TURNING 30 [Intro]

1444798149710

 

Author:: @astarinur (IG & Twitter)

                      @astarinurINDO ( Wattpad )

Cast:: 1. Sandara Park

  1. Kwon Jiyong
  2. Kim Hanbin
  3. LEE Hi
  4. Nam Taehyun
  5. Lee Donghae
  6. Jessica Jung

Genre::  Romance, angst, genre dan alurnya masih blank! Go with the flow aja!!

Rate::  15⬆

Length:: multishot/ chapter

WARNING!!

Apabila ada kesamaan character ataupun jalan cerita yang disengaja/ tidak harap dimaklum dan apabila terdapat kekurangan mohon dimaafkan. Karena ini hanyalah cerita fiktif belaka yang pure merupakan ide dari penulis amatir ini! Bahasa yang digunakan terdiri dari 2 bahasa yaitu, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

~~ Broken Diary ~~

|| Dear diary,… ||

Februari, 10 – 2012

I have an interesting story, today the very first time of my life, that I should ink it with red color of my calendar, the day my little brother hanbin ask me about girls. I laugh hard almost make him upset but still he waits and beg me to tell him about how to make a girl fall in love to you at the first time they meet! Well, ……

 

“Noona, ayolah!!”

“Yaaa… tidak bisakah kau lihat little cat aku sedang sibuk!!”

“Yah… ya sudahlah aku urungkan saja niatku ini! Biarkan aku menjadi bulan – bulanan temanku di sekolah! Biarlah aku menjadi laki – laki terakhir yang masih berstatus single!! Nasib menyedihkan jika mempunyai kakak perempuan seperti ini, coba saja jika kakakku adalah laki – laki pasti dia akan menyenangkan dan sering membantuku!”

Dara menaikan alisnya melihat adiknya merengek seperti itu. Hanbin duduk dilantai didekat dara yang saat ini sedang sibuk mengerjakan tugas kantornya. Hanbin bahkan memeluk kaki dara masih berusaha merayunya, tatapannya sungguh sangat menggemaskan namun dara belum bisa dirayu dengan hal itu saja.

“Ayolah noona hmmm.. jika noona bersedia membantuku hanbin janji tidak akan pernah memakai masker wajah noona dikakiku lagi!”

Dara menatap hanbin adiknya hanya untuk memperlihatkan wajahnya yang tidak peduli dan menendangnya jauh.

Stop being clingy like a koala in my feet! Now shuuuu… kembali ke kamarmu dan hafalkan perkalian saja! Kau bahkan bodoh dalam hal itu untuk apa aku membantumu dalam hal yang kau rengekkan itu!”

“Aishhh… !! Siapa bilang aku bodoh dalam perkalian?”

“12 x 12 ?”

“24 !!”

“Tuh, buktinya sudah sangat jelas!! Pergi sana aku sedang sibuk!”

“Ashhh …… aku ini tidak bodoh noona, tadi hanya karena aku shock saja!!”

Whatever!!”

Kalah, hanbin pun keluar dari kamar noonanya itu dengan membanting pintunya keras, sengaja untuk memperlihatkan jika dirinya sedang marah.

(‘ ya little cat, aku potong uang jajanmu jika kau melakukan hal seperti tadi lagi! Itu sangat tidak sopan dan ibu sangat membenci itu!!’)

 

Hanbin semakin mengerucutkan bibirnya kesal. Noonanya memang sangat tegas walaupun hanbin sudah mengeluarkan beribu cara dan trik dia tidak akan goyah atas perkataanya. Dia sangat memegang teguh prinsip hidupnya.

Hanbin juga berusaha menjadi adiknya yang baik, noonanya dara sudah sangat berat menjadi tulang punggung keluarga ini. Sebenarnya bisa dibilang mereka hanyalah keluarga sangat kecil karena hanya tinggal dara dan hanbin adiknya berdua. Walaupun Hanbin sebenarnya bukanlah adik kandung dara tapi itu tidak menjadi penghalang, dara sangatlah menyayangi hanbin begitupun dengan hanbin yang sangat menyayangi dara.

 Hanbin ditemukan oleh ibunya didepan rumahnya. Ketika itu hanbin tidak beralaskan apapun dan tengah menangis hebat. Ibu dara langsung membawanya ke rumah dan mengangkatnya menjadi anaknya sendiri. Dara dan ayahnya tidak keberatan sama sekali, mereka malah gembira kedatangan penghuni baru yang akan mengisi rumah dengan penuh keriangan.

Ayah mereka yang seharusnya tidak boleh disebutkan apalagi dibahas ini meninggalkan mereka karena mempunyai istri baru dan memilih untuk tinggal bersama istri barunya itu, tentu ibu dara sangat marah namun dia sudah ikhlas dan berlapang dada atas keputusan ayahnya itu, toh mereka masih bisa hidup dengan tenang dan bahagia tanpa seorang ayah sekalipun.

2 tahun setelah peninggalan ayahnya dari rumah ibu mereka jatuh sakit dan tidak mampu bertahan lama sehingga pada akhirnya ibu mereka pun pergi jauh untuk selama – lamanya. Ketika itu dara masih duduk dibangku SMA dan adiknya masih balita. Bayangkan seberapa berat hidup dara, diumur dara itu orang – orang tengah suka hang out dan sering bergaul kemana saja menghambur – hamburkan uang, dia sebaliknya harus mengeluarkan keringat besarnya hanya untuk mendapatkan sepeser uang untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan adiknya yang masih kecil sekali. Tapi dara bersyukur banyak sekali orang yang membantunya, dia dan adiknya tidak mempunyai saudara lain sehingga terpaksa dia harus bekerja keras sendiri.

