I`M HERE FOR YOU [Oneshoot]

tumblr_n33wz9pmmq1t1hlujo1_1280

Author : Aitsil96

BREAKING: 2NE1 ANNOUNCES THEIR OFFICIAL DISBANDMENT

Ji Yong tak bisa berpikir jernih. Tubuhnya dengan spontan bangun dari posisi terbaring. Manik kelaamnya terpaku pada salah satu artikel yang tengah ia baca saat ini. Judulnya dipampang besar-besar dengan aksara tebal yang membuat ia tak bisa berkata-kata lebih jauh. Jadi… inilah waktu yang tepat itu?

“Ji Yong-ah, kau telah melihat headline news saat ini?” Yong Bae tiba-tiba datang menghampiri dan duduk di samping Ji Yong.

Hyung, berita itu akhirnya muncul ke permukaan,” ucap Seung Ri menyusul dengan napas tersengal.

Ji Yong mendengus, melemparkan ponsel canggihnya ke meja di hadapannya, “Haruskah berita ini dikeluarkan saat hampir mendekati waktu konser kita? Juga diumumkan bersamaan dengan kepergian Tae Hyun?”

“Hyun Suk Hyung pasti mempunyai pertimbangan untuk semua ini. Tenangkan dirimu,” Yong Bae mencoba membuat Ji Yong kembali bersandar pada sofa.

“Lihat, #ThankYou2NE1 bahkan menjadi trending topic dunia di twitter saat ini,” Seung Ri memperlihatkan layar ponselnya, “Astaga, aku tak bisa membayangkan betapa sedihnya blackjack saat mengetahui idolanya harus bubar seperti ini. Sangat disayangkan.”

“Seung Ri-ya…” Yong Bae menginterupsi ucapan maknae yang kelewat polos tersebut. Oh ataukah harus ia katakan kelewat bodoh?

Wae, Hyung? Bukankah itu memang benar? Bagaimanapun 2NE1 sudah lama hiatus, lalu Minzy memutuskan untuk hengkang, dan sekarang berita pembubaran? Astaga, aku tak tahu lagi harus berkata apa.”

“Berhenti berbicara jika kau tak tahu harus mengatakan apapun,” itu suara Seung Hyun yang baru saja datang dengan Dae Sung di belakangnya.

Ucapan dingin Seung Hyun sepertinya langsung mempan untuk menutup mulut murahan Seung Ri. Sang maknae langsung terdiam ketika Seung Hyun dan Dae Sung mulai datang dan bergabung dengan obrolan mereka.

Hyung, bagaimana kondisi Dara noona saat ini?”

Ji Yong lagi-lagi mendengus mendapat pertanyaan dari Dae Sung. Itulah yang sedang dipikirkannya juga saat ini. Bagaimana kondisi Sandara ketika berita ini telah tersebar dan diketahui publik? Oh, gadis itu. Gadis yang biasanya tersenyum cerah dan bertingkah kekanakkan tersebut mungkin tengah mengunci dirinya di kamar karena berita sialan ini. Di saat seperti ini, Ji Yong hanya berharap bahwa media tak pernah ada dan berhenti mengusik hidupnya dan juga gadisnya. Ya. Sandara. Miliknya.

Fakta yang lebih memuakkan lagi adalah karena Bigbang saat ini sedang berada di Jepang untuk mempersiapkan konser mereka yang akan digelar beberapa hari ke depan. Ck, sialan! Yang Hyun Suk pasti telah merencanakan hal ini demi menjauhkan Ji Yong dan Sandara untuk sementara waktu. Jika saja ia masih berada di Korea, sudah pasti ia tak akan segan-segan mendatangi bos YG Entertainment tersebut dan meneriakinya dengan sumpah serapah, tak peduli seberapa besar Ji Yong menghormatinya sebagai ‘hyung’-nya.

“Soon Ho Hyung eodisseo?”

“Tadi ku lihat ia sedang berbicara di panggung dengan salah satu staff. Wae?” Seung Hyun menjawab seraya menyecahkan bokong indahnya di sofa lainnya.

