[FESTIVAL_PARADE] ONE ANOTHER >> 7.

ano-another-copy

SCENE 07 <WE ARE EVEN!>


Tidak biasanya Jiyong datang ke rumah Sandara malam-malam begini tanpa pemberitahuan. Firasat Sandara sudah tidak enak saat melihat wajah Jiyong yang terlihat serius. Wajahnya menyiratkan kekecewaan.

Benar dugaannya, Jiyong kecewa padanya.

Masalahnya bermula dari Sohee yang tanpa sengaja menemukan foto Sandara di dompet Joonyoung. Foto masa mereka SMP dulu. Sohee menuntut penjelasan Joonyoung. Joonyoung menjelaskan, bahwa mereka dulu memang pernah berpacaran saat masih SMP. Sohee marah karena Joonyoung tidak mau jujur padanya. Joonyoung yang tidak terima membalas dengan semua tindakan Sohee selama ini yang bisa menjadi alasan untuk Joonyoung marah padanya. Menurut Joonyoung, dirinya sudah cukup bersabar dengan menghadapi sikap Sohee yang masih saja manja kepada Jiyong meski mereka sudah berpacaran lebih dari satu tahun. Puncaknya, Sohee pulang dalam keadaan menangis, tanpa sengaja bertemu dengan Jiyong di jalan. Jiyong mendapati Sohee menangis, menanyakan sebabnya. Sohee menceritakan semuanya kepada Jiyong.

Dan di sinilah Jiyong berada, meminta penjelasan dari Sandara.

“Benar, Joonyoung dan aku pernah berpacaran saat SMP dulu, dia adalah pacar pertamaku, lalu apa masalahnya?” tuntut Sandara, emosi.

Jiyong sudah mengira, akan beginilah jadinya. Emosi Sandara memang labil.

“Kenapa kau tidak pernah berkata apa pun padaku?” Jiyong yang memang sudah sejak awal merasa kesal ikut terpancing emosi Sandara.

Sandara memandang Sandara sengit. Tidak peduli jika Jiyong adalah cowok pertama yang pernah benar-benar disayanginya – cinta pertamanya.

“Boleh aku balik bertanya padamu? Kenapa kau tidak pernah memberitahuku yang sebenarnya?” Sandara mendesiskan setiap kata diliputi emosi.

“Memberitahumu apa? Bukankah selama ini aku selalu jujur padamu?” Jiyong tidak terima merasa dipojokkan demikian.

“Jujur?” mata Sandara menyala. “Apa kau pernah jujur padaku kalau puisi yang kau bacakan padaku di akuarium dulu sebenarnya kau tulis untuk Sohee?” tanyanya lirih, namun suaranya penuh dengan emosi.

Jiyong tersudut, tidak tahu harus berkata apa. Mulutnya yang sudah terbuka kembali tertutup.

“Apakah aku sama sekali tidak ada artinya bagimu?”

“Tentu saja bukan begitu, Sandara,” jawab Jiyong cepat.

“Tapi aku tidak pernah merasakannya, Jiyong. Aku tidak pernah kau pentingkan. Sohee yang selalu menjadi yang nomor satu, aku lelah harus menjadi yang nomor dua,” keluhnya menundukkan kepalanya. Menyembunyikan air matanya yang telah mulai memproduksi air mata.

“Mianhe…” hanya itu yang keluar dari bibir Jiyong.

Selesai. Sandara mengusap air matanya. Dia tidak akan menangis lagi karena hal ini.

“Hanya itu saja?” nadanya mengejek, seolah ingin membuktikan kepada Jiyong bahwa dia bukan cewek manja.

“Aku tidak tahu lagi harus berkata apa selain maaf. Aku minta maaf karena kau mengetahuinya bukan dariku,” air mata Sandara mengkhianatinya saat kembali menetes, “bukan begitu maksudku mengenai puisi itu,”

“Terserah,” lirih Sandara, kembali menundukkan kepala.

“Dan tolong jangan pernah berkata lagi jika kau tidak penting untukku, karena kau penting,”

“Kalau begitu tunjukkan hal itu,” balas Sandara, masih dengan kepala tertunduk, “dan jangan pernah memprotes karena aku dekat dengan Joonyoung, dia temanku. Selama ini aku tidak pernah memprotes kau yang dekat dengan Sohee. Kita seri.”

Setelah berkata demikian, Sandara meninggalkan Jiyong begitu saja di depan pintu rumahnya. Dia berlari masuk ke dalam rumah.

Belum juga pintu kamarnya tertutup, air matanya sudah saling berlomba mengalir. Dia kalah melawan dirinya sendiri. Ternyata dirinya tidak sekuat yang dipikirkannya. Tidak setegar yang dia sangka. Dan yang menyakitkan adalah, Jiyong sama sekali tidak membantah bahwa Soheelah yang nomor satu baginya. Berarti sejak awal, dirinya memang sudah kalah.

Semalaman, Sandara menangis. Esoknya, dia tidak masuk sekolah karena demam.

**

19 Maret

Jiyong sudah tahu jika Joonyoung dan aku dulu pernah berpacaran. Jiyong bertanya kenapa aku tidak pernah mengatakan apa pun padanya. Tapi aku sama sekali tidak menyesal Jiyong telah tahu semuanya. Biar saja… biar dia tahu bagaimana perasaanku selama ini…

Toh dia pun masih sangat dekat dengan Sohee…

Joonyoung dan aku dulu pernah berpacaran dan sekarang kami kembali dekat…

Sekarang aku berpacaran dengan Jiyong..

Joonyoung berpacaran dengan Sohee..

Kenapa harus Jiyong yang menjadi pacarku?

Kenapa harus Joonyoung yang menjadi pacar Sohee?

Kenapa semuanya harus betemu dalam keadaan seperti ini?

Aku pusing…

Kenapa fotoku masih ada di dompet Joonyoung? Aku tak mengerti… aku tidak tahu…


SCENE END

<< back next >>

Advertisements

17 thoughts on “[FESTIVAL_PARADE] ONE ANOTHER >> 7.

  1. Jiyong labilnya tingkat dimaskanjeng-_- kok ya ga tegas sama perasaannya sendiri. Emang jiyong masih belom bisa move on dari sohee?
    Suka sih sama sikap sandara, biar jiyong sendiri yg buktiin sepenting apa sandara buat dia.. ahhh baper… mana hujan gini…. hacep banget.

  2. Sandara you the bestttttt,suka klo Sandara bisa ngejawab berani kya gitu ,jangan mau kalah walaupun cewe,emang cowo aja yg bisa,heeeehhhhh…cewe juga bisa kelessss

  3. Gemes banget liatnyaa. Jiyong gitu banget, jadi ikut kesel sedih pas baca adegan mereka tengkar. Jiyong masih suka sm sohee? Tp pas awal2 dia bilang jatuh cinta sm dara. Bikin geregetan deh. Bagus eon ff nyaa ><
    Maaf baru comment mulai yg part ini, krn saking penasarannya makanya lgsg baca next chap. Nanti commen2 deh setiap chap eonni writternim. Fighting!!

  4. Entah kenapa aku suka banget dengan kepribadian dara yang berani dan tegas dalam menghadapi masalah nggak kayak Jiyong yang selalu natap masa lalu gitu 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s