Dara tidak mengeluh, dia selalu tersenyum kala teman – teman di sekolahnya atau orang lain menyindirnya dengan berbagai nama. Dia tidak terlalu peduli dengan pemikiran orang lain toh mereka tidak tahu dan tentunya tidak mau tahu akan beban pikiran yang diemban dirinya. Dara berusaha menyelipkan waktu belajarnya disetiap pekerjaan yang ia lakukan untuk membuat otaknya tidak terlalu kosong dengan tugasnya sebagai seorang pelajar, dia juga tidak ingin mengecewakan ibunya di atas dengan nilai akademisnya yang merosot ke bawah.

Saat ini dara bekerja sebagai seorang sekretaris disebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang fashion. Sudah hampir 5 tahun lebih dia mengabdi di perusahaan itu. Dara sama sekali tidak mempunyai niat untuk pindah kemana pun karena dia sudah merasa nyaman bekerja disana.

Dara menempuh jalur beasiswa ketika dia berkuliah disalah satu perguruan tinggi dengan menyandang gelar sarjana ekonomi. Setelah ia lulus, tidak perlu waktu lama dia langsung ditarik untuk bekerja di perusahaan yang saat ini ia tempati, maka saat ini keadaan hidupnya pun pada akhirnya berbalik menjadi lebih baik.

Berkat kerja kerasnya ini dara mampu merubah keadaan sosial hidupnya, dia mampu menyekolahkan adiknya ke sekolah yang terbaik, mampu merenovasi tempat tinggal peninggalan orang tuanya, mampu membeli satu unit mobil dan mampu membuat dirinya dan adiknya kembali tersenyum dengan lega. Maka dari itu dara tidak habis untuk mengucapkan rasa syukur atas segala kenikmatan yang ia peroleh saat ini.

**

Dara menutup notebook-nya seraya meregangkan seluruh tubuhnya, hampir seharian dia duduk dikursi kerjanya untuk menyelesaikan tugas yang belum sempat ia selesaikan di kantor. Hari ini adalah weekend yang seharusnya merupakan hari untuk beristirahat dan bersantai dara malah meluangkan waktunya mengurusi urusan kantornya yang sebenarnya masih bisa dia handle di kantor nanti.

 Adiknya hanbin kini berusia 18 tahun dan sudah mulai jarang diam di rumah, karena dia juga aktif dengan club skateboard-nya. Dara sangat bangga terhadap adiknya itu, dara bangga karena hanbin bukan hanya memiliki prestasi yang bagus dalam akademisnya namun karena hanbin memiliki budi pekerti yang luhur, adiknya hanbin sangat sopan dan ramah serta tidak arogan, hanbin sangat berpegang teguh jika wanita atau perempuan adalah sosok yang harus dia lindungi dan diperlakukan dengan hormat. Walaupun hanbin terbilang tampan dan terkenal di sekolahnya dia tidak pernah mencoba mempermainkan setiap wanita yang secara terang – terangan ataupun sembunyi – sembunyi menaruh hati kepadanya, namun sampai saat ini hanbin belum pernah bertanya atau ingin tahu tentang wanita. Dia belum pernah merasa penasaran untuk mencoba memiliki seorang kekasih, bahkan dia sering dikatakan sebagai penyuka sesama jenis karena selalu bergaul dengan laki – laki saja.

Hanbin tidak ambil pusing atas ocehan yang tidak penting seperti itu toh, walaupun banyak yang mencemoohnya tetap saja tidak akan memperbaharui ataupun merubah hidupnya. Hanbin hanya tersenyum mendengar mereka teman – teman di kelasnya menyindirnya dengan hal itu, dia hanya berpikir seberapa cemburukah mereka terhadapnya hingga menyebar berita bodoh seperti itu. Teman di kelas bahkan 1 sekolah pun tahu jika hanbin sangat terkenal di kalangan wanita, bahkan hanbin sudah memiliki banyak fans yang tidak pernah lelah setiap harinya mengirimkan surat cinta mereka dan menyimpannya di loker hanbin.

Namun keadaan berubah ketika salah seorang teman di kelasnya menantang dirinya untuk bisa memiliki seorang kekasih dalam waktu 3 bulan. Pertama hanbin tidak peduli namun ketika mendengar hadiah yang temannya tawarkan, hanbin langsung menyutujui tantangan itu tanpa memikirkan resiko yang ia hadapi kedepannya. Hanbin pikir tantangan ini mudah, dia hanya akan mengajak salah satu fans-nya itu untuk menjadi kekasihnya dalam waktu 3 bulan, setelah itu dia akan bebas kembali. Its win win situastion. Tapi teman yang menantangnya tidak bodoh, ternyata temannya itu sudah memiliki kandidat untuk dia taklukan.

Wanita itu adalah Lee Hi, wanita yang terkenal cuek, tidak suka bergaul dengan sekitar, terbilang nerd dan aneh, berpenampilan sangat kuno dan dia sangat private tidak banyak yang tahu tentang dirinya, kehidupannya ataupun keluarganya.

Hanbin mulai redup, dia berencana akan mundur dan merelakan hadiah itu tapi temannya ini bersikeras dan memanas – manasi hanbin sehingga pada akhirnya dia menerima tantangan itu. Maka dari itu dia berusaha merayu dara untuk membantunya dalam masalah ini namun sayangnya dara belum mau sedikit pun membantunya.

Little cat!! Where are you???”

 

Dara keluar dari kamarnya dan mencari adiknya hanbin yang saat ini tengah asyik dengan game diponselnya. Dara menghampirinya yang saat ini tidak sadar dengan kedatangan dara kepadanya, dara berjinjit tangannya sudah siap untuk mengambil ponsel hanbin berniat ingin merusak moment-nya.

