CHROME HEART [Chap. 4]

1443364009091_resized

    Author:: @astarinur (IG & TWITTER)     

                 @astarinurINDO (wattpad)

Cast :     – Kwon Jiyong

               – Sandara Park

               – Choi Seunghyun

               – Park Bom

Genre: Teens, romance, angst

Rate: 15⬆

Length: multishot / chapter

WARNING!!

Bahasa yang digunakan terbilang mix Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

 

~ ~ Messed up! ~ ~

 

Hari itu bom melewatkan janjinya. Pada akhirnya dara sendiri berangkat ke tempat kerjanya yang baru.

 Dara khawatir pada bom, mengapa dia melupakan hal ini? Bukankah bom yang bersemangat ingin bekerja bersamanya? Entahlah mungkin bom mengurungkan niatnya untuk bekerja bersamanya, lagipula belum tentu di KF club masih membutuhkan satu orang pegawai lagi. Kalau saja ponselnya masih ada mungkin dara bisa menghubunginya dan menanyakan kepastiannya namun mau bagaimana lagi! Dara sudah tidak mempunyai waktu untuk mencari telpon umum sehingga pada akhirnya ia berangkat sendiri.

 Dara berjalan menunduk dengan wajah yang kusut. Dia masuk dan segera menghadap kakek tua yang kemarin ia temui.

 “Cepat, ganti bajumu dengan yang ini! Aku tunggu 15 menit untukmu ganti baju! Aku tunggu kamu disini!”

 Tanpa banyak tanya dara langsung berlari ke arah toilet. Dia tidak ingin seorang bodyguard menjemput paksanya lagi seperti waktu itu.

 Tepat sebelum 15 menit waktunya habis dia sudah siap berdiri didepan kakek tua itu. Namun dara perhatikan dengan seksama wajah kakek tua itu sedang kacau balau. Sepertinya dia sedang memarahi seseorang ditelponnya.

 

( “What? Mereka akan  datang malam ini?”

 “Ya .. you wanna die hah? Mengapa baru sekarang kau katakan padaku!”

 “Cepat rapihkan tempat mereka sekarang juga!”

 “Ingat hilangkan semua unsur musik apapun!”

 “Ini membutku gila! Cepat lakukan jangan banyak bicara!” )

 Kakek tua itu menutup telponnya dan segera menarik dara dengannya ke suatu tempat.

 “Lihat! Ini semua custommermu! Layani mereka dengan baik! Catat pesanan mereka dan simpan di tempat ini, lalu lakukan ulang kepada yang lainnya! Ingat kau harus bersabar menanggapi custommer disini! Baiklah aku akan pergi sebentar! Jika kau bingung tanyakan saja kepada pegawai yang lain!”

Dara memperhatikan semua perintah, petunjuk ataupun intruksi yang diberikan olehnya.

 “Siap boss!”

**

 “Come on choi!!  You should refresh your mind! Bukankah tadi kita berencana untuk hang out di KF club, mengapa kita hanya berdiam disini! What the hell !!! Sia – sia! Untuk apa tadi kita berangkat kalau pada akhirnya pulang lagi! Come on man!!

 “Aku sangat tidak bersemangat minum saat ini! Kau pergi saja sendiri! Lagipula member nuthang lainnya ada disana jadi kau tak sendirian!”

 “Shut up! Sekarang ganti pakaianmu aku tunggu dibawah!”

 Akhirnya seunghyun pun kalah dan pergi ke club bersama jiyong untuk bertemu dengan member nuthang lainnya.

====

 

(‘There is no other reasons. There is no empty space in me. You are my all pieces of my broken heart. Don’t do this to me! Don’t show your beautiful eyes to me like that!  You are so near yet so far! Is it you? Is it really you, Minah? Are you showing up because you think I’m forgetting you? No,  never!’)

 

 “Hey…!”

 Seunghyun tersiap ketika jiyong menepuk pundaknya.

 “Oh God, Choi!! Jika pikiranmu masih melayang entah dimana kumohon menetap sebentar! Man, im going here to have a chillin moments! Look at you! Arshhh, lebih baik kau pulang saja!”

