Black Wings [Chap 4]

2g

Author : Hanny G>Dragon (Twitter : @hannytaukand ; IG : @Hannyquack)

Cast : G-Dragon, Sandara Park, Lee Soo Hyuk

Genre : Fantasy, comedy, Romance.

            Annyeong, karena rasa bersalahku lama tak memposting kelanajutan ff jadi aku berusaha buat lebih banyak lagi chapter sebisa mungkin, mianhae dan keep suport my ff. Hengsho ^^.

Gd Pov

            Di hadapanku sedang ada sesosok wanita dengan pipi chubby dan rambut merahnya melihatku dari ujung rambut sampai ujung kaki. Ia memperhatikanku sangat detail dan lagi aku seperti terdakwa disini. Aura hitam seperti keluar dari yeoja ini. Apakah dia ratu kejahatan yang kedudukannya jauh di atasku.

“Bommie-aah seberapa lama lagi kau akan melihatnya seperti itu. Lihatlah Gd sangat tak berkutik kau amati seperti itu” ucap Dara kini mengingatkan sahabatnya yang masih melihatku dengan mata tajamnya. Yeoja menyeramkan, cih. Dara selamatkan aku.

“Benarkah dia Dewa kejahatan? Benarkah ada yang seperti itu di tahun 2016 ini? Heol ini bukan karangan fiktif” ucap yeoja menyeramkan itu masih tak percaya makhluk seperti apa diriku.

“Kau akan lebih tak percaya lagi jika aku katakan dia sepupuku dari Busan yang menginap di sini untuk sementara waktu?” ucap Dara sambil memiringkan kepala menatap sahabatnya itu dengan seksama.

“Tentu itu lebih mustahil” ucap Bom yang sepertinya sudah tau seluk beluk keluarga Dara.

“Emm, a-aku..”

“Jangan bicara, kau masih belum boleh bicara makhluk asing” sela Bom memotong pembicaraan. Padahal aku hanya ingin bicara kalau aku sangaaat lapaaaar. Dara berikan aku makanan dan lepaskan aku dari jeratan yeoja menyeramkan ini.

“Bomie, aku mengatakan semuanya padamu, aku tak bisa menyembunyikan satu hal pun padamu. jika kau masih tak mempercayainya bahwa dia adalah makhluk yang bernamakan Dewa kejahatan, aku akan menyuruhnya untuk mengeluarkan sesuatu” ucap Dara lembut menjelaskan. Dan sahabatnya pun mengangguk cepat dan anggukannya sangat banyak seperti bocah yang akan di beri permen.

“Ji, bisa kau keluarkan itu” ucap Dara sambil melihat ke arah punggungku. Aku mengerti maksudnya, dan dengan helaan yang berat akupun sedikit menggeliat meregangkan bahuku dan Wooozzzt terbentanglah sayap lebarku yang hitam.

“Howaaaaah, daebak. Jinjja ini bukan rekayasa? Apakah kau seorang mutan (makhluk buatan manusia)? “ mulut Bom tak berhenti bertanya ini itu dan aku hanya melihat ke arah Dara meminta nya untuk menyelamatkanku namun ia hanya tersenyum dan sedikit tertawa menertawakan aku yang sedang jadi objek keajaiban bagi Bom.

“Aku bukan mutan, sudah ku bilang aku adalah Dewa kejahatan. Aku berbeda dari manusia, dan aku bukan pula malaikat yang sering orang-orang agungkan” ucapku kini membuka suara.

“Dara, sepertinya kita perlu bicara” ucap Bom serius menyeret lengan Dara menjauh dari pendengaranku. Namun aku bisa mendengarnya, heol aku dewa. Aku seorang dewa aku bisa melakukan itu dengan mudah dasar manusia bodoh.

“Dara, kau selama ini tinggal bersama dengannya?” tanya Bom pada Dara setengah berbisik.

“Ne, dia sudah ku usir berulang kali namun ia tak mau pergi Bomie, dia hanya akan pergi saat aku memberikan sesuatu atas kemauanku sendiri, dia bilang seperti itu padaku” ucap Dara dengan nada biasa saja. Dara tahu bahwa aku bisa mendengar percakapan seperti itu.

“Huaah, jinnja? Kau akan memberinya apa? Cinta? Organ? Atau ke-pe-ra-wa-nan mu?” ucap Bom yang membuatku sedikit tertawa geli mendengarnya. Pertanyaan bodoh apa itu. Payah.

