[Series] Ice Cream : Part 3

 thursday

Tittle : Ice Cream
Author : Thursday
Casting : Kwon Jiyong, Sandara Park, Seungri, CL, Song Mino, Minzy, Kim Jin Woo, Lee Hi
Genre : Romance Comedy

Tok tok tok

Suara sepatu mengiringi seorang wanita yang sedang berjalan elegan seperti seorang model, Wanita yang berdandan sangat modis dengan baju dari brand terkenal rambutnya yang di cat pirang dan polesan make up yang merias wajahnya serta kacamata dan tas dari brand terkenal. Dia kemudian mengambil ponsel dari tasnya karna berbunyi “omanim” orang menelfonnya dan segera dia angkat.

“Ya omanim?” sahut CL dengan suara lembut

“CL kau sudah sampai? Katakan pada Jiyong besok kita makan malam bersama yah, aku tadi menelfonnya ponselnya tidak aktif” seorang wanita dengan suara yang begitu lembut di ujung telfon sana berkata.

“Ahh begitu mungkin oppa belum bangun omanim nanti aku sampaikan padanya” CL bicara dengan ibu Jiyong sambil terus berjalan,tapi dia begitu heran dari kejauhan dia melihat seorang wanita yang dia tidak kenal keluar dari apartemen Jiyong.

“Ne omanim sampai jumpa besok” CL buru – buru menutup telfonnya sambil terus memperhatikan wanita yang keluar dari apartemen Jiyong.
Wanita itu terlihat buru – buru dan menabrak CL tak sengaja.

“Bruk” mereka bertubrukan

“Maaf” sahut Dara membungkuk dan pergi

CL mengangguk tanda memaafkan tapi dia makin penasaran siapa sebenarnya wanita yang menabraknya.

“Apa dia pacar oppa?” CL berhenti berjalan sambil melihat Dara dari belakang yang sudah beberapa langkah darinya.

“Mana mungkin dia pacar oppa lagi pula selera oppa tinggi,itu mungkin ahjumma pengantar pakaian oppa” CL meyakinkan dirinya sendiri kemudian berbalik dan berjalan lagi menuju apartemen jiyong.

Dara yang terburu-buru mengecek jamnya ternyata dia benar-benar terlambat tapi dia sesekali berhenti untuk mencari ponselnya yang di lempar Jiyong dengan harapan semoga dapat menemukannya.
Tak lama dia berjalan lagi dan melihat ponselnya.

“Aku menemukan mu ayah” dara sangat senang sekali karna bisa menemukan ponsel peninggalan mendiang ayahnya,ponselnya memang sangat jadul tidak seperti sekarang ini tapi baginya itu adalah harta berharganya.

Dara mengecek ponselnya membolak balikan ponselnya dan mencoba memencet tombolnya,dara tambah bahagia karna ponselnya masih bisa berfungsi meski layar ponselnya sedikit retak karna lemparan Jiyong. Dara kaget karna 10 panggilan tidak terjawab dan 15 pesan dari juniornya Jinwoo dan Lee hi.

Pesan pertama
From: Jinwoo si imut
“Noona! Putri kecil ku kau dimana mr Lee datang mencari mu? Apa yang harus aku lakulan cepat lah!!”

Pesan kedua
From: “Lee hi adik ku”
“Unni kau mau mati jam berapa ini? Mr Lee datang tiba-tiba cepat datanglah unni, Aku berusaha mengalihkan perhatiannya sebisa ku cepatlah kemari unni!!

Dara semakin panik melihat beberapa pesan dari juniornya,Dara berlari keluar dari gedung apartemennya kemudian berdiri di tepi jalan dan menghentikan taxi dengan tangannya kemudian masuk dan pergi.

15 menit kemudian dara sampai di kantornya dia keluar dari taxi dan kemudia buru-buru masuk ke kantornya,Lee hi yang menyadari dara datang dan langsung menarik dara.

“Unni kenapa kau baru datang Mr Lee tadi mencari mu dia bilang mau membahas tentang artikel restoran one,untung saja dia terburu-buru jadi dia bilang nanti sore dia akan menemui mu lagi” jelas Lee hi dengan penuh semangat di campur kekhawatiran.

“Maafkan aku Lee hi aku memang bodoh bisa terlambat dan lupa kalau Mr Lee akan datang hari ini,terimakasih karna sudah mengalihkan perhatiannya” dara kemudian duduk di mejanya sambil membereskan kertas-kertas di mejanya.

“Unni kau tidak pulang kerumah mu tadi malam?” Lee hi melihat dari ujung rambut hingga kaki.

“Kau tidak mengganti baju mu?” Lee hi kembali bertanya sambil mendekat pada Dara dan mencium bau baju yang tidak enak.

