My Lovely PRETTY BOY : 010 part 2

little-sun

Author : Little Sun

Genre : Romance

Ratting : T

Long : 10+/10+ chapter

Cast : Park Sandara, Kwon Jiyong, Jang Wooyoung, Ahn Sohee

**

Chapter 10

Will you marry me?” tanya Jiyong lirih. Dia membuka kotak merah berlapis beludru yang digenggamnya dan di dalamnya terdapat sebuah cincin emas dengan ukiran-ukiran yang cantik di sekelilingnya. Sebuah berlian menghiasi cincin itu dan membuatnya terlihat semakin indah.

Ji.. jiyong-ah,” kata Dara. Dia menunduk sambil memeluk rangkaian mawar putih di tangannya. Dia.. dia sangat bahagia saat mendengar kata-kata itu dan di saat yang bersamaan dia juga merasakan sedih yang begitu mendalam, “Aku.. aku tidak bisa..,” kata Dara.

W.. wae?” kata Jiyong, terkejut dengan jawaban Dara.

Dara mendongak dan menatap kedua mata Jiyong. Dia menggeleng. Kemudian dia mendekat ke arah Jiyong dan meletakkan bunga mawar putih itu di lantai di depan Jiyong lalu segera berlari meninggalkan tempat itu. Meninggalkan Jiyong yang masih membeku di posisinya.

Jiyong terdiam selama beberapa saat sebelum akhirnya dia beranjak berdiri dan segera mengejar Dara yang telah sampai di pintu. Yeoja itu berlari dengan sangat cepat. Jiyong mempercepat laju larinya dan membuatnya kini berada tepat di belakang Dara. Kaki-kaki mungil Dara terus bergerak turun. Menuruni tangga-tangga kecil yang terhubung ke lantai atas. Namun, tak lama kemudian tangan Jiyong terulur dan dia berhasil meraih tangan kanan Dara dan membuatnya berhenti berjalan.

Jiyong mendekat. Menarik yeoja itu mendekat, tetapi Dara menunduk. Berusaha menghindari pandangan mata Jiyong yang terarah padanya.

Wae?” bisik Jiyong lirih, “Waeyo?” Jiyong menunggung, mencoba mendapatkan respon dari Dara. Namun, yeoja itu hanya terdiam di depannya, “Dara-ah?” panggil Jiyong. Dia mengangkat dagu Dara dengan menggunakan tangan kanannya, “Look at me,” bisik Jiyong.

Dara perlahan mengangkat wajahnya dan kedua matanya menatap mata coklat Jiyong.

Wae?” bisik Jiyong perlahan, “Apakah aku seburuk itu?”

Dara terdiam saat melihat sorot mata yang terpancar dari balik kedua mata coklat Jiyong. Tidak.. dia tidak bisa melakukan hal ini padanya. Hati kecilnya tidak akan mengijinkannya. Dara menyukai namja ini. Ya, sangat.. dia sangat menyukainya.

“Katakan padaku,” bisik Jiyong, “Dan jika benar.. aku akan benar-benar pergi dan tidak akan mengganggu hidupmu lagi,”

Dara bisa merasakan jantungnya berdetak semakin kencang dan hal itu membuatnya menjadi merasa semakin bersalah.

Jebal..,” bisik Jiyong, “Hmm..?” Dia menatap kedua mata Dara, mencoba mencari sebuah jawaban yang tak terucapkan dari yeoja ini.

“Aku…,” bisik Dara, “Aku tidak bisa..,” katanya kemudian dia menundukkan wajahnya. Menghindar dari pandangan Jiyong yang terus terarah padanya.

Jiyong membelai pipi Dara. Kedua matanya memandang wajah Dara dengan sorot mata hangat, “Wae?” bisiknya.

“Kau tahu bagaimana aku telah menjalani kehidupanku,”

Jiyong terdiam, membiarkan yeoja ini menyelesaikan kata-katanya.

