

😍

****

Jiyong Pov

“ada apa” ucapku langsung saat diriku sudah berada dihadapannya. Aku tersentak saat melihat air matanya jatuh dari matanya, shiitt apa dia menangis karena diriku? Batinku memandang bingung ke arah kiko yang semakin terisak.

“ku mohon maafkan aku euh?” ucapnya padaku dengan suara serak. “bukan padaku kau minta maaf kiko” balasku masih memandang dirinya yang entah kenapa diriku sama sekali tidak peduli dengan air mata yang dia keluarkan, seolah aku merasa itu hanya dia buat-buat. Aku mendesah menepis pikiran yang barusan melintas di pikiranku, bagaimana mungkin aku berfikiran seperti itu.

“baiklah aku akan minta maaf pada dara dan juga sahabatnya itu. Tapi ku mohon kembali padaku”katanya memohon padaku, emm setelah kejadian kemaren aku langsung mengakhiri hubunganku dengannya. Aku tidak bisa menjalin hubungan dengan gadis yang bertindak kasar seperti itu, dan aku baru menyadari perasaanku selama ini ternyata aku tidak pernah mencintainya, aku hanya menyukainya tidak untuk mencintainya dan aku baru menyadari yang kuncintai itu adalah Dara sahabat masa kecilku itu.

“aku minta maaf kiko, aku rasa aku tidak bisa kembali padamu. kalaupun ku paksakan aku takut kau akan terluka. Dan ucapanmu kemarin memang benar, aku menyukainya. Ani, aku mencintainya tanpa aku sadari”ucapku lembut padanya berharap dirinya bisa mengerti dengan penjelasanku ini.

“emm, tapi kita masih bisa jadi sahabatkan” ucapnya berusaha tersnyum padaku, aku tau dirinya terluka tapi menurutku lebih baik seperti ini agar tidak ada yang tersakiti lagi. Aku balas tersenyum padanya menandakan aku menerima dirinya jadi sahabatku.

*

*

*

*

Tanpa jiyong sadari saat dirinya meninggalkan kiko di caffe itu, dirinya tidak menyadari tatapan benci yang kiko pancarkan dan senyum sini yang dia sunggingkan seolah bisa membuat orang takut menatapnya.

Jiyong terus tersenyum sedari tadi, tanpa memperdulikan tatapan aneh yang orang-orang tunjukan padanya. Bahkan dirinya tidak begitu peduli pada bisikan-bisikan yang mengatakan dirinya gila, dia memang gila pikirnya.

Di lain tempat dara juga nampak tersenyum entah apa yang membuatnya seperti itu, tidak lama sosok lelaki tampan menghampiri dara yang terus tersenyum.

“kau membuatku takut”ucapnya setelah melihat dara senyum-senyum sendiri. Dia pun langsung duduk di kursi tepat dihadapan dara. “kenapa kau lama sekali” ucapnya pura-pura kesal pada lelaki dihadapannya ini, ilwoo hanya nyengir bodoh menanggapi ucapan dara. mereka sekarang berada di sebuah caffe yang sebenarnya tidak jauh dari caffe yang jiyong berada barusan.

“aigoo, kau sama sekali tidak pantas marah, wajahmu malah menggemaskan kalau kau marah seperti itu Dara” ucapnya tersenyum mengacak rambut dara layaknya anak kecil. Bukannya senang dengan perlakuan ilwoo dara malah mendengus marah dan menepis tangan ilwoo yang masih mengacak-acak rambutnya lembut.

“tidak usah sbersikap sok manis padaku”ucap dara marah pada ilwoo, dirinya langsung bangkit dan tiba-tiba mencekik leher ilwoo. “sudah ku katakan aku akan mencekikmu karena sudah berani menertawakan ku kemarin” sambungnya masih dengan aktivitas pencekikkannya.

“ya! Ya! Kau mau membunuhku euh?” ucap ilwoo berusah melepas cekikkan dara dari lehernya. Tanpa ilwoo sadari tindakannya terlalu keras hingga membuat dara hampir terjungkal kebelakang tapi untungnya dirinya berhasil menggapai tangan dara dan lagi-lagi tindakannya terlalu keras hingga membuat tubuh dara malah berakhir dipelukannya.

Perasaan canggung mulai menguasai sekitar mereka, dara mengerjapkan matanya berkali-kali untuk menghalau perasaan canggung yang semakin membuat keduanya kikuk.

“apa kau ingin terus seperti ini?” ucap ilwoo yang berhasil membuat dara bangkit dari posisinya yang sedari tadi memaluk ilwoo. Dara nampak salah tingkah dengan itu, yang membuat ilwoo tersenyum jahil melihatnya.

“berhenti menggodaku, ini semua salahmu”dengusnya, marah yang semakin membuat ilwoo ingin menggoda dara.

