IF YOU [Chap. 5]

if-you-pic

Author :: Hanny G^dragon (twitter : @Hannytaukand)

Cast     :: Sandara Park (dara), Kwon Jiyong (Gdragon)

            Annyeong, gumawo udah komen dan kasih pendapat kalian. Tapi ini, akan jauh dari ekspetasi kalian. Penasaran? Scroll ke bawah lah cuzz!

Author Pov

Ciiiiiiittt. Decitan nyaring dari ban yang terpaksa bergesekan dengan aspal dengan keras karena rem yang di injak oleh seseorang yang sedang merasakan sakit di hatinya. Jiyong, Kwon Jiyong namja itu. Dia menepikan mobil yang membawanya dan sosok cantik yang nampak ketakutan karena Jiyong menghentikan laju mobilnya secara tiba-tiba.

“Dara..” panggil Jiyong menggantung, tak melanjutkan kalimatnya. Dara menatapnya takut.

“Dara tatap aku, jangan takut” ucap lembut Jiyong sambil mengambil tangan Dara dan mengusap lembut pungung tangannya dengan ibu jari Jiyong.

“Heeei, kumohon. Jangan seperti ini, apa aku begitu menyakitimu, hemm?” ucap namja itu lagi. Kini Dara menatap langsung obsidan coklat Jiyong.

“Mian, mian karena aku tidak bisa menepati janjiku. Aku tidak menjagamu dengan baik. A-aku jahat padamu” ucap Jiyong sambil mengecupi tangan Dara yang berada di genggamannya. Lelehan liquid bening jatuh dari matanya, merasakan bahwa betapa ia sangat menyesali perbuatannya pada sosok di hadapannya ini. membentak, memaki bahkan mempermalukannya dan menyakitinya, semua perlakuan itu yang ku lakukan tapi sosok di hadapannya tak pernah sekalipun membalas itu semua. Mungkin jika Dara ingin, dia akan melaporkan semua perbuatan Jiyong pada kakeknya dan mengambil sahamnya diperusahaan appanya, namun lagi-lagi yeoja cantik itu tidak melakukan apapun selain tersenyum manis dan selalu berkata “aku percaya pada Jiyongku”. Membuat beningnya air mata Jiyong terus menerus keluar dari matanya.

“Uljima Jiyongie~” ucap Dara melepaskan tangannya dari genggaman Jiyong.

“akh penolakan lagi, aku berhak mendapatkan ini”batin Jiyong saat Dara melepaskan tangannya dari Jiyong.

            Namun Jiyong mematung, karena apa yang ia fikirkan tidak dengan kenyataannya. Sekarang tangan mungil itu menangkup wajah sembab Jiyong yang di penuhi air mata.

“Uljima~aku hanya ingin melihat kau tersenyum, tertawa dan bahagia Ji~”ucap Dara sambil tersenyum dan mengusap air mata Jiyong, sedetik Jiyong terpaku akan jawaban Dara, dia benar-benar malaikat. Jiyong pun menutup matanya menikmati sentuhan tangan Dara di wajahnya. Menenangkan.

“Apa yang terjadi? Kenapa seperti ini?” tanya Dara.

“Aku sudah ingat, aku mengingatmu. Karena ini (kalung) aku menemukannya di balkon panti saat kau meninggalkanku pulang” jawab Jiyong sambil memberikan kalung berbandul sayap peri itu.

“K-kalung ku” ucap Dara terbata.

“Ne, karena ini mimpiku yang tadinya hanya bayangan tak jelas menjadi terlihat sangat jelas dan aku melihatmu disana. Aku melihat masa lalu kita, Dee~”ucap Jiyong menatap sendu yeoja disampingnya yang kini ikut menangis sambil menggenggam kalungnya. Kalung berharga baginya.

“Mian, jeongmal mianhe karena aku terlambat menginatmu. Saat aku mengingatmu di mimpi itu, aku menelfon umma dan menanyakan apakah aku pernah kecelakaan dan memang aku mengalami kecelakaan dan itu tepat saat dimana kita berpisah, kecelakaan itu terjadi saat aku dalam perjalanan pulang. Dan aku melupakan masa itu. Mianhae, jeongmal mianhae” ucap Jiyong mengelus lembut pipi Dara yang basah karena air matanya.

“Apakah karena aku masa lalu itu, Jiyongie bersikap baik padaku?” tanya Dara dengan berbisik.

“Ani, ani. Emm entah sejak kapan aku pun tidak tahu Dara. tapi aku menyukaimu sebelum aku mengetahui ini semua. Dan aku semakin yakin dengan perasaanku saat mengetahui kau Daraku, dan aku hyung mu. Benar?” ucap Jiyong sedikit terkekeh mengingat Dara yang dulu tidak memanggilnya Oppa melainkan Hyung.

“Jangan tertawa, aku masih bersedih kau tau. Aku mencari kalung ini kemana-mana bahkan aku bertanya pada seluruh rumah sakit saat aku di rawat” ucap Dara mempoutkan bibirnya.

Sial, kenapa imut sekali. Batin Jiyong.

~Chup.

Jiyong mengecup bibir pout itu. Dara hanya bisa merona merah di pipinya.

“Jangan seperti itu di depan orang lain selain aku, arra!” ucap Jiyong sudah kembali dengan nada perintahnya.

“Wae?” kini Dara menatap bingung sambil memiringkan kepalanya.

Sial combo, dia beragyeo? Menggodaku eoh?. Batin Jiyong lagi.