“Aku tumbuh besar dalam sebuah keluarga yang tidak utuh.. dan saat aku kecil.. aku harus melihat dengan kedua mataku sendiri bagaimana seorang namja dapat berselingkuh dari pasangannya..,”

Jiyong mendengarkan dengan seksama. Yeoja itu.. dia mengatakan semua kata-kata itu dengan suara yang bergetar. Sesekali terdengar suara isakan, seolah dia berusaha menyembunyikan tangisnya dari Jiyong.

“Aku.. aku tahu bagaimana perasaan seorang yeoja yang berada dalam posisi Eomma-ku,” kata Dara, “Dan aku tidak ingin melukai yeoja lain. Aku tidak ingin melakukan kesalahan yang sama seperti Appa,” Dara menghembuskan napas perlahan, “I cant.. I just cant..,”

Jiyong tersenyum, “Arraseo..,” dia membelai lembut rambut Dara.

Dara mendongak, “Untuk itulah aku tidak bisa bersama denganmu,”

Kedua mata Jiyong melebar saat mendengar kata-kata itu, “Nan? Wae?”

“Wae?” tanya Dara, “Bukankah kau telah bersama dengan Sohee?” Dara memalingkan wajahnya dari Jiyong.

“Sohee?”

“Dia… menyukaimu..,” bisik Dara.

Jiyong tersenyum. Hatinya berdetak dengan saat kencang saat dia mendengar jawaban Dara. Jadi.. karena itu?

Dara-ah?” panggil Jiyong, “I was her boyfriend,”

Dara mendongak saat mendengar kata-kata itu.

“Itu.. sudah lama sekali,” kata Jiyong, “Dan sekarang.. aku telah menyukai yeoja lain,”

Jincayo?” tanya Dara. Dara menunduk, menampakkan sekilas senyum pahitnya.

Jiyong mengangguk.

“Ahh.. Arra..,” gumam Dara dan kemudian dia mendongak, menatap kedua mata coklat milik Jiyong.

“Jangan bilang kau sedang berpikir tentang yeoja lain lagi,” gumam Jiyong, senyumnya mengembang. Dia tidak bisa menahan dirinya saat melihat ekspresi wajah Dara saat ini, “Aku tidak sedang memikirkan orang lain. Aku sedang mikirkan tentangmu,”

Dara mendongak, “Uhm?”

“Sandara Park.. one and only girl that I wants..,”

**

Tidak ada yang bersuara di dalam ruangan itu yang dipenuhi oleh lima orang namja dan tiga orang yeoja. Seunghyun, Bom, Charin, Seungri, Yongbae, Minzy, Daesung, dan Teddy. Mereka sedang sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Apakah rencana kali ini akan berhasil? Tidak ada yang tahu di antara mereka.

Selama beberapa hari ini Daesung, Yongbae, Seunghyun, Seungri, dan Teddy telah membantu untuk melaksanakan rencana yang dibuat oleh Jiyong. Operasi untuk mendapatkan kupu-kupu Jiyong yang hilang, itu yang selalu Seungri katakan. Sudah lama sejak terakhir kali mereka melihat Jiyong bertingkah seperti seorang namja yang baru pertama kali jatuh cinta.

Ya, mereka di sana saat Jiyong berpikir dia sedang jatuh cinta pada Sohee dan melihat bagaimana namja itu bertingkah di depan Sohee. Namun, kali ini semuanya berbeda. Bukan karena penampilan atau hal-hal lainnya, mereka bisa melihat dengan jelas bahwa namja ini benar-benar sedang jatuh cinta pada kupu-kupunya yang sedang hilang itu.

