When I’m Gone [4]

wig

Author : Zhie
Main Cast : Park Sandara, Kwon Jiyong
Support Cast : Ahn Sohee, Gong Minzy, Lee Seungri
Rating : PG-13
Genre : Angst

 “““`

Annyeong, Zhie di sini… ehm mian… melanjutkan ini sangat lama karena jujur aku benar-benar putus asa melanjutkannya. Bukan… bukan karena aku gak ada niat hanya saja aku tiba-tiba ragu akan endingnya, dan akhirnya aku menyerah…aku gak bisa mengakhiri ini dichap. 4 seperti rencana awal…dan see, ini chapter terpendek mungkin dan gak yakin dengan feelnya. Aku rasa, untuk kali ini aku butuh masukan. Harap maklumi ne… aku masih berusaha di sini, so… happy reading. >.<

~~~

“Apakah kau berpikir ini akhir dari hidupmu, Dara?”

“Bahkan sebelum aku berpikir seperti itupun, hidupku telah berakhir dr. Kwon.”

.

.

.

Jiyong tak terlihat fokus dengan rapatnya kali ini, beberapa kali ia mendesah dan beberapa kali juga ia melihat jam di tangannya. Ia merasa waktu berjalan dengan sangat lambat, hingga Seungri yang duduk di sebelahnya ikut merasakan dampak ketidakfokusan Jiyong saat ini.

“Ya! Ada apa denganmu, hah? Tidak bisakah kau tenang?” rutuk Seungri setengah berbisik, Jiyong pun menghela nafas panjang.

“Tidakkah kita bisa segera mengakhiri rapat ini?” ucap Jiyong lirih balik bertanya padanya, membuat Seungri menatapnya tak percaya, karena bertahun-tahun ia mengenal Jiyong… ini kali pertama ia mendapati rekan seprofesinya itu terlihat tidak tertarik untuk mengikuti rapat. Maka biasanya Seungri lah yang menggerutu saat rapat tak kunjung usai.

Omo. Ada apa sebenarnya, hah? Apa kau sakit?” tanya Seungri yang akan mengarahkan tangannya untuk memeriksa kening Jiyong tapi dengan cepat Jiyong menepisnya.

Anio. Hanya saja- aku tadi meninggalkannya.”

“Meninggalkannya? Nugu?”

Yeoja itu. Sandara Park!”

Mwo? Dia lagi?” pekik Seungri tak habis pikir, mengapa seorang Kwon Jiyong seperti tidak bisa sedetik pun melupakan yeoja bernama Sandara Park.

Flashback

Jiyong tersentak saat melihat Dara yang tengah terisak menahan air matanya, ia merasa sedikit keterlaluan sekarang dan baru saja ia akan menenangkannya- ponselnya tiba-tiba berbunyi, tertera nama Seungri di sana.

Nearaesso, aku akan segera kesana.” ucap Jiyong menerima panggilan dari Seungri yang memberitahukan bahwa rapat telah dimulai, “Dara. Aku harus menghadiri rapat sekarang, kajja… aku akan mengantarkanmu kembali ke kamar.” sambung Jiyong akhirnya.

“Pergilah.”

Mwo?”

“Pergilah lebih dulu Dokter Kwon… aku ingin di sini sebentar lagi, jadi pergilah.” jawab Dara membuat Jiyong mengernyitkan keningnya tak mengerti.

“Tapi Dara, kau harus-“

“Aku akan segera kembali, aku akan kembali…”

“….”

“Percayalah.” sambung Dara saat Jiyong tak kunjung bicara, “Apa kau juga- tak bisa mempercayaiku?” tanya Dara kali ini membalas tatapan Jiyong padanya. Jiyong pun menghela nafas panjang.

“Aku mempercayaimu, Dara.” jawab Jiyong kemudian membuat Dara menyunggingkan senyumnya, dan tepat saat itu air matanya kembali jatuh- karena ia merasa kepercayaan seseorang padanya itu sangatlah berharga, di saat satu pun orang yang ia tahu tak ada yang benar-benar bisa mempercayainya. “Baiklah… kembalilah segera. Aku berharap, kau sudah berada di kamarmu saat aku telah selesai rapat.” ucap Jiyong kemudian, Dara hanya menjawabnya dengan anggukkan.

Flashback End

Dan tepat saat rapat telah usai, Jiyong segera pergi meninggalkan ruangan… sementara Seungri hanya bisa menatap heran dengan tingkah sahabatnya itu. Kali ini ia sangat sangat berusaha mengerti, karena ia telah mengambil kesimpulan bahwa Jiyong hanya merasa bertanggung jawab penuh atas kesembuhan yeoja itu dan bertekad untuk mengembalikannya ke jalan yang benar agar bisa kembali menjadi yeoja yang normal pada umumnya.

‘Yah, pasti hanya itulah alasannya.’ batin Seungri meyakinkan.

“Dokter Lee.” panggil dr. Ahn Sohee membuat Seungri tersadar.

“Ah. Ne.” jawab Seungri melihat ke arah Sohee yang berjalan menghampirinya.

Wae? Apakah ada sesuatu yang darurat? Aku melihat Dokter Kwon keluar dengan terburu-buru.”

“Ah… anio, dia hanya akan menemui pasien gilanya- Sandara Park.”

Mwo?” Sohee mengerutkan keningnya, membuat Seungri menyadari perkataannya barusan tidaklah pantas diucapkan secara frontal.

“Ah. Ani, ma… maksudku-“

“Sandara?”

Ne?”

“Kau menyebut San- dara Park?”

Ne. Wae?” Kali ini Seungri balik bertanya, karena ia melihat perubahan raut wajah yang sangat drastis pada Sohee.

“Ah. Anio, hanya saja… itu seperti nama seseorang yang kukenal. Tapi aku rasa itu hanya kebetulan, benarkan?”