“Aiissh, kau terlalu berlebihan. Mungkin aku masih belum mengetahui itu apa yang akan ku berikan padanya. Namun hati ku berkata Gd walaupun ia dewa kejahatan ia lebih banyak seperti manusia pada umumnya dan aku lihat ia baik padaku “ ucap Dara sambil menatapku dari kejauhan. Sial jantungku yang hanya setengah seperti berdegup, aku ingin menghilangkan organ ini dari tubuhku. Sungguh aku tak ingin merasakan seperti ini, ini terasa aneh. Dewa kejahatan lain tidak mempunyai organ sepertiku, yups aku dewa setengah manusia. Sial.

“Ji,, kajja kita makan, aku tahu kau pasti sedang kelaparan di situ” teriak Dara sambil merangkul sahabatnya yang ku lihat dari kejauhan. Aku pun segera beranjak dari kamar Dara dan mendekat pada mereka.

“Hei, em Gd mian jika aku memperlakukanmu seperti tadi, itu karena aku tidak ingin yoeja innocent ini terjerat namja aneh seperti mu, mian” ucap Bom meminta maaf namun perkataannya masih berunsur merendahkan dewa kejahatan setampan diriku. Cih.

“Baiklah, kajja kita pergi makan di luar. Aku yang traktir” ucap Dara semangat, mengapa ia sangat senang menghamburkan uangnya tapi tak apalah aku sangat lapar makan di luar ataupun di rumah aku tak peduli yang terpenting kelaparanku teratasi. Kekeke.

~ Cafe ~

“Dee, kau pesan banyak sekali. Kita hanya bertiga dan ini seperti porsi untuk 10 orang” ucap Bom.

“Ini akan habis, kau lihat saja” ucap Dara sambil dengan santai melahap bibimbapnya.

“Selamat makan” itu ucapan yang diajarkan Dara sebelum aku memakan makananku, yup makanan banyak ini untukku hahaha aku sangat bahagia, mulutku penuh dengan semua makan yang tersedia di meja.

“Ji, perlahan sedikit. Kami tidak akan mengambil jatah makananmu” senyum Dara ketika melihat mulutku yang menggembul karena penuh dengan makanan.

“Aiiigoo, dewa kejahatan macam apa serakus ini” sindir yeoja menakutkan di hadapanku ini. Bisakah aku melenyapkannya dari muka bumi.

“biarkan saja Bomie, ah ia siang tadi aku bertemu So hyuk dia sangat baik. Ia membantuku membawa belanjaanku dan ..”

“dia juga menemanimu mencari makhluk astral ini kan” potong Bom pada pembicaraan Dara. Tunggu si rambut merah ini memanggil ku apa? Makhluk astral?? Ghah menjengkelkan sekali.

“aku sudah mendengarnya dari Mino, ia menghubungiku karena ia bertemu So hyuk d tempat pemotretan dan So hyuk bercerita ia bertemu denganmu dan Mino sangat khawatir sekali karena So hyuk bilang kau sedang bersama namja dewasa yang bisa tersesat di sebuah Mall” ucap Bom sambil melirik kearahku namun aku mengalihkan pandanganku pada kimchi-kimchi merah yang lebih menggiurkan dari pada yeoja merah di hadapanku.

“Aahh begitu. Mino sangat menjengkelkan jika mendengar aku dekat dengan seorang namja, kekeke. Ia masih menepati janjinya untuk selalu melindungiku dari siapapun, walaupun itu terkadang menjengkelkan namun aku di perlakukan seperti itu seperti aku mempunyai keluarga yang memperhatikanku” ucap Dara termenung memainkan makanannya.

“Yak!! Apakah aku bukan keluargamu, apakah hanya si babi Mino yang menghawatirkanmu? Aiishht aku cemburu” ucap Bom menggerutu, yeoja ini benar-benar tak ada manis-manisnya, ckckcckckc.

“Aiigoooo, my Bomie adalah keluargaku yang paling berharga untukku, kekeke” ucap Dara sambil mencubit pipi gembung Bom. Sial melihatnya Aku ingin di perlakukan seperti itu.

“Dara, ini…” ucapku sambil mendekatkan pipiku ke arah nya.