“Katakan padanya untuk membelikan aku tiket penerbangan ke Korea hari ini. Secepatnya.”

Mwo?” Seung Ri dan Daesung berseru hampir bersamaan.

“Kau… akan pergi ke Korea? Yak, bagaimana bisa…”

Ji Yong tak membiarkan Yong Bae selesai berbicara dan segera melangkah pergi. Satu hal yang terus terpikirkan olehnya adalah segera melangkahkan kakinya untuk menuju hotel dan membereskan barang-barangnya untuk terbang ke Korea hari ini juga. Ji Yong sempurna mengabaikan anggotanya. Bukan untuk egois, namun ada prioritas lainnya yang harus ia urus terlebih dahulu. Ia tak bisa lagi fokus pada urusannya yang lain karena nama seseorang yang memenuhi benaknya. Park Sandara. Apa gadis itu baik-baik saja saat ini?

“Biarkan saja. Ia tahu apa yang harus dilakukannya,” ucapan Seung Hyun sempurna mengakhiri pembicaraan dan membuat ketiga member lainnya hanya bisa menghela napas gusar melihat kepergian Ji Yong.

*****

“Ji Yong-ah?”

Mendengar namanya disebut membuat pria itu menengadahkan kepalanya. Sudah tiga jam ia bertahan dengan posisi memeluk lutut dan menyandarkan punggungnya di tembok dingin sebelah pintu kamar Sandara.

Sandara berjongkok demi menyejajarkan tingginya dengan Ji Yong yang masih betah bertahan dengan posisinya, “Kau… apa yang kau lakukan di sini?”

“Aku menunggumu membuka pintu,” jawabnya dengan suara serak khas orang bangun tidur. Ya, ia memang terlelap sebentar setelah mengalami penerbangan yang amat menyiksanya. Waktu terasa mencekik dan melumpuhkan seluruh syaraf Ji Yong untuk segera bertemu dan melihat kondisi gadisnya.

“Kenapa kau tidak mengetuk pintunya saja?”

“Aku takut mengganggumu.”

“Astaga, apa kau benar-benar seorang G-Dragon angkuh yang ku kenali? Kau biasanya selalu masuk kamarku tanpa pernah meminta izin dariku.”

Ji Yong menggeleng, “Ini berbeda, Dara-ya.”

“Karena berita itu, huh?”

Ji Yong tak bisa menjawab kali ini. Lidahnya kelu. Ingin mengangguk, namun melihat lipatan sembab di atas mata gadisnya membuat ia mengurungkan diri untuk menjawab.

“Aku tak apa, Ji Yong-ah. Bisa kau lihat sendiri bahwa aku memang baik-baik saja. Kau tak perlu mengkhawatirkanku.”

‘Aku tahu kau berdusta, Dara-ya.’

“Dan hei, bukankah kau ada jadwal di Jepang sebelum menggelar konsermu? Lalu mengapa kau berada di sini? Kau bahkan tampak menyedihkan layaknya gelandangan di depan pintu kamarku. Aigoo, bahkan kau memiliki kantung hitam besar di sekeliling matamu itu. Kau tidak tidur berapa lama, huh? Kau ingin mengubah image menjadi panda layaknya Seung Ri…”

“Dara-ya…” Ji Yong menyela dengan suara lemah, “Aku merindukanmu.”

Deg! Terhentilah seluruh pergerakan Sandara mendengar ucapan sinting Ji Yong. Oh, sinting? Ya. Tentu saja. Itu memang benar-benar ucapan mengejutkan yang tak pernah ia sangka akan terlontar dari bibir pria itu. Pria itu bahkan kini membawa tubuh mungil Sandara dengan tiba-tiba dalam dekapannya tanpa sempat dicegah. Astaga, mengapa kini bulir bening mulai menggenang di pelupuknya? Oh ayolah, Sandara! Kau bukanlah gadis sensitif seperti itu.

“Ji Yong-ah… aku…”

Mianhae.”

Sandara kembali tertegun. Maaf? Untuk apa pria itu meminta maaf?