Chup

Jiyong mengecup kembali bibir Dara. dan menambah merah wajah Dara saat ini.

“Jangan menggodaku seperti itu, aku bukan namja yang bisa menahan diri” ucap Jiyong membuat Dara memeluk tubuhnya sendiri.

“Pervert” ucap Dara yang masih memeluk tubuhnya dan menjauh dari tubuh Jiyong.

“Hahahaha, jadi kita pulang sekarang atau kau pulang ke apartemenku, hemm?” ucap Jiyong kini dengan alis yang di naik turunkan, menggoda yeoja yang masih merengut lucu.

“Aku akan menghubungi kakek kalau kau membawaku kesana” ancam Dara, dan lagi-lagi tawa Jiyong meledak. Baru kali ini Dara mengancamnya seperti itu. Dan mungkin menggoda Dara menjadi hal yang menyenangkan bagi Jiyong mulai saat ini.

~Kediaman Park~

“Cha sudah sampai Dee~” ucap Jiyong mengusak rambut Dara.

“Emm ne, aku masuk ya dan hati-hati di jalan Ji” ucap Dara lalu membuka pintu mobil Jiyong. Dan keluar dari mobil.

“Dara” teriak Jiyong yang berlari mengikuti Dara yang sudah mendahuluinya dan kini berbalik menatap Jiyong heran.

“Wae? Apa kau ingin berkunjung?” tanya Dara. namun Jiyong menggelengkan kepalanya.

“Lalu?” tanya Dara bingung.

“Poppo” kini Jiyong yang bicara.

“Mwo?” Dara masih tak mengerti otak-mesum-Jiyong.

“kisseu, poppo” ucap Jiyong lagi kini sambil menunjuk bibirnya yang sudah di majukan beberapa centi. Dara terkekeh pelan, namun ia dengan sedikit ragu mulai mendekatkan wajahnya pada Jiyong.

Grep

Jiyong menarik pinggang Dara, membuat tubuh mereka saling menempel. Dan saat itu pula Jiyong tidak men-sia-siakan kesempatan. Ia mencium bibir dara, bukan hanya sebuah kecupan melaikan kini sudah menjadi sebuah lumatan yang hanya direspon Dara dengan keterkejutannya. Namun lumatan yang Jiyong berikan membuat Dara memejamkan matanya dan membalas ciuman Jiyong. Mereka melakukan itu seakan membalas semua kerinduan mereka bertahun-tahun lamanya tanpa mereka sadari di gerbang kediaman Park, seorang yeoja bersurai blonde bermata tajam menangisi moment romantis itu. Denyutan sakit di hatinya menyiksa saat melihat orang yang di cintainya mencium yeoja yang tidak lain adiknya.

“Sepertinya aku tidak diperlukan lagi di sini. Ku kira kepergianku di tangisi tapi ini yang kudapatkan?” ucap sarkas Cl  bermonolog sendiri dan memutar balik tubuhnya menjauhi kediaman Park.

**

            Jiyong berubah 360 derajat pada Dara. kini dia mengantar Dara menuju kampusnya tepat di depan fakultasnya, walau mau Jiyong ia mengantar hingga kekelas Dara namun mengingat dia seorang public figure yang belum debut ia mengurungkan niat itu. Jiyong selalu menyempatkan dirinya mengantar dan menjemput Dara di sela-sela kesibukannya di studio karena hari debut mereka sudah di depan mata.

“Kita mau kemana Ji?” tanya Dara yang kini berada di mobil Jiyong.

“Rahasia” ucap Jiyong yang mendapatkan respon kerutan di dahi Dara.

Takk

Jiyong menyentil kening Dara yang mengkerut itu.

“jangan mengkerut seperti itu. Jelek” ucap Jiyong yang terkekeh pelan.

“Appo Ji, huh!” keluh Dara sambil mengusap dahinya.

Chup

Jiyong mengecup cepat dahi Dara, lalu ia kembali fokus pada kemudinya lagi.

“Issh kau ini, bagaimana bisa kau melakukan itu saat mengemudi Ji. yang benar saja” protes Dara.

“Jika kau mau aku bisa menepikan mobil ini dan menciummu melebihi dari yang kemarin kekeke” ucap Jiyong dengan kemesumannya.

“Andwe!” tolak Dara. dan lag-lagi Jiyong tertawa. Sungguh menggoda Dara menyengkan bagi Jiyong.

“Ji, bukankah ini..” ucap Dara menggantung. Melihat jalan yang ia lalui terlihat familiar. Sangat familiar bagi Dara karena ia sering ke tempat ini.

“Benar. Kita akan mengunjungi appa dan eomma mu” ucap Jiyong sambil menghentikan mobilnya karena mereka telah sampai di pemakaman khusus keluarga Park.

            Pemakaman mewah yang amat sangat luas yang dimiliki keluarga Park ini memang selalu membuat orang berdecak kagum. Hamparan rumut yang rapi dan sebuah danau buatan di tengahnya. Dan terdapat sepasang salib besar di pemakaman tersebut yang saling berdekatan. Ya itu makam tuan dan nyonya park.

“Eomma, appa. Aku berkunjung” ucap Dara menatap gundukan tanah yang sudah ditutupi rumput yang rapi dan salib yang menjulang di atasnya.

“Ah, aku berkunjung dengan Jiyong. Dia yang membawaku ke sini. Dia sudah mengenali dan mengingatku appa, eomma. Aku bahagia” ucap Dara masih menatap makam ke dua orangtuannya, Jiyong yang mendengar itu tersenyum sendu karena baru menyadari bahwa mungkin Dara menceritakan semua di sini.

