[DGI FESTIVAL 2016_PARADE] Fangirl #4-End

cover

Author : Oktyas

Sandara Park | Kwon Jiyong | Fluffy, Romcom

.

4

(Birthday Party)

.

[LINE GRUP]

Xin      : Jiyong kapan kau berangkat ke Jeju?

Soojoo : Tumben kau tidak berangkat bersama kami? Aku mencium sesuatu yang aneh.

Jiyong  : Aku datang bersama Youngbae dan Hyorin. Tidak ada apa-apa, Noona.

Daum  : Jam berapa mendarat di Jeju?

Jiyong  : Pukul lima sore.

Ahreum : Sepertinya ini kode dari Jiyong, kita yang harus mempersiapkan pestanya kkk.

Soonho : Bos selalu datang yang paling akhir *smirk*

Soojoo : Tapi aku merasa ada sesuatu yang disembunyikan laki-laki itu.

Soojoo : Kemana perginya Jiyong?

Soojoo : JIYONGGGGGGG!!!!

Soonho : Kkk.

Soojoo : Kenapa tertawa? Ah, pasti kau tahu sesuatu.

Ahreum : Soonho Oppa, memangnya ada apa?

Daum  : Tidak usah berpikir yang tidak-tidak. Bagaimana kalau kita jalan-jalan terlebih                   dahulu sebelum ke Monsant? Lagi pula tidak ada Jiyong Oppa di sana -_-

Cristina : C’mon, girls time!

Soojoo : Ayo ayo. Di mana Chaerin? Kenapa dia tidak muncul di grup?

Daum  : Chaerin Eonni? Harin-ah? Kemana kalian?

Harin   : Aku di sini! Chaerin Eonni sedang sibuk kkk. Tapi sepertinya dia tidak bisa keluar             nanti. Dia ada syuting di Jeju ingat?

Ahreum : Sayang sekali 😦 

Xin      : Kenapa tiba-tiba menjadi grup perempuan?

Soonho  kkk

***

“Apakah persiapannya sudah selesai?” Tanya Dara. Sekarang mereka berdua sedang berada di dalam pesawat.

“Sudah. Aku sudah menyuruh orang untuk mempersiapkan pestanya. Mereka hanya mengawasi, dan mengeceknya.” Jawab Jiyong. “Soojoo Noona dan yang lainnya sedang berjalan-jalan di sana sekarang.” Jiyong memperlihatkan foto-foto mereka yang di kirim di grup.

Dara menyandarkan kepalanya di pundak Jiyong. “Mereka bersenang-senang.”

“Jangan khawatir, besok kita akan bersenang-senang.” Jiyong mencuri ciuman di bibir Dara. Laki-laki itu tahu bagaimana semangatnya Dara ke Jeju. Perempuan itu baru dua kali ke Pulau Jeju.

Setelah pesawat mendarat, Jiyong langsung memakai atribut penyamarannya. Begitu juga Hyorin dan Youngbae yang memang seorang selebriti. Mereka keluar bandara bersama-sama, keberadaan Dara tidak  dicurigai orang-orang yang dilewatinya. Bahkan ia yakin berita mereka di bandara tidak akan muncul karena Jiyong sudah mengatur semuanya. Laki-laki itu sangat menjaga privasinya apabila sedang dalam jadwal pribadi.

“Apa kita langsung ke Monsant?” Tanya Dara yang di iya-ioleh Jiyong.

Sesampainya di Monsant, hanya ada Xin dan Bajoowo yang sedang memeriksa persiapan untuk pesta yang dimulai pukul delapan malam nanti. “Ayo Jiyong! Ini barang baru.” Seru Xin bersemangat. Kebetulan kekasih Cristina, tidak datang, jadi malam ini dj-nya adalah Jiyong dan Soojoo. Kedua laki-laki itu langsung mengajak Jiyong dan Youngbae untuk menjajal alat dj, namun perhatian mereka teralihkan ketika melihat wajah asing diantara mereka.“Dia temanmu?” Bisik Bajoowo pada Jiyong sambil melirik ke arah Dara.