“Ahh kau tau aku memang tidak pulang karna tuan porno itu lagi pula aku buru-buru kemari tadi tidak sempat pulang dulu” dara tersipu malu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Apa? Kau tidak pulang putri kecil? Lalu siapa tuan porno itu siapa pacar mu? Mana mungkin ia kan? Siapa dia?” Jinwoo yang kebetulan lewat dan tidak sengaja mendengar obrolan Dara dan Lee hi ikut menginterogasi Dara dengan muka penasarannya.

Dara yang hanya bisa diam di kursinya tidak bisa bicara apapun karna malu oleh kedua juniornya bagaimana mungkin dia menceritakan kejadian fatal malam tadi pada juniornya pasti mereka akan mengejeknya habis-habisan.

“Unni jawab pertanyaan kami!” Lee hi dan Jinwoo makin penasaran karna dara hanya diam dan memainkan jarinya.

“Ahh sudahlah lupakan itu,ayo mulai bekerja! Jinwoo Lee hi kalian belum memberikan salinan file yang kuminta kemarin itu mana?” Dara berusaha mengalihkan perhatian dan berusaha merubah ekspresi mukanya menjadi serius

“Apa? Aku lupa noona akan ku berikan padamu 10 menit lagi ok” Jinwoo lari ke mejanya karna dia tau kalau muka dara sudah berubah menjadi serius kesalahan sekecil apapun Dara akan memarahinya.

“Lee hi?” dara melihat Lee hi sinis.

“Aku sudah mengerjakannya unni tunggu akan ku ambilkan” Lee hi yang takut di marahi pu lari kemeja nya juga seperti Jinwoo.

Dara menarik nafasnya dan menghembuskannya kembali dia berhasil menyingkirkan 2 orang tukang gosip dari hadapannya,Dara mulai fokus pada pekerjaannya karna dia harus menyelesaikannya sebelum Mr Lee datang.

Sementara itu CL yang sedang berada di apartemen Jiyoung masuk kedalam tanpa perlu membunyikan bel apartemen itu,karna CL sudah tau passwoard apartemen Jiyong.

Jiyong yang masih melamun dengan apa yang dikatakan Dara tadi bahwa dia tidak di ajari menghargai orang,memang benar Jiyong di lahirkan di keluarga yang dingin ayahnya seorang pengusaha furniture yang jarang ada di rumah,ibu kandung Jiyong meninggal saat dia berumur 7 tahun dan kebiasaan memakan Ice Cream dalam keadaan apapun dan dalam suasana hati apapun ibunya yang mengajarkan,setelah ibunya meninggal ayah Jiyong menikah lagi dengan salah satu pemilik mall terbesar di korea. Ibu tiri Jiyong memang baik lembut dan menganggap Jiyong seperti anaknya sendiri tapi sama seperti ayahnya dia juga sibuk jadi tidak terlalu memperhatikan Jiyong. Oleh karna itu Jiyong terbiasa hidup sendiri menjadi sedikit sombong karna dia terbiasa dari kecil apapun yang di inginkannya selalu ada dan tidak sulit mendapatkannya.

Lamunan Jiyong buyar kala CL mengagetkannya dengan memeluknya dari belakang.

“Oppa kau kenapa? Tidak ke restoran hari ini? CL bicara sambil memeluk Jiyong yang sedang duduk dari belakang dan menyenderkan kepalanya pada kepala Jiyong

Jiyong yang kaget melepaskan pelukan CL dan bangkit berdiri.

“Kenapa kau di sini? Sejak kapan datang?” tanya Jiyong setengah teriak karna kaget

“Kau tidak menyadari aku datang oppa? Aku datang karna di suruh omanim kemari” CL mencoba memeluk Jiyong lagi tapi Jiyong kembali menghindar

“Sudah ku bilang jangan memanggil ibuku seperti itu memangnya kau istriku apa! Pacar ku juga bukan” Jiyong mundur beberapa langkah dari hadapan CL tapi CL tidak menyerah dia mengikuti Jiyong dengan berakting cute layaknya anak kecil.

“Oppa jangan bilang begitu” CL kembali ingin memeluk Jiyong tapi Jiyong dengan sigap menghentikan CL menarik kursi di meja makannya kemudian Jiyong mengayunkan tangannya menahan kepala CL supaya tidak mendekat memegang bahunya dan memdudukan CL di kursi tadi. Jiyong lalu kabur ke kamarnya.

