DESTINY FOR THE KING [Part. 6]

DFTK part 6

Author : Defta

Cast     : Sandara Park, Kwon Jiyong, Jung il Woo

Genre   : Drama, action (maybe), Kolosal

***

Au… Defta come back, defta ngetik ini dalam 2 hari aja lho… padahal biasanya sampai 4 hari lebih… kekekke

Maaf untuk part selanjutnya bakal ada tokoh baru, dan updatenya mungkin agak lama karna defta bakal ada UTS, tapi janji minimal tiap seminggu sekali defta update.. OK..

For Zhie eonnie… Hello Bi+ches-nya mana ? defta kangen sama itu FF

For reader.. Comennya ditunggu and sorry for typo… J

Yongbae berdiri di depan pintu gerbang yang menjulang tinggi, dengan seragam prajuritnya dia masuk tanpa ada siapapun yang berani menghalanginya. Tujuan utamanya adalah markas besarnya, beberapa orang menunduk hormat katika ia lewat, dia hanya membalas dengan senyuman mautnya.

“HYUNG…” Seseorang berteriak kepadanya.

Ia hanya memutar bola matanya, dari suaranya-pun ia sudah tau siapa itu.

“Hyung kau kemana saja ? terjadi hal besar ketik kau tak ada, aku bersyukur karna aku menjadi bawahanmu dan aku tidak mati waktu itu” cerocos orang itu tanpa mengunakan bahasa formal.

“Prajurit Lee Seungri, kita sedang berada di Istana, mana sikap hormamu pada atasanmu ?” Yongbae berkata tegas membuat namja bernama Seungri itu menunduk kesal.

“Maafkan saya Pengawal Dong”

“Ehm…” Yongbae berdehem, menetralkan suaranya. “Apa kalian semua selamat ?”

“Yeh, pasukan pengawal Wangbi tak ada yang terluka” Namja bermata panda iupun mendongak menatap Yongbae. “Lalu bagaimana dengan liburan anda ?”

Yongbae mendesah. “Aku belum sempat liburan ke jepang, aku baru sampai di dermaga jepang ketika mendengar istana di serang, dan aku cepat-cepat kembali kemari” Gerutunya. “padahal yeoja disana sangat cantik-cantik” lanjutnya dengan nada berbisik.

“Jadi benar wanita jepang itu cantik dan sexy hyung ?”

“Begitulah” Yongbae membuat suaranya terdegar sangat sedih. Padahal sejak awal dia tidak pernah pergi ke jepang, liburannya hanya sebagai alasan untuk melindungi Jiyong. “Sudahlah sekarang kita kembali ke istana tengah”

“Tapi Hyung, Kita belum mendapat perintah dari Raja yang baru”

“Oleh karena itu, karna kita tiak menerima peritah baru maka kita harus menjalankan perintah sebelumnya. MENGERTI !!” Yongbae membentak di akhir kalimatnya. “Panggil semua pasukan kita dan kita pergi ke istana tengah”

Sekitar 25 orang berjalan beriringan dengan Yongbae di baris depan, mereka bersama menuju keistana tengah dimana Dara tinggal ketika mereka bertemu dengan raja yang baru.

Sebagai pemimpin Yongbae berhenti dan memberi hormat pada Ilwoo yang diikuti oleh para pasukannya.

“Semoga anda panjang umur Jeonha” Ucap Yongbae.

“Siapa dia, Ilwoo bertanya pada perdana mentri park yang ada di belakangnya.

“Dia adalah pengawal Dong dan mereka semua adalah pasukan untuk istana tengah Jeonha”

“Istana tengah ? Tempat tinggal Dara ?” Ilwoo berkata pelan.

“Kami diperintahkan unuk melindungi istana tegah oleh raja sebelumnya, apa kami akan mendapat tugas baru Jeonha ?” Yongbae berkata dengan sopan, walau dihatinya dia sangat geram.

“Tidak” Yongbae tersenyum lega ketika Ilwoo menjawab. “tatap laksanakan tugas itu, kalau perlu tambah pasukanmu Pengawal Dong”

Yongbae menegakkan badannya. “Saya ingin melakukan itu jeonha, tapi kami masih kekurangan prajurit untuk beberapa istana lain, tertama isatana Barat”

“Jadi kau meminta ijin untuk merekrut anggota baru begitu ?”

