CHROME HEART [Chap. 2]

                                                    

1443364009091_resized

    Author:: @astarinur (IG & TWITTER)     

                 @astarinurINDO (wattpad)

Cast :     – Kwon Jiyong

               – Sandara Park

               – Choi Seunghyun

               – Park Bom

Genre: Teens, romance, angst

Rate: 15⬆

Length: multishot / chapter

WARNING!!

Bahasa yang digunakan terbilang mix Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

 

 

 ~ ~ Bad Luck ~ ~

====

Dara POV••

“I do love you”

 Terngiang – ngiang kata – kata yang terlontar darinya saat itu juga dia mampu membuatku melambung tinggi ke awan.

 Kerap kali aku terbayang bagaimana jika suatu saat nanti ada seseorang yang menyatakan itu padaku, apakah aku akan tersenyum gembira ataukah sebaliknya.

 AVB – 1963-09-12

====

 

 CINTA

 Satu hal yang tidak pernah aku bayangkan akan terjadi kepadaku. Aku tidak mengerti itu, orang – orang banyak yang berkata jika cinta itu indah, cinta itu bahagia, cinta itu dapat merubah dari hal palsu menjadi hal realita, tapi aku tidak mengerti satu hal?

Aku cinta kepada ayahku! Sangat mencintainya!

Tapi bisakah itu dibilang cinta jika yang aku rasakan saat bersamanya hanyalah pahit.

Apakah itu disebut cinta jika yang kurasakan tak seindah apa yang dikatakan orang?

 Romantic movies, pertama kalinya aku menonton film seperti itu. Entah mengapa tiba – tiba aku teringat dengan film itu ? Namun aku sering kali tertegun dalam beberapa adegan,

 “Josh, do you love me till the end? Do you still love me if I’m hurting you? Are you willingly to be by myside every time I cry?”

 “I will, Diana!”

 

 Mengapa dengan mudahnya laki – laki itu menjawabnya, apakah dia tidak menyadari jika sebenarnya saling mencintai itu tidak boleh terucap sedikitpun  kata menyakiti. Ataukah dia bodoh ? Ataukah dia sudah buta dan tidak peduli apapun terhadap dirinya?

 Aku tidak mengerti, mungkin aku dan pemeran film laki – laki itu mempunyai kesamaan, tetap cinta dan bertahan walaupun sudah sangat menyakitkan.

 Selama hidupku ini satu hal yang aku percaya itu cinta, hanyalah cintaku kepada Tuhanku dan kedua orang tuaku. Sebelum ibuku meninggal, hidupku penuh dengan cinta kegembiraan dan kehangatan. Tak pernah sedikitpun orang tuaku melukai ataupun menyakitiku. Semua berjalan dengan sangat indah.

 ‘Dara~ah , come on ! You are beautiful. Wanita sepertimu harus mengalami indahnya cinta. Apakah kamu tidak ingin merasakan hal yang luar biasa itu dara? At least, satu kali saja sebelum nanti kita dewasa dan menikah, rasakan indahnya memiliki seorang kekasih, hangatnya saat seseorang memelukmu, eratnya genggaman tangan saat berjalan, dan tentunya kebahagiaan yang dirasakan oleh kalian berdua. Hal yang terpenting adalah rubahlah pengertianmu akan cinta, tak selamanya cinta itu menyakitkan? Definisi cinta itu luas, tapi yang paling utama adalah keindahan dan kebahagiaan. Cinta itu menyakitkan, tapi sesakit apapun itu jika kita sudah mencintai dan menyayangi seseorang rasa sakit itu akan hilang bersama waktu dan akan tergantikan dengan senyuman, percaya kepadaku dara!’

 

 Teringat nasihat bom kepadaku saat aku menolak seseorang yang mengungkapkan rasa cintanya kepadaku. Ketika itu aku tidak paham sedikitpun apa maksud dari kata – katanya namun sedikit demi sedikit aku menyadari jika apa yang dia katakan ada benarnya.

Sebenarnya jika menoleh catatan hidup yang telah aku lalui, cinta merupakan ide dasar, pokok utama dari semua puisi yang telah aku ciptakan. Secara tidak sadar aku telah menuangkan pandangan – pandanganku akan sebagian arti dari cinta yang sangat luas itu, tapi aku tidak terlalu banyak mengkaji ulang dan menginterpretasikan puisi – puisi yang telah aku buat itu sehingga makna dalam cinta selalu terlewatkan olehku.