“Mwo? Aah, sudah ku bilang kau harus perlahan memakan ini semua. Lihatlah pipimu sampai ada noda kimchi” ucap Dara membersihkan pipiku dengan tissu. Aaah bukan itu yang aku mauuuuu. Huft. Dan kulihat si rambut merah tertawa cekikik sepertinya dia tau mau ku sedangkan Dara? Yeoja bodoh.

**

Author Pov

“ Ji.. aku pergi ne. Jaga rumah dengan baik dan jangan membuat makanan sendiri karena aku sudah membuatkan omurice dan kimchi yang banyak untukmu. Arraseo?” ucap Dara pada makhluk yang sedang meringkuk malas di sofa besar ruang tv apartemen Dara.

“Kajima,,,” ucap Gd dengan nada seperti rintihan namun terdengar oleh Dara yang sedang memakai sepatu sneakersnya.

“Ji, gwencana? Kau sakit?”ucap Dara melihat Gd baru kali ini masih meringkuk lemas walaupun telah mendengar makanan.

“Kajjimmmaaaa” teriak Gd tiba-tiba.

“Yak!!! Kau ini kenapa? Aku harus kuliah, jika tidak aku bisa direbus oleh nenekku di Busan” ucap Dara sambil menjitak kepala Gd yang sedang memeluk kaki kurus Dara.

“Kajjimaa Dara-aaah. Kecuali aku ikut denganmu” ucap Gd dengan cengiran yang menampilkan taring panjangnya.

“Shirro, aku tidak akan membiarkan kau ikut denganku. kampusku lebih besar dari mall dan kau bisa tersesat kapanpun saat aku sedang di kelas, dan itu pasti merepotkan. Kau diam di sini dan makanlah gudukan omurice itu” perintah Dara pada Gd sambil berusaha melepaskan pelukan Gd pada kakinya.

“Aku tidak akan tersesat, dan saat di gedung besar itu pun aku tidak tersesat aku hanya mengambil benda dingin yang enak kemudian seorang ajussi menawariku duduk di kursi yang membuatku seperti di pukuli namun terasa nyaman pukulannya” ucap Gd polos.

“Aiishht, aarrgghh tak ada waktu untuk berdebat. Kajja dan berjanjilah tidak membuat repot hidupku. Kajja!!” ucap Dara dengan berat hati mengizinkan makhluk itu mengikutinya.

~ Kampus ~

“Yak! Kau gila membawa dia ke sini? Apakah sekarang dia salah satu mahasiswa kampus ini pula dan kau yang membiayai semuanya?” ucap Bom yang mengintimidasi Dara dengan pertanyaan walaupun mata membunuhnya tepat terhunus ke arah wajah polos dewa kejahatan itu.

“Aku tidak akan merepotkan ajumma sepertimu” ucap Gd dengan tampang innocent dengan apa yang di katakannya.

“Yak apa yang kau katakan, kemari kau” ucap Bom tak terima. Namun Gd bersembunyi di balik tubuh mungil Dara sambil menjulurkan lidahnya pada Bom.

“Good Morning, wah kalian ceria sekali pagi ini” ucap seseorang yang kini mendekati mereka.

“Wah, So hyuk-ssi. Apakah tak apa aku memanggilmu seperti itu?” tanya Bom menjadi bidadari seketika saat berhadapan dengan So hyuk.

“Gwencana itu lebih baik Bom-ssi” ucap So hyuk sambil tersenyum.

“Ah kau, emm apakah kau salah satu mahasiswa di sini juga?” tanya So hyuk mengarah pada Gd yang kini berada di hadapan tubuh Dara. Ia berusaha menghalang-halangi Dara dari pandangan So hyuk.

“Anni, aku hanya ingin melihat-lihat kampus Dara dan untuk melindunginya “ ucap Gd dengan mantap dan menekankan pada kata melindunginya.

“Ah begitu. Baiklah sampai jumpa di kelas. Aku pamit duluan. Bye semua” ucap So hyuk tak lupa dengan senyumnya yang masih mengembang saat berpamitan.

“Singkirkan senyum menjijikan itu” ucap Gd masih menatap punggung lebar So hyuk yanng mulai menjauh.

“Hei, kau yang menjijikan. Akupun tak tau makhluk apa kau dan kau berjenis kelamin apa?” ucap Bom frontal.