“Anda benar Jeonha”

“Aku sudah mengganti semua pasukan barat dengan para prajuritku, Rekrutlah beberapa orang yang kau inginkan untuk melengkapi kekosongan itu”

“TERIMAKASIH BANYAK YEONHA, SEMOGA ANDA PANJANG UMUR” Yongbae kembali membungkuk.

“Jusang Jeonha…” Seorang pria paruh baya datang dengan setengah berlari.

“Ada apa Mentri Pertahanan Lee ?” Park Jin Young bertanya.

“Ada sebuah petisi dari china yang harus segera di stempel” Pria itu bertanya dengan membungkukkan badannya dalam, seolah takut terjadi sesuatu padanya.

Jung Ilwoo memijat kepalanya “SUDAH AKU BILANG TUNDA SEMUA PETISI SELAMA SATU BULAN !!!” ia berteriak dengan keras.

“M…m…maafakan saya Jeonha…” Ucapnya terbata-bata. “s…saya akan mengembalikan petisi tersebut. Saya permisi” Ia kemudian pergi dengan  badan yang masih setengah membungkuk.

“Ayo Pergi”

Kemudian Ilwoo dan rombongan para mentrinya kembali melanjutkan perjalanan.

“Bajingan beruntung itu pintar juga ternyata”

“Bagaimana keadaan Dara?” Jiyong bertanya saat yongbae bahkan belum menempelkan bokongnya diatas bantal.

“Heh bajingan beruntung, aku belum duduk” Kesal Yongbae sambil meringis.

Jiyong hanya tersenyum kecut.

“Dia semakin buruk saja, dia tak mau makan sama sekali hari ini”

“SAMA SEKALI !!” Jiyong berteriak sampai beberapa salivanya keluar.

“Kau menjijikkan !!” Seru Yongbae. “Ya, tapi tadi sebelum kesini, aku dengar Ilwoo masuk ke kamar Dara dan memaksa dia makan, entahlah dara menurutinya atau tidak”

Jiyong mendesah dengan keras, membuat rasa iba muncul di benak Yongbae, Jiyong selalu terlihat kuat dimatanya, tapi sekarang yang dilihatnya adalah seorang pria yang terlihat sangat murung hanya karna seorang yeoja.

“Kau menyesalinya ? kau menyesal melepasnya Jiyong-ah ?”

Kembali jiyong hanya tersenyum kecut. “Aku tidak boleh menyesal. Ia harus membenciku, karna mungkin suatu saat nanti aku adalah penyebab kematian ayahnya”

“Ada hal lain yang ingin aku sampaikan”

“Apa ?”

“Aku mendapatkan ijin untuk merekrut pasukan baru, pengumumannya sudah tersebar di seluruh desa dan besok proses seleksinya”

“Itu bagus”

“Yang ingin aku tanyakan adalah, dimana aku harus melatih pasukan baru itu ?”

Dara hanyamenatap nanar bubur dihadapannya yang sudah berhenti mengepulkan asap panas.

“Lihat buburnya sudah dingin dan kau masih tak mau makan ?” Ilwoo berkata dengan lembut.

Setetes airmata dari kelopak mata yang indah itu akhirnya runtuh juga. “Kenapa kau melakukan ini Jeonha ?” Dara mendongak menatap wajah Ilwoo. “dulu kau sangat suka dengan anak-anak, bahkan kau sendiri bilang ingin melihat gadis kecil yang mirip denganku”

“Aku tau, tapi itu bukan anakku”

“Kau tidak pernah bilang kalau gadis kecil yang mirip aku adalah anakmu bukan !”

“Dara-ah..”

“Jangan memanggilku seperti itu !” ucap Dara sedikit memekik. “Kau bukan ilwoo yang dulu lagi, kau seorang monster, KAU MONSTER” Tangis dara mulai pecah.

Melihat pujaan hatinya menangis meraung-raung ilwoo mulai tergerak unuk memeluk Dara, menyalurkan rasa cintanya pada yeojanya itu.