“Aishht… apa yang kau lakukan noona? Kembalikan ponselku, yah yah yah mau kau apakan ponselku!!??”

Dara dengan sengaja merusak game yang sedang hanbin mainkan. Dara tersenyum puas menatap adiknya yang saat ini hampir menangis melihat game yang sedari tadi dia mainkan hancur dalam sekejap.

“Noona, tega sekali kau memperlakukan adikmu yang manis nan lucu ini seperti itu!!”

Hanbin langsung menjerit kesakitan ketika dara menjewer telinga kanannya.

“Ya… daripada memikirkan hal tidak penting itu! Lebih baik kau bantu noona membereskan gudang belakang. Ayo, awas saja jika dalam hitungan detik kau masih diam disini aku akan menjamin uang jajan untuk satu minggumu akan hilang!”

“Yah, malas noona! Ayolah kemarin aku sudah membereskan ruang tamu masa hari ini harus bersih – bersih lagi!”

Sorry, tidak menerima keluhan!! Ayo ikut noona sekarang juga little cat!”

“Ah… !”

“Sudah jangan banyak mengeluh!!”

“Baiklah! Eh tapi noona, bagaimana dengan permintaanku tadi? Noona mau membantuku ‘kan?”

“Hanbin~ah memang siapa yang membuatmu mengemis seperti ini kepadaku? Seistimewa apakah dia? Apa dia teman di sekolahmu? Apa dia wanita yang baru kau temui?”

“Ayolah itu semua tidak penting, yang terpenting noona mau membantuku dulu! Besok aku berikan fotonya, kebetulan aku tidak mempunyainya saat ini!”

“Aigoo.. terserah apa maumu! Tapi noona ingatkan jangan sampai ini semua merusak nilaimu di sekolah ok!”

Yes , ini artinya noona akan membantuku?”

Dara mengangguk pelan, hanbin langsung meloncat kegirangan dan berteriak – teriak tidak karuan membuat dara tersenyum geli kepadanya.

Thank you noona!! You are the best!!!”

“Emp, tapi ingat kau harus tetap focus dengan pendidikanmu!!”

“Siap boss!!”

Pada akhirnya hanbin tidak dapat menolak perintah noonanya itu dan dengan wajah cemberut dia membersihkan gudang belakang bersama dara. Namun kabar baiknya pada akhirnya dara mau membantu hanbin untuk dapat menaklukkan wanita itu.

|| end of the story, pada akhirnya aku mengalah dan dia mendapatkan keinginannya eitsss.. tapi sebelum itu lebih baik hanbin aku jadikan sebagai kucing manisku yang selalu menuruti perintah dan perkataanku dulu. Still, weekend was always be a cleaning time for my little brother hanbin and of course for me too. 😘😝💗||

Dara menutup buku diary-nya dan bangkit keluar dari cafe yang ia tempati. Saat ini ia sedang menunggu kekasihnya donghae yang sedang berada diperjalanan, karena kesal dara keluar untuk menghirup udara luar terlalu penat situasi di dalam cafe itu.

Donghae itulah nama kekasih dara, mereka sudah hampir 3 tahun lebih bersama. Donghae dan dara berkuliah di satu perguruan tinggi yang sama, mereka pertama kali dipertemukan karena satu kejadian unik. Mereka terjebak didalam satu perpustakaan.

Ketika itu dara memang sangat suka membaca dan salah satu tempat favoritnya adalah perpustakaan, dia bisa menghabiskan seluruh waktu luangnya disana tanpa lelah. Dara juga sangat menyukai perpustakaan karena disitulah satu – satunya tempat yang sepi jauh dari berbagai mulut yang membuat telinganya kusut.

Sedangkan donghae berbeda, perpustakaan merupakan tempat terakhir yang ia datangi karena donghae menyukai tempat yang ramai penuh dengan orang. Donghae juga bukan terbilang penyuka buku malah dia membencinya namun karena tugas dari salah seorang dosen dia terpaksa menginjakan kakinya di perpustakaan itu. Donghae sangat kesal karena tugas yang diberikan dosen itu harus bersumber dari referansi buku saja. Namun sialnya lagi perpustakaan yang ia datangi menjebaknya dalam situasi dimana dia harus bermalam ditempat itu karena tiba – tiba saja pintu perpustakaan itu tertutup rapat.

Dia berusaha menghubungi teman – temannya untuk membuka pintu itu namun sayangnya itu semua gagal karena donghae ceroboh melupakan jika dirinya tidak sama sekali membawa ponsel. Terpaksa dia harus mengeluarkan keringatnya, dia berteriak dan memukul – mukul pintu dengan keras. Dia juga heran mengapa saat dirinya masuk perpustakaan itu dalam keadaan kosong melongpong.

Setelah beberapa menit dia berteriak dan memukul pintu dengan keras pada akhirnya tenaganya pun terkuras habis.

Pasrah!

 Dia merebahkan tubuhnya sejenak di bawah lantai. Dia memegang keningnya pusing, tugas belum selesai dan sekarang dia harus terjebak di tempat seperti ini. Bodohnya dia memasuki perpustakaan pada waktu malam seperti ini. Donghae menutup matanya dan sesekali membukanya lagi. Tak sengaja matanya menemukan satu hal aneh. Dia mengerutkan keningnya ketika dia sadar jika yang ia lihat merupakan bayangan tubuh seseorang. Penasaran, dia bangkit dan menghampiri bayangan itu dengan perlahan. Jujur saja rasa takut mulai menghampirinya namun rasa penasarannya lebih tinggi dari rasa takutnya itu.

