Broken — Chapter 18

broken

FULL Credit : acc AFF BLUDOKKI / Twitterwinglin
Source : asianfanfics.com
Translated by : Ierha12

“Apa yang kau lakukan …?”

Suara kesal Jaejoong menyadarkan Dara kembali dari kegemingannya. Dara melihat ke arah Jaejoong dan melihat gangguan jelas dalam wajahnya.

“Apa …?” Jawab Dara polos dan kemudian ia melihat Jaejoong cemberut.

“Sejauh yang kuingat, kita saling membenci… jadi sekarang, aku bertanya-tanya mengapa dari tadi kau terus menempel padaku seperti lintah.. oh … kuralat kata-kata tadi… kau menempel padaku seperti tarsius. Ya, tarsius yang sangat mengganggu.”

Mata Dara langsung melebar tak percaya. Awalnya Dara tak tahu apa yang Jaejoong bicarakan sampai Dara merasa lengan Jaejoong menyikut tangannya dan menyuruh melepaskannya.

Dara menunduk karena terkejut melihat tangannya berpegangan pada lengan Jaejoong. Dan dengan cepat, Dara langsung melepas pegangannya pada lengan Jaejoong dan langsung melompat sejauh 5 meter.

“Yak!! Beraninya kau meletakkan tanganku di lenganmu! Siapa yang tahu apa yang akan kudapat darimu..?!”

Dara menuduh Jaejoong. Jaejoong yang dituduh memutar bola motanya.

“Oh.. Ya ampun… Aku tau seberapa banyak keinginanmu untuk menyentuhku.. Apa mereka memberitahumu tentang betapa lembut kulitku..? Kau sengaja membuatku sibuk di sini agar kau bisa menyentuh kulit lembutku kan?…”

Mulut Dara langsung terbuka lebar seolah akan meledak. Jarinya masih menunjuk kaku pada Jaejoong yang sekarang memasang tampang yang sangat puas di wajahnya. Saat itu, di samping matanya, Dara melihat Jiyong menatap ke arah mereka. Mulut Dara kemudian perlahan-lahan metutup dan senyuman manis perlahan melengkung di atasnya. Dara menurunkan tangannya ke bawah kemudian ia perlahan-lahan mendekati Jaejoong.

“Kau potongan kecil dari kotoran tikus…” Dara mencoba untuk mengendalikan diri dari ledakan amarahnya. Wajahnya memerah karena marah dan rahangnya terkatup erat, itu terlihat jelas sekali di wajah Dara. Jaejoong menatapnya terheran-heran, wajahnya berubah masam lagi.

“ada apa denganmu…? Kau membuatku takut lagi…” Katanya sambil mencoba menjauh dari Dara.

“Tidak… tidak ada yang salah denganku…” Dara menggelengkan kepala, masih memakai senyuman manis yang canggung di wajahnya.

“Ayo Jaejoong-ssi … kita masih belum selesai memperbaiki stan …”

Dan setelah mendengar hal itu, Jaejoong menggigil dan merasa merinding di kulitnya. Menatap Dara dengan wajah campuran antara jijik dan shock, kedian ia segera berjalan menjauh dari Dara menuju stan mereka …

Sebuah tawa ringan pergi dari bibir Dara saat ia melihat bagaimana Jaejoong mundur. Berpikir bahwa mungkin itu cara yang terbaik untuk tetap menjauhkannya… namun oleh hal-hal yang terjadi sekarang, menyuruh Jaejoong menjauh mungkin akan jadi hal terakhir yang ada dalam pikiran Dara.

“Jika itu adalah yang kau rasakan… maka kau harus membiarkan Jaejoong untuk menjemputmu”

Kata-kata itu terus terulang dalam benak Dara… dan dia sangat tidak ingin siapa pun, terutama Jiyong berpikir sesuatu terjadi di antara Jaejoong dan dia, tetapi bagaimanapun ia tetap menggunakan pemikiran itu mungkin untuk… lebih menyakiti jiyong.

Raut wajah Jiyong saat ia mengucapkan kata-kata itu…penuh dengan penderitaan dan penyesalan namun Dara menginginkan lebih.. Tapi dara berpikir..sejak kapan dirinya menjadi sosok yang sadis? ingin melihat Jiyong lebih sakit… ingin Jiyong merasa lebih buruk dari bagaimana perasaannya ketika dara berada di posisinya… karena hanya dengan itu, dara bisa membalasnya. Mungkin itu terlalu kekanak-kanakan… tapi itu juga merupakan cara baginya untuk mengembalikan harga dirinya yang hancur… setidaknya sekali saja, ia berhasil untuk tidak mengalah pada Jiyong.