“Lepaskan aku…” lirih dara sambil terus menangis dan berusaha melepaskan lingkaran tangan ilwoo dari tubuhnya. “Kau kejam oraboni… kau sangat kejam…” kali ini Dara mulai memukul dada bidang namja itu dengan sisa tenaganya.

“Mianhae Dara-ah… mianhae..

*

* 1 bulan kemudian

Bulan purnama menghiasi langit di istana. Dara berdiri di depan jendelanya menyaksikan betapa indahnya pemandangan itu.

Tak ingin terhanyut terlalu lama lagi. Ia harus tidur awal, besok adalah hari penting. Hari penobatan Ilwoo sebagai raja. Terbesti dalam pikirannya bagaimana kabar jiyong disana, kapan namja itu kembali dan merebut tahta.

Tapi apa yang akan terjadi jika jiyong benar-benar kembali ? bagaimana seharusnya sikapnya jika ia kembali ? haruskah di bahagia ? atau dia harus bersikap biasa saja ? atau haruskah dia bersedih ?

Entahlah dia akan memikirkanya nanti jika hal itu benar-benar terjadi. Ia menarik selimut tebalnya dan berusaha menyelami alam mimpinya.

Sedangkan ditempat lain.

“Anda memikirkan tentang besok ?” Suara Desung membangunkan Jiyong dari lamunannya.

“Hem..” jawabnya seadanya. “Dia harus membenciku agar aku tak merasa bersalah” Desis Jiyong pelan. “Kau baik-baik saja kan ? Kau harus meninggalkan Minji lagi”

“Ini sudah keputusan yang kami ambil, resikonya biar kami yang menanggungnya”

“Aku berharap yang terbaik untuk anak kalian”

“Terima kasih Jiyong-ah”

“Senang ada yang memanggil namaku, aku seakan lupa akan nama itu sekarang”

Daesung menatap Jiyong, wajahnya penuh dengan ekspresi yang tak dapat di baca, “Anda harus beristirahat, besok adalah hari yang besar”

“Kau duluan saja”

Jiyong menatap langit dengan bulan yang bersinar dengan sangat terang, ia sangat merindukan Dara, ia ingin memeluk dan menciumnya,  tapi akankah Dara mau menerimanya lagi ? sebentar lagi ia akan mejadi penyebab kematian puluhan bahkan ratusan manusia tak bersalah hanya untuk mempertahankan kerajaannya. Kerajaannya.

Ia bukan lagi manusia setelah itu, dia adalah monster pembunuh.

*

*

Hidangan demi hidangan tak henti-hentinya mengalir dari dapur istana, keringat kelelahan tergambar jelas dari para dayang-dayang yang membawa meja berisi aneka makanan itu.

Raut raut yang haus akan kekuasan tergambar jelas disana, mereka dengan suka cita  menyambut penobatan raja baru yang akan dilaksanakan dalam hitungan menit lagi.

Ratusan prajurit berbaris dengan rapi di sekeliling lapangan upacara penobatan dengan tombak di tangan kanan mereka. Bersiap untuk mengawal jalannya upacara agar kondusif.

Alunan musik yang mengiringi upacara mulai terdengar, penari penari wanita yang anggun mulai melenggokkan tubuhnya dengan elok.

Dengan meninggikan dagunya Ilwoo memasuki lapangan upacara penobatannya dengan baju merah kebesaran raja. Ia melihat sekelilingnya semua orang bersujud kepadanya, senyuman kemenangan tak dapat dielakkan dari wajah tampannya.

Ia berdiri di depan singgah sananya, dia melihat semua orang masih bersujud di hadapnnya, hanya dia satu-satunya orang yang mendongakkan wajahnya. Lalu dari sanalah dia melihat orang lain yang juga menegakkan wajahnya sama sepertinya.

“PENGHIANAT KWON JIYONG ADA DISINI CEPAT TANGKAP DIA” Ilwoo berterik dengan histeris sambil menunjuk orang  yang berdiri di depan gerbang.

Prajurit yang menyilangkan tombaknya di depan gerbang segera menyingkirkan tombaknya ketika jiyong lewat.