“Pergi sana aku mau mandi dan pergi restoran” Jiyong mengusir CL dan pergi ke kamarnya

Jiyong terus menggerutu di kamarnya karna CL datang tiba-tiba dan tanpa di undang oleh jiyong,CL adalah adik teman Jiyong dia terus mengikuti Jiyong dari mereka kuliah sampai sekarang tapi Jiyong hanya menganggapnya adik,tapi CL menganggap Jiyong lebih bahkan CL pergi menemui ibu tiri Jiyong meminta supaya di dekatkan dengan Jiyong ibu Jiyong setuju tapi tidak untuk menjadi kekasih atau sebagainya karna menurutnya Jiyong yang berhak memutuskan. CL seperti penguntit bagi Jiyong karna selalu mengikuti kemana pun Jiyong pergi makanya Jiyong sedikit risih karna kelakuan CL itu tapi mau bagaimana lagi Jiyong tak pernah tega memarahi CL dengan berlebihan.

Jiyong pun sampai di restoran seperti biasa dia sibuk memasak karna pelanggan restoran selalu banyak.

“2 steak medium di meja 15 dan 20” teriak Jiyong

“Baik chef” sahut mino dan teman-temannya yang lain

“Mino steaknya medium jangan sampai overcook” Jiyong memeriksa pekerjaan mino

“Baik chef” mino membalikkan steak

“Chef dua tambahan steak” teriak minzy sambil menaruh rincian pesanan

“Tambahan steak di meja 16 dan 18” teriak Jiyong

Begitu seterusnya rutinitas Jiyong sampai restoran tutup.
Memang tidak mudah menjadi chef bagi Jiyong,pekerjaan ini sebenarnya bukan yang dia suka atau mau tapi karna memasak adalah kesukaan ibu Jiyong yang sudah meninggal,Jiyong rela melakukannya karna dengan ini dia bisa mengenang ibunya yang sangat dia cintai,Jiyong bahkan rela belajar mati-matian di prancis hanya untuk bisa memasak. Sebenarnya yang Jiyong suka adalah menyanyi dan dulu cita-citanya ingin menjadi seorang penyanyi tapi kerinduan akan ibunya mengalahkan keinginannya.

Sementara kesibukan juga terlihat di kantor Dara dari tadi mengerjakan artikel tentang restoran one yang seminggu lagi dia akan datangi.

“Noona Mr Lee menunggu mu di ruangannya” bisik jinwoo pada Dara

“Apa dia sudah datang?” dara terkejut dia pun langsung berlari membawa file tentang restoran one ke ruangan Mr Lee

“Permisi Mr aku camelia” dara mengetuk pintu ruangan Mr Lee

“Masuklah camelia” Mr mempersilahkan masuk

“Jadi bagaimana? Hal apa yang akan kau bahas dan tekankan pada artikel restoran one?” belum juga Dara duduk Mr Lee langsung memberi beberapa pertanyaan pada Dara.

“Seperti biasa Mr sisi menarik dalam restoran,pelayanan dan makanan yang akan aku bahas” jawab Dara sambil duduk.

“Camelia itu terlalu biasa kau tau kenapa kau tidak ingin membahas hubungan chefnya dengan seseorang mungkin supaya lebih menarik Camelia” Mr Lee aga sedikit kecewa dengan jawaban Dara

” tapi Mr ini artikel tentang sebuah restoran bukan artikel gosip bukannya tidak baik aku hanya ingin membahas hal-hal unik saja,aku memancing peter kwon dengan artikel pertama ku tentang restorannya hanya untuk agar dia mengundang ku bukan untuk menjelek-jelekkan restorannya apalagi membahas masalah pribadinya” jelas Dara

“Camelia kau tau artikel kita akan naik jika kita melakukannya” bentak Mr Lee

“Aku tidak mau tau kau harus melakukan apapun supaya artikel ini naik pembahasan pertama negri ini kau mengerti? Sekarang keluar” Mr Lee mendesak Dara yang tidak tau harus berbuat apa.

Majalah dimana tempat dara bekerja memang terkenal dengan kontrofersinya bukan dari segi makanan saja yang selalu di bahas tapi sampai chef dan para pegawai restoran juga akan di bahas,tapi Dara ingin mengubah itu ia hanya ingin menjadi jurnalis yang netral membahas apa yang baik dan hanya menyinggung apa yang kurang dan tidak melebih-lebihkan apa yang menjadi fakta,tapi apa boleh buat Mr Lee ingin lebih dari yang dara inginkan.

Dara kembali ke mejanya dengan tidak berdaya apa yang harus dia lakukan Mr Lee membuatnya frustasi. Dara lalu ingat perkataan Jiyong “apapun keadaannya dan apapun perasaannya ice cream selalu jadi obat” kemudian dara punya ide untuk menghubungi Jiyong.

To: pengantar Ice Cream yang porno
Kau ingat aku? Aku sandara park sepertinya aku ingin ice cream bisa kau antarkan ice cream ke dekat sungai Han aku menunggu mu jam 9 malam ini ok”

Jiyong yang baru saja duduk beristirahat di ruangannya kaget karna ada pesan dari orang yang tidak ingin dia lihat saat ini.