“Oi, apakah aku harus menunjukan kelelakianku di sini. Bahkan jika kau tahu yang aku punya melebihi dari namja besar tadi. Yang ia punya seperti cacing, sedangkan aku seperti ..” ucap Gd menggantung.

“Seperti apa?” ucap Bom antusias.

“Jika kau meneruskannya, aku tidak akan memasakan makanan untukmu lagi G dragon” ancam Dara sambil menutup telinga Bom yang maniak dengan hal yang seperti itu.

“Aish, kau ini Dara. Hei makhluk, sepertinya kita bisa berteman. Jika kau mempunyai kemampuan melihat seperti hal itu ku kira kita akan sangat cocok untuk berteman bahkan bersahabat” ucap Bom semangat mengangkat tangannya.

“Call” ucap Gd membalas high five Bom dan mereka kini seperti pertemanan karena hal

mesum.

“Aku bisa gila” keluh Dara melihat kekompakan yang aneh itu.

~ 2 Jam kemudian~

“Hyung, gendooooong” ucap Mino pada Zico saat mereka keluar dari kelas mereka.

“Aigooo, cepatlah besar. Kau sudah semakin berat” ucap Zico tertawa dengan suara besarnya dan Mino sudah menempel di punggung Zico. Aktivitas bodoh itu merupakan hadiah indah bagi yeoja-yeoja kampus yang sangat tergila-gila pada Mino dan Zico. Namun sesaat mata yeoja-yeoja yang sebelumnya berbentuk hati melihat Zico dan Mino ber- Piggyback, sesosok namja dengan melangkah tanpa mengetahui apa-apa mengalihkan pandangan yeoja-yeoja itu begitupun Mino dan Zico.

“Hwoaaaaa, aku mau mati melihatnya. Ia lebih cantik daripada aku” jerit salah satu yeoja. Dan yang lainpun seperti terhanyut dalam pesona namja itu.

“Hyung, siapa dia. berani-beraninya tebar pesona di kawasan kita” ucap Mino kini turun dari punggung Zico.

“Molla” jawab Zico acuh tak acuh.

“Hoi kau yang di sana” teriak Mino pada namja itu. Namja itupun menyatukan alisnya menandakan tak mengerti apa yang akan terjadi.

“Siapa kau? Aku tak pernah melihat kau di sini” ucap Mino mulai mengintrogasi.

“Aku di panggil Gd (Jidi)” ucap Gd singkat.

“Whoaaah, bisakah kau mengajarkan aku gaya cool seperti itu. Itu sangat keren. Dan sepertinya kau lebih tua dari ku, baiklah aku kini punya 2 hyung yang sangat kereeeen” ucap Mino semangat dan kekanak-kanakan.

“Ah mian, otaknya terlalu cerdas hingga hal positif pun sepertinya seperti hal bodoh jika ia melakukannya, kekeke. Perkenalkan panggil aku Zico dan dia ..” sebelum Zico melanjutkan kalimatnya, Mino sudah memeluk Gd seperti ia memeluk Zico.

“Aku, aku, aku Mino-ssaaaan” ucap Mino seperti yeoja jepang yang centil.

“Yak!! Apakah kalian sedang melakukan drama bodoh di depan fans mu Mino, Zico??” ucap seseorang dengan suara cemprengnya, dan ke tiga namja itu pun melihat langsung ke sumber suara dan ternyata Dara dan Bom.

“Bolehkah aku meminta bayaran untuk mereka yang menonton?” ucap Bom bodoh.

“Aigoo nuna, biarkan mereka menikmati keindahan yang di ciptakan Tuhan” ucap Mino sambil bergaya cool seakan ia sedang dalam pemotretan. Namun tendangan Dara yang mendarat di bokongnya mampu menghentikan pemotretan bodoh itu.

“Dee, aku lapar” ucap Gd yang mulai memanggil Dara seperti yang di lakukan Bom.

“Kajja kita makan bekal makananmu” ucap Dara sambil menarik tangan Gd namun pemandangan itu dapat membuat bola mata Mino jatuh dari rongganya.

“Tunggu, jadi kalian saling mengenal. Apakah ia namja yang So hyuk hyung ceritakan? Namja yang tersesat di sebuah Mall? Namja yang bersamamu nuna?”tanya Mino memborong semua pertanyaan.

“Ne, ne, emm ne. Waeyo?” ucap Dara.

