[FICLET] Oh!

fic1

Author : Rachi

***

Seorang pria berkacamata hitam duduk menyempil di pojok sebuah restoran ternama. Kulit wajahnya yang putih mulus tanpa cela nyaris membuat sebagian pengunjung restoran di tempat ia berada sekarang –terutama makhluk berjenis kelamin pria- cemburu berat ingin mempunyai kulit sepertinya. Bajunya yang berwarna emas menyolok dan rambutnya yang dicat warna-warni menjurus ke biru terang seperti permen lollypop, membuat para gadis sulit menahan napas mereka dan tak berhenti menatapnya sejak tadi. Seolah-olah pria itu adalah idola mereka dan gadis-gadis itu menjerit-jerit tak keruan dalam hati mereka.

Pria itu menggerutu kesal sambil melirik jam di pergelangan tangannya. Sudah telat lebih dari 30 menit dan wanita itu masih belum menampakkan batang hidungnya. Padahal sebentar lagi ia harus mengikuti rapat tahunan di kantornya, mengingat ia adalah salah satu manager sebuah perusahaan terkemuka. Well yeah, manajer yang unik karena perusahaan itu mengijinkannya mengecat rambutnya sesuka hati.

Baru saja ia ingin memanggil pelayan untuk membayar tagihannya, seorang wanita berkacamata bingkai tebal tiba-tiba menghampirinya. Ia memakai high heels setinggi 3 cm dan gaun selutut berlengan panjang berwarna cokelat pekat berhiaskan bunga-bunga besar di depannya. Ia berkacak pinggang seraya menatap tajam ke arah pria itu. Sekilas, wanita itu terlihat lebih muda daripada usia aslinya dilihat dari dandanan make up-nya, walaupun dari wajah hingga gaya berpakaiannya terlihat seperti wanita Korea pada umumnya yang usianya berkisar 30 tahunan.

“Hai, Dara.” sapa pria itu. Bibir tipisnya menyunggingkan senyum terpaksa kala wanita itu menatap intens padanya dengan tangannya yang masih bercokol di pinggangnya, seolah-olah ia enggan untuk menurunkannya. Bukan karena kedatangan wanita itu tapi alasan wanita itu memanggilnya ke restoran.

“Mana?” tanya wanita itu langsung ke pokok permasalahan. Suaranya nyaris berteriak, meski volumenya masih sangat kecil untuk didengar seantero pengunjung restoran.

Pria itu melepas kacamata hitamnya yang sudah sekian lama bersandar di hidung mancungnya karena merasa hidungnya sudah terlalu pegal untuk menahan frame kacamatanya yang cukup besar. Suara dentingan anting di telinga kiri-kanannya kembali sukses membuat para gadis tak mampu membelokkan mata mereka ke arah lain. Apalagi makeup smokey eye yang diadopsi di kedua matanya makin membuat ia terlihat sexy sekaligus ‘garang’.

“Kau yang mengambil ‘peralatanku’ kan? Sekarang dimana benda itu?” tanya Dara lagi tanpa tedeng aling-aling dengan tangan kanannya menengadah ke atas seolah-olah meminta paksa pada pria itu.

Sial, ia sudah tidak bisa berkelit lagi kali ini. Semalam ia lupa bilang pada Dara. Salahkan wanita itu yang mandinya terlalu lama dan tak mendengar dirinya berteriak-teriak memanggil namanya.

“Aku pinjam dulu sebentar, besok kukembalikan.” katanya dengan cengiran khas miliknya yang dibuat sangat manis dan memamerkan giginya yang putih itu.

“Bulan lalu begitu, minggu lalu juga begitu, dan kemarin juga begitu. Apa kau tak punya alat makeup sendiri, hah?!”

Beberapa pengunjung restoran tersentak kaget dan mulai berbisik-bisik mengamati mereka berdua, terutama para gadis yang mencelos dan jantungnya nyaris copot mendengar pembicaraan mereka.

“Pakai yang lain saja dulu, okay?” sahutnya enteng. Benar-benar tanpa rasa bersalah.

“Apa!?” pekiknya kaget. “Kwon Jiyong, 3 jam lagi aku harus mendandani G-Dragon yang akan tampil di Music Bank! Di tas makeup itu ada eyeliner, BB cream dan mascara favoritnya. Ia pasti akan mengamuk kalau tidak memakai benda-benda kesayangannya itu!” sembur Dara berapi-api.

Sialan, umpat Jiyong dalam hati. Ia benar-benar lupa akan hal itu.

Cih, ternyata dia gay.” sindir pria yang duduk di sebelah kiri Jiyong sambil menutupi seluruh wajahnya dengan buku menu.