Mata Dara bergetar sedih dan ekspresi cemberut perlahan mengecat wajahnya. Dia masih bisa merasakan ‘Jiyong’ mengawasinya … itu terlalu tak terelakkan untuk merasakan kehadirannya… karena sejak Jiyong tiba di sekolah, matanya telah terpaku pada Dara, mengamatinya.

Dara memang ingin itu… menginginkan mata Jiyong terus tertuju pada dirinya… Dara ingin Jiyong melihat bagaimana Dara masih bisa hidup dengan baik meskipun tanpa Jiyong… bahwa Jiyong akan tetap sebagai salah satu fragmen masa lalunya….

Senyum pahit pergi dari dibibir Dara… ia ingin melihat ke arah jiyong untuk melihat reaksi Jiyong tapi kemudian Dara melepaskan pikiran dan tatapannya tertuju pada Jaejoong yang balas menatapnya dengan waspada dan penuh rasa takut di matanya.

‘Kupikir ada Jaejoong didekatku itu bukan ide yang buruk …’

“Jaejoong-ssi …! Tunggu aku …!” Dara berteriak pada Jaejoong kemudian ia mengikuti dan berlari mengejarnya.

“Apa …? Jadi mereka sedang bersama-sama sekarang …? Apa kau tau tentang hal ini, Jiyong …? “

Youngbae membelalakan matanya saat melihat dua orang yang akrab dari panggung.

Tatapan Jiyong bergeser ke arah Youngbae… bibirnya cemberut dan matanya membulat saat ia menatap temannya heran.

“Aku tak tahu … mungkin…” Jiyong menggeleng polos kemudian ia membungkuk ke bawah untuk mendapatkan kuas cat dan kembali melukis lukisan panggung lagi.

Youngbae hanya berdiri di sana menatap reaksi temannya itu… tatapannya kembali ke Dara yang sekarang dengan Jaejoong di stan mereka. Youngbae menghela napas …

“Kau bilang, kau tidak ingin melakukan kesalahan lain, Tapi jika kau hanya berdiri dan tidak melakukan apapun untuk mendapatkannya kembali, aku pikir kau sudah membuat satu kesalahan lagi sekarang Ji … “

Youngbae bergumam… tidak bisa membantu keadaan temannya saat ini tetapi malah membiarkan emosi frustrasi keluar dalam dirinya… itu sangat melelahkan melihat Jiyong berpura-pura seperti ini… melihat Jiyong yang menatap Dara berbaur dengan cowok lain mengenakan ekspresi tak terbaca di wajahnya, dan berpura-pura tuli ketika di kelas. Youngbae ingin memukul Jiyong sekarang karena ia tak bisa menahan emosinya.

Dan seperti biasa.. Jiyong berpura-pura tuli lagi … ia berpura-pura menjatuhkan kuas cat saat Youngbae berbicara tadi.

Tangan Youngbae membentuk sebuah kepalan tinju di lututnya… dia tetap duduk untuk sementara waktu, mengendalikan diri untuk tidak menyerang setiap rasa sakit dan kemarahan yang terpendam dalam dirinya.

Dan setelah beberapa saat, dengan ekspresi flat di wajahnya, Jiyong berdiri tanpa menoleh ke Youngbae, dan langsung berjalan pergi.

Youngbae membiarkan Jiyong pergi … ia membiarkan Jiyong menemukan kedamaiannya.. Tapi Youngbae masih khawatir dengan ekspresi Jiyong. Dia mengikuti Jiyong dari belakang … Ketika ia akan mengambil satu langkah lebih maju, tiba-tiba Jiyong menoleh ke Youngbae yang menyebabkan Youngbae kaku.

“Apa yang kau ingin aku lakukan …? Sudah kubilang aku tidak bisa menyakitinya lagi … Aku bilang aku tidak bisa melakukan ini padanya lagi … Aku tidak peduli berapa banyak aku akan menyesali ini tetapi apakah ini akan membuat segalanya baik untuknya ?… jika dia akan lupa tentangku dan setiap sakit yang aku sebabkan, aku tidak peduli tentang penyesalan ini Bae … Beri aku lebih banyak waktu ..! Aku sakit … melihat dia seperti itu … senang dengan pria lain … itu menyakitkan seperti neraka … tapi aku akan tetap menahannya… tak peduli betapa menyakitkannya itu … karena aku ingin menebus rasa sakitnya yang aku perbuat..”

