HELLO BITCHES [Part. 7]

CL-2NE1-Comeback-Teaser-Photos_(1)

Author: Zhie | Main Cast: Sandara Park (2Ne1), Kwon Jiyong (Bigbang) | Support Cast: Lee Junki (Actor), Goo Junhee (Actress), All Member 2Ne1, All Member Bigbang, Lee Soohyuk (Model), Kwon Dami | Genre: Romance, Adult| Rating: NC-17 (Maybe 😛 | Lenght: Series

~~~

Mianhe, karena part.ini bener2 telat dari waktu yg seharusnya… banyak banget kejadian tak terduga di minggu ini yang mau tak mau membuat ini kembali tersendat, harap maklum ne. So, moga ini bisa kembali menghibur. Happy Reading >.<

~~~

Matahari telah bersinar sangat cerah di pagi ini. Seorang wanita masih meringkuk di tempat tidur dengan sempurna, ia ingin sedikit meregangkan tubuhnya… tapi saat mencoba- ia tak bisa. Ia merasa ada sesuatu yang menahan kedua pergelangan tangannya.

Matanya dengan berat pun akhirnya terbuka, ia mengerjap beberapa saat- berusaha untuk mengoptimalkan kembali kesadarannya.

“Aigo. Di mana ini?” gumamnya saat menyadari ia berada di tempat yang cukup asing baginya, ia merasa tak pernah berada di situ sebelumnya dan saat ia mengangkat sedikit wajahnya… kini ia dapat melihat seorang pria berbaring di sisinya dengan tenang, berada di atas tempat tidur yang sama dengannya.

Mulutnya terbuka tanpa suara, ia terkejut tapi…

“OMO. DAEBAK. SIAPA PRIA INI? SIAPA DIA? IA TAMPAN. KYAAAAAAAAAAAAAAA! APA SESUATU TELAH TERJADI? INGAT- INGAT DARA, INGAT… KAU HARUS INGAT APA YANG TERJADI SEMALAM!” pekik batinnya yang entah kenapa kini berteriak riang.

.

.

.

“Belum ada kabar dari, Dara?” tanya Bom yang semenjak pulang dini hari tadi tak bisa untuk sejenak memejamkan mata, ia begitu mengkhawatirkan Dara. CL telah memberitahunya tentang apa yang terjadi- wajar kini mereka semua tak tenang dan berkumpul di ruang tengah.

“Anio. Belum ada satu pun Eonni.” Minzy menjawab.

“Dara Eonni meninggalkan tasnya di club, ponselnya berada di sana. Tak ada cara untuk menghubunginya.” CL kali ini menambahkan, Bom kembali mendesah.

“Harusnya kita tahu ini suatu saat pasti akan terjadi, para pria hidung belang itu semakin pintar menggunakan otaknya. Cih! Aku tidak akan tinggal diam bila bertemu dengan para bastard sialan itu.” rutuk Bom kali ini mengepalkan tangannya.

“Ne. Eonni, intinya kita harus lebih berhati-hati kali ini.” ucap CL kemudian, “Ah. Ne… Junki Oppa memberi pesan untuk tak lupa menghubungi dia saat Dara Eonni telah memberi kabar.” lanjutnya, Bom mengangguk mengerti.

“Aku bisa membayangkan bagaimana khawatirnya dia sekarang.” Bom berucap, “Dia begitu dekat dengan Dara.”

“Ne. Junki Oppa bahkan selalu memberikan tatapan dan perlakuan yang berbeda pada Dara Eonni.” Minzy menambahkan.

“Aigo. Tapi sayangnya Dara Eonni tak pernah menyadarinya.”  CL kali ini berucap, yang disusul anggukan Bom dan Minzy- membenarkan.

.

.

.

Dara Pov

Aku membuka mataku saat kurasakan ini begitu dingin- tak ada selimut yang membungkusku seperti biasa dan bahkan aku tak bisa untuk meregangkan tubuhku karena sesuatu yang membuat tanganku tak bisa bergerak dan kemudian aku terkejut… tapi tunggu- itu beberapa saat yang lalu kekeke, sementara kini aku begitu menikmati apa yang tersaji di hadapanku.

Aku telah mengingat apa yang terjadi semalam, walaupun itu bagai cuplikan singkat yang ditampilkan dengan beberapa bayangan yang terkadang samar tapi aku masih dapat merangkumnya dengan jelas. Pria di hadapanku ini, pria yang menolongku dari seorang bajingan gila yang memasukkan sesuatu ke minumanku.

