MEA CULPA [Prolog]

mea-culpa

Author : Aitsil96

Category : Sad, Hurt, PG-15

Main Cast : Park Sandara and Kwon Ji Yong

“Kesalahanku adalah karena pernah bertemu dengannya. Ya. Pria itu.”

Benci. Satu kata penuh makna yang bisa ku rasakan hanya untuk sekadar menatap wajah itu. Aku benci terhadapnya. Aku muak. Membayangkan ia yang setiap harinya berkeliaran di hadapanku hanya membuat isi tengkorak ini pening dan ingin pecah karenanya. Ingin rasanya membenturkan jidatku ke tembok yang dingin demi meluapkan emosi, namun aku tak bisa. Status darah yang amat kental di antara kami menjadi penghalang untuk aku menahan segala buncahan perasaan dan terus memendamnya.

Katakanlah aku gila! Semenjak empat tahun terakhir aku memang telah berubah menjadi wanita sinting yang pandai menggunakan topeng. Aku harus melakukan semua itu. Melakukan segala macam cara untuk membuat diriku nyaman di tengah situasi yang bahkan tiap hari terus mencekikku. Menggerogoti persendian tulangku hingga membuat aku hanya ingin mengakhiri hidup sesingkat mungkin.

Oh, ayolah. Kau pikir mudah untuk aku melakukannya? Melakukan hal yang menyiksa batin di setiap harinya, menderita karena harus terus memendam bagai orang idiot, dan menjadi seorang pecundang selama bertahun-tahun bukanlah hal yang bisa kau banggakan. Bukan karena aku ingin, bukan juga untuk kepentingan diriku sendiri, namun untuk dirinya. Untuk seorang wanita yang sialannya telah melahirkanku.

“Kau akan pergi?”

Ne.”

“Tak sarapan dulu?”

Cih! Sarapan apa yang ia maksud? Jika yang dimaksud adalah roti yang tersaji di meja makan dengan beberapa toples selai, maka itu bukanlah sarapan untukku. Menghampiri meja makan hanya akan membuat asam lambungku naik dan berakhir mengeluarkan isi perut. Kau pikir aku bisa sarapan di sana dengan melihat pria yang berganti-ganti setiap paginya tepat di hadapan wajahku? Jangan gila!

Lebih memuakkan lagi, apakah aku harus menodai mataku untuk melihat mereka yang bertelanjang dada lalu menggodaku dengan kedipan menjijikkannya? Astaga, tak cukupkah setiap malamnya aku menderita dengan mendengar desahan serta erangan kenikmatan yang tak henti memasuki indera pendengaranku? Walau berusaha disembunyikan bagaimana pun, tetap saja suara-suara itu seakan menghantuiku setiap malamnya.

Jika tak tahu malu, mungkin setiap malamnya aku akan lebih memilih untuk menginap di kamar sewa sempit milik Bom daripada harus tinggal di rumah ini. Dan oh, apa yang ku bilang tadi? Rumah? Apakah ini bisa disebut tempat tinggal? Oh Tuhan, tempat ini bahkan serasa bagai neraka untukku!

“Aku pergi.”

Aku mengucapkannya pelan setelah menggeleng sekilas. Tak peduli jika ia melihatnya atau tidak, yang jelas aku hanya ingin segera keluar dari tempat ini. Dengan langkah lebar-lebar aku meninggalkannya yang masih mengenakan lingerie hitam tipis menerawang berbahan satin. Menjijikkan! Ia memperlihatkan hampir seluruh lekuk tubuhnya dengan sengaja. Astaga, mengingat penampilan serta kelakuannya hanya akan membuat bulu kudukku meremang.

Masih pantaskah ia ku sebut sebagai… eomma?

.

.

.

To be continued…

Holla aku bawa FF baru ^^ Dan seperti biasanya, FF ku ga pernah pure romance, jadi jangan harap banyak sweet scene DG *author kejam*

Jangan lupa follow wattpadku yaa @Listiaandani

Advertisements

15 thoughts on “MEA CULPA [Prolog]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s