That’s smile (chapter 1)

thats-smile
Author : ndestiana
Main cast : Sandara park and Kwon Jiyong
Support cast : bigbang member and you can find another if you read
Genre : romance
Length : sequel

Rating : general

Happy Reading ^_^

Hengsho ^.^

Aku sedang menikmati keheningan taman disertai semilir angin yang mengalir lembut. Namun semua keindahan terhenti ketika ada sesuatu yang keras menyentuh kepalaku beberapa kali. Seperti ada yang sengaja melemparku dengan benda kecil ini dari atas. Ini perasaanku saja atau benar-benar ada orang sinting yang melempar benda ini dari atas. Saat aku melihat keatas ternyata ada seorang namja diatas pohon sedang sibuk melempar kepalaku dengan biji buah. Apa dia sakit jiwa? sebenarnya apa yang dia inginkan!

~Klutuk Klutuk Klutuk~

“Hei kamu gila ya! Kenapa melempar kepalaku dengan biji buah!”

“siapa nama kamu?”

“apa itu penting untukmu! lalu apa yang kamu lakukan diatas pohon seperti itu!”

“aku tanya siapa namamu? sudah jawab saja jangan banyak bicara!”

“dasar GILA!”

Aku beranjak pergi menjauh darinya, mimpi apa aku semalam sampai-sampai bertemu orang aneh seperti dia. Anak muda jaman sekarang ada-ada saja tingkahnya.

~BRUG~ suara Jiyong jatuh dari atas pohon

“hei kenapa pergi? Aku tanya siapa namamu! Jawab aku”

Namja gila itu, apa yang ada dipikiranya sih! Aku tidak peduli benar-benar tidak peduli sama orang sakit jiwa seperti dia. Lebih baik aku pergi menjauh.

“Hai aku bicara padamu, hei kamu tuli! Aku bicara padamu!” teriaknya lagi, lebih baik aku kabur.

Aku mempercepat jalanku dan kurasa dia mengikutiku dari belakang. Mau apa sih orang ini, aigo dia sinting benar-benar sinting. Tak lama dia meraih tanganku dan membuatku tak bisa bergerak. Ah somebody help me please!

“siapa namamu?”

“Sandara park! Sudah puas! Sekarang lepaskan tanganku!”

“oh Sandara park, kamu mau kan jadi pacarku?”

Kurasa aku harus menghubungi rumah sakit jiwa karena ada salah satu dari pasienya yang kabur dan pasien itu adalah namja ini! Namja sinting ini!. Pacar apanya! Kita saja baru pertama kali bertemu.

“aku tidak mau jadi pacarmu! Lepaskan aku atau aku lapor polisi!”

“kamu harus jadi pacarku! aku menyukaimu sudah sejak lama! Dan sekarang kamu wajib menjadi pacarku! Kamu sah jadi milikku”

“kamu pikir kamu siapa! Lepaskan aku atau aku colok kedua matamu!”

“baiklah kalau begitu sekarang kita sah berpacaran, baby I love you. Oh ya baby aku minta nomor ponselmu dong”

Apa katanya? Aish dia ini mahluk dari planet mars atau dari planet saturnus. Benar-benar aneh bahkan lebih aneh dari alien dan ufonya. Apa dia pikir aku ini barang yang bisa menjadi miliknya begitu saja. Oh yaampun mimpi apa aku semalam.

“TOLONGGG!! SESEORANG TOLONG AKU!! ADA PSIKOPAT GILA YANG MENYANDRAKU!! TOLOONGG!!”

“baby kamu cantik kalau lagi teriak”

“SESEORANG TOLONG AKU! HIKS HIKS HIKS” aku menangis karena takut. Namja ini aneh dan mengerikan.

“kenapa menagis baby? maafkan aku”

“kumohon lepaskan tanganku, kumohon hiks hiks”

“baiklah tapi boleh kan aku minta nomor ponselmu. Kamu kan pacarku jadi aku berhak tau” Apa katanya, pacar? Aish dia benar-benar seorang psikopat.

“baiklah tapi setelah itu kamu lepaskan tanganku ya”

Aku memberitahu nomor ponsel asal-asalan. Entah nomor apa ini yang paling penting adalah aku bisa lepas dari namja gila ini.

