[Ficlet] Which One?

which one

.

.

Which One?

Ficlet    Slice of Life-Comedy-Friendship | Teen

.

.


Matanya hanya menyukai warna papan catur, membosankan.
Kenapa tidak mencoba warna lain, sih?


.

 

.

©2014,
vapanda present



 

“Berani taruhan, Jiyong pasti memilih warna catur!”

“Oh sial! Lagipula apalagi selain warna itu, sih! Aku juga sama!”

“Aku lebih dulu mengatakannya, Unnie! Tujuh hari berturut-turut berikan Aku makanan gratis!”

Dara masih terus menggerutu. Dia kalah cepat dengan Chaerin yang sudah menyunggingkan senyum kemenangan diwajahnya. Kedua mata gadis itu tak elak untuk tidak memusatkan pandangannya dihadapan mereka –menampilkan Jiyong yang baru membuka tirai dengan tangan kanan memegang kemeja putih berkotak hitam sedangkan tangan kirinya memegang kemeja berwarna terang –tidak dapat dipungkiri bahwa seorang Kwon Jiyong yang mereka kenal ini sangat menjauhi warna terang sekalipun ia menyukai warna kuning –untuk pilihan pakaian yang dikenakan, itu ada pengecualian.

“Chaerin, Kau ahlinya. Menurutmu, kemeja merah muda ini tidak cocok ‘kan untukku?”

Sial sekali lagi untuk Dara. Jiyong membutuhkan tanggapan dari Chaerin yang jelas sedang bertaruh dengan Dara, sekalipun Chaerin beranggapan kalau kemeja merah muda cukup bagus dikenakan untuk Jiyong, tapi pasti ia akan lebih memaksa Jiyong untuk membeli kemeja berkotak hitam-putih itu.

Sekali lagi, dewi fortuna seakan tengah memeluk erat Chaerin. Ia bertepuk tangan dengan riang, sebelumnya melirik dengan tatapan menjatuhkan kearah Dara lalu baru berkata, “Oppa, merah muda itu sangat tidak cocok untukmu. Yang satu lagi lebih pantas dan Aku pasti langsung mengenali siapa pemakai kemeja itu. Kwon Jiyong Oppa! Orang-orang akan langsung mengenalmu walau hanya sekali lirikan singkat!”

“Kau benar, Chae. Di Pesta Topeng, semua orang langsung cepat menegurku dan langsung mengenaliku ‘kan. Sangat tidak salah meminta penda-”

“Apa untungnya kita memakai topeng tapi wajahmu sudah bisa ditebak dengan hanya melihatmu dengan sekilas, Ji. Itu buruk, merah muda lebih cocok untukmu!”

“Ani. Aniyo, Oppa. Kau sangat norak memakai kemeja merah muda itu!”

“Chaerin berlebihan, itu tidak seburuk sampai bisa membuat mataku katarak. Kau pacarku, Ji! Harusnya Kau meminta pendapatku!”

Suasana hening seketika.

Chaerin menatap Jiyong dengan risau. Bagaimanapun uang sakunya selama seminggu bisa langsung punah jika Jiyong menikung dari pemikiran sebelumnya. Suhu ruangan butik sudah sepenuhnya dingin tapi piluh dikening Chaerin tiba-tiba membuatnya kian gugup dan ketakutan. Uang sakunya. Uang sakunya selama seminggu tengah dipertaurhkan disini atau mungkin bisa lebih karena porsi makan Dara mencakup dua sampai tiga orang. Sial!

Suasana masih tetap hening.

Sandara membuang muka. Ia memasang wajah kesal-sekesal-kesalnya untuk Jiyong tapi dibalik itu semua, Dara mengumpat kalau saja taruhannya kali ini kalah, Jiyong pasti langsung ia lepas dan dijauhkan. Bagaimanapun uang saku Dara juga tengah dipertaruhkan disini, apalagi Chaerin tipikal orang yang hanya mau makan di restoran mewah bahkan bisa jadi bintang lima. Jadi … untuk seorang mahasiswi, Dara pasti tidak dapat hidup lama jika uang saku selama seminggu itu habis tak berbekas.

Suasana tetap saja hening, pengecualian untuk ketukan ujung sepatu Sandara juga Chaerin yang saling bersahutan.

Jiyong tak enak hati jika Sandara menekuk wajahnya seperti ini. Ia mengembuskan napas dengan gusar sembari menyapu wajahnya. Jujur, Jiyong hanya suka warna hitam dan kalau tidak putih tapi untuk warna lain Jiyong sangat anti untuk diperlihatkan dengan jelas, semisal; celana, baju, sepatu dan hal lain sebagainya sekalipun ia tergolong pria yang sangat sering mewarnai surainya dengan berbagai warna anti-mainstream.

“Baiklah, ada benarnya juga. Aku akan memakai warna merah muda untuk dipakai di Pesta Topeng nanti malam.”

“Chincha. Yipiiii, Aku menang Chae!”

“Eh? Apa maksudmu, Dara?”

“Ups. Tidak ada maksud!”

“Tidak ada maksud apa, Unnie! Kita itu bertaruh!”

“Eh?”

“Itu bohong!”

“Benar, Oppa! Unnie yang bohong!”

“Aisht terserah kalau begitu Aku tidak mau beli apapun disini!”

.

.

“Chae, dasar licik! Seharusnya Aku yang menang!” Dara mengancam Chaerin yang ada disejajarnya tapi saat Jiyong berbalik kearah Sandara dan Chaerin, gadis itu menundukkan kepalanya menatap trotoar jalan.

Chaerin terkikik, “Selama Jiyong Oppa belum mengeluarkan uangnya ke kasir, berbagai perjuang masih mutlak untuk diperbuat Unnie!” bisiknya lalu berlari menyamai jalan Jiyong sembari mengaitkan tangannya pada Jiyong.

“Dasar! Memang Aku buta untuk tahu kalau adik tiri sepertimu menyukai Jiyong! Penguntit juga perusak suasana, awas saja!”

 

 

.

.

-fin-

 

 

 

 

 

 

 

.

 

 



Ini tuh kepikiran pas keseharian bareng temen-temen, yah gak jarang kita taruhan kecil-kecilan gitu dan beruntung saya gak pernah kalah haha. Lumayan lah, duit dikantung bisa dipake makan dilain waktu gitu hihi
Omong-omong saya mau buat Winner’s Tale (semacem suguhan untuk datengnya FF sandy and Spongebob) wkwkwk. Tapi tenang aja pasti castnya DG kok hehe

.

.

.

LEAVEYOURCOMMENT

Advertisements

22 thoughts on “[Ficlet] Which One?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s