Jiyong yang menyadari tatapan penasaran teman-temannya itu tertawa. “Aku akan memperkenalkanmu nanti.” Xin dan Bajoowo mengerang protes. Dilihat dari senyuman Jiyong, mereka tahu wanita itu bukan sekedar teman. Jiyong melihat ke arah Dara, kemudian menepuk pinggangnya sebelum pergi. Wanita itu membalasnya dengan anggukan kepala lalu tersenyum. Hal itu juga tidak terlewat dari kedua pasang mata penasaran.

“Serius Ji, siapa dia?” Dara mendengar suara bisik-bisik teman Jiyong yang sudah berjalan meninggalkan ruangan.

Dara dan Hyorin memilih keluar dan menikmati udara segar khas aroma pantai. Mereka berdua duduk menghadap langsung ke arah pantai. Merasakan cipratan ombak yang menabrak karang.

“Hyorin-ah bisa kau ambil fotoku?” Dara memberikan ponselnya pada Hyorin. Gadis itu berdiri menghadap kamera, membelakangi luasnya lautan tangannya membuka lebar ke samping sambil tersenyum. “Ah aku suka sekali.” Ujar Dara saat melihat hasil fotonya. Dan setengah jam kemudian kedua perempuan itu memenuhi ponsel mereka dengan foto-foto yang mereka ambil.

“Apa kejutan untuk nanti malam sudah siap?” Tanya Hyorin. Merasa sudah cukup mengambil foto, mereka duduk di sebuah gazebo sambil menikmati jus jeruk dan camilan yang mereka pesan.

“Sudah. Chaerin yang mengaturnya, ia bilang padaku aku tidak perlu pusing memikirkannya.” Jawab Dara.

“Baguslah kalau begitu. Aku sudah tidak sabar.”

“Tapi aku sangat gugup. Bahkan aku tidak mengenal teman-teman Jiyong, bagaimana nanti bekerja sama dengan mereka saat kejutannya?”

“Bukankah Chaerin sudah mengurusnya? Percayakan pada Chaerin. Semuanya akan baik-baik saja.”

“Ya. Kepala kecilku ini sepertinya tidak bisa membiarkan aku istirahat sebentar saja.” Dara mengacak rambutnya dengan kesal.

“Aigoo, kau sangat lucu.” Tawa Hyorin.

“Terima kasih Hyorin-ah, mau menjadi temanku, mau menerimaku apa adanya.” Ungkap Dara tulus. Ia bersyukur bertemu seseorang seperti Hyorin, ia merasa Hyorin satu-satunya seseorang yang terlihat normal di dunia glamor Jiyong.

“Kenapa harus berterima kasih? Aku senang memiliki teman sepertimu Dara.

***

Soojoo, Ahreum, Cristina dan Daum kembali ke Monsant sekitar pukul tujuh malam. Mereka memasuki café untuk melihat apakah semua persiapannya sudah selesai. Gadis-gadis itu menghampiri Soonho yang sedang duduk bersama dua wanita, sayangnya posisinya memunggungi mereka sehingga mereka tidak melihat wajah kedua gadis itu.

“Eoh Hyorin-ah!” Seru Soojoo saat mengenali perempuan itu. Mereka berdua berpelukan. Tapi mata Soojoo menyipit, mencoba mengenali perempuan di sebelah Hyorin yang terlihat asing. “Ini temanmu?” Tanyanya.

Neh, namanya Sandara Park.”

Sandara mengulurkan tangannya, dan berjabat tangan dengan Soojoo. “Perkenalkan, namaku Sandara Park.”

“Nama yang unik.” Ujar Soojoo. “Wah, kau sangat cantik ya?” Soojoo memuji kecantikan alami Dara yang dibalas senyum malu-malu gadis itu.

“Dia pemilik DEE’s Collection!” Kata Hyorin merangkul Dara.

Jinjja?” Ahreum terkejut. “Aku Ahn Ahreum, senang bertemu denganmu!”

“Lihat bukankah dia imut sekali?” Kata Cristina sebelum memeluk Dara. “Aku Cristina.”

“Hai, Aku Ahn Daum.” Dan yang terakhir Dara berjabat tangan dengan adik Ahreum.

“Mereka memang punya kelas yang berbeda bukan?” Canda Cristina menunjuk Dara dan Hyorin. “Bagaimana bisa memiliki wajah cantik seperti itu?”