“baby gomawo saranghe”

“terserah”

Aku bergegas pergi meninggalkanya, Aku harap aku tidak akan bertemu denganya lagi. Aku harap ini hanya angin lalu.

***

“dan kamu tau Chaerin dia minta nomor ponselku! Dia benar-benar gila Chaerin, berhati-hatilah orang gila dibumi ini semakin banyak”

“mengerikan Dara! lebih baik kamu jangan pergi ke taman itu lagi”

“nee tentu saja”

~BRAGGG~ suara hentakan meja

“Baby aku datang . . .”

Mwo! Apa aku tidak salah lihat. Bagaimana dia bisa ada dikampusku. Bagaimana bisa dia ada disini, mendadak nafasku terhenti. Jantungku berhenti berdetak, NO!! IT’S JUST DREAM PLEASE

“Chaerin, namja yang kuceritakan tadi datang kesini” bisikku pada Chaerin

“maksudmu dia?” sahutnya pelan dan aku hanya mengangguk

“yaampun Dara, dia itu cowok terpopuler di kampus ini. Dia punya geng namanya ‘Bigbang’ masa kamu gak tau?” bisiknya lagi

“Mwo! Aku tau geng bernama ‘bigbang’ tapi aku tidak pernah tau anggotanya. Ternyata dia satu kampus denganku, aih matilah aku”

“baby kenapa bisik-bisik seperti itu”

“eh psikopat! Ngapain kamu kesini?”

“menemui pacarku lah” sahutnya sambil menggengam tanganku erat.

“siapa juga yang mau jadi pacarmu dasar sinting! Chaerin ayo kita pergi dari sini” sahutku sambil menarik-narik tangan Chaerin dan mengajaknya pergi. Tapi Chaerin diam membeku entah apa yang ada dipikiranya. Kenapa dengan yeoja ini!!!

“Chaerin ayo kita pergi” sahutku lagi

“eh Chaerin pergilah! Apa kamu tidak dengar! Dara mau berduaan denganku!” ujar psikopat itu, apa! Berduaan denganya! Dia mabuk atau bagaimana sih jelas-jelas aku ingin pergi darinya.

“ah nee, Dara aku pergi” Chaerin meninggalkanku sendiri. Yeoja itu teganya dia meninggalkanku bersama psikopat ini. Akhirnya aku putuskan pergi meninggalkanya mengikuti langkah Chaerin dari belakang.

“Hei baby mau kemana?”

Namja itu mengerikan lebih baik aku lari mencari tempat yang aman dan jauh dari radiusnya.

“Seungri! Daesung! Top! Tangkap yeoja itu!” teriaknya pada seseorang, aigoo bagaimana ini??

-beberapa menit kemudian-

“Lepaskan aku psikopat sinting!!”

Ah tidak kedua tanganku diikat kebelakang dengan tali. Kakiku juga diikat, aku tidak dapat bergerak. Maunya apa sih namja ini. Aku tidak mau mati ditanganya. Sungguh dia benar-benar seorang psikopat. Dan teman-temanya ini mereka sama gilanya.

“hei Dara jangan bicara seperti itu pada boss kami”

“cih… Kalian menyebalkan”

“stop!!” bentak psikopat sinting itu

“kalian semua pergi! Biarkan aku berdua denganya disini”

“baik boss” sahut mereka kompak, yaampun tamat sudah riwayatku.

Dia menatapku tajam, seperti ada amarah di dalam hatinya. Tapi kalau aku perhatikan dia tampan juga.

“mau kamu apa?” apa dia bilang mauku apa? Harusnya aku yang bilang begitu, mau dia apa!

“aku mau kamu lepaskan aku dan biarkan aku pergi”

“aku akan melepaskanmu kalau kamu mau jadi pacarku”

“SESEORANG TOLONG AKU! TOLONGG”

“kamu cantik kalau lagi teriak”

“yasudah iya aku mau jadi pacarmu, sekarang lepaskan aku ya”

“benarkah? ASIK!” sahutnya kegirangan, Dara apa yang kamu katakan tadi. Kenapa kamu mau jadi pacarnya Dara, mungkin aku sedang mabuk saat ini.