Bom, Chaerin, dan Minzy ada bersama dengan mereka saat Seunghyun dan Seungri menjemput mereka tadi. Mereka telah menceritakan semuanya pada ketiga yeoja itu dan mereka bertiga sama gugupnya dengan kelima namja lain yang ada di dalam ruangan itu. Beberapa hari terakhir ini mereka telah melewatkan banyak waktu bersama. Berbagi cerita satu sama lain. Mereka tahu apa yang saat ini sedang Dara rasakan. Rasa sakit dan takut yang yeoja itu rasakan. Sebuah trauma psikis yang didapatnya sejak kecil. Mereka tidak ingin Dara mengalami hal itu. Mereka sangat menyayanginya dan mereka benar-benar tidak ingin Dara terluka.

“Kau yakin Jiyong akan serius kali ini?” tanya Bom.

Ne,” jawab Seungri, “Dia tidak pernah seserius ini, Noona,”

Mereka kembali terdiam. Hanya bunyi jarum jam yang mengisi kebisuan di antara mereka. Daesung dan Seungri berkali-kali bergerak gelisah. Ini sudah lebih dari tiga jam dan mereka belum turun juga. Apa yang terjadi? Apakah terjadi apa-apa?

“Mungkin mereka sudah pulang?” tanya Minzy.

“Tidak mungkin. Aku tidak mendengar apapun dari Kush,” kata Teddy, “Dia sedang di bawah sekarang dan jika mereka telah turun pasti Kush mengetahuinya,”

“Apakah Dara akan menerimanya?” tanya Bom.

“Tentu saja! Itu pasti!” kata Seungri, “Kami telah mendesain tempat itu dengan sempurna!”

So romantic!” kata Daesung.

Seungri mengangguk.

“Kau bahkan tidak bisa mengungkapkan perasaanmu dengan cara yang romantis, Oppa,” kata Minzy.

Seungri dan Chaerin sedikit tersipu. Mereka saling menghindari tatapan satu sama lain.

“Ya.. itu..karena..,”

Tiba-tiba saja pintu studio terbuka sebelum Seungri sempat membalas perkataan Minzy. Mereka langsung berdiri saat menyadari Jiyong berdiri di depan pintu. Dia berdiri di sana sambil menundukkan wajahnya.

“Apakah… berhasil?” tanya Seunghyun bersemangat.

Jiyong hanya terdiam. Dia tidak bergerak sama sekali. Bom, Chaerin, dan Minzy saling bertukar pandang.

“Kau gagal?” tanya Yongbae. Dia berjalan mendekat lalu meletakkan tangannya di pundak namja itu.

“Tidak apa-apa,” kata Chaerin, “Oppa masih bisa mendekati Dara eonni,”

“Cobalah lagi,” kata Bom.

Mereka semua menunjukkan ekspresi setengah kecewa dan sedih. Bagaimana pun juga, dalam hati mereka, mereka juga berharap agar Dara akan menerima Jiyong. Melihat semua perjuangan Jiyong, sepertinya Jiyong berhak mendapatkan kesempatan kedua.

Jiyong mengangkat wajah. Dia mendesah kemudian menatap setiap pasang mata yang ada di dalam ruangan itu dengan tatapan kecewa, “Kalian tidak percaya padaku?”

“Kami percaya,” kata Bom.

“Kau hanya harus lebih berusaha lagi, Hyung,” kata Daesung.

“Kami akan membantu,” kata Seunghyun sambil tersenyum.

Jiyong tidak tersenyum. Dia malah semakin melipat wajahnya dan menundukkan kepalanya.

“Jangan bersedih, Hyung,”

Mereka semua saling bertukar pandang. Tidak tahu harus berbuat apa. Ini bukan yang mereka harapkan. Seharusnya tidak seperti ini ending-nya.

“Kau diterima ya?” tanya Teddy.

Chaerin, Bom, Minzy, Seungri, Seunghyun, Yongbae, dan Daesung menoleh pada Teddy. Namja itu menatap Jiyong sambil memamerkan seringainya.

“Dasar!” kata Teddy sebelum dia tertawa.

Jiyong mengangkat kepalanya kemudian dia ikut tertawa bersamanya dan membuat ketujuh orang lainnya bingung dengan percakapan yang baru saja terjadi.