Hmmm.…

Hari ini sama melelahkannya dengan kemarin, tapi aku bersyukur telah mendapatkan pekerjaan baru itu. Tapi ada satu hal yang masih mengganjal, aku bingung harus bagaimana mengatakan kepada pemilik cafe tempatku bekerja jika aku akan mengundurkan diri dari cafe ini. Sudah hampir 1 tahun lebih aku bekerja disana, walaupun aku hanya pekerja paruh waktu namun aku sudah kenal dekat dengan pegawai disana. Ah.. pastinya akan sangat sedih mengingat mereka yang selalu baik kepadaku. Mau bagaimana lagi ini karena aku sangat membutuhkan uang itu jadi terpaksa aku harus melepaskan pekerjaan ini.

“Look! Where am I right now?”

 

Instead going to school, I come here because I miss my mother so hard. Sudah berapa lama aku tidak menghampiri makam ibuku ini? Sedih sekali melihat makam ibuku usang dan kotor seperti ini. Ibu, maafkan dara! Dara akan sesering mungkin datang kesini dan membersihkan tempat beristirahat ibu. Oh iya, dara juga membawa sesuatu!

Da-dan……

Satu ikat bunga mawar putih untuk ibu. Aku khusus merangkainya sendiri, lihat cantik bukan? Sama cantiknya dengan ibu hehe…!!  Ibu, dara ingin bercerita sesuatu! Karena dara tidak tahu bagaimana bercerita kepada orang lain, dara tidak ingin membebani pikiran orang lain termasuk bom, jadi hanya ibulah satu – satunya tempat curhatanku. Kumohon ibu di surga  mendengarkan dengan baik ceritaku ini  …..

====

Jiyong POV••

Choi, stop a few minutes in a supermarket! I want to buy something!”

“Ok, jangan terlalu lama!”

“Emp, do you want to buy something?”

“I guess no!”

Ok, oh iya satu hal lagi!! Jangan terlalu jauh memarkirkan mobilnya parkirkan saja disana!”

“Dimana?”

“Tuh, itu yang ada mobil berjejer rapih!”

“Ahhh… ok ok !”

Aku segera masuk ke dalam sebuah supermarket yang lumayan besar untuk mencari barang – barang kebutuhanku selama tinggal bersama choi. Ok lets go!! Better be hurry! Segera kuambil keranjang belanja dan memilih serta memasukan barang – barang itu dengan cepat. Diperjalananku menyelesaikan aktifitas belanjaku ini tiba – tiba aku melihat seorang wanita aneh duduk di suatu pojok di supermarket ini tanpa beralaskan apapun dan dengan wajah yang kotor akibat makanan yang ia makan ditangannya.

(“Huahh… yehehe perut akhirnya kau terisi penuh! Sorry hari ini hanya satu porsi ramen saja, maklumlah keadaan dompet sedang kosong jadi kau harus puas dan bersyukur dengan satu porsi ramen ini!” )

 

O M G

Is it a girl? How disgusting!

Untuk ukuran wanita dia sangat sangat sangat sangatlah jorok. Tch, inilah perbedaan orang yang berkelas dan berpendidikan dengan orang bawahan seperti dia. Well, poor people live like that! Free, didn’t think about their image or attitude! The important things is their stomach is full and that’s all!

Sebaiknya aku segera pergi dan melanjutkan kegiatan belanjaku dari pada diam disini melihatnya. Insulting is the most bad things but the most fun things too. Of course it just for a high class people. They’re doing that just for satisfied their desire to humiliate people who live behind them. Well, I’m no different at all. So better leave her or else I will sprout a bad thing towards her.

 

***

“Where the hell that stupid Choi? Bukankah sudah sangat jelas aku katakan untuk TIDAK memarkirkan mobilnya terlalu jauh? Aishhhh… kemana dia parkirkan mobilnya?”

Dengan 2 jinjingan besar kantong belanjaan di kedua tangannya jiyong mencari keberadaan seunghyun. Setelah dia sadari jika dirinya sudah terlalu lama berada di dalam supermarket, jiyong pun akhirnya keluar untuk menghampiri seunghyun yang saat ini entah berada dimana. Dia dengan kesal berjalan disekitar jalan itu untuk mencari temannya seunghyun.

Sekitar beberapa menit dia berputar – putar disana, tak lupa dia berusaha untuk menghubungi seunghyun namun sayangnya baterai ponselnya habis di saat – saat seperti ini.

(“Kwon I’m here!”)