Dia melepaskan ikatan-ikatan yang ada ditangan dan dikakiku. Aku harus kabur dari sini, aku benar-benar harus pergi meninggalkan psikopat ini. Namun sebelum aku melangkah pergi psikopat ini menggengam lenganku dengan erat.

“baby namaku Kwon Jiyong bukan psikopat, sinting ataupun namja gila”

“iya terserah sekarang lepaskan aku”

“baby nomormu tidak bisa dihubungi kenapa?” ya jelas tidak bisa dihubungi, aku saja tidak tau nomor yang kusebutkan itu nomor dari planet mana.

“mungkin sedang ada gangguan dari jaringanya, lepaskan lenganku ya Jiyong”

“iya baby mianhe membuatmu kesal. Nanti kamu ada kuliah sampai jam berapa? Kita pulang bersama ya”

“tidak bisa! Aku sibuk, kamu pulang duluan saja ya Jiyong”

“kenapa tidak bisa baby?”

“emm karena emmh itu emm aku ada urusan, iya benar aku ada urusan” kenapa aku jadi gemetar begini. Aku harap psikopat ini tidak banyak bertanya lagi.

“urusan apa?”

“bukan urusanmu!”

Aku melangkah pergi meninggalkanya, aku pusing jika harus diberi pertanyaan terus olehnya. Dia sudah seperti wartawan saja. Jelas-jelas aku seperti ini karena tidak ingin pulang bersamanya, kenapa masih maksa! Dasar psikopat gila!

“baby hei kamu belum jawab pertanyaanku”

Aku lari secepat mungkin meninggalkanya. Sungguh aku tidak peduli denganya. Kumohon lenyaplah, seandainya ada ramuan khusus untuk melenyapkan psikopat itu. I AM DIZZY BECAUSE OF YOU!!

***

“yaampun hujannya deras Dara, bagaimana ini?”

“terpaksa kita harus menunggu disini sampai hujanya reda”

“Oh ya Dara tadi Jiyong menemuiku dikantin, dia bertanya banyak hal tentangmu. Sepertinya dia namja yang baik”

“baik jidatmu! Dia itu psikopat!”

“dia baik Dara, kamu saja yang belum mengenalnya. Aku menceritakan semua kekuranganmu padanya. Aku menceritakan kalau kamu anaknya cengeng, kamu takut sama anjing, kamu suka kentut sembarangan, kamu suka pinjam kutek punyaku sampai habis, kamu suka tidur di sembarang tempat, kamu benci cicak dan masih banyak lagi. Kamu tau bagaimana ekspresinya setelah dia mendengar semua itu. Dia teriak kegirangan seperti orang yang baru saja dapat lotre. Dia malah senang setelah mengetahui semua kekuranganmu”

“kalian sama-sama gila! untuk apa kamu beritahu psikopat itu. Aku saja baru mengenalnya dan kamu bisa-bisanya membongkar semua rahasiaku pada seseorang yang baru aku kenal! oh i am dizzy” ujarku sambil memijat keningku sendiri

“kapan lagi kamu punya pacar keren seperti dia Dara, sudah lupakan saja Siwon si bule mutasi itu!”

“apa katamu?! Bule mutasi apanya!”

“lah memang benar dia bule mutasi kan?”

“terserah”

~Any call kyopta Any call kyopta Any call kyopta~

Ponsel Dara berdering

“yoboseo”

“yoboseo baby, ediogayo? Aku merindukanmu”

Namja ini, bagaimana dia bisa tau nomor ponselku. Ini pasti ulah yeoja yang ada di sampingku. Chaerin!!!!

-tut tut tut tut tut- sambungan telpon terputus

“HEI KAMU!” aku menatap tajam kedua bola mata Chaerin

“wae?”

“siapa yang menyuruhmu memberitahu nomor ponselku ke psikopat itu HAH!”

“mehehehe habis dia sudah mentraktirku makan, aku tidak enak kalau aku tidak memberitahunya”

“LEE CHAERIN!”