Mereka menerima Dara dengan baik, namun belum tahu jika sebenarnya Sandara adalah kekasih Jiyong. Dara tidak berani mengenalkan sendiri jika ia kekasih seorang G-Dragon. Jadi ia menunggu Jiyong, kapan laki-laki itu akan mengenalkan mereka (lagi) sebagai kekasihnya.

“Akhirnya kalian datang!” Xin datang diikuti Bajoowo dan Jiyong. “Di mana Chaerin dan Harin?” Tanya Xin saat menyadari mereka kurang dua personil.

“Mereka berdua telat. Chaerin sedang syuting untuk proyeknya.” Jelas Soojoo.

“Apa kalian sudah makan?” Tanya Jiyong yang dijawab tidakserentak. “Ayo masuk ke dalam ruang VIP dan makan, sebelum pesta dimulai.” Monsant dibagi  menjadi dua ruang, ruang untuk umum dan VIP, pada ruang VIP hanya orang tertentu saja yang bisa masuk. Sedangkan ruang umum disulap menjadi club dadakan di Monsant

“Kau makanlah bersama mereka.” Ujar Jiyong pada Dara.

“Apa kau sudah makan?” Tanya Dara, ia sudah hafal sifat kekasihnya itu, mementingkan orang lain terlebih dahulu.

“Nanti, aku akan makan.”

“Kau harus makan sekarang. Kau nanti akan menjadi DJ Ji, dan yah pasti juga kau akan lupa makan, aku lihat bagaimana jika kau di club.” Ujar Dara. Jiyong menaikkan alisnya, ia belum pernah sekali pun mengajak Dara ke club, tapi bagaimana perempuan itu tahu. “Ingat aku ini fansmu. Aku adalah stalker nomor satu mu di SNS.” Bisik Dara yang membuat Jiyong tertawa.

“Aku akan menyusulmu, janji.” Tawar Jiyong.

“Aku tidak mau makan jika kau tidak makan bersamaku.” Ancam Dara. Hal ini ia lakukan bukan untuk bermanja-manja atau yang lain, tapi Dara sudah hafal bagaimana Jiyong, jika tidak dipaksa lelaki itu pasti akan lupa makan.

“Aiyoo, baiklah baiklah. Aku tidak mau tubuh kecilmu ini sakit.” Canda Jiyong sambil mencubit hidung Dara.

Teman-teman Jiyong terkejut memperhatikan tingkah laki-laki itu yang terlihat dekat dan nyaman dengan Sandara. Jika Dara adalah teman Hyorin, bagaimana Jiyong bisa sedekat itu, padahal Jiyong sendiri tidak dekat dengan Hyorin.

“Hyorin-ah, apa Dara benar-benar temanmu?” Tanya Cristina, pandangannya kembali kepada Jiyong dan Dara yang sudah di depan berjalan menuju ruang VIP.

Perempuan itu tertawa, “Tentu saja Cristina, dia adalah temanku.”

“Tapi kenapa dia terlihat sangat dekat dengan Jiyong?” Tambah Soojoo. Hyorin hanya bisa tertawa sambil memberikan pandangan mencurigakan. “Kenapa kau tidak bertanya langsung pada Jiyong?”

“Kenapa kalian mempermasalahkan itu? Bukankah Jiyong selalu baik dengan anak baru?” Tanya Daum sewot. “Mungkin Jiyong hanya khawatir, lihat bagaimana ia berpakaian, seperti anak kecil. Bagaimana bisa dia berpakaian seperti itu di acara seperti ini?”

Soojoo, Cristina, Hyorin, dan Ahreum menatap Daum kaget. Mereka tidak mengerti kenapa nada bicara Daum terdengar sengit dan tidak senang. Ahreum sebagai kakak merasa terganggu dengan tanggapan adiknya yang sangat tidak friendly itu. “Daum, ada apa denganmu?”

“Memangnya aku kenapa?”

“Jika moodmu memang sedang jelek, tolong simpan untuk dirimu sendiri. Jangan kacaukan malam ini.” Kata Ahreum geram.