“SHIT! AKU AKAN MEMBERI PERSEMBAHAN YANG TAK TERLUPAKAN UNTUK JUNIORNYA JIKA AKU KEMBALI BERTEMU DENGANNYA. DIA PIKIR AKU TAK AKAN MENGINGAT WAJAHNYA, HAH? BAHKAN AKU YAKIN AKU TAK MUNGKIN MELUPAKANNYA BEGITU SAJA!” batinku geram.

Lalu aku kembali melihat tanganku yang terikat. Jujur aku lupa untuk bagian yang ini, mengapa ia harus mengikatku hah? Apa ia suka permainan yang liar? Tapi ia terlihat tak melakukan apapun semalam- ia masih mengenakan seluruh pakaiannya dengan lengkap, ditambah kini ia tertidur dengan telentang tanpa sedikit pun mengubah posisinya kurasa, dengan satu tangan berada dekat dengan kepalanya sementara yang lain terjatuh lemas di samping tubuhnya.

“Wah. Bahkan ia masih terlihat sempurna, tapi ini aneh jika sedikitpun ia tak tertarik padaku.” ucapku lirih pada akhirnya kembali melihat tubuhku yang terekspos sangat jelas dengan hanya tertutup pakaian dalam, “Bukankah tubuhku harusnya menggiurkan baginya? Atau apa aku tak menarik lagi sekarang?” Aku terkesiap- terkejut dengan dugaan terakhirku sebelumnya, “Omo. Tak mungkin aku tak menarik lagi? Pasti ada sesuatu yang membuatnya tak melakukan apapun padaku. Mungkin saja dia tipe pria yang tak suka berhubungan dengan wanita yang berada dalam kondisi setengah sadar atau dia- bukan pria yang normal?” seketika aku menggelengkan kepalaku dan tersenyum dengan tebakan terakhirku, itu tidak mungkinkan?

Ah. Lupakan, bukan saatnya menduga-duga… ini terlalu sayang dilewatkan- melihat seorang pria tampan tertidur pulas. Jujur kuakui, seharusnya ini menjadi hal yang biasa buatku, karena hampir semua pelangganku itu memiliki tampang yang berada di atas rata-rata tapi entah kenapa kali ini aku seperti merasakan aura yang berbeda darinya- ia begitu terlihat manly dan manis secara bersamaan. Tak bisa dipungkiri ia begitu menggoda, dengan kerapiannya saat ini… aku benar-benar ingin membuatnya berantakan. Aku terkekeh membayangkannya.

“Aigo. Kapan ia akan bangun, eoh? Ia benar-benar menggiurkan? Bagaimana jika aku langsung menyerangnya?” pikirku nakal, tapi langsung disambut helaan nafas kecewa- aku tak bisa melakukannya, tanganku terikat kuat sekarang.

Sial.

Dan tak berapa lama, akhirnya aku melihat ia sedikit mengubah posisinya- wajahnya menghadapku sekarang. Kyaaaaaaaaaa!!!! So perfect. Aku menggigit bibirku untuk tak langsung bersorak- ini seperti mendapat sebuah jackpot, kau tahu? Di tolong oleh pria tampan dan kini berada di kamarnya, itu adalah sesuatu- sesuatu penghargaan bagi wanita sepertiku tentu saja… tapi tetap tidak ada yang gratis Tuan, ia harusnya bisa membayarku mahal.

Terlihat kini keningnya mulai berkerut, alisnya saling bertautan… ia akan bangun kurasa, dan aku mulai menghitung saat kuyakin ia akan membuka matanya.

Satu

Dua

Ti-

DEG

Aku seperti lupa caranya bernapas, ia telah membuka ke dua matanya- bola mata coklat kini semakin jelas terlihat. Ia pun sejenak tak mengedipkan matanya saat mata kami saling bertemu- beradu satu sama lain, seakan ini adalah kontes memandang dan akhirnya…

Ia terkesiap- bangun dari posisi tidur, dan kini menatapku heran. Kesadarannya belum pulih benar kurasa.

“Ah. Kau, sudah bangun?” ucapnya akhirnya setelah beberapa saat, aku menatapnya bingung dengan reaksi yang sebenarnya tak kuharapkan- ia melihatku seperti melihat aku adalah sesuatu hal yang biasa pada akhirnya- tak menarik- tak menimbulkan reaksi apapun untuknya.

“Ne.” Mulutku menjawab singkat.

“Ah. Baguslah, sepertinya kau telah sadar sepenuhnya… aku harap tidak ada salah paham di sini. Aku-”

“Orang yang menolongku.” potongku, dan dengan cepat ia mengangguk.

“Yup. Jadi kau ingat? Aku bukan orang yang sengaja membuatmu mabuk atau sejenisnya dan aku tidak melakukan apapun padamu- tidak sedikitpun.” Terdengar ia mempertegas kalimatnya di akhir.

