[Series] Ice Cream : Part 1

 thursday

Tittle : Ice Cream
Author : Thursday
Casting : Kwon Jiyong, Sandara Park, Seungri, CL, Song Mino, Minzy, Kim Jin Woo, Lee Hi
Genre : Romance Comedy

“Apa!!” Suara paling keras di restoran ini keluar dari dapur yang sedari tadi sibuk itu.

“Kritikus itu bilang makanan kita tidak enak? Hah!! Memangnya dia pernah mencoba makanan kita apa?” Mata pria itu membulat mukanya memerah tangannya yang kasar mengepal dengan bulatnya. Pria yang tidak terlalu tinggi dengan wajah yang tampan khas tubuhnya yang tidak terlalu kekar rambutnya yang hitam dan ada beberapa tatto di tangannya itu kesal dengan apa yang di laporkan bawahannya.

“I-Iya hyung, aaa-ku membaca artikel yang ia tulis, sekitar 2 jam lalu baru saja di rilis, hyuuung,” dengan terbata – bata pria yg bermata seperti panda itu menjawab.

“Hahh?! Ahjumma itu ingin bermain-main dengan ku rupanya,dia belum tau siapa aku heuhh!! Aku Kwon Jiyong, chef terkenal dan paling tampan ini dia belum tau?? Bahkan hanya dengan menutup mata orang akan tau ini adalah masakanku dan ahjumma itu bilang apa tidak enak!! Yang benar saja bahkan belum mencoba masakanku dia sudah bilang begitu?”

Mata Jiyong makin membulat dan memerah tangan yang beberapa kali di hantamkan pada meja di depannya membuat karyawan sekaligus teman baik di depannya takut sampai tidak bisa berbuat apa-apa selain tertunduk dan kaget dengan hantaman tangan atasannya itu.

“Seungri-ya, undang kritikus itu datang ke restoran kita! Siapkan sebaik mungkin restoran ini tutup restoran ini saat dia datang aku hanya ingin memasak untuknya saja!” Jiyong menggulung lengan bajunya

“Ha-ri i-ni hyung?” Seungri menjawab masih terbata-bata

“Menurutmu tahun depan?” Mata Jiyong melihat Seungri dengan tajam

“Hari ini tidak bisa hyung, maksudku bulan ini kita tidak bisa menutup restoran atau mengundang tamu privat, restoran kita sudah di pesan eksklusif oleh Tuan Choi karna ada serangkaian perayaan perusaannya dan ulang tahun pernikahannya hyung.” Jelas Seungri yang mencoba membuka jadwal restoran di note yang selalu ia bawa

“Apa!! Sial aku lupa tentang hal itu, baik … jadi kapan aku bisa memasak untuk ahjumma itu?”

“Tanggal 14 bulan depan hyung,” jawab Seungri yakin

“Baik 2 minggu lagi yah!! Ahjumma akan aku tunjukan siapa itu Peter Kwon yang sebenarnya!” dengan kepercayaan diri yang tinggi Jiyong berlalu meninggalkan seungri

Seungri yang hampir mati karena menghadapi hyungnya begitu marah pun keluar dari dapur,dengan muka kusut dan bibir manyun Seungri berusaha menutupi dari semua karyawan restoran yang sedari tadi menguping di luar dapur.

“Hyung, apa Chef Peter benar-benar marah?” Dengan penasaran Mino bertanya pada Seungri.

“Kau fikir dengan suara meja yang di pukul dia tertawa bahagia apa?!” mata Seungri membulat tangannya diayun ingin memukul kepala Mino, juniornya tapi hatinya tak tega.

“Maaf hyung aku kan hanya bertanya,” Mino tertunduk manyun

“Kan sudah kubilang oppa jangan beritahu Chef Peter, salah oppa sendiri memberitahunya.” Tambah Minzy yang sedari tadi mengelus punggung mino

“Jadi maksudmu salahku? Dia akan tambah marah jika aku tidak memberitahunya sekarang, apalagi kalau dia tau dari orang lain mungkin restoran ini sudah habis disembur olehnya!” Seungri semakin kesal

“Sudahlah pergi kalian kembali bekerja dan sebaiknya jangan ganggu aku biarkan aku membaca ini sebagai pengobat pusingku ini.” Seungri mengusir juniornya sambil pergi duduk di kursi dan membaca novel yadong yang biasa dia bawa.

