[DGI FESTIVAL 2016_PARADE] Fangirl #1

cover

Author : Oktyas

Sandara Park | Kwon Jiyong | Fluffy, Romcom

1

The First Meeting

Di sebuah bar pinggiran kota Seoul, seorang laki-laki menikmati wiskinya. Dia duduk di sebuah sofa sambil mengangguk-anggukan kepalanya menikmati alunan lagu yang memenuhi telinganya. Lalu seorang lelaki lain berjalan ke arahnya dari lantai dansa dan menjatuhkan bokongnya pada sofa empuk itu.

“Kau tidak menari?” Tanya laki-laki yang baru datang sambil mengusap keringat di keningnya.

“Tidak. Aku hanya ingin menikmati minumku.”

“Well, sepertinya idemu ini bagus juga. Melarikan diri dari rutinitas tidak ada salahnya.”

“Aku sudah bilang. Asal tidak ketahuan dengan Soonho Hyung kita selamat.” Pria itu meminum wiski ketiganya. “Di mana Seungri? Aku tidak melihatnya menari bersama kalian?”

“Oh Jiyong jangan khawatirkan dia. Dia pasti sedang bersenang-senang dengan perempuan seksi.” Jawab laki-laki yang bernama Youngbae itu.

Benar! Mereka adalah anggota Bigbang yang terkenal itu. Jiyong tiba-tiba memberi ide pada membernya untuk kabur dari latihan dan bersenang-senang. Setelah merilis albumnya, mereka dipadati jadwal latihan untuk mempersiapkan konser dunia mereka. Awalnya anggota yang lain menolak ide tersebut kecuali Seungri. Tapi dengan kemampuan merayu Jiyong, mereka akhirnya berhasil kabur dan di sinilah mereka. Di salah satu bar menikmati gemerlapnya malam. Sebelumnya mereka mematikan ponsel terlebih dahulu, karena pasti Soonho, manager mereka akan melacak menggunakan ponsel di mana keberadaan kelima pria itu.

Daesung dan Seunghyun berjalan menuju di mana Jiyong dan Youngbae duduk. Mereka lalu mengambil masing-masing segelas brendi.

“Seungri sepertinya benar-benar menikmati kesempatan ini.” Kata Jiyong sambil membenahi letak topinya.

“Ya. Tapi Hyung, aku rasa ini saatnya kita pulang. Semakin malam bar akan semakin ramai. Kau tahu, jika ada fans yang mengenali kita.” Daesung berkata dengan cemas yang disetujui yang lain.

Mereka memakai hoodie, topi, dan kacamata untuk meminimalisir resiko ketahuan oleh para fans. Mereka memesan ruang VIP di lantai dua yang menggunakan dinding kaca yang jauh dari kerumunan. Beberapa pengunjung di sini mengenali mereka, tapi mereka tidak peduli dan hanya diam karena mereka bukan fans. Keempat pria itu turun dan saat Youngbae hendak menghubungi Seungri, lelaki itu muncul dari kerumunan pengunjung yang menari.

“Jiyong Hyung! Tabi Hyung! Youngbae Hyung! Daesung Hyung!” Seungri memanggil mereka sambil melambaikan tangannya. Seketika para pengunjung perempuan yang di sekitar lantai dansa mengalihkan perhatian mereka pada keempat laki-laki yang mematung di sana.

OMO! Itu Bigbang!” Pekik seorang gadis.

Shit! Apa yang dia lakukan?!” Desis Seunghyun.

Seungri yang menyadari gadis di belakangnya mengenali mereka langsung panik. Ia mempercepat jalan menuju keempat Hyung-nya yang sudah berjalan ke arah pintu keluar. “Hyung tunggu aku!”

Dan seolah tidak ingin membuang kesempatan berharga itu, para gadis di sana mengejar mereka. Sambil meneriaki nama kelima anggota Bigbang tersebut. Hal ini menarik perhatian orang-orang yang lalu lalang dan ikut mengejar mereka.

Oppa! Jiyong Oppa!

“Seunghyun Oppa, Tabi Oppa!

“Daesungi! Seungri-ah! Noona ingin bertemu!”

“Youngbae Oppa!

Oppa! Oppa! Bigbang!”