“APA YANG KALIAN LAKUKAN ? CEPAT BUNUH DIA”

Jiyong sama sekali tidak memperdulikan beberapa prajurit yang mulai belari kearahnya karna ia hanya perlu berjalan lurus dengan menyeret pedang di tangan kirinya. Semua prajurit berbaju sama saling serang satu sama lain.

“Apa yang terjadi ? Kenapa para prajuritku…” Ilwoo melihat kearah pertempuran sesama prajurit istana, dia lalu melihat Yongbae yang ikut menyerang para prajurit dari istana tengah. “Orang itu…”

#FLASHBACK#

“Ada hal lain yang ingin aku sampaikan”

“Apa ?”

“Aku mendapatkan ijin untuk merekrut pasukan baru, pengumumannya sudah tersebar di seluruh desa dan besok proses seleksinya”

“Itu bagus”

“Yang ingin aku tanyakan adalah, dimana aku harus melatih pasukan baru itu ?”

Jiyong menopang dagunya berfikir. “Latih di dalam istana”

“Apa maksudmu ? bukankah itu terlalu berbahaya, bagaimana jika para mentri atau yang paling parah ilwoo mengetahui maksud kita ?” Yongbae berkata dengan panik.

“Mereka tak akan menyadarinya, buat seolah-olah pasukan itu berada dipihak Ilwoo hyung”

#FLASHBACK END#

Yongbae tersenyum miring sambil menundukkan kepalanya ketika menyadari Ilwoo menatapnya, dia berlari kecil menuju Dara yang berdiri disamping kanan Ilwoo.

“Ayo Ikut hamba Mama” ucap Yongbae sambil menunjuk tempat yang harus Dara lewati.

Dara hanya membeku, dia melihat jiyong disana, dan jiyong juga menatapnya. Ia sangat takut sekarang, takut dengan keadaan Jiyong, akankah Jiyong baik-baik saja. Terlalu banyak kata akankah dikepalanya.

“Mama” Panggilan yongbae menyadarkan Dara. Ia tau bahwa ini semua pasti perintah Jiyong, jadi ia hanya dengan patuh melakukannya.

Dan Yongbae-pun juga melakukan hal yang sama dengan Daebi mama yang berdiri di samping kiri Ilwoo.

Beberapa pejabat mulai berlari menyelamatkan diri. “TANGKAP SEMUA PEJABAT YANG ADA DISINI !!” Teriakan Yongbae langsung dipatuhi oleh para bawahannya.

Puluhan orang berbaju merah dan biru langsung ditangkap sebelum sempat melarikan diri.

Sedang jiyong masih berjalan lurus, padangannya hanya pada Ilwoo, orang yang sejak kecil ia anggap sebagai kakak, walau ilwoo sama sekali tidak menyukai keberadannya.

Bunyi sayatan dan cipratan darah mulai membasahi pedang yang dipakai jiyong, ia baru saja menyobek perut salah seorang prajurit yang menghalangi jalannya. Bunyi sayatan yang kedua mengikuti, dimana urat nadi di leher korban jiyong putus seketika.

Pedang putih berkilau itu mejadi merah dan semakin haus darah, 3 orang prajurit lain yang melindungi Ilwoo tak ayal mejadi tumbal pedang itu.

Ilwoo mulai beranjak, dia melepas gat-nya, mengambil pedang dari salah seorang prajurit yang sudah tergeletak tak bernyawa dan mengacungkannya kedepan, bersiap melawan Jiyong.

“KYA…” Mereka berdua berseru bersamaan.

Ilwoo mengarahkan pedangnya diatas kepada Jiyong, tapi jiyongdapat menghalaunya.  Ia mendorong pedangnya hingga ilwoo terdorog kebelakang beberapa centi.

Selanjutnya suara pedang yang saling bergesekan terengar sangat nyaring, Ilwoo berhasil menyayat tangan kanan Jiyong, darah segar mengalir dengan deras. Sambil menahan rasa sakit di lengannya ia tetap memegang pedangnya dengan erat.