Tiba – tiba donghae menjerit layaknya wanita, menyadari jika benar bayangan yang ia lihat adalah seorang manusia. Ternyata itu adalah dara yang tengah tertidur pulas dengan tubuh terlentang bersama buku – buku yang berserakan dimana – mana. Dara langsung membuka matanya saat mendengar suara terikan seseorang.

Donghae dan dara sama – sama mengedipkan matanya berulang kali. Mereka berdua saling menatap layaknya dua patung yang bernyawa dalam sebuah pameran. Dara masih dalam posisi tidurnya dan donghae dengan posisi setengah membungkuk, waktu seakan berhenti namun semua itu musnah saat dara menjerit ketakutan dan bangkit dari posisinya tadi.

 Donghae menahan nafasnya ketika tiba – tiba wanita yang ia temui pertama kalinya ini memeluknya erat seraya berteriak sangat kencang. Tubuh donghae seakan melayang merasakan seorang wanita telah memeluknya erat.

“AIgooo… aku mohon enyahlah kecoak!! Jangan dekati aku, i beg you leave me alone!!! Gahhhhh….!!”

Setelah donghae tahu apa penyebab wanita ini memeluknya diapun segera mencarinya. Terlihat kecoak itu berada tidak jauh dari dirinya berdri. Saat ini dara masih bergelantungan dilehernya dengan erat dan masih berteriak mengusik telinganya. Donghae pada akhinrya melepaskan tubuh dara dengan paksa, dara menatap donghae polos namun donghae hanya menaikan alisnya menatap dara dengan tatapan dingin.

Sorry, bukannya apa – apa tapi kecoak yang kau takutkan sudah pergi jauh sejak tadi!”

Dara menatapnya malu wajahnya pun memerah dengan otomatis dan donghae tersenyum melihat itu.

“Maaf aku tadi… hanya … emp..!!”

“Sudahlah, its okay!!”

“Kalau begitu aku lebih baik segera pulang!”

You can’t?”

“Why?”

Tuh satu – satunya pintu untuk keluar dari tempat ini tertutup rapat, entah siapa yang menguncinya yang pasti kita tidak bisa keluar dari sini! Kalau bisa pakai ponselmu, hubungi seseorang untuk membuka pintu ini!”

Emmm, i can’t!”

“Why?”

“Ponselku mati karena baterainya habis!”

“Aigoo… ini lucu! Apakah ini memang kebetulan ataukah takdir! Well, it’s mean we have to stay until someone open the door tomorrow morning!”

“This is just a joke, right?”

“No, this is the truth!”

Aigooo.. pasti hanbin akan kalang kabut mencariku!”

“Lebih baik kita segera tidur, supaya pagi akan cepat datang dan kita bisa keluar dari sini!”

“Hmmm.. ya sudahlah!”

Itulah awal pertemuan dan perkenalan mereka, setelah kejadian itu secara mendadak mereka sering bertemu entah di cafetaria atau sekedar berpas – pasan dijalan. Mereka pun tidak memungkiri jika ada sesuatu diantara mereka, sayangnya sampai mereka masing – masing lulus belum ada satu katapun yang menyatakan jika mereka menjadi sepasang kekasih atau saling mencintai, mereka hanya berpikir jika kedekatan mereka selama itu murni hanya sebagai sahabat saja.

Setelah mereka lulus masing – masing sibuk dan bahkan sudah lupa akan persahabatan mereka. Di satu seminarlah mereka dipertemukan kembali saat itu secara mengejutkan donghae mengutarakan jika dirinya telah menyukai dara sejak lama dan menginginkan dara menjadi kekasihnya, dara disitu hanya bisa menutup mulutnya dengan wajah berkaca – kaca namun pada akhirnya dara mengangguk mengiyakan permintaan donghae itu.

 Disitulah awal perjalanan cinta dara dimulai, hari – hari baru dan penuh kasih sayang sudah menyambutnya.

Dara menghirup nafasnya panjang seraya memperhatikan jalan, berharap mobil donghae terlihat dan orang yang ia tunggu terlihat olehnya. Mata dara terbuka lebar dan senyum manis terpampang diwajahnya melihat donghae keluar dari salah satu mobil, dara sudah siap berlari menghampiri kekasihnya itu namun langkahnya mulai mengecil ketika kekasihnya itu tidak sendirian melainkan bersama seorang wanita yang saat ini menggandeng tangannya. Senyum dara yang tadi terukir diwajahnya saat ini berubah menjadi kaku. Beribu pikiran negatif menghampirinya. Siapa wanita itu? Mengapa dia menggandeng lengan donghae kekasihnya? Apa maksud dari semua ini? Apa dara masih bermimpi didalam kamarnya? Apa ini hanyalah mimpi buruknya saja?

 Tatapan mereka bertemu, dara menatap donghae tidak percaya sedangkan donghae menatap dara dingin! Tubuh dara mulai bergetar tidak stabil, tangannya secara otomatis menutup mulutnya berusaha untuk menahan tangisnya.

 ‘Donghae?’ Lirih hati dara memanggil namanya.

=====

 

Ada apa dengannya? Mengapa donghae sama sekali tidak memperdulikanku? Mengapa dia menatapku dengan tatapan itu? Apa benar ini bukanlah mimpi?

 Rasa sesak ini mulai menggerogoti nadiku. Bagaimana bisa donghae berjalan melewatiku bersama wanita itu dengan tenang seolah tidak mengenalku sedikitpun.

 Wajah itu, aku yakin dia adalah donghae kekasihku!

