THETA [Chap. 2]

theta

Author : Defta

Cast     : Sandara Park, Kwon Jiyong

Genre   : School life

Jiyong menghentikan motornya di gedung yang sekarang akan menanunginya sebagai seorang penyanyi. Ia membunyikan klakson membuat salah seorang keluar dari gedung itu, em lebih tepatnya yang keluar adalah 2 orang.

“Selamat Pagi Bos” Sapa Jiyong sopan.

“Pagi Jiyong” Pria paruh baya itu menyambut sapaan Jiyong. “Kau berangkat bersamanya Sandy ?” Sekarang ia beralih pada Dara, putrinya.

“Neh, dia pacarku Ayah”

“Kalian berpacaran ?” Yang hyun suk bertanya seolah tidak percaya. “Sejak kapan ?”

“Belum lama ini, sekitar 1 hari, iyakan Dara”

Dara tersenyum, lalu memakai topinya hingga menutupi setengah wajahnya, ia melihat beberapa paparazzi di depan gerbang. “Aku harus berangkat, kami akan terlambat nanti” Ia lalu mendorong tubuh Jiyong untuk segera pergi dari sana.

Jiyong memberikan helm cadangan pada Dara yang sudah duduk dibelakangnya. “Aku sudah melakukan keinginanmu bukan” Bisik Dara tepat ditelinga Jiyong sesaat setelah mereka jiyong menjalankan motornya.

===

Bel tanda istirahat terdengar. Dara mendapat pesan dari Jiyong untuk menemui pria itu dikantin. Ia berdiri, mengambil sweaternya dan memakainya dengan cepat. Ia berjalan keluar kelas tapi Chaerin menghadangnya sebelum sempat keluar dari kelas. Ya Chaerin dan Dara berada dalam 1 kelas yang sama.

“Kau berani sekali kau menggoda pacarku”

“Aku tidak menggodanya, kami mulai pacaran kemarin” Dara menjawab dengan sangat santai.

Chaerin melipat tangannya di depan dada, seolah menunjukkan lekuk tubuhnya yang sexy dan payudaranya yang sintal. “Benarkah ? Terimalah bekasku itu !”

Dara tersenyum meremehkan. Ia menatap Chaerin tepat dimatanya. “Jiyong bisa dikatakan bekasmu kalau kau yang membuangnya, kenyataannya Jiyong yang membuangmu Lee chaerin”

“Kau…” Chaerin mengakt tangannya.

Dara langsung menangkap tangan chaerin yang melayang di udara itu, lalu mendorongnya hingga chaerin mundur beberapa langkah dan menabrak sebuah meja.

“Jadi kau yang bekasnya Jiyong, aku kasihan pada pacarmu yang selanjutnya, karna dia mendapatkan bekas dari pacarku, Aku benarkan Jiyong sayang” Lanjut Dara tanpa mengalihkan pandangan pada Chaerin.

Otomatis semua orang menatap kearah pintu dan menemukan Jiyong sudah berdiri di dekat pintu. Jiyong pun tersenyum dan mengangguk, ia lalu mengulurkan tangannya pada Dara yang langsung disambut oleh Dara.

“Oh ya…” Dara kembali menatap Chaerin. “Jangan memamerkan payudara palsumu itu, aku lihat kau memasukkan kaus kaki di dalam bra-mu  tadi saat di toilet” seringai Dara muncul.

Beberapa berdecak kagum pada Dara. Ia benar-benar sesuatu.

===

Dara dan Jiyong duduk berhadapan, dengan segelas besar yang berisi ice cream tapat di tengah mereka. Dara terus menyendok ice cream itu dan memasukkannya kemulutnya sendiri.

Jiyong menatap Dara dalam diam, ia menggigit ujung sedok ice creamnya.

“Apa yang ingin kau tanyakan ?” Tanya Dara yang masih sibuk memakan ice cream.

“Apa chaerin benar-benar melakukan itu ?”