Ilwoo berlari dengan pedangnya, sasarannya adalah perut jiyong. Tapi gagal karna dengan cepat jiyong memutar tubuhnya  berlawanan jarum jam dimana sekarang iyong berhadapan dengan punggung ilwoo yang bebas. Tanpa ragu ia menyayat bagian itu dimana ilwoo langsung tumbang seketika.

Yongbae dan beberapa prajurit yang lain sudah berdiri dihadapan Jiyong. Seolah berkata bahwa perang ini sudah selesai dan mereka menang.

2 orang prajurit lainnya mengangkat tubuh ilwoo yang mulai meraung-raung tidak jelas.

Jiyong jatuh bersujud di tanah, dia sangat lelah sekarang, pedang di tangannya jatuh dan menimbulkan bunyi yang nyaring. Ia menerawang kelangit, disekelilingnya darah tergenang dimana-mana dia berdoa dalam hatinya berharap bahwa langit memaafkan dirinya dan juga para prajuritnya.

“bagaimana dengan perdana mentri Park ?”

“Dia sudah ada di penjara”

Jiyong mendesah “Jika dara ingin menjenguknya, biarkan dia, jangan halangi dia, hanya terus mengawasinya”

Semua keadaan ini membuat perasaannya campur aduk, rasa pusing mendera dirinya dan kegelapanpun menyapa dirinya.

“Jeonha anda baik-baik saja ?”

*

*

Dugaan Jiyong memang banar adanya. Malam harinya Dara menjenguk ayahnya yang ada di dalam penjara, dan tak ada seorang penjapun yang berani menghalanginya.

Ia berhenti di depan sebuah pejara yang gelap dimana didalam hanya ada satu orang, orang itu hanya memakai baju dalam berwarna putih. Menghilangkan kewibawaan yang biasanya terpancar darinya.

“Aboji..” Panggil dara pelan, JinYoungpun menoleh dan menatap dara.

“Mianhae Dara-ah… aboji jongmal mianhae…” Dengan air mata yang menetes ia berkata dan bertatap mata dengan Dara.

Dara jatuh terduduk dihadapan ayahnya sambil menangis. “Kenapa aboji melakukan ini… jelaskan padaku Aboji…”

“Sebenarnya aboji tak pernah melarangmu untuk menjadi istri dari Ilwoo, hanya saja aku ingin membuatmu menjadi ratu negri ini dan caranya adalah dengan menikahkanmu dengan sang Raja. Tapi setelah kau menikah, Ilwoo mulai merencanakan kudeta, aku pikir kau akan bahagia jika menikah dengan ilwoo dan menjadi ratu negri ini”

“Jadi Aboji membantu Ilwoo melaksanakan Kudeta itu ?”

“Neh Tapi aku menyesal karna telah melakukan itu, aku sadar dia bukan pria yang baik, dia bahkan mengabaikan keselamatanmu dan menyuruhmu untuk meggugurkan bayimu. Aku benar-benar menyesal dara-ah”

Air mata Dara benar-benar tumpah. Ia tak habis fikir dengan pemkiran ayahnya  “Apa Aboji juga yang memfitnah Penasehat Ahn dan memerintahkan untuk membunuh Sohee-ssi ?”

“Karna dia dalah saingan terberatmu, semua fraksi mendukungnya menjadi ratu joseon”

 “Bagaimana bisa Aboji melakukan itu ?” jadi dugaanya selama ini memang benar adanya. Ayahnyalah yang menjadi dalang masalah itu.

“Aku membuat dokumen palsu bahwa dia membuat pasukan secara diam-diam dan menuduhnya bahwa itu adalah pasukan untuk menyerang kerajaan”

Keheningan sesaatpun tercipta.

“Tapi sekarang kau adalah ratunya. Tetaplah disini, kau masih hidup sampai saat ini untuk menjadi takdirnya, maafkan Aboji Dara-ah…Maafkan aku”

“Tapi bagaimana denganmu aboji….” Dara mulai memikirkan nasib ayahnya.