*

*

*

*

Hampir satu jam jiyong berada di depan pintu apertemen dara, tapi sang pemilik apertemen tidak menampakan sosoknya juga. Berkali-kali jiyong menekan bel tapi tidak pernah ada yang membuka sampai sekarang, bahkan panggilannya pun tidak pernah tersambung. Jiyong masih diam menunggu di depan apartemennya sampai manik matanya menangkap sosok dara dan emm ‘ilwoo’ tentunya berjalan kearahnya. Melihat pemandangan itu tangannya dikepal kuat hingga membuat buku-buku kukunya memutih, dia menatap tajam kearah mereka yang masih tidak menyadari keberadaannya.

“ji..jiyong”ucap dara tergagap setelah melihat sosok jiyong berdiri di depan pintu apertemennya dengan pandangan yang membuat dara bingung. Tanpa memperdulikan panggilan dara, jiyong melangkah pergi meninggalkan dua sosok itu dengan amarah yang membuncah di dadanya. Jiyong sangat ingin berteriak marah tapi, mengingat dirinya bukan siapa-siapa akhirnya dirinya hanya memendam amarahnya. Dan jiyong tidak pernah melihat senyum manis itu dara tunjukan padanya, hal itu semakin membuatnya marah pada dirinya sendiri.

Akhir-akhir ini jiyong sangat suka minum-minum dan membuat masalah di club tempatnya menghabiskan malamnya. Entah mengapa minuman beralkohol yang dia minum terasa manis dilidahnya. Pikirannya benar-benar kacau, bayangan senyum yang dara sunggingkan untuk lelaki lain semakin berputar diotaknya. Membuat dirinya tersenyum lemah memandang gelas di tangannya.

“kenapa senyum itu tidak pernah kau tunjukan padaku” gumamnya lemah masih memandang kosong gelas di tangannya. Jiyong terus menuangkan minuman ke gelas lalu menegaknya tanpa henti, entah berapa banyak dia minum hingga membuatnya tak sadarkan diri.

Dara Pov

aku mengerang marah pada dering ponsel ku yang sudah menimbulkan bunyi untuk kesekian kalinya. Apa dia tidak tau ini sudah larut malam heuh, umpatku masih dengan mata yang tertutup lalu dengan malas mengangkat benda itu.

“waeyeo” ucapku jengkel pada orang yang mengganggu tidurku, entah siapa yang menelpon malam-malam seperti ini.

“maafkan saya nona, menelpon anda larut malam seperti ini. Apakah anda mengenal orang yang bernama kwon jiyong?” tanyanya “eoh, dia sahabatku” jawabku bingung padanya.

“ah, syukurlah. Bisakah anda menjeputnya di club daerah ‘gangnam’. Teman anda tidak sadarkan diri karena terlalu banyak minum” katanya merasa lega karena dia menelpon orang yang tepat. “ah, neh tolong jaga dia sebentar” jawabku dan langsung melangkah pergi. beruntung masih ada taksi jam segini, shitt kenapa dia akhir-akhir ini begitu merepotkan dan kenapa juga orang itu harus menelpon padaku? Bukankah dia memiliki kekasih?.

Setelah sampai di club, orang yang menelpon ku tadi langsung membawaku menuju jiyong, dan yah benar saja dia tak sadarkan diri dan aku melihat begitu banyak gelas berserakan di dekatnya. Aku dibantu orang-orang di club ini memapah jiyong menuju taksi yang membawaku kesini tadi.

“terimakasih” ucapku membungkuk pada para pegawai club ini, dan langsung masuk setelahnya. Aku tidak punya pilihan selain harus membawanya ke apertemen ku, karena aku tidak mengetahui password apertemannya jiyong. Dengan dibantu sopir taksi yang kutumpangi tadi aku memapah jiyong hingga sampai membaringkannya di sofaku.

Nafasku terengah-engah karena kelelahan memapah tubuh jiyong dengan poster tubuhku yang kecil ini, bahkan dengan bantuan bapak sopir taksi tadi pun kami berdua masih saja kelelahan memapahnya.

Saat aku berniat melangkah ingin pergi kekamarku, ponsel jiyong berdering dan dengan  hati-hati aku mengambilnya di saku jaketnya, saat nama kiko tertera aku langsung mengangkatnya. Kebetulan pikirku dirinya menghubungi jiyong, aku akan bilang padanya bahwa jiyong ada ditempatku. Aku tidak ingin dibilang wanita jalang lagi sama dirinya, hoel karena jiyong di sini.

Tapi saat diriku ingin mengangkat, tiba-tiba sebuah tangan merampas cepat ponsel dari tanganku, aku tersentak kaget ternyata jiyonglah pemilik tangan itu. Apa dia sudah sadar dari tadi? Batinku menatap menyelidik padanya yang kembali membaringkan tubuhnya di sofa milik ku dengan mata yang masih tertutup.

“berhenti menatapku menyelidik seperti itu”ucapnya masih pada posisinya. Ciihh ternyata dia memang sudah sadar, batinku menatap malas padanya.