“Tidak”

“Lalu kenapa kau menuduhnya”

“Agar dia berhenti pamer”

“Kenapa kau melakukannya”

“Karna dia tidak akan bisa membuktikan ucapanku tadi pada semua orang, dia tidak mungkin membuka seragamnya di dalam kelas bukan” Jiyong tertawa pelan, lalu menatap bibir Dara yang ternoda akan ice cream. Ia meraih bibir tu pelan dan mengusapnya.

“Pelan-pelan” Tegur Jiyong.

“Hem” gumam Dara sambil terus menyendok ice cream itu. “kau seharusnya menghapusnya dengan bibirmu”

“Kenapa kau melakukannya ?”

“Bukankah semua pria melakukan itu ?” Balas Dara singkat.

Wanita ini benar-benar unik, begitu batin jiyong “Malam ini aku diundang di pernikahan Imo-ku, acaranya dimulai jam 8 malam, kau bisa datang bersamaku ?”

“Jemput aku jam 6 di YG building”

“Kenapa ? acaranya dimuali jam 8”

“Jam 6 atau tidak sama sekali”

===

Disinilah Jiyong sekarang, arloji ditangannya menunjukkan pukul 6 sore, dan ia sudah di YG building untuk menjemput Dara.

“Kau akan memakai baju itu ?” Tanya Jiyong yang melihat Dara memakai Jeans biru panjang dengan beberapa sobekkan di bagian lutut, sweater putih, dan sepatu kets.

“Tentu tidak, ini sebabnya aku menyruhmu datang lebih awal, kita kebutik, aku tak punya baju pesta” Balas Dara sambil masuk kedalam mobil yang jiyong bawa.

“Kau tak punya satupun  baju pesta ?”

“Kenapa kau mau membelkannya untukku ?”

“Tidak”

“Baiklah aku beli sendiri” Dara memasang sabuk pengaman untuk dirinya.

Jiyong berdecak lidah “Kau memang aneh, biasanya wanita lain akan merengek untuk diberikan barang-barang yang mahal, tapi kau…”

“Kau bilang tau mau membelikannya, ya berarti aku harus beli sendiri, apa itu salah ? aku punya uang jadi untuk apa aku merengek padamu” Ucap Dara santai. “Ayo cepat !!”

===

Dara menyuruh Jiyong menghentikan mobilnya di salah satu salon, yeoja itu berteriak dengan keras agar Jiyong mau menuruti keinginannya

“Selamat Datang, ada yang bisa kami bantu ?” Tanya seorang pegawai salon itu

Dara tersenyum dengan ramah “Neh, aku ingin membuat rambutku bergelombang dan dia mengecat rambutnya menjadi hitam”

“Dara apa yang kau katakan” Protes Jiyong.

“Kwon Jiyong, kau tak mungkin ke pesta pernikahan dengan rambut putih seperti itu, ganti warna rambutmu” Ucapnya sembari menunjuk rambut pirang milik Jiyong

“Tapi..”

“Aku yang akan membayar untuk biaya pengecatan rambutmu itu, untuk sekarang dan besok ketika kau ingin merubahnya kembali putih”

===

Dara dan Jiyong sekarang berada di salah satu butik ternama di seoul, Setelah tadi pergi ke salon, ia ke butik untuk membeli baju. Ia berjalan kesebuah baju berwarna biru di sudut butik.

“Aku akan ambil yang ini” Ucap Dara kepada sala satu penjaga butik, dan penjaga butik itupun mengagguk.

“Anda akan membungkusnya ?” Tanya penjaga butik itu setelah mengambilkan pesanan Dara

“Tidak, aku akan langsung memakainya” Dara melirik Jiyong. “Tunggu sebentar, aku akan mengganti baju”

Jiyong memangguk mengerti. Sembari menanti Dara selesai mengganti bajunya, ia berlari ke toko disebelah butik yang menjual berbagai macam jenis sepatu.

===

Dara keluar dari bilik tempat ia mengganti busananya. Ia mendapati Jiyong tengah duduk sambil membaca sebuah majalah

“Bagaimana ?” Tanya Dara untuk menanyakan penampilannya pada Jiyong, membuat namja itu beralih untuk menatap Dara.

Pria itu tersenyum, lalu berjalan kearah dara dengan sesuatu di balik punggungnya. Ia berlutut di hadapan Dara dan mengeluarkan sesuatu dari balik punggungnya.