Terdengar suara teriakan temannya itu, sesaat setelah melihat keberadaannya dia pun segera menghampirinya. Dengan semangat jiyong berlari menghampiri seunghyun yang saat ini berada lumayan jauh darinya tanpa memperhatikan jalan disekitarnya.

BRUGGH

 

Owh shit!!!”

Jiyong terkapar kesal bersama belanjaannya yang saat ini berserakan dimana – mana setelah satu tabrakan dia alami. Jiyong mendongak menatap orang yang bertabrakan dengannya. Namun orang yang bertabrakan dengannya tanpa bersuara apapun hanya mengacuhkannya dan segera membereskan belanjaan jiyong. Jiyong masih kesal dia sama sekali tidak menyadari jika dirinyalah yang bersalah disini, karena kecerobohannya yang tidak memperhatikan jalan sekitarnya dia menabrak seseorang. But you know him! He never feeling that he’s the wrong one, always thinking everything about him is the right one and beside GOD, him, his father and seunghyun everyone is put at a fault or they’re the wrong one. Tanpa pikir panjang dia memarahi orang yang bertabrakan dengannya itu. Walaupun dia adalah seorang perempuan. No exceptional.

 

“Apa matamu tidak berfungsi dengan baik dan benar? Tidak bisakah kau melihat jalan? Orang – orang seperti kalian selalu ceroboh dan bertindak sesuka hati kalian! Memang poor people sepertimu tidak tahu etika, kau bahkan tidak meminta maaf kepadaku atas perbuatanmu itu!”

Jiyong sekian lama mengumpat kepada orang didepannya sedangkan orang didepannya sedang sibuk menutup telinganya dan segera membereskan barang – barang yang berserakan.

“Hey apa kau tuli? I’m talking right now you should listen to me!”

Namun jiyong terkejut saat orang itu bangkit berdiri dan menatap mata jiyong dingin.

This is yours!! And oh… sorry even poor people like me have a pride! Orang yang tidak beretika sepertiku tidak pantas untuk meminta maaf atas kecerobohan yang kau perbuat sendiri!”

Perempuan itu memberikan belanjaan jiyong yang telah ia bereskan dengan membantingkannya ke dada jiyong dan pergi tanpa melihatnya lagi.

“Look! That’s the truth you are a poor people! RUDE girl!!”

 

***

“Arghhhh …… dasar wanita menyebalkan!  Mood breaker!!!”

Whats up kwon?”

“Ini semua berasal dari kesalahanmu choi jika kau menuruti perkataanku mungkin tadi aku tidak akan bertabrakan dengan wanita menyebalkan sepertinya!!”

Hold up!! I ain’t doing anything. Memang apa yang terjadi?”

Well this girl who definitely a  poor people just throw her body towards me and made me fall! Satu hal lagi yang membuatku kesal adalah ketidaksopanannya terhadapaku, bagaimana bisa dia tidak meminta maaf kepadaku lalu dengan menyedihkannya dia berkata jika dia masih mempunyai pride, hello girls what pride are you trying to say?. Wahhh.. aku ingat sesuatu dia juga adalah wanita yang aku lihat di dalam supermarket dengan sangat jorok memakan ramen dengan berantakan!!!?”

“Hahahah kwon kwon, sudahlah lupakan kejadian tadi lagipula kalian tidak akan bertemu lagi! Lagipula tubuh dan barang – barangmu baik – baik saja bukan? Thinks it was just a bad luck for you!

Shit i forget about that! Benar juga aku harus segera memeriksa belanjaanku tadi, siapa tahu wanita itu mencuri salah satu barangku!”

“Kwon its not what i mean!! Can’t you move on about this!! Berhenti berpikiran buruk terhadap orang lain!”

“Ayyy aku hanya waspada dan berjaga – jaga saja! Kita tidak tahu jika wajah bertampang innocent sekalipun bisa berbuat keji kepada orang lain!!”

Shut up! I have to focus driving here!! You still wanna live right? So let my mind focus and resting of your annoying voice!! “

“Wahh thats so mean man! Baiklah aku kalah, tapi jangan kau pikir aku lupa dengan satu hal choi. Kau masih punya hutang informasi kepadaku!”

“Siapa yang mengatakan aku lupa? Let me explain it later in my apartment ok!!”

“OK I’ll wait!”