Mereka menikmati makan malam dengan penuh canda tawa. Cristina dan Soojo yang tidak henti-hentinya menggoda Jiyong dan Dara membuat pipi gadis itu bersemu merah. Dan jika situasi sudah melewati batas Hyorin bertugas menyelamatkan Dara.Setelah menyelesaikan makan malam mereka, Xin mengambil foto Soojoo dan Ahreum. Dan tidak perlu menunggu lama para gadis sibuk berpose sedangkan Xin dan Soonho harus rela menjadi fotografer dadakan.

“Jiyong berdirilah di sana!” Kata Soonho menunjuk dinding yang terdapat gravity. Laki-laki itu bangkit dari kursinya dan berdiri di sana untuk berfoto.

Jiyong mendekati Soonho. “Bagaimana? Apakah hasilnya bagus?” Ia mengamati satu per satu fotonya. “Terlihat bagus.”

“Apakah aku pernah mengambil foto jelek?” Soonho membanggakan diri.

“Tch! Ayo Xin kemari foto bersamaku!” Jiyong merangkul Xin dan kedua lelaki bergaya seakan sedang dalam pemotretan profesional. “Ayo siapa lagi yang akan berfoto dengan the birthday boy?”

Mereka pun bergiliran berfoto bersama Jiyong. Memanggil salah satu pegawai untuk mengambilkan foto mereka. Tapi karena harus kembali bekerja, ia segera pamit setelah mengambil beberapa foto squad lengkap +82.

“Dara, bisakah kau mengambil fotoku dengan Jiyong Oppa?” Daum menghampiri Dara sambil memberikan ponselnya.

“Tentu.” Dara menerimanya sambil tersenyum.

Daum menarik Jiyong menuju sudut ruangan, duduk di sebuah sofa dan berpose. Awalnya pose-pose mereka biasa saja. Namun pada foto ketiga, Daum merangkul Jiyong, foto berikutnya membuat Jiyong sangat tidak nyaman. Gadis itu menyandarkan kepalanya ke pundak Jiyong, tangannya melingkari pinggang Jiyong. Di sisi lain, Dara merasa cemburu melihat kedekatan kekasihnya dengan teman wanitanya. Tapi ia dapat dengan baik menyembunyikannya. Hyorin yang melihat situasi tersebut berjalan menghampiri Dara dan merangkul gadis itu setelah selesai mengambil foto. “Its okay Dara, itu hanya foto.” Bisik Hyorin

Its time to party!” Soojoo berjingkrak-jingkrak kesenangan.

Mereka keluar dan siap berpesta. Xin menuju ke meja DJ sementara Jiyong masih sibuk bersama yang lain. Para gadis sudah mulai menari menikmati lagu yang diputar.

“Di mana Chaerin?” Tanya Jiyong.

“Aku juga tidak tahu, kenapa dia belum datang?” Hyorin mulai cemas. Chaerin memang akan datang terlambat karena syutingnya dan membeli beberapa perlengkapan untuk kejutan Jiyong nanti. Tapi sudah jam delapan lewat sepuluh menit, gadis itu belum juga datang.

“Tidak diangkat.” Ujar Cristina setelah menghubungi ponsel Chaerin.

“Tapi dia akan ke sini kan?”

“Tentu saja, dia harus ke sini.” Jawab Dara. Karena jika tidak, kejutan yang sudah direncanakan bisa kacau.

“Tidak usah khawatir Oppa, kenapa kau tidak meja DJ, bukankah kau DJ malam ini?” Tanya Daum.

“Aku akan menunggu Chaerin.” Jiyong mengeratkan pelukannya di tubuh Dara saat beberapa orang melewati mereka. Ruangan itu sudah mulai dipenuhi para tamu undangan. Bau alkohol sudah mulai tercium. “Aku tidak akan meninggalkan Dara sebelum Chaerin datang.”

Menyadari kekhawatiran Jiyong pada Dara, Cristina menenangkan laki-laki itu. “Kami akan menjaga Dara, kau pergilah. Temani Xin.”

“Cristina, dia belum pernah sekali pun ke club atau pesta seperti ini.” Jiyong beralasan.

Oh My God Jiyong! Dia bukan anak kecil!” Kata Daum jengkel.

