[FESTIVAL_PARADE] ONE ANOTHER >> 5.

ano-another-copy

SCENE 05 <IT’S HURT>


Dengan penuh semangat, Sandara mendorong troli belanjaannya yang hampir penuh. Tangannya cekatan mengambil barang-barang – sebagian memang dia butuhkan dan sebagian besar lainnya tidak. Setengah jam kemudian, kegiatan belanjanya selesai dan ia menuju ke kasir.

Seolah tengah dipermainkan takdir, kembali dia bertemu dengan Joonyoung. Sepertinya mereka memang harus sering-sering bertemu, terlebih dengan kenyataan bahwa Joonyoung kini berpacaran dengan Sohee.

“Rumahmu kehabisan persediaan makanan? Atau kau berencana memberi makan seluruh tetanggamu?” pertanyaan Joonyoung saat membantu Sandara membawa barang belanjaannya menuju ke mobil yang telah menunggu Sandara. Ada tiga kantong plastik besar dan dua lainnya berukuran sedang, mereka sampai membutuhkan troli untuk mengangkut semuanya ke parkiran.

“Aku sedang mood untuk barbeque, kau datang saja ke rumah nanti. Aku akan menelepon Jiyong juga. Oh, ajak Sohee sekalian,” undang Sandara semangat.

Joonyoung menjawab, “Boleh,” sembari memasukkan barang belanjaan Sandara ke dalam bagasi dengan dibantu oleh supir Sandara.

“Apa Jiyong yang menyuruhmu untuk berubah?” tanya Joonyoung.

“Maksudnya?” Sandara diam di tempat, urung untuk membuka pintu dan masuk ke dalam mobil. Supirnya telah berada di balik kemudi.

“Penampilanmu sekarang, kau jadi terlihat seperti orang sakit.”

“Aku tidak mengerti…”

Joonyoung menatap Sandara dari atas sampai bawah. “Sejak kapan kau berpakaian seperti itu? Memakai warna pucat tidak cocok untukmu,” komentarnya dalam nada protes.

Sandara menatap tajam Joonyoung. Tidak suka dengan apa yang dikatakannya barusan. “Kau tidakmemiliki hak apa pun untuk menilai penampilanku,” balas Sandara kesal sebelum kemudian masuk ke dalam mobil.

Dalam perjalanan pulang, Sandara masih memikirkan perkataan Joonyoung tentangnya. Apakah dia benar berubah? Apakah dia terlihat seperti orang sakit? Tapi Jiyong menyukai warna-warna pucat… dan Sohee terlihat manis dengan warna seperti ini.

**

Sudah ada Joonyoung ketika Sandara sampai di rumahnya, berdiri di depan pintu. Terlambat, tidak mungkin dia membatalkan undangan barbeque tadi. Terpaksa dia harus menelepon Jiyong dan memintanya untuk mengajak Sohee sekalian.

“… Joonyoung sudah berada di sini, tadi kami bertemu di supermarket,”

Ahjumma Oh mengambil alih barang belanjaan dan mempersiapkan segala sesuatunya untuk barbeque. Saus barbeque pun telah dipersiapkan saat Sandara tengah berbelanja tadi. Sandara kurang menyukai Korean barbeque – samgyopsal, dia justru lebih menyukai western style lengkap dengan saus barbeque.

Sandara dan Joonyoung hanya saling diam, keduanya sama-sama menyibukkan diri untuk mengatasi kecanggungan. Joonyoung dengan alat pemanggang dan Sandara sibuk memotong-motong sayuran. Tak berapa lama, Jiyong dan Sohee tiba dan bergabung dengan mereka. Seketika senyuman Sandara terkembang, bersikap tak ada yang salah antara dirinya dan Joonyoung.

Sohee berdiri di depan alat pemanggang, tangannya sibuk membolak-balikkan ikan dan udang yang tadi juga dibelinya. Kenapa Sandara membeli udang padahal ia memiliki alergi, ia tak tahu. Jiyong berdiri di samping Sohee, membantu. Joonyoung menuangkan minuman dingin ke dalam gelas dan membagikannya.