Jiyong terbata-bata mengucapkannya.. sebagian air mata mulai terbentuk di matanya. Dan setelah melihat reaksinya, Youngbae tidak bisa membantu tetapi ia merasa sedikit bersalah. Youngbae menghela napas dan meraih bahu Jiyong, sedikit meremasnya .

“Apa kau sudah pernah mencoba meminta maaf atas apa yang telah kau lakukan itu…? Ini bukan masalah untuk mendapatkannya kembali, tapi biarkan dia tahu bagaimana perasaanmu sekarang …? Katakan padanya kata-kata yang tadi kau katakan padaku… aku dan yang lain mulai bosan melihatmu perlahan-lahan mulai stres, Jiyong … dan jika kau pikir kami hanya akan menunggu untukmu, jika kau berpikir bahwa waktu yang kau inginkan akan menyembuhkanmu, kau tau lebih baik dari kami bahwa kau tidak akan bisa… tidak selama ada rasa sakit dalam dirimu dan juga di Dara … Jiyong.. biarkan dia mengetahui perasaanmu sekarang … “

Jiyong menatap Youngbae sejenak sebelum ia melukiskan senyuman tulus yang terbentuk di bibirnya … Air mata bahkan belum bisa ia hapus dari pipinya.

“Jika aku mengatakan bahwa aku mencintainya, aku ragu dia akan mendengarkan dan peduli tentang apa yang aku rasakan saat ini..”

Jiyong mendongak, masih memakai senyuman sedih di wajahnya.

Youngbae hampir membuka mulutnya tapi ia urungkan setelah melihat terpuruknya Jiyong saat ini.. Youngbae hanya bisa mengangguk mendengarkan isi hati Jiyong meskipun dalam hatinya ia sangat khawatir tentang keadaan rapuh Jiyong saat ini..

“Kau memanfaatkanku kan …?”

Dara tersentak setelah mendengar kata-kata Jaejoong. Dia menatap Dara dengan pandangan tajam di wajahnya.

Saat ini hari telah menjelang malam di sekolah mereka… Dara menyeret Jaejoong untuk kesekian kalinya ke stan lainnya. Seharusnya mereka melihat stan mereka sendiri, tapi yang ada, mereka malah berkeliaran.. Melihat stan orang lain satu-persatu..

Awalnya Jaejoong hanya bermain di salah satu stan.. Dan ketika Dara datang lagi ke sisinya dan hal berikutnya yang Jaejoong tau, Dara sudah menyeretnya ke mana-mana. Jaejoong memintanya untuk pergi saja dengan teman-teman Dara, tapi Dara malah sibuk mengejek Jaejoong, mengatakan padanya bahwa temannya sedang sibuk melihat stan mereka. Awalnya Jaejoong tidak mengatakan apa-apa.. membiarkan Dara menyeretnya kemana yang Dara suka. Dara berpikir bahwa Jaejoong menyukai ini karena ia terlihat nyaman dan hanya diam saja dari tadi. Tapi ternyata itu salah. Jaejoong berbicara padanya kini..

“Apa maksudmu …?” Tanya Dara tak mengerti.

“Kau terlalu naif… Kau pasti mengerti maksudku..” Ucap Jaejoong santai kemudian mengalihkan pandangannya ke arah lain. Dara mengikutinya dan matanya melebar sebelum dia tersentak dan kembali menatap ke Jaejoong setelah menyadari bahwa Jaejoong sedang menuju ke arah Jiyong.

Dara segera memegang lengan Jaejoong, menangkap perhatiannya kembali pada Dara.

“Please… just stay with me for tonight…” gumam Dara.

Jaejoong mengangkat alis dan cemberut, kemudian ia menjentikkan jarinya ke dahi Dara. Mata Dara melebar … ia langsung menjerit dan memegangi dahinya yang benjol.

“Yak!! Apa yang kau lakukan?!” Teriaknya pada Jaejoong.

“Apa yang sedang kau bicarakan, huh …?” Tanya Jaejoong malas sambil meniup jarinya.