 “Sorry kwon! Im not in the good mood!”

 “Yeah, sangat terlihat jelas dari wajahmu! Ada masalah? Kau bahkan tidak seperti biasanya, bagaimana bisa seorang Choi Seunghyun tidak dapat memegang segelas wine pun dengan baik! Menyedihkan aku bahkan sudah menyiapkan banyak wine kesukaanmu!! All expensive!”

 “Yeah, sorry!”

 “Baiklah! Aku pasti akan memaksa otakmu untuk mengeluarkan semua urat kusut dipikiranmu tapi nanti.. please,,  i dont wanna be a killer joy here! Lihat! Semuanya sedang menikmati waktunya disini!”

 “Yeah.. aku coba! Baiklah ! Cheers for me!”

 “Yuhhuuuu… !! Yes this is choi seunghyun my man!!”

 Setelah seunghyun kembali bersemangat, suasana diruangan itu semakin seru. Walaupun suara musik tidak terdengar sedikitpun di ruangan itu namun mereka menikmati waktu mereka disana!

 Sebenarnya jiyong tidak berniat untuk mengajak member nuthang lainnya namun dia berpikir ulang ketika melihat wajah seunghyun sahabatnya yang murung, lagipula sudah lama mereka tidak berkumpul – kumpul lagi seperti ini jadi pada akhirnya mereka disini menemani jiyong dan seunghyun yang tentunya sedang berkabut kegundahan.

 Jiyong adalah pemilik KF CLUB. Tentunya semua orang tahu itu, namun kedatangannya bersama teman – temannya membuat kalang kabut pengelola tempat itu. Karena saat jiyong datang segala sesuatunya harus sudah tersedia disana.

 – no girls

– no music and the instruments

– full of wines and snacks

– there must stayed a billiard table

– pocker cards

– etc..

And first of all, the room must be cleaned before because jiyong can smells a tiny dust in far away with his radar.

 

“Choi what happens with you anyway?”

“Hmm just something!”

Sepertinya aku tahu apa yang menjadi beban dipikiranmu itu! well, kau seharusnya bisa move on! Tadi saja kau gila berhalusinasi tentang seseorang yang kau lihat seperti Minah. Kau tidak ada peningkatan sama sekali!”

“Kau mudah mengatakan itu karena kau tak tahu seberapa besar rasa sayangku kepada Minah. Lagipula kau tidak mempunyai pengalaman sedikitpun jadi dengan mudah kau meremehkan masalahku ini!”

“Hmm maybe you are right! Well, I think this is better. Blank about love! hati tenang dan aku tidak akan menjadi gila seperti kau choi!”

“Hmm.. lebih baik tidak sama sekali karena jika sudah terjun kau tidak akan bisa kembali lagi!”

“Oh iya aku hampir lupa bagaimana dengan permintaanku itu? Apa kau sudah menemukannya?”

“Ah.. aku belum menemukan siapa orang berinisial S.P ini tapi aku mempunyai kabar bagus untukmu!!”

“Wahh… apa itu?”

(“Let me in! Ya you don’t know about me hah? I’m tiffany OK! I have money so don’t bother me! Yaaaaa let me in!!!!)

Terdengar suara keributan di luar pintu ruangan jiyong berada. Terdengar jelas jika seseorang memaksa ingin mencoba masuk ke dalam ruangan itu. Jiyong mendengar sangat jelas dibelakang pintu masuk itu ada beberapa orang yang sedang bertengkar.

 

“Choi tunggu sebentar! Aku harus menghampiri orang yang sudah sangat berani membuat keributan diluar!”

“Emp!”

 

 Risih, jiyong berjalan menghampiri suara itu. Semua anggotanya berhenti sejenak dengan kegiatannya dan menunggu jiyong untuk memperlihatkan siapa pengacau di balik pintu itu.

 Namun sebelum jiyong dapat menyentuh gagang pintu itu, seseorang masuk ke dalam dengan cepat.

 BRUG!!!

 Jiyong terjatuh bersamaan dengan pintu itu terbuka. Seseorang menindih tubuhnya.