Dara merasa tidak enak karena teman-teman Jiyong mulai terganggu dengan sikap protective Jiyong padanya. Meski pun ia merasa tidak nyaman di tempat seperti ini, tapi akhirnya Dara memilih untuk ikut menyuruh Jiyong ke meja DJ.

“Jiyong aku baik-baik saja sungguh.” Ia menjauh dari jangkauan Jiyong. Membuat laki-laki itu mengernyit.

“Dara..”

Please Jiyong. A-aku, kau pergi saja.” Dara menundukkan kepalanya. Entah kenapa ia sangat terganggu dengan kata-kata dan sikap Daum.

Hi guys!” Seru Chaerin berlari kecil ke arah mereka diikuti Harin. “Maaf aku terlambat!”

“Kemana saja kau?” Tanya Jiyong kesal. “Kau sudah berjanji untuk menjaga Dara kan di sini?”

Aigoo Oppa so grumpy!” Gerutu Chaerin. “Sana pergilah, aku akan menjaga Dara Eonni! Akan kupastikan tidak akan ada sesuatu buruk padanya.” Janji Chaerin.

“Ingat, minum maksimal dua gelas saja, tidak ada menari dengan laki-laki asing.” Jiyong mengingatkan Chaerin.

“Tenang saja, Oppa kami tidak akan nakal.” Chaerin merangkul Dara dan mengedipkan matanya pada Jiyong. Dara merasa lebih nyaman saat Chaerin datang, entah karena Chaerin sudah tahu hubungan sebenarnya antara dia dan Jiyong atau karena sifat Chaerin yang selalu menceriakan suasana.

“Oke.” Jiyong berbalik pergi, tapi langkahnya berhenti kemudian ia kembali ke arah Dara, laki-laki itu mendekatkan wajahnya pada Dara, membuat orang-orang di sana membulatkan matanya pada Jiyong, mengira Jiyong akan mencium Dara. “Berhati-hatilah babe. I love you.” Bisik Jiyong di telinga Dara. Setelah itu Jiyong pergi ke meja DJ.

“Ah, aku semakin tidak percaya jika Dara dan Jiyong tidak mempunyai hubungan apa-apa.” Cristina mengernyitkan keningnya menatap Dara dengan rasa penasaran.

Chaerin yang menyadari kecanggungan suasana karena kelakuan Jiyong tadi, menarik tangan Dara dan Cristina menuju lantai dansa. “Ayo kita menari!” Dan sejenak kata-kata Cristina terlupakan.

“Kau mau minum Dara?” Ahreum menawari Dara segelas wine. “Its okay, just wine.”

“Oke, hanya satu gelas.” Dara meneguk wine itu, merasakan rasa manis yang membakar mengalir di tenggorokannya.

“Ingat Dara jangan minum terlalu banyak, kau harus tetap sadar sampai nanti tengah malam.” Bisik Hyorin. Dara mengangguk-angguk mengerti. “Jadi bagaimana rencananya?”

“Kita panggil Chaerin saja.” Dara mencari ke arah lantai dansa di mana Chaerin, Soojoo, Ahreum dan Cristina menari dengan gila. Sedangkan dirinya dan Hyorin hanya duduk di sofa sudut ruangan sambil menikmati wine dan beberapa makanan ringan yang tersaji. Dara dan Hyorin berjalan ke lantai dansa, dan memanggil Chaerin.

“Ada apa?” Tanya Chaerin.

“Bagaimana dengan rencana kejutannya Chaerin-ah?

“Oh damn! Mari kita berkumpul!” Chaerin menarik Soojoo, Cristina, Ahreum, dan Daum. “Kita perlu membicarakan sesuatu.” Mereka masuk ke ruang VIP, karena di sini musiknya terlalu keras.

“Ada apa?” Tanya Cristina kesal karena waktu menarinya harus dihentikan.

“Rencana kejutan untuk ulang tahun Jiyong tengah malam nanti.” Chaerin berkata dengan senyum lebarnya.

“Apa rencananya?” Para gadis langsung mengerubungi Chaerin siap mendengarkan rencana Chaerin.

“Jadi kita nanti harus bisa membawa Jiyong kembali ke sini?” Tanya Soojoo. “Bagaimana caranya?”

