SEOULITE [Chap. 3]

BREATHE

Author : DeeXXI

Genre : romance

Cast : Kwon Jiyong and Sandara Park

Inpiration from lee hi’s album seoulite

Descript : menceritakan tentang kisah dua orang yang berasal dari seoul yang kembali bertemu di london. Juga menceritakan tentang kisah cinta seorang gadis yang berakhir bahagia. Mereka berpisah lalu dipertemukan kembali walau secara sengaja.

This fanfiction dedicated for reader : Rara renata, Semisafitri, Indah, Kwonjita, WinniKurnia, Nanda Fahma, Shrfh.xx, Dian Ai, ima, meita, Syifa Maulidiana, Novi46, diahvipanda, dan Bernadette Michelle welcome to this fanfic baby :*thanks for comment from ya guys. Flying kiss from me, Dara eonni and Jiyong Oppa :* :* :*

><><Hold My Hand><><

Sandara POV

Aku berada di kantin bersama Jiyong dihadapanku. Ini musim dingin pertamaku berada di london bersama Jiyong. dan ingat, dia kekasihku. aku masih tidak percaya Jiyong adalah kekasihku, yaa setelah perpisahan kami yang kemarin. Aku bahkan tidak menyangka bahwa aku merindukan sifat possesivenya.

Aku memandangnya yang kini tengah melamun dihadapanku. Menatapku dengan tatapan kosong dan aku yakin fikirannya sedang berkelana. Ia mendesah pelan menatap makanan dibawahnya dan mendorongnya. Ia memiliki masalah, aku tahu itu.

Aku menyentuh tangannya, “kau baik-baik saja?” tanyaku, ia menatapku dan tersenyum hangat “aku baik-baik saja” ucapnya. Aku memaksakan sebuah senyuman dan menjatuhkan pundakku menyerah. Mungkin ia masih ragu untuk mengatakannya padaku.

Kami kembali ke ruangan kami masing masing setelah kami menyelesaikan makan siang kami dan Jiyong masih terdiam. Sebenarnya aku merasa canggung dengan itu. ia berubah menjadi diam sejak ia kembali dari tugasnya kemarin. Terbilang cukup cepat karena sebenarnya tugas itu diselesaikan selama 4 hari tapi Jiyong baru pergi 2 hari yang lalu dan dia sudah kembali kemarin.

Dalam perjalanan menuju rumah pun sama. Ia memutuskan untuk menginap di apartementku. Tentu saja aku mengizinkannya, ia hanya akan menginap jika ia merindukanku. Itu yang aku tahu darinya.

Jiyong mendesah pelan saat melihat hasil gambarnya di kamera miliknya. aku mendekatinya lalu melihat hasilnya. Tidak buruk, itu unik. Oh ya, dia mendapat tugas mengambil gambar untuk photo pre-wedding. “itu tidak buruk” gumamku, ia menoleh dan mematikan kameranya. “mereka tidak menyukainya” gumamnya, aku meliriknya dan tersenyum hangat.

Aku duduk disampingnya dan menarik tangannya untuk ku genggam “aku menyukainya. Dan menurutku itu unik. Kau bisa menambahkan beberapa effect disana” aku mengambil kameranya dan mengaktifkannya kembali. Mengambil satu contoh, mengirimkannya ke ponselku untuk aku edit. Ia memperhatikan setiap gerakan yang aku buat di ponselku.

Tidak begitu lama aku memberikannya, ia tersenyum hangat. Ia memelukku “terima kasih, tapi itu tidak perlu” ucapnya di pelukanku, aku mengusap punggungnya. Menenangkannya. Kini aku tahu masalahnya, apakah hanya ini? Kurasa ini terlalu berlebihan. “kau terlalu berlebihan jika hanya karena satu tugasmu ini kau menjadi diam sejak kepulanganmu kemarin” ia melepaskan pelukannya dan menatapku dalam.

Ia mendesah pelan lalu beranjak pergi. Ia kembali dengan segelas air, ia duduk disampingku, menyimpan gelasnya dan kembali menatapku “aku belum siap, tolong jangan paksa aku. Aku ingin istirahat” gumamnya, aku tersenyum hangat kearahnya. Ia benar-benar terlihat lelah. Aku mengangguk sebagai jawaban, ia menarikku lembut dan membawaku ke kamar.

Hari ini kami kembali melakukan aktifitas seperti biasa. Jiyong masih diam seperti kemarin, ia hanya akan mengaduk makan siangnya dan mendesah. Sebenarnya aku tidak begitu tahu apa masalahnya hingga ia hanya dapat mendesah pelan.

Aku mengajaknya ke atap. Disini tempatku mencari inspirasi, sebenarnya hanya aku yang sering mengunjungi tempat ini. Dan saat aku pertama kali menemukan ini, satu hal yang perlu kalian tahu. sangat kotor. Dan ini seperti gudang, tapi berkatku tempat ini menjadi luas dan terawat.

Aku membawanya untuk membuat Jiyong lebih tenang. Aku tidak bisa benar-benar bekerja karena memikirkannya sejak tadi. Ia menatapku bingung karena ini mulai sore, “tenangkan dirimu” gumamku, ia menunduk dan kembali mendesah pelan.

Aku mendekatinya dan memeluknya, “tidak apa-apa, aku ada disini” ucapku, ia menarik nafas dalam dan menghembuskannya. Aku bahkan bisa merasakan tekanan kuat yang ada di dalam dadanya, “tarik nafas dan buang nafasmu lebih dalam, itu akan membuatmu lebih tenang. Jika masih belum tenang, coba lebih dalam. Sampai kau merasa semuanya benar-benar pergi meninggalkanmu. Hilangkan semua tekananmu, aku disini untuk mendengarkan semua keluhanmu” ia mendekapku erat. Aku bahkan bisa merasakan kepedihannya.