 

 

=====

 

Dara POV ••

Hmm…

Apakah harus setiap orang berkelas, berdompet tebal, berpakaian elegant, membawa mobil mewah dan tinggal di rumah layaknya istana merendahkan orang yang berada dibawahnya?  Bukankah kita ini sama? Kita hanya sekumpulan daging, tulang dan organ – organ yang berbentuk. Kita hanya makhluk yang diciptakan Tuhan dengan beragam bentuk dan berbeda jenis yang pada akhirnya akan berakhir ditempat yang sama. Tidak bisakah kita hidup beriringan, seirama dan senada? Tidak bisakah mereka yang mengaku mempunyai segalanya berkaca, melihat cermin dan membayangkan bagaimana jika mereka berada di posisi sepertiku atau orang dibawahnya? Aku tahu Tuhan menciptakan semuanya dengan seimbang, mungkin jika saat ini kita menangis dan kesakitan suatu saat nanti akan ada masa ketika kita tertawa dan tersenyum bahagia. Bersyukurlah atas semua kelebihan yang kau dapatkan saat ini karena pasti ada saatnya mereka merasakan frustasi seakan berada dalam keadaan mati rasa dan jatuh kesakitan atas segala kelebihan dan kemewahannya itu.

Ingat bahagia itu mengandung beribu – ribu jenis indikator dengan beragam situasi dan kondisinya. Bahagia bisa dirasakan walaupun dalam keadaan terpuruk sekalipun. Karena indikator bahagia itu bukan hanya berasal dari kemewahan ataupun uang.

Lagipula aku tidak merasa melakukan satu kesalahan jadi untuk apa merendahkan diriku untuk meminta maaf kepada laki – laki menjengkelkan sepertinya. Seharusnya dia malu telah memaki – makiku dimana itu semua merupakan kesalahannya sendiri. Poor people, memang benar itu golonganku tapi bukan berarti aku diam saja jika aku diinjak – injak seperti tadi. Aku harap aku tidak pernah bertemu dengan orang sepertinya lagi. I hope this is the first and the last time i meet him!!

Sudahlah dara tidak akan ada habisnya jika kau membahas masalah itu lebih baik aku pulang dan mempersiapkan makan malam untukku dan ayahku. AH… sebelum itu aku harus menghubungi bom aku lupa tidak memberitahunya jika aku tidak masuk sekolah hari ini. Pasti dia sangat cemas!

Mataku membesar dan tanganku kaku terdiam ketika menyadari jika ponselku tidak ada dimana – dimana. Aigoo… bukankah aku menyimpannya di tasku ini? Oh god, where are you my one and only phone? Dengan panik aku membokar tasku dan mengeluarkan semua isi didalamnya berharap ponselku terselip disana, namun tetap ponselku tidak ditemukan fisiknya.

(‘Walaupun kau sudah tidak menarik dan sangat kuno tapi kau bermanfaat bagiku! Now, what should i do? I don’t have money! Ahh… i guess a bad luck still linger in my body that’s why something bad always come towards me! Ya sudahlah mau bagaimana lagi!’)

Ah lebih baik aku telusuri jalan yang telah aku lalui tadi semoga saja aku menemukannya, mungkin ponselku terjatuh di jalan. Eh tapi tunggu bukankah aku tadi makan ramen di supermarket itu? Ah iya mungkin tergeletak disana. Dengan berlari aku menghampiri supermarket itu. Tidak lama aku tiba disana, segera aku cari di setiap sudut tempatku makan tadi. Aku berjongkok mencari dengan teliti mungkin terselip di dalam rak barang – barang ini. Aku raba – raba di bawah rak itu namun hanya debu yang aku dapatkan. Aku segera berpindah tempat mencari ponselku lagi namun terasa seseorang menepuk pundakku dari belakang. Aku berbalik melihatnya dan secara tiba – tiba orang itu menarikku dan membawaku ke suatu ruangan.

“Hey… kau mau bawa aku kemana?”

“Hey!!!!!!!”

“Diam! Jangan berisik!” Owhhh… lebih baik aku diam saja! Wajahnya sangat menyeramkan.

Ketika dia menemukan satu ruangan yang berisi beberapa orang didalamnya dia akhirnya melepaskan genggamannya yang menyakitkan itu.

“Geledah tasnya!” Mereka mengambil paksa tasku dan mengeluarkan isi tasku dengan kasar.

“Hey tuan hati – hati jangan terlalu kasar nanti barang – barangku rusak!”

“Diam kau gadis kecil!!” Aku mengerucutkan bibirku kesal, memang apa yang mereka inginkan pada tasku? Lihat ! Tasku ini sudah rapuh dan usang jika mereka memperlakukannya dengan kasar bisa – bisa rusak tasku itu.