“Annyeong, Appa-eomma. Mianhae karena membuat putri kalian tersakiti. Maaf kan aku, karena tidak bisa menjaga putrimu dengan baik. Di hadapan kalian saat ini, aku, Kwon Jiyong akan selalu mencintai Sandara Park, dan akan selalu menjaganya. Aku harap di alam sana kalian merestui kami” ucap Jiyong yakin dan menggenggam tangan Dara. Dara yang mendengar pengakuan Jiyong di kedua makam orang tuanya sangat terharu, kini ia benar-benar di cintai.

“Gumawo” bisik Dara.

“Ani, aku yang harusnya berterimakasih karena kau masih memberiku kesempatan menjagamu dan mencintaimu” ucap Jiyong lalu mengecup lembut kening Dara menyalurkan rasa sayangnya pada Dara lalu memeluknya erat.

“Ah aku lupa, aku membeli bunga tadi. Kau tunggu di sini sebentar” ucap Jiyong lalu melangkah pergi menuju mobilnya mengambil bunga yang sempat dibelinya sebelum menjemput Dara.  namun saat Jiyong kembali, ia di kejutkan dengan pemandangan Dara yang sedang membungkuk sambil memegang kepalanya. Jiyong hanya melihat, ia ingin Dara bereaksi namun tidak ia dapatkan. Jiyong menggenggam erat kepalan tangannya. Lalu menghampiri Dara.

“Dara!” teriak Jiyong pada Dara, dan saat itu pula Dara berusaha menegakkan tubuhnya dan tersenyum yang di paksakan. Jiyong meletakkan bunga pada ke dua makan orang tua Dara.

“Jangan kesakitan sendirian seperti itu. Kau bisa berteriak meminta pertolonganku. Ku mohon jangan seperti itu. Apakah masih terasa sakit hemm?” tanya Jiyong khawatir lalu memeluk Dara erat.

“Ah ani. Aku hanya sedikit pusing Ji. nan gwencana” ucap Dara membalas pelukan Jiyong.

“baiklah kita pulang, kau harus istirahat” ucap Jiyong dan mendapat anggukan dari Dara.

            Di luar gerbang pemakaman park terlihat sebuah mobil sedang mengintai, didalamnya terdapat seseorang yang sedang mengambil foto kebersamaan Jiyong dan Dara. Jiyong yang menyadari hal itu langsung menghampiri mobil itu setelah membantu Dara masuk ke mobil.

“Siapa kau? Mengapa mengambil foto kami?” ucap Jiyong murka sambil menarik kerah baju orang itu.

“Heii, tenang lah Kwon Jiyong. Nikmati kebersamaan mu bersama yeoja mu itu. Aku sudah mengirimkan semua fotonya pada Yang sajjangnim, dan hubunganmu akan tamat” ucap orang itu dan melepaskan cengkraman Jiyong. Jiyong mematung, mencerna perkataan orang tadi, lalu ia berjalan menuju mobilnya.

Dara~apakah aku akan menyakitimu lagi?batin Jiyong saat menerima pesan singkat dari Yang sajjangnim agar Jiyong menemuinya.

~YG~

“Kau menipuku begitu? Hahaha, DASAR TIDAK TAU DIRI” teriak Yang sajjangnim pada Jiyong.

“A-aku minta maaf sajjangnim” ucap Jiyong.

“Mwo? minta maaf. Kau membodohiku Jiyong. Dan aku tidak bisa membiarkan itu. Kau harus melakukan yang ku perintahkan tidak ada penolakan. Jika kau menolak bukan hanya impianmu yang hancur, tapi impian Top, Taeyang, Daesung dan Seungri juga akan hancur di waktu yang sama. Itu semua ada di pilihanmu.

Aku pasti akan menyakitinya lagi. Batin Jiyong. Namun ia menganggukkan kepalanya, ia tak tahu apa yang akan terjadi nanti, tapi ia tidak ingin menghancurkan impian teman-teman dan impian dirinya sendiri.

“Hahaha, baguslah. Pilihan yang tepat. Tidak sia-sia Cl mengorbankan impiannya untukmu. Hahaha” ucap Sajjangnim.

“Mwo? apa maksudmu?” tanya Jiyong.

“Kau belum tahu. Hahaha anak itu menurut sekali, hingga ia tidak menceritakan ini hingga sekarang” ucap Yang Sajjangnim.

Flashback.

“Appa, aku sudah berhasil menjadi model di sebuah agensi, otte?” tanya Cl.

“Waah, anak appa keren sekali. Appa akan meminta uang saja padamu dan berhenti bekerja mulai sekarang, kekeke” ucap tuan park dengan kekehan ringannya di seberang telfon. Memang saat ini mereka sedang saling menghubungi karena Cl harus menjadi trainee di agensi menjadi model.

“Dara menitipkan salam padamu. jangan terlalu keras berlatih katanya” ucap tuan Park.

“Heol, dia memang terlalu mengkhawatirkan” ucap Cl.

“Dia sangat menyayangimu Cl-aaah, dia masih kecil jangan limpahkan kematian eomma padanya” ucap tuan Park.

“Arraseo, arraseo. Geurom aku harus berlatih lagi appa. Jaga kesehatanmu dan salam untuk Bomie eonnie dan emm Dara” ucap Cl.