-kamar Sandara Park-

Aku merebahkan tubuhku diatas kasur. Aku benar-benar tidak percaya dengan apa yang terjadi hari ini. Aku hampir dibuat gila dengan semua ini. Psikopat itu membuat hidupku tak tenang. Dia bahkan tidak punya urat malu sama sekali. Seenaknya memperlakukanku seperti ini.

~Any call kyopta Any call kyopta Any call kyopta~ ponsel Dara berdering

-Anonymous number- nomor tanpa nama

Namja itu lagi, apasih maunya tak habis pikir. Lebih baik aku menelpon Choi Siwon pacar idamanku. Paling tidak kalau aku menelpon Siwon oppa psikopat itu tidak bisa menghubungiku.

“hello oppa”

“hello Dara”

“what are you doing now?”

“watching television, how about you?”

“I am calling you now, meheheh”

“congratulation Dara”

“congratulation for what?”

“you have new boyfriend isn’t it? Congratulation i am happy to hear that”

“boyfriend? What do you mean?”

“Kwon Jiyong yours?”

Mwo! Bagaimana oppa bisa tau, seandainya oppa tau kalau aku begitu menyukainya pasti dia tidak akan mengucapkan selamat padaku.

“that’s not true oppa, i am just bashing”

“are you serious?”

“i am really really serious oppa”

“why?”

“because actually it’s just game”

“game? Can you explain me about it?”

Apa yang harus kukatakan padanya. Apa harus aku mengatakan yang sebenarnya kalau Jiyong itu seorang psikopat sinting. Bagaimana ini?

“because we were in game, yeah game you know just for fun”

“hmmm i am understand”

“oppa would you chaperone me at college tomorrow?”

“ok no problem”

“thanks, i’ll be waiting for you”

-keesokan harinya-

Menyenangkan diantar pacar idaman ke kampus. Aku menunggumu oppa, paling tidak kehadiranya bisa sedikit mengurangi rasa BT ku karena ulah psikopat sinting itu.

“Dara palli, Siwon sudah datang” sahut eomma membuat hatiku berbunga-bunga

“nee eomma”

“are you ready Dara?”

“yes sir, go go go” kataku kegirangan “eomma aku pergi dulu ya” aku mencium tangan eomma dan bergegas pergi

-Yonsei university-

“thanks oppa”

“your welcome, be carefull and dont miss me ok?”

“yes sir mehehe bye” aku melambaikan tangan ke arah mobilnya. Dia tersenyum dan pergi meninggalkanku.

Bayangan mobilnya sudah semakin menjauh. Kini saatnya aku memulai hariku di kampus. Aku harap hari ini tidak bertemu dengan psikopat itu.

“SANDARA!” baru saja aku berharap tidak bertemu denganya. Dan sekarang namja gila ini sudah ada dihadapanku. Eh tapi kenapa dia membentakku.

-PLAK-

Dia apa yang dia lakukan? Dia menamparku. Selama ini belum ada yang berani menamparku bahkan orang tuaku pun sangat menghargaiku. Dan tiba-tiba saja psikopat gila ini menamparku tanpa sebab dan alasan yang jelas. Apa yang di otaknya sih!

“apa yang kamu lakukan! Brengs*k!” bentakku padanya, sungguh amarahku tidak bisa ditahan lagi. Apa yang sebenarnya dia pikirkan sih, apa karena aku selalu mengabaikan telpon dan juga sms darinya sampai-sampai dia semarah ini.

“ikut aku!”

Dia menggeret tubuhku secara paksa. Entah mau dibawa kemana, seseorang tolong aku.

-Byurr Byurr Byurr-

Dia menyiram tubuhku dengan air, apa yang ada dipikiranya. Apa dia tidak berpikir bahwa aku ada jam kuliah pagi ini. Bajuku basah semua bagaimana aku bisa belajar dalam keadaan basah kuyup seperti ini. Apa salahku? Apa sebenarnya salahku?

“jangan dekati namja lain! Atau kamu akan rasakan semua ini”

Dia menampar pipiku untuk kedua kalinya. Dia memukul tubuhku hingga terjatuh keatas tanah dan itu sakit sekali. Ini penyiksaan ini benar-benar penyiksaan.