“Ah. Araesso.” untuk itu aku percaya kali ini, tapi… “Lalu ini?” tanyaku menunjukkan kedua tanganku yang terikat.

“Ah. Itu- mianhe, kau terlalu liar semalam… mungkin pria itu memasukkan sejenis obat perangsang padamu. Kajja, aku akan membukanya.” jawabnya kini meraih tanganku dan membuka ikatan yang ia buat. Aku pun menyusulnya bangun dari posisi tidurku dan kini aku mulai bisa membayangkan bagaimana keliaranku semalam karena aku dapat melihat sebuah cermin yang pecah dan kini berserakan dengan sepatu heelsku sebagai tersangka utamanya, tapi aku masih tak bisa memahami… kenapa ia tak melakukan apapun padaku? Aku kembali mengamati pria yang kini duduk di sampingku, “Wae?” tanyanya kemudian menyadari aku terus memandanginya.

“Ini aneh.” jawabku tak melepaskan pandanganku darinya.

“Mwo?”

“Kau tak melakukan apapun padaku?”

“Anio.”

“Wae?”

“Mwo?”

“Bukankah pria normal pastinya akan langsung menyerangku, entah awalnya kau hanya berniat menolong tapi pastinya ini akan sedikit menggodamu, ‘kan?” ucapku dengan disusul gerakan tubuhku yang mendekat padanya- membiarkan dadaku menyentuh lengannya dengan tak lupa tatapan nakal yang kuberikan, tapi kemudian…

“Pakailah sesuatu untuk menutupi tubuhmu, bukan itu yang kumau.” ucapnya tiba-tiba beranjak dari posisi duduknya, dan kini ia telah bangun- meregangkan tubuhnya. Aku kembali melihatnya tak percaya, apa yang salah dengannya, hah? Mungkinkah ia… “Ya! Jangan melihatku seperti itu, aku pria normal jika itu yang ingin kau tahu.” lanjutnya seperti membaca pikiranku.

“Cih! Jika begitu, mengapa kau sedikitpun tidak melakukan apapun padaku? 90 persen pria yang kutahu akan langsung tergiur dan mencoba mencicipi tubuhku, sementara kau-” aku sengaja menggantung ucapanku dan melihatnya- kembali menilainya.

“Aku adalah pria dengan sisa 10 persen yang ada.”

“Mwo?”

“Dengan kata lain aku pria baik-baik, nona.” jawabannya kali ini sungguh membuatku ingin menangis karena terlalu keras tertawa.

“Ha ha ha, pria baik-baik? Dari mana kau mendapat kata-kata itu eoh? Itu mengartikan kau adalah pria suci, kau tahu? Ha ha ha… kau terlalu hot, tuan. Tolong tidak membuat itu lagi sebagai gurauan.” ucapku akhirnya di sela-sela tawa yang begitu kuat kutahan, tapi aku melihat ia menatapku dengan serius kini- akupun seketika terdiam, menunggu kembali ia untuk bicara. Ia dengan pasti melangkah kembali mendekatiku dan mencondongkan tubuhnya di hadapanku.

DAMN! Aku menelan ludah- wajahnya begitu dekat.

SHIT! Aku benar-benar ingin menelannya sekarang.

“Tertawalah- tertawalah sepuasmu.” ucapnya kemudian, “Karena itu adalah yang sebenarnya, jadi jangan bermimpi untuk menikmatiku.”

Aku mengerutan keningku, “Mwo?” ia kembali menarik dirinya menjauh dariku, dan… “Ha ha ha… kau begitu lucu. Selera humormu itu menggelikan buatku, kau benar-benar-“ aku tak bisa lagi untuk mendeskripsikan bagaimana dia, dia begitu hot sekaligus sexy- aku tak berbohong untuk ini dan kupastikan ia adalah tipe pria yang dapat dengan mudah membuat wanita bertekuk lutut padanya, tapi mengatakan ia pria baik- ia pria suci- oh… itu terlalu berlebihan karena pria ini- benar-benar menggiurkan.

Jiyong Pov

Aku tak mengerti dengan apa yang dipikirkan wanita ini sekarang, ia tertawa lepas sebelumnya tapi kini ia terus mengamatiku tanpa sedikit pun berniat untuk melepaskan pandangannya dariku- aku seperti buruan yang tengah diperhatikan oleh pemangsanya. Ok! Mari kita hentikan.

Aku meraih kursi dan duduk tepat di hadapannya, sementara ia masih berada di tempat tidurku- duduk dengan posisi bersila hanya memakai pakaian dalam, ia tak terlihat canggung sedikitpun hingga akhirnya aku yang memutuskan untuk melilitkan bedcover di tubuhnya.