“hahaha, nah ini baru anak appa dan eomma. Baiklah fighting sayang” ucap tuan park memutus sambungan percakapannya dengan Cl.

            Keluarga Park berada di Amerika saat itu dan Cl berada di korea karena impiannya menjadi model. Dan saat ia menjadi trainee ia pun mengenal trainee lain sampai ia mengenal sosok namja yang menarik perhatiannya. Ya itu Kwon Jiyong dengan sejuta pesonanya. Karena mereka sama-sama menyukai fashion mereka semakin dekat dan mempunyai ketertarikan masing-masing hingga mereka menjalin hubungan yang pastinya secara diam-diam. Karena agensi tidak memperbolehkan trainee menjalin hubungan dengan siapapun.

“Cl-aah, kau di panggil sajjangnim” ucap Minji si trainee dancer. Cl pun melangkah menuju ruang sang CEO.

“Sajjangnim memanggil saya?” tanya Cl dengan gugup.

“Duduklah” Cl pun duduk berhadapan dengan sang CEO.

“Bisa kau jelaskan ini” ucap sang Ceo sambil melempar kasar foto-foto dirinya dan Jiyong sedang bermesraan.

“S-ssajjangnim i-ini” Cl terbata.

“Aku tidak memaafkan kesalahan, Kau harus memilih, Jiyong yang di keluarkan atau kau yang harus meghancurkan impianmu menjadi seorang model” ucap sang CEO.

“M-mwo? sajjangnim bisakah ini dibicarakan baik-baik” ucap Cl dia sudah terisak.

“Kau tawar menawar denganku, huh. aku butuh jawabannya sekarang” ucap Yang sajjangnim.

“Baiklah, aku sangat mencintai Jiyong. Aku akan membiarkan impianku hancur sekarang. Aku yang akan pergi dari sini” ucap Cl final.

“Bagus, dan satu hal lagi. Jangan beri tahu kau keluar karena semua ini pada Jiyong. Kau harus pergi tanpa mengatakan hal apapun pada Jiyong.

            Cl pergi tanpa mengatakan apapun pada Jiyong. Membuat hubungan mereka berakhir tanpa ada kata “akhir”.

“Cl-aah, bagaimana bisa kau berbuat ini padaku. Apa salahku huh? sesakit ini mencintaimu, begitu?” ratap Jiyong saat mengetahui Cl sudah tidak berada di agensi lagi.

            Dan semenjak itu Cl mengurus perusahaan bersama dengan tuan Park yang baru saja pindah ke Korea bersama Dara, dan Bom. Namun kesediahan Cl bertambah saat tuan Park tewas kecelakaan bersama Dara.

Flashback end.

“Katakan padaku sajjangnim” ucap Jiyong menahan marah.

“Baiklah, dia pergi karena mu Jiyong. Hubungan kalian dahulu sudah aku ketahui dan aku memanggil Cl dan membuat penawaran padanya. Kau yang ku lempar keluar atau dia yang melempar dirinya sendiri keluar dari sini tanpa mengatakan hal ini padamu, dan dia memilih pilihan yang ke dua. Hahaha, roman picisan” ucap remeh Yang sajjangnim.

“Kau tahu, ku anggap kau sebagai appaku selama ini. tapi kau sangat kejam sajjangnim” ucap Jiyong lalu meninggalkan ruang sang Ceo.

Jiyong Pov

            Aku marah, kesal dan bingung. Entah apa yang harus ku lakukan sekarang. Aku akan melukai Dara lagi, dan perasaanku pada Cl sudah menguap tapi aku mendengar perngorbanan Cl padaku aku tak bisa lagi untuk memaafkan kebodohanku. Aku harus bagaimana.

            Aku memencet bel rumah kediaman Park. Ingin bertemu Cl dan meminta maaf padanya dan untuk memeluk Dara meminta kekuatan agar aku bisa melewati ini semua.

“Oh Jiyong, bukankah tadi kau sudah ke sini untuk mengantar Dara?” tanya Bom nuna.

“Ne, tapi aku sudah merindukannya nuna. Bisakah aku menemuinya?” ucap ku malu.

“Aigooo, baru kali ini ku lihat kau malu-malu. Dara ada di kamarnya kau masuk saja” ucap Bom nuna dan aku melangkahkan kakiku memasuki rumah besar keluarga Park.

“nuna, apa Cl ada?” tanya ku lagi sebelum menaiki tangga.

“Ah, Cl sudah seminggu ini tidak pulang Jiyong-aah” ucap Bom nuna sedih, entah kenapa seperti ada yang tak beres, namun aku hanya mengangguk paham dan melanjutkan perjalananku menuju kamar Dara.

“Dee~kau di dalam?” tanya ku sambil membuka pintu yang ternyata tidak di kunci.

“Ji? Wae? Ada yang tertinggal?” tanyanya dengan wajah yang polos. Tuhan aku tak sanggup lagi menyakitinya.

“Ne, hatiku yang tertinggal kekeke” candaku padanya.

“Cih, gombal sekali” ucap Dara namun ia merona, imutnya.

“Aku tidak menggombal sayang. Hemm rasanya ingin memelukmu boleh?” ucapku. Ku lihat Dara berfikir sejenak tapi tak lama ia merentangkan tangannya lalu ku sambut dengan dekapan erat tubuhnya. Ku hirup aroma vanila yang menguar di tubuhnya. Menghirup rakus aroma itu dan mengeratkan pelukanku pada tubuhnya.

“Gwencana?” tanyanya.