“hentikan hiks hiks kumohon hentikan hiks hiks”

Dia diam sejenak melihatku yang sudah tidak berdaya dan berlinang air mata. Dia melihat keatas langit seperti ada sesuatu yang dipikirkanya. Badanku sakit ini sangat sakit, pukulanya sangatlah keras. Apa-apaan ini hatiku sakit begitu juga tubuhku. Namja gila ini bagaimana bisa dia tega melakukan semua ini padaku. Aku berusaha bangkit walaupun masih terasa sakit. Aku harus pergi menjauh darinya sebelum pukulan berikutnya mendarat ditubuhku. Ini masih terasa sakit sangat sakit.

“mianhe…”

“maaf? Kamu pikir itu cukup! Kamu anggap dirimu itu siapa! HAH! Dasar psikopat! hiks hiks hiks”

“jangan pergi, maafkan aku Dara”

“Sh*t !”

Aku melangkah perlahan, kakiku masih terlalu sakit untuk bergerak lebih cepat. Air mataku terus mengalir, aku benar-benar tidak percaya dengan apa yang telah diperbuatnya. Dia monster, dia benar-benar seorang monster.

“Sandara maafkan aku” sahutnya mengikuti langkahku dari belakang

“kamu monster! Hiks hiks hiks”

Tiba-tiba saja dia menggendong tubuhku secara paksa. Aku memberontak sekuat tenaga, namun tenaganya lebih besar dariku, aku tidak dapat berkutik.

“maafkan aku baby”

“lepaskan aku!! You harsh man! I hate you hiks hiks hiks” aku berkali-kali memberontak dan memukul dadanya. Tapi dia tak kunjung melepaskanku, dan terus berjalan.

-BRUG-

Dia melempar tubuhku kedalam mobilnya. Dia menghelus lembut rambutku dan menatapku dengan tatapan membunuh. Aku mendorong tubuhnya berkali-kali tapi tetap saja dia menahanku didalam mobilnya ini. Apa yang sebenarnya dia inginkan dariku.

“maafkan aku baby”

“Cih. . .! You devil not human!”

“pakai baju ini baby, bajumu basah semua. Gantilah bajunya didalam mobilku biar aku berjaga diluar” dia memberiku kaos miliknya, aku melempar kaos itu ke wajahnya menampar pipinya dengan keras.

“aku tidak mau menggunakan kaos itu! kamu pikir aku bodoh mau ganti baju didalam mobilmu dan dengan mudah kamu melihatku tanpa busana. Dasar namja picik! Aku membencimu!”

“bukan begitu maksudku baby, sungguh”

“biarkan aku pergi atau kubunuh kamu!”

“baby kenapa kamu berkata kasar seperti itu”

“stop memanggilku baby! Karena aku bukan bayi dan bukan pula pacarmu”

“baby maaf, baiklah aku akan membiarkanmu pergi, mianhe”

Dia membuka pintu mobilnya dan membiarkanku pergi. Aku berlari sekuat tenaga menjauh darinya, aku mebencinya benar-benar membencinya. Dia namja picik tak punya otak. Tubuhku menggigil karena dingin, bajuku basah, aku bisa sakit kalau basah-basahan seperti ini. Lebih baik aku pulang izin tidak kuliah hari ini.

-kediaman keluarga Park-

“uhuk uhuk uhuk eomma badanku sakit semua”

“yaampun Dara suhu badanmu tinggi sekali. Terdapat banyak memar dibadanmu, kamu seperti habis dipukul, sebenarnya apa yang terjadi?”

“hiks hiks hiks eomma”

“wae Dara?”

Haruskah aku menceritakan semua pada eomma. Eomma pasti marah besar kalau tahu apa yang sebenarnya terjadi. Eomma pasti akan mencincang-cincang daging psikopat itu lalu digoreng dan dimakan. Lebih baik aku menyimpan ini sendiri. Aku tidak mau membuat eomma khawatir.

“hiks hiks molla eomma, mungkin karena aku terlalu lelah”

“jinja? Kamu tidak bohong? Lalu kenapa kamu menangis?”

“. . . . .”

“Dara gwenchanayo?”

