[FESTIVAL_PARADE] You! My Prince… #2

^Happy Reading^

~~~

-Oppa-

Jam mata pelajaran terakhir pun telah usai, kini Dara masih merapikan buku-buka ke dalam tasnya… begitu pun Donghae yang duduk di belakangnya dan tepat saat itu Jiwon- Kim Jiwon, teman sekelas mereka yang duduk di depan menghampiri Donghae.

“Donghae-ssi… hari ini kau ada latihan di klub bola, kan? Boleh aku menemanimu?” tanya Jiwon menatapnya penuh harap.

Donghae pun sekilas melihat ke arahnya, namun sedetik kemudian ia kembali fokus dengan buku-bukunya… “Mianhe, Jiwon… kau langsung pulang saja, karena hari ini aku harus latihan hingga larut malam.” jawab Donghae kemudian.

“Ah. Araesso… kalau begitu, sampai besok.” ucap Jiwon akhirnya dan ia pun berlalu pergi meninggalkan kelas.

Dara yang sedari tadi mendengar jelas percakapan mereka pun hanya mampu menghela nafas- melihat sahabat laki-lakinya itu begitu dingin dalam memperlakukan seorang yeoja, kecuali dirinya tentunya.

Ya! Kenapa kau begitu tidak berperasaan, eoh? Tidakkah kau sadar, ia selama ini selalu memperhatikanmu? Harusnya kau dapat bersikap lebih baik padanya, setidaknya menjawablah pertanyaannya dengan lembut bukan malah bersikap dingin seperti itu. Menyebalkan sekali.” gerutu Dara yang tidak habis pikir kenapa Donghae seperti itu.

Aigo. Kau cerewet sekali, aku hanya ingin agar ia tak terus berharap padaku dan aku tidak ingin ia merasa bahwa aku memberinya kesempatan… itu lebih baik, karena sekeras apapun ia berusaha… ia tetap akan kecewa pada akhirnya.” ucap Donghae kali ini menjelaskan, Dara pun kali ini tak berusaha untuk membalasnya.

“Oke. Aku tak akan lagi ikut campur untuk hal itu, sangat sulit menebak bagaimana sebenarnya tipe yeoja yang kau sukai… tapi aku harap, bila nanti kau menemukan yeoja itu… aku adalah orang pertama yang kau beritahu. Setuju?”

Mwo?”

“Aku anggap itu setuju.” Dara pun memperlihatkan cengirannya, sebelum akhirnya ia berbalik- beranjak meninggalkan kelas.

YA!”

“AKU PULANG DULUAN, NEH!!!” pamit Dara melambaikan tangannya tanpa berbalik, membuat Donghae hanya bisa melihat punggungnya yang kemudian tak lagi terlihat.

“Cih! Apa yang sebenarnya ia setujui, hah?” gumam Donghae tak mengerti… benar-benar tak mengerti, kenapa Dara begitu tak memahaminya.

~~~

Dara berjalan pulang seorang diri menyusuri jalanan Hongdo, ia baru saja mampir dari toko buku dan tiba-tiba pandangannya terhenti dengan sosok yang ia kenal berdiri tak jauh darinya dengan seorang yeoja yang terlihat cantik dan dewasa secara bersamaan.

Oppa… Seunghyun Oppa.” panggil Dara yakin.