 

 

 **

 Dara berjalan dengan hampa, pandangannya seakan hilang. Tubuhnya seakan tidak bernyawa, telinganya seakan tuli. Dia berjalan dengan tidak memperhatikan sekitarnya, sering kali dia bertabrakan dengan pejalan kaki lainnya namum dia tidak menghiraukannya sedikitpun. Bagaimana bisa mendengar ocehan orang ketika dirinya sendiri tidak merasa jika dirinya memang tengah didunia nyata?

 Langkah kakinya semakin melambat, kepalanyapun seakan berputar. Pemandangan didepannya seakan buram dan gelap. Ponsel di tasnya berdering sekalipun tidak mampu menyadarkannya.

 Tubuhnya sudah tidak mempunyai tenaga sehingga ketika dia bertabrakan dengan seorangpun dia akhirnya terjatuh lemas tak mampu bangkit. Dara terkapar, sedangkan orang yang tadi bertabrakan dengannya menatap dara khawatir.

 

 (‘Hey nona, bangunlah! Apa kau baik – baik saja? Heyyyy…! Kumohon sadarlah!!!’)

 **

 “Bagaimana keadaannya?”

 “Apa hubungan anda dengan pasien ini?”

 “Aku tidak mempunyai hubungan apapun dengannya!”

 “Sebaiknya anda hubungi keluarganya, karena saya tidak bisa menindaklanjuti pasien ini jika tanpa persetujuan keluarganya!”

 “Sudahlah dok, apapun tindakan yang kau berikan kepadanya akulah yang akan bertanggung jawab yang terpenting wanita ini bisa tersadar kembali!”

 “Kau yakin?”

 “Sangat yakin!”

 “Baiklah! Untuk saat ini lebih baik kita membiarkan pasien ini untuk beristirahat!”

 “Baik dokter!”

 Jiyong menatap wanita didepannya dengan sendu, dia merasa memiliki tanggung jawab besar atas peristiwa ini walaupun dia tahu ini bukanlah urusannya sama sekali, toh wanita ini tiba – tiba pingsan setelah bertabrakan dengannya yang normalnya tidak akan membuat seseorang pingsan akibat tabrakan kecil itu.

 Sebenarnya jiyong ingin pergi meninggalkan wanita ini namun  jiyong bukanlah orang yang tidak bertanggung jawab dia tidak ingin membiarkan wanita ini begitu saja tanpa perawatan apapun. Karena setelah jiyong yakin wanita ini baik – baik saja, dia akan secepatnya meninggalkannya dan mengurusi urusannya yang masih menumpuk.

 Jiyong, Kwon Jiyong.

Pekerja serabutan ini merupakan anak dari seorang bangsawan Jepang yang saat ini terasingkan karena suatu keadaan. Dia diasingkan bersama adiknya yang terbilang aneh, Lee Hi.

 Jiyonglah yang sebenarnya mengasingkan dirinya dari dunia kebangsawanannya itu, dia melarikan diri dan membawa adiknya untuk tinggal di salah satu kota terpencil yang tidak banyak diketahui orang. Dia pergi karena satu alasan, yaitu untuk melindungi adiknya Lee Hi.

 Adiknya Lee Hi sejak dari lahir memiliki satu kekurangan dalam dirinya atau bisa dibilang  Lee Hi sangatlah bersikap aneh abnormal dan orang – orang dalam keluarganya sangat membencinya, mereka sangat ingin membuang Lee Hi jauh – jauh dari hirarki keluarga.

 Ibu mereka meninggal saat melahirkan Lee Hi karena mengalami pendarahan hebat. Sedangkan ayah mereka, saat ini acuh tak acuh terhadap mereka. Ayah mereka sangat membenci Lee Hi bukan hanya karena dia memiliki keterbelakangan tapi karena Lee Hi menjadi penyebab meninggalnya Ibu mereka, maka dari itu dia tidak sama sekali peduli apabila Lee Hi diasingkan ataupun tidak.

 Jiyong, dia sangat marah ketika mendengar adiknya diperlakukan seperti itu, dia ingat ketika ibunya masih hidup jiyong sangat bahagia karena dia akan mempunyai seorang adik. Ibunyapun sama dia sangat senang atas kehadiran janin baru dalam tubuhnya dan tidak dapat dipungkiri ayahnyapun sangat bahagia ketika itu. Namun semua suka cita itu berubah menjadi bencana dan ketika Lee Hi dilahirkan bukanlah tangis riang yang terdengar tapi tangis kesedihan yang terdengar.

 Keanehan terjadi ketika Lee Hi adiknya tidak mampu berbicara, satu detik tubuhnya keluar dari rahim ibunya bukanlah tangisan yang keluar darinya namun keheninganlah yang didapatkan. Lee Hi hidup namun sampai saat ini dia tidak pernah sedikitpun menangis, ketika seorang bayi hidup maka bahasa pertama yang ia lakukan pastinya adalah menangis. Menangis merupakan kode jika seorang bayi membutuhkan sesuatu ataupun mengalami satu ketidaknyamanan dalam dirinya namun Lee Hi beda, dia akan menatap lama kepada sesuatu yang ia inginkan seakan mulutnya bisu dan telinganya tuli.

 Sudah berbagai dokter manapun yang berusaha menyembuhkan Lee Hi namun semuanya angkat tangan karena sama sekali tidak memahami apa yang terjadi dengan Lee Hi.

 Jiyonglah yang satu – satunya mampu berinteraksi dengan Lee Hi. Lee Hi mampu berbicara dan berprilaku normal namun dia tidak mampu mengungkapkannya dan seolah – olah takut. Lee Hi melakukan aktifitas dengan normal dan maka dari itu tidak ada yang menyadari jika Lee Hi memiliki keterbelakangan, orang – orang hanya berfikir jika Lee Hi aneh dan tidak suka bersosial dengan yang lain dan tidak lebih dari itu, dan selama dia bersekolah tidak ada yang pernah berani menganggunya jadi Lee Hi merasa aman untuk bersekolah.