Mereka berlima berlari sesekali menengok ke arah belakang dan masih mendapati fans mereka. Jiyong tidak berhenti mengumpat dari tadi. Seunghyun menunjukkan wajah jengkelnya padaSeungri dan bocah itu tersenyum minta maaf.

Mianhae Hyung.” Kata Seungri dengan kehabisan nafas.

Shit Ri! Ini bukan akhir yang kubayangkan.” Umpat Jiyong lagi.

“Sepertinya mereka semakin banyak.” Youngbae menoleh dan melihat kerumunan fans yang mengejar mereka semakin bertambah.

“Kita harus berpencar!” Teriak Daesung yang sudah di depan.

“Oke kita berpencar. Jangan lupa untuk menghubungi Soonho Hyung!” Jiyong mempercepat langkah kakinya.

Fuck this shit! Hyunsuk Hyung akan menghukumku, Soonho Hyung akan marah padaku.” Jiyong mulai kehabisan nafasnya. Berharap tidak ada yang mengejarnya setelah ia berbelok-belok melalui gang-gang, tapi nyatanya para fangirl itu masih mengejarnya. Jiyong bukan tidak mau bertemu dengan fans-nya. Tapi entah kenapa, fans mereka terlihat sedikit liar malam ini. How scary!

“Oh aku sudah tidak kuat berlari. Aku perlu sembunyi.”

***

Sandara tengah terduduk lesu di cafénya. Gadis berambut cokelat berombak, dengan wajah imut itu seharusnya malam ini tidak bekerja tapi karena adiknya yang pemalas itu malah memilih kabur ke pesta ulang tahun temannya, dia terpaksa bekerja sendirian, karyawannya izin karena sedang tidak enak badan. Bukannya ia tidak suka bekerja di café, tapi malam ini acara favoritnya Running Man tayang dengan bintang tamu Bigbang, dan ia harus merelakan tidak menonton satu episode.

Saat suara bel berbunyi menandakan ada seorang pembeli datang, ia segera  berdiri untuk menyambutnya. “Selamat dat-,” Kalimatnya tergantung begitu saja saat melihat siapa yang datang.

G-Dragon!

“Maaf bolehkah aku bersembunyi? Ada segerombolan fans yang mengejarku.” Kata Jiyong dengan terengah-engah.

“Si-silahkan. Masuk ke dalam kamar mandi.” Dara menunjukkan arah kamar mandi.

Benar saja, setelah itu dari dinding kaca cafenya ia melihat segerombolan gadis berlari. Mereka berhenti sebentar di depan café Dara mencari ke mana Jiyong pergi. Bahkan salah satu dari mereka masuk ke dalam café dan bertanya pada Dara.

“Selamat datang. Ada yang bisa saya bantu?” Dara tersenyum senatural mungkin, menutupi rasa gugup bercampur tegangnya.

“Apa kau melihat laki-laki berlari dari arah selatan? Dia G-Dragon.”

“Oh GD?!  Jadi tadi pria yang berlari itu GD? Dia dijemput sebuah mobil.” Dara mengeluarkan kemampuan akting terbaiknya.

Arasso. Jadi dia sudah pergi. Terima kasih.” Gadis itu pun meninggalkan café dengan wajah kecewa.

Dara memastikan jika sudah tidak ada fans di sekitar cafenya, lalu dia mengetuk pintu kamar mandi untuk memberitahu jika fans yang mengejar Jiyong sudah pergi.

“Ehm G-Dragon-ssi, fans yang mengejarmu sudah pergi.” Dara mengatakan dengan gugup. Jiyong membuka pintu dan mengucapkan terima kasih pada Dara yang dijawab gadis itu dengan malu-malu.

“Ehm, bisakah aku beristirahat di sini sebentar?” Tanya Jiyong dengan senyum manisnya yang membuat kaki Dara lemas seketika.

Oh apakah ini mimpi? Kwon Jiyong di cafeku?! Senyumannya Ya Tuhan.. Apa dia nyata?! Selama 29 tahun dalam hidupku ini adalah moment terbaik yang  kumiliki! Tapi bagaimana bisa seorang G-Dragon –cinta dalam hidupnya, pria yang dia bayangkan setiap hari, wajah yang ia pandangi sebelum tidur- bisa berada di sini?! Bangun Sandara!