.

.

.

.

Hari pun semakin larut restoran pun semakin ramai dengan pelanggan yang sedari tadi silih berganti datang dan pergi. Tapi Jiyong tak pernah keluar dari kantornya ruangan yang ada di paling ujung restoran bintang lima nya ini, sejak kejadian tadi dia hanya mengurung diri mondar mandir seperti setrika, berbicara sendiri seperti orang gila dan sesekali mengepalkan tangannya.

“Aku tidak habis fikir dia bilang tidak enak? Apanya yang tidak enak aku membangun restoran ini hampir 5 tahun dengan banyak penghargaan yang aku dapat dia masih bilang makanan di restoran ini tidak enak? Hahh?!” dengan kesal Jiyong terus memaki kritikus itu,dengan tangan di pinggang terus mondar mandir tidak jelas dan beberapa kali dia membuang nafas tanda begitu kesalnya dia saat ini.

“Siapa sebenarnya Nona Camelia ini hahhh? Kenapa orang-orang begitu percaya dengan artikel omong kosongnya ini,apa karena dia cantik atau kaya? Tapi kata Seungri dia ini ahjumma yang telat menikah saja.” Jiyong terus bergerutu sambil melihat artikel tentang restorannya di komputer di hadapannya.

“Aaaaa!! Cukup aku harus minum!! Ya minum supaya aku bisa tenang minum ayo minum” Jiyong mengambil jaket tebal dan kunci mobilnya terus keluar.

“Seungri tutup restoran jam 9 aku ingin pergi aku serahkan sisanya padamu,” dengan tergesa – gesa jiyoung memberi tau seungri dan pergi

“Tapi hyung, hyungggg!!” dengan frustasi seungri berteriak pada Jiyong tapi percuma Jiyong yang tidak mau tau melambaikan tangan dan terus berjalan keluar.

Di waktu yang sama terlihat begitu sibuknya orang-orang di sebuah kantor majalah kuliner online, ada yang menerima telfon,ada yang sibuk membulak balikan kertas yang tertumpuk di depannya dan ada yang malah begitu santai tidur di saat orang lain sibuk bekerja. Memang pemandangan yang biasa di sebuah kantor majalah dan hal biasa pula untuk tidur di waktu kerja bagi Sandara Park.

Sandara Park, seorang jurnalis sekaligus kritikus, wajahnya cantik, putih dan bersih rambutnya yang kecoklatan matanya yang bersinar seakan memancarkan cahaya tapi sayang itu semua tertutup oleh kacamata baca yang besar dan dandanan nya yang sedikit terlihat jadul padahal industri fashion dan make up yang sangat maju di Korea Selatan.

“Noona, bangun noona!” panggil jinwoo yang mencoba membangunkan seniornya itu.

“Sudah kubilang bangunkan aku hanya karena Mr. Lee, Jinwoo!!” dara merubah posisi tidurnya.

“Mamang aku membangunkanmu karena Mr. Lee, noona!! Bangunlah cepat kita dapat kabar baik noona” Jinwoo masih berusaha membangunkan sandara.

“Apa?? Apa kabar baiknya?” Sandara bangun setengah meloncat.

“Kita dapat undangan eksklusif dari restoran one milik Peter Kwon, noona!” jelas jinwoo.

“Apa!! Sudah kuduga pancingan kita membuahkan hasil bahkan hanya dengan artikel seperti itu dia sampai mengundangku secara eksklusif,kapan itu jinwoo? Tanya sandara dengan penuh percaya diri.

“Bulan depan tanggal 14 noona.”

“Bagus kita harus persiapkan ini sebaik mungkin,kita harus mendapatkan peringkat satu di pencarian kita harus membuat artikel yang akurat tajam dan terpercaya” dengan penuh semangat Sandara berbicara.

“Baik noona, tapi Mr. Lee ingin bicara padamu.” jinwoo memberikan telfon nya pada dara

Dengan segera dara menerima telfon Mr. Lee, “Ya Mr, ini aku camelia”

“Ahh, Camelia aku senang dengan kerjamu dalam proyek kita kali ini,tidak sia-sia aku mempercayai ide gila mu kemarin lanjutkan kerja baik mu camelia aku mempercayai mu, lakukan yang kamu ingin kan aku siap membantu dalam segi apapun asal artikel berikutnya milik mu masuk kembali pada pencarian teratas ok!! Aku menunggu itu. Baiklah kalau begitu selamat bekerja yah,” tanpa sempat berbicara banyak pada Mr. Lee telfon sudah tertutup.