Eoh? Dara-yah.”

~~~

“Eunhye Eonni satu universitas dengan Oppa?” tanya Dara saat mereka kini telah berada di dalam mobil. Seunghyun telah memperkenal Yoon Eunhye, yeoja yang bersama dengannya sebagai pacar.

“Ah. Anio, kami tidak satu universitas… aku berkuliah di Universitas Seoul.” jawab Eunhye ramah, membuat Dara dengan cepat menyukainya.

“Huwaaaa… daebak, bukankah itu universitas nomor satu di Korea. Omo… kau pasti sangat pintar, Eonni. Ya! Seunghyun Oppa, kau sangat beruntung.” cuap Dara benar-benar memuji keberuntungan Seunghyun.

Yeah. Keberuntungan selalu berpihak padaku.” Seunghyun yang duduk di samping Eunhye- dibalik kemudi menjawab bangga.

Araesso. Namun itu bukanlah sebuah keberuntungan bagi Eunhye Eonni.” celetuk Dara membuat Seunghyun tak terima.

“Ya… ya… ya, wae? Kenapa itu bukan menjadi keberuntungan untuknya, hah? Aku tampan… tak ada yang dapat mengelak tentang hal itu.”

“Cih! Kau begitu percaya diri, Oppa.” gumam Dara membuat Eunhye yang melihat perdebatan kecil mereka hanya mampu tersenyum, “Ya! Eunhye Eonni, katakan padaku… kenapa kau bisa menyukainya? Ku beri tahu… Oppaku ini menyebalkan.” ucap Dara membuat Seunghyun kembali mendengus mendengarnya.

Eunhye kembali tersenyum dan sekilas menatap Seunghyun di sampingnya, “Araesso. Dia memang terkadang menyebalkan, tapi terlepas dari itu… dia tetaplah pria yang baik, Dara.” jawab Eunhye tulus.

“Kau dengar? Oppamu ini adalah pria baik, kau harus mengakui itu.” cuap Seunghyun puas.

“Ah… Neeee.” Dara menjawab malas, namun akhirnya ia pun mengangguk- mengakuinya… dan tak lama mobil pun berhenti, “Ini rumah Eunhye Eonni?”

Ne. Kalian mau masuk dulu?” tawar Eunhye.

Ani. Ini sudah malam. Mungkin lain kali, jadi kau masuklah.” jawab Seunghyun lembut.

Ne. Kalau begitu sampai besok dan Dara-yah… sampai jumpa, neh.”

Ne, Eonni.” Dara menjawab cepat.

Eunhye pun keluar dari mobil, dan Dara berpindah duduk di depan.

“Hati-hati.” tambah Eunhye kemudian.

“Tenang saja, Eonni… aku akan selalu mengawasi Oppa untuk membawa mobil dengan hati-hati.”

Aigo. Justru karena mulut comelmu itu aku terkadang tak hati-hati, karena hilangnya konsentrasi.” sergah Seunghyun.

Eoh? Jinjja? Aku tak merasa.”

“Ais.” Seunghyun hanya mampu mendesis, dan akhirnya ia pun kembali menatap Eunhye… “Kami pulang, neh.”

Ne, Oppa.”

“Dah… Eonni.

“Dah, Dara-yah.” balas Eunhye membalas lambain tangan Dara saat Seunghyun telah kembali menjalankan mobilnya.

~~~

Saat tiba di rumah …

Oppa, nanti bicara pada Appa dan Eomma ya?” pinta Dara memohon.

“Tentang rencana liburanmu ke Perancis?” Dara mengangguk, “Akan kucoba, neh.”

“Kau memang yang terbaik.”

Dan akhirnya mereka pun masuk ke dalam rumah.

“Kami pulang.” seru Dara dan Seunghyun bersamaan.

“Ah. Kalian sudah pulang bersama ternyata.”… “Dari mana saja?” tanya Ibu kemudian.

“Itu- tadi kami mengantar pa-“

“Sst.” Seunghyun memotong cepat, “Jangan beritahu Eomma tentang Eunhye.” bisik Seunghyun, membuat Dara mengerutkan keningnya.

Wae?”

“Baru minggu lalu aku katakan pada Eomma tak akan lagi berpacaran dalam waktu dekat, apa jadinya bila Eomma tahu anak kesayangan ini mengingkari sendiri perkataannya.”

Omo. Salah Oppa sendiri, kenapa mengatakan sesuatu yang tidak mungkin.”

Ya! Apa yang kalian bicarakan? Kenapa berbisik-bisik seperti itu, eoh?”

A- anio. Kami akan langsung ke atas… membersihkan diri dan turun kembali untuk makan. Iyakan, Dara?” Seunghyun bertanya pada Dara dengan senyuman.

“Ah. Ne.” Dara menjawab juga, karena ia sadar masih butuh bantuan Oppanya itu.

Beberapa saat kemudian…

Tok… tok… tok…

Dara mengetuk kamar Seunghyun, “Oppa.”

Ne… masuklah.”

“Waktunya makan malam.” ucap Dara saat kepalanya telah menyembul dari pintu yang telah ia buka setengah.

“Sebentar lagi aku turun.” jawab Seunghyun masih terlihat asik dengan sesuatu.

“Sedang apa sih?” gumam Dara akhirnya menghampiri Seunghyun yang duduk di atas tempat tidurnya dengan beberapa album foto disekitarnya, “Apa yang kau lihat, Oppa?”

Seunghyun pun tersenyum, menunjukkan apa yang menarik perhatiannya… “Lihat. Ini foto pertama kita tepat setahun kau bersama kami. Umurmu masih sekitar 9 tahun saat itu.” jawabnya kembali mengingat masa lalu, Dara pun mengangguk.