Miss, Miss.” Dara tersadar dari lamunannya saat merasakan Jiyong menepuk bahunya. Wajah gadis itu memerah menyadari sosok di hadapannya ini benar-benar nyata.

“Oh-oh, josonghamnida.” Dara menundukkan kepalanya. “S-silahka duduk, GD-ssi.

“Panggil Jiyong saja Miss..” Jiyong menggantung kalimatnya. Ia tidak tahu siapa gadis cantik di depannya itu.

“Dara, Sandara Park.”

“Nama yang cantik, seperti orangnya.” Puji laki-laki itu dengan senyum mematikannya, membuat Dara salah tingkah. “G-gomawo.”

“Ehm apa menu terbaik di sini Miss Park?” Jiyong memandangi papan menu yang tertempel di dinding.

Well, kami tidak memiliki banyak menu, tapi aku menyarankan kopi untuk menemani malam yang cukup dingin.” Kata Dara dari balik counter bar sambil memainkan apron merah muda yang ia pakai.

“Oke. Café latte satu.”

Dara segera membuat pesanan Jiyong. Dari tempat duduknya laki-laki itu memperhatikan Dara bekerja. Biasanya, di café seperti ini pegawai café mengenakan seragam tapi Dara tidak. Ia lalu mengingat sepatu yang dipakai Dara tadi. Adidas Yeezy yang mempunyai harga cukup mahal. Ah mungkin dia pemilik café ini. Tapi di mana karyawannya?

Dara berjalan ke arah meja Jiyong dan meletakkan cangkir café latte panas tersebut. Sebelum Dara kembali ke counter bar, suara Jiyong menghentikan langkahnya.

“Bisakah kau menemaniku Miss Park? Aku cukup bosan di sini sendiri.”

“A-apa, a-aku harus kembali ke counter untuk bekerja.” Elak Dara.

“Ehm tapi hanya aku pengunjung di sini kau tidak perlu melakukan apa-apa sekarang. Dan, kau pasti ingin pelangganmu merasa nyamankan?” Menghembuskan nafas karena gugup Dara duduk di depan Kwon Jiyong. Lelaki yang posternya ia tempel di dinding kamarnya.

“Apa kau pemilik café ini?” Jiyong membuka percakapan. Dara mengangguk. “Di mana pegawaimu?”

“Dia sedang sakit. Seharusnya malam ini adikku berjaga di café, tapi bocah tengik itu malah pergi ke acara pesta ulang tahun temannya.” Dengan tidak sadar Dara mengerucutkan bibirnya merasa kesal ketika mengingat tingkah nakal adiknya itu. Diam-diam Jiyong memerhatikan gadis di depannya dan tersenyum simpul. Cute.

“Berapa usia adikmu?”

“Dia semester 4.”

“Ehm Dara, bolehkan aku memanggilmu Dara?” Dara mendongak dan mendapati Jiyong sedang menatapnya. Gadis itu cepat-cepat menundukkan kepalanya.

“T-tentu sa-ja.” Dan suasana pun hening kembali. Untungnya tidak ada pembeli yang datang karena memang hari sudah malam. Dan seharusnya ia memang sudah menutup cafenya.

“Ehm, Kwon Jiyong-ssi, bagaimana bisa kau dikejar oleh fans-fans tadi?” Giliran Dara yang membuka obrolan. Jiyong tertawa kecil teringat kejadian tadi.

“Aku dan anggota Bigbang yang lain kabur dari latihan, lalu kami pergi ke bar. Dan karena kebodohan Seungri semuanya jadi berantakan. Pengunjung di bar itu tahu identitas kami, kemudian  mereka mengejar kita. Kita memutuskan untuk berpencar.” Jiyong melihat ke arah Dara yang terkejut mendengar penuturan Jiyong. Mulutnya sedikit terbuka.

J-jinjja?! Oh God, jadi kalian berlari sepanjang jalan?!” Tanya Dara sambil tertawa. Entah bagaimana rasa gugupnya hilang begitu saja.

“Ya begitulah.” Jiyong tersenyum. “Kakiku seperti akan copot dari sendinya.”

“Itu juga salahmu. Kenapa kalian kabur?”

“Kami hanya ingin bersenang-senang. Melanggar aturan itu sesekali perlu Dara.”