Jinyoung tersenyum kecut. “Aku harus mempertanggungjawabkan perbuatanku”

“ABOJI…”

“Jangan menangis…” pria paruh byaa itu meraih tangan Dara dan menggenggamnya. “Kau akan bahagia disini. Berjanjilah kau akan bahagia disini”

Jiyong membersihkan luka di lengan kanannya, dia melakukannya sendiri. Dengan menahan perih dia membersihkannya dengan air hangat yang dicampur dengan garam. Tiba-tiba sebuah tangan mungil dan putih meraih kain yang ada di tangan Jiyong dan melanjutkan pekerjaannya.

Ya itu Dara, setelah mengujungi ayahnya dia pergi ke istana barat karna ia tau Jiyong terluka.

“Aku bisa melakukannya sendiri” Ucap Jiyong sambil berusaha meraih kembali kain dari tangan Dara, ia melihat airmata kering yang tergores dipipi mulus yeoja itu.

Dengan cepat Dara menjauhkan kain itu, mencelupkannya ke air garam dan dengan pelan membersihkan luka jiyong. Ketika jiyong meringis pelan karna sakit ia kan meniup lukanya, berusaha meringankan perih yang ditimbulkan.

“Kau mengunjunginya ?” Jiyong bertanya sambil membuang wajahnya.

“neh..” Setetes air mata kembali jatuh dari matanya dan Jiyong menyadari hal itu.

“Kenapa kau menangis ?”

Air mata yang tanpa permisi kembali menetes lebih banyak. “Hamba hanya tidak tau bagaiana harus bersikap saat ini, saya benar-benar bing….” Dara belum selesai melanjutkan kata-kataya karna bibir jiyong terlebih dahulu membekam bibirnya.

Jiyong menarik tubuh Dara hingga jatuh dibawahnya, ia sangat takut kehilangan yeoja ini lagi. Ia ingin Dara menjadi miliknya selamanya. Tapi ia tak bisa egois, dialah sumber kesedihan dara, dia ingin pergi dari kehidupan Dara tapi ia tak bisa, ia tak bisa jauh darinya.

Jadi biarlah malam ini ia menjadi egois, ia ingin memiliki dara seutuhnya.

Jiyong terlalu serakah dan tanpa sadar ia bermain dengan kasar, berharap Dara akan memukulnya, memakinya dan berlari meningglakan dirinya. Tapi yang terjadi adalah sebaliknya, Dengan lembut Dara membalas semua perbuatan Jiyong yang kasar.

Seakan tak peduli dengan itu Jiyong terus bermain dengan kasar hingga beberapa kali Dara menjerit kesakitan. Jiyong juga tak memeperdulikan darah segar yang kembali keluar dari tangan kanannya.

Dan dara juga masih melakukan hal yang sama, dia membalas dengan lembut dan menuntun jiyong dengan perlahan untuk bermain lembut juga.

Dara menaikkan tangannya untuk meraih luka di tangan Jiyong, ia menutup luka itu dengan tangannya, menghalangi semakin banyak darah yang keluar.

Mereka terengah bersama, masih dengan menghirup udara dengan rakus Dara meraih rok bagian dalamnya yang berwarna putih lalu mebokenya. Ia kemudian kembali kepada Jiyong dan melilitkan kain itu diatas lukanya.

Jiyong menatap Dara yang dengan telaten membungkus tangannya. Sejenak ia berpikir haruskah dia kembali menorehkan luka dihatinya ? haruskah ia bersikap kasar dan dingin seperti ini ?

Ia memang harus begitu, ia harus menjadi orang yang sangat dibenci dara bagaimnanpun caranya.

*

*

Jiyong datang ke kediaman Ibu Suri, dia memberi hormat dan kemudian duduk di depan orang yang menjaga dan merawatnya selama ini.

“Maafkan saya Eomma Mama..” Ucap Jiyong dengan penuh penyesalan.

“Apa yang harus aku maafkan Jeonha ? anda sama sekali tidak bersalah”

“Bagaimana mungkin saya tidak bersalah, sebentar lagi saya harus menghukum kakak saya sendiri, saya adalah orang yang paling berdosa”

Daebi mama tersenyum. “Saya yakin anda akan melakukan yang yang terbaik Jeonha, Ilwoo Gun memang melakukan kesalahan dan sudah sepantasnya dia menerima hukuman”

“Tapi dia adalah kakak saya sendiri, dia juga adalah putra anda”

Wanita yang terlihat lelah itu meraih tangan Jiyong dan menggenggamnya, berusaha memberi kekuatan pada namja itu “Tak peduli siapa dia, dia yang berbuat maka dia juga yang harus bertanggung jawab Jeonha”

“Eomma mama….”