“Mereka sangat khawatir, kau tau?” kata Teddy.

Jiyong tertawa semakin keras. Mereka menatap Jiyong dan Teddy secara bergantian. Tiba-tiba saja dari balik tubuh Jiyong muncul Dara. Kedua tangannya memegangi punggung Jiyong.

Annyeong,” kata Dara.

Eonni, jelaskan pada kami,” kata Chaerin.

Dara tersenyum kemudian mendongak pada Jiyong. Namja itu masih saja tertawa melihat ekspresi bingung di wajah orang-orang yang ada di depannya, kecuali Teddy.

Ji Oppa,” kata Dara, “Katakan pada mereka,”

“Eh?” tanya Seungri saat mendengar cara Dara memanggil Jiyong.

J.. Ji Oppa?” tanya Daesung.

“Jadi?” tanya Yongbae.

Jiyong berusaha menghentikan tawanya sambil bersandar pada bingkai pintu di sampingnya. Dara menatapnya sambil menggembungkan kedua pipinya.

“Ini lucu?” tanya Dara sedikit kesal.

A.. aniya..,” jawab Jiyong, “Wa.. wajah mereka..,”

“Ya~!” kata Seunghyun, “Katakan sesuatu pada kami,”

Dara-ah,” panggil Bom, “Apa yang terjadi?”

Dara mengambil tangan kiri Jiyong lalu memperlihatkan cincin yang melingkar di jari manis tangan kirinya. Dia juga memperlihatkan jari manis tangan kirinya yang juga terdapat sebuah cincin melingkar di sana. Dua buah cincin yang sama persis. Identik. Hanya ukurannya saja yang berbeda.

“Uwaaa~!”

Dara dan Jiyong tersenyum malu. Dara merapatkan tubuhnya pada tubuh Jiyong. Mereka bertujuh saling berpelukan satu sama lain dan meneriakkan kegembiraan mereka.

**

Malam indah setelah berbagai kejadian yang mereka lalui tahun ini. Malam penutupan akhir tahun telah berada di depan mata. Malam akhir tahun hanya tinggal satu jam lagi sebelum acaranya dimulai. Dara berdiri di dalam kamar tidurnya. Dia baru saja menelpon Wooyoung dan menceritakan semua kejadian yang terjadi padanya. Namja itu sangat senang saat mendengar semua kabar baik itu dan dua minggu telah berjalan sejak kejadian itu terjadi. Dara menceritakan semua detail yang terjadi sampai detail yang paling kecil. Mungkin inilah saat yang tepat baginya untuk membuka kembali buku cerita yang indah bersama dengan Jiyong.

Senyumnya masih mengembang saat percakapan itu berakhir. Dia menatap jendela kamarnya yang yang ada di depannya. Memandangi lembaran-lembaran tirai yang melayang tertimpa angin. Dia menoleh pada dinding yang ada di samping kanannya. Dinding ini.. dinding tipis yang memisahkan dirinya dari Jiyong setiap malam kini terasa seperti sebuah bagian dari dirinya. Dara bisa mendengar apa yang sedang namja itu lakukan di dalam kamarnya. Dan sekarang? Kamar itu kosong, tidak terdengar apapun dari balik dinding itu. Ya, Jiyong telah berada di YG Hall sejak pagi ini. Mempersiapkan semua untuk perayaan malam akhir tahun. Bukan malam tahun baru, lebih tepatnya malam akhir tahun ajaran mereka. Sebentar lagi mereka akan masuk ke tahun kedua. Akan semakin banyak tantangan dan akan ada yang tereliminasi dari universitas ini. Itulah peraturannya. Bisa dikatakan juga ini adalah malam perpisahan bagi mereka dengan teman-teman yang mereka sayangi. Karena itu, YG selalu membuat perayaan akhir tahun ini untuk mengingat semua kerja keras yang telah mereka lakukan selama setahun.