“Kau seperti adikku saja.” Dara mendengus. Berpura-pura jengkel pada Jiyong. “Dan manajermu?”

“Ah, kami meninggalkannya di kantor. Mungkin sekarang dia sedang menjemput kami satu per satu.”

“Kau pasti dihukum Jiyong-ah.”

Jiyong tersenyum saat mendengar Dara menyebut namanya untuk pertama kali tidak dengan embel-embel –ssi. “Ehm Hyunsuk Hyung pasti marah. Apalagi ide kabur ini adalah ideku. Tapi,” dia berhenti sejenak membuat perempuan di hadapannya mengerutkan alisnya karena penasaran. “Jika bertemu dengan perempuan cantik dan kopi seenak ini, tidak masalah.” Jiyong tersenyum menggoda.

“Ya! K-kau!” Wajah Dara merona seketika. “Dasar laki-laki pintar merayu.”

“Hey aku sedang tidak merayu. Aku hanya berbicara fakta Miss Park. Kau adalah perempuan cantik. Ini fakta. Dan kopi buatanmu, benar-benar kopi terbaik, ini juga fakta.” Kali ini Jiyong memamerkan senyum tulusnya.

“Ah, terima kasih.”

“Sepertinya aku harus pergi. Manajerku ada di depan.” Jiyong menunjuk mobil yang berhenti di depan café Dara. “Good Night Dara, see you next time.” Jiyong bangkit dari kursinya dan berjalan ke pintu depan, melambaikan tangan pada Dara.

Dara menatap mobil manajer Jiyong sampai tak terlihat lagi. Tiba-tiba jantungnya berdetak kencang. Meletakkan tangannya di atas dadanya. Jiyong baru saja minum kopi di cafenya. Dan dia mengucapkan selamat malam padaku. Jiyongnya, pangerannya! Oh God!

“Aku harus menelepon Bommi.” Dara menutup cafenya terlebih dahulu sebelum ia masuk ke dalam rumahnya yang tersambung dengan café.

“Bomi-ah!” Panggil Dara dengan semangat. Ia tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya.

“Aish. Bisa kau pelankan sedikit suaramu?” Gerutu Bom dari seberang telepon.

“Bom-ah, kau pasti tidak percaya! Aku baru saja bertemu dengan Jiyong!”

“Jiyong? Jiyong siapa? Apa itu nama tetangga barumu?”

Aniyooo! Jiyong, Kwon Jiyong!”

“Ah, GD? Bukankah kau bertemu dia setiap hari Dara-ah? Di kamarmu, di komputermu, di televisimu.” Terdengar suara kekehan Bom yang tidak menanggapi Dara serius.

“Aku bertemu secara langsung Bom-ah. Dia datang ke cafeku, minum kopi di sini dan oh satu lagi dia mengucapkan selamat malam untukku.” Jelas Dara sambil tersenyum-senyum sendiri.

“Tolong Dara, jika kau sedang menelepon dengan tidur, bangunlah.”

“Percayalah Bommie! Aku bahkan masih bisa mencium bau parfumnya. Oh dia sangat tampan, dan terlihat begitu seksi dengan keringat di wajahnya.”

“Dara, apa kau pikir aku akan mempercayaimu? Jika kau meneleponku hanya untuk menceritakan khayalanmu lebih baik sudahi saja oke? Aku akan sampai rumah 15 menit lagi, tunggu aku baby. Muach!” Bom menutup teleponnya segera.

“Ya! Ya! Kau! Bommie!” Seru Dara kesal. “Bagaimana dia menutup telepon seenaknya!”

***

Pagi ini, seperti biasa Dara menyiapkan sarapan untuk Sanghyun adiknya dan Bom sepupunya yang tinggal bersama. Orang tua mereka tinggal di Busan karena merawat nenek mereka yang sedang sakit, dan ayahnya tidak bisa meninggalkan perusahaan kecil propertinya. Di Seoul, Dara mempunyai rumah sendiri yang bagian depannya dijadikan café. Sanghyun yang masih duduk di semester empat tinggal bersama mereka, sedangkan sepupunya Park Bom bekerja sebagai pengacara.