“Kau tak mungkin kesana dengan sepatu seperti ini” Ucapnya lalu memasangkan sepasang sepatu yang tadi ia bawa. “Kau bisa memakai high hils kan!”

“Jangan meremehkanku”

“Aku hanya memperkirakan ukuran kakimu, syukurlah ini pas” Jiyong berdiri dan mengulurkan tangannya. “Ayo berangkat”

“Aku akan menggantinya”

“Kau yang membayar biaya salonnya, sepatu ini…” Jiyong menujuk sepatu Dara. “Kau bisa memilikinya.

===

Suasana putih bersih benar-benar tergambar disana, altar pernikahan dipenuhi dengan bunga-bunga putih senada dengan hiasan di langit-langitnya.

Upacara pemberkatan selesai beberapa saat yang lalu, dan sekarang acara dilanjutkan dengan resepsi sederhana.

“Tunggu aku disini” Ucap Jiyong pada Dara yang sedari tadi duduk di sampingnya.

Ia lalu berjalan ketas panggung band dan mengambil sebuah gitar akustik.

“Imo, aku ucapkan selamat menempuh hidup baru, kau bilang aku adalah keponakan-mu yang paling kau sayang, tapi sepertinya aku harus berbagi kasih sayangmu pada pria yang ada disebelahmu saat ini”

Semua orang berseru histeris mendengar kata-kata jiyong yang dalam.

“Kau juga tau aku tak suka menyani tanpa dibayar” Kali ini yang keluar adalah suara tawa “Tapi aku akan bernyani untukmu”

Jiyong dan Dara sudah ada di dalam mobil untuk perjalanan pulang.

“Kau pandai bermain gitar” Ucap Dara membuka percakapan. “Bisa kau mengajariku”

“Tidak” balas Jiyong singkat.

Dara mengangku kecil. “Baiklah, aku akan belajar pada Appa saja”

#CIIITT bunyi decitan ban mobil yang direm terdengar, tentu Jiyong yang melakukannya, ia lalu membantig stir ke kanan jalan dan menghentikan mobilnya.

“Kenapa berhenti ?”

“Jangan bertanya, aku yang akan bertanya terlebih dahulu” Dara menatap Jiyong seolah menunggu pria itu melanjutkan kata-katanya. “Wanita lain akan langsung membuat aegyo atau bersikap manis agar aku menurutinya, tapi kau…. Kenapa kau melakukannya ?”

Dara memiringkan wajahnya dan tersenyum. “Kau bilang tak mau mengajarinya, itu hak mu untuk menolak keinginanku bukan ?”

“Itu sebuah pernyataan atau pertanyaan ?”

“pertanyaan”

“Aku benar-benar gila” Umpat Jiyong pelan. Ia lalu melepas sabuk pengamannya lalu ia meraih tengkuk dara dan mencium wanita itu penuh.

Jiyong melumat bibir itu beberapa kali, dan Dara membalasnya. Jiyong melepaskan bibirnya dan merapatkan dahinya kedahi Dara ketika membutuhkan asupan oksigen unruk paru-parunya.

“Bad Kisser” Celetuk Dara sambil bernafas dengan tenang tanpa kesulitan sedikitpun.

“Apa katamu ?” Jiyong melotot pada Dara. “Ini bukan pertama kalinya untukmu ?”

“Tidak, aku sering melakukannya, setidaknya seminggu 2x bahkan lebih ?”

Mulut Jiyong otomatis terbuka lebar. “Dengan siapa kau melakukanya ?”

“Sepupuku, dia bilang dia suka bibirku, setiap dia berkunjung ke rumah dia selalu menciumku. Dan dia good kisser”

Jiyong mendengus kesal lalu  membuang mukanya. “kita pulang”

“Sepertinya dari tadi kita memang sedang dalam perjalanan pulang”

==TBC==

Advertisements

38 thoughts on “THETA [Chap. 2]

  1. HAHAHA daranya greget yaa disini lama lama jiyong bisa frustasi itu HAHA tapi keren keren aku suka sama ceritanya dan wataknya dara disini😂😂 lanjut eonn fightingg!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s