“Cih!  Apa tubuhku benar-benar tak menarik untukmu?” sungutnya kemudian- sesaat setelah aku mengenakan itu padanya.

“Anio. Bukan seperti itu.” elakku membuatnya hanya mendengus kesal, “Sekarang dengarkan aku, mari kita bicara.”

“Apa yang ingin kau bicarakan, heh? Bukankah tubuhku tak menarik? Seharusnya ini telah selesai.” ucapnya kali ini membuatku benar-benar gemas. Apa sebenarnya yang ia pikirkan, hah?

Aku pun berdecak- menatapnya dalam, “Berhenti membicarakan masalah tubuh, jujur itu telah cukup sempurna untuk wanita mungil yang bahkan sempat kupikir yeoja di bawah umur-”

“Mwo?”  ia tersentak.

Omo. Aku salah bicara sekarang, “Anio. Maksudku- tubuhmu sempurna, benar-benar sempurna… tapi aku membawamu bersamaku bukan karena aku menginginkan tubuhmu atau sejenisnya, Sandara. Aku hanya-“

“Ya! Kau bahkan tahu namaku, itu berarti kau telah mencari tahuku sebelumnyakan? Dan kau harusnya sudah tahu apa profesiku, lalu apa niatmu sebenarnya jika itu bukan tubuhku hah?”

Argh. Aku hampir menutup mulutnya untuk diam, ia tak bisa sedikitpun membuatku menjelaskannya dengan tenang. Aku kembali menghela nafas panjang untuk dapat lebih sabar menghadapinya.

“Baiklah.” ucapku akhirnya, “Aku akan menjelaskan semuanya, mengapa aku membawamu kemari dan aku akan-“

“Yah. Kau harus menjelaskannya, Tuan… karena ini cukup mengherankanku. Kau tidak menginginkan tubuhku tapi  membawaku pergi denganmu.” selanya lagi-lagi memotong penjelasanku.

“Ya! Perlu kau tahu- kaulah yang memintaku membawamu pergi, Sandara.” balasku meralatnya.

“Jika memang seperti itu- kau harusnya hanya mengabaikanku, Tuan. Kau tahu, kau itu benar-benar membingungkan… kau menolongku, kau membawaku denganmu, kau tahu namaku, kau tahu pasti apa profesiku tapi pada akhirnya kau tidak tertarik dengan tubuhku dan itu benar-benar menjatuhkanku, kau tahu? Bagi wanita sepertiku, tubuh itu merupakan aset yang sangat berharga dan bila ada satu saja pria yang bahkan tidak tertarik untuk melihatnya… maka aku akan-”

Brugh

Aku berhasil membuatnya diam, “Apa ini yang kau mau?” tanyaku pada akhirnya, saat aku dengan cepat menjatuhkannya- membawa ia berada tepat di bawahku. “Kau ingin aku melakukan sesuatu padamu, kan?”

“Mwo?”

“Tapi maaf-“

“…”

“Aku hanya memerlukan dirimu untuk berada disisiku sekarang.”

=To be continued=

Prolog | | 2 | 3 | 4 | 5 | 6

<<back  next>>

Maaf, kalo tadi ada yg sempet bingung karena link nggak bisa tebuka…karena salah pencet seharusnya tersimpan malah terbitkan, belum siap post alx tadi… masih ada beberapa yg perlu di tambahin. So, bagi yang dah baca… kajja, tak lupa tuk selalu tinggalkan jejak. Hengsho. ^.^/

Advertisements

52 thoughts on “HELLO BITCHES [Part. 7]

  1. Suka bgt sama karakternya jiyong disini. Aduhhh udh ganteng maksimal pria baik baik pula. Ji cepet bikin dara kembali ke jalan yg benar 😊😊

  2. mwo? jiyong apa yang kau lakukan babe? kau menindih dara? jangan lakukan itu di depanku sayang, aku sakit hati. aduh bang neng kitati banggggg
    bagian ending bikin degdegan aku. dara sih gabisa diem mulutnya, jadi weh digituin sama GD. ahh coba diem gak akan digituin da kayanya.
    apakah aku kuat untuk melanjutkannya? semoga haha

  3. Ahhh lega…untung Dara inget kejadian semalam dan skrg mereka ga salah paham. Tapi lucu dibagian ini, Jiyong ternyata lebih mahal dari Dara wkwkw keren lah 😄 pdhl aku juga tergiur sama siabang naga wkwkwkw 😄😄 (abaikan)

  4. hahhaa dara kelewat bawel disini jadinya ji geram jga…tapi syukurlah dara tidak salah paham pada jiyong….sekarang tinggal tunggu apa ji berhasil menaklukkan dara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s