Gadis yang biasanya periang dengan wajah cantik yang tertutupi kacamata besarnya itu berubah murung, keningnya berkerut wajahnya cemberut dan terus memainkan pensil yang sedari tadi ada di tangannya.

“Apa yang harus aku lakukan?”

“Apa artikel yang harus ku buat tentang restoran itu?”

“Apa artikel tentang pujian? Tapi jika hanya memuji itu akan menjadi biasa bukan?”

“Apa harus artikel yang mencela? Ahh, nanti pembaca bilang aku hanya tukang mencela saja”

Pertanyaan-pertanyaan itu terus dara ulang, sesekali dia hanya tidur di atas meja kerjanya lalu kemudian bangun dan mengacak-acak rambutnya tanda betapa dia frustasi hanya karna satu artikel restoran yang sekarang sedang di minati warga korea itu. Saking frustasinya dia tidak sadar jam kerjanya pun sudah habis dan saatnya untuk pulang.

Unni, kamu akan terus melamun seperti itu? Ayo pulang jam berapa ini?” tegur Lee Hi.

“Apa? Jam berapa memang sekarang?” dara buru-buru mengecek jam tangannya.

“Ya ampun ini jam 7 malam kenapa aku bisa melupakan waktu surga ku!” Ya, dara memang berfikir waktu dimana dia pulang kerumah dan tidur adalah surga. Dara bangkit dari duduknya dan segera membereskan meja kerja nya yang berantakan.

“Jangan terlalu stres tentang restoran itu unni nikmati saja!! Kalau begitu aku pergi duluan” Lee Hi pun pergi untuk pulang.

.

.

.

.

.

Malam semakin larut bintang pun semakin banyak muncul dari persembunyiannya, bulan yang begitu terang serta bulat melengkapi indahnya malam ini. Tapi tidak untuk kedua manusia yang saat ini stres memikirkan realita kehidupannya masing-masing.

Jiyoung yang sudah sampai dari tadi di kedai pinggir jalan untuk minum sudah menghabiskan tiga botol soju nya. Matanya mulai tak bisa fokus melihat orang-orang di sekitarnya karena sudah mabuk dia pun merebahkan tubuhnya di atas meja karena sudah tidak bisa tegak untuk duduk. Sesekali dia mengigau hingga orang-orang di samping mejanya terus bergerutu menyuruhnya pergi pulang karena dia sudah begitu mabuk, memang benar tak pernah seperti ini sepanjang hidupnya dia tidak pernah kuat untuk mabuk bahkan biasanya hanya beberapa gelas soju saja dia sudah mabuk,tapi entah apa yang ada dalam pikiran jiyoung saat ini sehingga dia begitu kuat mabuk separah ini.

Dara yang begitu cemas memikirkan artikel apa yang harus dibahas olehnya untuk Restoran One pun memutuskan menutup malam ini dengan minum dia masuk kesebuah kedai pinggir jalan dan memesan minum.

“Ahjumma beri aku 2 botol soju!!” dara memesan

“Ini nona silahkan,” ahjumma pemilik kedai meletakan botol soju di hadapan dara.

“Kau sendirian, nona?” tanya ahjumma.

“Ia begitulah,” jawab dara singkat kemudian tersenyum pada ahjumma.

“Sebaiknya kau jangan terlalu mabuk nona nanti bisa seperti orang di pojokan itu, dia sangat mabuk dan tidur dari tadi di sana,” jelas ahjumma sambil menunjuk Jiyong yang ada di pojok tenda.

Ne ahjumma terimakasih tapi kalau hanya dua botol aku tidak akan mabuk.” Dara kembali memberikan senyum canggung pada ahjumma itu.

“Hemm … kenapa pria itu? Bagaimana bisa seorang pria mabuk hanya dengan tiga botol soju saja?” Dara menggerutu sambil menuangkan soju dan meminumnya

Malam semakin larut dan kedai tempat dara dan Jiyong pun akan tutup,tapi kemudian ahjumma pemilik tenda tidak bisa menutup kedainya karena ada sepasang pelanggan yang begitu mabuk dan tidak bisa bangun untuk pergi dari kedainya.