Sebenarnya pagi ini ia ingin menghajar adiknya habis-habisan karena pulang larut malam dalam keadaan mabuk. Tapi jika tidak karena adiknya yang pergi ke pesta itu ia tidak akan bertemu dengan Kwon Jiyong. Jadi ia memutuskan untuk  memasakkan makanan favorit Sanghyun.

“Wow makanan favoritku.” Sanghyun memandangi meja penuh makanan dengan sumringah. Daging asap asam manis, dan kimchijiggae. Serta beberapa makanan yang tidak kalah menggiurkan. “Noona, kau memang yang terbaik.” Sanghyun mengecup pipi Dara lalu duduk dan mulai sarapan.

“Oh anggap saja ini rasa terima kasihku.”

“Terima kasih untuk apa?” Tanya Sanghyun dengan mulut penuh makanan.

“Oh karena kau semalam kabur dari tanggung jawabmu menjaga café, aku jadi bertemu Jiyong.” Dara mengatakan dengan mata berbinar, dan tersenyum lebar.

“Wah Jiyong, Kwon Jiyong? G-Dragon?!” Mata Sanghyun melebar. “Kau bertemu di mana noona?

“Dia berkunjung ke café semalam. Ia sedang dikejar fans dan bersembunyi di cafeku.”

“Andai saja dia tahu jika kau tidak kalah mengerikan dari fans yang mengejarnya. Kau tidak melakukan tindakan bodoh kan noona?”

“Tentu saja tidak! Aku bahkan tidak mengatakan bahwa aku fansnya.”

Good job noona. Siapa tahu dia akan berkunjung lagi. Jangan lupa minta tanda tangannya dan di tempel di cafému, pasti akan banyak pengunjung yang datang.” Usul Sanghyun.

“Wow sarapan sudah siap ternyata!” Seru Bom girang turun dari tangga. “Kau memasak banyak pagi ini Dara.” Bom duduk di sebelah Dara dan langsung mengambil sepiring nasi.

“Ehm, ini adalah hadiah Dara Noona untukku. Karena aku tidak menjaga café, jadi Dara Noona yang menjaga dan Dia bertemu G-Dragon semalam.” Jelas Sanghyun dengan senyum bangga.

Aigoo Dara, apa kau berbohong dengan Sanghyun tentang kau bertemu dengan GD? Tch!”

“Aku tidak berbohong Bom-ah, dia benar-benar datang. Sanghyun saja percaya masa kau tidak?” Dara menatap Bom frustasi. Bagaimana membuat Bom percaya?!

“Ya jika GD kembali ke cafemu, aku akan percaya.”

“Ya! Bagaimana bisa aku tahu dia akan kembali atau tidak?! Lagi pula itu terserah kau mau percaya atau tidak.” Kata Dara dengan kesal. “Dan jangan lupa nanti sore kita akan datang ke acara fansign Bigbang.”

“Aha, oke. Dara jika Jiyong benar-benar datang ke cafemu semalam, kita lihat pada fansign nanti sore, apa dia masih mengenalmu atau tidak?” Tantang Bom pada Dara. Gadis mungil itu hanya memutar matanya karena sebal.

Pukul 14.00 Dara dan Bom sudah berdiri pada barisan dengan para fans yang lain. Dara tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya karena akan bertemu dengan Kwon Jiyong lagi. Mendekap album Bigbang di dadanya. Tapi gadis itu juga merasa gugup, apa Jiyong masih mengenalnya? Tentu saja Dara berharap lelaki itu masih mengenalnya, tapi dia tidak mau terlalu berharap.

Dan saat yang ditunggu pun tiba, member Bigbang satu per satu memasuki panggung dan melambaikan tangannya pada mereka. Dara dan Bom berteriak senang saat mereka memperkenalkan diri satu per satu. Berbeda dengan Dara, Park Bom tidak terlalu suka dengan Kwon Jiyong. Dia menyukai semua member Bigbang, dan tidak punya member favorit.

“Bom-ah, Jiyongku sangat tampan!” Kata Dara dengan air mata di sudut matanya.

“Mereka terlihat seksi. Oh God!” Tambah Bom yang disetujui Dara.