(‘ why all girls like to throw herself at me!? ‘) Otak jiyong berteriak kepadanya.

 Semua anggotanya sudah mempersiapkan peralatan combat melihat leadernya didepan terjatuh terkapar. Namun belum satu langkah mereka menapakan kakinya, semua perhatian mereka teralihkan ketika melihat kaki jenjang, putih mulus menindih jiyong.

 Semua mata mengarah pada kaki indah itu. Jiyong yang tak sedikitpun tertarik dengan wanita diatasnya ini mengerti benar dengan pikiran kotor anggotanya.

 “YA YA YA… APA YANG KALIAN LIHAT! TUTUP MATA KALIAN! SEKARANG JUGA!

 Mendengar amukan dari sang dragon semua mata langsung berbalik arah membelakanginya kecuali seunghyun yang memperhatikan jiyong dengan senyuman geli diwajahnya.

 “Ya.. women! Enyah dari tubuhku!”

 Jiyong berusaha bangkit namun karena beban wanita itu ditumpahkan seluruhnya kepada jiyong, akhirnya dia menyerah. Melihat wanita diatasnya memakai pakaian sangat minim membuat jiyong semakin kesal.

 “Ya.. choi daripada kau diam disana! Berikan aku jaketmu sebentar!”

 Seunghyun melemparkan jaketnya tak memperdulikan keadaan jiyong sekarang dan malah mentertawakan temannya itu.

 “Aishh .. tiffany!! Kau sangat berat tahu! Lepaskan tubuh mungilku ini dan pakai jaket yang dilemparkan Choi  tadi!”

 Mendengar jiyong yang mengejek tubuhnya berat dia langsung bangkit dari tubuh jiyong.

 “Akhirnya, aku bisa bernafas lega!”

 Jiyong menghela nafas panjang dan segera bangkit sedangkan Tiffany kesal atas perkataan jiyong tadi.

 “Aishh…Oh no berat katamu? Berat sama dengan gendut!!!! Big no!! jiyong aku ini tidak gendut ok! Definitely not, OK!”

 Terdengar anggota jiyong mentertawakan ocehan tiffany itu, bahkan seorang pegawai club yang menahan tiffany tadi mentertawakannya dibalik pintu masuk.

 “Diam kalian! Aku tidak! Tidak !! Tidak !! Tidak genduttttt! Jiyong..!”

 “Shut up and get out!”

 “What?? Aku susah payah masuk kesini hanya untuk mendengarmu mengusirku ? Oh no! Hell no!”

 “Hell yes!”

 Tiffany membuka mulutnya tak percaya dan hanya bisa mengerecutkan bibirnya kesal.

“Keluar sekarang juga sebelum aku berprilaku kasar kepadamu!”

 “Fine, hari ini aku akan mengalah! Tapi lain kali tak ada kata gendut lagi untukku!! Hmmmm… harus diet!!”

 Tiffany berjalan keluar diikuti seorang pegawai club tadi. Seunghyun yang sedari tadi menahan tawanya saat ini sudah tak terbendung lagi dia hampir menangis melihat kesialan yang dialami temannya tadi.

 Tak kuat semua anggota lain pun mengikuti seunghyun mentertawakan jiyong.

 “SEJAK KAPAN KALIAN INGIN DIBUNUH SECARA MASAL HAH… NOW SHUT YOUR MOUTHS AND CLEAN THIS MESS!”

 Jiyong menghampiri seunghyun sambil melempar jaket seunghyun yang dia lempar tadi ke wajahnya.

 “Hahah… sorry bro! Your expression is so priceless!! “

 “Shut up choi!”

 

Pada akhirnya jiyong dan seunghyun melupakan pembahasan mereka atas pencarian mereka terhadap orang berinisial S.P tersebut.