“Hemm. Biarkan seperti ini sebentar saja. boleh?” tanyaku. Dan aku merasakan kepala Dara yang mengangguk di bahuku.

            Setelah aku puas memeluknya, aku melepas pelukan itu menatap wajahnya yang cantik namun sedikit pucat.

“Kau pucat sekali sayang, kau belum istirahat?” tanyaku sambil mengelus pipi halusnya.

“Aku tidak apa-apa, hanya kelelahan Ji” ucap Dara lembut.

“Kalau begitu kajja kita tidur” ucapku menarik pergelangan tangannya menuju ranjang.

“Maksudmu?” tanya Dara ragu.

“Hanya tidur sayang tidak lebih, atau kau mau yang lebih?” godaku, namun ia hanya menggeleng cepat dan langsung tidur di ranjangnya menyembunyikan tubuh dan wajahnya di bawah selimut karena malu.

“Jangan di tutupi sayang, cha~ biarkan tidur seperti ini ne” ucapku sambil membawa tubuhnya dekat denganku, merengkuh tubuh mungil itu. Kepalanya berada di dadaku, biarkan dia mendengarkan dentuman jantungku yang berdentum kencang karena cintaku padanya, biarkan lengan ini menjadi bantalan tidurnya agar dia tahu aku menjaganya walau hanya untuk saat ini.

“Kau benar tidak apa-apa Ji?” tanya nya lagi mendongkakkan wajahnya menatapku. Ku kecupi setiap inci wajahnya, berharap agar kekhawatirannya memudar.

“aku baik-baik saja sayang, tidurlah. Aku akan menemanimu, hemm” ucapku final dan Dara merespon dengan mengangguk kembali memposisikan kepalanya di dadaku dan aku memeluknya erat. Hingga nafas teratur Dara meandakan bahwa ia sudah tertidur.

“Mianhae, jeongmal mianhe. Jika esok aku kan melukaimu lagi sayang. Aku tak tahu harus berbuat apa, tapi satu hal yang harus kau ingat. Aku mencintaimu” ucapku sambil mencium pucuk kepala Dara yang tertidur.

Keesokan harinya

Author Pov

~Kediaman Park~

“Eonie, kau melihat Jiyongie tidak?” tanya Dara pada Bom yang sedang menyiapkan sarapan di meja makan.

“Ahh Jiyong sudah pergi pagi-pagi sekali. Dia berpesan kau jangan menonton tv ataupun membuka media sosial” ucap Bom.

“Emm waeyo?” tanya Dara.

“Molla, kajja kau harus makan. Dan jangan lupa obatmu” ucap Bom.

“Okay” jawab Dara.

“Ah iya Jiyong juga berpesan tidak bisa mengantarmu ke kampus hari ini” ucap Bom disela-sela makannya.

“Emm tidak apa-apa. aku tahu dia akan sangat sibuk dia kan akan debut sebentar lagi” ucap Dara semangat yang hanya direspon dengan senyuman oleh Bom melihat adiknya bahagia.

Setelah Dara sudah berangkat ke kampus, Bom memasuki kamar Cl. Berharap menemukan sesuatu yang membantunya menemukan Cl. Kamar Cl yang dulunya amat sangat rapi kini sangat berantakan, banyak botol soju dan beer berserakan di lantai. Bom pun akhirnya membereskan kekacauan itu, hingga ia menemukan sebuah foto yang sudah di robek menjadi 2 bagian. Dan setelah Bom menempelkan ke dua bagian foto itu, ia melebarkan matanya, menatap tak percaya apa yang ia lihat.

“Cl dan Jiyong? Mereka punya hubungan?” monolog Bom. Lalu ia bergegas meninggalkan kamar Cl, ia tahu kini tempat persembunyian Cl.

            Bom melajukan mobilnya menuju suatu tempat yang ia yakini adalah tempat perginya Cl.

~Kampus Dara~

“Heii Dara-aaah. Kemana saja, kau tidak masuk beberapa hari ini?” sapa Lee Hi pada Dara yang baru saja menempatkan diri di sampingnya.

“Hehehe aku sibuk” ucap Dara bohong. Karena ia tidak ingin sahabatnya ini tahu bahwa dia sakit.

“Tck kau ini, hubungi aku jika tidak masuk. Aku kesepian disini sendirian” gerutu Lee Hi.

“Hehe mianhae chingu” goda Dara sambil mencubit gemas pipi Lee Hi.

“hei-hei kau tahu tidak Jiyong terkena skandal lagi” ucap teman Dara yang duduk di depan Dara dan Lee Hi.

“Jinjja?” ucap teman sebangkunya. Dara menatap dan mendengarkan dengan seksama membiarkan Lee Hi berceloteh tanpa henti.

“Sekarang model Jepang itu terkuak. Dia Nana, bahkan video ciuman mereka tersebar luas hari ini” ucap teman Dara lagi. Dia pun memutarkan video berdurasi 2 menit yang memperlihatkan 2 pasangan sedang bermesraan di sebuah mobil dan diakhiri dengan ciuman yang panas. Dara menyaksikan itu, matanya memanas kemudian membuat buram.

“Dara-aah, gwencana?” tanya Lee Hi yang mendapati Dara meneteskan air matanya.

“Hi-aah, ku rasa aku tak bisa masuk hari ini. aku akan menghubungimu. Sampai jumpa” ucap Dara lalu pergi meninggalkan kelas.