“jika kau sudah sadar pulang lah ke apertemanmu sendiri” ucapku dingin padanya, dia membuka matanya setelah mendengar ucapanku. Tidak lama dirinya bangkit lalu mengambil jaketnya dan melangkah melewati diriku. Ahh apa aku menyakiti perasaannya, aishhh ini sudah larut malam mana ada taksi atau bis jam segini. Aku rasa dirinya benar-benar tersinggung, ya! Kenapa aku berkata seperti itu sih tadi, dasar pabbo.

“maaf, aku tidak bermaksud mengusirmu. Tapi aku hanya tidak ingin bermasalah dengan kekasihmu, jika dirinya tau kau menginap di sini” ucapku yang membuat dirinya berhenti sejenak “kau tidak perlu minta maaf, dan mengenai kiko dia bukan kekasihku lagi. Maaf terus membuatmu susah dara” ucapnya dengan nada yang ku yakinin dia terluka. Aku menghembuskan nafasku lemah, mendengar dirinya berkata seperti itu, dan dia bilang apa dirinya sudah putus dengan kiko tadi.

“tidurlah, kau mau naik apa pulang jam segini”kataku akhirnya menyerah pada egoku, untuk bersikap biasa padanya. Tapi hatiku masih mendominasi bahwa aku tidak bisa seperti itu. Dia berbalik menatapku dengan senyum, emm senyum apa yang dia tunjukan itu? Senyumnya membuatku bergidik ngeri melihatnya.

Dirinya melangkah pelan menuju padaku dengan tatapan menggoda, aishh apa yang lelaki ini lakukan sekarang? Sial jantungku, tidak membantu sama sekali. Dia semakin mendekat padaku dan tindakannya itu membuatku berhenti nernafas, kenapa dia sedekat ini, sial? Umpatku dengan suasana ini.

“apa kau memintaku tidur di sini?” ucapnya menatap masih dengan senyuman itu. Aku mundur selangkah karena sudah tidak tahan dengan suasana aneh ini.

“Ya! Menjauh dariku”teriakku akhirnya padanya dan mendorong tubuhnya sedikit menjauh dariku, dan itu malah membuatnya tertawa puas melihatku.

“beraninya kau menggodaku” geramku menendang kakinya dan berlalu pergi meninggalkan dirinya yang meringis karena nyeri akibat tendanganku.

Jiyong Pov

Seperti kemarin aroma masakan yang menguar kembali marasuk indera penciumanku, tapi tidak seperti kemarin diriku bangun dengan keadaan setengah sadar. Aku melangkah menuju dara yang sedang memasak.

“kau membuat apa?” pertanyaanku membuatnya kaget dan refleks memukul lenganku keras. Dia berteriak keras sambil mengelus dadanya karena kaget, ciihh apa dia pikir diriku hantu? Dasar gadis ini selalu bertingkah aneh padaku.

“YA! Bisakah kau duduk di situ kwon jiyong?” ucapnya menyebut nama lengkapku. Ahh jika dara sudah menyebut namaku seperti itu, itu tandanya dia sedang marah dan tidak ingin di ganggu. Ahh aku ingat dara paling tidak suka jika dirinya sedang memasak ada yang mengganggunya.

“arraseo” ucapku akhirnya melangkah menuju meja makan dan memperhatikan dirinya menyiapkan sarapan. Aku tersenyum melihat dirinya, bukankah kami terlihat seperti pasangan yang baru menikah?. Aku terus tersenyum memikirkannya dan sampai tidak menyadari panggilan dara yang minta tolong untuk melihat siapa yang datang.

“ji bisakah kau lihat siapa yang datang” ucapnya masih berkutat pada masakannya. Tanpa menjawabnya aku langsung melangkah menuju pintu apertemen dara dan melihat siapa yang berani mengganggu suasana hatiku pagi-pagi begini.

Aku menatap malas pada sosok dihadapanku ini, yang dia balas dengan tampang bingung melihatku ada di apertemen dara pagi-pagi seperti ini.

“apa yang kau lakukan di sini?”

TBC

 

Advertisements

24 thoughts on “Good For You [Chap. 4]

  1. gereget bgt sama DG.
    ji cemburu abbbiisss pas liat dara pulang sama il woo sedangkan dia nungguin dara ampe lumutan……kekekekekke
    berharap mereka cepet bersatu…udh greget bgt soalnya thor.
    dan buat si ikan udh deh pergi aj lo sana ke laut…husss..husss
    next chap thor…seperti biasa selalu semangaaaaattttt ya….inget kite2 yg menunggu mu… 😀

  2. knp jiyong marah sm dara hrsnya kan jiyong ngomong baik2 sm dara nggak main pergi aja ntar dara jadian sm ilwoo br tau rasa tuh jiyong…. wah jiyong blm pacaran sm dara udah bayangin klu dia dan dara udah nikah bikin seyum2 sendiri semoga impian jiyong terkabul….. itu pagi2 siapa yg datang kerumah dara pagi2 bikin imajinasi jiyong kacau aja…… next chap ya thor fighting buat authornya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s