“Ne… dan umur Oppa 12 tahun.”

Pabboyah, aku 13 tahun saat itu… kita beda 4 tahun Dara.”

“Ah. Oppa benar.”

“Dara, Seunghyun… cepatlah turun. Nanti makanannya menjadi dingin hanya karena menunggu kalian.” suara Ibu dengan jelas terdengar.

Ne… Eomma, kami segera turun.” jawab Seunghyun, berdiri dari duduknya… “Kajja, kita turun.” lanjutnya pergi berlalu meninggalkan kamar.

Ne.” Dara menjawab singkat, namun sebelum itu ia kembali melihat foto yang berisikan dirinya… “Jadi, aku sudah 10 tahun tinggal bersama keluarga ini dan sampai sekarang pun… tidak ada yang kuingat, hingga itu berhasil membuatku lupa… bahwa aku hanyalah seorang anak angkat.” ucap Dara dalam hati berusaha keras menahan air matanya, “Anio. Kau tidak boleh menangis Dara, kau tidak boleh membuat mereka khawatir… hanya karena kau ingin tahu apa dan siapa sebenarnya dirimu, kau tidak seharusnya membuat mereka bersedih. Ah… anio, aku tidak boleh menangis… tidak akan… Eomma, Appa dan Seunghyun Oppa adalah keluargaku sekarang… merekalah yang selalu menjaga dan merawatku dengan penuh kasih sayang, jadi buat apa lagi masa laluku yang bahkan aku tidak tahu… anio, aku tidak butuh itu… karena sekarang aku adalah Dara. Park Sandara.” batinnya meyakinkan.

“Dara, kau sedang apa sih?” panggilan Seunghyun menyadarkannya.

“Ah. Ne, Oppa… aku turun.” jawab Dara akhirnya benar-benar tak lagi memperdulikannya.

Dan setelah makan malam selesai, Seunghyun pun akhirnya berbicara kepada Ibu dan Ayahnya tentang tawaran Chaerin untuk Dara menikmati liburan musim panasnya ke Perancis dan walaupun pada awalnya mereka bimbang untuk mengijinkan tapi Seunghyun kembali meyakinkan kalau Dara pasti akan baik-baik saja di sana, hingga akhirnya Ayah dan Ibunya pun mengijinkannya dengan catatan hasil ujian Dara kali ini harus lebih tinggi dari kemarin dan Dara pun menyanggupinya.

“Bagaimana… berhasil, kan?” Seunghyun membuka suara saat mereka kini berada di kamar Dara- memeriksa PR yang telah selesai Dara kerjakan.

“Yup. Kali ini kuakui, Oppa memang hebat.” Dara menjawab dengan mengacungkan dua jempolnya pada Seunghyun.

“Siapa dulu, Park Seunghyun.” seru Seunghyun bangga, dan saat itu terlihat Dara tiba-tiba mencari sesuatu di laci meja belajarnya, “Kau mencari apa?”

“Ini- ketemu.” seru Dara menunjukkan apa yang ia cari, kalung berleontin bertuliskan Prince.

“Ah. Aku sudah lama tak melihatnya.”

Ne. Aku sengaja menyimpannya sejak masuk SMU, karena ini bertuliskan Prince… aku jadi tak percaya diri memakainya. Hanya ini yang tertinggal padaku saat aku ditemukan dulu… bukankah itu seharusnya Princess? Tapi ini- apa artinya?” gumam Dara sampai sekarang tak mengerti.

“Kalau begitu biar untukku saja, akan wajar bila aku yang memakainya.” ucap Seunghyun berniat mengambilnya dari genggaman Dara… namun dengan sigap Dara menjauhkannya dari Seunghyun.

Anio, Oppa. Walaupun aku tak mengerti… tapi satu hal yang pasti, ini akan kuberikan kepada seseorang yang akan datang menjadi pangeranku nantinya. Jadi… jangan bermimpi, neh. Ini tak mungkin jadi milikmu.” cuap Dara membuat Seunghyun hanya mencibir.

“Kau memang pelit. Sudahlah… aku mau kembali ke kamarku, dan itu PRmu benar semua. Pertahankan, neh.”

Ne, Oppa.”

“Kalau begitu, selamat malam Dara-yah.” ucap Seunghyun kemudian beranjak meninggalkan kamar Dara tapi dengan cepat Dara menahan sebelah pergelangan tangannya, “Wae?”