Aku percaya Jiyongie ku. Batin Dara. ia pun melangakah menuju halte bis, dia harus menenangkan fikirannya. Ia harus ke panti, melihat anak-anak akan membuat hatinya lebih baik.

~Panti~

 “Bomie-aaah. Aiigooo aku merindukan mu” ucap ahjumma dengan memeluk tubuh Bom.

“Nadoo ahjumma” ucap Bom membalas pelukan ahjumma.

“Ahjumma, apakah Cl ada di sini?” tanya Bom, terlihat ahjumma menampilkan wajah kebingungannya dengan pertanyaan Bom.

“Ku mohon ahjumma, jangan berbohong jawab pertanyaanku” ucap Bom.

“Dia diatas. Dia bicara padaku bahwa jika ada yang mencarinya aku tidak boleh memberitahukan keberadaannya. Sebenarnya apa yang terjadi pada kalian, huh?” tanya ahjumma.

“Entah lah ahjumma. Aku tidak mengerti, dan aku ingin mencari tahu itu” ucap Bom lalu bergegas menuju kamar yang di tempati Cl.

“Cl-aah, kau disini? Ayo pulang” ucap Bom.

“Kenapa kau disini. Pulang saja sendiri. aku tidak di butuhkan lagi di keluarga itu. Bukankah dari kecil keluargaku di sini. Di panti ini, huh? lalu mereka, nyonya dan tuan Park masuk kekehidupanku dan kau Bomie eonnie. Mereka menjadikan kita sebagai anak mereka, dan kau tahu sendiri setelah eomma (nyonya park) mengandung dan melahirkan Dara, eomma meninggalkan kita, dan setelah itu appa kecelakaan bersama Dara. sekarang dia mengambil kebahagiaanku. Dia selalu mengambil semua dariku. Bahkan perusahaan yang setiap hari aku yang berkerja, itu atas nama dia. kau juga seperti itu, mengurusi nya setiap hari bahkan kau belum menikah karena kau harus menjaganya. Bukankah itu sangat memuakkan. Bukankah akan berakhir sama, perusahaan semua akan menjadi miliknya. Semua, semuanya bahkan kebahagianku” ucap Cl yang sudah terisak, mengungkap keresahan hatinya selama ini pada kakak tertuanya walaupun mereka tidak sedarah.

“Cl-aaah, kau membicarakan tentang uang? Kau begini karena perusahaan masih beratas namakan Dara? KAU FIKIR SELAMA INI KELUARGA PARK TIDAK MEMBERIMU MAKAN DAN KEMEWAHAN HINGGA KAU HIDUP SEPERTI SEKARANG, HAH!! DAN KAU, KAU TAHU BAHWA YANG KAU SEBUT PEMBAWA SIAL, YANG SELALU KAU MAKI, DIA ITU ANAK KANDUNG DARI EOMMA, ITU ADIKMU. DAN DIA SANGAT MENYAYANGIMU, KAU TAU!!!!”teriak Bom, kini ia sudah di ambang batang kesabarannya. Ia pun terisak. Hening mereka berkutat dengan meikiran mereka masing-masing.

            Di depan panti, Dara sedang memeluk ahjumma yang menyambutnya.

“Tumben kalian datang semua” ucap ahjumma.

“Mwo?” tanya Dara tak mengerti.

“Cl dan Bom ada di sini. Mereka sedang berbicara di kamar atas” jawab ahjumma.

“Huaah jinjja? Kalau begitu aku akan menemui mereka ahjumma. Aku akan mengantarkan minuman untuk mereka. boleh?” ucap Dara yang direspon anggukan oleh ahjumma.

“Tapi Dara sangat menyayangimu Chaerin-aah” ucap Bom memanggil nama asli Cl.

“Dia selalu bertanya kapan Cl eonnienya akan menyayanginya lagi, kapan Cl eonnienya akan memeluknya seperti dulu, kapan dia akan mendapatkan kasih sayangmu lagi. Dia selalu bertanya itu padaku. Tidak kah kau sayang padanya?” ucap Bom.

            Dara menghentikan langkahnya saat namanya sudah disebutkan didalam perbincangan kakaknya. Ia menatap ke dua kakaknya yang sedang saling berpandangan sengit.

“Tapi dia selalu mengambil kebahagiaanku. Eomma, appa dan…” ucap Cl menggantung.

“Jiyong?? Yang kau maksud Jiyong kan. Jujur padaku apa yang lakukan di belakang kami, huh?” selidik Bom.

Jiyong? Bukan Jiyongie ku bukan? pasti bukan. batin Dara, dia memegang erat kedua mug berisi coklat hangat untuk ke dua kakaknya.

“BENAR, AKU DAN JIYONG MEMPUNYAI HUBUNGAN. DAN ITU BELUM BERAKHIR. KAU PUAS HUH? AKU BAHKAN SAMPAI SAAT INI MASIH MENCINTAINYA”ucap Cl yang kini berteriak, masih dengan air mata yang mengalir di pipinya.

PRAAAANG

 Dara seketika itu melepaskan genggamannya pada ke dua mug itu, kini pecah tepat di depan kakinya.

“D-dara?” Bom membeku saat mendengar sesuatu yang pecah dan melihat Dara yang mematung memperlihatkan wajah yang terperangah.

“Kau mendengarnya? Baguslah. Jadi bisakah kau pergi dari hidupku hah?” teriak Cl pada Dara yang masih mematung.

PLAK

“Jaga ucapanmu” desisi Bom setelah menampar pipi Cl kemudian dia berlari menuju posisi Dara yang tak bergeming.