“Masalah itu nanti gampang. Tidak perlu dipikirkan. Yang terpenting nanti kalian sudah bersiap di sini, dan lampunya dimatikan oke?” Setelah rapat dadakan itu selesai mereka kembali menggila menikmati pesta. Waktu berjalan begitu cepat ketika Chaerin mengecek jam sudah menunjukkan pukul dua belas kurang lima belas menit.

“Dara kau bersiap di sini.” Ujar Chaerin sambil memberikan kue ulang tahun. “Bawa ini.”

“Kenapa dia yang harus membawa kuenya?” Protes Daum. “Bahkan dia bukan temannya Jiyong Chaerin.”

“Daum, tolong jangan kacaukan rencana ini. Menurut saja.” Chaerin berkata dengan kesal. “Aku akan kembali bersama Jiyong Oppa.”

Chaerin bergegas menuju ke meja DJ. Ia berjinjit di sebelah Jiyong dan berteriak karena suara musik yang terlalu keras. “Oppa!”

Jiyong melepas headphone-nya, “Apa?”

“Dara Eonni pingsan!”

“Di mana dia?”

“Dia di ruang VIP.” Chaerin dan Jiyong berjalan menuju di mana Dara berada.

“Bagaimana dia pingsan?” Tanya Jiyong panik.

“Dia minum terlalu banyak, dia bilang padaku jika mual tapi tiba-tiba dia pingsan. Hyorin Eonni dan Soojoo Eonni ada di sana.”

Erang Jiyong sambil mengacak rambutnya. “Dia bahkan tidak bisa minum soju lebih dari dua gelas!” Jiyong berlari saat melihat pintu ruang VIP sudah di depan mata. Tapi betapa terkejutnya dia saat melihat ruang VIP gelap gulita.

“Dara? Soojoo Noona?” Ia meraba-raba dinding mencari saklar lampu. Dan saat ia berjalan semakin ke dalam, dari belakang ada cahaya temaram yang muncul.

Happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday happy birthday, happy birthday to you.” Dara berdiri di belakang Jiyong membawa kue ulang tahun sambil menyanyikan lagu. Di belakangnya, teman-teman Jiyong berbaris sambil tersenyum.

Jiyong melihat ke arah kekasihnya dengan tatapan lega. Ia langsung memeluk Dara dan mencium puncak kepalanya. “Kau, kau membuatku khawatir.” Terdengar suara sorakan dari belakang saat melihat adegan romantis tadi.

“Tiup lilinnya Ji! Sebelum meleleh!” Teriak Youngbae dari belakang.

Jiyong tertawa, “Calm dude!”

Make a wish first!” Kata Dara bersemangat, bibirnya membentuk sebuah senyuman. Jiyong menutup matanya sejenak, kemudian meniup lilinnya.

“Terima kasih baby.” Bisiknya lalu mengecup bibir Dara yang seketika membuat gadis itu merona. Hal itu membuat teman-teman Jiyong melongo tidak percaya. Terutama Daum, ia tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Dara yang tersenyum malu-malu di dekapan Jiyong.

Look Jiyong, you can do that lovey dovey thing but can you introduce her first?” Sela Cristina yang disetujui lainnya.

“Oke oke.” Jiyong merangkul Dara kemudian menghadap ke arah teman-temannya. “Perkenalkan dia adalah Sandara Park.”

Fuck it Jiyong! We know her name already!” Ujar Ahreum.

“Dia adalah kekasihku. Kami sudah bersama enam bulan.” Ungkap Jiyong. Teman-temannya kembali bersorak.

“Woo! Kenapa tidak memperkenalkan dari tadi?” Protes Cristina.

“Dia sangat cantik. Kau beruntung memilikinya Jiyong.” Tambah Xin.

Dan kemudian mereka sibuk menyalami Jiyong memberikan ucapan selamat, dan memeluk Dara, menyambut perempuan itu sebagai keluarga baru +82 squad.

The best birthday ever.” Jiyong kembali memeluk Dara.

Moment paling bahagia adalah merayakan ulang tahunmu, dan tahun ini adalah yang terbaik.” Dara merangkulkan lengannya ke leher Jiyong. “I love you Jiyong.”