“Sudah aku bilang kalian kalau terlalu mabuk jadi seperti ini kan? Ayo pergi sana aku mau tutup.” ahjumma pemilik kedai mengusir dara dan Jiyong.

Jiyong yang setengah bangun mulai bangkit mengambil dompet yang ada di saku celana belakangnya kemudian dengan sempoyongan dia pergi untuk membayar. Sama halnya dengan dara bahkan matanya hampir tidak bisa di buka dengan tenaga terakhirnya dia mencoba bangun untuk membayar dan pergi keluar meninggalkan tempat dia minum.

Jiyong memanggil taksi di samping jalan dengan hanya melambaikan tangannya, matanya tertutup tidak tau arah taxi datang, taxi pun kemudian datang dia masuk dan duduk dengan setengah sadar dia memberitahu tujuannya pada supir taxi.

“Apartemen Star, Pak.”

Setelah memberitahu tujuannya Jiyong kemudian tidur tak ingat apapun.tanpa sadar dara pun masuk ke taxi yang sama dengan Jiyong yang lebih dulu masuk.

“Maaf nona, taxi kami sudah ada penumpangnya.” kata supir taxi

“Sudahlah aku memang pergi dengannya” dengan tidak sadar dara mengucapkan hal itu.

Supir taxi pun tidak banyak bertanya dia langsung mengantar dua orang mabuk ini ke apartemen yang di katakan Jiyong tadi.

Hari pun berganti matahari sudah lumayan tinggi menyapa dunia,burung yang hampir tidak terdengar suaranya karena suara kendaraan yang sudah banyak berlalu lalang di jalan raya. Orang-orang mulai sibuk dengan pekerjaan masing-masing, anak-anak yang akan pergi sekolah pun sudah siap dengan seragam sekolah kebanggaan mereka. Tapi berbeda dengan dua orang anak manusia yang sekarang masih tidur pulas di kasur yang sama, mereka saling berpelukan dengan sang pria tidak memakai baju dan yang wanita pun sama demikian.

Jiyong mulai bangun, dia meregangkan tangannya menggesekkan tangannya pada matanya yang begitu sulit dia buka, tapi begitu terkejut nya dia karena di sebelahnya dia lihat seorang wanita yang sama sekali dia tidak kenal.

“Aaaaaaaa!!!!!” teriakan jiyong lolos dari mulutnya begitu saja, dia melihat pada tubuhnya dan kemudian dengan terburu-buru menutup tubuhnya karena dia tau tidak ada sehelai kain pun yang ia pakai

Dara yang kaget kemudian bangun dia pun tambah kaget karena melihat seorang pria di hadapannya yang dia tidak kenal pula tanpa pikir panjang dia pun berteriak “KYA!!!!!”

Dara kemudian menutupi tubuhnya karena hanya pakaian dalam yang ia kenakan. Mereka berdua saling tatap penuh tanya dan kemudian sama-sama berteriak keras sekerasnya yang mereka bisa.

to be continue

next>>


Author Note :
Hallo semua annyeong *bow* ini adalah ff pertama yang aku share ke publish biasanya tulisan-tulisan ku cuman menuhin note aja,aku harap kalian suka yah kalau gk suka ya di suka-sukain aja *maksa* hehe ok deh kalau gth selamat membaca cerita ngawur ini dan sampai ketemu di chapter 2 ‪#‎Thursday‬ ‪#‎titikduabintang‬

Advertisements

24 thoughts on “[Series] Ice Cream : Part 1

  1. Omg ini kocak bnget..apalagi dara smpai2 ikut jiying k apertmen ny jiyong..wah apa yg bkalan trjdi sm mreka berdua.
    Buat seungri ada2 aja deh..masa buat nyegarin otak bca novel yadong.haha
    Semngat buat chap2 ny thor.

  2. wkwkwkw…….mrka kan sebenarnya bakal jadi rival..ehhh malah tidur dalam satu kamar dan satu tempat tidur tampa pakaian yang menutupi mereka hahaha…omg daragon manissss sekaliiii..

  3. ohh jadi yang ahjumma di maksud seungri itt dara , haha
    cielah mereka bisa kebetulan gtu mnum” dan berakhir di ranjang jiaaahhh
    nah nah gimana tuh jadi nya ??!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s