 

 

 ====

Dara POV••

 

 Tidak terlalu buruk hari pertamaku menjadi waitress disini. Walaupun kesalahan dan kebingungan sendiri tak terelakan tapi orang – orang disini sangatlah baik dan ramah. Walaupun aku masih sedih jika mengingat ayah sekarang tidak ada di rumahku tapi aku harus semangat memulai hari pertamaku bekerja di tempat ini. Yang saat ini menjadi pemikiranku adalah bom, apakah sesuatu terjadi kepadanya? Atau memang dia hanya lupa saja? Hmmm.. Aigooo dasar chubby corn membuatku khawatir saja!!

 Seperti yang diperintahkan kakek tua itu, aku berusaha banyak berbohong ditempat ini. Menyembunyikan identitasku yang sebenarnya ternyata sangat sulit apalagi untuk orang sepertiku. Hampir saja mereka tidak mempercayai omonganku. Menegangkan! Tapi syukurlah akhirnya mereka percaya kepadaku.

 Pekerjaan yang sebenarnya tidak terlalu sulit ini lumayan menguras tenaga apalagi jika pelanggan sedang ramai. Mau tak mau aku melangkahkan kakiku dari satu meja ke meja yang lain. Tak sedikit pula ada pelanggan nakal menggodaku namun Tuhan masih menyelamatkanku dari situasi itu.

 Mungkin mata innocentku ini sudah berkurang 20% nya, pikirkan saja bekerja di night club pastinya aku bertemu dengan wanita dan laki – laki yang sama nakalnya disana, bukan? Tak henti aku mengusap dadaku dan menghela nafasku karena terkejut, melihat wanita dengan mudahnya memperlihatkan bagian tubuhnya pada laki – laki tanpa ada rasa malu dan mereka dengan nyaman duduk dipangkuan para laki – laki nakal itu.

 Oh god, bom pasti akan mengebom tempat ini jika dia melihat semua ini. Tapi untuk saat ini aku harus bersabar dan menutup sebelah mataku dengan apapun yang aku lihat!

 Tring!!!

 Terdengar suara pesanan yang sudah siap diantarkan. Aku dengan sigap mengambilnya.

 Table 21

 Ah.. sepertinya meja ini berada diujung dekat dengan jalan ke arah toilet. Dengan hati – hati dan percaya diri aku berjalan kesana. Lumayan jauh jaraknya namun aku harus semangat ini adalah jam terakhirku di hari ini!

 Setelah melewati beberapa meja dan beberapa ruangan satu blok lagi aku akan sampai pada meja itu.

 Sialnya sesuatu terjadi!

 Prang!!!

 “F**k! Oh shittt!!

 Seakan telingaku tuli, aku melihat orang yang mengumpat didepanku dengan mulut terbuka terdiam kaku. Aku perhatikan kotoran yang terlihat jelas dikemejanya ini yang diakibatkan karena keteledoranku tidak melihat jika seseorang berada didepanku. Sedangkan minuman dingin yang kubawa saat ini tumpah tak karuan.

 Aku menunduk! Melihat sepatunya yang juga aku tumpahi.

 

 (‘Oh god, aku yakin dia orang kaya!! Pasti aku akan di tuntut!’ )

 Namun beda dengan bayanganku, orang yang  aku tabrak tadi malah pergi meninggalkanku tanpa mengeluarkan suara apapun. Aku tertegun dan heran. Aku menengok ke arah orang tadi yang saat ini berjalan ke arah toilet dengan cepat.

Berusaha untuk move on dan melupakan orang tadi aku menghembuskan nafas beratku melihat pesanan pelanggan ditanganku dengan cemas. Masalah besar!

 Pasrah!

Akhirnya aku kembali dan melaporkan hal yang terjadi dan dang… kakek tua itu marah dan menghukumku untuk bekerja extra serta mencuci piring diakhir kerjaku untuk mengganti minuman yang tumpah tadi.

 Hah… ya sudahlah!

At least,  kakek tua itu tidak memotong gajiku!

 Namun tiba – tiba pikiranku teringat kembali kepada orang yang tadi aku tabrak. Dia laki – laki berkaki panjang, aku sempat melihat wajah orang itu, hmm.. boleh dibilang dia sangat  tampan. Jika aku bertemu dengannya aku harus meminta maaf kepadanya.

 ======

“Ada apa dengan kemejamu choi?”