“Sepertinya kau bersih tidak ditemukan satu barang curian pun ditasmu! Silahkan kau boleh keluar! Lain kali bertingkahlah yang normal jangan mencurigakan seperti tadi!”

Aku menatapnya bingung, apa – apaan ini? Tunggu! Apa aku tidak salah dengar? Jadi mereka mengira aku adalah seorang pencuri? Wah… penghinaan besar untukku! Bagaimana bisa wajah cute sepertiku ini menjadi seorang pencuri! Lagipula siapa yang akan mencuri aku hanya ingin mencari ponselku saja! Aku menatapnya kesal siap memarahinya namun menyadari jika wajah dan tubuhnya sangat menyeramkan aku pun mengurungkan niatku dan segera membereskan barang – barangku dan keluar tanpa mengeluarkan suara apapun.

( ‘Sangat menyedihkan! Sudah ponselku hilang lalu dituduh mencuri pula!!! Very bad luck!’)

Pasrah, aku segera merapihkan tasku kembali. Berniat segera pulang menghampiri satu bad luck lagi di rumah. Aku sangat lelah hari ini! Aku harap ayahku memiliki mood yang bagus sehingga dia tidak akan menyiksaku dan memaksaku memberikan uang kepadanya. Keadaan dompetku benar – benar kosong saat ini! Berat hati aku melangkahkan kakiku menuju tempat tinggalku.

***

Ashhh… lampu rumah menyala itu berarti ayah sedang berada di dalam rumah. Mudah – mudahan dia sedang tidur jadi aku tidak harus bertengkar lagi dengannya. Sangat pelan aku buka pintu masuk rumahku ini dan menutupnya kembali dengan pelan pula supaya ayahku tidak menyadari jika diriku sudah pulang. Aku berjinjit melangkahkan kakiku dengan hati – hati. Saat kulihat rumah dalam keadaan tenang aku segera berlari ke arah kamarku. Senyum manis terpampang di wajahku walaupun ponselku telah hilang entah kemana namun setidaknya di rumah aku tidak mendapatkan kesialan lainnya.

Namun langkah kakiku mulai melambat ketika menyadari sesuatu telah hilang, bukankah didepan pintu kamarku ini terdapat satu buah TV?

Tunggu!

Aku segera berlari ke arah kamar ayahku setelah menyadari satu hal terjadi pada TV itu. Namun keadaan kamarnya kosong. Aku mengerutkan keningku bingung, dimana keberadaan ayahku saat ini? Badanku mulai lemas menyadari apa yang telah terjadi!

” Ahhh… pasti ayah telah menjual TV itu! Padahal hanya itu yang menjadi satu – satunya sumber penghiburku! Ayah tega sekali telah menjualnya!”

Aku bergumam sendiri menelan semua kesialan yang kualami hari ini. Lelah, aku berjalan dengan malas ke tempat tadi. Ah sedih sekali biasanya didepan kamarku selalu terdengar suara dari TV tapi hari ini dan kedepannya tidak akan ada lagi. Aku merebahkan tubuhku di sofa yang berada tidak jauh dari depan kamarku terlalu penat memikirkan kejadian yang kualami hari ini. Hmm… untung saja ayah tidak menjual sofa ini juga, jika ia mungkin rumah ini akan benar – benar kosong melompong. Lagipula sofa ini cukup besar dan lumayan empuk untuk dijadikan tempat tidur sekalipun.

Tak sengaja mataku menemukan satu helai kertas yang tergeletak dilantai. Ada satu dorongan dari benakku untuk mengambil kertas itu, tanpa berpikir panjang aku mengambilnya. Saat aku melihat kertas itu rasa hatiku seakan mati, isi dari selehai kertas itu sungguh menyayat hatiku.

||Ya anak tak berguna! Dengarkan ini pesan dari ayahmu,

 TV aku bawa dan aku jual! Jangan terlalu memikirkan TV rusak ini kau bisa membeli yang baru lain kali, aku menyimpan beberapa uang untukmu! Periksa saja lemari dikamarku!

 Ah… satu hal lagi! Aku akan pergi jauh, entah kemana yang terpenting aku jauh darimu! Kau tahu mengapa aku memperlakukanmu seperti ini? Pasti kau tidak sadar dan tidak akan pernah tahu apapun tentang ini, tapi aku sudah tidak sanggup untuk menyembunyikannya lagi!