I love you more Dara.”

Sesampainya di hotel tempat ia menginap, Jiyong langsung mengunggah foto yang diambil Chaerin saat ia memeluk Dara.

Thanks love.

Screenshot_2016-07-26-23-07-33

Komentar :

[Lee Soo Hyuk] : Oh man congrats!

[Lee Seungri ] : Selamat Ulang tahun Hyung! Semoga bahagia selalu bersama Dara Noona.

[Angela Baby] : Itu kekasihmu? Sangat cantik! Kenalkan padaku Jiyong! Ngomong-omong selamat ulang tahun.

Kemudian foto kedua yang ia unggah adalah foto bersama dengan teman-temannya dengan caption

Fams.

13734462_155898078174110_1647390010_n

Selama menjadi seorang VIP, Dara selalu bahagia jika tanggal 18 Agustus tiba, karena ia dan jutaan VIP lain akan merayakan ulang tahun idol mereka, leader kesayangan mereka. Tetapi tahun ini, ia tidak hanya merayakan ulang tahun Jiyong, tapi merayakannya bersama lelaki itu. Dan dirinya menjadi bagian terpenting dalam hidup seorang Kwon Jiyong. Tidak pernah ia bermimpi menjadi kekasih Jiyong, cukup melihat lelaki itu bahagia saja, Dara sudah bersyukur. Namun ternyata Tuhan punya jutaan rencana mengejutkan yang lain. Bahkan rencana untuk seorang fangirl seperti dirinya.

.

END

.

Advertisements

29 thoughts on “[DGI FESTIVAL 2016_PARADE] Fangirl #4-End

  1. wah happy end ,males banget sma sikapnya si daum , kyknya beberapa cewek dlm +82 tiba2 potong rambut pendek saat mereka mulai bertemn dengn jiyong ,,,,, hahaha..it is evident 😂

  2. ahh sayang banget udda ending , mau lagyyy ihhh pengen lagy ff macem beginian >.<
    konflik nya gg banyak tapi gg ngebosenin seh , yauda lah ya emang baca ff DG slalu dapet feel nya dan kebayang aja serasa nyata brayyyy ^^
    orang baik dan cantik luar dalam slalu diterima dimana pun dya berada tuh cii unnie jadi banyak temen kan diterima dengan baik , cii daum mah cuekin aja mungkin dya iri , hahaha
    ihhh itu pas foto" itu keren tau aq paling suka manip yang b2 itu kek asli tau , suka suka suka suka , cusss ahh masuk daftar ff favorit ku ,,,,
    buat kakak author nya sering" ya bikin ff mereka , hehe
    makasih buat yang uda ngepost ff nya ^^

  3. Kok udh the end…
    Kesel sama sikap Daum, kagetkan waktu Ji ngmng Dara pacarnya
    Untung deh Dara bisa diterima di +82
    Ditunggu ff yg lainnya yak

  4. woaahhhh……. daebakkkkkkk…bg. kak.
    jdi ngebayangin kite2 yg jdi fangril apa bisa kek gtu ya….kekekekek
    keren bgt ffnya…..aku kira masih panjang ….eehhh ternyata udh end
    agak risih. sih sama tingkah Daum…..heheheheh
    sukkaaa bgt…..Aku Padamu deh pokoknya kak. 😉

  5. sweet bangett..<3
    tau gak dari dulu tuh aku pengen punya pacar yg kaya gd.. tp kayaknya bentuk begituan gaada di indonesia *plakk mlah curhat**
    suka bgt sama daragon

    ff nya keren.. bagus lagi kalo di ending nya daum jd gila :V wkwk~
    hahaha.. good job deh buat author nya^^

  6. Akhir yang bahagiaaa. Awalnya gk suka liat daum kayak ngedeketin jiyong supaya ngejauhin dara dari jiyong gitu tapi jiyong juga gk ngerasa nyaman dideket daum. Aku suka sama ide chaerin yang cemerlang untuk ngebuat suprise ulang tahunnya jiyong. Terimakasih utk kerja keras author-nim dalam membuat ff ini dengan akhir yg memuaskan reader😂😂😂😄😄😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s