 “Seorang waitress bertabrakan denganku!”

 “Waitress? Pegawai disini?”

 “Iya sepertinya begitu! Dia berseragam KF club!”

 “Sit down, biar aku urus ini semua!”

 “Ayy kwon, sudahlah! Aku tidak peduli! lagipula aku yang melakukan kesalahan disini! Wanita itu sedang berjalan membawa pesanan dan aku tidak sengaja berdiri didepannya saat dia berjalan ke arah suatu meja!”

 “Tetap saja! Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja! Dia harus disiplin! Lagipula apa yang kau lakukan disana!”

 “Man, kantung kemihku sudah tak bisa menampung urinku ini jadi terpaksa aku harus mengeluarkannya namun toilet dilantai ini sedang rusak semuanya tertulis ‘Sedang Diperbaiki!’ terpaksa aku turun ke bawah!”

 “Hahaha.. choi!!!  choi !!!”

 Setelah habis tawanya, jiyong beranjak pergi. Seunghyun yang bingung dengan temannya ini mengikutinya dibelakang. Setelah melihat arah tempat yang dia tuju seunghyun menahan  lengan jiyong.

 “Ayy kwon, kau masih memikirkan masalah waitress  tadi? Sudahlah!”

 “Choi diam saja! Aku harus memberi pelajaran kepada orang ini!”

 “Ashhh .. terserah!”

 **

 “Paman Bernard!”

 “Ohh .. tuan muda! Selamat malam! Ada yang bisa saya bantu? Jarang sekali tuan muda menghampiriku! Pasti ada hal penting yang ingin tuan sampaikan padaku?”

 “Jangan basa – basi denganku! Tunjukan orang yang telah mengotori kemeja temanku ini!”

 “Ah.. aku tak tahu siapa atau apapun yang telah terjadi pada tuan choi!”

 “Paman, aku tidak suka bercakap – cakap lama! Sekarang atau aku akan….!!!”

 Memotong perkataan jiyong paman Bernard langsung menggiring mereka dengan terbirit – birit ke arah dapur belakang.

 Jiyong menyunggingkan senyum di sudut bibirnya. Sedangkan seunghyun menggelengkan kepalanya.

 **

 Semua pegawai berkumpul dengan rapih. Tak terkecuali dengan dara.

 ( ‘Ada apa ini? Damn, bukannya ini adalah waktu istirahatku mengapa mereka menahanku disini! Aigoo..  mana jam kerjaku diperpanjang pula! Awhhh remuk badanku ini!‘ )

 Dara menunggu dengan kesal, namun ketika kakek tua itu datang secara otomatis dara dan semua pegawai membungkuk sopan. Ternyata kakek tua itu tidak sendirian dia membawa 2 orang pemuda yang lebih tinggi dari tubuhnya.

 Tubuh dara seolah – olah beku melihat laki – laki tadi yang ia tabrak. Dara yakin sesuatu yang buruk akan terjadi padanya. Dengan tubuh mungilnya dia berusaha menyembunyikan dirinya dibelakang pegawai yang lainnya.

(‘Bukankah laki – laki itu yang pernah bertabrakan denganku di dekat supermarket  itu? Ashhhh… !!!’) Dara mengerutkan keningnya mengingat laki – laki yang pernah bermasalah dengannya.

Dara menutup matanya berharap semua bayangan buruknya telah berlalu namun entah mengapa suasana menjadi sunyi dan senyap.

Dara mengerutkan keningnya seraya membuka matanya sedikit untuk mengintip.

 “Apa yang kau lakukan hah..? Tutup mata seperti itu!”

 Dara mendengar kakek tua itu berdiri didepannya. Dia sadar jika orang – orang telah pergi, hanya dia, kakek tua dan 2 orang laki – laki dibelakangnya.

 “Now follow them!”

 Dara menggelengkan kepalanya dan memegang lengan kakek tua itu memberi sinyal untuk menolongnya namun sayangnya kakek tua itu lebih mengutamakan keselamatan dirinya sendiri. Kakek tua itu pergi meninggalkan dara dan kedua laki – laki yang berdiri menakutkan didepannya.