Satu per satu rangkaian acara terlewati. Hingga pada acara puncak yaitu, bersalaman dengan para member Bigbang, dan penandatanganan album Bigbang terbaru. Fans-fans yang berada di sana bersorak kegirangan, sudah tidak sabar untuk berhadapan tatap muka dengan idola favoritnya. Dara dan Park Bom berdiri di barisanya berdiri dengan tidak tenang. Gugup, tidak sabar, dan tentu saja bahagia. Setelah lima orang di depan mereka selesai, kini giliran kedua gadis itu.

“Oh, halo, siapa namamu?” Tanya Seungri yang duduk paling ujung.

“Sandara Park.” Jawab Dara dengan tersenyum.

“Wow nama yang cantik.” Balas Seungri sambil menandatangani album yang dibawa Dara.

Khamsahamnida.” Kata Dara sambil berjabat tangan dengan maknae Bigbang itu. “Senang bertemu denganmu, Sandara-ssi.

Setelah Seungri, Dara berjabat tangan dengan TOP dan Daesung. Pipi Dara tidak berhentinya merona dari pertama bersalaman dengan Seungri. Apalagi saat mendengar suara TOP yang berat dan seksi, membuat gadis itu menundukkan kepalanya karena malu. Dan, akhirnya Dara berhadapan dengan Jiyong. Jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Jiyong, lelaki itu mendongakkan kepalanya dan memberikan senyum manis pada Dara saat manik mata mereka bertemu.

“Halo, siapa namamu?” Tanya Jiyong sambil tersenyum.

“Sandara Park.” Dara menjawab dengan tersenyum meski sebetulnya ia sedikit kecewa karena Jiyong tidak mengingatnya. Dara memperhatikan lelaki itu menandatangani albumnya dan Jiyong menuliskan sesuatu pada selembar kertas, yang ia letakkan di atas album tersebut.

Khamsahamnida. Tapi apa ini?” Tanya Dara bingung, bercampur penasaran.

“Simpan saja, bacalah saat kau keluar dari sini. Good luck Sandara-ssi, ayo kita bertemu lagi.” Jiyong menepuk pundak Dara yang membuat gadis itu tersipu lalu menganggukkan kepalanya.

Setelah Jiyong, Dara berjabat tangan dengan Taeyang, kakinya hampir ambruk saat melihat senyuman manis lelaki itu. “Hati-hati di jalan Sandara-ssi.” Taeyang melambaikan tangannya pada Dara yang berjalan menuruni panggung.

“Bom-ah, Jiyong memberikan sesuatu padaku tadi.” Kata Dara. “Tapi sepertinya dia tidak mengingatku karena dia menanyakan namaku.”

“Memangnya dia memberikan apa?” Dara menunjukkan kertas yang dilipat. “Bukalah.” Bom terlihat penasaran. Dara membuka lipatan kertas tersebut, dan membaca tulisan di dalamnya. Ehm, sepertinya malam ini akan sangat menyenangkan jika aku bisa minum kopi terbaik dari wanita cantik. Tunggu aku.

Bom dan Dara saling bertatapan satu sama lain, terdiam. Dan mereka mulai berteriak histeris, membuat orang-orang yang berlalu lalang memberikan tatapan aneh.

OHMYGOSH! Such lucky bitch!” Pekik Bom sambil mengguncang pundak Dara dengan tertawa lebar.

“Bom-ah, dia akan datang malam ini benar kan?” Dara merasakan perasaan bahagia yang membuncah di dalam hatinya.  Gadis itu mengusap matanya yang mulai berair.

“Aku percaya padamu sekarang! Holly shit! Apakah ini ajakan kencan?” Pertanyaan Bom ini membuat Dara terpaku dengan mulut terbuka. Kencan?

“J-jiyong d-dia mengajakku kencan?” Tanyanya tidak percaya. “KYAAAAHHHHH!!!!!! AKU AKAN KENCAN DENGAN KWON JIYONG NANTI MALAM!!!!!”

.

To be continued

.

Advertisements

39 thoughts on “[DGI FESTIVAL 2016_PARADE] Fangirl #1

  1. Omaygadd sumpah baper bgt!!!
    Seandainya aja bsa jadi dara di kenyataan!!!
    Hemmm semoga suatu saat bisa kaya ff ini *mulaingaco*
    Astaga thor merinding bacanyaa…
    Dilanjut ya thor, jgn lamalama..
    Ditunggu bgt ini..
    Fighting!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s