“gwenchana eomma”

“yasudah kamu istrirahat saja dulu. Biar eomma panggil dokter kesini untuk mengecek keadaanmu”

“nee”

~Any call kyopta Any call kyopta Any call kyopta~ ponsel Dara berdering

“yoboseo wae Chaerin?”

“baby gwenchanayo?”

Apa aku tidak salah dengar, sejak kapan Chaerin memanggilku baby. Dan suaranya, suara ini milik psikopat sinting itu. Pintarnya namja ini menelponku menggunakan nomor Chaerin agar aku mau mengangkat telpon darinya.

“mana Chaerin?!”

“mianhe baby, neomu mianhe sungguh aku lepas kendali saat itu”

“MANA CHAERIN!!!”

“iya-iya aku akan memberi telponya pada Chaerin”

“yoboseo Dara”

“kamu gila ya! Kenapa kamu mau meminjamkan ponselmu ke psikopat itu?”

“dia memaksaku Dara” bisiknya pelan, kurasa dia takut ketahuan kalau bicara keras-keras.

“pergi menjauh darinya dan kalau dia bertanya tentang diriku bilang saja tidak tahu. Dia sakit jiwa Chaerin, kumohon menjauhlah darinya sebelum kamu jadi korban selanjutnya”

“nee arrsoe Dara, nanti pulang kuliah aku kerumahmu” bisiknya lagi

“hei berikan ponselnya, kenapa kamu bisik-bisik seperti itu!” aku mendengar suara Jiyong, iya itu suara Jiyong yang sedang mencurigai Chaerin. Semoga Chaerin bisa selamat dari psikopat itu.

“yoboseo baby, kamu mau memaafkanku kan?”

-tut tut tut tut- sambungan telpon terputus

Dia itu mahluk apa sih! Manusia atau bukan! Ingin rasanya kujambak rambutnya sampai botak. Dia kasar , egois dan sinting, seandainya aku bisa menenggelamkanya di samudra atlantik. Namja gila menyebalkan psikopat!!

-ceklek- pintu terbuka

“Dara gwenchanayo?”

“Chaerin hiks hiks hiks”

“tenangkan hatimu Dara, apa yang sebenarnya terjadi? Jiyong dan gengnya mereka menyebalkan!” akhirnya yeoja ini sadar juga kalau mereka memang menyebalkan terutama bossnya.

“ceritanya panjang Chaerin, memangnya apa yang mereka lakukan padamu?”

“mereka menyekapku dan memaksaku untuk menelponmu menggunakan ponselku. Mereka juga memaksaku memberitahu alamat rumahmu tapi aku bilang saja tidak tahu”

“mereka memang seiko! Aduh bagaimana ini Chaerin, hidupku jadi tidak tenang”

“kita lapor polisi saja”

“iya benar juga, lebih baik kita laporkan saja mereka ke polisi”

“eh kamu belum cerita sebenarnya apa yang terjadi sampai-sampai kamu izin tidak masuk?”

Aku menceritakan semuanya pada Chaerin. Dari awal aku turun dari mobil Siwon sampai terakhir aku dipukulin Jiyong. Chaerin termenung mulutnya terbuka lebar seperti tidak percaya. Wajahnya terlihat aneh kalau seperti ini.

“Dara di..di..dia dia benar-benar psikopat. Aigooo sahabatku disukai oleh psikopat. Nyawamu terancam Dara! Hiks hiks hiks aku meyayangimu Dara” dia memeluk tubuhku dengan erat. Yeoja ini ternyata dia sahabat yang baik.

“hiks hiks aku juga Chaerin”

Kami menangis satu sama lain. Mencurahkan rasa cemas dan gelisah karena kehadiran psikopat sinting itu. Dia seperti dracula yang ingin menghisap darah manusia. Hal itu sungguh mengerikan.

“Dara ada yang ingin bertemu denganmu”

“nugu ya?”

Eomma menghampiriku dengan wajah gelisah dan juga gembira. Aku tidak bisa menggambarkan mimik wajahnya secara jelas. Dia menghelus rambutku lembut. Sebenarnya apa yang terjadi? Dan siapa yang mencariku.