Dara tersenyum. Dia berdiri lalu berjalan ke cermin. Di depannya, dari balik cermin itu Dara melihat seorang yeoja yang berdiri dalam balutan dress berwarna putih di atas lutut. Rambutnya ditata sedikit bergelombang dengan sebuah bandana berwarna emas dengan bentuk pita tipis menghiasi rambut coklatnya. Tidak banyak make up yang digunakan, hanya lipstick berwarna merah mudanya yang memberikan warna berbeda pada wajah putihnya. Sebuah kalung dengan insial G bersandar di bagian dadanya. Berwarna emas, senada dengan cincin yang juga dikenakannya di jari manisnya. Stocking putih dan heels putih menghiasi kaki jenjangnya. Membuatnya terlihat semakin menawan.

Dara-ah,”

Dara menoleh saat mendengar suara itu. Bom berdiri di ambang pintunya dalam balutan dress berwarna emas. Baju rancangan Alexander McQueen yang baru saja dibelinya dengan panjang selutut. Rambutnya dia biarkan tergerai. Heels dengan warna emas yang digunakannya membuarnya semakin tampak menawan. Kemudian senyum yeoja itu mengembang saat melihat penampilan Dara di depannya.

Aigoo~ kau sangat cantik, Dara-ah,”

Dara tersenyum dan berjalan ke arah Bom.

“Kita sudah siap?” tanya Chaerin yang berdiri di belakang Bom bersama dengan Minzy.

Chaerin, yeoja itu menggunakan dress berwarna merah yang membalut tubuhnya sengan sangat indah. Ujung-ujungnya berenda, sedikit mengembang pada bagian bawah seperti balon. Setiap lekuk tubuh Chaerin terlihat sexy, tetapi tetap anggun pada saat yang bersamaan. Dress yang Chaerin gunakan tanpa lengan. Pada bagian bawah dress itu terdapat beberapa motif abstrak dengan warna hitam putih dan emas. Rambutnya dia sanggul ke atas. Just simple.

Sedangkan Minzy, dia menggunakan gress berwarna hijau dengan sedikit aksen kuning kememasan pada kerah dan lengannya. Mengimbangi rambutnya yang kini telah dia warnai menjadi pirang. Dress yang Minzy kenakan berlengan panjang sampai ke pergelangan tangan, tetapi panjang dress itu berhenti beberapa sentimeter di atas lututnya. Dia mengenakan stocking berwarna emas yang tidak begitu mencolok dan boots setinggi sepuluh sentimeter di atas mata kaki. Sedikit tomboy, tapi juga manis.

“Seseorang telah mengirimkan sebuah mobil untuk menjemput kita ke Hall,” kata Chaerin.

Jinca?”

“Yap,” jawab Minzy, “Sebuah Bentley putih dengan supir pribadi, tanpa pemilik,” kata Minzy sambil menekankan kata-katanya saat mengucapkan ‘tanpa pemilik’.

Bom menoleh pada Dara, “Sepertinya aku tahu siapa itu,” dan membuat mereka berempat terkekeh.

**

Jiyong berdiri di depan cermin. Sudah cukup lama dia berdiri di depan cermin malang itu, tetapi belum juga menemukan style yang cocok untuknya. Ini adalah hari special untuknya dan dia tidak ingin tampil biasa saja. Dia harus tampil istimewa, ya harus istimewa.

“Kau sudah keren, Hyung,”

Jiyong menoleh saat mendengar suara itu. Di belakangnya berdiri keempat sahabatnya yang telah berbalut dengan stelan yang mereka kenakan. Seungri, Yongbae, Daesung, dan Seunghyun, keempatnya berdiri berjajar dan menampakkan senyum mereka untuk memberikan semangat pada namja yang satu ini.

“Tapi semua yang aku kenakan terlihat biasa,” gerutu Jiyong sambil mengerutkan keningnya.