Dara mencoba tenang dan sedikit cemberut sebelum ia menatap ke arah Jiyong..

“Aku … aku minta maaf … tapi …”

“Aku sedang berbicara tentang stan itu…” Jaejoong menunjuk stan yang dekat dengan keberadaan Jiyong.

“Eh ..?” Dara kaget plus kebingungan.

“Aku sudah membayar setiap stan yang kita kunjungi .. kau berencana untuk mencoba segala sesuatu ini, huh…? Kau pikir kau tidak akan membayarku untuk ini …? AKu di sini bukan untuk-.. “

Dara memotong ucapan Jaejoong dengan cara menyumpal hotdog ke dalam mulutnya. Dan seketika, Jaejoong tersedak …

Jaejoong segera meludahkan hotdog itu dan berpaling pada Dara yang menatapnya dengan senyuman lebar di wajahnya.

“Dan kau bukan seorang aktris yang baik menurutku… Aku tidak mengerti mengapa dan bagaimana bisa pacarmu percaya denganmu..”

Jaejoong memutar matanya sebelum menempatkan tangannya di dalam saku .

Dara langsung tercengang mendengar apa yang diucapkan Jaejoong tadi senyum di wajahnya perlahan goyah dan untuk sesaat dia diam sebelum ia berdeham dan pura-pura tertawa.

“Baiklah.. aku minta maaf karena aku adalah aktris yang buruk dan sekedar untuk informasimu, Jiyong bukan pacarku lagi … Well uhmm haha Ayo kita pergi

Jaejoong hanya memutar matanya dan berjalan melewati Dara menuju salah satu stan, Dara berdiri di tempatnya sebentar melirik ke arah Jiyong yang sibuk menyiapkan persiapan mereka. Dara kembali ke dalam lamunannya lucu mengingat bagaimana tahun lalu dia dengan Jiyong berkeliling bersama dengan bahagia, mencoba setiap stan yang ada dan sekarang hanya satu tahun tersisa sebelum kelulusan mereka, seharusnya peristiwa yang tak terlupakan pasti akan terlupakan.. untuk itu, ini pertama kalinya Dara menghabiskan waktu tanpa Jiyong.

Dan ketika Dara pikir dia akan tenggelam dalam pikirannya, Jiyong perlahan berpaling padanya Mata mereka saling bertemu dan dengan cepat Dara makin terpaku di tempat nya.

Dara tersentak… tidak bisa mengedipkan matanya karena Jiyong sedang menatapnya dengan tatapan intens jantungnya mulai berdebar keras telapak tangan mulai berkeringat dan bernapas adalah hal yang paling sulit untuk dilakukan.

Aku rasa kau akan mentraktirku kan? Aku ingin bermain di stan itu… Bayarkan tiketnya ya

Akhirnya Dara berhasil berkedip dan mengubah tatapannya dari Jiyong ketika Jaejoong menyadarkannya kembali.

Dara kembali menoleh kearah Jiyong hanya untuk melihatnya, ternyata Jiyong kembali sibuk membantu teman-temannya lagi …

Para siswa-siswi dan semua orang berkumpul di sekitar panggung.. hari pertama pameran tersebut hampir berakhir dengan permainan band Jiyong yang menghibur mereka..

Beberapa orang berteriak bersama dengan lagu-lagu familiar yang mereka mainkan ada yang menari sementara yang lain lebih suka untuk hanya mendengarkan dan menonton mereka mengguncang panggung

Dara, sekarang dengan temannya, Bom, dan masih dengan Jaejoong mereka berada di sisi panggung sambil menonton aksi band Jiyong.

Seberapa kuatnya Dara menolak untuk menonton, Bom tetap menyeretnya untuk menonton, sementara Jaejoong hanya mengikuti Dara saja karena tampaknya dia sedang membawa hadiah yang mereka dapatkan dari stan beberapa saat yang lalu..

Dara terus berusaha untuk tidak menatap Jiyong ia mencoba berfokus pada orang-orang sekitar dan anggota lain dari band. Tetapi dengan suara Jiyong itu dia tidak bisa melakukannya.. kadang Dara mencuri sekilas perhatian Jiyong dan seperti biasa Jiyong seperti dewa di atas panggung dengan suaranya yang kuat ia benar-benar menyihir semua penonton jadi terpesona padanya..