Ani. Hanya ingin mengucapkan… gomawo, Oppa. Kau selalu menjaga dan membantuku selama ini, mian… aku hanya bisa mengucapkan itu.” jawab Dara membuat Seunghyun sejenak terdiam karenanya namun kemudian ia pun tersenyum mengacak lembut pucuk kepala Dara.

“Itulah gunanya Oppa… aku Oppamu, kan? Jadi tidurlah sekarang, atau kau akan kembali bangun terlambat besok.” ucap Seunghyun mengingatkan, Dara pun mengangguk cepat… mengerti akan hal itu.

Dan akhirnya Seunghyun kembali ke kamarnya, memijat pelipisnya pelan dan kemudian merebahkan dirinya ke tempat tidur yang telah menantinya… tepat saat itu ponselnya pun berbunyi.

‘Eunhye’

Seunghyun pun menerima panggilannya.

Annyeong, Eunhye-yahne… aku belum tidur… ah… ne, mari besok bertemu… eoh? Dara… ne, dia memang adikku yang manis… sayang? Aku- oh ya… araessoneh, sampai jumpa besok dan selamat malam… bermimpilah yang indah.”

Sambungan pun terputus.

Seunghyun kembali memandang ponselnya.

Annyeong, Oppa

Annyeong, Eunhye-ah

‘Kau belum tidur?’

Ne… aku belum tidur’

‘Aku hanya ingin kembali memastikan, apa besok kita bisa bertemu?’  

‘Ah… ne, mari besok bertemu…’

Oppa, Dara adikmu itu sangat manis ya’

 ‘Eoh? Dara… ne, dia memang adikku yang manis

‘Kau pasti sangat menyayanginya. Iya, kan?’

‘Sayang? Aku-‘

‘Eh… Eomma memanggilku, Oppa.’

‘Oh ya… araesso

‘Kalau begitu sampai berjumpa besok, neh… dan selamat malam, Oppa.

Neh. Sampai jumpa besok dan selamat malam, bermimpilah yang indah.’

Seunghyun pun menaruh kembali ponselnya dan menghela nafas panjang, “Akankah semua baik-baik saja? Dara-yah? Sayang?” batinnya kini kembali bertanya, dan akhirnya ia menyerah… meletakkan satu lengannya untuk menutupi matanya agar mudah terpejam, “Sayang aku- Oppanya.” ucapnya berat sebelum akhirnya ia jatuh terlelap.

~~~

Sementara itu…

“Wohooo, GD… keterampilan berkudamu semakin berkembang, neh.” seru Jay Park, sahabatnya. Ayahnya merupakan salah satu diplomat kedutaan korea di Perancis.

Pria yang dipanggil GD pun turun dari kudanya dan menghampirinya, “Sejak kapan kau datang? Kau bahkan tidak mengabariku sebelumnya.”

“Omo. Kau merindukanku? Ini sesuatu yang langka.”

“Cih. Bermimpilah, kau tahu apa maksudku.”

Jay Park pun terkekeh, “Araesso… araesso. Ops! Aku selalu tanpa sadar menggunakan bahasa korea padamu.”

“Itu tidak masalah, kan? Aku juga berasal dari negara itu sebelumnya.”

“Ah, Ne.” Jay Park tiba-tiba menggaruk tengkuknya yang tak gatal menyadari ia telah menyinggung sesuatu yang seharusnya tak ia ucapkan.

“Lalu, katakan- apa kau dapat menemukannya?” tanya Pria bermata coklat itu menatapnya tajam- penuh harap.

Jay Park tersenyum kecut, “Mian. Korea tidak sesempit yang kita kira, itu butuh waktu… tapi tenanglah. Kita pasti dapat menemukan adikmu.” jawabnya akhirnya, membuat Pria itu pun hanya bisa menghela nafas panjang memandang langit luas… berharap yang di Atas dapat segera mengabulkannya.

~to be continued~

Advertisements

24 thoughts on “[FESTIVAL_PARADE] You! My Prince… #2

  1. “Sayang aku-Oppanya” apa sih artinya? gk mungkin kan seunghyun suka sama dara? kakak suka adik sendiri? tapi Dara unnie itu anak angkat, bisa ada kemungkinan. Dan adik jiyong yang hilang itu, apakah Dara? ato malah orang lain? akhh penasaran kuadrat deh. Ditunggu kelanjutannya, Zhie unnie😊😃

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s