“D-dara, gwencana?” tanya Bom.

“Eonnie, aku tidak baik-baik saja, dan untuk Chaerin eonnie, tenang saja berjalannya waktu aku akan hilang dari hidupmu. Kau tak usah khawatir” ucap Dara lalu menghempas pegangan Bom dan berlari pergi meninggalkan panti dan ke dua kakaknya. Cl tertohok hatinya saat mendengar Dara memanggilnya dengan nama aslinya, bahkan Cl adalah nama yang dibuat oleh Dara yang diperuntukkan untuknya.

“Mengapa kalian seperti ini?” ucap ahjumma yang sudah tau kekacauan yang terjadi.

“Kau puas Cl-aaah? Kau puas menyakitinya, HAH!!!! Kau akan menyesal jika kau kehilangannya” teriak Bom lalu menangis di pelukan ahjumma yang menenangkannya.

            Cl hanya menatap kosong pecahan mug dan cairan berwarna coklat minuman kesukaannya.

Dara Pov

            Apa maksud semua ini? Jiyong? Haruskah aku percaya pada Jiyong? Sakit, aku sakit menerima kenyataan ini.

“Hallo, Jimin-aah bisa kau menjemputku di suatu tempat?” ucapku saat menelfon Jimin.

“Oh nuna? Dimana?” jawab Jimin dengan pertanyaan lagi.

“Aku akan mengirimu alamatnya lewat pesan” ucapku lalu memutuskan sambungan telfon. Dan mulai mengetik alamat dan mengirimnya pada Jimin. Setelah itu, aku pun mengirimi pesan pada Jiyong.

To : Jiyongie

Bisakah kita bertemu di pemakaman appa dan eomma ku? Aku menuggumu, hingga kau datang. Dara.

~Pemakaman keluarga Park~

            Aku menunggu Jiyong datang, menunggu di tepian danau buatan. Kepalaku sangat pening, aku tidak bisa menahan ini, ini sangat menyakitkan. Aku bisa tahan jika dia yang lain, tapi tidak dengan orang yang ku percayai. Tidak dengan melukai kakakku bahkan aku ikut berperan dalam melukainya.

1 jam

2 jam

3 jam

            Aku masih menunggunya. Jimin sudah menelfonku berkali-kali namun aku hanya mengatakan bahwa sebentar lagi dan memohon dia tetap menungguku.

Jiyong Pov

“Jiyong, apakah kau berpacarang dengan Nana? Benarkah yang ada di video itu adalah dirimu?” tanya para wartawan padaku. Aku sudah muak, sangat muak dengan ini. persetan dengan semuanya.

“Maaf aku ada keperluan” ucapku lalu melajukan mobilku dengan kecepatan tinggi, ini sudah 3 jam dari Dara ingin menemuiku. Aku sudah membuatnya menunggu lama. Tuhan ku mohon aku tidak kehilangan Daraku.

            Akupun sudah sampai di pemakaman keluarga Park, ku lihat mobil jaguar silver terlihat di sana dan seorang pemuda bersurai hitam bersender di mobilnya.

“Dia sudah menunggu lama”ucap namja yang ku tahu bernama Jimin.

“Aku tahu” ucapku dingin lalu masuk ke dalam, melewatinya yang kembali bersandar pada mobilnya.

            Aku melihat Dara meringkuk memeluk lututnya sendiri, baunya bergetar menandakan ia sedang menangis.

“Dara~” panggilku pelan, sontak dia langsung berdiri dan menatapku. Tatapan yang baru aku lihat, tatapan kecewa dan terluka.

“Dara_skandal itu, a-aaku” ucapku menggantung meraih tangannya.

“Aku tidak peduli dengan skandal mu itu. Aku tidak perduli dengan G dragon (nama debut Jiyong) dengan kehidupan keartisannya. Dia G dragon bukan Jiyongku. Namun Jiyongku membohongiku, Jiyongku ternyata mempunyai hubungan dengan kakakku sendiri. dan aku tidak mengetahuinya? Ini yang membuatku sakit, Jiyong-aah” ucapnya. Aku terpaku, tempurung lututku melemas, bodohnya aku karena tidak mengatakan hal ini pada Dara.

“Sayang itu jauh sebelum kita bertemu, aku tidak mempunyai hubungan lagi dengannya” ucapku.

“Geumanhae Ji. aku tidak perduli kau memakiku, mempermalukanku, bahkan kau membuang semua pemberianku padamu, bahkan saat berita skandal video ciumanmu dengan yeoja lain aku sungguh tidak apa-apa, tapi kau menyakiti hal yang berharga bagiku, dia sangat berharga bagiku dan aku berperan dalam menyakitinya karena ketidak tahuanku” isak Dara, membuat beribu-ribu panah menusuk hatiku, perih melihatnya terisak karena kesalahanku.

“Mianhae Dara-aah, ku mohon jangan seperti ini” ucapku ikut menangis, dan memeluknya. Ia menangis keras di pelukkanku, aku memeluknya dengan erat menghirup aroma vanila yang menjadi canduku. Namun tiba-tiba jantungku berhenti sesaat.

“Ayo kita akhiri ini Ji” ucapnya sambil melepaskan pelukanku. Dia menatapku dengan sendu dan rasa kecewa yang amat dalam.

“Kita berakhir” ucapnya lagi kini melepas cincin pertunangan kami dan kalung sayap perinya lalu memberikannya padaku. Aku hanya menggeleng keras sambil menangisinya.