 “Hallo, sepertinya aku harus pergi! Lihat, semua orang juga sudah pergi bekerja lagi jadi sebaiknya aku segera membantu mereka hehehe… !”

 Dara tersenyum terkekeh kepada mereka dan segera meloloskan diri dari situasi itu namun sayangnya dia berhadapan dengan dragon yang sedang berapi – api.

 “Mau kemana kau!”

 Dara menoleh ke arah suara itu, dan hanya mengeluarkan senyumannya lagi lalu….

 RUNNNNNNN

 

 “Hey.. oh shit!!”

 Jiyong pun mengejar dara yang saat ini berlari terbirit – birit menghindari amukan jiyong.

 “Hey.. tunggu! Jangan kabur yaaaaa…!”

 “Ahhhh… !”

 Dara berlari sekuat tenaganya menghindari jiyong. Untungnya club itu mempunyai pintu keluar emergency yang selalu kosong dilalui, dara berlari ke arah itu diikuti jiyong dibelakangnya.

 Dara mencari tempat persembunyian untuknya, dia sadar jika dia pasti akan kalah dalam soal kejar mengejar dengan seorang laki – laki. Menemukan salah satu ruangan gelap dara masuk ke dalam tempat itu  mencari sudut yang tepat untuknya bersembunyi.

 **

 “Kemana wanita itu? Bagaimana bisa dia hilang dari pandanganku? Aku yakin dia tidak bisa berlari sekencang itu?”

 Jiyong mencari ke arah lain, dia bertemu dengan ruangan gelap yang sebenarnya merupakan tempat persembunyian dara saat ini.

 Mendengar suara sepatu yang mendekati ruangan itu dara saat ini tengah berdo’a keras berharap jiyong tidak memeriksa lebih dalam ke ruangannya berada.

 Klik!!

 Cahaya lampu menyala.

Jiyong menyalakan lampu itu penasaran dengan tempat itu. Dia tahu betul semua tempat di club ini jadi tak ada satu titikpun yang ia lewatkan untuk menemukan dara.

 Jantung dara berdebar sangat kencang, keringat dingin bercucuran. Saat ini dara bisa melihat jelas kaki dan sepatu jiyong dibawah meja yang ia jadikan sebagai tempat persembunyiannya.

 Namun anehnya jiyong mematikan lampu di ruangan itu dan pergi. Hati dara seakan mengapung saat ini, perasaan lega bercampur dengan rasa cemas.

 Dara akhirnya bisa bernafas lega. Dia keluar dari tempat persembunyiannya dan segera berjalan keluar mengarah ke tempat pintu keluar berada.

 Baru saja 2 langkah kakinya melangkah seseorang menahan tubuhnya dari belakang untuk bergerak. Tangan dara otomatis melawan orang itu dan berteriak minta tolong dengan sekencang mungkin.

 Jiyong yang saat inilah menahan tubuh dara tak tahan dengan suara jeritannya, dia beralih ke arah depan memperlihatkan wajahnya kepada dara.

 “Ashhh.. berhenti berteriak kau merusak gendang telingaku!”

 “Apa yang kau lakukan? Bukankah kau sudah pergi tadi!”

 “YA… aku tak akan melepaskanmu dengan semudah itu! Lagipula siapa disini yang bodoh bersembunyi di bawah meja itu! Pasti tubuhmu itu akan terlihat jelas oleh siapapun! Nah, sekarang ikut aku!”

 Dara menggelengkan kepalanya.

 “Tidak. Aku tidak mau masuk penjara! Pasti kau akan meleporkanku ke polisi iya ‘kan?”

 “Siapa yang akan membawamu ke sana hah??”

 “Jadi …?”

 “Jadi sekarang kau ikut denganku dan meminta maaf kepada temanku!”

 Secara kebetulan seunghyun sampai disana dengan tepat waktu.

 “Nah dia ada disini!”

 Dara melihat seunghyun malu tak berani menatap wajahnya.

 “Tuan aku minta maaf telah membuat bajumu kotor!”

 “Sudahlah jiyong lihat dia sudah ketakutan seperti itu!”