 Lee Hi sangat takut dengan ayahnya sendiri, walaupun dia tidak memperlihatkannya namun ketika ayahnya bertatapan dengannya Lee Hi selalu menunduk menghindari kontak mata dengannya.

 Saat jiyong membawa Lee Hi keluar dari rumahpun, dia tidak melakukan protes apapun. Lee Hi sangat mempercayai jiyong dan sangat menyayanginya. Satu – satunya orang yang mampu membuat hatinya tenang dan senang.

 Mereka saat ini tinggal di sebuah rumah yang sederhana, setelah memutuskan keluar dari ruang lingkup hidup yang menyiksanya kini jiyong dan Hi bisa hidup tenang tanpa ada gangguan ataupun cemooh dari siapapun. Hi yang bersekolah di sebuah SMA yang tidak jauh dari rumahnya dan Jiyong yang bekerja sebagai pekerja magang di sebuah perusahaan tidak pernah mengalami perasaan kekurangan. Mereka sangat bersyukur dengan apa yang saat ini mereka dapatkan, kalau kita bandingkan dengan kehidupannya di Jepang mungkin mereka terbilang serba kekurangan namun perasaan bahagia yang mereka rasakan saat ini tidak dapat dihitung dengan banyaknya uang ataupun kemewahan lainnya yang mereka dapatkan di Jepang.

 Saat ini ayah jiyong sedang gencar mencari keberadaannya karena jiyong merupakan satu – satunya penerus dalam hirarki keluarga mereka. Seluruh aset yang ayahnya miliki berada dibawah namanya dan tidak ada yang mampu menggantikannya.  Namun jiyong tidak membutuhkan itu semua, selama adiknya masih diasingkan dan tidak dianggap di keluarga itu dia tidak akan pernah mau menginjakan kakinya di istana itu lagi.

 (‘Donghae… !!’)

 Jiyong menatap wajah wanita didepannya ketika satu kata keluar dari mulutnya. Wanita didepannya sedang mengigau dan setetes air mata jatuh dan mengalir pelan dipipinya. Secara tak sadar jiyong menghapus air mata itu dan membelai pipinya seakan ingin menenangkannya.

 Cara jiyong ini berhasil karena wanita didepannya itu memperlihatkan senyum kecil diwajahnya dan kembali tertidur tenang.

 Jiyong melepaskan tangannya dan memeriksa jam di tangannya. Tiba – tiba wajahnya memperlihatkan suatu kecemasan.

 15.35 p.m.

 Ternyata adiknya Hi-lah yang dia khawatirkan. Seharusnya dia memberi pesan untuk memberitahunya jika dia sudah pulang dan tiba di rumah, namun kali ini tidak ada sama sekali. Jiyong berusaha menghubunginya namun tidak ada yang menjawab.

 Jiyong mulai panik dia tidak tahu harus melakukan apa saat ini, dia tidak bisa meninggalkan wanita itu sampai dia tersadar namun dia juga harus memastikan adiknya baik – baik saja. Jiyong khawatir jika seseorang menggangu adiknya dan kejadian waktu itu terulang kembali. Kejadian dimana adiknya harus dibawa ke rumah sakit karena mengalami kejang – kejang tubuh yang diakibatkan oleh reaksi tubuhnya yang ketakutan ketika seseorang yang tidak dikenal menghampirinya.

 Jiyong memegang dahinya merasakan rasa sakit kepala yang sangat kuat. Dia dipenuhi dengan rasa cemas dan takut atas keberadaan adiknya. Jiyong akhirnya memutuskan untuk meninggalkan wanita itu dan mencari adiknya terlebih dahulu. Sebelum kakinya berhasil keluar dari ruang itu, layar ponselnya menyala dan muncullah pesan dari adiknya itu.

 Perasaan lega menghampirinya dengan cepat. Jiyongpun akhirnya kembali ke tempat duduk tadi dan memberi kabar kepada Hi jika dirinya akan bermalam di suatu tempat dan tidak mampu untuk mempersiapkan makan malam untuknya.

 Seraya menanti balasan dari adiknya jiyong merebahkan tubuhnya didekat wanita itu. Setelah mendapatkan balasan dari adiknya jiyongpun mampu kembali memfocuskan dirinya kepada wanita didepannya dan bersikap tenang menunggu wanita itu untuk tersadar.

 ***

 ‘Donghae, aku kedinginan!!’

 Rasa hangat ini mulai kembali dan aku yakin saat ini donghae yang sedang memelukku. Aku tahu tadi hanyalah mimpi dan inilah dunia nyata. Aku tahu donghae tidak akan memperlakukanku serendah itu, dan aku yakin dia tidak akan pernah menyakitiku dengan cara seperti tadi! Donghae still loving me and me too.

 Kita sudah berjalan sangat lama dan aku yakin diary indahku akan terisi terus oleh cerita – cerita romantis darinya.

 ‘Donghae, don’t leave! Don’t ever think to let me go! I love you so much!’

 Hmmm…

Aku sangat senang saat ini dia mengeratkan pelukannya seolah menjawab ungkapanku tadi!  Tapi parfum ini berbeda dari aroma yang selalu aku hirup dari tubuh donghae. Mungkin kali ini donghae menggunakan parfum yang berbeda dari biasanya. Aku tersenyum riang dan memeluk tubuhnya erat.

 (“Owhhh… shitt!! What did i do?”)

 Hmmm… suara apa itu?

Aku mencoba membuka mataku dan mengedipkannya berulang kali. Aku mendongak keatas dan,

 

 

 “ARGHHHHHHHHH ……… !!”