“Muraguyooooo” ucap Mino tak percaya dengan ekspresi mimik kaget bodohnya.

“Sudahlah kajja kita makan, aku pun sudah menyiapkan untuk mu dan Zico” ucap Dara dan merekapun berbincang dan menikmati omurice buatan Dara.

“Dee, bisakah kita bicara” ucap seseorang menghentikan tawa perbincangan mereka.

“Donghae oppa?” Dara terkejut dengan kedatangan  Donghae yang tiba-tiba.

“Bisa kita bicara sebentar?” Donghaepun mengulangi pertanyaanya dan Dara pun menjawabnya dengan sebuah anggukan namun sebuah tangan menghentikan langkah Dara yang hendak menjauh.

“Kajjima Dee” ucap Gd dengan suara seraknya yang sexy karena terlalu banyak memakan omurice berlomba dengan Mino.

“ Tunggu sebentar, aku akan kembali” ucap Dara melepaskan tangan Gd dan kembali melangkah.

“Aku merasakan hal yang aneh pada hubungan nuna dan Ji hyung” ucap hati Mino.

“Apa yang akan Donghae dan Dara bicarakan?” gumam hati Bom.

“ Aku harus menambahkan jadwal Gym lagi untuk Mino karena ia makan sangat banyak hari ini” gumam Zico pelan.

Di lain tempat yang tak jauh dari tempat mereka namun dipastikan tidak bisa di dengar oleh mereka kecuali makhluk itu, G dragon sang Dewa kejahatan.

“Dee, mengapa pesanku tak pernah kau balas? Telfonkupun kau abaikan, waeyo? Apakah aku melakukan kesalahan?” ucap Donghae meremas jari mungil Dara yang mulai berkeringat.

“A-aku hanya ingin membiarkanmu menikmati waktumu bersama yeojachingu mu, dan aku tak ingin menjadi penghalang bagi kalian” ucap Dara terbata dan mulai berkaca. Sungguh Donghae adalah seperti malaikat baginya, sebelum mengenal Mino donghae merupakan namja yang selalu melindunginya, memeluknya saat ia terjatuh dan menghapus air matanya saat ia menangis hingga tanpa ia sadari Dara telah menyimpan hati dan telah nyaman bersama dengan Donghae hingga saat itu tiba. Donghae secara diam-diam mempunyai kekasih dan ia tidak menceritakan apapun sebelumnya pada Dara hingga Dara merasa terbodohi oleh cinta bertepuk sebelah tangan selama ini.

“Dee, aku selalu ada waktu untukmu. Bukankah aku sudah berjanji akan selalu melindungimu dan selalu menjagamu” ucap Donghae meyakini Dara.

“Lupakan janji itu, anggap kau tak pernah berjanji seperti itu. Dan aku butuh waktu untuk semua ini. Otakku tak bisa mencerna ini dengan baik, ku mohon jangan membuatku semakin buruk di depanmu” ucap Dara kini mulai menangis namun ia segera menghapus air matanya dengan tangannya sendiri.

“Dee, ku mohon jangan menangis eung? Hanya ceritakan padaku saja” ucap Donghae masih mencari kejujuran Dara dan hendak memegang tangan Dara yang menutupi matanya namun kedua tangan Dara tiba-tiba tergenggam oleh tangan yang berbeda.

“Jangan sentuh” ucap serempak ke dua namja. Gd menggenggam pergelangan tangan kiri Dara sedangkan pergelangan tangan kanan Dara di genggam oleh Lee so hyuk. Dan mereka pun saling bertatapan, dengan tatapan yang penuh pengartian seakan mereka berbicara lewat mata mereka yang saling menatap tajam penuh rasa saing.

TBC

next>>

Nb: tinggalkan jejaknya yaaa,, biar author sering-sering updatenya kekeke. Dan mian jika banyak typo di mana-mana kekeke. Jangan baper ya baca adegan terakhir kekeke. Hengsho ^^.

 

Advertisements

26 thoughts on “Black Wings [Chap 4]

  1. Kok gesrek banget sih si mino amaa zico wwkwkwm
    Terus ini ngapain si donghae dateng lagi
    Udah sama Jessica juga, masih ajaa ke dara
    Dasar gatau diri, hemmm dara kok pengen dilindungi oleh banyak cowok sih, gd sohyuk mino donghae
    Hemmm orang cantik mah bedaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s