——

Jiyong akhirnya bisa bernafas lega saat ia telah mendapati Dara kini tengah tertidur di tempat tidurnya. Ia pun mendekatinya- mengamati dengan seksama.

“Apa dia baik-baik saja?” gumamnya masih tidak bisa menebak apa sebenarnya yang Dara rasakan. Jiyong hanya bisa kembali mendesah- berharap Dara dapat sedikit saja bercerita tentang hidupnya, dengan tenang Jiyong membenarkan selimutnya. Ia pun sejenak terpaku melihat wajah Dara yang kini terlihat begitu damai dalam tidurnya, tanpa sadar Jiyong menyampirkan rambut yang menutupi wajah Dara. Ia pun tersenyum… “Kau terlihat berbeda sekarang, bermimpilah yang indah kali ini.” lanjutnya sebelum pergi meninggalkan kamar Dara.

——

Jiyong Pov

Aku tengah menikmati makan siangku saat kulihat dokter Ahn Sohee baru saja mengambil makan siangnya dan melihat ke kursi kosong di hadapanku. Aku pun tersenyum- mengangguk, mengisyaratkan kalau ia bisa duduk di hadapanku… karena siang ini kantin cukup padat.

“Ah. Aku harap aku tidak menganggu makan siangmu, Dokter Kwon.”

“Anio. Makanlah dengan nyaman Dokter Ahn.” jawabku tak masalah.

“Ne. Selamat makan.” ucapnya kemudian, aku pun tersenyum membalasnya dan kembali melanjutkan makanku. “Ehm… Dokter Kwon, tiba-tiba ada yang ingin kutanyakan. Ini sedikit menggangguku.”

“Apa itu?” tanyaku kini melihat kembali padanya, ia pun meletakkan sumpitnya dan kini membalas tatapan ingin tahuku.

“Ehm. Sandara… Park Sandara, aku mengetahui dari Seungri bahwa ia adalah pasienmu.”

“Ah. Dara?”

“Ne. Sebelumnya aku tidak tahu apakah ia Sandara yang kukenal atau bukan, tapi setelah aku memastikannya… ternyata itu benar, ia sandara yang kukenal.”

“Mwo? Jadi kau mengenalnya? Mengenal Park Sandara?”

“Ne.”

“Aku mengatakan ini padamu, karena hanya ingin ia mendapat perawatan yang tepat… saat Dokter Seungri mengatakan padaku, ia seharusnya butuh pendampingan psikiater atau sejenisnya aku pikir ia benar. Sandara memiliki tekanan emosional yang labil dan itu dapat sewaktu-waktu membahayakan orang-orang di sekitarnya.”

“Wae? Apa maksudmu itu hah?”

“Aku mengenalnya saat kami sama-sama duduk dibangku sekolah dasar, aku tidak tahu pasti apa itu awalnya, tapi yang jelas… dia telah mendapat perlakuan buruk bahkan dari teman-teman semasa itu… aku saat itu hanya mampu melihatnya, karena bagaimana pun aku saat itu tak ingin terlibat lebih jauh dengan yang namanya masalah.”

“Tapi kenapa?”

“Alasan saat itu aku tidak cukup tahu, tapi saat memasuki masa SMU dan kami kembali satu sekolah, akhirnya aku tahu bahwa dia berasal dari sesuatu yang tidak diinginkan.”

“Mwo? Tunggu. Aku tidak mengerti Dokter Ahn, sesuatu yang tidak diinginkan… apa maksudnya itu?” tanyaku lagi- menatapnya serius kali ini, Dokter Ahn pun menghela nafas panjang sebelum akhirnya ia memulai ceritanya.

Sementara itu …

Cklek

Pendengaran Dara menangkap seseorang membuka pintu.

Blam

Dan kembali menutupnya.

Ia merasakan aura yang sangat ia kenal, berjalan- mendekat. Matanya perlahan pun terbuka.

“Ap- appa?” ucapnya terbata- tak menyangka orang yang dipanggilnya appa itu akan menjenguknya, namun orang itu menyunggingkan senyum muak padanya.

“Kau-“… “Mengapa kau masih hidup, hah?”

Deg

Seketika air mata Dara kembali jatuh saat mendengarnya, ia pun berusaha untuk tetap dapat tersenyum dan membalasnya…

“Mi- mianhe, Appa.” jawabnya kini bergetar- menahan isakan tangis dengan segala perasaan yang kini berkecamuk di dadanya, dan sungguh itu sangat menyakitkan baginya.

~TBC~

Lihat??? Aku tahu ini gak memuaskan, tapi setidaknya aku kembali mencoba… dan bila berkenan silahkan tinggalkan jejak and aku baru-baru ini membuka lapak di wattpad dengan user nama >>> zhiedara. So… kunjungi lapakq di sana ya. Hengsho. ^^

<<back next>>

Advertisements

38 thoughts on “When I’m Gone [4]

  1. Sebenarnya apa yg terjadi pada masalalunya dara dan knp appanya dara ingin dara mati??? Next chap ya thor makin penasaran …. fighting buat authornya….

  2. Kalau aku ga salah, jadi dara itu anak yang tidak diinginkan orang tuanya gitu ? Anak hasil hubungan ga resmi ? Kalo aku baca part sohee cerita sama jiyong tadi
    Eehh sotoy deh
    Unnie ditunggu chap selanjutnya hohohoo
    Samaa ff lainnya hehehehe
    Gomawo unnie

  3. aish thor aku kira ff ini udah punah T-T
    pasahal dulu aku suka bgt sama ini ff tapi di chapter ke 3 udah ga ada kabar,
    di gantungin itu ga enak lho *eh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s