 

 

 Dara mengambil bantal yang ia gunakan dan memukulnya kepada laki – laki yang saat ini menatapnya bingung.

 “Yaaaaaa … what the hell are you thinking!!!! Yaaaaa … beraninya kau, pergi pergiiiiii ………!!”

 “Yaaa women!!! Shut up!!! Stop it!!”

 “Kau siapa? Aishhhht… pergi sana!!”

 “Oke tenang dulu!!! Berhenti memukulku!!!”

 Darapun pada akhirnya berhenti memukul jiyong dan menatapanya dengan sinis.

 “Holly girl, pukulanmu cukup keras!! Oke dengarkan aku terlebih dahulu!”

 “Cepat jelaskan jangan banyak basa – basi!!”

 “Aishht… jika aku tahu akan menolong wanita sepertimu mungkin sejak tadi aku akan menelantarkan tubuhmu itu di luar sana, biarkan saja orang gila yang akan membawamu pergi!! Dengar ya tadi aku sudah menolongmu karena kau secara tiba – tiba pingsan dan hello girl i ain’t doing anything to you so stop looking at me like that!! Kau seharusnya berterimakasih kepadaku bukan malah memukulku seperti ini!”

 “Tapi tadi kau sudah lancang memelukku!”

 “Hallo … siapa tadi yang berkata, ‘uhh uhh aku kedinginan’ ya secara tidak langsung kau memintaku untuk memelukmu!!”

 “Euh aku kira tadi mimpi dan lagipula kau seharusnya memberikanku selimut bukan malah memelukku!”

 “Ya mana aku tahu jika kau membutuhkan double selimut!”

 “Pokoknya kau yang bersalah!! Bagaimanapun aku ini seorang wanita dan kau orang asing yang tidak dikenal sudah lancang memelukku!!”

 “Ya orang asing dan tidak dikenal ini telah menolongmu dan heyyyyy… siapa tadi yang mengeratkan pelukannya kepada tubuhku? Asal kau tahu tubuhku ini masih innocent jauh dari perbuatan lancang tadi, disini yang lancang adalah kau bukan aku!!”

 “Hahaha innocent katamu? Wajah pervert sepertimu? Kau yakin? Aku malah yakin kau adalah laki – laki hidung belang yang suka mengintip wanita saat berganti pakaian!! Hayooo mengaku!!!”

 “Wah… kau ini sungguh sangat amat menyebalkan!!! Apa kau gila mana mungkin perbuatan rendah itu aku lakukan? Hello orang bangsawan sepertiku tidak akan pernah melakukan hal seperti itu!”

 “Heuh percaya diri sekali kau!! Orang bangsawan? Bahasamu terlalu tinggi, dilihat dari tampangmu saja kau sama sekali tidak mencerminkan hal itu!! Sudah jangan bermimpi di siang bolong seperti ini!!”

 “Ya siang bolong katamu, apa kau buta lihat saat ini sudah malam!! Sudahlah aku tidak peduli kau percaya atau tidak!! Lagipula aku ini memang orang bangsawan levelku terlalu jauh darimu!!”

 “Hahaha sudah jangan mengkhayal terus, aigooo… kau ini lucu!”

 Mereka satu sama lain saling menatap. Layaknya perang mata masing – masing tidak ada yang mau mengalah. Dara dengan tampilan tidak karuan, rambut berantakan, pakaian sudah miring kesana kemari dan mata sembab karena tangisannya yang berlarut – larut sedangkan jiyong masih menggunakan pakaian kantornya, beberapa kancing terbuka dan dadanya yang bertato itu terlihat cukup jelas, dasi sudah entah berada dimana serta rambut yang kusut, mereka sama – sama berpenampilan tidak karuan dan sama – sama tidak memperdulikan hal itu.

 Tiba – tiba jiyong melepaskan tatapannya saat ponselnya berdering kencang. Dara disitu masih menatap jiyong sinis sedangkan jiyong menghela nafas resah, dia mendapatkan informasi jika adiknya Lee Hi mengalami kejang kembali.

 Informasi itu ia peroleh dari Dokter Spesialis yang merawat adiknya khusus. Dia memberitahu jiyong jika adiknya menghubungi dokter itu jika dirinya ketakutan dan bodohnya lagi saat ini jiyong tidak sedang bersamanya, sehingga sangat wajar jika Hi ketakutan sendiri karena tidak ada tempat untuknya bersembunyi. Biasanya jiyonglah yang menjadi tempat persembunyiannya itu, Hi selalu memeluk tubuh jiyong jika dia merasa ketakutan.

 Jiyongpun tidak menyangka jika adiknya Hi membohonginya, tadi saat dia mengirimkan pesan itu Hi memberi balasan jika dirinya baik – baik saja dan hanya akan beristirahat sambil menonton film cartoon kesayangannya. Jadi jiyong tidak tahu jika adiknya merasa tertekan dan ketakutan sendiri seperti ini.

 Dokter yang merawat Hi bernama Nam Taehyun, Dokter muda namun keahliannya tidak kalah hebatnya dengan dokter senior lainnya dalam bidang psikologi. Dokter Nam sudah mengawasi Lee Hi sejak 2 tahun yang lalu dan Hi-pun terasa mengalami perubahan ke arah yang lebih baik. Sejak Dokter Nam menangani Hi, adiknya itu sudah mulai mampu untuk berinteraksi dengan orang disekitarnya walaupun hanya dengan anggukan dan senyuman itu sudah membuat jiyong bahagia. Dokter Nam ini merupakan orang kedua yang Hi percayai, Hi bahkan selalu menggengam tangan Dokter Nam dan tersenyum kepadanya saat mereka bersama. Sedangkan itu adalah hal baru dan hal yang paling mengejutkan bagi jiyong, karena selama hidupnya jiyong baru menemukan Hi adiknya tersenyum kepada orang baru yang belum ia kenali dengan baik seperti itu, biasanya Hi akan berlari mencarinya dan bersembunyi dibawah ketiaknya.