“kamu kok gak cerita sama eomma kalau sudah punya pacar? Eomma kira kamu menyukai Siwon”

“mwo! Maksud eomma apa?”

“pacarmu ada diruang tamu, dia sudah menceritakan semuanya pada eomma. Jadi kamu habis dipukulin dan disiram air olehnya? Kenapa tidak cerita sama eomma sih!”

Apa aku tidak salah dengar! Kenapa namja itu menceritakan semuanya pada eomma. Aku tak habis pikir sama jalan pikiranya. Tunggu, darimana dia tahu alamat rumahku. Apa jangan-jangan Chaerin berbohong padaku.

“sungguh aku tidak memberitahu alamatmu, sungguh Dara” kenapa Chaerin tau isi hatiku baguslah kalau dia sadar.

“oh iya namja itu membawakan mie udon untuk eomma. Dia baik ya sampai-sampai makanan kesukaan eomma saja dia tahu” apa darimana psikopat itu bisa tau. Aku menatap Chaerin untuk kedua kali, apa yeoja ini yang meberitahu psikopat itu.

“kalau soal itu aku yang memberitahunya Dara. Maafkan aku” Chaerin mempunyai telepati ya, kenapa dia tahu apa yang dalam isi hatiku.

“kalau begitu cepat temui dia Dara, berbaikanlah denganya. Eomma sudah memarahinya habis-habisan saat tau dia telah menyakitimu. Dia merasa bersalah dan terus minta maaf. Eomma tidak tega dan memaafkanya. Sekarang giliran kamu yang memaafkanya”

“bilang saja aku tidak ada eomma. Aku tidak ingin bertemu denganya”

“sudahlah berbaikan saja denganya”

“dia itu psikopat eomma! Aku bahkan tidak pernah mengenalnya!”

“maksudnya apa?”

“ceritanya panjang ahjuma, namja itu sangat berbahaya untuk Dara. Jadi lebih baik ahjuma usir dia”

“berbahaya? Jinja?”

“nee ahjuma, lihatlah Dara sampai jatuh sakit seperti ini karena ulahnya. Dia itu kasar dan suka berbuat seenaknya”

“benar juga sih tapi melihat caranya minta maaf membuat hati ahjuma sedikit luluh. Tapi kalau dia memang berbahaya untuk Dara akan ahjuma usir dia”

“iya ahjuma lebih baik usir saja namja itu”

“baiklah kalian tunggu di sini, namja itu biar eomma yang urus”

-beberapa jam kemudian-

“Dara aku pulang ya”

“nee, gomawo sudah mau menjenguku. Hati-hati dijalan”

-keesokan harinya-

“baby kamu sudah bangun?”

“MWO! Apa yang kamu lakukan disini! Kenapa kamu bisa ada kamarku!”

“tenang Dara, dia tidak berbuat apa-apa”

“eomma, kenapa psikopat sinting ini diizinkan masuk eomma?!”

“kemarin eomma sudah mencoba untuk mengusirnya pergi, tapi dia malah berdiam diri diteras rumah. Semalaman dia tidur di luar sampai-sampai dia kehujanan. Eomma tidak tega melihatnya basah kuyup dan kedinginan jadi eomma suruh dia masuk untuk ganti baju. Eomma sudah mencoba menyuruhnya pulang tapi dia tetap memaksa ingin bertemu denganmu. Akhirnya eomma izinkan dia melihatmu sebentar”

“eomma dia ini gila! Jadi sebaiknya eomma jangan kasihani dia. Lagipula dia ini punya gangguan jiwa percuma dibilangin beberapa kali pun dia tidak akan mendengarkan!”

“baby aku normal, sungguh aku tidak gila”

“lebih baik kalian bicara baik-baik satu sama lain. Eomma tinggal ya”

“eomma bagaimana kalau psikopat ini mencelekakanku?”

“Dara lihat disitu ada kamera disitu juga ada kamera diujung situ juga ada. Kalau kamu sudah tidak kuat lambaikan tangan saja”

“tapi eomma!!”

-TBC- -RLC-

next>>

Mianhe kalau bahasa inggrisnya kurang bagus. Kritik dan saran sangat membangun author.

53 thoughts on “That’s smile (chapter 1)

Leave a comment