Ia melepaskan pelukannya, ia menatapku dengan senyum hangatnya. Aku menyukai waktu dimana ia tersenyum hangat padaku seperti ini. “jadi?” tanyaku memulai, “aku melakukan kesalahan” gumamnya, aku memiringkan kepalaku, kesalahan? Apakah Jiyong salah menggunakan effect saat mengambil gambar kemarin?

Ia mendesah pelan sebelum melanjutkan ceritanya, “saat kami dalam perjalanan menuju lokasi kedua kami, mempelai wanita hampir tertabrak. Dan aku mendorongnya hingga kakinya tersandung dan menyebabkan luka. Beberapa properti hancur karena tubuh mempelai wanita mengenai properti yang ada didepannya. Dan yang paling parah” Jiyong diam untuk menarik nafas dalam.

“aku menghilangkan kamera.”Aku terkejut. Baiklah, tidak masalah jika itu adalah kamera miliknya, namun jelas kemarin ia menggenggam kameranya “Saat kami akan pergi, kami selalu melakukan pemeriksaan, kamera itu berada di tumpukan kamera yang lainnya. Semuanya memang sudah siap dan kami hanya tinggal menunggu keberangkatan. Aku meninggalkan kamera itu ke kamar kecil sebelum memasukkannya ke dalam mobil untuk diangkut ke lokasi pertama. Aku sendiri yang membawanya. Dan saat pemeriksaan menuju lokasi kedua di hari kedua, aku masih melihatnya. Tapi saat kamera itu akan dipakai-”ia menunduk, menggantungkan kalimatnya dan kembali mendesah pelan.

Aku tersenyum, menariknya ke pelukanku dan mengusap punggungnya. “kamera itu adalah kamera perusahaan, john mengatakan padaku bahwa sajangnim akan marah jika mengetahui hal itu, terlebih properti yang rusak” gumamnya, aku mengangguk, aku mengerti apa yang Jiyong rasakan.

Ia membalas pelukanku, “apa yang harus aku lakukan?” tanyanya, “tidak ada yang bisa menyalahkanmu. Itu sebuah kecelakaan, kau juga bisa melakukan kesalahan kapan saja, siapapun pasti bisa melakukan itu. mungkin kau hanya lupa menyimpannya, dan jika kau tidak menolongnya mungkin ia akan mendapat luka lebih parah dari itu. Jangan terlalu dipikirkan, aku akan membantumu mengatakannya pada direktur” ucapku

Ia melepas pelukannya “Jika aku mengatakan itu semua akan baik-baik saja, aku tau itu hanya sebuah ucapan. Dan kini aku akan mengatakan itu, untuk membuatmu lebih ringan. Semua akan berjalan dengan baik” ucapku dengan senyum hangat.

Ia mengangguk dengan senyum di wajahnya. “jangan memikirkan hal yang lain, aku tahu harimu terasa berat karena ucapan john kemarin. Kau telah melakukan hal yang terbaik ji, kau menyelamatkan mempelai wanitanya” ucapku, ia mengangguk, “lalu mengapa kau kembali dengan cepat? Apakah mereka memutuskan untuk tidak melanjutkan karena peristiwa itu?” tanyaku, ia menggeleng, “semuanya memang sudah selesai. Mereka tidak ingin melanjutkan karena sudah banyak foto yang mereka dapatkan” aku mengangguk. “mereka menyukai hasilmu?” tanyaku, dia hanya mengangkat bahu “satu tempat gagal. Kami kehilangan cahaya, kau lihat hasil kemarin?” tanyanya, aku mengangguk. “mereka memintaku untuk mengeditnya karena mereka tidak menyukai itu.”

Aku mengangguk mengerti. “terima kasih” gumamnya, aku tersenyum. Ia menarikku kepelukannya dan memberi ciuman kecil di pundakku. “terima kasih telah menjadi milikku dan mau berbagi kesedihan denganku. Terima kasih telah meringankan bebanku” aku mengangguk di pelukannya. “aku mencintaimu” ia melepas pelukannya dan menatapku “aku juga mencintaimu” ucapku tersenyum kearahnya.

_to be continue_

a/n : Annyeongggggg!!!! Haha harusnya ini fanfic di post hari senin kemarin karena aku rencananya bakal post fanfic seoulite di dua hari dalam seminggu yaitu senin dan kamis. So besok aku bakal post chapter selanjutnya. Aduuuuhhhh maafkan kalau ceritanya gak memuaskan atau kurang berkenan di hati kalian kekeke. Banyak yang nyangka kalau lagu breathe itu tentang patah hati padahal bukan. Lagu ini tuh bercerita tentang orang yang putus asa. Dan disini lee hi (ini lagu lee hi kan) nenangin orang orang yang putus asa dengan lagunya. Ini lagu penyemangat bukan lagu galau hehe. Kalau lagi galau atau putus asa, coba dengerin lagu ini deh. Pas part terakhir di lagu lee hi dia bilang “jeongmal sugohaesseoyo yang artinya “terima kasih kau telah bekerja keras”. Comment juseyoooooo ^^ i need your support guys ^^

Advertisements

29 thoughts on “SEOULITE [Chap. 3]

  1. Oke klo di lihat (eh..di baca) di sini dara sikap’y memang dewasa dan blm ada konflik msh cenderung so sweet (he..he..daragon memang hrs yg sweet-sweet) 😉

  2. yuhuuu so sweert thor…semangat terus ya…
    jiyong kok manja yaaa…cie main nginep2 diapartemen dara. duh langsung nikah aja dehhh wkwk #ngareppp

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s