 Dampak yang Dokter Nam berikan terbilang positif, namun satu yang membuat jiyong harus berdebat dengannya adalah keputusannya untuk membuat Hi sekolah di Sekolah Umum, jiyong sangat tidak setuju dan ragu atas keputusannya itu. Jiyong ingin Hi untuk tetap melakukan home schooling dan tidak berkeliaran di luar.

 Tapi 1 tahun terlewati dan semua berjalan dengan baik – baik saja walaupun Hi pernah ditemukan dengan keadaan kejang di rumahnya karena pertemuannya dengan banyak orang asing di sekolahnya itu namun lambat laun Hi mulai bisa beradaptasi dengan baik.

 Kejadian langka ini membuat jiyong sangat khawatir, ini adalah kejadian baru yang Hi alami. Waktu itu 1 setengah tahun yang lalu Hi mengalami kejang seperti ini karena seseorang yang Hi tidak kenali mencoba mengganggunya, setalah kejadian itu berlalu Hi tidak pernah mengalami hal ini lagi tapi hari ini itu semua terulang dan jiyong yakin ada seseorang yang mengganggunya tadi.

 Menghiraukan wanita didepannya yang masih memperhatikannya jiyong berlari keluar meninggalkan dara seorang diri dengan perasaan bingung.

 Mata dara mengikuti laju langkah kakinya yang cepat, tidak sadar jika saat ini dirinya hanyalah seorang diri dan dunia nyata mulai kembali menyerangnya. Sudah sangat lama kejadian itu namun tanda – tanda donghae akan menghubunginya tidak sama sekali terdengar. Apakah donghae benar – benar telah melakukan itu?

 Beribu – ribu pertanyaan muncul dalam benaknya! Apa yang salah dengannya? Apa yang telah dara lakukan sehingga ini semua terjadi? Bukankah kemarin hubungan mereka baik – baik saja? Mengapa ini terasa begitu mendadak? Tidak ada angin bahkan badai tapi mengapa serasa semuanya menghantam tubuhnya seketika?

 Dara mencari tasnya dan segera membuka buku diary-nya, dia mencari semua memory yang telah mereka lakukan bersama ataupun hal – hal romantis yang donghae lakukan kepadanya. Semuanya seakan mencengkram dadanya, semua kisah yang ia tuangkan di buku itu hanyalah abu saat ini. Hanyalah serpihan kertas yang tak berguna sedikitpun.

 Air mata yang sedari tadi tertahankan pada akhirnya keluar, mengalir deras di pipinya. Dara menangis sekencang mungkin, buku diary yang saat ini ia genggam basah karena air matanya.

 Dara masih ingin tahu apakah benar itu adalah donghae kekasihnya atu bukan, dia masih tidak percaya itu semua terjadi!!

 Menghapus air matanya dara mengambil ponselnya dan menghubungi nomor donghae. Jantungnya berdebar kencang menunggu jawaban dari donghae.

 ‘Hello!!’

 Terdengar suara seorang laki – laki, suara yang sangat ia rindukan. Dara tersenyum manis mendengarnya. Namun sedetik kemudian senyum itu hilang dari wajahnya.

‘Baby, who is that?’

 

 ‘Ah… it just a random number!!’

 

 Random?

Dara menatap layar ponselnya tidak percaya, tapi benar itu adalah nomor donghae. Tapi, nomor dara bukanlah random number! Dia dara kekasihnya! Dan apakah benar itu suara seorang wanita? Apakah benar dia memanggil donghae ‘baby’?

==== Tbc.

Next >>

Anyoengggg …

Hihihi …aku bawa cerita baru dengan couple baru #HANHI hehehe…

Menurutku mereka sangat cocok heheh sama kaya #DARAGON uri couple…

Tenang ini tetap cerita daragon, tentunya neng dara ama mang jidi bakalan seru disini cuman biar fresh, couple hanhi akan menambah keseruan di cerita ini. 😙😜😝✌💑💗💗💗💗

 

Keep faith, keep waiting, keep loving, keep smile,!!!

Looking forward for your comments, have a nice day!!! 🌹🌻🌈🌈🍎🍏♥

 

#JANGANPELITNYIMPENJEJAKNYAOKEEE!!! 😝😝😝😒😱😖✌🙏🙏

Advertisements

17 thoughts on “TURNING 30 [Intro]

  1. Baru awal tapi cerita mulai terbukan dan konflik udah mulai tercipta. Tp pengenalan karakter masing-masing tokoh kayaknya masih kurang
    Penyampaiannya bagus dan bisa dimengerti.
    Gak sabar baca cerita selanjutnya akan seperti apa lagi konfliknya 🙂

  2. Baru awal aja udah seru ceritanya,
    Kalo hanbin sm lee hi trs dara sm jidi b’arti ade sama ade,dan kaka sama kaka,
    Emang gak apa2 ya ???
    Donghae songong banget,mnta ditampol tuh orang,
    Entar aja pas dara mlai deket sama jidi, donghae ngemis2 mnta balik,
    Ck,rese

    Ditunggu ya lanjutannya

  3. Ff baru lagi nihhh kkkkk asiekkkk
    kenapa tu dara sama donghae?apa dara bakal ktmu lagi sama jiyong?trnyata latar blkg hi kayak gt tohh kira2 hanbin bsa gak ya dptin hi next chap di tggu thorrr^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s