“Ada satu hal yang ingin saya minta Jeonha”

Jiyong tersenyum kepadanya seorlah mengatakan “apapun yang kau inginkan akan aku kabulkan”

“Hamba ingin pergi ke kuil”

“Hanya itu ? baiklah kita pergi bersama besok”

“Bukan itu maksud saya jeonha, saya ingin tinggal disana”  mengerti yang dimaksud daebi mama jiyong menatapnya dnegan pandangan terkejut. “saya ingin berdoa untuk semua dosa ilwoo gun, bahkan jika saya meminta maaf disisa umur saya-pun dosa-dosa ilwoo gun belum tentu dimaafkan jeonha”

Jiyong menunduk, ia bahkan tak bisa membuat daebi mama menetap disisinya.

“Baiklah Eomma mama”

Jiyong sudah duduk di kursinya, dihadapannya ada bebereapa orang yang sudah berlumuran darah tengah duduk di kursi dan diikat.

“Aku akan menyampaikan putusannya sekarang.” Jiyong mengambil gulungan yang diserahkan oleh eunuch kang.

“Ilwoo Gun, karna memberontak dan berusaha membunuh raja dia akan dihukum mati dihadapan semua rakyat. Mentri pertahanan Lee karna membiarkan terjadinya penyerangan yang dipimpin oleh ilwoo gun, juga karna ikut membantu dalam penyerangan tersebut, juga dihukum mati di hadapan rakyat”

Dan putusan terakhir untuk Perdana mentri, ia menarik nafasnya sebentar. “Perdana Mentri park, karna membantu ilwoo gun dalam penyerangan, juga karna memfitnah penasehat Ahn sebagai pemberontak, hukuman mati pun tak akan dapat menebusnya. Oleh karena itu dia akan dihukum untuk melayani rayat miskin di pulau terpencil selama sisa umurnya. Dia juga tidak dijinkan untuk kembali ke ibu kota”

Jiyong kembali menggulung gulungan itu dan kembali menyerahkannya kepada Eunuch kang.

“Sebelum kalian menjalankan hukuman kalian, apa ada permintaan terakhir ?”

Jinyoung mendongakkan kepalanya menatap Jiyong. “Saya mohon jeonha, jaga Dara dengan baik, saya titip dia dengan anda, karna dia tak memiliki siapa-siapa lagi sekarang selain anda”

Jiyong mengedarkan pandangannya dia tau dara pasti berada disekiar tempatnya berada. Tak lama dia menemukannya, dara yang menatap ayahnya dnegan mata yang memerah dan bersiap untuk menangis.

“Karna Wangbi sama sekali tidak terlibat akan kejahatan ayahnya, dia tetap akan menjadi permaisuri di istana ini”

“SEMOGA ANDA PANJANG UMUR JEONHA….” Jinyong berteriak berterimakasih.

“Aboji….” air mata seakan tak bosan turun dari pipi dara.

-TBC-

Next>>

Preview

“Dia adalah L——-, dia adalah putri dari raja china dengan salah satu selirnya yang berasal dari korea, dan dia datang kesini untuk menikah dengan anda Jeonha

“Kenapa dia ingin menikah denganku, sedang aku sudah memiliki permaisuri”

“Karna dia juga memiliki rasi bintang yang sama dengan anda Jusang Jeonha”

Advertisements

33 thoughts on “DESTINY FOR THE KING [Part. 6]

  1. Siapa itu L? Mana bisa menikah gara” rasi bintangnya sama gitu? Dara gimana?
    Semakin bikin penasaran, kirain pemberontakan nya ilwoo akan panjang..
    Di tunggu chap selanjutnya thor-nim. Semangat!

  2. Setelah masalah ill wo terselesaikan sekarang muncul masalah baru siapa sebenarnnya su L ini.. Akan ada masalah apa lg yg akan terjadi.. Bagaiman kisah cinta dara dan jiyong…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s