Sandara mengamati penampilan Sohee dari atas sampai bawah. Tangannya bergerak mengiris sosis dalam gerakan lambat.

Senyuman ramah selalu menghiasi wajah yang natural tak ber-makeup, tidak seperti Sandara yang sering bersikap jutek. Tutur katanya halus dan sopan, tidak seperti Sandara yang sering berkata keras dan terkadang kasar. Sohee terlihat sangat cantik dalam pakaian yang tengah ia kenakan, rambut panjang hitam alaminya dibiarkan lurus terurai. Kata Joonyoung, Sandara terlihat seperti orang sakit, dan rambut Sandara rusak karena terakhir dia mencoba membleaching rambutnya.

“Aduh!” Rintihan Sohee mengagetkan Sandara yang tengah mengiris sosis hingga tangan sengaja jarinya sendiri yang teriris.

“Aduh,” Sandara merintih pelan, tak ada yang mendengar rintihannya.

Semua orang, Jiyong dan Joonyoung, keduanya merubungi Sohee, yang tanpa sengaja menyentuh alat pemanggang dengan jarinya yang tak berkaos tangan.

“Kau harus berhati-hati,” Jiyong berkata dengan nada cemas, menggiring Sohee menjauhi alat pemanggang yang kemudian langsung diambil alih oleh Joonyoung.

Sandara segera menyembunyikan jarinya yang berdarah, juga matanya yang mulai berkaca-kaca dengan berkata akan mengambilkan kotak P3K.

“Aww, perih…” didengarnya keluhan Sohee pelan.

Tanganku juga perih.. tapi, ada yang lebih terasa perih..

“Agassi, kau kenapa? Kenapa kau menangis?” Ahjumma Oh bertanya cemas melihat Sandara masuk ke dapur dengan air mata menggenang.

Sandara mengusap air matanya dan memaksakan sebauh senyuman palsu. Sulit, terlebih saat ini dia sedang tidak ingin tersenyum.

“Aku tidak apa-apa, Ahjumma, tidak sengaja teriris,” alasannya menunjukkan jarinya yang berdarah. Ahjumma Oh langsung sibuk mengambilkan kotak P3K demi melihat jari anak majikannya berdarah.

“Tolong berikan saja salep dan satu plester untukku, bawa kotak P3Knya keluar,” pinta Sandara pelan, Ahjumma Oh menurut.

Sepeninggal Ahjuma Oh, Sandara tidak langsung membersihkan darah dari jarinya. Dia malah berjongkok memeluk lututnya di salah satu sudut dapur. Dia menangis pelan, tidak menyadari seseorang baru saja bergabung dengannya di dapur.

“Berhenti menangis, obati dulu lukamu,” suara Joonyoung membuat Sandara mendongak. Tanpa berkata apa-apa lagi, dia menarik Sandara berdiri dan menuntunnya ke keran di bak cucian piring, membersihkan lukanya, lalu melingkarkan plester di jari telunjuknya setelah sebelumnya mengoleskan salep.

Selama proses itu, Sandara hanya diam tidak berkata apa-apa. Bahkan ketika Joonyoung menghapus air matanya dan menariknya keluar dari dapur dan kembali ke halaman.


SCENE END

<< back next >>

Advertisements

18 thoughts on “[FESTIVAL_PARADE] ONE ANOTHER >> 5.

  1. yg ini bener2 sakiitt .
    sampe2 aku kek bisa ngerasain gimana posisi dara sekarang.
    aku agak mulai suka sama joonyoung dia baik sama dara….sedangkan jiyong…cciiihhh……dia malah sibuk ngurusin si soohe

  2. Kok Jiyongnya lama lama nyebelin sih? Udah pacaran sama Dara masih aja lebih mentingin Sohee yang bahkan bukan pacarnya. Wah kayaknya bener nih kalo Dara cuma buat pelampiasan aja.

  3. Iih jidi oppa kok malah perhatian sma sohee sihh.. Kasian kan dara unnie..
    Lma2 geregetan juga deh sma hubungan mereka..
    Mending sma joonyoung oppa deh.. Gentle bgt.. Sweet ..aww.. Meleleh d buatnya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s