“Memangnya kenapa kalau biasa?” tanya Seunghyun.

“Itu..,” Jiyong menunduk. Untuk pertama kalinya mereka berempat melihat sosok Jiyong yang tidak percaya diri pada penampilannya sendiri. Biasanya Jiyong tidak pernah seperti itu. Rambut kriting, rambut pink, dengan celana ataupun rok, entah kaos ataupun jas.. Jiyong tidak pernah peduli. That’s his style. Namun.. kali ini untuk pertama kalinya Jiyong bersikap seperti ini.

Dara noona menyukai Hyung bukan karena Hyung terlihat biasa atau istimewa,” kata Seungri, “Tetapi karena ketulusan hati yang Hyung tunjukkan,”

Semua menoleh saat mendengar kata-kata Seungri. Magnae satu ini yang biasanya hanya bisa berkencan dengan banyak yeoja tiba-tiba saja mengatakan hal seperti ini? Dunia pasti benar-benar sudah terbalik.

“Kau tidak sakit kan?” tanya Daesung.

Seungri menoleh pada Daesung, “A.. aniya,” jawab Seungri sambil menggeleng.

“Chaerin tidak habis membantaimu kan?” tanya Yongbae.

“Tentu saja tidak!” pekik Seungri, “Kenapa Hyung berpikir seperti itu?”

“Kalian tidak putus kan?” tanya Seunghyun.

Ya~!” teriak magnae, dia sedikit terganggu dengan semua pertanyaan aneh dari Hyung-nya itu.

“Kau yakin…., kau sehat?” tanya Daesung sekali ini.

Hyuungg~!” rengek Seungri.

Yongbae mendesah, “Positif! Chaerin telah melakukan sesuatu pada namja ini dan sekarang dia menjadi seperti ini. Kita harus memberikan selamat padanya untuk menyelamatkan spesies langka ini,” kata Yongbae.

“Benar,” kata Daesung dan Seunghyun bersamaan.

Hyuungg~!”

**

Dan Bentley putih itu pun berhenti di depan sebuah gedung yang dibagian depannya telah di dekorasi dengan tulisan Annual Party of YG University. Empat orang yeoja berjalan keluar dari dalam Bentley putih itu dan kemudian berjalan menyusuri karpet merah menuju ke pintu masuk gedung tersebut. Semua mata tertuju pada mereka. Ya, empat goddesses yang baru saja turun dari surga? Seperti itulah mereka bisa digambarkan saat ini. Menyita semua perhatian orang-orang yang ada di tempat itu.

Di ujung karpet merah itu, tepat di depan pintu masuk ke dalam gedung itu, berdiri lima orang namja yang siap menjemput mereka. Kelimanya tersenyum lebar saat melihat keempat yeoja tersebut berjalan ke arah mereka. Jiyong, yang berdiri di tengah-tengah namja namja itu berjalan mendekat dan mengulurkan tangannya pada Dara.

Let’s become my date tonight, My Butterfly,”

 

Dan semuanya tersenyum, menikmati akhir tahun pertama mereka di YG University. Meski tahun tersebut merupakan tahun terakhir mereka di universitas tersebut, mereka tidak akan melewatkan momen seperti malam ini. Menyaksikan secara langsung sebuah pesta pribadi dengan gaya YG Family. Yes, this is their way..

 

 

 

THE END


©2013Littlesun

Please read, like, and comments! 😀


Advertisements

14 thoughts on “My Lovely PRETTY BOY : 010 part 2

  1. Huuuaaa,oksigen ngeliat dara hampir nau nolak jiyong cuma gara2 sohee.
    YG Family fighting!!!
    Next chp ditunggu^^

  2. Akhirrnyaaaa dara nerima jiyongg jugaa deg2ann takut nya tetep di tolakk. Ff nya keren authorrr, ini udh end ? 😢 epilog nya dong thor hehehe 🙏 aku tunggu ya ff selanjut nya author fighting !!! 😚💕

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s