“Tolong jangan katakan itu sayang, aku sangat mencintaimu” ucapku menahannya pergi.

“Ku mohon jangan mengatakan kata cinta padaku, karna aku muak mendengarnya” ucapnya lalu melangkah pergi meninggalkanku yang terdiam sambil menggengam cincin dan kalungnya.

(Disarankan sambil mendengarkan lagu if you big bang terus di ulang sampe akhir chap)

Dia sekarang sudah pergi

Dan aku tak bisa berbuat apa-apa

Cinta sekarang sudah pergi

Seperti orang bodoh, aku kosong berdiri di sini

Aku melihat dirinya semakin jauh

Dia menjadi sebuah titik kecil dan kemudian menghilang

Akankah ini pergi setelah berjalannya waktu?

Aku mengingat masa lalu

Aku mengingatmu

            Aku melihatnya mendekati mobil Jimin, namun tubuhnya merosot dan Jimin menangkapnya sebelum menyentuh tanah. Aku hendak menghampirinya, namun kilatan tajam mata Jimin tak meperbolehkanku menghampiri mereka. aku tahu diri, aku tak bisa menyakitinya lebih dari ini. jadi aku hanya berdiam melihat, cintaku tak sadarkan diri dan dibawa masuk mobil pria lain dan mereka menghilang dari pandanganku.

            Aku pun melajukan mobil ku, menuju apartemenku. Setelah sampai ku rebahkan tubuhku di ranjang, ku tutup mata ku dengan lenganku. Aku terisak, kembali terngiang wajah sendu dan kecewa Dara saat itu. Ini menyakitkan, sangat sakit.

Bagaimana denganmu?

apa kamu benar-benar baik-baik saja?

kita putus di sini

Aku harus melupakanmu tetapi ini

Tidaklah mudah

Di hari dimana gerimis jatuh seperti hari ini

Aku mengingat bayanganmu

Kenangan kita yang diam-diam

Ku masukkan kedalam laci

Aku mengeluarkannya kembali dan bernostalgia sendiri

Mengapa aku tidak tahu

Tentang beratnya kesedihan

Yang datang karena perpisahan?

Jika kamu, Jika kamu

Jika ini tidak terlalu terlambat

Tidak bisakah kita kembali bersama?

Jika kamu, Jika kamu

Jika kamu berjuang sepertiku

Tidak bisakah kita membuat sesuatu lebih mudah?

Aku harus memperlakukanmu lebih baik

Ketika aku memiliki mu (If you Big Bang lyric)

-TBC-

            Huaaaaaaah, apa ini? hehehe ada yang nangis, author mah lebay ngetiknya juga ampe ngulang if you berkali-kali, biar dapet feelnya ke readers. Ini saaaaangaaaaaaat panjaaang. 16 page loh wkwkwkw. Dan di sini sudah terungakap semua ya~tinggal Chap Finalnya di tunggu. Biasa di protect gitu. Yang ga komen mah jauh-jauh sana!!!. Btw cerita diluar ekspetasi kalian ga? Apa ada yang udah ketebak jalan cerita author ini?kalo iya berarti saya gagal buat cerita yang g ketebak jalan ceritanya hehehe. Oke deh karna chap ini banyak tolong komennya yang baaaaaaanyaaaaak n panyaaaaang dunk, jangan Cuma lanjut eon!! Semangat thor!!! Okey! Aku tunggu komennya. Dan yang mo minta pw bisa ke Twitter n IG di atas atau ke email hannygd0203@gmail.com okey dokey. Oia Happy New Year!!!!!

 

 

 

 

Advertisements

30 thoughts on “IF YOU [Chap. 5]

  1. ini chap tersedihhhh:’ kenapa semuanya harus ketahuan skrg huhhh jgan sampe dah dara kumat pas saat2 ini:( gak tega bacanyaaa,next chap di tggu thor

  2. Udah seneng” Jiyong baik k. Dara ehh malah kek gini,, Nangis.y wkt bagian dara tau chaerin itu ada hubungan ama Jiyong,, syedihhh nyesekk juga baca.y huhuhu,, next chap eonn,, makin greget ,, semangat ^^

  3. Merindingg aku baca chap ini thorrr..
    Feelnya dpt bgt…
    Bener” bsa ngerasain yg dara rasaib disini…
    Mewekk aku thorrr…

    Ditunggu kelanjutannya yaa thor..
    Aku berharap secepatnyaaa….
    Dan aku bakal ganggu eonni buat mnta pw lg hehehehe….

  4. ahhhh ini gila gila gila ultra gila ini mah namanya.. huhuhu ini membuatku berlinang air mata. gilaaaa udah kebongkaaar semuanyaaa.. sumpah ga nyangka akan jadi seperti ini. daraaaa plissss bertahaam demi akuu. aku akan menjagamu dari sini 😃😃.. cl suatu saat kamu akan menyesaal. menyesal seumur hidup kamu… liat aja nanti *evil

  5. Kenapa begini ? Kenapa sampe katahuan sama Dara 😭 Kasian dia udah sakit medis, disakitin pula sma orng yg dia sayangi kampret kalian *nunjuk cl & ji .kekekeke…😄

  6. Awalnya dari chapter 1-4 masih blom ketebak tapi baca chapter ini ‘agak’ tau dengan jalan ceritanya. Aigoo dara unnie kembali tersakiti sama Jiyong dan pada akhirnya CL bakalan nyesel kalo dulu selalu jauhin Dara bahkan memaki-maki.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s