Dan ketika Dara akan meliriknya lagi … Jiyong tiba-tiba menatap padanya

Dara hanya bisa menelan ludah berat bernapas sedalam-dalamnya ketika Jiyong terus menatap ke arahnya..

Dan ketika Dara berpikir ia akan kembali merasa tercekik lagu akhirnya berakhir.

Dara menghela napas dan segera menjatuhkan tatapannya dia tidak bisa menerimanya apakah ia akan tinggal lebih lama ?… Dara takut dia akan pingsan dalam sesak napas. Kemudian ia berpaling pada Bom.

“Bom.. AKu harus pergi.. Aku tak bisa terus berada disini..”

Bom menatapnya ragu-ragu dan ketika Dara tahu bahwa temannya itu akan memintanya untuk tinggal, dia memutuskan untuk pergi begitu saja tapi kemudian, ketika Jiyong mulai berbicara dari panggung langkahnya mulai terasa berat.

Jiyong meletakkan gitar listriknya kemudian ia mengambil salah satu gitar akustik tatapannya masih terkunci pada Dara yang kembali menghadapinya…

Ini akan menjadi lagu terakhir terima kasih karena sudah berada di sini … hanya dengan mengetahui kau ada disini, itu cukup untuk membuatku tetap maju” Hal berikutnya yang terdengar adalah suara yang datang dari gitarnya

“I’m   sorry  , yes  I  am,  for  everything  that  I’ve  done.
How  can  I  do  this  right, without  you  in  my  life.
Even  though  I  say  I  love  you  I’ve  gotta  make a change in my life, baby,
I  realize  that  you’re  better  off  without  me  by  your  side.
You’re  a  special  lady  and  I  know  I’m  not  ready  for  you, oh”

Dara merasa merinding pada kulitnya saat mendengar Jiyong menyanyikan lirik lagu tersebut setiap kata melanda hatinya keras seperti petir itu menyakitkan namun Dara tak bisa berbuat apa-apa tetapi hanya terus mendengarkan lagu itu… perlahan, Dara berbalik menghadap ke arah Jiyong… Ia tersentak sekali lagi ketika ia melihat Jiyong kini sedang menatap langsung ke arahnya …

I’m  sorry  for, what  I’ve  done.
I  broke  your  heart,  now  we’re  apart.
I’m  sorry  for,  making  you  cry.
I  broke  your  heart, now  I’m  alone.
I’m  by  myself.

Dara ingin mengalihkan pandangannya dari Jiyong saat ia melihat rasa sakit yang teramat sangat di mata Jiyong… namun semakin dia ingin menghindarinya, semakin itu membuatnya tenggelam …

Tell  me  why, why  I  made  my  baby  cry.
I  know  I  love  you  but  why,
Should  I  put  you  through  all  of  these  changes.
Never  mind  all  those  I  said  cause  I, didn’t  mean  a  thing.
I  promised  you, I  only  want  you  in  my  life,  oh.

Saat itu, hal berikutnya yang Dara rasakan adalah air mata yang mulai terbentuk di matanya … hatinya berdebar begitu keras, rasanya seperti itu akan segera keluar dari dadanya … bibirnya mulai gemetar … tangannya memegang dadanya keras… mencoba menenangkan diri namun itu tidak mungkin bisa dilakukannya.

I’m  sorry  for, what  I’ve  done.
I  broke  your  heart, now  we’re  apart…for  ever  more.
I’m  sorry  for, making  you  cry…making  my  baby  cry, oh.
I  broke  your  heart,  now  I’m  alone…I  don’t  think I’m  going  anywhere  baby.

Jiyong hampir tersedak dengan kata-kata terakhir karena air mata mulai mengalir di pipinya … rahangnya terkatup saat melihat wanita yang paling dicintainya … menangis sekali lagi …

“I’m  sorry…but  I  still  love  you  baby…”

Jiyong terdengar seperti berbisik di mikrofon… tidak pernah tahu apakah Dara akan mendengarnya … tapi ia tidak peduli … Kata-kata terakhir yang ia ucapkan langsung dengan otomatisnya keluar dari mulut Jiyong setelah selesai bernyanyi..

<<back  next>>

Advertisements

19 thoughts on “Broken — Chapter 18

  1. Usaha Jidi seharusnya bisa buat hati Dara luluh. Rada kesel sama Dara yg gunain Jaejoong untuk liat reaksi Jidi, teh masih gak percaya, gimana rasa bersalahnya bang jidi? u.u

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s