“Apa-apaan orang ini” Jiyong kesal setelah membaca pesan dari Dara,Jiyong pun membalas pesan dari dara dengan terpaksa.

To: Nona burung hantu
“Aku lelah aku ingin pulang dan tidur besok saja ice cream nya”
Balas Jiyong singkat

Tidak beberapa lama dara pun membalas pesan Jiyong.

From: Nona burung hantu
“Kau lupa perjanjiannya? Aku tidak mau tau jam 9 aku tunggu”

Jiyong semakin kesal dengan pesan balasan dari Dara,rasanya Jiyong ingin memaki Dara teriak padanya tapi apa boleh buat Jiyong sudah berjanji pada Dara dia tidak ingin melanggar janji. Dengan malas Jiyong berganti baju dan keluar dari ruangannya untuk pergi ke dapur membuatkan Dara ice cream.

Seungri yang masih ada di dapur penasaran kenapa bosnya membuat ice cream malam-malam seperti ini

“Hyung kenapa kau membuat ice cream malam seperti ini?” tanya seungri penasaran.

“Jangan bertanya padaku ambilkan madu cepat”

“Kau sedang sedih? Atau senang hyung?” Seungri terus bertanya karna Seungri tau keadaan sedih atau senang Jiyong selalu membuat ice cream.

“Aku sedang kesal kau tau” Jiyong memasukan ice cream yang sudah siap ke tas kertas

“Sudah jangan bicara lagi masukan sisa ice creamnya ke freezer dan kalian?” Jiyong melihat ke pegawainya yang lain dengan tajam

“Bekerjalah dengan baik bereskan dapur ini dan segera pulang” teriak Jiyong

“Baik chef” dengan sikap sempurna layaknya tentara mino dan teman-temannya menjawab

Jiyong pun keluar dari dapur dan kemudian hendak pergi keluar menemui Dara,tapi Seungri menghentikan Jiyong.

“Hyung bukannya si Camelia itu akan datang seminggu lagi?” Seungri berbicara dengan berbisik dan merangkul bahu Jiyong. Lalu Jiyong menatap tangan Seungri dan menyingkirkannya.

“Lalu kenapa kalau dia akan datang?” Jiyong menjawab santai sambil menatap Seungri sinis.

“Hyung jangan menatap ku sepeti itu,maksud ku kita kan belum tau wajah nona Camelia itu nah bagaana kita mencari tau dan memata-matai kantor majalah itu?” Seungri bicara dengan penuh keyakinan

“Kau gila seperti tidak ada kerjaan lain saja,aku sibuk bahkan sebenarnya mengantar ice cream ini saja aku tidak mau” Jiyong bicara sambil mengayun-ngayunkan tas yang berisi ice cream di depan Seungri.

“Hyung ini kesempatan bagus kita bisa tau Camelia itu yang mana jadi kita bisa melayani dia dengan lebih spesial lagi hyung, bukannya itu akan menjadi lebih bagus? Jadi artikel yang akan dia tulis pun akan lebih bagus hyung,bagaimana hyung?” Seungri masih bicara dengan penuh keyakinan.

Jiyong mulai memikirkan saran Seungri,memang benar jika Jiyong lebih tau Camelia itu yang mana maka pelayanan restoran akan lebih terfokus pada Camelia dan hasil artikel Camelia akan lebih bagus.

“Baiklah kita lakukan Seungri” jawab Jiyong dengan penuh keyakinan.

 

 

to be continue

next>>


Author Note :
Maaf banget yah ff nya lama 😂 karna ada urusan pribadi beberapa hari ini aku gk bisa fokus nulis jadi maaf banget nunggu kelamaan 🙂🙂
Aku harap kalian suka part 3 ini yah! Jangan lupa tinggalkan jejak dan saran yah.
Sampai ketemu di part 4 😘  ‪#‎Thursday‬

Advertisements

20 thoughts on “[Series] Ice Cream : Part 3

  1. tukang ice cream datang…kekekek
    gmana reaksi ji klo tau nona burung hantu itu sebenerny camelia…..hahhahaha
    gk sabar baca next chapnya..semangat author.

  2. apa jiyong akan emosi kalo tau camelia itu dara. hihi…… majalah gttu ga pantas dbeli deh. hnya demi rating tinggi. jelek”an yg ga ada bnerny. hihi… dara ttaplha jd org baik. kekekeke

  3. Moga moga CL unnie nggak ganggu hubungan daragon kedepannya deh, biarkan daragon menjalani hari harinya dengan tentram, neh?😄 jadi pingin makan es krim kan😞

  4. jadi pengen nyobain ice cream buatan chef kwon kekekeke….
    aduhhh kenapa rasanya jadi pingin lempar cl ke sungai han ya kekeke…
    next lagi thoor,, kalo bisa momment ji ma dara yg tak terduga tapi lucu kekee…
    fighting ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s