“Aku tahu aku tak akan pernah bisa merasakan bagaimana remuknya perasaanmu saat ini. Aku tahu kau mengalami hari-hari yang berat, bahkan jauh sebelum ini. Yang bisa ku lakukan saat ini hanyalah mendatangimu, berusaha tetap di sampingmu, berharap bisa menyemangatimu. Walaupun aku tahu membuat perasaanmu kembali lagi seperti sedia kala memerlukan waktu yang lama, namun aku tetap ingin berada di dekatmu. Maafkan aku, Dara-ya. Aku tak bisa melakukan apapun untukmu. Maaf atas ketidakberdayaanku.”

Sempat ingin melepaskan pelukannya, namun tangan kokoh Ji Yong mencengkeram punggung gadis itu dengan kuat. Ia tak ingin melepaskan Sandara. Ji Yong masih betah menghirup aroma yang menguar khas dari tubuh gadisnya. Manik kelamnya bahkan terpejam, perasannya sangat tak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Ia hanya ingin terus-menerus mendekap Sandara dan memastikan bahwa kondisi gadis itu memang baik-baik saja.

“Hei, bukankah seharusnya aku yang depresi di sini? Bigbang masih ada, anggota kalian bahkan masih lengkap. Tidak sepertiku yang…”

Berniat untuk membuat lelucon, Sandara malah tak bisa melanjutkan kata-katanya lebih jauh. Air mata sialan itu jatuh lagi tanpa persetujuannya. Meskipun ia telah mencoba untuk menyembunyikan perasaannya mati-matian, namun tetap saja rasa sakit itu masih menganga lebar di relung hatinya. Tak sanggup untuk ia tutupi dengan cara apapun. Rasa sesak itu kembali menderanya. Menjatuhkannya ke lembah tak berdasar yang seakan tak henti untuk menyiksanya. Lagi dan lagi.

Walau ia telah mengetahui kenyataan pahit itu semenjak berbulan-bulan yang lalu, namun ia tak bisa berhenti menangis ketika hari itu datang. Hari di mana diumumkannya pembubaran 2NE1. Grup yang telah ia perjuangkan mati-matian meski dengan skandal dua tahun terakhir yang menimpa Bom. Ia telah mencoba sekuat tenaga untuk tetap menyatukan visi dan misi semua member, namun apalah daya jika masing-masing dari mereka telah memilih untuk memiliki jalan yang berbeda.

“Menangislah sepuas yang kau inginkan, Dara-ya. Aku tahu kau tengah mencoba untuk menyembunyikan perasaanmu dan berpura-pura tegar demi membohongi dirimu sendiri. Jika kau mau, kau juga bisa meluapkan amarahmu itu padaku.”

Sandara menggeleng lemah, melepaskan pelukannya demi menatap pria di hadapannya, “Sayangnya aku tak bisa marah, Ji. Aku tak bisa menyalahkan siapapun karena hal ini.”

Ji Yong balik menatap manik hazel favoritnya itu. Masih tak bisa berkata-kata dengan kondisi Sandara yang dengan melihatnya saja membuat rasa nyeri di ulu hatinya.

“Memangnya siapa yang harus aku salahkan? Hyun Suk Sajangnim?” Sandara menggeleng tegas, “Bagaimana pun ia yang telah membentuk 2NE1 dan membuatku bisa bergabung dengan grup. Member yang lain? Tentu saja tidak mungkin. Aku terlalu menyayangi mereka layaknya saudaraku sendiri. Aku tahu ini juga bukanlah keputusan yang mudah untuk mereka. Aku hanya bisa menyalahkan diriku sendiri.”

“Dara-ya, kau tahu kau sama sekali tidak bersalah.”

“Aku tahu, namun aku tak bisa menyalahkan siapapun lagi selain diriku sendiri.”

Ji Yong mengusap bulir bening di pipi mulus Sandara dengan ibu jarinya, “Kau tahu? Kau terlalu baik. Pemikiran bodohmu yang menjebakmu sendiri hingga beranggapan demikian. Kau bahkan menahanku saat aku ingin meneriaki Hyun Suk Hyung.”