 Ibumu, wanita yang aku sayangi dan kucintai sepenuh hatiku! Ibumu, wanita yang menjadi pelengkap hidupku!  Ibumu, wanita yang menjadi oksigen untukku bernafas wanita yang menjadi urat nadiku. Wanita yang telah pergi jauh selama – selamanya dari hidupku! Wanita yang telah hilang dari pandanganku, hilang dari genggamanku. Wanita yang menjadi alasan mengapa kau hadir di dunia ini! DIA IBUMU YANG RELA MENGORBANKAN NYAWANYA HANYA UNTUKMU! MENGORBANKAN DIRINYA UNTUK PERGI JAUH DARIKU!

Kau bingung bukan?

Asal kau tahu aku sangat membencimu! Aku menyayangimu sangat dalam sama dengan dalamnya rasa benciku padamu! Aku tidak bisa melihatmu karena kau membuatku selalu membayangkan ibumu! Menyadari betapa sedihnya aku karena kepergiannya! melihatmu mengingatkanku terhadap ibumu! Ibumu meninggal karenamu dan itulah penyebab dari perlakuanku terhadapmu selama ini! Aku tidak akan terlalu panjang menulis ini! Serta aku akan tetap merahasiakan semua masa lalu itu dan memulai hidup baruku tanpamu!  Aku harap kau bisa tumbuh dengan baik!

 

Ingatlah jika kau pernah menjadi putri kecilku yang aku sayangi!

 

Yours, ||

Tak sadar aku telah terkapar dilantai, otakku dan jiwaku termenung. Apa yang terjadi? Apa yang telah terjadi? Apa ini hanya mimpi? Iya, ini pasti mimpi! Haha.. pasti ini adalah salah satu cara ayahku untuk meminta uang lagi kepadaku! Aku harus segera menyiapkan uang banyak supaya ayah tidak bermain – main seperti ini!

 Aku masih menggenggam kertas ini, tak menyadari jika kertas itu sudah basah, tak sadar jika air mataku mengalir deras di pipiku, tak sadar jika aku tengah memukul – mukul dadaku karena rasa sesak yang kurasakan. Tak sadar jika aku tengah menangis keras menahan rasa sakit yang kurasakan ini. Tak ada, benar – benar tak ada! Aku sendiri, benar – benar sendiri! Apa dunia mimpi selalu terasa sesakit ini layaknya dunia nyata? Apakah duniaku sudah berhenti?

 This is your dream dara, but in dreamland you will never cry this hard! You will never feel this pain so hurt! You will never feel like your breath is taken away from your own soul! WAKE UP DARA! This is your real world this ain’t just an usual nightmare, this is your fate, your real life! But can’t it be just a dream? Can’t it be that I’m just having a nightmare?  Can’t this is just because I’m lost in a dreamland and when I wake up this ain’t happening to me!

I KNOW THE ANSWER IS NO! Because the reality is in front of your face. Face it and be strong!!

Aku segera bangkit dan menghapus air mataku, berlari ke arah kamar ayahku dan segera memeriksa kamar ayahku dengan membabi buta! Tidak tersisa sedikitpun barang – barangnya! Dan memang ada satu amplop putih yang berisi penuh dengan uang. Baru disitulah aku percaya jika ayahku telah pergi dari rumah ini, pergi meninggalkanku seorang diri. Tangisku tak terbendung lagi, aku berteriak sekencang mungkin meneriaki ayahku! Tidak memperdulikan apapun karena saat ini yang bisa aku lakukan hanyalah menangis dan meluapkan emosiku sepenuhnya.

=== Tbc.

Next >>>

😭😭😭😭😭😭Huhuu dara~ah jangan menangis seperti itu!!!!

Aduh sedih – sedihnya jangan kebanyakan aku aja yang nulis kaga tega 😭😫💧💔

 

 

Anyeong long time no see! 😙😝✌💗💋

have a nice day for me and for ya’ll!!!  😉☺😄🌈

#comment juseyooooo!!!!

 

PYONG,  HENGSHOOOOOO 🍏🍎💟💯

Advertisements

14 thoughts on “CHROME HEART [Chap. 2]

  1. Sial…. Ayam macem apa tu. Wkekekekeke….. Masa hnya krna bgtu doang trus bnci dara. Hmm kasian. Apa hp ny kemasuk dlam belanjaan jiyong td. Jiyong trlalu kasar ya. Haha

  2. ayah’a dara kok gt sih…msa ank’a ndri dibenci..
    Jiyong kasar gt, awas lho.. ntar klo ktemu lg ,hmm bs pelin in lop …
    Duh, dara…ponsel mu ntu kbwa jiyong. Kasihan ,,nyari2 ponsel mlah dikira pncuri …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s