 “Ya .. ini adalah kedisiplinan hidup. Jika salah, ya kita harus meminta maaf dan bertanggung jawab atas apa yang kita perbuat! Hey kau… kesini mendekat!”

 Dara pasrah dan hanya menuruti perkataan jiyong.

 “Lihat baju ini! Harga baju ini sangat mahal, kau bekerja 3 tahun pun takkan sanggup mengganti baju ini! Jadi apa yang akan kau lakukan untuk bertanggung jawab atas perbuatanmu ini?”

 “Ashhh.. kwon! Itu berlebihan, kita tidak seharusnya melakukan ini kepadanya!”

 Seunghyun menghampiri dara yang saat ini sedang menahan tangisnya.

 “Nona kau boleh pergi! Aku sudah memaafkanmu dan ini semua bukan pure kesalahanmu saja aku juga menjadi bagian jadi tidak usah kamu pedulikan omongannya ok”

 Dara mengangguk pelan dan beranjak pergi meninggalkan mereka tanpa melihat jiyong sedikitpun.

 “Ayy choi kau ini terlalu baik membiarkan dia begitu saja!”

 “Holly kwon, ini hanya masalah baju tidak usah diperpanjang seperti ini. Lagipula masih banyak baju seperti ini di apartmentku!”

 “Ashh.. terserahlah!”

 **

Akhirnya jam kerjanya usai, dengan tas rapuh dan jaket tipis ditubuhnya dara pergi ke halte bus terdekat.

“Aigooo.… aduh mana ini busnya? Apa bus terakhir sudah lewat? Gawat masa aku harus jalan kaki, aishh sincha mana jauh pula! Pantas saja sudah lewat jam 12 malam pasti semua kendaraan umum bahkan taxi pun tidak akan ada!!”

Dara terduduk lesu di halte bus, dia lupa jika lewat jam 12 malam bus ataupun kendaraan umum lainnya sudah tidak beroperasi lagi. Dia menerawang berharap ada kendaraan umum yang melewat untuk terakhir kalinya. Namun sudah hampir setengah jam dia menunggu tetap jalanan masih kosong. Dara pasrah mengistirahatkan tubuhnya sejenak, sepertinya tidak ada cara lain selain berjalan kaki untuknya.

“Sudahlah dara, sebaiknya kau harus segera pergi!”

Mengeratkan jaketnya seraya memeluk tubuhnya erat dara menembus gelapnya malam dan dinginnya malam itu. Berjalan perlahan tapi pasti dia berusaha menenangkan dirinya.

Belum jauh dara berjalan dari halte bis tadi sebuah mobil menepi mendekatinya. Dara sudah ketakutan, dalam benaknya dia sudah berpikiran aneh namun semua itu sirna ketika seseorang keluar dari mobil itu dan menghampirinya.

“Kau …

 

 

 

===Tbc.

 Next >>>

 

 

Hello

Its me… (adele song hahaha)

Anyeonggg …

Well, buat yang uda komen dari awal intro sampe chap ini makasih banget uda appreciate. Jadi tahu siapa aja yang suka baca and komen cerita aku yang sudah dipastikan ceritanya boring dan agak gaje. Aku sih suka yang komennya jujur dan panjang hahaha… mereka yang komen panjang suka aku baca apalagi yang ngasih kritikan atau pengen tambahan. Jadi keep support me applers !! ✌✌🙏🙏🙏🙏

Id: kwonjita

Thanks masukannya, oke aku bakalan kurangin bahasa inggrisnya dan ceritanya agak aku percepat. Niatnya sih pengen lebih slow tapi kalo malah jadi monoton oke aku rubah alurnya… 😜😝✌

HENSHOOO 🍎🍏😗😘😍

Advertisements

15 thoughts on “CHROME HEART [Chap. 4]

  1. Capt. selanjutnya jangan kelamaan ya, thor. Beneran penasaran gimana kalo jiyong ketemu siapa S.P sebenernya. Daragon momentnya cepetin jugaa. Udah gk sabar baca chapter selanjutnya. FF nya udah bagus banget kok 😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s