Ya. Saat itu. Saat di mana 2NE1 dinyatakan tak bisa bertahan lagi, namun sayangnya harus disembunyikan hingga berbulan-bulan lamanya. Persetan dengan kepentingan bisnis! Bukankah ‘keluarga’ seharusnya saling melindungi dan mempertahankan satu sama lain?

“Kau berubah menjadi sosok yang menyeramkan saat marah, Ji Yong-ah.”

Sandara mengulas senyuman tulusnya hingga entah mengapa menular pada lengkungan di sudut bibir pria yang tengah menatapnya dengan penuh kesungguhan tersebut.

“Malam ini… bisakah aku menginap di sini?”

“Tentu saja. Kau bisa tidur di sofa depan kalau kau mau. Aku akan membawakan bantal dan selimut untukmu.”

Ji Yong menggeleng, “Di sini, Dara-ya.”

Sandara membulatkan manik hazelnya begitu tahu maksud perkataan Ji Yong adalah di sini. Di kamarnya.

“Yak! Apa yang kau lakukan? Turunkan aku, Kwon Ji Yong!”

Sandara hanya bisa berteriak ketika mendapati tubuhnya telah diangkat dengan begitu ringannya oleh kedua tangan kokoh Ji Yong. Pria itu membawa Sandara ke dalam kamar, lalu membantingkan tubuhnya ke arah ranjang besarnya.

“Bisakah aku memelukmu?” ucap Ji Yong yang telah menyelinap di bawah seliut yang sama dengan Sandara.

“Kau sepertinya tak membutuhkan persetujuan dariku.”

Ji Yong menyeringai. Tanpa Sandara menjawab pun tangannya telah membawa pinggang ramping gadisnya untuk mendekat ke arahnya. Mereka berhadapan dengan tatapan yang saling memandang satu sama lain. Memancarkan ketulusan dan rasa saling memiliki.

“Kau belum merespon perkataanku.”

Sandara berpikir sejenak, “Memangnya kau berkata apa hingga aku harus meresponnya?”

“Aku merindukanmu.”

Mwo?”

Sandara terkejut dan merasa geli di saat yang bersamaan. Oh, ucapan tadi. Haruskah ia meresponnya? Norak sekali kau, Kwon Ji Yong!

“Kau ingin aku merespon seperti apa, huh?”

Ji Yong berdecak, “Jangan pura-pura bodoh seperti itu.”

Sandara tersenyum melihat tingkah menggemaskan prianya, “Aku tidak merindukanmu.”

“Yak!”

“Tapi aku sangat sangat sangat merindukanmu, Tuan Kwon.”

Ji Yong memamerkan deretan giginya, “Hey, kau pintar merayu juga, eoh?”

Hendak membantah, namun di detik berikutnya bibir cheri gadis itu telah terbungkam dengan bibir menggoda milik prianya. Ji Yong melumatnya dengan pelan namun menuntut. Mencoba menyalurkan perasaannya dan juga gadis itu. Perasaan campur aduk tak menentu yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Bagaimanapun sulitnya permasalahan yang kau alami, bukankah akan terasa lebih mudah dengan seseorang yang kau cintai tetap berada di sampingmu?

–END–

Oke, ini late post sih sebenernya tapi entah kenapa tetep pengen dipost meskipun udah author post juga di wattpad. Intinya author terkena dampak galau berkepanjangan gara2 tragedi 25 November 2016. But anyway, tetep support 2NE1 meski udah disband terutama mvok Darong ^^

Advertisements

23 thoughts on “I`M HERE FOR YOU [Oneshoot]

  1. Baca ff ini jadi flashback ke hari dimana aku syok banget karena liat berita pembubaran 2NE1. Bahkan aku ngira pas minzy keluar, 2NE1 bakal ngeluarin album baru dan nyatanya nggak. Tapi karena baca ff ini, rasa sedihku berkurang. Keren deh ffnya😄😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s