Astaga, aku tak menyangka ia memakai semua benda itu di wajahnya!” kata wanita di seberang tempat duduknya yang berbisik pada teman wanita di sebelahnya. Wanita itu yang tadinya nampak terpesona pada Jiyong kini pura-pura sibuk dengan makanannya.

Jiyong hanya melengos mendengar mereka bicara yang tidak-tidak tentang dirinya. Sekarang yang lebih penting adalah bagaimana meredam amarah wanita itu.

“Jiyong!” Dara berteriak lagi, kali ini lebih kencang dari sebelumnya dan berhasil membuat beberapa pasang mata yang tadinya sudah tak peduli kembali melirik mereka berdua.

“Hehehe mian, aku lupa dimana menaruhnya.” aku Jiyong dengan senyuman pasrah. Sebenarnya ia tak mau berbohong, tapi apa daya, kemarahan wanita itu sangat mengerikan.

Arrrghhh!! Ini semua gara-gara Taehyun, kalau saja pria itu tidak merengek-rengek padanya kemarin malam, mungkin saat ini ia sudah duduk tenang di ruang rapatnya sambil menyesap kopi panas. Dan bodohnya lagi, ia mendapat kabar kalau pagi ini pria itu sudah ke Jepang untuk menghadiri pernikahan temannya. Adik yang sangat menyebalkan!

“Mwo?” Dara nampak terkejut karena biasanya Jiyong tidak akan lupa menaruh barang jika ia meminjam sesuatu. Tapi jawaban Jiyong kali ini membuatnya kesal. Alis wanita itu berkerut kala pria yang masih duduk tenang itu berdiri dan mulai berjalan mendekatinya.

“Sayang, bilang saja pada G-Dragon kalau tas makeup-mu diambil pencopet saat kau naik bus, simple kan?”

Jiyong mengedipkan matanya berkali-kali sambil merangkul Dara dengan penuh cinta, berharap Dara akan memaafkan kesalahannya kali ini. Tapi sayang, harapannya tidak pernah terkabul karena Dara menepis tangan Jiyong yang berada di bahunya dengan kasar dan langsung menjewer telinga kanannya dengan tangan kiri saktinya.

“SAYANG KEPALAMU! APA KAU TAHU AKU BISA KEHILANGAN RATUSAN RIBU WON KARENA ULAHMU INI, HAH?!”

“OWWHH, APPO, APPO!” Jiyong meringis kesakitan karena Dara tanpa ampun menyeretnya dari tempat duduknya keluar restoran dengan jewerannya yang makin mengerat di telinganya.

“Jangan harap kau akan selamat kali ini Ji, aku tidak akan membiarkan kau ikut rapat kali ini!”

Yeobo, yeobo, yeobo, maafkan aku!”

Kejadian unik itu sukses menjadi pemandangan gratis bagi para pengunjung restoran. Puluhan pasang mata yang sejak tadi mengamati mereka seketika terbelalak dan akhirnya memegang tengkuk leher belakang belakang mereka sambil senyam-senyum tak menentu karena akhirnya mereka tahu hubungan macam apa yang terjalin di antara mereka berdua.

Oh, jadi pria yang sempat kukira gay itu sudah punya istri?” kata wanita di seberang tempat duduknya berbisik lagi pada teman wanita di sebelahnya.

“Yah, aku bukan gay!” teriak Jiyong yang tiba-tiba muncul kembali ke dalam restoran, karena ternyata ia sempat mendengar wanita itu bicara.

Wanita itu hanya melongo kaget dan tak menyangka pria itu akan kembali untuk sekedar mengklarifikasi statusnya.

Tapi sebuah tarikan di telinga kiri Jiyong sukses membuat pria itu kembali mengerang kesakitan. “DARA, APPO, APPO!!

Dan kali ini kepala Jiyong benar-benar sudah tidak terlihat lagi balik pintu restoran.

“Oh, kali ini suami takut istri.”

fin

Ficlet pertama sya XD, gak yakin juga ini termasuk ficlet atau bukan, hahaha, but I hope you enjoy it, met reading ^_^

Sambil menunggu mood sya utk melanjutkan ff yg masih tertunda, mianhae ya, Y_Y

Advertisements

20 thoughts on “[FICLET] Oh!

  1. Ffnya lucuuu kkkk gak nyangka ji suka makek alat makeup gtu apa lagi pas tau ji sama dara suami istri kirain br pcran kkkkk nice fff unn

  2. G-dragon sama kwon jiyong disini bukan orang yang sama kan? Ntar bingung kalo orangnya sama, anggep aja beda. Udah nikah tohh?? tapi masih aja tengkar😄 wajar sih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s